• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

F. Data dan Sumber Data

Data dan sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh baik dari peserta didik maupun guru kelas V. Data yang akan dianalisis diambil dari data observasi keterampilan bertanya peserta didik . Data saat proses pembelajaran berlangsung diambil dari lembar observasi, nilai hasil belajar peserta didik , dan catatan lapangan.

G. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 2. Lembar observasi

Lembar observasi merupakan daftar serangkaian kegiatan yang terdapat di dalam penelitian dan sebagai objek yang akan diamati seorang peneliti.

Lembar observasi mencakup beberapa aspek yang menjadi focus peneliti untuk diamati secara mendalam guna mengetahui keberhasilan penelitian. Jadi dalam penelitian ini peneliti menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keterampilan bertanya anak kelas V SDN Tunggakjati VI Kabupaten.

Karawang melalui pembelajaran model discovery learning

Tabel. 3.1 Lembar Keterampilan Bertanya Dalam Proses Pembelajaran PAI Melalui Model Discovery Learning

No.

Dimensi Keterampilan

Bertanya

Indikator Jumlah

Nomor 1. Pertanyaan

pengetahuan

1. Mengajukan pertanyaan

bersifat data 1

2. Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan informasi yang dihafal

1

2. Pertanyaan pemahaman

1. Mengungkapkan

pertanyaan yang dapat memperjelas gagasan

1

2. Membuat pertanyaan dengan informasi yang dimiliki.

1

3 Pertanyaan aplikatif

1. Mengajukan pertanyaan yang membuat jawaban dengan cara menerapkan

konsep.

1

2. Membuat pertanyaan yang

bersifat penerapan dengan 1 pengetahuan yang

dimilikinya

4 Pertanyaan 1. Mengajukan pertanyaan

yang bersifat konsep. 1

36 analisis 2. Mengungkapkan pertanyaan

yang membuatjawaban bersifat kompleks.

1

5 Pertanyaan evaluatif

1. Mengajukan pertanyaan

yang bersifat argumen. 1

2. Mengajukan pertanyaan yang membuat jawaban sesuai

dengan pandangannya.

1

6 Pertanyaan mencipta

1. Mengajukan pertanyaan yang membuat suatu cerita/tulisan dari sumber

yang dibaca

1

2. Mengajukan pertanyaan yang membuat suatu benda dari bahan yang

tersedia

1

P = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘¦π‘Žπ‘›g 𝑑iπ‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘₯ 100%

π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ iπ‘šπ‘Žπ‘™

Tabel. 3.2 Lembar Aktivitas Peserta didik Dalam Proses Pembelajaran PAI Melalui Model Discovery Learning

No Aspek yang di observasi Jumlah

Nomor 1. Memiliki kondisi sudah siap belajar. 1

2. Menyimak saat guru menyampaikan tujuan

pembelajaran.

1

3. Memahami langkah-langkah pembelajaran. 1 4. Mengamati dan konsentrasi saat

pengamatan disekitar sekolah. (Stimulation)

1

5. Menemukan Bacaan bacaan Mad pada ayat ayat QS. At Tin

sekolah. (Stimulation)

1

6. Menyimpulkan makna ayat QS. At Tin (Problem

Statement)

1

7. Membuat kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.

(Data Collection)

1

8. Berdiskusi dengan teman kelompok. (Data Collection)

1 9. Menuliskan hasil diskusi. (Data Processing) 1 10. Menjelaskan hasil diskusi. (Data Processing) 1 11. Mendengarkan penjelasan materi yang

disampaikan guru. (Verification)

1

12. Mengumpulkan hasil diskusi. (Verification) 1 13. Membuat contoh materi yang

dipelajari..

(Verification)

1

14. Bertanya terhadap hal yang belum dipahami kepada

guru. (Generalization)

1

15. Menyimpulkan materi pada hari ini.

(Generalization)

1

16. Mengerjakan tugas yang diberikan. 1

P = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘¦π‘Žπ‘›g 𝑑iπ‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘₯ 100%

π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ iπ‘šπ‘Žπ‘™

38

Tabel. 3.3 Lembar Aktivitas Guru Dalam Proses Pembelajaran PAI Melalui Model Discovery Learning

