Bishop, K. David, penulis kedua dari buku “A Guide to the Birds of Wallacea”.
Mengunjungi Sangihe dan Talaud 1986, melaporkan penglihatan atas Eutrichomyas rowleyi dan Loriculus catamene (Bishop 1992).
*Blasius, August Wilhelm Heinrich (1845-1912). dan (1888). Orang Jerman.
Berasal dari keluarga yang berkecimpung dalam zoologi (ayahnya Johann Heinrich Blasius, kakaknya Rudolf Heinrich Paul Blasius). Tahun 1871 menjadi profesor zoologi dan botani di Braunschweig University of Technology. Author dari Zosterops nehrkorni dan Thapsinillas platenae (1888)
*Bonaparte, Charles Lucien Jules Laurent (1803-1857). Kemenakan dari Napolean Bonaparte. Pernah bekerja di kantor Schlegel setelah dilarang tinggal di Perancis dan Italia karena ide-ide politiknya. Mengunjungi museum- museum di Eropa untuk mempelajari koleksi burung. Author dari Ducula aenea paulina.
Bruce, Murray D., ahli burung berkebangsaan Australia. Penulis kedua buku
“Birds of Wallacea” (BOU Checklist, 1986). Mengunjungi Sangihe tahun 1978 dan menjadi orang pertama yang melaporkan keberadaaan Eutrichomyas rowleyi setelah 105 tahun tak ada berita.
Bruijn, Antonius Augustus (1874?). Pegawai angkatan laut Kerajaan Belanda.
Kawin dengan saudara perempuan dari L.D.H. Duivenbode dan tinggal di Ternate sebagai menantu dan penerus bisnis mertuanya M. Dirk van Renesse van Duivenbode. Mengikuti jejak iparnya L.D.H. sebagai kolektor sejarah alam dengan mengirim pemburu dengan kapal-kapalnya ke berbagai tempat termasuk Papua dan membuat koleksi dalam jumlah banyak dan berharga.
Koleksi bulu-bulu cenderawasih dijual di Paris, koleksi dari Sangihe dikirim ke MGD. Kolektor dari Pitta erythrogaster caeruleitorques (1875), Dicaeum aureolimbatum laterale (?), dan Dicaeum celebicum sanghirense (1876).
*Brüggemann, Friedrich (1850-1878). Ahli zoologi dan serangga berkebangsaan Jerman. Pernah menjadi asisten di Zoological Institute di Jena, Jerman, belakangan menggeluti koleksi terumbu karang di BMNH. Meninggal dalam usia muda karena pendarahan paru-paru. Author dari Treron sangirensis (1876) dan Pitta erythrogaster palliceps (1876).
*Cabanis, Jean Louisn (1816-1906). Ahli burung berkebangsaan Jerman.
Setelah belajar di University of Berlin (1835–1839), berkelana ke Amerika Utara dan kembali tahun 1841 dengan koleksi material sejarah alam yang banyak. Pernah menjadi asisten kemudian direktur dari Berlin University Museum. Mendirikan Journal fur Ornithologie tahun 1853 dan menjadi editornya selama 40 tahun. Author dari Oriolus chinensis formosus (1872).
Crane, Cornelius (1905-1962). Donatur dan pemimpin Crane Pacific Expedition, sebuah ekspedisi dengan kapal layar yang melibatkan ahli-ahli dari Chicago’s
Field Museum of Natural History (Desember 1928 dan Agustus 1929). Selain mengunjungi berbagai wilayah Pasifik, juga mengunjungi beberapa tempat Asia Tenggara dan mengumpulkan berbagai spesimen binatang. Untuk burung, spesimen dikumpulkan oleh dua kolektor, Walter A. Weber dan Frank C. Wonder (1.198 sepsimen). Daerah Sulawesi Utara dikunjungi pada bulan Juni 1929, yaitu Pulau Lembeh (14), Selat Lembeh (17-20), Batuangus (18- 19), Danau Tondano (22), dan Pulau Sangihe (24). Di antara yang dikumpulkan dari Sangihe yaitu Leptocoma aspasia sangirensis, Anthreptes malacensis heliocalus, Dicaeum celebicum sanghirense. Koleksi diidentifikasi oleh Ernst Mayr dan seorang relawan bernama Sidney Camras.
