• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bengkalis Provinsi Riau)

Ali Ismail Shaleh dan Asri Muhammad Saleh Universitas Muhammadiyah Riau

Universitas Islam Riau

[email protected] dan [email protected]

Abstract

Beginner voters are voters who first exercised their right to vote on April 17, 2019, Form A 5 is a certificate of moving to vote from one region to another within the territory of the Republic of Indonesia and abroad so that it has an important meaning in the course of the 2019 election. This study aims to to analyze the importance of Form A 5 for novice voters in the 2019 simultaneous elections and analyze the obstacles and consequences of the Form A5. This research method uses an empirical juridical approach which is obtained through primary data sources and secondary data sources which are analyzed by analytical descriptive methods. The results showed that the importance of the A 5 form for novice voters according to Law no. 7 of 2017 which was held in 2019 in Bengkalis Regency In order for the state to be present in guaranteeing the right to vote for the administrators of Form A 5 among novice voters who have a large number of bases in the implementation of the election on 17 April 2019, the conclusion of the research is that socialization and Political Education of the importance of Form A 5 to Beginner Voters.

Keywords: Form A5, Election Commission, Beginner Voters.

Abstrak

Pemilih pemula adalah pemilih yang pertama kali menggunakan hak pilih pada 17 April tahun 2019, Formulir A 5 adalah surat keterangan pindah memilih dari satu daerah ke daerah tujuan di dalam wilayah kesatuan RI dan Luar Negeri sehingga memiliki arti penting dalam perjalanan pemilu 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arti penting formulir A 5 bagi pemilih pemula didalam pemilu serentak tahun 2019 dan mengalisa hambatan dan konsekuensi dari Formulir A5 tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Empiris yang diperoleh melalui sumber data primer dan sumber data sekunder yang dianalisis dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arti penting formulir A 5 pada pemilih pemula menurut UU No. 7 Tahun 2017 yang terselenggara pada tahun 2019 di Kabupaten Bengkalis Supaya negara hadir di dalam menjamin hak pilih bagi pengurus Formulir A 5 di kalangan pemilih pemula yang mempunyai jumlah basis yang besar di dalam pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019, kesimpulan dari penelitian bahwa diperlukan Sosialisasi dan Pendidikan Politik akan arti penting Formulir A 5 pada Pemilih Pemula.

Kata kunci: Formulir A5, Komisi Pemilihan Umum, Pemilih Pemula.

Pendahuluan

Indonesia adalah Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945). Kedaulatan rakyat yang diamanatkan dalam Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 mempunyai maksud, yaitu menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam menjalankan pemerintahan.1 Rakyat berdaulat dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan yang berarti semua kekuasaan bermuara kepada rakyat. Berbagai teori politik dan ketatanegaraan, menunjukkan bahwa salah satu implementasi dari kedaulatan rakyat adalah dilaksanakannya pemilihan umum.

1 Wisnaeni, Shaleh (2019) Hubungan Agama dan Negara Menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Vol. 1 No. 2, P. 237.

Hasil Pemilihan Umum

(Pemilu) yang diselenggarakan dalam suasana keterbukaan dengan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat, dianggap mencerminkan dengan keakuratannya partisipasi serta aspirasi masyarakat. sekalipun demikian, disadari bahwa pemilihan umum tidak merupakan satu-satunya tolak ukur dan perlu dilengkapi dengan pengukuran beberapa kegiatan lain yang lebih bersifat berkesinambungan, seperti partisipasi dari Partai Politik.2

Pemilu diselenggarakan dengan Asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Partisipasi politik dalam negara demokrasi merupakan indicator impelementasi penyelenggaraan kekuasaan negara tertinggi yang absah oleh rakyat (kedaulatan rakyat), yang dimanifestasikan keterlibatan mereka dalam pesta demokrasi (pemilu). Pemilihan umum dapat dikatakan sebagai salah satu sarana demokrasi dan bentuk perwujudan kedaulatan rakyat.3

Secara khusus KPU Kabupaten Bengkalis senantiasa berperan Aktif didalam penyelenggaraan dan sebagai perpanjang dari KPU RI yang berada di Ibukota negara.

