• Tidak ada hasil yang ditemukan

Business Units and Subsidiaries

Dalam dokumen Laporan Tahunan 2019 – Perum BULOG (Halaman 176-196)

Shallot Price Movement in 2019 (BPS, Rp/Kg)

2. Business Units and Subsidiaries

351.848 ton atau 99,62% dari Surat Perintah Penyaluran (SPP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial RI sebesar 351.848 ton. Terdapat kabupaten yang tidak tersalurkan 100% dari SPP disebabkan beberapa kendala, antara lain:

- Terbatasnya moda transportasi, seperti di Kecamatan Krayan Kab. Nunukan Bansos Rastra hanya bisa disalurkan lewat pesawat udara yang memerlukan biaya operasional yang sangat tinggi dengan tarif angkutan sebesar ± Rp30.000/kg, belum termasuk biaya transportasi darat dan pengawalan dari Bandara Krayan ke titik distribusi dan lain-lain.

- Keterbatasan sik lapangan udara yang hanya bisa didarati pesawat jenis tertentu, di samping cuaca sehingga hanya bisa disalurkan pada bulan-bulan tertentu, seperti ke Kab.

Pegunungan Bintang dan Kab. Puncak di Papua, yang hanya bisa disalurkan di bulan Januari sampai April 2019, waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman 1 (satu) alokasi pagu Bansos Rastra mencapai kurang lebih 2 bulan, selain biaya angkut yang tinggi.

Segmen Komersial

Selain menjalankan peran PSO sesuai amanat Inpres No. 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, BULOG yang merupakan salah satu BUMN diharapkan dapat beroperasi pada tingkat yang menguntungkan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Sehubungan dengan hal tersebut, BULOG juga melaksanakan kegiatan melalui segmen komersial. BULOG mengkategorikan kegiatan dalam bisnis komersialnya sebagai berikut:

1. Perdagangan

Kegiatan perdagangan komoditas oleh Perum BULOG dilaksanakan bukan semata untuk menghasilkan laba, namun juga mengemban misi mulia dalam kerangka stabilitas harga pangan pokok. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) BULOG dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras, jagung, dan kedelai.

(Bansos) in 2019 was 351,848 tons or 99.62% of the Distribution Order (SPP) issued by the Indonesian Ministry of Social Affairs of 351,848 tons. There were districts that had not 100% been distributed of SPP due to several obstacles, including:

- Limited modes of transportation, such as in Krayan Sub District, Nunukan District where Bansos Rastra could only be distributed by plane, that required very high operational costs high with transportation rates of Rp 30,000 / kg, excluding land transportation and escort costs from Krayan Airport to Distribution Points and others.

- Physical limitations of the air eld that could only be landed by certain types of aircraft, in addition to the weather consequently it could only be distributed in certain months, such as to Pegunungan Bintang District and Puncak District In Papua, which could only be distributed from January to April 2019, as well as the time required for the delivery of 1 (one) ceiling allocation of Rastra Bansos reached approximately 2 months, in addition to high costs transportation.

Commercial Segment

In addition to carrying out the role of PSO in accordance with the mandate of Presidential Instruction No. 5 of 2015 concerning the Policy of Grain/Rice Procurement and Rice Distribution, BULOG, which is one of SOEs, is expected to operate at a favorable level in accordance with the mandate of Law No. 19 of 2003 concerning SOEs.

In line with the matters mentioned, BULOG also carries out activities through the commercial segment. BULOG categorizes activities in its commercial business as follows:

1. Trading

Commodity trading activity by Perum BULOG is implemented not only to generate pro t, but also to carry out a noble mission within the framework of staple food pricing stability. Based on the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 48 Year 2016 on the Assignment to Public Company (Perum) BULOG in the Framework of National Food Security, Perum BULOG is assigned to preserve food availability and stabilization of food prices at consumer and producer level for staple rice, corn and soybean.

gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabe, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam selain menjadi tugas Perum BULOG juga dapat dilaksanakan oleh BUMN lainnya. Selain sebagai pelaksanaan penugasan berdasarkan Perpres, perdagangan komoditas dapat dilakukan Perum BULOG untuk menjawab kebutuhan komoditas pangan di Indonesia seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar membutuhkan berbagai komoditas pangan, yang tidak semuanya dapat dipenuhi dari produk- produk dalam negeri. Di sisi lain, potensi sumber daya komoditas yang dihasilkan oleh daerah, maupun kebutuhan daerah akan komoditas yang harus dipasok dari luar merupakan peluang usaha perdagangan yang dapat dikembangkan pada tingkat Kantor Wilayah maupun Sub Kantor Wilayah.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa perdagangan komoditas merupakan akti tas bisnis dengan daya tarik pasar yang tinggi.

