• Tidak ada hasil yang ditemukan

D ASAR - DASAR K OMPOSISI

Dalam dokumen BUKU FOTOGRAFI UNTUK PELAJAR (Halaman 39-48)

Dalam bagian ini kalian akan memperoleh informasi tentang :

 Dasar Komposisi

 Komposisi Garis

 Komposisi Shape

 Kompoisis Form

 Komposisi Tekstur

 Komposisi Patterns

 Jenis-jenis komposisi

SEKILAS TENTANG KOMPOSISI DALAM FOTOGRAFI

Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara kalian menata komposisi dalam jendela bidik akan

diinterprestasikan kemudian setelah foto kalian tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan

perasaan yang kalian inginkan untuk berekspresi dalam foto kalian. Dengan demikian kalian perlu menata sedemikian rupa agar tujuan kalian tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatumengejutkan, beda, eksentrik. Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi karena penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.

Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna- warna cerah dengan warna-warna redup. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila

dibutuhkan mungkin kalian akan membutuhkan komposisi kalian seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang kalian buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila kalian menempatkan subjek ditengah. Kalian harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal.

The HandBook | smamdaPhoto Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamis

diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi karena adanya pengulangan berkali-kali sebuah objek yang berukuran kecil. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.

GARIS

Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis- garis itu menjadi dinamis.

SHAPE

Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk,

pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak.

Untuk membuat shape menonjol, kalian harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau

perbedaan warna.

Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri.

Ketika masuk kedalam sebuah pemkalianngan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.

FORM

Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan

kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.

The HandBook | smamdaPhoto TEKSTUR

Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek kalian.

Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah

pemkalianngan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.

Memotret tekstur dianggap berhasil bila

pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila

menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.

PATTERNS

Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama.

Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia

penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.

Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.

Dengan mempelajari prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis yang dapat kalian gunakan :

RULE OF THIRDS

Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar.

Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut- sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.

The HandBook | smamdaPhoto

FORMAT : HORIZON ATAU VERTIKAL

Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan

pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik.

KEEP IT SIMPLE

Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ramai sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya.

PICTURE SCALE

Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek

yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.

HORIZONS

Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemkalianngan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.

LEADING LINES

Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar.

Umumnya garis-garis ini berbentuk : Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.

BE DIFFERENT

Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik.

The HandBook | smamdaPhoto COLOUR

Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan

background.

FRAMING

Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.

SHOOTING POSITION

Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah merubah sudut pkalianng sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.

NUMBER OF SUBJECT

Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pkalianngan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang berbeda diantara sekian banyak subyek tersebut.

Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.

PENJELASAN

"Pengarang berkontemplasi dengan huruf, kata, kalimat dan paragraf, tulisan Tubagus mengenai hal ini benar dan sulit mengkomposisikan kata sesulit mengkomposisikan warna, bentuk dan tekstur ditambah cahaya lagi pada dunia fotografi. Tubagus ingin tetap berpendapat bahwa pengajaran komposisi 1/3 bagian dengan segala hukum fotografi itu wajib diterapkan tergantung situasi dan kondisi. Sebenarnya ilustrasi ini akan menjelaskan keberatan atas aplikasi hukum dan segala aturan dogma fotografi.

Seorang guru gambar SD memberi contoh gambar pemkalianngan dengan dua gunung dan satu matahari di tengah. Juga kemudian memaksakan murid-murid SD tersebut dengan teknik gambar orang dewasa seperti warna biru pada langit, warna coklat pada pohon, warna hijau pada daun dsb. Kalau anak SD tersebut mempunyai imajinasi sendiri yang

menggambarkan wajah berwarna ungu, rumbut berwarna jingga, dan proporsi yang nyeleneh.

Langsung ditegur oleh guru dogmatik tersebut.

The HandBook | smamdaPhoto Kejadian seperti ini banyak terjadi dan masih

sampai saat ini. Hasilnya setelah mahasiswa mereka di tes gambar, dan mereka masih menggambar dengan dua gunung dan satu mataharibetapa miskin kreatifitas para mahasiswa yang non seni rupa terutama.

Ternyata setelah diadakan penelitian, anak-anak itu adalah jenius menggambar yang hilang kejeniusannya setelah dewasa ujar Picasso. Para ahli pendidikan visual anak banyak berpendapat tidak boleh mengajar teknik menggambar orang dewasa kepada anak-anak di bawah usia 12 th, hal tersebut akan merusak kreatifitas anak tersebut.

Salah satu cara adalah membuat anak tersebut mengingat pengalaman jalan-jalan, ke kebun binatang, apa yang mereka tonton, kegiatan apa yang mereka lakukan dan kemudian

menceritakan dalam bentuk gambar dan sebebas- bebasnya. Boleh warna ungu pada wajah, boleh warna merah pada rumput dsb. Teknik ini sering disebut visualisasi yang tentunya pengarang seperti Tubagus dll apalagi fotografer perlu tahu visualisasi. Anak kecil dianggap jenius dan spontan dalam menggambar, kalau dia lagi benci kakaknya maka kakaknya digambar dengan gigi yang besar dan ekspresi lagi marah. Affandi dan

Picasso sekalipun tidak punya ekspresi sebebas dan sespontan anak-anak kecil.

