• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beban Upah yang masih harus dibayar

JURNAL PENYESUAIAN

TAMPILAN 7 Beban Upah yang masih harus dibayar

Setelah jurnal penyesuaian dicatat dan di-posting, saldo debit akun beban upan menjadi Rp4.525.000 yang merupakan beban upah untuk dua bulan, November dan Desember. Saldo kredit Rp250.000 pada Utang Upah merupakan liabilitas upah yane terutang per 31 Desember.

Seperti yang ditunjukkan dalam Tampilan 7, Delta Satu membayar upah Rp1.275.0000 pada tanggal 10 Januari. Pembayaran ini meliputi upah yang masih harus dibayar sebesar Rp250.000 yang dicatat pada tanggal 31 Desember. Dengan demikian, Pada tanggal 10 Januari, akun utang upah menurun (didebit) sebesar Rp250.000. Dan beban upah meningkat (didebit) sebesar Rp1.025.000 (Rp1.275.000 – Rp250.000) Yang mana merupakan beban upah untuk 1–10 Januari. Pada akhirnya, akun kas menurun (dikredit) sebesar Rp1.275.000. Ayat jurnal untuk pembayaran gaji pada bulan Januari seperti ditunjukkan berikut ini.

Jan 10 Beban Upah 51 1.025.000

Utang Upah 22 250.000

Kas 11 1.275.000

Jika penyesuaian untuk upah (Rp250.000) tersebut tidak dicatat, maka beban upah akan kurang saji sebesar Rp250.000 dan laba neto akan lebih saji sebesar Rp250.000 dalam laporan laba rugi. Di laporan posisi keuangan, Utang Gaji akan kurang saji sebesar Rp250.000 dan Modal, Delta akan lebih saji Rp250.000. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut.

Jumlah salah saji

Laporan Laba Rugi

Pendapatan kurang saji sebesar Rp xxx

Beban disajikan dengan Benar Rp (250.000)

Laba neto kurang saji sebesar Rp 250.000

Laporan Posisi Keuangan

Aset disajikan dengan benar Rp xxx

Liabilitas lebih saji sebesar Rp (250.000)

Ekuitas Pemilik kurang saji sebesar Rp 250.000

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas pemilik disajikan dengan

benar Rp xxx

BEBAN PENYUSUTAN

Aset tetap (fixed assets atau plant assets) adalah sumber daya fisik digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen atau memiliki umur manfaat yang panjang.

Contoh dari asset tetap dari asset tanah, bangunan, dan peralatan. Namun, karena sifat dan umur manfaatnya yang panjang, aset ini dibahas terpisah dari beban dibayar di muka lainnya, seperti perlengkapan dan asuransi dibayar di muka.

Aset tetap, seperti peralatan kantor, digunakan seperti perlengkapan, yaitu untuk menghasilkan pendapatan. Namun tidak seperti perlengkapan, terjadinya penurunan

alih, seiring berlalunya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya. Penurunan manfaat ini disebut penyusutan (depreciation).

Semua aset tetap, kecuali tanah, akan kehilangan manfaatnya. Penurunan manfaat aset yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban.

Meskipun demikian, penurunan dalam aset tetap sulit diukur. Oleh karena alasan ini, sebagian dari biaya aset tetap dicatat sebagai beban setiap tahun sepanjang umur manfaatnya. Beban periodik ini disebut beban penyusutan (depreciation expense).

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan sama dengan ayat jurnal penyesuaian untuk penggunaan perlengkapan. Akun yang didebit adalah akun beban penyusutan. Akan tetapi, akun Aset Peralatan Kantor tidak dikredit karena harga perolehan aset tetap berikut akumulasi jumlah penyusutan yang telah dicatat sejak pembelian biasanya dilaporkan di laporan posisi keuangan. Akun yang dikreditkan adalah akumulasi penyusutan (accumulated depreciation).

Akun akumulasi penyusutan disebut akun kontra (contra accounts) atau akun aset kontra (contra asset accounts), karena akun tersebut dikurangi dari akun aset pasangannya di laporan posisi keuangan. Saldo normal akun kontra adalah kebalikan dari akun yang dikuranginya. Jadi, saldo normal akumulasi penyusutan adalah kredit.

Nama yang biasa digunakan untuk aset tetap dan akun aset kontra terkait adalah sebagai berikut.

