BAB XIV ETIKA BISNIS
F. Kode Etik ditempat Kerja
Etika sebagai proses penalaran yang mengkaji pengertian,teori,prisip-prinsip atau kaidah-kaidah tentang baik buruknya perilaku manusia secara umum.dalam setiap organ- isasi bisnis terdapat lebih dari satu orang perlaku bisnis yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bisnis.bila organisasi di ke- lompokan menurut bisnisnya,maka pada umumnya dalam se- tiap organisasi bisnis akan ada fungsi pemasaran,fungsi produksi, fungsi pembelian,fungsi keuangan dan akuntan- si,serta fungsi sumber daya manusia(SDM).
a. Kode Etik Sumber Daya Manusia (Human Resource) Di lihat dari sejarah perkembangannya, mencatat setidaknnya ada empat peran yang melekat pada departe- men SDM, yaitu:
1) Peran administratif, yaitu suatu peran awal/tradisional di mana peran departeman SDM hanya pada seputar perekrutan karyawan dan memelihara catatan gaji,upah serta data karyawan.
2) Peran kontribusi, yaitu suatu peran yang menekankan pada peningkatan produktivitas,loyalitas,dan ling- kungan kerja karyawan.
3) Peran agen perubahan, yaitu suatu peran yang di mana departemen SDM berfungsi sebagai agen perubahan.
4) Peran mitra strategis. pada peran ini, departemen SDM dilibatkan dalam merumuskana berbagai kebijakan bisnis yang bersifat strategis, terutama agar departemen SDM dapat segera melaksanakan program penyelarasan
166
antara kepentingan bisnis dan kepentingan individual karyawan.
b. Ada enam dimensi agar kode etik agar suatu kode etik di patuhi
1) Kode etik formal, yaitu suatu kode etik yang dirumuskan atau ditetapkan secara resmi oleh suatu aso- siasi,,organisasi,profesi,atau suatu lembaga/etitas terten- tu.
2) Komite etika, yaitu etitas yang mengembangkan ke- bijakan,mengevaluasi tindakan, menginvestasi,dan menghakimi pelanggaran –pelanggaran etika.
3) Sistem komunikasi etika,yaitu suatu media atau cara un- tuk menyosialisasikan kode etikdan perubahannya, ter- masuk isu-isu etika dan cara mengatasinya yang bersifat dua arah –antara pejabat otoritas etika dengan pihak- pihak terkait dalam suatu etitas/organisasi.
4) Pejabat etika, yaitu pihak yang mengoordinaikan ke- bijakan,,memberikan pendidikan,dan menyelidiki tudu- han adanya pelanggaran etika.
5) Program pelatihan etika, yaitu program yang bertujan untuk meningkatkan kesadaran dan membantu karya- wan dalam merespon masalah-masalah etka.
6) Proses penetapan disiplin, dalam hal terjadi perilaku tid- ak etis.
c. Hak-hak karyawan yang harus di perhatika antara lain:
1) Hak atas pekerjaan yang layak 2) Hak atas upah yang adil
3) Hak untuk berserikat dan berkumpul
4) Hak atas pelindung keamanan dan kesehatan 5) Hak untuk diproses hukum secara sah 6) Hak untuk diperlakukan secara sama 7) Hak atas rahasia pribadi
8) Hak atas kebebasan suara hati
167 d. Kode Etik Pemasaran
Fungsi pemasaran di dalam perusahan memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan bagi ke- langsungan hidup perusahanan karena menjadi ujung tom- bak perusahaan yang bersentuhan langsung dengan pelanggan di luar perusahaan.
e. Kode Etik Akuntansi
Karyawan yang berada dibawah departemen akuntasi yang memenuhi syarat yang di perlukan sebagai akuntan,sering disebut sebagai akuntan manejemen.Tugas utama akuntan manejemen adalah merancang dan memeli- hara system infoprmasi akuntansi agar departemen akuntansi mampu menghasilkan dua jenis laporan akuntan- si yaitu (1). Laporan keuangan (financial statements) sebagai alat pertanggungjawaban manejemen kepada pihak-pihak diluar, manejemen; (2) Laporan manejemen untuk kepent- ingan manejemen dalam rangka melaksanakan fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan proses kepu- tusan manejemen. Jelas sekali bahwa laporan akuntansi yang dihasilkan oleh departemen akuntansi bukan saja di- perlukan oleh pihak manejemen, tetapi juga pihak-pihak lain diluar manejemen,seperti: pemeganga saham, Bank, aparat perpajakan (pemerintah), badan pengawas,pasar modal dan lembaga keuangan (BAPEPAM LK), karyawan, pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lainnya.
