• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bertekad Mementingkan Ummat

Muhammad J. Wartabone memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Palu di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu perode 2004- 2009 melalui fraksi Partai Golkar, sebagai sekretaris fraksi Golkar di DPRD Kota Palu tersebut memperjuangkan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama konstituennya di lembaga-lembaga kemasyarakatan di Kota Palu. Hal yang paling penting baginya sebagai seorang santri yang berwawasan kebangsaan dan nasionalis ini kerap berjuang untuk kepentingankesejahteraan umat Islam. Oleh karena itu, membangun daerah yang paling menentukan kualitas iman dan tagwa masyarakatnya, sehingga

dapat melahirkan kedamaian dan kesejukan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kesibukan Muhammad J. Wartabone dalam dunia politik ternyata tidak menghalangi aktifitasnya untuk turun di tengah masyarakat, kegiatan- kegiatan kemasyarakatan selalu diperhatikan seperti klub-klub sepak bola beserta kegiatan-kegiatan pertandingan sepak bola di wilayah Kota Palu dan sekitarnya. Kepeduliannya itulah membuat dirinya terpilih kembali pada periode kedua sebagai wakil rakyat Kota Palu periode 2009 - 2014 dan menjabat sebagai ketua fraksi golkar di DPRD kota palu tersebut untuk periode 2009 -2014, di samping itu juga Muhammad J. Wartabone merupakan sosok yang selalu mementingkan ummat. Sejak pulang dari pondok pesantren Darud Tauhid Malang Jawa Timur. Hal ini dimanifestasikan dengan aktifitas membuka taman pengajian dan Majelis Ta’lim di Dusun Lompio Desa Maranata Kecamatan Sigi Biromaru kemudian ia pun menjadi guru serta mengajar di Pesantren yang didirikannya.

Muhammad J. Wartabone juga terekam pernah menjadi guru madasah tsanawiyah MTS Sis-Al-jufri di kelurahan tatura utara pada tahun 1998 hingga tahun 2002 selanjutnya mejadi guruh pada sekolah menengah kejuruan atau STM Bina Potensi Palu, kehidupan pekerjaan dan karya Muhammad J. Wartabone di pesantren selalu saja menghiasi hari-harinya sehingga pada tahun 2000 hingga 2004 beliau menjadi pengasuh pondok pesantren IQRA Palu Sulawesi Tengah, sosok Muhammad J. Wartabone adalah sosok yang memiliki kepedulian dengan dunia pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia terekam bahwa Muhammad J.

Wartabone juga menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Panca Bhakti Palu sejak 2005 di tengah kesibukannya di DPRD.

Roh perjuangan Muhammad J. Wartabone dalam gerakan kemasyarakatan sebagai wakil rakyat, memegang dua nilai dimana dua nilai tersebut menurut dirinya tidak dapat dipisahkan dalam diri manusia seperti menganggap bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan yaitu nilai keummatan dan nilai kebangsaan, sehingga Muhammad J.

Wartabone menyakini bahwa dalam setiap pekerjaan yang ia kerjakan pasti mendapat pantauan dari sang pencipta sedangkan dalam perjuangan untuk kesejahtraan masyarakat dan bangsa maka tidak boleh memisahkan etnis, agama, status sosial, pendidikan karena kita semua sama dimata Allah S.W.T sehingga Muhammad J. Wartabone memegang prinsip ”gajah mati meninggalkan gading”, dan ”manusia meninggal meninggalkan nama”, sebagai wakil rakyat harus betul-betul diarahkan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara serta kesejahtraan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

Kualitas SDM Menjadi Agenda Politik ke Depan

Muhammad J. Wartabone memandang bahwa strategi perpolitikan di Sulawesi Tengah harus memperhatikan sumber daya manusia dan politik jaringan, jika ingin maju dalam bidang politik yang wajib diperhatikan adalah pengembangan sumber daya manusia secara strategis, jika proses politik yang diinginkan di negeri ini bekerja dengan baik maka lembaga dewan perwakilan rakyat harus dipenuhi orang-orang yang memiliki kemampuan sumber daya manusia yang handal.

Muhammad J. Wartabone melihat sebuah kenyataan yang membuktikan bahwa tidak adanya keseimbangan dari segi sumber daya manusia yang ada dalam struktur pemerintahan dengan orang-orang yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi problem dalam kemajuan proses politik yang ada di negeri ini, kenyataan terlihat bahwa di eksekutif dipenuhi

oleh orang yang memiliki potensi sumber daya manusia yang tinggi berbeda halnya dengan sumber daya manusia yang ada di legislatif.

