18. Pelaksanaan Pedoman
13.2 Biaya Tetap
BAB XIII
ANALISIS EKONOMI DAN FINANSIAL 13.1 Asumsi Dasar
Proses produksi masker peperomina menggunakan asumsi biaya berdasarkan harga bahan baku kapasitas produksi yg ditentukan, jumlah hari kerja per bulan, masa proyek 3 tahun, suku bunga yg berlaku dan lain-lain. Harga bahan baku disesuaikan dengan banyaknya bahan baku yang digunakan. Bahan baku yang digunakan diantaranya yaitu daun sirih cina sebanyak 21 kg dengan harga satuan sebesar Rp13.200, Aloe Vera Extract sebanyak 18 L dengan harga satuan sebesar Rp35.000, Ekstrak Madu sebanyak 6 L dengan harga satuan sebesar Rp170.000, Sweet Almond oil sebanyak 3 L dengan harga satuan sebesar Rp300.000, Glycerin sebanyak 6 L dengan harga satuan sebesar Rp50.000, Niacinamide sebanyak 3 Kg dengan harga satuan sebesar Rp343.000, Collagen sebanyak 1,5 Kg dengan harga satuan sebesar Rp400.000 dan Phenoxyethanol sebanyak 1,5 Kg dengan harga satuan sebesar Rp300.000. Jumlah hari kerja dalam satu bulan pada kegiatan produksi yang dilakukan secara batch per hari sebanyak 26 hari.
tahun ke-3 nilainya sama. Dapat dilihat rincian perhitungannya pada Tabel 13.2.
Untuk Biaya pemeliharaan diperoleh dari persentasi pemeliharaan dikalikan dengan biaya total dari masing-masing komponen. Untuk persentasi pemeliharaan kali ini digunakan sebesar 5% dari biaya investasi untuk setiap komponen. Komponen yang perlu untuk dilakukan pemeliharaan adalah komponen yang mengalami penyusutan.
Dapat dilihat rincian perhitungannya padaTabel 13.3.
Uraian Jumla h
Harga Satuan (Rp)
Total Biaya (Rp)
Umur Ekonom
is (tahun)
Biaya Reinvestasi Tahun ke-1
Biaya Reinvestasi Tahun ke-2
Biaya Reinvestasi Tahun ke-3 Bangunan:
sewa
bangunan 1 130000000 130.000.00
0 1 130.000.00
0
130.000.00 0
130.000.00 0 Mesin:
conveyor
dan spray 1 10000000 10.000.000 3 10.000.000 10.000.000 10.000.000 cabinet
dryer 1 13000000 13.000.000 3 13.000.000 13.000.000 13.000.000
blender 1 5500000 5.500.000 3 5.500.000 5.500.000 5.500.000
tangkin
perendaman 1 3000000 3.000.000 3 3.000.000 3.000.000 3.000.000
DSM
Screen 1 5600000 5.600.000 3 5.600.000 5.600.000 5.600.000
rotary
evaporator 1 72000000 72.000.000 3 72.000.000 72.000.000 72.000.000 cooler 1 16500000 16.500.000 3 16.500.000 16.500.000 16.500.000 tangki
mixing 1 12000000 12.000.000 3 12.000.000 12.000.000 12.000.000 filling 1 10500000 10.500.000 3 10.500.000 10.500.000 10.500.000 Peralatan:
box
kontainer 5 200000 1.000.000 1 1.000.000 1.000.000 1.000.000
rak tertutup 2 1350000 2.700.000 1 2.700.000 2.700.000 2.700.000 loyang
stainless 4 85000 340.000 1 340.000 340.000 340.000
Instalasi:
Listrik 1 1000000 1.000.000 0 - - -
Air 1 700000 700.000 0 - - -
TOTAL 283.840.00
0
282.140.00 0
282.140.00 0
282.140.00 0
Tabel 13.1Biaya Investasi dan Reinvestasi 13.3 Biaya Penyusustan
Penyusutan didefinisikan sebagai suatu proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya aktiva berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rasional selama periode yang diharapkan mendapatkan manfaat dari penggunaan aktiva tersebut (Mairuhu dan Tinangon, 2014). Pada CV Seven Icon biaya penyusutan hanya terjadi pada komponen mesin yang memiliki umur ekonomis lebih dari 1 tahun serta memiliki nilai sisa yang berbeda-beda di setiap komponennya. Nilai penyusutan tahun ke-1, tahun ke-2 dan tahun ke-3 nilainya sama. Dapat dilihat rincian perhitungannya pada Tabel 13.3.