Cursham, Charles W. Pedagang peranakan Belanda-Sulawesi, tinggal di Manado.
Mula-mula melakukan koleksi di sekitar Manado (sebelum 1892), tapi karena terpengaruh dengan A.B. Meyer dan W. Rothschild, mulai melakukan koleksi di daerah lain. Antara tahun 1892-1896 mengirimkan pemburu lokal ke beberapa daerah di Minahasa, dan ke pulau-pulau sekitarnya, termasuk Sangihe dan Talaud (sekitar 1892) dan Banggai. kolektor dari Megapodius cumingii talautensis.
Duivenbode, L.D.H. Alexander van Renesse van. Peranakan Belanda-Ternate, pemilik perkebunan sekaligus pedagang yang tinggal di Manado. Anak dari pedagang terkenal di Ternate, Maarten Dirk van Renesse van Duivenbode.
Biasa mengirim pemburu-pemburu untuk mengumpulkan satwa terutama burung. Sebagian koleksi dijual, sebagian lagi diberikan kepada beberapa museum di Eropa. Burung-burung berlabel ‘Manado’ yang banyak dijual di pasar-pasar Eropa antara 1870-1880 kemungkinan besar berasal darinya.
Selain Minahasa dan pulau-pulau sekitarnya, dia juga mengumpulkan burung diantaranya Aethopyga duyvenbodei dan Otus siaoensis. Nama duyvenbodei diberikan sebagai penghormatan.
Freer, Paul, C. (1862-1912). Orang Amerika. Direktur Bureau of Science di Manila antara 1905-1912. Kolektor dari Ducula pickeringii palmasensis.
*Hartert, Ernst Johann Otto (1859–1933). Ahli burung kelahiran Jerman.
Pernah bekerja sebagai kurator burung di museum pribadi Lionel Walter Rothschild di Tring, Inggris (1892-1929). Author dari Prioniturus platurus talautensis (1898) dan Todiramphus enigma (1904).
*Hachisuka, Masauji (Masa Uji), Marquis (1903-1953). Ahli burung berkebangsaan Jepang. Doktor biologi dari Cambridge, Inggris. Author dari Anthreptes malacensis sanghirana (yang digantikan oleh Anthreptes malacensis heliocalus, lihat teks).
Hickson, Sydney John (1859-1940). Naturalis Inggris, mengunjungi Sangihe dan Talaud tahun 1885-86. Melaporkan antara lain mengenai Nuri talaud (Eos histrio) dan Gosong filipina (Megapodius cumingii). Pengalaman dari perjalanannya ditulisnya dalam buku ”A Naturalist in North Celebes”.
Koleksinya disimpan di ZDUC, Cambridge.
Hoedt, Dirk Samuel (1815-1893). Pegawai sipil peranakan Belanda-Ambon.
Melakukan koleksi di Sangihe dan Siau pada tahun 1860-an dan mengirimnya ke RMNH Leiden. Kolektor dari paratype Otus collari (1866) dan Megapodius cumingii sanghirensis (1865 dan 1866)
Holmes, Derek A. Orang Inggris, ahli burung-burung Indonesia, pendiri Indonesian Ornithology Society, dan pernah menjadi pengasuh jurnal burung
’Kukila’. Mengunjungi Sangihe dan Talaud tahun 1995 dan melaporkan keberadaan Nuri talaud (Eos histrio) serta meneliti masalah taksonomi dari Cekakak talaud (Halcyon enigma). Bersama-sama dengan Karen Phillips, Holmes adalah penulis buku ’The Birds of Sulawesi’ (1996).
Laglazie (Laglaize?), Léon. Naturalis dan kolektor berkebangsaan Perancis.
Melakukan ekspedisi ekstensif di beberapa tempat, mengunjungi Sulawesi dan Sangihe sekitar tahun 1880 (Mindanau, Desember 1875). Koleksinya sekarang disimpan di Paris dan di beberapa museum lain, salah satunya yaitu spesimen Coracornis sanghirensis yang diperoleh dari Peta, Sangihe, tahun 1878.
Spesimen dikirim ke MNHN Paris tahun 1881 dan dipertelakan oleh Emile Oustalet.