Aset Tetap Aset Kontra

Tanah Tidak ada - Tanah tidak disusutkan

Gedung Akumulasi Penyusutan- Gedung

Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan-Peralatan Toko Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor

Pada tanggal 31 desember 2015, neraca saldo yang belum disesuaikan milik SolusiNet (Tampilan 5) mengindikasikan bahwa Delta Satu memiliki dua aset tetap yaitu: tanah dan peralatan kantor. Tanah tidak mengalami penyusutan, tetapi junal penyesuaian dicatat untuk penyusutan peralatan kantor bulan Desember. Asumsikan jika peralatan kantor menyusut sebesar Rp50.000 selama bulan Desember, akun beban penyusutan meningkat (didebit) sebesar Rp50.000 dan akumulasi penyusutan-peralatan

kantor meningkat (dikredit) sebesar Rp50.000.³ Ayat jurnal penyesuaian dan akun T Pada tanggal 31 Desember 2015, neraca saldo yang belum disesuaikan milik ditunjukkan sebagai berikut.

Ayat Jurnal Penyesuaian

des 31 Beban Penyusutan 56 50.000

Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor 19 50.000

Penyusutan Peralatan Kantor

Dampak Persmaan Akuntansi

Aset = Liabilitas + Ekuitas Pemilik (beban)

Peralatan Kantor 18 Beban Penyusutan 56

Saldo. 1.800.000 31 Des 50.000

Akum. Peny. - Peralatan Kantor 19 31 Des 50.000

Setelah ayat jurnal penyesuaian dicatat dan di-posting, akun peralatan kantor masih uempunyai saldo sebesar Rp1.800.000. Nilai ini adalah biaya perolehan peralatan kantor yang dibeli pada tanggal 4 Desember. Akun akumulasi penyusutan-peralatan kantor emounyai saldo kredit sebesar Rp50.000. Perbedaan antara dua saldo tersebut adalah biava perolehan peralatan kantor yang belum disusutkan. Jumlah ini (Rp1.750.000) disebut nilai buku aset (book value of the asset), atau nilai buku neto (net book value) yang dihitung sebagai berikut.

Nilai Buku asset = biaya perolehan aset - akumulasi penyusutan aset

Nilai buku aset Nilai buku peralatan kantor = biaya perolehan peralatan kantor - akumulasi penyusutan peralatan kantor

Nilai buku peralatan kantor = Rp1.800.000 – Rp50.000 Nilai buku peralatan kantor = Rp1.750.000

Peralatan kantor dan akumulasi penyusutan terkait dilaporkan pada tanggal 31

Peralatan kantor Rp1.800.000

Dikurangi akumulasi penyusutan Rp 50.000 Rp 1.750.000 000 Nilai pasar suatu aset tetap biasanya berbeda dengan nilai bukunya karena penyusutan merupakan metode alokasi, bukan metode penilaian. Maksudnya, penyusutan mengalokasikan biaya aset tetap yang dibebankan selama estimasi umur manfaat.

Penyusutan tidak berusaha untuk mengukur perubahan nilai pasar, yang dapat berubah signifikan dari tahun ke tahun. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2015, nilai pasar peralatan kantor dari Delta Satu dapat lebih atau kurang dari Rp1.750.000.

Jika penyesuaian sebelumnya atas penyusutan (Rp50.000) tidak dicatat, Beban Penyusutan dalam laporan laba rugi akan kurang saji Rp50.000, dan laba neto akan lebih saji Rp50.000. Dalam laporan posisi keuangan, nilai buku Peralatan Kantor dan Modal, Delta akan lebih saji Rp50.000. Jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat, maka akan terjadi hal sebagai berikut.

Jumlah salah saji

Laporan Laba Rugi

Pendapatan kurang saji sebesar Rp xxx

Beban disajikan dengan Benar Rp (50.000)

Laba neto kurang saji sebesar Rp 50.000

Laporan Posisi Keuangan

Aset disajikan dengan benar Rp 50.000

Liabilitas lebih saji sebesar Rp xxx

Ekuitas Pemilik kurang saji sebesar Rp 50.000

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas pemilik disajikan dengan benar Rp 50.000

RINGKASAN PROSES PENYESUAIAN

Ringkasan penyesuaian dasar ini, termasuk jenis penyesuaian, ayat jurnal penyesuaian, dan pengaruh penyesuaian dalam laporan keuangan terdapat pada Tampilan 8. Ayat jurnal penyesuaian untuk Delta Satu terdapat pada Tampilan 9. Ayat jurnal penyesuaian diberi tanggal per hari terakhir periode tersebut. Akan tetapi, karena proses pengumpulan informasi mengenai penyesuaian membutuhkan waktu, maka ayat

jurnal biasanya dicatat pada tanggal setelah hari terakhir periode. Setiap ayat jurnal penyesuaian biasanya didukung oleh penjelasan.

Ayat-ayat jurnal penyesuaian oleh Delta Satu yang telah di-posting ke buku besar dapat dilihat pada Tampilan 10. Penyesuaian yang ditunjukkan dengan warna di Tampilan 10 untuk membedakan dari transaksi lainnya.