Dalam hal ini KPU Kabupaten Bengkalis sebagai penyenggara Pemilu di daerah ikut berperan aktif di dalam penyelenggaraannya yang bersifat mandiri, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat maka KPU Kabupaten Bengkalis dibantu oleh Relawan Demokrasi didalam penyelenggaraan dan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Bengkalis. Basis sasaran atau segmen Relawan Demokrasi diantaranya adalah pemilih keluarga; pemilih pemula; pemilih muda; pemilih perempuan; pemilih dengan penyandang disabilitas; pemilih dengan kebutuhan khusus; kaum marjinal; komunitas;

keagamaan; komunitas demokrasi; dan warga intenet.

Pemilih pemula adalah Pemilih-pemilih yang baru pertama kali memberikan suaranya dalam pemilu 2019. Pemilih pemula dianggap penting dalam pelaksanaan pemilihan umum dan didefenisikan sebagai golongan yang untuk pertama kali nya dalam pemilihan umum. Hal ini karena pemilih pemula baru mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang secara resmi prasyarat untuk memperoleh hak politik. Di Indonesia, KTP resmi baru dapat diperoleh di usia 17 tahun sebagaimana di dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 dalam Bab IV Pasal 19 ayat (1) dan (2) serta Pasal 20. Pemilih pemula yang terdiri atas pelajar, mahasiswa atau pemilih dengan rentang usia 17 sampai 21 tahun.

Di Kabupaten Bengkalis, banyak pemilih pemula dan pemilih muda yang menjadi partisipan dalam pemilu serentak tahun 2019, salah satunya adalah mahasiswa dan pelajar yang ada di Kabupaten bengkalis. Faktor yang mendorong banyaknya partisipan pemilih muda dan pemilih pemula tersebut adalah banyaknya tersedia kampus dan sekolah unggul yang tersebar di Kabbupaten bengkalis. Sehingga mempengaruhi jumlah

2 Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007), hlm. 46.

3 Primadana sukma nurwardani. Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum, Jurnal Pendidikan ilmu-ilmu social, Vol. 10 Nomor 1, (2018). Pp.57-58.

Ali Ismail Shaleh dan Asri Muhammad Saleh

Efektivitas Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula...

partisipan, Para pemilih muda dan pemilih pemula tidak hanya berasal dari Kabupaten Bengkalis, tetapi ada yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.4

Dapat didefenisikan secara konkret akan pentingnya formulir A5 tersebut di dalam mewujudkan partisipasi masyarakat baik pemilih pemula maupun pemilih lainnya yang mempunyai umur diatas + 25 tahun, dan peran KPU kabupaten bengkalis sendiri di dalam Mensosialisasikan kepada khayalak mahasiswa maupun pelajar yang ada di kabupaten bengkalis sendiri mempunyai pengaruh yang sangat signifikan sehingga mencapai target untuk menyelesaikan target jumlah partisipan setiap 5 tahunnya. Dan diharapkan akan mencapai perolehan partisipan di dalam proses pendidikan politik pada para mahasiswa dan pelajar yang masuk pada kategori pemilih pemula dan pemilih muda.

Rumusan Masalah

Dengan adanya latar belakang diatas yang terjadi di dalam proses penyelenggaraan pemilu tahun 2019, maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula dalam peningkatan partisipasi suara milineal pada Pemilihan Umum Tahun 2019 (Study Pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau)?

2. Apa Saja Hambatan dan Solusi Dalam Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula dalam peningkatan partisipasi suara milineal pada Pemilihan Umum Tahun 2019 (Study Pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau)?

Metode Penelitian

Penelitian merupakan suatu sarana pokok dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Penelitian bertujuan untuk mengungkap kebenaran secara sistematis, metodologi dan konsisten.

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Empiris. Yuridis Emprisis adalah penggabungan antara analisa normatif dan empirik. berarti terdapat dua aspek penelitian. Yaitu adalah legal research, yakni objek penelitian tetap ada yang berupa hukum dalam arti “norm”

peraturan perundang-undangan dan Empirical research yang menggunakan metode dan teori ilmu-ilmu sosial tentang hukum untuk memudahkan meneliti dan menganalisis permasalahan yang di teliti.5

Penelitian sosial tentang hukum atau yang disebut sebagai Empirical Legal Research sering kali disalahartikan sebagai penelitian hukum. Hal itu disebabkan baik penelitian yang bersifat Empiris maupun penelitian hukum mempunyai objek yang sama, yaitu hukum. Penelitian yang bersifat Empirical legal hanya menempatkan hukum sebagai gejala sosial. Di dalam penelitian Yuridis Empiris selalu dikaitkan dengan masalah sosial.

