• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dakwah Gemeinschaft and Gesellshaft

Dalam dokumen model-model dakwah di era kontemporer (Halaman 168-175)

pemberdayaan masyarakat ―Accept the community as they are “and “ Begin the community development work, where the community is”. Terimalah perlakukan masyarakat sebagaimana mereka adanya tanpa membandingkan dengan masyarakat lain, dan mulailah kegiatan pembangunan masyarakat di mana masyarakat berada. Artinya rencana pembangunan harus sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan, dan kebutuhan mana yang menjadi perioritas dipenuhi sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.

Sejalan pendapat di atas dengan teori pemberdayaan, yaitu sebelum pemberdayaan yang bersifat fisik, terlebih dahulu harus diberdayakan pola pikir masyarakat itu sendiri. Kemudian akan merubah perilaku dan tindakan untuk menjadi yang lebih baik, sehingga menumbuhkan motivasi dan inovasi baru masyarakat dalam bekerja guna perubahan dan kemandiriannya.

B. DAKWAH GEMEINSCHAFT AND GESELLSHAFT

kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab‖. Tujuan seperti diamanahkan dalam undang- undang tersebut menempatkan dimenasi moral keagamaan sebagai bagian yang penting. 4

Dakwah komunitas desa dan Komunitas Perkotaan, merupakan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah, adalah masyarakat yang haus hiburan. Mereka menerima pesan-pesan tersebut selagi tuntunan itu mengandung unsur hiburan. Sehingga dakwah menjadi pesan yang menghibur. Dai seakan menjadi pemain panggung, yang harus pandai berimprovisasi, demi kepuasan audien. Ini hanya salah satu contoh di mana kegiatan dakwah berhadapan dengan komunitas yang beraneka ragam budayanya, hobinya, tingkat pendidikannya, tingkat ekonominya, tetapi di‖persatukan‖ oleh persamaan kebutuhan, dan kebutuhan itu dicoba penuhi melalui kegiatan dakwah.

Sementara itu, dakwah yang berpola komunitas-multikultur adalah bernuansa kebangsaan, dan oleh karena itu berlaku juga aturan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam negeri Nomor 1 Tahun 1979, khususnya pada Bab III Pasal 3, yang menyebutkan: ―Pelaksanaan penyiaran agama dilakukan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, saling menghargai dan saling menghormati antara sesama umat beragama serta dilandaskan pada penghormatan terhadap hak dan kemerdekaan seseorang untuk memeluk/menganut dan melakukan ibadat menurut agamanya‖. Fungsi saling menghormati bisa dimaknai senantiasa memposisikan dakwah sebagai juru bicara kebudayaan. Dalam menyampaikan ajaran agama, sang juru dakwah tidak mengambil jarak dengan budaya setempat. Budaya yang beraneka di masyarakat perlu diperlakukan secara adil, daan

dijadikan pintu masuk untuk mana ajaran agama bias disosialisasikan. 5

4Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural , Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

5Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural, Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

Metode berdakwah dengan memadukan tuntunan dan tontonan, telah sejak lama dipakai sejak masuknya agama Islam di Indonesia.

Pada masyarakat Jawa, sudah tidak asing lagi, dengan peran Sunan Kalijaga misalnya, yang memanfaatkan media kesenian wayang sebagai media dakwahnya. Jenis kesenian ini menjadi instrument penting, untuk pendekatan secara kulturaal.

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia, kini telah diwarnai oleh mobilitas social yang sangat tinggi. Terjadi akulturasi (percampuran budaya) dan transkulturasi (tarik menarik antarbudaya), sejalan dengan kemajuan tekonologi dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Perkembangan yang spektakuler adalah pada teknologi komunikasi, yang kemudian sangat mempengaruhi pola dakwah masa kini.

Secara tematik, ada beberapa jenis kegiatan dakwah di masyarakat. Sebagian adalah pendalaman pengetahuan agama yang dilakukan secara rutin dan terjadwal. Sebagian lagi adalah mengusung tema tertentu yang melekat dengan pelaksanaan peringatan hari besar Islam, menyongsong event nasional seperti jelang Pemilu, memperingati proklamasi kemerdekaan, menghadapi musibah bencana alam, dll. 6

Lain lagi dengan kegiatan dakwah oleh para penyuluh agama.