No Aspek yang di observasi Jumlah

Nomor 1. Mengkondisikan peserta didik sebelum belajar. 1

2. Melakukan presensi. 1

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 1

4. Menjelaskan langkah pembelajaran. 1

5. Meminta peserta didik untuk melakukan pengamatan

disekitar sekolah. (Stimulation) 1

6. Meminta peserta didik untuk menemukan Huruf yang dibaca

mad dlm QS.Attin. (Stimulation) 1

7. Mempersilahkan peserta didik untuk menyimpulkan makna QS.Attin. (Problem

Statement)

1 8. Mengarahkan peserta didik untuk membuat kelompok

yang terdiri dari 4-5 orang. (Data Collection) 1 9. Meminta peserta didik untuk berdiskusi dengan teman

kelompoknya. (Data Collection) 1

10. Mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi tentang

Hukum2 Tajwid ayat2 QS. At Tin. (DataProcessing) 1 11. Meminta peserta didik untuk menuliskan dan

menjelaskan hasil diskusinya. (Data Processing) 1 12 Mengkonfirmasi Processing) hasil diskusi peserta

didik .

1 13. Menjelaskan jenis-jenis Makna QS. At Tin (Verification)

1

15. Mempersilahkan peserta didik untuk memberikan Bacaan

Mad dalam QS. At Tin (Verification) 1

16. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jika masih ada materi yang belum

dipahami. (Generalization)

1 17. Meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pada

hari ini (Generalization) 1

18. Memberikan penugasan. 1

19. Melakukan penilaian dan evaluasi. 1

P = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘¦π‘Žπ‘›g 𝑑iπ‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘₯ 100%

π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ iπ‘šπ‘Žπ‘™

3. Dokumentasi, teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sekolah, biodata peserta didik , dan hasil belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Foto ini berfungsi untuk merekam kegiatan dan partisipasi anak ketika proses pembelajaran berlangsung.

A. Teknik Pengumpulan Data

Cara untuk mengumpulkan data ada bermacam-macam, seperti mengadakan wawancara, menggunakan angket, melakukan observasi, dan pengambilan dokumentasi serta mengadakan penelitian kepustakaan. Namun teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu pengumpulan data berupa lembar observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi

40

H. Teknik Analisis Data

Setelah data terkumpul maka dilakukan teknik analisis data, peneliti memberi uraian mengenai hasil penelitian. Menganalisis data merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk menguraikan data yang diperoleh agar dapat dipahami bukan hanya oleh orang yang meneliti tetapi juga orang lain yang ingin mengetahui hasil penelitian. Data yang didapat berupa lembarobservasi, kegiatan peserta didik dan guru pada proses pembelajaran. Kegiatan ini meliputi kegiatan pemilihan hal-hal pokok sesuai dengan fokus penelitian, sehingga diperoleh data untuk memberikan informasi dalam pengolahan data selanjutnya terhadap seluruh data yang telah diperoleh akan direfleksikan dan dievaluasi untuk merancang tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.

I. Prosedur Penelitian

Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki tahapan-tahapan pada setiap siklusnya. Adapun siklus penelitian yang akan dirancang dan direncanakan dalam 2 siklus. Apabila pada siklus pertama ada kekurangan atau tidak berhasil, maka pelaksanaan siklus dua ditujukan untuk perbaikan proses dan hasil pembelajaran. Namun, apabila pada siklus pertama proses pembelajaran dan penelitian yang dilakukan sudah berhasil maka pelaksanaan siklus kedua ditujukan untuk peningkatan proses dan hasil pembelajaran.

Penelitian ini berakhir, apabila peneliti menyadari bahwa penelitian ini telah berhasil menguji penerapan pembelajaran model Discovery Learning padapembelajaran tematik dalam meningkatkan keterampilan bertanya peserta didikkelas V SDN Tunggakjati VI Karawang..

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Data Hasil Penelitian 1. Data Pra Siklus

Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti mencari data awal nilai keterampilan bertanya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Peserta Didik kelas V SDN Tunggakjati VI Kabupatenupaten Karawang,. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keterampilan bertanya pada peserta didik kelas V. Peneliti terlebih dahulu melakukan tindakan awal, yaitu melakukan observasi keterampilan bertanya peserta didik tanpa menerapkan Model discovery learning . Penelitian tahap awal dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Agustus 2019.

Penelitian tahap awal dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data yang nantinya digunakan sebagai pembanding data penelitian yang diperoleh sesudah penerapan model discovery learning .