Efektivitas fungsi akuntansi didalam perusahaan di tentukan oleh karakteristik kualitatif yang harus dipenuhi oleh laporan akuntansi yang di hasilkan. Didalam buku pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), pada ba- gian awal tentang kerangka dasar penyusunan dan kajian laporan keuangan,dikemukakan dua indicator karakteristik laporan keuangan, yaitu: Relevan (Relevant) dan dapat di- andalkan reliable. Suatu laporan dianggap relevan kalau laporan tersebut bermanfaat bagi berabagai pihak untuk mendukung proses pengambilan keputusan. suatu laporan disebut andal bila laporan itu disusun dengan cara cermat
168
(akurat) sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, serta menggambarkan apa adanya (netral, objektif, bebas dari konflik kepentingan).
Pekerjaan di bidang akuntansi disebut suatu profesi karena: (1) Memerlukan pengetahuan akuntansi dari pen- didikan formal (knowledge), (2) Memerlukan ketrampilan dalam mengelola data dan menyajikan laporan khususnya dengan memanfaatkan teknologi kokputer dan sistem in- formatika (skill), dan (3) orang/karyawan dibidanng akuntansi tersebut harus mempunyai sikap dan perilaku etis (Attitude).
f. Kode Etik Teknologi Informasi
Komitmen terhadap kode etik professional diharap- kan bagi setiap anggota(anggota yang mempunyai hak suara,anggota asosiasi dan anggota mahasiswa) dari associa- tion of computing machinery( ACM)
Kode ini mencakup 24 keharusan yang dirumuskan sebagai pernyataan tentang tanggung jawab pribadi, men- gidentifikasi unsur-unsur seperti komitmen.Itu mencakup banyak, tetapi tidak semua, isu-isu profesi yang harus dihadapi. kode etik dan pedoman yang terlampir dimak- sudkan sebagai pedoman pengambilan keputusan etis da- lam menjalankan pekerjaan professional. Keduanya, kode ini sebagai dasar untuk menilai ukuran suatu keluhan for- mal atas pelanggaran standar etika profesi.
Keharusan umum untuk anggota ACM mencakup kontribusi bagi masyarakat dan kesejahteraan umat manu- sia,menghindari kerugian orang lain, bertindak jujur dan dapat dipercaya, adil dan tidak ada diskriminasi, menghor- mati hak kekayaan, termasuk hak cipta dan hak paten, memberikan penghargaan yang pantas bagi hakkekayaan intelektual, menghormati privasi orang lain dan menghargai kerahasiaan.
169 Kataatan terhadap kode etik ini bersifat sukarela,akan tetapi jika anggota melanggar kode etik ini dengan melakukan perilaku tidak etis, keanggotaannya pada ACM akan di cabut.
g. Kode Etik Fungsi Lainnya
Organisasi perusahaan adalah suatu sistem. Ciri pokok suatu sistem adalah bahwa setiap elemen dalam sua- tu perusahaan akan berinteraksi satu dengan yang lainnya yang akan memengaruhi perusahaan secara keseluruhan.
Komunikasi yang tidak efektif antar orang di dalam satu bagian, atau komunikasi yang tidak kondusif antar bagian di dalam suatu perusahaan bisa menimbulkan suasana dan budaya perusahaan yang tidak kondusif. Oleh karena itu, semua karyawan pada semua fungsi di suatu perusahaan harus selalu bersikap profesional. Ketaatan dalam mematuhi kode etik yang telah ditetapkan oleh perusahaan akan menentukan kualitas SDM dalam perusahaan.