Karena mereka adalah aparat pemerintah, maka bekerjanyapun lebih terikat pada jam-jam kerja. Ceramah agama disampaikan pada jam- jam kerja. Kecuali ada kebijakan lain, atas dasar perminataan audien, di mana pilihan waktunya berada di luar jam kerja kantor. 7

Substansi dakwah yang dikembangkan merupakan respon atas kondisi yang dilatarbelakangi oleh keragaman budaya atau masyarakat multikultural. Terutama masyarakat kota, yang didominasi oleh kaum urban. Pengertian multikultur sendiri, secara konsepsional ada dua perbedaan dengan makna yang saling berkatian. Pertama, multikultural sebagai kondisi kemajemukan kebudayaan atau pluralisme budaya dari suatu masyarakat. Kondisi

6Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural, Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

7Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural , Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

ini diasumsikan dapat membentuk sikap toleransi. Kedua, multikulturalisme merupakan seperangkat kebijakan pemerintah pusat yang dirancang sedemikian rupa agar seluruh masyarakat dapat memberikan perhatian kepada kebudayaan dari semua kelompok etnik atau suku bangsa. Hal ini beralasan, karena bagaimanapun juga, semua kelompok etnik atau suku bangsa telah memberi kontribusi bagi pembentukan dan pembangunan suatu bangsa. 8

Paham masyarakat multikultur adalah merayakan, mencari serta melindungi keragaman budaya termasuk mempertahankan agama dan bahasa kaum minoritas. Setelah perjalanan yang agak panjang, hak-hak kaum minoritas dewasa ini memperoleh apresiasi serta dukungan moral dan pendapat internasional, termasuk PBB. Yang tidak kalah penting adalah, paham multikultur ini memperoleh dukungan ajaran dasar Islam, seperti tersurat pada S. Hujarat 13, misalnya: Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dalam kaitan dengan polecy kedakwahan, multikulturalisme merupakan konsep sosial yang diintrodusir ke dalam kegiatan dakwah. Jadi dakwah berwawasan multikultural, merupakan kebijakan dakwah yang mampu mengayomi setiap kelompok dan mengapresiasi perbedaan kultur di masyarakat. Setiap kebijakan dakwah diharapkan mampu mendorong lahirnya sikap apresiatif, toleransi, prinsip kesetaraan antar budaya, kesetaraan gender,

kesetaraan antar pelbagai kelompok etnik, kesetaraan bahasa, agama, dan sebagainya.

Memilih tema dakwah yang multikulturalis adalah pilihan- pilihan yang secara tidak langsung, menangkap komitmen sosial untuk secara bersama-sama mengusung persoalan kemajemukan dan

8 Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural , Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

untuk kemaslahatan bangsa itu sendiri. Karena bagaimanapun kegiatan dakwah yang berhasil adalah yang selalu mempertimbangkan sisi kultural sekaligus multikultural dalam masyarakat. 9

Kebutuhan manusia akan dakwah komunitas merupakan kebutuhan yang oleh sementara kalangan merupakan kebutuhan skunder, yang hanya dianggap penting setelah terpenuhinya kebutuhan pokok yang lain. Sementara dakwah, yang ada sekarang menjadi bagian dari instrument kehidupan di tengah maraknya hiburan dan kebudayaan bazar, sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasidan teknologi informasi, serta media hiburan.

Dakwah juga berfungsi sebagai penyebar informasi keagamaan, karena melalui kegiatan ini, dakwah menanamkan pengetahuan keagamaan untuk bisa diserap oleh audien. Informasi keagamaan tesebut dikemas melalui retorika yang diciptakan oleh para pegiat dakwah. Oleh karenanya, keterbukaan dan penguasaan teknologi dan informasi mutlak diperlukan oleh para da‘i, jika mereka ingin tetap mempunyai penggemar dan bisa survive di tengah-tengah masyarakat yang dikenal dengan masyarakat modern. 10

Kemajemukan bangsa Indonesia secara kultural, sebagai sasaran dakwah, bukan sebuah cita-cita, tetapi adalah fakta sosial. Di

dalamnya juga terdiri komunitas-komunitas baru, yang berafiliasi pada kesamaan ideologi politik, keamaan paham keagamaan tertentu, kesamaan hobi, kesamaan profesi dan kesamaan minat lainnya.