Penelitian-penelitian demikian merupakan penelitian yang menitikberatkan perilaku

4 Shaleh, A. & Rauf, A. The Effectiveness of the Establishment of a Special Election Court in the Development of National Law in the 2020 Regional Head Elections in the Covid 19 Era in Indonesia, Atlantis Press, Pp. 161-163.

5 Zamroni, Pengembangan Pengantar Teori Sosial, (Yogyakarta: Tiara Yoga, 1992), hlm. 80-81

individu atau masyarakat dalam kaitannya dengan hukum. Mengenai teknik pengumpulan data bisa dengan cara wawancara, dengan melakukan telaah semacam itu akan dihasilkan kesimpulan yang akan menjawab isu yang diajukan.6

Pendekatan Yuridis Empiris merupakan pendekatan yang mengidentifikasikan pola hubungan antara Komisi Pemilihan Umum dan Pemilih Pemula pada pembuatan surat keterangan pindah memlih (formulir A 5) yang di ajukan oleh para pelajar dan mahasiswa yang berdomisli di Kabupaten Bengkalis serta masyarakat yang mengajukan untuk kepentingan yang sangat mendesak.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Kajian Teori

Teori Triadism Law

Berdasarkan teori Triadism Law (Gustav Radbrunch). Gagasan hukum didefenisikan melalui tiga nilai dasar hukum yaitu nilai keadilan (filosofis), nilai kemanfaatan (sosiologis) dan nilai kepastian (docmatic). Ketentuan peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan persyaratan nilai keadilan, maka peraturan perundang- undangan tersebut harus dikesampingkan oleh hakim, artinya untuk mendukung suatu prinsip keadilan hakim dalam memutus perkara tidak boleh sekedar mendasarkan nilai kepastian/state/normative/tekstual perundang-undangan, atau hanya mendasarkan nilai kemanfaatan/society/socio legal approach, akan tetapi hakim harus berani melakukan the enforcement of law guna mencapai prinsip keadilan (filosofis hukum adalah pencapaian keadilan).7

Teori Sistem Hukum

Lawrence M. Friedmann Seseorang Profesor amerika lahir (2 April 1930) adalah seorang profesor hukum Amerika, sejarawan, ahli dalam sejarah hukum Amerika, dan penulis buku nonfiksi dan fiksi. Dia telah menjadi anggota fakultas di Stanford Law School sejak 1968, Didalam bukunya yang berjudul The Legal System: A Social Science Perspecve, bahwasanya hadirnya hukum adalah sebuah tuntutan dari masyarakat yang menimbulkan sebuah penggerak terhadap hukum tersebut. terdapat 3 sistem hukum yang di kemukakan oleh Lawrence yaitu, struktur hukum (legal structure), substansi/materi hukum (legal substance), dan budaya hukum (legal culture), dari ketiga sistem yang di tawarkan maka hukum itu tidak serta merta untuk peraturan perundang undangan itu sendiri akan tetapi harus memerhatikan subtansi dan budaya hukum yang ada di masyarakat. Pada UUD 1945 Pasal 1 ayat (3) bahwa Indonesia adalah negara hukum yang senantiasa menajamin setiap warga dan masyarakat dapat menjankan

6 Peter Mahmud Marjuki, Penelitian Hukum, (Jakarta: Kencana, Cetakan ke-6, 2010), hlm.128.

7 Adji Samekto, Pergeseran Pemikiran Hukum Dari Era Yunani Menuju Postmodernisme, (Jakarta: Konstitusi Press, April 2015), hlm.77.

