• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2. Budaya Lokal

a. Pengertian Budaya Lokal

Budaya adalah keseluruhan kompleks aktivitas manusia yang mencakup kepercayaan, pengetahuan, tindakan, gagasan, seni, hukum,

19 Ibid.

moral, adat istiadat atau kebiasaan-kebiasaan sebagai anggota masyarakat dalam rangkaian kehidupan.20

Sedangkan budaya lokal merupakan suatu kegiatan atau produk keunggulan budaya masyarakat dilihat dari aspek geografis wilayahnya. Budaya lokal mengandung nilai-nilai luhur didalamnya yang menjadi ciri khas budaya setempat.21

Di Indonesia istilah budaya lokal juga sering disepadankan dengan budaya etnik atau sub etnik. Setiap bangsa, etnik, dan sub etnik memiliki kebudayaan yang mencakup tujuh unsur, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan kesenian.

Namun demikian, sifat-sifat khas kebudayaan hanya dapat dimanifestasikan dalam unsur-unsur terbatas, terutama melalui bahasa, kesenian, dan upacara. Unsur-unsur yang lain sulit untuk menonjolkan sifat-sifat khas kebudayaan suatu bangsa atau suku bangsa.22

Kebudayaan manusia mengalami perubahan. Perubahan- perubahan yang terjadi bukan saja berhubungan dengan lingkungan fisik, tetapi juga dengan budaya manusia karena perubahan adalah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Hubungan erat antara manusia dan lingkungan kehidupan fisiknya itulah yang melahirkan budaya

20 Inda Rahmawati, “Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Sidoarjo,” Unnes Journal

of Mathematics Education 3 (2014).

21 Mimin Ninawati, “Potensi Penerapan Nilai-nilai Budaya Lokal Pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar” 7 (2020): 25.

22 Elma Prnama Aini, “Pengembangan Handout Melalui Pendekatan Etnomatematika

Berbasis Budaya Lokal Pada Materi Bangun Datar Kelas VII SMP 20 Bandar Lampung” (UIN Raden Intan Lampung, 2017), 14.

manusia. Lahirnya sebuah budaya dikarenakan adanya kemampuan manusia menyiasati lingkungan hidupnya agar waktu demi waktu tetap layak untuk ditinggali. Kebudayaan merupakan usaha setiap orang atau kelompok dalam menentukan hari depannya.23

b. Budaya dan Matematika

Matematika merupakan produk dari budaya yang berbasis kegiatan sosial. Setiap masyarakat mempunyai cara masing-masing yang dianggap paling sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan budayanya dalam mempraktikan matematika. Selain itu, dalam masyarakat tradisional dan non tradisional matematika diidentifikasi sebagai kegiatan budaya.

Siswa mendapat pengalaman yang lebih besar dalam memaknai matematika setelah mempelajari subjek materi dari perspektif. Dalam hal ini budaya telah memberikan kontribusi sehingga siswa merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika mempelajari konsep-konsep matematika.24

Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan budaya dalam pembelajaran matematika merupakan suatu produk dari suatu budaya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan, sehingga matematika terikat dengan budaya setempat dan mempunyai nilai-nilai sosial. Pembelajaran matematika melalui

23 Elma Purnama Aini, 29–30.

24 Andika Arisetyawan, Supriadi, dan Tiurlina, “Mengintegrasikan Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya Banten pada Pendirian SD Laboratorium UPI Kampus Serang” 3, no. 1 (2016): 14.

pendekatan budaya dapat membentuk karakter siswa dalam memahami budaya dengan baik dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari, sehingga secara tidak langsung budaya telah dilestarikan melalui pembelajaran matematika selama proses belajar di kelas.

c. Budaya Jawa

Jawa merupakan salah satu suku yang berada di Indonesia dan memiliki budaya yang unik dan beragam. Produk budaya Jawa perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk pembelajaran matematika supaya pembelajaran matematika dapat bermakna bagi siswa.25

Jawa merupakan suku yang sangat besar yang ada di Indonesia.