*Lambert, R. Frank. Mengunjungi beberapa tempat di Sangihe dan Talaud antara bulan Agustus dan Desember 1996 untuk melakukan assesment terhadap status Eos histrio. Dalam survey yang dibantu dua anggota Mapala Areca Vestiaria itu, Christian Mamengko dan Maju Bintang ’Kobar’
Hutajulu, dia menemukan dua jenis baru. Kolektor sekaligus Author dari Gymnocrex talaudensis, Amaurornis magnirostris, dan bersama Rasmusen merevisi status taksonomi dari Otus collari; ketiganya tahun 1998.
*Mayr, Ernst (Walter) (1904-2005). Ahli burung, juga salah seorang taksonom dan biologiwan evolusioner terkemuka abad 20. Belajar di University of Greifswald, dan Humboldt University of Berlin, dan pernah bekerja lapangan untuk burung-burung Papua. Pemenang International Prize for Biology dan Nominee untuk National Book Award for Science. Memublikasi ratusan taksa burung (genus, spesies, subspesies). Author dari Tachybaptus novaehollandiae fumosus.
*Mearns, Edgar Alexander (1856-1916). Ahli burung berkebangsaan Amerika.
Lulusan Columbia College of Physicians and Surgeons dan memiliki karir yang panjang dalam bidang militer sebagai dokter bedah. Co-founder dari the American Ornithologist Union. Author dari Ducula pickeringii palmasensis.
Mees, Gerlof Fokko (1926-2013) ahli burung dan ikan (ichthyologist) kelahiran Belanda. Pernah mengikuti wajib militer (1946-1949) dan mengambil bagian dalam upaya Belanda kembali ke Indonesia, tempat mana dia kemudian tertarik dengan burung. Belajar biologi di Universitas Leiden dan memperoleh gelar doktor tahun 1956. Pernah menjadi asisten di Departemen Burung RMNH (1955-1957), kurator Vertebrata di Western Australian Museum (1958- 1963) dan kurator burung di RMNH Leiden (sampai 1991). Kembali ke Australia dan tinggal disana sampai meninggalnya. Mees adalah ahli yang mencurigai adanya kesalahan pada pelabelan Anis-bentet sangihe (Coracornis sanghirensis).
Meise, Wilhelm (1901-2002). Terdidik sebagai guru kemudian belajar di Universitas Friedrich Wilhelms, Berlin (1924), Di bawah bimbingan Stresseman, menulis tesis tentang hibridisasi sejenis burung gagak (1926).
Bekerja di bagian burung Museum für Naturkunde, Berlin sebagai pembantu Stresemann, kemudian pindah ke Staatliche Museum für Tierkunde und
Vökerkunde Dresden (1929). Pernah ditawan di Siberia setelah Perang Dunia II, tapi sejak tahun 1950 bekerja di museum Universitas Hamburg. Meise adalah ahli yang ’menciptakan’ genus Eutrichomyias untuk Seriwang sangihe
*Meyer, Adolf Bernhard (1840-1911), ahli burung berkebangsaan Jerman, penulis pertama dari buku ‘Birds of Celebes and Neighbouring Islands’ (1898).
Melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Indonesia (1870-1873), diantaranya Minahasa dan pulau-pulau sekitarnya. Juga mengirim pemburu ke Sangihe. Author dari Leptocoma sericea sangirensis (1874), Eutrichomyias rowleyi (1878), Ducula aenea intermedia (1894, bersama L. Wiglesworth);
Eos histrio talautensis (1894, bersama L. Wiglesworth), Tanygnathus lucionensis talautensis (1895, bersama L. Wiglesworth), Tanygnathus sumatranus sangirensis (1894), bersama L. Wiglesworth), Edolisoma morio talautensis (1895, bersama L Wiglesworth), Terpsiphone cinnamomea talautensis (1894), Dicaeum celebicum talautense (1895), Leptocoma sericea talautensis (1894, bersama L. Wiglesworth), Zosterops everetti babelo (1895, bersama L. Wiglesworth), Pitta erythrogaster inspeculata (1894), Ceyx fallax sangirensis (1898, bersama L Wiglesworth). Kolektor dari salah satu paratype Otus collari (1871). (lihat juga Wiglesworth).