Ali Ismail Shaleh dan Asri Muhammad Saleh

Efektivitas Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula...

hukum dan perintah hukum tersebut. Serta masyarakat berperan untuk menggunakan hukum tersebut sesuai dengan nilai-nilai (budaya).8

Teori sistem hukum tersebut untuk menjawab rumusan masalah yang kedua dalam penelitian dewasa ini. Dimana memperhatikan 3 Sistem Hukum Yaitu; struktur hukum (legal structure), substansi/materi hukum (legal substance), dan budaya hukum (legal culture).9

Hasil Penelitian

Efektivitas Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula Dalam Peningkatan Partisipasi Suara Milineal Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kabupaten Bengkalis

Indonesia merupakan Negara yang berdasarkan hukum, tentunya mengharapkan sebuah pemilu yang berintegritas dan dapat menjadi lembaga yang Jujur dan Adil (Jurdil).

Masalah Demokrasi adalah hal tidak dapat ditawar di mana pola-pola pemerintahan yang mengikut sertakan semua anggota masyarakat dan legitimasi sebuah pemerintahan di dalam negara hukum adalah kemauan rakyat yang mengontrol dan memilihnya. Salah satu wujud demokrasi adalah pemilihan secara langsung, pemilu merupakan sarana manifestasi kedaulatan dan pengukuhan oleh rakyat Indonesia. Program yang dihadirkan pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu sangat berpengaruh di dalam proses yang berkelanjutan dan dapat kontrol politik dari rakyat yang senantiasa menjadi kekuatan perpolitikan di sebuah negara hukum.10

Penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 Di Kabupaten Bengkalis senantiasa menghadirkan norma-norma baru dan tentunya memiliki permasalahan yang senantiasa akan mengakibatkan hadirnya norma baru di dalam perkembangan hukum Ketatanegaraan dewasa ini, dan tentunya diharapkan Pemilu yang akan datang akan menghadirkan efektifitas didalam penyelenggaraannya.

Pada pasal 348 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan:

“Pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS adalah pemilik e-KTP yang sudah terdaftar dan penduduk yang telah memilih hak pilih”.

Dari pasal diatas pemilih yang dimaksud adalah kategori pemilih yang mengunakan hak suaranya dengan syarat E-KTP. Di Indonesia di berikan kepada penduduk yang sudah berusia 17 Tahun, Yang di golongkan pemilih muda dan pemilih pemula adalah penduduk yang sudah berusia 17 Tahun yang merupakan pelajar dan mahasiswa, pelajar dan mahasiswa yang berada di Kabupaten Bengkalis umumnya berasal dari luar Kota Bengkalis, maka dari itu pelajar dan mahasiswa yang akan mengunakan hak pilih suaranya wajib mengurus Formulir A 5 di kantor KPU atau Kelurahan di Kabupaten

8 Asri & Shaleh (2021) Eksistensi Pembentukan Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pada Pilkada Tahun 2020 Di Era Covid 19, Simposium Hukum Tata Negara II Webinar dan Call Paper QUO VADIS LEMBAGA NEGARA INDEPENDEN.

9 Dong Chul Shim & Tae Ho EOM, (2008), E-Government And Anti-Corruption: Empirical Analysis of Internasional Data, Internasional Journal Of Public Administration, Vol. 31., No.03. Pp. 25-30.

10 Saleh, Shaleh, Adyatma, Kontroversi Sistem Pemilihan Presiden Secara Langsung Dan Tidak Langsung Ditinjau Dari Sila Ke Empat Pancasila, Mimbar Keadilan, Vol 15 No 1 (2022): Februari 2022.

Bengkalis. pemilih muda dan pemilih pemula yang sudah mendapatkan Formulir A 5, akan mengunakan hak pilih suaranya pada pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Bengkalis.

efektivitas pengunaan Formulir A 5 ini menjadi tolak ukur kesuksesan pada pemilu 2019.

Fungsi KPU Kabupaten Bengkalis sangat sentral di dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019 dewasa ini, menurut hemat saya Sebagai Penulis Sangat di harapakan dapat menampung anspirasi masyarakat yang moderat dan tentunya sesuai dengan Undang- undang No. 7 Tahun 2017 sehingga masyarakat antusias di dalam penyelenggaraanya, perjalanan pemilu damai dan transparan yang di harapakan dapat tercapai di kabupaten bengkalis. Di dalam pelaksanaanya tentu terdapat berbagai rintangan dan hambatan, akan tetapi semuanya akan dapat di lalui dengan kerjasama diantara pihak KPU kabupaten bengkalis serta Jajarannya termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di dalam menegakkan Hukum dan Etik Pemilu di dalam penyelenggaraanya.

