• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

H. Validitas Data

4. Confirmability

Objektivitas pengujian kualitatif disebut juga dengan uji confirmability penelitian. Penelitian bisa dikatakan objektif apabila hasil penelitian telah disepakati oleh lebih banyak orang. Metode uji confirmability menggunakan wawancara terhadap beberapa orang untuk menguatkan beberapa kuesioner. Penelitian kualitatif uji confirmability berarti menguji hasil penelitian yang dikaitkan dengan proses yang telah dilakukan. Apabila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar confirmability.

Validasi atau keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh oleh peneliti dengan data yang terjadi sesungguhnya pada objek penelitian sehingga keabsahan data yang telah disajikan dapat dipertanggungjawabkan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Latar Penelitian 1. Sejarah Bank BNI Syariah

Tempaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan sistem perbankan syariah. Prinsip syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu adil, transparan dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem perbankan yang lebih adil. Dengan berlandaskan Undang- Undang No. 10 Tahun 1998, pada tanggal 29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.

Disamping itu nasabah jug adapt menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channeling) dengan lebih kurang 1500 outlet yang terbesar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI Syariah tetap memperhatikan kebutuhan terhadap aspek syariah. Dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang saat ini diketuai oleh KH. Ma’ruf Amin, semua produk BNI

42

Syariah telah melalui pengujian dari DPS sehingga telah memenuhi aturan syariah.

Berdasarkan keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010 mengenai pemberian izin usaha kepada PT Bank BNI Syariah. Dan di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2003 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari factor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat.

Juni 2014 jumlah cabang BNI Syariah mencapai 65 Kantor Cabang, 161 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 12 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point. BNI Syariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.1

1 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/perusahaan/tentangbnisyariah/sejarah. Diakses pada tanggal 19 februari 2020 pukul 16:54 WIB.

2. Visi dan Misi Bank BNI Syariah a. Visi

“Menjadikan bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja“

b. Misi

- Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan.

- Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah.

- Memberi nilai investasi yang optimal bagi investor.

- Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah.

- Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.2 3. Produk dan Jasa Bank BNI Syariah

Kegiatan Operasional bank BNI Syariah dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu kegiatan penghimpun dana, penyaluran dana, serta menyediakan jasa-jasa lainnya. Adapun operasional BNI Syariah KC Fatmawati adalah sebegai berikut:

2 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/perusahaan/tentangbnisyariah/visimisi. Diakses pada tanggal 19 februari 2020 pukul 16:54 WIB.

1. Penghimpunan Dana (Funding) a. Produk Tabungan

Tabungan merupakan simpanan dalam bentuk mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah dan akad wadiah. Bank sebagai pihak yang bebas tanpa pembatasan dari pemilik dana menyalurkan dana nasabah tersebut dalam bentuk pembiayaan kepada usaha-usaha yang menguntungkan dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Atas keuntungan yang didapat dari penyaluran dana, bank memberikan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.

Jenis tabungan yang ada di BNI Syariah yaitu:

1) Tabungan iB Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad mudharabah atau wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan dalam mata uang Rupiah.

2) Tabungan iB Bisnis Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad mudharabah yang dilengkapi dengan detil mutasi debet dan kredit pada buku tabungan dan bagi hasil yang lebih kompetitif dalam mata uang Rupiah.

3) Tabungan iB Prima Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad mudharabah yang memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi nasabah segmen high networth individuals secara perorangan dalam mata uang rupiah dan bagi hasil yang lebih kompetitif.

4) Tabungan iB Tunas Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad wadiah yang diperuntukan bagi anak-anak dan pelajar yang berusia dibawah 17 tahun.