Uraian Jum lah
Harga Satuan (Rp)
Total Biaya (Rp)
Umur Ekon
omis
Nilai Sisa
Penyusu tan
Peny usuta
n
Penyusu tan
Tahun ke-1
Tahu n ke-2
Tahun ke-3
Bangunan:
sewa
bangunan 1
130.000.000 130.000.000 1 - - - -
Mesin:
conveyor
dan spray 1 10.000.000 10.000.000 3
8.500.0
00 500.000
500.0
00 500.000
cabinet dryer 1 13.000.000 13.000.000 3
10.500.
000 833.333
833.3
33 833.333
blender 1 5.500.000 5.500.000 3
4.300.0
00 400.000
400.0
00 400.000
tangkin
perendaman 1 3.000.000 3.000.000 3
2.700.0
00 100.000
100.0
00 100.000
DSM Screen 1 5.600.000 5.600.000 3
5.000.0
00 200.000
200.0
00 200.000 rotary
evaporator 1 72.000.000 72.000.000 3
71.500.
000 166.667
166.6
67 166.667
cooler 1 16.500.000 16.500.000 3
15.750.
000 250.000
250.0
00 250.000 tangki
mixing 1 12.000.000 12.000.000 3
11.550.
000 150.000
150.0
00 150.000
filling 1 10.500.000 10.500.000 3
9.250.0
00 416.667
416.6
67 416.667 Peralatan:
box
kontainer 5
200.000 1.000.000 1 - - - -
rak tertutup 2
1.350.000 2.700.000 1 - - - -
loyang
stainless 4
85.000 340.000 1 - - - -
Instalasi:
Listrik 1
1.000.000 1.000.000 0 - - - -
Air 1
700.000 700.000 0 - - - -
TOTAL 279.100.000
3.016.66 7
3.016.
667
3.016.66 7
Tabel 13.3Biaya Penyusutan 13.4 Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan merupakan arus kas atau pengorbanan ekonomi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mempertahankan keadaan aset tetap perusahaan agar berfungsi dengan baik dan benar dalam memperoleh pendapatan serta mampu mempertahankan penggunaan aset ini untuk memfasilitasi operasi dan produksi perusahaan. biaya pemeliharaan dapat terjadi karena suku cadang untuk perbaikan peralatan yang terkait dengan operasi perusahaan dan pembuangan bahan habis pakai (Crisdandi,2015). Pada PT Seven Icon biaya pemeliharaan diperoleh dari persentasi pemeliharaan dikalikan dengan biaya total dari masing-masing komponen. Untuk persentasi pemeliharaan kali ini digunakan sebesar 5% dari biaya investasi untuk setiap komponen. Komponen yang perlu untuk dilakukan pemeliharaan adalah komponen yang mengalami penyusutan. Dapat dilihat rincian perhitungannya pada Tabel 13.3
Uraian Volume Harga Satuan (RP)
Total Biaya (RP)
Umur Ekonomis
(tahun)
% Pemeliharaa
n
Biaya Pemeliharaan(Rp)
/tahun Bangunan:
sewa
bangunan 1
130.000.000 130.000.000 1 5% 6.500.000
Mesin:
conveyor
dan spray 1 10.000.000 10.000.000 3 5% 500.000
cabinet dryer 1 13.000.000 13.000.000 3 5% 650.000
blender 1 5.500.000 5.500.000 3 5% 275.000
tangkin
perendaman 1 3.000.000 3.000.000 3 5% 150.000
DSM Screen 1 5.600.000 5.600.000 3 5% 280.000
rotary
evaporator 1 72.000.000 72.000.000 3 5% 3.600.000
cooler 1 16.500.000 16.500.000 3 5% 825.000
tangki
mixing 1 12.000.000 12.000.000 3 5% 600.000
filling 1 10.500.000 10.500.000 3 5% 525.000
Total 28.500.000 7.925.000
Tabel 13.3Biaya Pemeliharaan 13.5 Biaya Variabel/ Biaya Operasi
Biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Perubahan tersebut terjadi secara proporsional terhadap perubahan tingkat aktivitas (Winarko dan Astuti, 2018). Kegiatan produksi dalam menghasilkan produk Peperomia Overnight Mask dalam 1 hari sebanyak 1 batch. Dalam satu bulan diasumsikan jumlah hari kerja selama 26 hari. Oleh karena itu, jika diakumulasikan dalam satu tahun PT Seven Icon melakukan kegiatan produksi produkPeperomia Overnight Masksebanyak 321 batch. Untuk komponen bangunan seperti listrik dan air biaya operasinya dilakukan setiap bulan. Sedangkan untuk komponen bahan baku dan upah tenaga kerja dilakukan setiap batch yang nantinya tetap akan diakumulasikan tiap bulannya. Dari hasil pengeluaran perbulan maka akan diketahui total biaya opersai dalam 1 tahun sebesat Rp3.643.934.400.