Hal ini tergambar dalam banyaknya jumlah pemain dalam bisnis ini. Dalam bisnis perdagangan komoditas, Perum BULOG ikut berperan dalam saluran Business to Consumer (B2C) melalui penjualan langsung ke pengguna maupun Business to Business (B2B) melalui saluran penjualan distributor.

2. Unit Bisnis dan Anak Perusahaan

Dalam rangka Pengembangan usaha dan meningkatkan kontribusi margin bagi perusahaan, Perum BULOG membentuk Unit Bisnis dan Anak Perusahaan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2003 sebagaimana telah dirubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016, Perusahaan dapat melakukan kerjasama usaha atau patungan (joint venture) dengan badan usaha lain, pembentuk Anak Perusahaan baik melalui mekanisme spin-off, akuisisi maupun merger, melakukan penyertaan modal dalam badan usaha lain.

Hal ini adalah dalam rangka mendukung pembiayaan pelaksanaan penugasan Pemerintah sesuai dengan sifat, maksud dan tujuan pendirian Perusahaan.

Pembentukan Unit Bisnis (UB) dilakukan guna mendukung proses bisnis inti perusahaan disamping sebagai salah satu upaya peningkatan kinerja perusahaan baik dari sisi operasional maupun keuangan serta merupakan cikal bakal pembentukan anak perusahaan melalui skema spin-off.

wheat our, onion, chilli, beef, chicken meat, and chicken eggs other than being Perum BULOG's task which can also be implemented by other State-Owned Enterprises. In addition to the implementation of the assignment based on the Presidential Decree, commodity trading can be performed by Perum BULOG to answer the needs of food commodities in Indonesia along with the increase of population. Indonesia as a developing country with a large population requires a variety of food commodities, which not all of them can be ful lled from domestic products. On the other hand, the potential of commodity resources generated by the region, as well as regional needs for commodities which must be supplied from outside is a trading business opportunity which can be developed at the level of Regional Division and Regional Sub Division.

It is inevitable that commodity trading is a business activity with high market demand. This is re ected by the large number of players in the business. In the commodity trading business, Perum BULOG participates in the Business to Consumer (B2C) channel through direct sales channels to users and Business to Business (B2B) through distributor sales channels.

351.848 ton atau 99,62% dari Surat Perintah Penyaluran (SPP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial RI sebesar 351.848 ton. Terdapat kabupaten yang tidak tersalurkan 100% dari SPP disebabkan beberapa kendala, antara lain:

- Terbatasnya moda transportasi, seperti di Kecamatan Krayan Kab. Nunukan Bansos Rastra hanya bisa disalurkan lewat pesawat udara yang memerlukan biaya operasional yang sangat tinggi dengan tarif angkutan sebesar ± Rp30.000/kg, belum termasuk biaya transportasi darat dan pengawalan dari Bandara Krayan ke titik distribusi dan lain-lain.

- Keterbatasan sik lapangan udara yang hanya bisa didarati pesawat jenis tertentu, di samping cuaca sehingga hanya bisa disalurkan pada bulan-bulan tertentu, seperti ke Kab.

Pegunungan Bintang dan Kab. Puncak di Papua, yang hanya bisa disalurkan di bulan Januari sampai April 2019, waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman 1 (satu) alokasi pagu Bansos Rastra mencapai kurang lebih 2 bulan, selain biaya angkut yang tinggi.