Muller, Philipp Ludwig Statius (1725-1776). Profesor dan ahli zoology bangsa Jerman. Antara 1773 dan 1776 memublikasikan terjemahan bahasa Jerman dari karangan terkenal dari Linnaeus, Systema Naturae,. Author pertama untuk banyak jenis (termasuk yang bukan burung). Umumnya dikutip sebagai
"Muller" atau ’Muller, P. L. S.’ (sering dengan ü tapi yang betul u). Author dari Eos histrio histrio (1776).
Murray, Sir John (1841-1914). Biologiwan kelautan dan ahli limnologi berkebangsaan Skotlandia. Pernah belajar di beberapa kota di Amerika Utara, kemudian kuliah di University of Edinburgh (sejak 1864) tapi tidak selesai.
Pernah menjabat Direktur Stasiun Kelautan Skotlandia dan disebut-sebut sebagai bapak ilmu oceanografi. Bergabung dengan Challenger Expedition tahun 1872, mula-mula pada tahap persiapannya tapi kemudian ikut berlayar sebagai naturalist. Selama empat tahun perjalanan, membantu penelitian- penelitian yang terkait kelautan. Selanjutnya menjadi direktur kantor Challenger di Edinburgh (1882) dan memublikasikan laporan-laporan hasil ekspedisi (1896). Murray nampaknya orang yang membeli spesimen tipe dari Eos histrio challengeri ketika HMS Challenger berlabuh di dekat Kakorotan (1875).
Oberholser, Harry Church (1870-1963). Ahli burung berkebangsaan Amerika.
Kuliah di Columbia University dan George Washington University (1914).
Pernah bekerja sebagai ornithologist, biologist, dan editor di US Bureau of Biological Survey (sekarang US Fish and Wildlife Service) (1895-1941).
Tahun 1941 menjadi kurator burung di Cleveland Natural History Museum.
Author dari Anthreptes malacensis heliocalus (1923).
Oustalet, (Jean-Frédéric) Émile (1844-1905). Ahli zoology berkebangsaan Perancis. Belajar di Ecole des Hautes-Etudes dengan pekerjaan ilmiah pertama tentang organ pernapasan dari larva capung. Pernah bekerja di Muséum National d'Histoire Naturelle sebagai asisten naturalist (1873), juga profesor
dalam bidang hewan menyusui (1900). Menulis beberapa buku burung, termasuk burung-burung Tiongkok (1887; penulis kedua) dan burung-burung Kamboja (1899). Author dari Coracornis sanghirensis (1881).
Platen, Carl Constantin (1843-1898). Dokter berkebangsaan Jerman. Mula-mula berpraktek di Amoy, Tiongkok, tapi kemudian menjadi pengumpul spesimen, terutama burung dan kupu-kupu. Bersama isterinya, Margarete, mengunjungi banyak tempat di Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Filipina (1878-1894), dan juga Sangihe (1886-1887) dimana dia diketahui tinggal di Manganitu. Hasil perjalanan mencakup 728 spesimen dari 141 taksa burung, yang kebanyakan diteliti oleh temannya A.W.H. Blasius di SNMB. Yang lain dijual ke dealer sejarah alam Jerman bernama Wilhelm Schlüter. Kembali ke Jerman tahun 1894, mengalami keadaaan hampir buta dan tuli. Selain mengoleksi, Platen juga menulis tentang perjalanannya di Sulawesi dan Sangihe dalam
‘Gefiederten Welt’ 1879: 358, 378; 1887: 193, 264). Dia adalah kolektor dari holotype Otus collari. Thapsinillas platenae adalah salah satu burung yang dinamai menurut namanya.
Rasmusen, Pamela Cecil (lahir 1959). Ahli burung terkemuka berkebangsaan Amerika. Pernah menjadi peneliti di Smithsonian Institution di Washington.
Penelitian awalnya yaitu tentang fosil dan burung-burung laut Amerika Utara.
Selanjutnya menjadi spesialis burung Asia yang mempertelakan sejumlah jenis baru serta mengklarifikasi status taksonomi beberapa jenis yang lain.