Kegiatan dakwah di masyarakat, dan di media massa selama ini, relatif telah responsif, terhadap kondisi masyarakat yang modern.

Setidaknya telah berupaya agar pesan-pesan keagamaan yang disampaikan bisa diterima secara baik. Mereka biasa menggunakan berbagai metode dalam berdakwah. Namun masih menjadi pertanyaan besar: apakah substansi dakwah telah menyesuaikan

9Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural , Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

10Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural, Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

dengan kemajemukan dan atau keperbedaan kultur di masyarakat;

Apakah kebijakan dakwah multikultur telah terformulasi dengan baik. Demikian juga para da‘i sebagai nara sumber atau aktor, apakah sudah berkemampuan meramu kemajemukan tersebut.

Dimaksud dengan substansi dakwah di sini adalah segala aspek yang berfungsi dalam kegiatan tersebut, meliputi: Isi atau pesan- pesan yang disampaikan, Metode penyampaian, Narasumber atau da‘i yang berperan, Media yang digunakan. Sementara itu masyarakat kini juga telah mengarah pada pembentukan kekuatan civil society, yang juga memerlukan perhatian. Seakan menjadi keharusan sejarah, bahwa:

1. Setiap individu berdiri secara independen dari tiap ikatan keluarga dan pemerintah;

2. Dilemahkannya ikatan-ikatan primordial.

3. Konsep yang khas tentang dunia, dimulai dari fakta kesejarahan;

4. Ikatan keluarga dikeluarkan dari lingkaran kosmik, ritual dan pengorbanan, serta dibebaskan dari segala kesakralan;

5. Struktur sosial kehilangan kesakralannya;

6. Keterbukaan pimpinannya untuk dapat dinilai kemampuannya berdasarkan landasan- landasan yang universalistik;

7. Menggerakkan partisipasi segenap komponen masyarakat. 11

Intinya adalah dakwah komunitas (gemeinschaft and gesellshaft) yang dilakukan selama ini harus berorientasi pada pijakan metode dakwah yang persuasif dengan komunitas apa saja, baik komunitas nelayan, petani, masyarakat miskin, masyarakat kurang berpendidikan. Semua jenis komunitas tersebut harus diperlakukan berbeda sesuai dengan kebutuhan yang mereka hadapi. Begitu juga dalam aspek dakwah, tentu perlakuan metode dakwah dan materi dakwah harus disesuaikan dengan realitas sosial komunitas tersebut.

Dengan demikian Dakwah baru dapat berjalan

11 Marzani Anwar, Stategi Dakwah dalam Perspektif Multikultural , Lihat di web. dan blog pribadi. Prof.Dr. Marzani Anwar. diunduh tanggal 12 Juli 2017.

sesuai yang diharapkan dan dakwah komunitas harus terus dibina dan ditingkatkan dalam segala hal.

Dakwah Gesellshaft dapat juga disebut sebagai dakwah komunitas, dalam makna komunitas dalam segi perkumpulan banyak orang, bisa menyangkut organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, Persis, al- Khairat, Mathla'ul Anwar, Hidayatullah, dan sebagainya. Model dakwah ini sangat cocok untuk mengembangkan ajaran islam dan ajaran kemanusian.

Model dakwah yang dikembangkan adalah model dakwah kolektif dan partisipatif. Dimana dakwah tidak dilaksanakan secara individual namun dakwah dilakukan secara berjamaah dalam dimensi yang lebih massif dan berkelanjutan.

BAB KESEPULUH:

MODEL DAKWAH FILANTROPIS

Dalam dokumen model-model dakwah di era kontemporer (Halaman 168-175)