Segmen Komersial

Selain menjalankan peran PSO sesuai amanat Inpres No. 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, BULOG yang merupakan salah satu BUMN diharapkan dapat beroperasi pada tingkat yang menguntungkan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Sehubungan dengan hal tersebut, BULOG juga melaksanakan kegiatan melalui segmen komersial. BULOG mengkategorikan kegiatan dalam bisnis komersialnya sebagai berikut:

1. Perdagangan

Kegiatan perdagangan komoditas oleh Perum BULOG dilaksanakan bukan semata untuk menghasilkan laba, namun juga mengemban misi mulia dalam kerangka stabilitas harga pangan pokok. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) BULOG dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras, jagung, dan kedelai.

(Bansos) in 2019 was 351,848 tons or 99.62% of the Distribution Order (SPP) issued by the Indonesian Ministry of Social Affairs of 351,848 tons. There were districts that had not 100% been distributed of SPP due to several obstacles, including:

- Limited modes of transportation, such as in Krayan Sub District, Nunukan District where Bansos Rastra could only be distributed by plane, that required very high operational costs high with transportation rates of Rp 30,000 / kg, excluding land transportation and escort costs from Krayan Airport to Distribution Points and others.

- Physical limitations of the air eld that could only be landed by certain types of aircraft, in addition to the weather consequently it could only be distributed in certain months, such as to Pegunungan Bintang District and Puncak District In Papua, which could only be distributed from January to April 2019, as well as the time required for the delivery of 1 (one) ceiling allocation of Rastra Bansos reached approximately 2 months, in addition to high costs transportation.

Commercial Segment

In addition to carrying out the role of PSO in accordance with the mandate of Presidential Instruction No. 5 of 2015 concerning the Policy of Grain/Rice Procurement and Rice Distribution, BULOG, which is one of SOEs, is expected to operate at a favorable level in accordance with the mandate of Law No. 19 of 2003 concerning SOEs.

In line with the matters mentioned, BULOG also carries out activities through the commercial segment. BULOG categorizes activities in its commercial business as follows:

1. Trading

Commodity trading activity by Perum BULOG is implemented not only to generate pro t, but also to carry out a noble mission within the framework of staple food pricing stability. Based on the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 48 Year 2016 on the Assignment to Public Company (Perum) BULOG in the Framework of National Food Security, Perum BULOG is assigned to preserve food availability and stabilization of food prices at consumer and producer level for staple rice, corn and soybean.

gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabe, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam selain menjadi tugas Perum BULOG juga dapat dilaksanakan oleh BUMN lainnya. Selain sebagai pelaksanaan penugasan berdasarkan Perpres, perdagangan komoditas dapat dilakukan Perum BULOG untuk menjawab kebutuhan komoditas pangan di Indonesia seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar membutuhkan berbagai komoditas pangan, yang tidak semuanya dapat dipenuhi dari produk- produk dalam negeri. Di sisi lain, potensi sumber daya komoditas yang dihasilkan oleh daerah, maupun kebutuhan daerah akan komoditas yang harus dipasok dari luar merupakan peluang usaha perdagangan yang dapat dikembangkan pada tingkat Kantor Wilayah maupun Sub Kantor Wilayah.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa perdagangan komoditas merupakan akti tas bisnis dengan daya tarik pasar yang tinggi.

Hal ini tergambar dalam banyaknya jumlah pemain dalam bisnis ini. Dalam bisnis perdagangan komoditas, Perum BULOG ikut berperan dalam saluran Business to Consumer (B2C) melalui penjualan langsung ke pengguna maupun Business to Business (B2B) melalui saluran penjualan distributor.

2. Unit Bisnis dan Anak Perusahaan

Dalam rangka Pengembangan usaha dan meningkatkan kontribusi margin bagi perusahaan, Perum BULOG membentuk Unit Bisnis dan Anak Perusahaan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2003 sebagaimana telah dirubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016, Perusahaan dapat melakukan kerjasama usaha atau patungan (joint venture) dengan badan usaha lain, pembentuk Anak Perusahaan baik melalui mekanisme spin-off, akuisisi maupun merger, melakukan penyertaan modal dalam badan usaha lain.

Hal ini adalah dalam rangka mendukung pembiayaan pelaksanaan penugasan Pemerintah sesuai dengan sifat, maksud dan tujuan pendirian Perusahaan.