5) Tabunganku Ib

Produk simpanan generic dari Bank Indonesia untuk meningkatkan kesadaran menabung.

b. Produk Transaksi Giro iB Hasanah

Simpanan Giro iB Hasanah merupakan produk penyimpanan dana yang menggunakan prinsip wadiah yad ad dhamanah (titipan murni). Pada bank ini nasabah menitipkan dana dan bank akan mempergunakan dana tersebut sesuai dengan prinsip syariah dan menjamin akan mengembalikan titipan tersebut secara utuh bila sewaktu-waktu nasabah membutuhkannya.

c. Produk Investasi

1) Deposito iB Hasanah

Deposito iB Hasanah adalah simpanan berjangka yang ditujukan untuk berinvestasi bagi nasabah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah. Dana nasabah dikelola dengan cara disalurkan melalui pembiayaan usaha produktif yang sesuai dengan prinsip syariah dan menghasilkan bagi hassil yang kompetitif bagi nasabah.

2) Tabungan iB Baitullah Hasanah

Tabungan dengan akad mudharabah atau wadiah yang dipergunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kepastian porsi berangkat menunaikan ibadah haji (regular/khusus) dan merencanakan ibadah umrah sesuai keinginan penabung dengan sistem setoran bebas atau bulanan dalam mata uang rupiah dan USD.

3) Tabungan iB Tapenas Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad mudharabah untuk perencanaan masa denpan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan sistem setoran bulanan yang bermanfaat untuk membantu menyiapkan rencana masa depan seperti rencana liburan, ibadah umrah, pendidikan ataupun rencana pendidikan masa depan lainnya.

2. Penyaluran Dana (Lending) a. Produktif

1) Tunas Usaha iB Hasanah

Tunas Usaha iB Hasanah (TUS) adalah pembiayaan modal kerja dan atau investasi yang diberikan untuk usaha produktif yang feasible namun belum bankable dengan prinsip syariah dalam rangka mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2007.

2) Wirausaha iB Hasanah

Wirausaha iB Hassanah (WUS) adalah fasilitas pembiayaan produktif yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usaha-usaha produktif (modal kerja dan investasi) yang tidak bertentangan dengan syariah dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

3) Usaha Kecil iB Hasanah

Yaitu fasilitas pembiayaan produktif yang diberikan untuk pengembangan uasaha yang fesible guna memenuhi kebutuhan modal kerja atau investasi.

4) Umrah Keluarga Hasanah

b. Konsumtif

1) Griya iB Hasanah

Griya iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk membeli, membangun, merenovasi rumah (termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen dan sejenisnya),dan membeli tanah kavling serta rumah indent, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing calon.

2) Fleksi iB Hasanah

Yaitu fasilitas pembiayaan konsumtif bagi pegawai atau karyawan suatu perusahaan atau lembaga atau instansi untuk pembelian barang dan penggunaan jasa sesuai dengan syariah islam.

3) Multiguna iB Hasanah

Multiguna iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk membeli barang kebutuhan konsumtif dengan agunan berupa barang yang dibiayai (apabila bernialai materil) dan atau fixed asset yang ditujukan untuk kalangan professional dan pegawai aktif yang memiliki sumber pembayaran kembali dari penghasilan tetap dan tidak bertentangan dengan undang-

undang/hokum yang berlaku serta tidak termasuk kategori yang diharamkan Syariah Islam.

4) Pembiayaan Emas iB Hasanah

Yaitu fasilitas pembiayaan yang diberikan untuk membeli emas logam mulia dalam bentuk batangan yang diangsur secara pokok setiap bulannya melalui akad murabahah (jual beli).

5) Pembiayaan iB Oto Hasanah

Oto iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif murabahah yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk pembelian kendaraan bermotor dengan agunan kendaraan bermotor yang dibiayai dengan pembiayaan ini.

6) Hasanah Card

Yaitu kartu pembiayaan yang berfungsi sebagai kartu kredit berdasarkan prinsip syariah, yaitu dengan sistem perhitungan biaya bersifat tetap, adil, transparan, dan kompetitif tanpa perhitungan bunga.

7) CCF iB Hasanah

CCF iB Hasanah adalah pembiayaan yang dijamin dengan cash, yaitu jaminan dengan simpanan dalam bentuk Deposito, Giro, dan Tabungan yang diterbitkan BNI Syariah.

