• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berkaitan langsung dengan komitmen pemerintah daerah

Dalam dokumen KeunrusRru Dnennn (Halaman 146-150)

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BETANJA DAERAH (APBDI

4. Berkaitan langsung dengan komitmen pemerintah daerah

frNcn Ncon a,{N Xru,lNc,^ I).Ernjl: I[orET7l, h(l.lrrr'1! [M]'rnrs

fasilitator dikarenakan

ada

peran masyarakat

lebih

banyak. Masyarakat akan lebih kreatif dalam mengeluarkan ide-ide yang yang akan digunakan dalam suatu jalannya proses suatu program. Perencanaan dari bawah yang dimaksud bahwa proses penyusunan Renstra SKPD harus memerhatikan dan mengakomodasikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat: Penjaringan aspirasi dan kebutuhan masyarakat untuk melihat konsistensi dengan visi, misi dan program Kepala Daerah Terpilih.

3.3.3 PourrK

Dokumen Renstra SKPD merupakan hasil kesepakatan berbagai unsur dankekuatan

politik

dalam kerangka mekanisme kenegaraan yang diatur melalui undang-undang. Dengan kata

lain

Renstra SKPD sebagai sebuah produk

politik

yang dalam penyusunannya melibatkan proses konsultasi dengan kekuatan politis terutama Kepala Daerah Terpilih dan DPRD.

Dokumen kemudian dikonsultasikan

dengan

dengan KDH Terpilih untuk peneriemahan yang tepat dan sistematis atas visi, misi, dan program Kepala Daerah Terpilih ke dalam tujuan, strategi, kebijakan, dan program pembangunan daerah.

Melibatkan DPRD dalam proses penyusunan Beberapa pokok pikiran

DPRD meniadi acuan dalam proses penyusunan Renstra SKPD. Prinsip politis ini merupakan paradigma 'top down pla nning" ya ng bera rti perencanaan yang dilakukan oleh SKPD sebagai pelaku utama dalam memberi ide dan Sagasan awal dalam memformulasikan dan melaksanakan program, SKPD berperan lebih dominan dalam mengatur bergulirnya program mulai dari perencanaan hingga evaluasi, di mana peran masyarakat tidak begitu berpengaruh. Prinsip ini juga menjelaskan bagaimana posisi SKPD dalam meniabarkan arah dan kebijakan pembangunan

di

atasnya, sehingga mendorong sinergi dengan proses strategis yang dilakukan oleh lembaga lainnya. Perencanan dari atas yang dimaksud bahwa proses penyusunan Renstra SKPD perlu bersinergi dengan rencana strategis diatasnya dan komitmen pemerintahan . Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Resntra SKPD adalah:

1.

Kesinambungan dan sinergi dengan RPJP dan RPJM Nasional

2.

Sinergi dan konsistensi den8an RPIMD.

3.

Sinergi dan konsistensi dengan RTRWD.

fr,1R llt pemenuhan

Hak Asasi Manusia,

kerawananpangan standar pelayanan minimal dan frastruktur dasar

3.4

PROSES DAN MEKANISME PENYUSUNAN RENSTRA SKPD Selain bertanggung jawab

di

lingkup kewenangannya sendiri, SKPD

memiliki sasaran program yang harus dicapai sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dalam melaksanakan perannya, SKPD merumuskan fokus dan prioritas dalam bentuk program strategisyang mendasarkan pada kebutuhan pelayanan publik

dan

kegiatan prioritas daerah sesuai dengan platform Kepala Daerah sebagaimana ditegaskan dalam RPJN4D. Rencana strategis SKPD

dapat

berfungsi sebagai

alat untuk

mendorong perubahan atau merevitalisasi masyarakat melalui upaya penguatan lembaga, dinas atau unit teknis pemerintah daerah. Rencana strategis SKPD menjadi bagian penhng dari sebuah prencanaan komprehensif

di

daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pemerintah yang disusun oleh perencanaan daerah (Bappeda), Renstra sangat berperan untuk mendorong partisipasi para pejabat publik terhadap perencanaan,

dan

membantu kabupaten/kota (daerah/region) untuk menemukan dan mendifinisikan kembali salah utama (isu kritis) yang dihadapi daerah. Oleh karena itu rencana strategis SKPD menjadi perangkat efektif dalam meningkat fungsi kelembagaan pemerintahan dan pelayanan terhada p masvarakat,

Alur dan mekanisme perencanaan menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam memfasilitasi proses dan

terlibat

dalam pengambilan keputusan menyangkut kepentingan, aspirasi

dan

kebutuhan masyarakat. Seperti halnya dokumen rencana pembangunan daerah (RPJPD dan RPIMD) sebagai arahan komprehensif kemana daerah akan dikembangkan ke depan, Renstra SKPD menjadi bagian integral dan tidak terpisahkan dari keseluruhan proses tersebut. Di mana dokumen Renstra SKPD sebagai instrumen penting bagi badan, dinas dan

unit

teknis dalam menjabarkan kebijakan daerah serta menentukan visi, misi, tujuan, strategi dan program pelayanan publik lima ta hun ke depan.

Proses penyusunan Renstra SKPD melalui tiga tiga alur penting seba8ai model penerapan perencanaan komprehensif yaitu:

(a) alur proses teknokratis strategis;

(b) alur proses partisipatif; dan

(c)

alur proses politis-legislasi.

Pr,!cn|J{ic,lx-4NKru,rricn DrEnnrr: I[osETrs. l.c'1rr1tlJ, EMrrnIs

Ketiganya menjadi kerangka acauan bagi SKPD dalam merumuskan tujuan, sasaran, program

dan

kegiatan serta pagu

indikatif

Ketiga alur ini, secara teknis menghendaki pendekatan yang berbeda, namun saling berinteraksi satu sama lain agar dihasilkan Renstra SKPD yang terpadu.