Dalam rangka membangun sebuah proses legislasi dan perumusan kebijakan yang berkualitas maka orang-orang yang duduk di legislatif harus berkualitas pula. Sebagai upaya untuk mendudukkan orang-orang yang berkualitas di legislatif penentuan siapa saja atau kriteria apa saja yang bisa duduk di legislatif merupakan penentu dan kunci utama, terkait dengan hal tersebut Muhammad J. Wartabone berpandangan bahwa diperlukan sebuah pola yang tersusun secara rapih dan berjenjang, dalam proses penentuan siapa saja yang bisa duduk di legislatif sehingga dengan cara tersebut sangat potensial melahirkan sebuah sosok wakil rakyat berkualitas atau sosok negarawan di lembaga legislatif.

Proses berjenjang tersebut dimaknai sebagai sebuah proses yang membangun sebuah sinergitas antara tiga tinggkatan lembaga legislasi yaitu di tinggkat kabupaten, di tingkat provinsi dan pusat dimana dari tiga tinggkatan lembaga legislasi tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga dalam proses siapa saja yang duduk di legislatif juga terpola demikian, artinya bahwa orang-orang yang duduk di DPRD tingkat provinsi minimal pernah duduk sebagai anggota DPRD di tingkat Kabupaten/Kota mungkin dua periode begitu juga orang-orang yang duduk sebagai anggota DPR RI minimal pernah duduk sebagai anggota DPRD Provinsi satu atau dua periode sehingga dengan proses tersebut sangat sempurna melahirkan sosok yang matang dari segi keperibadian dan kaya dari segi pangalaman atau negarawan sejati yang tidak hanya mementingkan kepentingan kelompok tertentu tetapi mengutamakan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

Setiap manusia mesti menyadari bahwa dirinya merupakan mahluk biologis. Kemudian berpikir, mahluk tehnikus selanjutnya dia bertindak sebagai mahluk psikologis dan sosial politik. Sifat-sifat itu semuanya berhubungan satu sama lain secara kuat dan bulat. Piranti manusia mempunyai berbagai macam, seperti, perasaan pengetahuan, kepercayaan angan-angan keinginan, kehendak, kemauan cita-cita dan segala macamnya.

Semua orang pada saat tertentu harus mengambil keputusan yang berorientasi pada kebenaran, hal itu akan berimplikasi pada sebuah wacana betapa pentingya seorang politikus ilmuan yang akan mampu merumuskan tentang kebenaran ilmiah dalam mengarahkan jalur kehidupan yang bermanfaat. Ilmuan yang dimaksud disini adalah orang yang mendalami basic keilmunnya, kemudian mengembangkan baik dengan pengamatan maupun dengan analisisnya sendiri.

Muhammad J. Wartabone menilai bahwa pengembangan sumber daya manusia kedepan harus menjadi agenda politik dan harus diperhatikan oleh semua pihak bahwa politik sumber daya lebih unggul dibandingkan dengan politik simbol-simbol yang hanya terkadang membingungkan masyarakat.

Politik sumberdaya yang dipentingkan bagi Muhammad J. Wartabone adalah adanya komitmen untuk membangun kemanusiaan demi penciptaan suasana yang manusiawi, hal itu menurut beliau sejalan dengan upaya-upaya religiusitas manusia, sebab dengan religiusitas kita akan meningkatkan masalah, masalah etika, estetika dan moral kemanusiaan, kalau sudah terbangun suasana moralitas yang tinggi maka hidup dan kehidupan akan dibawah ketentraman kehidupan kemasyarakatan.

Kaum intelektual bukanlah sarjana yang telah melewati pendidikan tinggi menyandang gelar sarjana, melainkan mereka merupakan kelompok yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakat, menawarkan

strategi pemecahan masalah. Dengan demikian, intelektual menjadi orang yang mencoba membentuk lingkungannya dengan gagasan-gagasan analitis dan normatif. Qur’an mengajarkan bahwa :

“Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat : sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi (Al-baqarah : 30)”.