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam , guru cenderung ceramah dan menulis latihan soal di papan tulis kemudian peserta didik disuruh mencatat, menghafal danmengerjakan. Guru juga jarang menggunakan metode pembelajaran dalam menyampaikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Tentu saja, banyak peserta didik yang merasa kesulitan karena peserta didik masih berada ditahap operasional konkret yang tidak bisa lepas dari dunia nyata. Guru juga masih berperan sebagai aktor pembelajaran dan kurang

42

Data Peningkatan Keterampilan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran PAI

80 60 40 20 0

Pra Sikulus Siklus 1 Siklus 2

Data Peningkatan Keterampilan Bertanya Siswa

melibatkan peserta didik dalam pembelajaran sehingga banyak peserta didik yang asyik bermain sendiri saat pembelajaran. Berdasarkan data awal yang diperoleh, diketahui keterampilan bertanya peserta didik masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari tes keterampilan bertanya yang dilakukan di kelas V . Tes pratindakan diikuti seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 10 peserta didik. Belajar peserta didik dikatakan berhasil apabila menunjukkan kategori baik dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar. Hasil observasi keterampilanbertanya peserta didik selama proses kegiatan belajar mengajar pada Pra Siklus belum seluruhnya hanya mencapai 60% belum seluruhnya mencapai 75% pada indikator keterampilan bertanya peserta didik ,

Untuk mendapatkan Peningkatan keterampilan bertanya peserta didik maka peneliti melakukan dua siklus penelitian tindakan dalam kelas dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru dan peserta didik . Dua kali tindakan penelitian ini dilakukan karena pada pra siklus penelitian belum didapatkan hasil yang memuaskan, sehingga dilakukan tindakan penelitian kembali dengan kegiatan

pembelajaran yang disebut sebagai siklus I yang apabila masih diperlukan hasil peningkatan maka penelitian melanjurkan langkah tindakan pada sikulus berikutnya yaitu siklus ke II.

2. Data dan Tindakan Siklus I

a. Tahap Perencanaan 1

Pada tahap perencanaan ini dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang terdapat di sekolah. Hasil dari observasi yang dilakukan sebelumnya pada peserta didik kelas V ini memiliki permasalahan pada keterampilan bertanya yang masih rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik . Peneliti bersama guru kelas mengadakan diskusi untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mulai dari menentukan tema dan subtema yang akan diajarkan kepada peserta didik .

Pada tahap perencanaan Siklus I peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model discovery learning. Peneliti menyiapkan instrumen penelitian, di antaranya lembar observasi kegiatan pembelajaran guru, lembar observasi kegiatan pembelajaran peserta didik , dan lembar observasi keterampilan bertanya peserta didik . Pada siklus I dilaksanakan dalam 1 kali

Pertemuan yang berlangsung 2x35 menit dengan mempelajari Pendidikan Agama Islam Tema QS. At Tin . Rangkaian kegiatan yang direncanakan dalam perencanaan ini terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Rencana Pelaksanaan

44

Pembelajaran (RPP) yang disusun ini merujuk pada sistematika yang di buat oleh Permendikbud no. 22 tahun 2016. Penelitian dilaksanakan di kelas V yang berjumlah 30 peserta didik yang terdiri dari 14 laki-laki dan 16 perempuan.

a. Tahap Pelaksanaan 1

Pelaksanaan siklus I ini terdiri dari 1 kali pertemuan dengan durasi 2x35 menit disetiap pertemuan. Pada tahap ini guru berusaha menerapkan kegiatan penerapan model discovery learning dalam RPP. Adapun uraian proses pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut:

1) Pertemuan ke-1 (Selasa, 10 Agustus 2019 )

Pada pertemuan pertama ini peneliti mulai menerapkan model discovery learning. Adapun muatan pembelajaran pada Kegiatan Pembelajaran 1 yaitu Pendidikan Agama Islam Ayat2 QS. At Tin. Pembelajaran dimulai dengan mengucapkan salam dan berdo’a sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Peneliti melakukan presensi dan menyampaikan tema dan subtema yang akan dipelajari. Peneliti kemudian meminta peserta didik untuk melakukan pengamatan disekitar sekolah. Kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam pelaksanaan model discovery learning, yaitu tahap simulation.

Peneliti kemudian melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan mengkonfirmasi hasil diskusi peserta didik dan menjelaskan Hukum-hukum bacaan tajwid yang terdapat di dalam QS. At Atin . Tahap ini disebut dengan tahap verification. Selanjutnya, peneliti meminta peserta didik untuk memberikan contoh sumber-sumber energi pada kertas yang telah diberikan,

menyimpulkan materi pembelajaran, serta memberikan pekerjaan rumah kepada peserta didik yaitu melakukan wawancara kepada orang sekitar tentang sumber daya alam. Hal ini merupakan tahap terakhir pada model discovery learning yaitu tahap generalization.