Penekanan terhadap

alur

proses teknokratis dan strategis meniadi lebih dominan dalam Renstra SKPD karena pada dasarnya perencanaan ini merupakan penjabaran secara teknis bidang atau sektor pengembangan khusus dari perencanaan daerah (RPJMD), Meskipun, dalam kenyataannya perlu akuntabilitas sebuah rencana strategis dengan melibatkan pemangku kepentingan lain dalam diskusi dan konsultasi publik dengan maksud untuk memastikan bahwa program yang dirumuskan benar-benar aspiratif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

3.4.1 AIUR DAN MEKANISME RENSTRA SKPD

Renstra SKPD tentunya disusun mengikuti alur dan proses yang telah

ditentukan peraturan

perundang-undanga

n, karena hasilnya

menjadi dokumen publik yang memiliki kekuatan hukum sebagai dasar bagi daerah untuk melaksana ka nnya, Artinya dokumen Renstra SKPD sebagai dokumen resmi pemerintah yang akan memberikan dampak terhadap perubahan dan masyarakat.

Kelengkapan isi dokumen sesuai denga n sistematika yang dipersyaratkan diperaturan perundangan

yang berlaku (PP No.8/2008);

penjabaran, dan ketajaman

isi

dokumen. Perlunya memahami mekanisme

dan

alur perencanaan dan penganggaran daerah sebagai kompetensi pentinB bagi perencana agar proses dan hasilnya benar-benar sesuai dengan peraturan dan selaras dengan konteks kebutuhan pelayanan publik sesuai dengan tupoksi SKPD.

Alur dan

mekanisme penyusunan Renstra SKPD didesain berdasarkan alur pemikiran strategis yang merupakan proses menetapkan kemana daerah (SKPD) akan diarahkan perkembangannya, apa yang hendak dicapai, dan langkah-langkah untuk mencapainya. Sehingga penerapan alur dan proses dalam penyusunan dokumen Renstra SKPD diharapkan dapat:

1.

Memastikan sinergi dan konsistensi antara perencanaan strategis SKPD dengan perencanaan

di

atasnya seperti RPJPD dan RPJMD serta dengan RPJM provinsi.

2,

Membangun

komitmen pemerintah dalam

perencanaan dan penganggaraan RPJM Nasional/Renstra K[; RTRWD, serta peraturan perundangan yang berlaku.

136

A

B^B III Memastikan terjaganya proses partisipasi dan demokrasi dalam penyusunannya

melalui forum

SKPD/gabungan SKPD, dan

forum multi Stakeholders lain serta metode penjarinBan aspirasi masyarakat.

Memastikan konsistensi dan penjabaran yang logis Renstra SKPD

untuk 5 tahunan ke dalam rencana kerja tahunan (Renja SKPD).

3.4.2

LANDASAN PENYUSUNAN RENSTM SKPD (PERMENDAGRT

No.

54 TAHUN 20101

lnti dari

Permendagri 54/2010 adalah memberikan acuan kepada pemerintah daerah dalam menyiapkan dokumen rencana pembangunan daerah secara komprehensif, sebagaimana yang diamanatkan

oleh

PP

8

Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian

dan

evaluasi Pelaksanaan Rencana Pemba ngunan Daerah- Dalam proses perumusan dan penerbitan peraturan

ini

melibatkan berbagai pihak baik

di

Pusat (Kementerian PPN/Bappenas, Kementeriankeuangan, MenPAN, BPK BPKP dan LAN) maupun daerah (Pemerintah Provinsidan Kabupaten/

Kota), Permendagri 54/2010 ini merupakan sebuah instrumen pelaksanaan

di

daerah sebagai referensi utama dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan daerah khususnya Renstra SKPD, Permendagri 54/2O1,o ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyusunan dokumen Renstra SKPD sehingga dapat terwujud konsistensi antar dokumen rencana pembangunan daerah (RPJPD/RPJMD), penganSgaran dan keselarasan dengan dokumen perencanaan lainnya. Beberapa hal yang ingin dicapai dengan terbitnya Permendagri ini adalah untuk:

1.

Memperkuat tugas pokok dan fungsi Kepala Daerah (Gubernur, bupati/Walikota), Bappeda, Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dan KepalaSKPD;

2.

Mengintegrasikan mekanisme perencanaan

dan

penganggaran sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah;

3.

Mengoptimalkan

penerapan

perencanaan

partisipatif

dalam perenca naan pemba nguna n daera h;

4.

Mengoptimalkan pemanfaatansumberdaya pembangunan daerah, dan;

5.

Mengopimalkan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daera h.

PrNo,lNGc,,rlnN lifL,n Non! D^trn,(iri Taoe]-?'rs, hc,rrr?l^J, [MrrRrs

3.4.3 TAHAPAN PENYUSUNAN RENSTRA SKPD

Pemerintah melalui Permendagri No. 54 Tahun 2010 Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah

No. 8

Tahun

2OO8 Tentang Tahapan, Tatacard Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah telah mengeluarkan panduan dalam berupa Tahapan danTata Cara Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RenstraSKPD) yang dibangun dalam empat tahapan utama yaitu:

l.

Tahap Persiapan Orientasi Renstra SKPO

1.

Pembentukan Tim Penyusun Renstra SKPD

2.

Penyusunan Rencana Kerja Penyiapan dokumen Renstra SKPD

3.

Tahap Penyusunan Rancangan Awal Renstra SKPD

ll,

Pengumpulan Data/lnformasi Kondisi Pelayanan SKPD

1.

Penyusunan profil pelayanan SKPD dan prediksijangka menengah

Dalam dokumen KeunrusRru Dnennn (Halaman 146-150)