8) Multijasa iB Hasanah

Multijasa iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada masyarakat untuk kebutuhan jasa dengan agunan berupa fixed asset atau kendaraan bermotor selama jasa dimaksud tidak bertentangan dengan undang-undang/hokum yang berlaku serta tidak termasuk kategori yang diharamkan Syariah Islam.

9) Talangan Haji iB Hasanah

Pembiayaan THI iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang ditujukan kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan biaya setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang ditentukan oleh Departemen Agama, untuk mendapatkan nomor seat porsi haji dengan menggunakan akad ijarah.

3. Produk Jasa

Produk jasa yang ada pada BNI Syariah Kantor Cabang Fatmawati adalah:

a. ATM (Autometic Teller Machine)

Alat elektronik yang melayani nasabah dalam mengambil uang dan mengecek rekening tabungan tanpa harus dilayani oleh seorang teller.

b. Kliring (proses pelunasan hutang piutang antar bank)

Sarana perhitungan warkat antar bank dalam satu wilayah kliring yang sama yang bertujuan untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.

c. Transfer atau kirim uang

Kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu atas permintaan pihak ketiga yang ditunjuk kepada penerima ditempat lain.

d. Payroll Gaji

Layanan auto kredit gaji pegawai ialah layanan pembayaran gaji yang dilakukan oleh BNI Syariah atas dasar perintah dari perusahaan/instansi pembayar gaji, untuk mendebet rekeningnya dan mengkredit ke rekening pegawainya.

4. Struktur Organisasi dan Deskripsi Tugas Bank BNI Syariah Gambar 4.1

STRUKTUR ORGANISASI KANTOR CABANG

Adapun deskripsi tugas dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

1. Branch Manager

a. Menetapkan rencana kerja dan anggaran, sasaran usaha, tujuan yang akan dicapai, strategi dan rencana program pelaksanaan.

b. Penyelia (mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi) secara langsung unit-unit kerja menurut bidang tugasnya (pelayanan

nasabah, pengembangan dan pengendalian usaha serta pengelolaan operasional dan administrasi) di area/wilayah kerjanya sejalan dengan sistem dan prosedur yang berlaku.

c. Memasarkan produk dan jasa-jasa BNI Syariah kepada nasabah serta menggali calon nasabah potensial dalam rangka meningkatkan bisnis dan menguasai pangsa pasar didaerah kerjanya.

2. Business Manager

a. Merumuskan strategi pemasaran cabang.

b. Memastikan tercapainya target pembiayaan cabang.

c. Memastikan tercapainya target pendanaan cabang.

d. Memastikan tercapainya target fee based income cabang.

e. Memastikan kelayakan nota analisa pembiayaan.

f. Memastikan kualitas aktiva produktif dalam kondisi terkendali dan pelaksanaan pengawalan terhadap seluruh nasabah cabang.

g. Memastikan penyelamatan seluruh pembiayaan bermasalah dicabang.

h. Memastikan ketepatan pembiayaan seluruh kewajiban nasabah cabang.

i. Memastikan implementasi standar pelayanan prima terhadap nasabah prioritas.

3. Operasional Manager

Memberi dukungan kepada pimpinan cabang syariah dan bekerjasama dalam hal:

a. Menyusun rencana kerja dan anggaran, sasaran usaha dan penetapan target pelayanan dan tujuan-tujuan lain yang akan dicapai.

b. Mengorganisasikan serta mengelola SDM yang ada di unit front office dan back office.

c. Pelaksanaan penerbitan garansi bank (full over).

d. Penyediaan informasi dan pelayanan transaksi giro wadiah, tabungan mudharabah, deposito mudharabah dan produk BNI Syariah lainnya kepada nasabah.

e. Memberikan jasa pelayanan BNI Syariah kepada nasabah.

f. Pelayanan semua jenis transaksi kas tunai dan pemindahan.

g. Menyelia (mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi) secara langsung seluruh unit-unit operasional yang berada dibawahnya sejalan dengan prosedur dan kebijakan yang ditetapkan.

h. Memastikan berjalannya program-program peningkatan budaya pelayanan (sevice culture enhancement).