Setelah semua tahapan dilakukan, peneliti memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai hal yang belum dipahami dan melakukan evaluasi.

Pada pertemuan pertama ini, kegiatan pembelajaran menggunakan model discovery leaning sudah terlaksana. Peserta didik terlihat antusias dan berperan aktif dalam pembelajaran. Namun,ada beberapa peserta didik yang belum terlihat aktif melibatkan diri dalam kegiatan bertanya. Selain itu, masih beberapa peserta didik yang belum aktif bertanya.

c. Tahap Pengamatan 1

1) Lembar Observasi Guru

Obervasi dilakukan oleh observer (guru kelas) yang mencatat seluruh aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menerapkan model discovery learning pada pembelajaran tematik. Hasil observasi dari tindakan pertama, kedua dan ketiga terhadap guru sesuai dengan perancanaan dapat dilihat pada tabel berikut:

46

Tabel 4.1 Hasil Obervasi Aktivitas Guru Siklus I

No Aspek yang di observasi Nilai

SB B C K SK 1. Mengkondisikan peserta didik

Sebelum belajar. √

2. Melakukan presensi. √

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran. √ 4. Menjelaskan langkah pembelajaran. √ 5.

Meminta peserta didik untuk melakukan pengamatan dikelas .(Stimulation)

√

6.

Meminta peserta didik untuk Menemukan Hukum Mad dalam ayat- ayat Qs, At Tn.(Stimulation)

√

7.

Mempersilahkan peserta didik untuk menyimpulkan Menjelaskan Ayat2 dalam ayat2 Qs, AtTn.

(Problem Statement)

√

8.

Mengarahkan peserta didik

unt ukmembuat kelompok yang

terdiri dari 4-5 orang.(Data Collection)

√

9.

Meminta peserta didik untukberdiskusi dengan teman kelompoknya.

(DataCollection)

√

10.

Mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi tentang Hukum Mad dalam ayat2 Qs, At Tn. (Data

Processing)

√

11.

Meminta peserta didik untuk menuliskan dan menjelaskan hasil diskusinya. (DataProcessing)

√

12. Mengkonfirmasi hasil diskusi peserta

didik . (Data Processing) √

13. Menjelaskan Ayat2 dalam ayat2 Qs,

AtTn. (Verification) √

14.

Mengarahkan peserta didi kuntuk mengumpulkan hasil diskusinya didepan kelas. (Verification)

√

15.

Mempersilahkan peserta didik untukmemberikan contoh Hukum Mad dalam ayat2 Qs, At Tn. (Verification)

√

16.

Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jika masih ada materi yang belum dipahami.

(Generalization)

√

17.

Meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pada hari ini (Generalization)

√

18. Memberikan penugasan. √

19. Merefleksi kegiatan pembelajaran √ 20. Melakukan penilaian dan evaluasi. √

Hasil dari tabel observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama, dapat dilihat bahwa terdapat 4 aspek kegiatan pembelajaran yang berada pada kategori sangat baik, 12 aspek kegiatan pembelajaran yang berada pada kategori baik, sedangkan 4 aspek lainnya berada pada kategori cukup di antaranya yaitu mempersilahkan peserta didik untuk menyimpulkan QS. At Tin, mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi tentang makna QS. At Tin, meminta peserta didik untuk menuliskan dan menjelaskan hasil diskusinya, serta meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pada hari ini.

Berdasarkan hasil pengamatan, pelaksanaan model discovery learning pada siklus 1 telah dilakukan dengan baik, dilihat dari hasil presentasi sebesar 75% pada observasi aktivitas guru saat proses pembelajaran berlangsung.

48

d. Tahap Refleksi 1

Pada siklus I ini peneliti dan kolaborator melakukan refleksi terhadap kegiatan belajar mengajar. Pada pembelajaran tematik dengan menerapkan model discovery learning ini masih terdapat kekurangan diantaran

1) Pada kegiatan pembelajaran di tahap stimulation peserta didik belum mampu untuk menemukan materi pembelajaran pada pengamatan disekitar sekolah dengan baik, sehingga kegiatan yang diharapkan belum sesuai.