Urgensinya Penggunaan formulir A5 bagi pemilih pemula sebagai basis milienal yang memiliki persentase tertinggi dalam pemilu 2019 yang lalu merupakan perhatian yang perlu di bina agar mendapatkan perhatian penuh dalam penyelesaian problematika dalam penggunaan formulir A5 dewasa ini. 11

Hambatan dan Solusi Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula Dalam Peningkatan Partisipasi Suara Milineal Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kabupaten Bengkalis

Pemilu Merupakan kegiatan Tahunan yang menyita waktu pikiran dan tenaga dalam penyelenggaraaannya, dalam sebuah penyelenggaran maka akan di temukan sebuah hambatan yang di alami oleh pemilih pemula.12 Berikut Adalah data yang di dapatkan dari hasil penelitian dewasa ini:

Table Pemilih Pemula yang di Wawancara

No Nama Asal Daerah Tujuan Daerah Umur

1 Indra Lesmana Rupat Utara Kota Medan 19 Tahun

2 Zaki Al-Ridho Bengkalis Johor Bahru Malaysia 18 Tahun

3 Tengku Nazwa Arifha Duri Jambi 20 Tahun

4 Ali Akbar Ritonga Duri Kota Medan 19 Tahun

5 Fandy Dirgantara Duri Jakarta 21 Tahun

6 Nur Mei Adha Lestari Kec. Pinggir Palembang 21 Tahun 7 Silvia Maria Lumbangaol Kec. Pinggir Jakarta 20 Tahun 8 Muthia Indrasari Bengkalis Pekanbaru 18 Tahun 9 Muhammad Restu Siregar Duri Rantau Prapat 18 Tahun

10 Aldin Zebua Mandau Padang 25 Tahun

11 Muhammad Al-fatih Bengkalis Padang 20 Tahun 12 Tika Emilia Bestari Bengkalis Kota Medan 19 Tahun

13 Ali Khadafi Hulu Duri Kota Medan 20 Tahun

14 Tengku Azhari Bengkalis Malaka Malyasia 20 Tahun

15 Rexi Kurniawan Duri Batam 25 Tahun

11 Wawancara dengan Pihak KPU dan Relawan Demokrasi Kabupaten Bengkalis.

12 Wawancara Dengan Pihak Pemilih Pemula dalam hal ini sebagai pemilih aktif dalam hal tersebut menjelaskan bahwa banyak dari basis pemilih pemula tidak mengetahui akan penggunaan formulir A5 tersebut dan administrasinya seperti apa hal tersbut menjadi landasan penulis untuk analisis dalam penelitian dewasa ini.

Ali Ismail Shaleh dan Asri Muhammad Saleh

Efektivitas Penggunaan Formulir A5 Bagi Basis Pemilih Pemula...

16 Ahmad Rasyid Ridho Duri Natuna Kepri 21 Tahun

17 Keyla Amanda Pakning Batam 19 Tahun

18 Febiyana Romatua Sianturi Kec. Pinggir Bandung 18 Tahun

19 Atika Dinda Amelia Duri Jakarta 18 Tahun

20 Muhammad Riduan Bengkalis Batam 18 Tahun

21 Bella Pebriana Duri Surabaya 23 Tahun

Sumber: KPU Kab.Bengkalis.

Pada Table tersebut dapat di lihat bahwa terdapat pemilih yang tidak dapat menggunakan suaranya untuk memilih akibat tidak dapatnya informasi akan penggunaan formulir A 5 bagi pemilih pemula.

Sehingga Solusi yang di Hadirkan Pihak KPU adalah melaksanakan Sosialisi dengan melibatkan relawan demokrasi supaya para pemilih pemula mengerti akan urgensinya penggunaan formuir A 5 dalam pemilu yang akan datang(Ius Contitutum).13lalu Melaksanakan pendidikan politik untuk memberi pemahaman kepada siswa dan mahasiwa akan pentingnya memilih pemimpin untuk keberlangsungan sebuah negara demokrasi.