Sebagai anak bangsa Muhammad J. Wartabone sadar akan tanggungjawab perbaikan, merasa terpanggil untuk menggunakan atau menyalurkan naluri sosial politik yang dimiliki, yang menjadi komitmen Muhammad J. Wartabone dalam setiap beraktifitas selalu berorientasi pada otoritas tuhan termasuk dalam berpolitik artinya dibutuhkan kekuatan rohani, hati akal pikiran intelektualitas keluhuran ahlak dalam setiap aktifitas dunia yang dia jalani sehingga Muhammad J. Wartabone terekam sebagai sosok yang menempatkan Agama, Negara dan Demokrasi sebagai entitas satu dan tidak terpisahkan, khususnya agama yang merupakan pusat nilai yang sempurnah dan melingkupi semua kehidupan manusia, alam semesta, serta negara demokrasi.

Muhammad J. Wartabone adalah sosok yang punyah girrah agama yang cukup kuat agaknya dirinya tetap memposisikan diri sebagai seorang yang inklusif dan alektik mencoba “terbuka” terhadap semesta nilai dan semesta kesadaran agar dapat mendialogkan dan mengkritisinya seluas mugkin dan sedalam mungkin, kemudian mencoba mengambil khasanah nilai-nilai yang baik dan bermanfaat dari manapun, bisa dari “Islam”maupun dari “luar”

Islam, untuk kebaikan dan kecerahan hari depan umat manusia (Abul A’la Maududi, 1990) pentingya dialog, mencari titik temu, dan saling memperkaya antara nilai-nilai agama dengan nila-nilai pengetahun yang dianggap bermanfaat buat kemasalahatan. Dalam soal agama dan demokrasi, misalnya, menurut Muhammad J. Wartabone, kedudukan (lokus) perdebatannya tidak

lagi apakah agama cocok (compatible) dengan demokrasi, melainkan bagaimana keduanya yakni agama dan demokrasi saling memperkuat (mutually reinforcing)

Muhammad J. Wartabone menegaskan bahwa didalam diri setiap manusia mempunyai ragam otoritas, tergantung bagaimana orang tersebut menggunakan kewenangannya itu untuk kepentingan publik dan perlu diingat bahwa dalam diri setiap individu mempunyai potensi yang perlu untuk diberdayakan yang juga terdapat ide-ide yang menyiapkan sebuah citra (image) dalam menjelaskan masalah kepercayaan, serta darimana kebolehan dan larangan yang beralasan.

Biodata

Nama Lengkap : Muhammad J. Wartabone (MJW)

Tempat dan Tanggal Lahir : Kulawi Kabupaten Sigi 28 Oktober 1971 Jenis Kelamin : Laki-laki

Nama istri : Nur Rahmy Djalali Tempat, Tanggal Menikah : Palu

Pekerjaan Istri : Swasta

Anak : 1. Syech Madika Wartabone

2. Andi Ajwa Wartabone Riwayat Pendidikan Formal:

1. SD Inpres Kulawi Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi 2. SLTP Dolo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi

3. SLTA Pondok Pesantren Daruttauhid Malang Jawa Timur 4. Sarjana (S1) : Stisipol Panca Bhakti

5. Sarjana (S1) : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palu 6. Magister (S2) : Universitas Islam Negri Makassar

7. Doktor (S3) : Sementara Mengikuti Kuliah Fakultas Hukum UNHAS Di Makassar tahun 2012

Riwayat pendidikan Non-Formal (Tempat tahun pelaksanaan) 1.Pelatihan Mubalig Sulawesi Tengah di Palu 2001

2.Penataran Administrasi Pon. Pesantren Se-Sulawesi Tengah di Palu 2002 3.Dialog, “Pengaruh kebijakan moneter dan fisikal terhadap pertubuhan

ekonomi daerah Sulawesi Tengah di era otonomi, 2002.

4.Pertemuan BEM Se-Indonesia di Palu oleh Untad 2002

5.Pertemuan BEM Se-Indonesia Di Yogyakarta oleh UPN Veteran 2002 6.Moderator Dialog Interaktif Nasional, Otonomi daerah menyongsong wajah

indonesia baru 2004-2009

7.Pelatihan Jurnalistik Angkatan 1 (Pertama) oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi sulawesi Tengah di Palu 2003

Nama Orang Tua

Ayah : Abuya, Jarudin bin Lamacca Wartabone

Pekerjaan : Guru Agama

Ibu : Hj. Lise Buu Surra

Pekerjaan : Swasta

Kedudukan dalam partai politik

Dari Partai : Golkar

Dari Fraksi : Golkar

Daerah Pemilihan : Kecamatan Palu Selatan Kapan mulai masuk anggota DPRD : 2004-2009