Pembentukan Unit Bisnis (UB) dilakukan guna mendukung proses bisnis inti perusahaan disamping sebagai salah satu upaya peningkatan kinerja perusahaan baik dari sisi operasional maupun keuangan serta merupakan cikal bakal pembentukan anak perusahaan melalui skema spin-off.

wheat our, onion, chilli, beef, chicken meat, and chicken eggs other than being Perum BULOG's task which can also be implemented by other State-Owned Enterprises. In addition to the implementation of the assignment based on the Presidential Decree, commodity trading can be performed by Perum BULOG to answer the needs of food commodities in Indonesia along with the increase of population. Indonesia as a developing country with a large population requires a variety of food commodities, which not all of them can be ful lled from domestic products. On the other hand, the potential of commodity resources generated by the region, as well as regional needs for commodities which must be supplied from outside is a trading business opportunity which can be developed at the level of Regional Division and Regional Sub Division.

It is inevitable that commodity trading is a business activity with high market demand. This is re ected by the large number of players in the business. In the commodity trading business, Perum BULOG participates in the Business to Consumer (B2C) channel through direct sales channels to users and Business to Business (B2B) through distributor sales channels.

2. Business Units and Subsidiaries

For business development and increasing margin contribution for the Company, Perum BULOG formed a Business Unit and Subsidiaries. As regulated in Government Regulation Number 7 Year 2003 with latest amended by the Government Regulation No. 13 Year 2012, the Company may enter into joint venture with other business entities, establishing Subsidiaries, either through spin-off, acquisition or merger mechanisms, or equity participation in other business entities.

Th i s i s i n o rd e r to s u p p o r t t h e n a n c i n g o f t h e implementation of Government assignments in accordance with the nature, purpose and objectives of the Company's establishment.

The establishment of Business Units (UB) are conducted to support the Company's core business processes, as well as an effort to improve the Company's operational and nancial performance also as embryo for the formation of Subsidiaries through a spin-off scheme.

PT Jasa Prima Logistik BULOG (JPLB) bergerak di bidang usaha dibidang freight forwarding, warehousing dan project shipment, Jasa logistik dan angkutan serta usaha pendukung lainnya, PT Gendhis Multi Manis (GMM) bergerak di bidang industri gula.

Selain itu, terdapat perusahaan terasosiasi, yaitu PT Mitra BUMDes Nusantara yang akan berperan sebagai agregator, off- taker, dan pelaksana supervisi operasional untuk BUMDes.

PT. Gendhis Multi Manis (GMM) bergerak dibidang industri gula yang dimiliki melalui pengambil alihan hak atas saham. PT GMM merupakan pabrik gula modern dan e sien dengan kapasitas giling tebu 4.000 TCD dengan rendemen 7%-8% dan kapasitas melting row sugar 600 TCD dengan yield 95%-97% melalui metode karbonatasi sehingga gula yang dihasilkan memiliki PH normal dan mampu mencapai icumsa 100.

Sementara itu 2 (dua) Unit Bisnis (UB) yang dijalankan Perum BULOG saat ini adalah UB JASTASMA yang bergerak di bidang usaha pemeriksaan kualitas dan pemberantasan hama komoditas pangan, UB OPASET bergerak dibidang optimalisasi aset. Dan membentuk 2 Unit Bisnis baru yaitu Unit Bisnis Retail dan Unit Bisnis Industri yang akan mulai beroperasional pada tahun 2018.

Kegiatan Komersial

Selain itu BULOG juga melaksanakan usaha-usaha lain berupa kegiatan Komersial yang berdasarkan cakupan kegiatannya terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu: Perdagangan, Unit Bisnis dan Anak Perusahaan.

Komoditas yang dijual melalui saluran penjualan langsung telah dikemas dalam berbagai ukuran kemasan dengan merek KITA, yaitu beras kualitas medium dan premium (Beras KITA), beras medium kemasan renceng (Beras KITA), minyak goreng (Minyak Goreng KITA), gula pasir (Gula Manis KITA), dan tepung terigu (Terigu KITA). Selain itu, juga dijual komoditas daging kerbau beku (Daging KITA), bawang merah dan bawang putih.