Rasmusen adalah penulis utama buku ’Birds of South Asia: The Ripley Guide’
yang terkenal karena cakupan geografi dan jenisnya yang lebih luas dari buku- buku sebelumnya. Author dari Otus collari (bersama Lambert), klarifikator status taksonomi dari Zosterops nehrkorni (bersama J.C. Wardil, F.R.
Lambert, dan J. Riley).
Riley, Jonathan (Jon). Orang Inggris yang memimpin Ekspedisi Burung York- Unsrat ke Kepulauan Sangihe-Talaud (1995-1999). Melaporkan hasil-hasil ekspedisi, termasuk menemukan ulang dan mereview status dari beberapa jenis endemik dan bersebaran terbatas (yang beberapa di antaranya pernah diduga punah. Terlibat dalam aksi-aksi penyadaran konservasi melalui Action Sampiri, sebuah kelompok lokal yang dipimpin oleh rekannya Jim Wardill.
Bersama-sama dengan Wardil serta beberapa mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado mendirikan Yayasan Sampiri (1999), sebuah lembaga lokal yang melanjutkan kegiatan-kegiatan Action Sampiri.
Rosenberg, Karl (Carl?) Benjamin Hermann von (1817-1888). Seorang Jerman, bekas tentara, surveyor, dan pegawai sipil. Tak lama sesudah 1839, mulai bekerja sebagai kartografer militer di Indonesia dengan tugas melakukan survey topografi. Selanjutnya tinggal di Indonesia selama 30 tahun dengan pekerjaan juru gambar topografi Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya, dan kartografer serta surveyor di Maluku dan Papua. Sejak 1860-an mulai mengumpulkan spesimen untuk Herman Schlegel (NHM). Pernah mengirim pemburu ke Sangihe untuk mengumpulkan burung (1864?). Kolektor dari Pitta sordida sanghirana (1864).
Rozendaal, Frank D. (1957-2013), ahli burung dan kelelawar berkebangsaan Belanda. Termasuk di antara pendiri Dutch Birding Association (1979) yang
memublikasikan journal Dutch Birding. Mengunjungi Sangihe dan Talaud pada tahun 1985, membuat koleksi di Karakelang dan di Sangihe, dan melaporkan keberadaan Aethopyga duyvenbodei. Kolektor dari paratype Otus collari. Menemukan ulang burung Coracornis sanghirensis.
Roselaar, Cornelius Simon (lahir tahun 1947) (juga dikenal dengan nama Cornelis 'Cees' Simon Roselaar). Ahli biologi dan burung berkebangsaan Belanda. Author dari Megapodius cumingii talautensis (1994).
Salomonsen, Finn (1909-1983). Ahli burung berkebangsaan Denmark yang dikenal karena pekerjaannya mengenai burung-burung Greenland. Ayah dari penyanyi rock Denmark, Sanne Salomonsen. Memperoleh gelar dalam bidang zoologi tahun 1932 dan bekerja sebagai zoological assistant di kawasan- kawasan suaka alam Denmark. Pernah menjadi kurator burung di Museum Zoologi Kopenhagen dan editor untuk jurnal Dansk Ornithologisk Forenings Tidsskrift (1942-1961). Pernah terlibat ekspedisi ke Filipina (1951–1952) dan Kepulauan Bismarck (1962). Perevisi nama dari Dicaeum aureolimbatum laterale (1960).
Salvadori, Tommaso. Ahli zoology dan burung berkebangsaan Italia. Disebut- sebut sebagai salah satu spesialis burung Asia. Belajar kedokteran di Pisa dan Roma, dan pernah ikut dalam ekspedisi militer Garibaldi di Sisilia sebagai dokter batalion. Memublikasikan katalog burung Sardinia (1862) serta kira- kira 300 papers menyangkut ornithology, pernah menjabat Wakil Direktur di Royal Museum of Natural History, Turin (1879), dan pernah bekerja dengan katalog koleksi di BMNH (1880). Author dari Erythropitta caeruleitorques (1876), Aplonis panayensis sanghirensis (1876), Macropygia amboinensis sanghirensis (1879), dan Prionochilus sanghirensis (1876) yang direvisi menjadi Dicaeum aureolimbatum laterale oleh Salomonsen.