4. Consumer Seles Head

a. Menyelia langsung kegiatan:

1. Memasarkan produk dan jasa perbankan kepada nasabah/calon nasabah.

2. Mengelola permohonan pembiayaan ritel (produktif, konsumtif).

3. Pemantauan nasabah dan kolektibilitas.

4. Mengelola kualitas portepel pembiayaan dan penyelesaian pembiayaan bermasalah.

5. Melayani dan mengembangkan hubungan dengan nasabah non ritel.

6. Melakukan penelitian potensi ekonomi daerah dan menyusun peta bisnis.

b. Mendukung dan mensupport berjalannya program-program peningkatan budaya pelayanan (service culture enhancement).

5. Consumer Processing Head

a. Melakukan verifikasi data dana kelengkapan dokumen permohon pembiayaan consumer.

b. Melakukan penilaian jaminan nasabah terkait proses permohonan pembiayaan consumer, jika cabang belum mengikuti aktivitas Sentra Transaksi.

c. Memproses permohonan pembiayaan consumer melalui aplikasi proses pembiayaan dan mengelola validasi datanya

d. Mengajukan keputusan atas pembiayaan consumer yang telah diproses.

e. Melakukan pemeriksaan data sistem informasi debitur untuk pembiayaan produktif dan consumer.

6. Financing Card Business Head

a. Menyusun rencana, strategi dan laporan penjualan kartu pembiayaan (Hasanah Card) untuk wilayah pemasaran yang menjadi tanggung jawabnya.

b. Memasarkan produk kartu pembiayaan.

c. Memproses verifikasi awal permohonan kartu pembiayaan.

d. Melakukan dan mensupervisi aktivitas collection kartu pembiayaan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

e. Mengelola kepegawaian dan menjalankan proses rekrutmen tenaga pemasar kartu pembiayaan yang berstatus outsourcing.

f. Berkoordinasi dengan kantor pusat terkait dengan permasalahan pemasaran, organisasi dan collection kartu pembiayaan diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

7. Customer Service Head

a. Menyelia langsung seluruh kegiatan pelayanan yang dilakukan asisten pelayanan nasabah antara lain meliputi:

1. Pembukaan dan pengelolaan rekening, transaksi produk jasa dalam maupun luar negeri, penerbitan BNI card, phone plus, serta melayani transaksi pencairan deposito dan lain-lain.

2. Melakukan refferel dan crosselling kepada walk in customer serta mengarahkan nasabah untuk menggunakan saluran

berbiaya rendah (ATM, phone plus) kepada nasabah yang akan datang,

b. Bertanggung jawab untuk mengontrol dan memecahkan permasalahan yang ada, mengelola kepegawaian di unit yang dikelolanya, memeriksa pelaporan-pelaporan yang dibuat unitnya.

c. Mengupayakan berjalannya program-program peningkatan budaya pelayanan (service culture enhancement).

8. Operasional Head

a. Menyelia langsung pegawai di unit administrasi domestic dan kliring dan melaksanakan kegiatan meliputi: mengelola transaksi kliring termasuk KU/inkaso dalam negeri, melaksanakan entry transaksi keuangan secara kliring/pemindahan ke dalam sistem, mengelola komunikasi cabang, menyelesaikan transaksi daftar pos terbuka (DPT) rupiah.

b. Mendukung dan mensupport berjalannya program-program peningkatan budaya pelayanan (service culture enhancement).

9. General Affairs Head

a. Menyelia seluruh pegawai di unit administrasi keuangan dan umum untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pengelolaan administrasi keuangan dan umum cabang syariah dalam usaha:

1. Mengelola sistem otomasi di KC Fatmawati dan Cabang Pembantu Syariah.

2. Mengelola kebenaran dan sistem transaksi keuangan cabang syariah dan cabang pembantu syariah.

3. Mengelola laporan harian sistem kantor cabang syariah dan cabang pembantu syariah.

4. Mengendalikan transaksi kantor cabang syariah dan cabang pembantu syariah.

5. Mengelola laporan kantor cabang pembantu syariah.

b. Menyelia langsung seluruh kegiatan pengelolaan administrasi kepegawaian, kebutuhan logistic, akomodasi, transportasi dan penyelenggaraan administrasi umum dan kearsipan.

c. Mendukung dan mensupport berjalannya program-program peningkatan budaya pelayanan (service culture enhancement).