Komoditas yang dijual melalui saluran penjualan distributor meliputi beras, daging kerbau beku, gula kristal putih, jagung, dan bawang bombay. Komoditas ini dijual dalam bentuk bulk kepada mitra distributor yang telah diseleksi dan memenuhi syarat kemitraan.

Prima Logistik BULOG (JPLB), is engaged in business in the eld of freight forwarding, warehousing and project shipment, logistics and transportation services and other supporting business, PT Gendhis Multi Manis (GMM), is engaged in the sugar industry. In addition, BULOG has associated companies, namely PT Mitra BUMDes Nusantara which will act as aggregator, off- taker, and operational supervisor for BUMDes.

PT Gendhis Multi Manis (GMM) engaged in the sugar industry owned by the Company through the acquisition of shares rights.

PT GMM is a modern and efficient sugar mill with 4.000 TCD sugar cane capacity with 7%–8% yield and melting row sugar 600 TCD capacity with yield 95%-97% through carbonate method so that the sugar produced has normal PH and ability to reach icumsa 100.

While 2 (two) Business Units (UB) currently operated by Perum BULOG are UB JASTASMA which is engaged in quality inspection and food commodity pest control, UB OPASET is engaged in asset optimization. The Company established 2 new Business Units namely Retail Business Unit and Industrial Business Unit which will start operating in 2018.

Commercial activities

In addition, BULOG also carries out other businesses in the form of Commercial activities which based on the scope of activities are divided into three parts, namely: Trading, Business Units and Subsidiaries.

Commodities sold through direct sales channels are packaged in a variety of packaging sizes with KITA brand, namely medium and premium quality rice (Beras KITA), medium rice packaging (Beras KITA), cooking oil (Minyak Goreng KITA), sugar (Gula Manis KITA) and wheat our (Terigu KITA). In addition, frozen buffalo meat commodities are also sold (Daging KITA), shallots and garlic.

Commodities sold through distributor sales channels include rice, frozen buffalo meat, white crystal sugar, corn, and onions.

These commodities are sold in bulk to distributor partner who have been selected and meet the partnership requirements.

dibandingkan Laba Rugi Komersil Tahun 2018 Audited dan RKAP 2019:

compared to Commercial Pro t or Loss Year 2018 and 2019 RKAP:

URAIAN DESCRIPTION

RKAP 2019 BUDGET 2019

AUDITED 2019 AUDITED 2019

AUDITED 2018 AUDITED 2018

PENCAPAIAN RKAP BUDGET ACHIEVEMENT

KENAIKAN (TURUN) INCREASING (DECREASE)

1 2 3 4 5 = 3/2 6 = (3-4)/4

Pendapatan Usaha / Operating Income

Penjualan / Revenues 23.387,83

19.685,26 3.702,56

1.920,38 919,35 740,20 50,48 210,34 120,35 525,46 2.566,18 1.136,38

109.42 (772.13) (662.71) 473.67 (118.42) 355.25

- Beban Pokok Penjualan / Cost of Goods Sold

Laba (Rugi) Kotor / Gross Proit (Loss) Beban Usaha / Operating Expenses

Umum & Administrasi / General and administrative expenses

- Beban Pegawai / Employee Expenses - Beban Kantor / O ce Expenses - Beban Pajak / Tax Expenses

- Penyisihan dan Penyusutan / Provision and Depreciation Expenses

Beban Penjualan / Selling Expenses Beban Eksploitasi / Exploitation Expenses Jumlah Beban Usaha / Total Operating Expenses

Laba (Rugi) Usaha / Income from Operations

Pendapatan (Beban) Lain-lain / Other Income (Expense) Pendapatan Lain-lain / Other Income

Beban Lain-lain / Other Expenses Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain Neto / Total Other Income (Expense) - Net EBT

Pajak Kini / Current Tax EAT

Pendapatan Komprehensif Lain / Other Comprehensive Income

Laba (Rugi) Komprehensif / Comprehensive Income (Loss)

355.25 Laba (Rugi) Komprehensif / Comprehensive

Income (Loss)

10.274,33 9.232,32 1.042,01

851,72 432,16 242,22 58,47 118,88 32,93 79,62 964,28 77,72

239.44 (577.24) (337.79) (260.07) (62.37) (322.44)