Schlegel, Hermann (1804-1884). Ahli burung kelahiran Jerman. Setelah pindah ke Wina (1866), mengambil kuliah dan kemudian bekerja di Naturhistorisches Museum Wina. Atas rekomendasi dari direktur Museum, tahun 1825 pindah ke NMH dan menjadi asisten dari Temminck Mula-mula bekerja dengan koleksi reptil tapi kemudian dengan mamalia dan burung. Tahun 1858 menjadi direktur NMH menggantikan Temminck. Schlegel berperan dalam kegiatan koleksi yang dilakukan oleh kolektor-kolektor seperti Hoedt dan von Rosenberg. Ikut mendirikan jurnal ’Notes from the Leyden Museum’.
Author dari Pitta sordida sanghirana (1866), Loriculus catamene (1871), Aethopyga duyvenbodei (1871), Otus siaoensis (1873), Dicaeum celebicum sanghirense (1876) dan Megapodius cumingii sanghirensis (1880).
Sharpe, Richard Bowdler (1847-1909). Kurator burung di BMNH (1872-1909).
Author dari Cittura sanghirensis (1868), Edolisoma morio salvadorii (1878).
Bekerja di perpustakaan Zoological Society sejak umur 19. Asisten Senior di Departemen Zoology BMNH (1872). Menulis sejumlah buku; karyanya Monograph Alcedinidae—yang mulai ditulis ketika berumur 17—terbit ketika dia berumur 22 tahun. Sharpe dikenal karena perannya dalam memperbanyak koleksi BMNH dari para kolektor dan pengelana. Untuk burung, dari 35,000 spesimen pada tahun 1872 menjadi kira-kira setengah juta pada waktu meninggalnya. Meninggal karena pneumonia.
Temminck, Coenraad Jacob (1778-1858). Aristokrat, ahli zoology berkebangsaan Belanda, pendiri dan direktur pertama dari RMNH (1820 sampai meninggalnya). Dari ayahnya yang pegawai VOC, mewarisi spesimen burung dalam jumlah besar, yang menjadi dasar dari koleksi RMNH.
Temminck adalah author dari Coracina bicolor (1824).
Vieillot, Louis Jean Pierre (1748-1831). Ahli burung terkemuka berkebangsaan Perancis. Pernah tinggal di Haiti tapi kemudian mengungsi ke Amerika setelah terjadi pemberontakan (yang disusul dengan meletusnya Revolusi Perancis di Eropa). Mengoleksi dan menjadi author pertama dari banyak burung Hindia Barat, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Antara tahun 1801-1825 memublikasi sebanyak 558 taxa (Genera, spesies, subspesies), dan sekurangnya 26 genera ciptaannya masih tetap dipakai hingga sekarang. Di akhir hidupnya, menerima pensiun dari pemerintah tapi kemudian meninggal dalam keadaan kelaparan dan nyaris tak dikenal. Vieillot adalah author dari Prioniturs platurus platurus (1818).
Wallace, Alfred Russel (1823-1913). Naturalis terkenal berkebangsaan Inggris.
Menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia, mencatat berbagai fenomena alam termasuk mengenai perbedaan antara fauna Indonesia Barat dan Timur serta gagasan-gagasan mengenai zoogeografi, pencetus teori evolusi di samping Darwin, juga menulis buku yang sangat terkenal yaitu ’The Malay Archipelago’. Namanya dipakai untuk kawasan biogeografi yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, yaitu Wallacea. Author dari Ducula concinna.
Waterstradt, Johannes (1869-1944), orang Denmark. Sejak tahun 1888 melakukan ekspedisi intensif ke Srilangka, Malaysia dan Indonesia (terutama Kalimantan). Pada tahun 1897 mengirim pemburu asal Kalimantan ke pulau- pulau Talaud untuk mengumpukan burung.1 Salah seorang pemburunya mengumpulkan holotype dari Prioniturus platurus talautensis.
Wiglesworth, Lionel William (1865-1901) Ahli burung berkebangsaan Inggris (1865–1901). Bersama-sama A. B. Meyer, menjadi author dari sejumlah jenis dan menulis buku terkenal ’The Birds of Sulawesi and Neighbouring Islands’
(1898).