10. SME Financing Head

a. Memasarkan produk pembiayaan produktif ritel.

b. Memproses permohonan pembiayaan produktif ritel.

c. Melakukan penilaian jaminan nasabah terkait proses permohonan pembiayaan produktif ritel.

d. Mengelola pemantauan, melakukan collection dan memproses usulan pembiayaan produktif ritel dengan kategori kolektibilitas 1 dan 2.

e. Memproses pengalihan pengelolaan nasabah pembiayaan produktif kepada Recovery & Remedial Head sesuai ketentuan berlaku.

11. Recovery & Remedial Head

a. Melakukan collection kepada nasabah pembiayaan.

b. Memproses usulan penyelamatan nasabah pembiayaan.

c. Memproses usulan dan eksekusi penyelesaian nasabah.

d. Memproses usulan hapus buku nasabah pembiayaan.

12. Back Office Head

a. Mengelola lapangan keuangan dan kebenaran pembukaan transaksi- transaksi cabang.

b. Mengelola administrasi dari data kepegawaian cabang.

c. Mengelola urusan pengadaan cabang dan urusan umum lainnya.

d. Mengelola kepegawaian penunjang (satuan pengamanan, supir, pelayanan, jaga malam, dll) cabang.

B. Temuan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian berupa kuesioner kepada nasabah tabungan BNI syariah dari 30 orang responden yang penulis ambil, kemudian jawaban dari pendapat para responden pada lembar kuesioner yang penulis buat terdiri dari 25 pernyataan. Serta 5 orang responden yang diwawancarai dan menjawab 5 pertanyaan untuk menguatkan hasil penemuan yang telah penulis lakukan.

Hasil dalam lembar kuesioner yang di respon oleh 36 responden tersebut, penulis akan membuat asumsi dari setiap hasil jawaban pernyataan yang direspon oleh para responden. Jawaban para responden akan dihitunga

banyaknya dalam memberi pendapat dan diperoleh hasil pada setiap pernyataan sebagai berikut:

1. Motivasi Nasabah

a) Saya Menabung di Bank BNI Syariah Karena Fasilitas yang Memadai

Tabel 4.1

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 2,8 %

3 Netral 5 13,9 %

4 Setuju 23 63,9 %

5 Sangat Setuju 7 19,4 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.1 mengenai motivasi nasabah menabung karena fasilitas yang memadai, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab tidak setuju sebanyak 1 orang atau (2,8

%), nasabah yang menjawab netral sebanyak 5 orang atau (13,9 %), nasabah yang menjawab setuju sebanyak 23 orang atau (63,9 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 7 orang atau (19,4 %).

b) Produk yang Ada Pada Bank Syariah Sudah Sesuai Dengan Keinginan Saya

Tabel 4.2

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 2,8 %

3 Netral 9 25 %

4 Setuju 21 58,3 %

5 Sangat Setuju 5 13,9 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.2 mengenai motivasi nasabah menabung karena sesuai dengan keinginan saya, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab tidak setuju sebanyak 1 orang atau (2,8

%), nasabah yang menjawab netral sebanyak 9 orang atau (25 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 21 orang atau (58,3 %), dan nasabah menjawab sangat setuju sebanyak 5 orang atau (13,9 %).

c) Saya Menabung di Bank BNI Syariah Karena Produk Tabungan nya Lebih Unggul dari Bank BNI Konvensional