0.53 (321.90)

11.888,26 10.185,85 1.702,41

1.007,68 572,58 291,08 70,41 73,62 27,21 346,29 1.381,19 321,22

184.22 (1,609.98) (1,425.77) (1,104.55) (37.01) (1,141.56)

1.39 (1,140.17)

43,93% 46,90% 28,14% 44,35% 47,01% 32,72% 115,83% 56,52% 27,37% 15,15% 37,58% 6,84%

218.83% 74.76% - 50.97% (50.15%) 52.67% (84.42%)

- (84.42%)

(13,58%) (9,36%) (38,79%) (15,48%) (24,52%) (16,79%) (16,96%) 61,48% 21,03% (77,01%) (30,18%) (75,80%)

29.98% 64.15% (76.31%) (76.45%) 68.51% (71.75%)

(61.57%) (71.77%)

PT Jasa Prima Logistik BULOG (JPLB) bergerak di bidang usaha dibidang freight forwarding, warehousing dan project shipment, Jasa logistik dan angkutan serta usaha pendukung lainnya, PT Gendhis Multi Manis (GMM) bergerak di bidang industri gula.

Selain itu, terdapat perusahaan terasosiasi, yaitu PT Mitra BUMDes Nusantara yang akan berperan sebagai agregator, off- taker, dan pelaksana supervisi operasional untuk BUMDes.

PT. Gendhis Multi Manis (GMM) bergerak dibidang industri gula yang dimiliki melalui pengambil alihan hak atas saham. PT GMM merupakan pabrik gula modern dan e sien dengan kapasitas giling tebu 4.000 TCD dengan rendemen 7%-8% dan kapasitas melting row sugar 600 TCD dengan yield 95%-97% melalui metode karbonatasi sehingga gula yang dihasilkan memiliki PH normal dan mampu mencapai icumsa 100.

Sementara itu 2 (dua) Unit Bisnis (UB) yang dijalankan Perum BULOG saat ini adalah UB JASTASMA yang bergerak di bidang usaha pemeriksaan kualitas dan pemberantasan hama komoditas pangan, UB OPASET bergerak dibidang optimalisasi aset. Dan membentuk 2 Unit Bisnis baru yaitu Unit Bisnis Retail dan Unit Bisnis Industri yang akan mulai beroperasional pada tahun 2018.

Kegiatan Komersial

Selain itu BULOG juga melaksanakan usaha-usaha lain berupa kegiatan Komersial yang berdasarkan cakupan kegiatannya terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu: Perdagangan, Unit Bisnis dan Anak Perusahaan.

Komoditas yang dijual melalui saluran penjualan langsung telah dikemas dalam berbagai ukuran kemasan dengan merek KITA, yaitu beras kualitas medium dan premium (Beras KITA), beras medium kemasan renceng (Beras KITA), minyak goreng (Minyak Goreng KITA), gula pasir (Gula Manis KITA), dan tepung terigu (Terigu KITA). Selain itu, juga dijual komoditas daging kerbau beku (Daging KITA), bawang merah dan bawang putih.

Komoditas yang dijual melalui saluran penjualan distributor meliputi beras, daging kerbau beku, gula kristal putih, jagung, dan bawang bombay. Komoditas ini dijual dalam bentuk bulk kepada mitra distributor yang telah diseleksi dan memenuhi syarat kemitraan.

Prima Logistik BULOG (JPLB), is engaged in business in the eld of freight forwarding, warehousing and project shipment, logistics and transportation services and other supporting business, PT Gendhis Multi Manis (GMM), is engaged in the sugar industry. In addition, BULOG has associated companies, namely PT Mitra BUMDes Nusantara which will act as aggregator, off- taker, and operational supervisor for BUMDes.

PT Gendhis Multi Manis (GMM) engaged in the sugar industry owned by the Company through the acquisition of shares rights.

PT GMM is a modern and efficient sugar mill with 4.000 TCD sugar cane capacity with 7%–8% yield and melting row sugar 600 TCD capacity with yield 95%-97% through carbonate method so that the sugar produced has normal PH and ability to reach icumsa 100.