Penutup Kesimpulan

1. Pada Penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 Di Kabupaten Bengkalis senantiasa menghadirkan norma-norma baru dan tentunya memiliki permasalahan yang senantiasa akan mengakibatkan hadirnya norma baru di dalam perkembangan hukum Ketatanegaraan dewasa ini, dan tentunya diharapkan Pemilu yang akan datang akan menghadirkan efektifitas didalam penyelenggaraannya, Urgensinya Penggunaan formulir A5 bagi pemilih pemula sebagai basis milienal yang memiliki persentase tertinggi dalam pemilu 2019 yang lalu merupakan perhatian yang perlu di bina.

2. Solusi yang di Hadirkan Pihak KPU adalah melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Politik dengan melibatkan Relawan demokrasi supaya para pemilih pemula mengerti akan urgensinya penggunaan formuir A 5 dalam pemilu yang akan datang.

Daftar Pustaka Buku

Adji Samekto, Pergeseran Pemikiran Hukum Dari Era Yunani Menuju Postmodernisme, (Jakarta: Konstitusi Press, April 2015), hlm.77.

Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007), hlm. 46.

Peter Mahmud Marjuki, Penelitian Hukum, (Jakarta: Kencana, Cetakan ke-6, 2010), hlm.128.

Zamroni, Pengembangan Pengantar Teori Sosial, (Yogyakarta: Tiara Yoga, 1992), hlm. 80- 81.

13 Hasil Wawancara Dengan Pihak KPU Kabupaten Bengkalis pada bagian relawan demokrasi yang di bentuk khusus basis pemilih pemula.

Jurnal & Prosiding

Asri & Shaleh (2021) Eksistensi Pembentukan Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pada Pilkada Tahun 2020 Di Era Covid 19, Simposium Hukum Tata Negara II Webinar dan Call Paper QUO VADIS LEMBAGA NEGARA INDEPENDEN.

Dong Chul Shim & Tae Ho EOM, (2008), E-Government And Anti-Corruption: Empirical Analysis of Internasional Data, Internasional Journal Of Public Administration, Vol. 31, No. 03. Pp. 25-30.

Primadana sukma nurwardani. Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum, Jurnal Pendidikan ilmu-ilmu social, Vol. 10 Nomor 1, (2018). Pp.57-58.

Wisnaeni, Shaleh (2019) Hubungan Agama dan Negara Menurut Pancasila dan Undang- Undang Dasar tahun 1945, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Vol. 1 No. 2, P. 237.

Saleh, Shaleh, Adyatma, Kontroversi Sistem Pemilihan Presiden Secara Langsung Dan Tidak Langsung Ditinjau Dari Sila Ke Empat Pancasila, Mimbar Keadilan, Vol 15 No 1 (2022): Februari 2022.

Shaleh, A. & Rauf, A. The Effectiveness of the Establishment of a Special Election Court in the Development of National Law in the 2020 Regional Head Elections in the Covid 19 Era in Indonesia, Atlantis Press, Pp. 161-163.

Zamroni, Pengembangan Pengantar Teori Sosial, (Yogyakarta: Tiara Yoga, 1992), hlm. 80- 81

Wawancara

Wawancara dengan Pihak KPU dan Relawan Demokrasi Kabupaten Bengkalis.

Wawancara Dengan Pihak Pemilih Pemula dalam hal ini sebagai pemilih aktif dalam hal tersebut menjelaskan bahwa banyak dari basis pemilih pemula tidak mengetahui akan penggunaan formulir A5 tersebut dan administrasinya seperti apa hal tersbut menjadi landasan penulis untuk analisis dalam penelitian dewasa ini.

Hasil Wawancara Dengan Pihak KPU Kabupaten Bengkalis pada bagian relawan demokrasi yang di bentuk khusus basis pemilih pemula.

Undang-Undang

Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Aprillia Wahyuningsih, Atikah Nurdzakiyyah, dan Muhammad Addi Fauzani Kompatibilitas Pengaturan Kelembagaan Pemantau Pemilihan Umum terhadap...

Kompatibilitas Pengaturan Kelembagaan Pemantau