Masyarakat yang menyatakan diri sebagai suku Jawa adalah seluruh masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Masyarakat suku Jawa juga banyak tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern membuat masyarakat suku Jawa mulai meninggalkan kebudayaan. Namun bagi masyarakat yang masih menetap di daerah asalnya masih semangat memegang adat dan kebudayaan mereka.26

Kebudayaan Jawa memiliki keunikan tersendiri. Setiap kegiatan tak lepas mengikuti adat, tradisi dan kebiasaan yang dianut oleh para leluhurnya. Keunikan dapat dilihat dari masyarakat, bahasa, kesenian dan tradisi.

25 Hendra Erik Rudyanto, Apri Kartikasari HS, Dea Pratiwi, “Etnomatematika Budaya Jawa : Inovasi Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar,” 26.

26 Dedi Yusuf Aditya, “Eksplorasi Unsur Matematika dalam Kebudayaan Masyarakat Jawa,” Jurnal Formatif, 2017, 253.

Salah satu suku di Indonesia yang mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah suku Jawa. Suku Jawa telah mengaplikasikan teori-teori matematika dalam kehidupan sehari-hari.27

Berikut ini adalah beberapa ragam objek budaya Jawa yang dapat dikaitkan dengan matematika yaitu:

1) Rumah Joglo

Rumah Joglo menjadi icon budaya lokal dari pulau Jawa yang memiliki banyak filosofi didalamnya. Salah satu filosofi dari Rumah Joglo yaitu bagian atap yang menyerupai sebuah gunung, yang memiliki arti bahwa gunung merupakan salah satu tempat yang sakral berdasarkan kepercayaan orang Jawa. 28 Berikut ini merupakan gambar rumah Joglo.

Gambar 2.1 Rumah Joglo

Sumber : pingpoint.co.id

27 Nur Zaenah Aprilianingsih, Yayuk Rosdiana, “Etnomatematika Budaya Purbalingga dalam Pembelajaran Matematika,” Prosiding Sendik a 5 (2019): 587.

28 Achmad Zulkifli, Ika Rahmawati, “Eksplorasi Rumah Adat Joglo Pada Materi Geometri Di Sekolah Dasar,” JPGSD 8 (2020): 592.

2) Besek

Fungsi dari kerajinan besek ini adalah untuk menyimpan barang-barang dan tempat makan. Namun sekarang besek sering digunakan untuk packing souvenir, cinderamata, dan wadah untuk oleh-oleh.29 Berikut merupakan gambar besek.

Gambar 2.2 Besek

Sumber: mycity.co.id 3) Batik Tambal

Batik tambal konon dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit dengan cara menyelimutinya pada orang sakit.30 Berikut merupakan gambar batik tambal.

29 Asri Fauzi, Heri Setiawan, “Etnomatematika : Konsep Geometri Pada Kerajinan Sasak Dalam Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar,” Didak tis 20 (2020): 124.

30 Alicia Amaris Trixie, “Filosofi Motif Batik Sebagai Identitas Bangsa Indonesia,” Folio 1 (2020): 5.

Gambar 2.3 Batik Tambal

Sumber: datatono.wordpress.com 4) Demung

Demung memiliki bentuk yang mirip dengan peking dan saron. Tetapi yang membedakan yaitu tebal tipisnya bagian besi.31 Berikut merupakan gambar demung.

Gambar 2.4 Demung

Sumber: Budaya Indonesia.org

31 Elgie Firdyan, Eka Zhoga, “Gamelan Jawa : Sebuah Alternatif Media Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya,” SEMDIKJAR 3 (2019): 682–84.

Selain beberapa ragam objek Jawa yang telah diuraikan diatas, masih banyak lagi objek Jawa yang dapat dikaitkan dengan matematika.

3. Kemampuan Koneksi Matematis

Dokumen terkait