While 2 (two) Business Units (UB) currently operated by Perum BULOG are UB JASTASMA which is engaged in quality inspection and food commodity pest control, UB OPASET is engaged in asset optimization. The Company established 2 new Business Units namely Retail Business Unit and Industrial Business Unit which will start operating in 2018.

Commercial activities

In addition, BULOG also carries out other businesses in the form of Commercial activities which based on the scope of activities are divided into three parts, namely: Trading, Business Units and Subsidiaries.

Commodities sold through direct sales channels are packaged in a variety of packaging sizes with KITA brand, namely medium and premium quality rice (Beras KITA), medium rice packaging (Beras KITA), cooking oil (Minyak Goreng KITA), sugar (Gula Manis KITA) and wheat our (Terigu KITA). In addition, frozen buffalo meat commodities are also sold (Daging KITA), shallots and garlic.

Commodities sold through distributor sales channels include rice, frozen buffalo meat, white crystal sugar, corn, and onions.

These commodities are sold in bulk to distributor partner who have been selected and meet the partnership requirements.

dibandingkan Laba Rugi Komersil Tahun 2018 Audited dan RKAP 2019:

compared to Commercial Pro t or Loss Year 2018 and 2019 RKAP:

URAIAN DESCRIPTION

RKAP 2019 BUDGET 2019

AUDITED 2019 AUDITED 2019

AUDITED 2018 AUDITED 2018

PENCAPAIAN RKAP BUDGET ACHIEVEMENT

KENAIKAN (TURUN) INCREASING (DECREASE)

1 2 3 4 5 = 3/2 6 = (3-4)/4

Pendapatan Usaha / Operating Income

Penjualan / Revenues 23.387,83

19.685,26 3.702,56

1.920,38 919,35 740,20 50,48 210,34 120,35 525,46 2.566,18 1.136,38

109.42 (772.13) (662.71) 473.67 (118.42) 355.25

- Beban Pokok Penjualan / Cost of Goods Sold

Laba (Rugi) Kotor / Gross Proit (Loss) Beban Usaha / Operating Expenses

Umum & Administrasi / General and administrative expenses

- Beban Pegawai / Employee Expenses - Beban Kantor / O ce Expenses - Beban Pajak / Tax Expenses

- Penyisihan dan Penyusutan / Provision and Depreciation Expenses

Beban Penjualan / Selling Expenses Beban Eksploitasi / Exploitation Expenses Jumlah Beban Usaha / Total Operating Expenses

Laba (Rugi) Usaha / Income from Operations

Pendapatan (Beban) Lain-lain / Other Income (Expense) Pendapatan Lain-lain / Other Income

Beban Lain-lain / Other Expenses Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain Neto / Total Other Income (Expense) - Net EBT

Pajak Kini / Current Tax EAT

Pendapatan Komprehensif Lain / Other Comprehensive Income

Laba (Rugi) Komprehensif / Comprehensive Income (Loss)

355.25 Laba (Rugi) Komprehensif / Comprehensive

Income (Loss)

10.274,33 9.232,32 1.042,01

851,72 432,16 242,22 58,47 118,88 32,93 79,62 964,28 77,72

239.44 (577.24) (337.79) (260.07) (62.37) (322.44)

0.53 (321.90)

11.888,26 10.185,85 1.702,41

1.007,68 572,58 291,08 70,41 73,62 27,21 346,29 1.381,19 321,22

184.22 (1,609.98) (1,425.77) (1,104.55) (37.01) (1,141.56)

1.39 (1,140.17)

43,93%

46,90%

28,14%

44,35%

47,01%

32,72%

115,83%

56,52%

27,37%

15,15%

37,58%

6,84%

218.83%

74.76% - 50.97%

(50.15%) 52.67%

(84.42%)

- (84.42%)

(13,58%) (9,36%) (38,79%) (15,48%) (24,52%) (16,79%) (16,96%) 61,48%

21,03%

(77,01%) (30,18%) (75,80%)

29.98%

64.15%

(76.31%) (76.45%) 68.51%

(71.75%)

(61.57%) (71.77%)

Dalam dokumen Laporan Tahunan 2019 – Perum BULOG (Halaman 176-196)