1. Pengertian Bank Syariah
Bank Syariah adalah lembaga intermediasi dan penyediaan jasa keuangan yang berdasarkan etika dan sistem nilai Islam yang mempunyai sifat khusus yakni bebas dari kegiatan spekulatif yang nonproduktif seperti perjudian, bebas dari hal-hal yang tidak jelas dan meragukan (tidak pasti), berprinsip pada keadilan dan hanya membiayai kegiatan yang halal.18 Berbeda dengan bank konvensional yang mengandalkan sistem bunga, bank syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil, sistem sewa, dan sistem jual beli yang tidak menggunakan sistem riba sama sekali.19
Antonio dan Perwata Atmadja membedakan menjadi dua pengertian, yaitu Bank Islam dan Bank yang beroperasi dengan prinsip syariah Islam.20 Bank syariah adalah (1) bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam; (2) adalah bank yang tata cara beroperasinya mengacu pada ketentuan-ketentuan Al-Quran dan Hadist; sementara bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah Islam adalah bank yang dalam beroperasinya itu mengikuti ketentuan-ketenntuan syariah Islam. Khususnya yang menyangkut tata cara bermuamala secara Islam. Dikatakan lebih lanjut, dalam tata cara bermuamalat itu dijauhi prektek-praktek yang dikhawatirkan
18 Ascary; Diana Yumainita, Bank Syariah: Gambaran Umum, Seri Kebanksentralan Nomor 14, (Jakarta: Bank Indonesia dan Studi Kebanksentralan, 2005), hlm 4.
19 http://pengertiandefinisi.com/pengertian-bank-syariah-beserta-fungsinya/ 10:54
20 Karen Perwataatmadja dan Syafi‟i Antonio, Apa dan Bagaimana Bank Islam, (Yogyakarta:
PT: Dana Bhaka Wakaf, 1997), hlm. 1
mengandung unsur-unsur riba untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasi dan pembiayaan perdagangan.
Bank adaah lembaga perantara keuangan atau iasa disebut financial intermediary. Artinya, lembaga bank adalah lembaga yang dalam aktifitasnya berkaitan dengan masalah uang. Oleh karena itu, usaha bank akan selalu dikaitkan dengan masalah uang yang nerupakan alat pelancar terjadinya perdagangan yang utama.21 Dalam melakukan transaksi bank syariah tidak boleh menggunakan bunga didalam pengoperasionnya, untuk menghindari pengoperasian dengan sistem bunga, Islam memperkenalkan prinsip-prinsip muamalah Islam dengan ata lain, bank Islam lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba.
Dengan demikian, kerinduan umat Islam Indonesia yang ingin melepaskan diri dari persoalan riba telah mendapat jawaban dengan lahirnya Bank Syariah. Bank syariah lahir di Indonesia, yang gencarnya, pada sekitar tahun 90-an atau tepatnya setelah ada Undang-Undang No.7 tahun 1992, yang direvisi dengan Undang-Undang Perbankan No. 10 tahun 1998, dalam bentuk sebuah bank yang beroperasinya dengan sistem bagi hasil atau bank Syariah.22
2. Dasar Falsafah Bank Syariah
Setiap lembaga keuangan syariah mempunyai falsafah mencari keridhoan Allah untuk memperoleh kebajikan di dunia dan akhirat. Oleh
21 Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta; Ekonoisi, 2005), hlm. 1.
22 Muhammad, Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, (Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 2005), hlm. 1.
karena itu, setiap kegiatan lembaga keuangan yang dikhawatirkan menyimpang dari tuntunan agama, harus dihindari. 23
a. Menjauhkan dari unsur riba, caranya:
i. Menghindari penggunaan sistem yang menetapkan dimuka secara pasti keberhasilan suatu usaha. (QS. Luqman, ayat : 34)
ii. Menghindari penggunaan sistem presentasi untuk pembebanan biaya terhadap hutang atau pemberian imbalan terhadap simpanan yang mengandung unsur yang melipatgandakan secara otomatis hutang/simpanan tersebut hanya karena berjalanannya waktu (QS.
Ali‟Imron, 130)
iii. Mengindari penggunaan sistem perdagangan/penyewaan barang ribawi dengan imbalan barang ribawi lainnya dengan memperoleh kelebihan baik kuantitas maupun kualitas (HR. Muslim Bab Riba No.
1551 s/d 1567)
iv. Menghindari penggunaan sistem yang menetapkan dimuka tambahan atas hutng yang bukan atas prakarsa yang mempunyai hutang secara sukarela (HR. Muslim, Bab Riba No. 1569 s/d 1572)24
b. Menerapkan sistem bagi hasil dan perdagangan, dengan mengacu pada Qur‟an surat Al-Baqarah ayat 275 dan An-Nisaa ayat 29, maka setiap transaksi kelembagaan syariah harus dilandasi atas dasar sistem bagi hasil dan perdagangan atas transaksinya didasari oleh adanya pertukaran antara uang dengan barang. Akibatnya pada kegiatan muamalah berlaku prinsip
23 Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta: Ekonosia, 2004), hlm. 2.
24 Muhammad, Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, (Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 2005), hlm. 2.
ada barang/jasa uang dengan barang, sehingga akan mendorong produksi barang/jasa, mendorong kelancaran arus barang/jasa, dapat dihindari adanya penyalah gunaan kredit, spekulasi, dan inflasi.25
3. Karakteristik Bank Syariah
Prinsip syariah Islam adalah pengelolaan harta menekankan pada keseimbangan antara kepentingan idividu dan kepentingan masyarakat. Harta harus dimanfaatkan untuk harl-hal produktif terutama kegiatan investasi yang merupakan landasan aktifitas ekonomi dalam masyarakat. Tidak semua orang mampu secara langsung menginvestasikan hartanya untuk menghasilkan keuntungan oleh karena itu, diperlukan suatu lembaga perantara yang menghubungkan masyaratkat pemilik dana dan pengusaha yang memerlukan dana (pengelola dana). Salah satu lembaga perantara tersebut adalah bank yang kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah.
Bank syariah ialah bank yang berasaskan, antara lain, bank asas kemitraan, keadilan, transparansi dan universal serta melakukan kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah.26 Bank syariah merupakan implementasi dari prinsip ekonomi Islam, dengan karakteristik antara lain sebagai berikut:
a. Pelarangan riba dalam berbagai bentuknya
b. Tidak mengenal konsep nilai waktu dari uang (time-value of money) c. Konsep uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas
d. Tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang bersifat spekulatif
25 Muhammad, Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, (Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 2005), hlm. 2.
26Muhamad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hlm. 4.
e. Tidak diperkenankan menggunakan dua harga untuk satu barang, dan f. Tidak diperkenankan dua transaksi dalam satu akad.
Bank syariah berorientasi atas dasar konsep bagi hasil. Bank syariah tidak menggunakan bunga sebagai alat untuk memperoleh pendapatan maupun membebankan bunga atas penggunaan dana dan pinjaman karena bunga merupakan riba yang diharamkan.27