Kapan Mulai Menjadi Anggota DPRD : 2004-2009 sampai dengan 2009-2014 Jabatan dalam DPRD : Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Palu

2009-2014

Kedudukan Dalam Alat Kelengkapan DPRD :

Badan Anggaran : Anggota

Badan Legislasi : -

Badan Musyawarah : Anggota

Panitia Khusus :

Komisi :

Riwayat organisasi masyarakat (Ormas) dan Partai Politik : 1. Ketua Ikatan Santri Kota Malang Jawa Timur 1996-1997 2. Ketua RISMA Jami Darussalam Kel. Tatura Utara 1998-2000 3. Sekretaris Ponpes Jammi’yatul Qurra Walhuffaz Palu Sulteng 2001

4. Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) Sulawesi Tengah 2002

5. Humas Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Sulawesi Tengah Tahun 2002

6. Ketua Pimpinan kec. Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII) th. 2002 7. Sekretaris umum BEM Stisipol Panca Bhakti Palu Tahun 2002

8. Ketua Presidium KOMI Kongres Mahasiswa Se-Indonesia Di Yogya 2002 9. Ketua (Koord) presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Administrasi

Negara (HIMAN) Stisipol Panca Bhakti Palu

10. Ketua presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia (FKMI) Kota Palu Tahun 2002.

11. Ketua umum Forum Silaturrahmi, Informasi Dan Komunikasi Anak Bangsa (FISIDKAB) Kota Palu Tahun 2002.

12. Ketua bidang politik dan ekonomi STISIPOL Panca Bahakti palu 2003 13. Ketua Umum (HMI) Kom. STIE-STISIPOL Panca Bhakti Palu 2002 14. Ketua Dep. Pengkajian Keislaman HMI Cabang Palu

15. Ketua Presma BEM STISIPOL Panca Bhakti Palu 2003

16. Ketua Cabang Himpunan Pemuda Al khairat Kec. Palu Selatan 2003 17. Sekretaris Angkatan Muda Islam Indonesia Kota Palu Tahun 2008-2011 18. Wakil ketua KNPI Kota Palu Tahun 2005-2008

19. Ketua Ikatan Alumni Al Khairat (IKAAL) Kota Palu 2008-2011

20. Asisten Administrasi Komisariat (KOMADA) Al Khairat Palu 2008-2013 21. Wakil ketua Markas Daerah Komando Pejuang Merah Putih Sulawesi

Tengah 2012-2018.

22. Wakil ketua KNPI Sulawesi Tengah 2007-2010 23. Wakil ketua KNPI Sulawesi Tengah 2011-2013

24. Wakil Ketua Tanfiziyah Pengurus Cabang NU Kota Palu 2008-2013 25. Wakil ketu Komisi Bela Negara (KBN) tahun 2005-2009

26. Sekretaris pimpinan kec. Partai Golkar Palu Selatan tahun 2001-2004

27. Ketua AMPG Palu Selatan 2002-2004

28. Seksi keagamaan DPD II Partai Golkar Kota Palu Tahun 2004 29. Ketua Pimpinan BAPPILU DPD II Golkar Palu selatan 2003-2004

30. Ketua pimpinan kecamatan Partai Golkar Palu Selatan tahun 2004-2009 31. Wakil Ketua AMPG Kota Palu 2004-2009

32. Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota PaluPeriode 2004-2009 33. Ketua fraksi Golkar DPRD Kota Palu 2009-2014

34. Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kota Palu 2009-2014

35. Ketua Lembaga Pengelolaan Kader LPK Partai Golkar Palu 2009-2014 Visi Politik

Dalam gerakan kemasyarakatan sebagai wakil rakyat, memegang dua nilai dimana dua nilai tersebut tidak dapat dipisahkan dalam diri manusia seperti menganggap bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan yaitu nilai keummatan dan nilai kebangsaan, “menykini bahwa dalam setiap pekerjaan yang dikerjakan pasti mendapat pantauan dari sang pencipta sedangkan dalam perjuangan untuk kesejahtraan masyarakat dan bangsa maka tidak boleh memisahkan etnis, agama, status sosial, pendidikan karena kita semua sama dimata Allah S.W.T tuhan yang maha kuasa”.

Motto

gajah mati meninggalkan gading, manusia meninggal meninggalkan nama, sebagai wakil rakyat harus betul-betul diarahkan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara serta kesejahtraan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

Erman Lakuana, S.Sos