Aturan hukum rule of the third, komposisi 9 bagian, simetris, komposisi diagonal pada dunia fotografi yang dimakan mentah-mentah oleh siswa dan dijadikan sebagai hukum yang tidak terbantahkan oleh fotografer (baca: ada dan tidak semua). Hukum-hukum tersebut ada setelah karya seni rupa dibuat. Tetapi seniman biasanya selalu berusaha keluar dari hukum-hukum tersebut. Fotografer dilatih rasa terhadap komposisi warna, bentuk, tekstur dan sinar.

Hukum itu hanya sebagai pengetahuan saja dan kadang-kadang masih muncul secara tidak sengaja pada saat pemotretan. Pada saat memotret kita biasanya tahu, melihat

(visualisasi) dan setelah jam terbangnya tinggi kita mulai main rasa pada komposisi. Kalau ngomong dan bicara terus emang sulit, paling gampang secara visual.

Monalisa yang obrak abrik latar belakangnya dari yang asli (gb1 asli). Gb 2 latar belakang turunkan garis horisonnya jadi seperti menggunakan lensa sudut lebar. Gb 3 latar belakang membesar seperti penggunaan lensa tele.

The HandBook | smamdaPhoto Rasanya ketiga gambar ini oke-oke aja. Rasa

misterius tidak berubah dari senyum Monalisa.

Latar belakang yang warnanya hijau monokrom seimbang saja, walau garis horisonnya berubah mengikuti hukum 1/3 dan ada yang tidak. Rasa keseimbangan tetap terjaga. Gimana kalau kita rubah warna pada langitnya? Nah, baru rasa keseimbangan pada lukisan ini terganggu.

Hukum 1/3 langsung tidak bisa berlaku lagi.

Pada contoh lain, warna merah baju, kuning kaos sebagai warna yang panas diseimbangkan dengan warna yang hijau dari rumput Gb 4. Pada pemotretan warna kita sering kali lebih

memainkan RASA terhadap proporsi warna bukan masalah garis horison 1/3 atau bukan.

Pada foto ini warna kaos kuning dengan orang

yang relatif ditengah gambar menjadi pusat perhatian. Terasa permainan keseimbangan antara warna kuning, merah dan warna hijau rumput. Pusat perhatian pada warna kuning dan bukan warna merah seperti lazimnya

Gb 5, coba ganti dengan warna merah semua dan ternyata rasa keseimbangan menjadi rasa warna merah vs warna hijau rumput, sedangkan warna lain seperti langit yang putih dan coklat kehitaman dari pohon sebagai penyeimbang yang tidak begitu kuat. Gb 6 coba mengikuti hukumatau selera Advertising yang mewajibkan langit biru.

The HandBook | smamdaPhoto Ternyata rasa humor dari orang-orang yang

bermain bola itu malah terganggu dengan warna birunya langit. Warna langit putih seperti gambar sebelumnya lebih tidak menonjol dan rasa kegembiraan orang-orang yang bermain lebih menonjol.

Gb7. coba ganti dengan hitam putih, ternyata hitam putih memang menonjolkan tekstur rumput dan bentuk manusia yang dorong- dorongan. Tetapi rasa humor dan kegembiraan pada contoh foto ini dibantu oleh warna pakaian merah dan kuning atau warna-warna cerah.

Memang belum tentu foto hitam putih yang dianggap bagus untuk memotret orang selalu berhasil dalam setiap kondisi. Pada foto hitam putih, warna bulatan-bulatan sinar itu yang mengganggu dan melemahkan. Pusat perhatian kita agak terpecah. Pada foto warna, baju kaos kuning dan merah berhasil menyeimbangkan gambar secara keseluruhan dan menjadi pusat.

Ditambah warna bola yang merah semua dan mengikat semua bentuk kebersamaan orang- orang yang bermain.

The HandBook | smamdaPhoto Mengembangkan rasa dalam melihat hubungan

bentuk dan warna masih lebih penting dari pada menerapkan hukum-hukum fotografi. Lagipula kita musti tahu apakah hukum 1/3 bagian dari lukisan pada era 500 th yang lalu (Leonardo da Vinci) bisa diterapkan pada fotografi. Fotografi merekam suatu yang realitas dan hampir yang seperti kita lihat terutama foto warna.

Hukum 1/3 bagian baru efektif digunakan pada foto yang ada garis horisonnya seperti di pantai, gunung, danau atau dataran yang luas dan terlihat garis horisonnya. Itupun tergantung dari warna langit, warna tanah dan posisi manusia atau benda yang difoto. baca pembahasan Tubagus jauh dari warna, bentuk, tekstur dan kualitas + arah sinar, seakan pada tulisan itu komposisi foto = grammar atau tata bahasa yang banyak aturannya. Komposisi foto sebenarnya bebas selama bisa menimbulkan rasa tertentu.

Selain analisa Rasa dari foto, pembahasan komposisi merupakan hal yang utama dalam melancarkan kritik foto. Yang jadi persoalan latihan meningkatkan rasa jauh lebih sulit dibandingkan belajar hukum fotografi atau teknik fotografi.***

The HandBook | smamdaPhoto

Dalam dokumen BUKU FOTOGRAFI UNTUK PELAJAR (Halaman 39-48)

Dokumen terkait