Tabel 4.3

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju - -

3 Netral 12 33,3 %

4 Setuju 15 41,7 %

5 Sangat Setuju 9 25 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.3 mengenai motivasi nasabah menabung karena bank BNI syariah produk tabungan nya lebih unggul dari bank BNI konvensional, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab netral sebanyak 12 orang atau (33,3 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 15 orang atau (41,7 %), dan nasabah menjawab sangat setuju sebanyak 9 orang atau (25 %).

d) Lokasi Bank BNI Syariah Strategis Karena Berada di Dekat Kantor Saya

Tabel 4.4

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 2,8 %

3 Netral 17 47,2 %

4 Setuju 9 25 %

5 Sangat Setuju 9 25 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.4 mengenai motivasi nasabah karena lokasi yang dekat dengan kantor saya, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab tidak setuju sebanyak 1 orang atau (2,8

%), nasabah menjawab netral sebanyak 17 orang atau (47,2 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 9 orang atau (25 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 9 orang atau (25 %).

e) Lokasi Bank BNI Syariah Dekat Dengan Rumah Tempat Tinggal Saya

Tabel 4.5

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 2 5,6 %

3 Netral 12 33,3 %

4 Setuju 13 36,1 %

5 Sangat Setuju 9 25 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Bersarkan tabel 4.5 mengenai motivasi nasabah menabung karena dekat dengan rumah tempat tinggal saya, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab tidak setuju sebanyak 2 orang atau (5,6 %), nasabah menjawab netral sebanyak 12 orang atau (33,3 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 13 orang atau (36,1 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 9 orang atau (25

%).

f) Lokasi Kantor Cabang/Kas Yang Ada Memudahkan Akses Saya Menabung di Bank BNI Syariah

Tabel 4.6

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 2,7 %

3 Netral 10 27,8 %

4 Setuju 19 52,8 %

5 Sangat Setuju 6 16,7 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.6 mengenai motivasi nasabah menabung karena kantor cabang/kas yang ada memudahkan akses saya menabung di bank BNI syariah, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab tidak setuju sebanyak 1 orang atau (2,7

%), nasabah menjawab netral sebanyak 10 orang atau (27,8 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 19 orang atau (52,8 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 6 orang atau (16,7 %).

g) Kinerja Bank BNI Syariah Sudah Sesuai Dengan Prinsip-prinsip Syariah

Tabel 4.7

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju - -

3 Netral 8 22,2 %

4 Setuju 21 58,3 %

5 Sangat Setuju 7 19,4 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.7 mengenai motivasi nasabah menabung karena kinerja bank BNI syariah sudah sudah sesuai dengan prinsip- prinsip syariah, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab netral sebanyak 8 orang atau (22,2 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 21 orang atau (58,3 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 7 orang atau (19,4 %).

h) Pihak Bank BNI Syariah Melindungi Data Pribadi Nasabah Dengan Baik

Tabel 4.8

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju - -

3 Netral 4 11,1 %

4 Setuju 18 50 %

5 Sangat Setuju 14 38,9 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.8 mengenai motivasi nasabah menabung karena bank BNI syariah melindungi data pribadi nasabah dengan baik, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab netral sebanyak 4 orang atau (11,1 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 18 orang atau (50 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 14 orang atau (38,9 %).

i) Bank BNI Syariah Memberikan Kompensasi Kepada Nasabah Sesuai Dengan Kerugian Atas Kesepakatan Bersama

Tabel 4.9

No. Skala Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 2,8 %

3 Netral 18 50 %

4 Setuju 16 44,4 %

5 Sangat Setuju 1 2,8 %

Sumber: Lembar Kuesioner

Berdasarkan tabel 4.9 mengenai motivasi nasabah menabung karena bank BNI syariah memberikan kompensasi kepada nasabah sesuai dengan kerugian atas kesepakatan bersama, dapat dijelaskan melalui pilihan nasabah. Nasabah menjawab tidak setuju sebanyak 1 orang atau (2,8 %), nasabah menjawab netral sebanyak 18 orang atau (50 %), nasabah menjawab setuju sebanyak 16 orang atau (44,4 %), dan nasabah yang menjawab sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,8 %).

Dokumen terkait