Dapat dilihat rincian perhitungannya padaTabel 13.4.
Uraian
Jumlah Kebutuha
n/BATC H
Satuan
Harga Satuan (Rp)
Total Biaya 1 Batch (Rp)
Total Biaya 1 Bulan (Rp)
Total Biaya 1 Tahun (Rp)
Bangunan :
Listrik 1.000.000 12.000.000
Air 700.000 8.400.000
Bahan Baku :
Daun Siri Cina 21 kg 13.200 277.200 7.207.200 86.486.400
Aloe Vera
Extract 18 liter 35.000 630.000 16.380.000
196.560.000
Ekstrak Madu 6 liter 170.000 1.020.000 26.520.000 318.240.000
Sweet Almond
oil 3 liter 300.000 900.000 23.400.000
280.800.000
Glycerin 6 liter 50.000 300.000 7.800.000 93.600.000
Niacinamide 3 kg 343.000 1.029.000 26.754.000 321.048.000
Collagen 1,5 kg 400.000 600.000 15.600.000 187.200.000
Phenoxy
ethanol 1,5 liter 300.000 450.000 11.700.000
140.400.000
Kemasan 1.000 tube 3.350 3.350.000 87.100.000 1.045.200.000
Upah Tenaga Kerja
Upah 53 orang 75.000 3.975.000 79.500.000 954.000.000
TOTAL 12.531.200 303.661.200 3.643.934.400
Tabel 13.4Biaya Variabel/ Biaya Operasi 13.6 Kebutuhan Modal Kerja, HPP dan Harga Jual
Modal kerja yaitu modal yang diperlukan perusahaan untuk membiayai semua kegiatan bisnis, sehingga bisnis dapat berjalan sesuai rencana sebelumnya. Biaya modal kerja adalah kegiatan usaha/proyek terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Biaya tetap adalah biaya yang secara total tetap dalam rentang relevan (relevant range) tetapi per-unit berubah. Dalam jangka
panjang semua biaya bersifat variabel meskipun beberapa jenis biaya tampak sebagai biaya tetap. Jika diharapkan aktivitas meningkat melebihi kapasitas sekarang maka biaya tetap harus dinaikkan untuk menangani kapasitas volume yang diinginkan. Biaya variabel adalah biaya yang secara total berubah sebanding dengan aktivitas atau volume produksi dalam rentang relevan tetapi per unit bersifat tetap (Supandi, 2017). Harga Pokok Produksi (HPP) adalah kumpulan dari berbagai biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. HPP dihitung dengan rumus jumlah seluruh biaya dibagi dengan jumlah barang yang dihasilkan. Harga jual merupakan besarnya harga yang yang dibebankan kepada pelanggan untuk mendapatkan barang atau jasa. Harga jual sendiri adalah sudah mencakup HPP, biaya non-produksi, dan keuntungan yang diharapkan (Harlistaria dkk, 2018).
Kebutuhan modal kerja pada usaha PeperomiaNight maskterdiri dari biaya tetap yang mencakup biaya reinvestasi, biaya penyusutan, biaya pemeliharaan, biaya operasi, biaya pemasaran dan biaya perizinan. Kemudian di peroleh Harga pokok produksi (HPP) sebesar Rp. 12.656 sedangkan harga jual yang dihitung di tingkat produsen hingga pengecer adalah sebesar Rp. 25.0001. Dengan asumsi pengambilan keuntungan (mark up) sebesar 85% dari harga pokok produksi.
Rincian perhitungan kebutuhan modal kerja, HPP, dan harga jual pada usaha PeperomiaNight maskdapat dilihat padaTabel 13.5.
Komponen Biaya Produksi Nilai dalam 1 tahun (Rp) Biaya Tetap
Biaya Reinvestasi 282.140.000
Biaya Penyusutan 3.016.667
Biaya Pemeliharaan 7.925.000
Total Biaya Tetap 293.081.667
Biaya Variabel
Biaya Operasi 3.643.934.400
Total Biaya Variabel 3.643.934.400
Biaya Over Head
Biaya Pemasaran 1.800.000
Biaya Perizinan 10.000.000
Total Biaya Overhead 11.800.000
Total Biaya Produksi 3.948.816.067
Tabel 13.5Kebutuhan Modal Kerja
Kapasitas Produksi/batch 1.000 tube
Kapasitas Produksi/bulan 26.000 tube
Kapasitas Produksi/tahun 312.000 tube
HPP (Rp) 12.656
Markup (85%) 10.758
Harga Jual (Rp) 23.414 25.000