2) Keaktifan peserta didik ditahap data processing yaitu berdiskusi dengan teman kelompok dan membuat pertanyaan pada saat berdiskusi ini belum baik. Seperti ketika setiap peserta didik diminta untuk membuat pertanyaan masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan.

3) Adanya peserta didik yang mengobrol dengan temen sebangku dan tidak mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan guru pada tahap verification.

Berdasarkan refleksi yang dilakukan, maka untuk siklus II perlu diadakan perbaikan dalam pembelajaran, diantaranya:

1) Guru memberikan arahan yang jelas kepada peserta didik akan hal-hal apa saja yang harus diamati agar mempermudah peserta didik menemukan materi-materi pembelajaran.

2) Guru meningkatkan bimbingannya kepada peserta didik agar peserta didik berdiskusidengan aktif dan paham dalam membuat ataupun

Mengajukan pertanyaan. Guru menggunakan media pembelajaran yang lebih kreatif lagi agarpeserta didik fokus mendengarkan penjelasan mengenai materi pembelajaran

e.Analisis Data 1

Berdasarkan hasil data yang telah dimiliki peneliti, analisis terhadap penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Data Hasil Observasi Keterampilan Bertanya Peserta didik I

Belajar peserta didik dikatakan berhasil apabila menunjukkan kategori baik dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar. Hasil observasi keterampilan bertanya peserta didik selama proses kegiatan belajar mengajar pada siklus I belum seluruhnya mencapai 75 % pada indikator keterampilan bertanya peserta didik ,

2. Data Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Peserta didik I

Pada setiap pelaksanaan tindakan pembelajaran, peneliti dibantu oleh observer yang mengobservasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran. Observer mengobservasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajar peserta didik , hasil observasi menunjukkan keberhasilan penerapan model discovery learning pada materi QS. At Tin , kegiatan pembelajaran 1

Hasil dari se observasi dilakukan guru dan observasi aktivitas belajar peserta didik dikatakan berhasil apabila menunjukkan kategori baik dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar. Hasil observasi ativitas guru dan aktvitas belajar peserta didik selama proses kegiatan belajar mengajar pada

50

siklus I belum seluruhnya sesuai dengan langkah-langkah model discovery learning sedangkan pada siklus I masih juda didapati kekurangan belum seluruh pembelajaran sudah sesuai dengan langkah- langkah model discovery learning.

3. Data dan Tindakan Siklus II

a. Tahap Perencanaan II

Pada tahap perencanaan ini dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang terdapat di sekolah. Hasil dari observasi yang dilakukan sebelumnya pada peserta didik kelas V ini memiliki permasalahan pada keterampilan bertanya yang masih rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik . Peneliti bersama guru kelas mengadakan diskusi untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mulai dari menentukan tema dan subtema yang akan diajarkan kepada peserta didik .

Pada tahap perencanaan Siklus II peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model discovery learning. Peneliti menyiapkan instrumen penelitian, di antaranya lembar observasi kegiatan pembelajaran guru, lembar observasi kegiatan pembelajaran peserta didik , dan lembar observasi keterampilan bertanya peserta didik . Pada siklus II dilaksanakan dalam 1 kali

Pertemuan yang berlangsung 3 x35 menit dengan mempelajari Pendidikan Agama Islam Tema Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna . Rangkaian kegiatan yang direncanakan dalam perencanaan ini terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) yang disusun ini merujuk pada sistematika yang di buat oleh Permendikbud no. 22 tahun 2016. Penelitian dilaksanakan di kelas V yang berjumlah 30 peserta didik yang terdiri dari 14 laki-laki dan 16 perempuan.

b. Tahap Pelaksanaan II

Pelaksanaan siklus II ini terdiri dari 1 kali pertemuan dengan durasi 3x35 menit disetiap pertemuan. Pada tahap ini guru berusaha menerapkan kegiatan penerapan model discovery learning dalam RPP. Adapun uraian proses pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut:

1) Pertemuan ke -2 ( Kamis, 17 Agustus 2019 )

Pada pertemuan pertama ini peneliti mulai menerapkan model discovery learning. Adapun muatan pembelajaran pada Kegiatan Pembelajaran 2 yaitu Pendidikan Agama Islam materi Mengenal Allah melalui Asmaul Husna.

Pembelajaran dimulai dengan mengucapkan salam dan berdo’a sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Peneliti melakukan presensi dan menyampaikan tema dan subtema yang akan dipelajari. Peneliti kemudian meminta peserta didik untuk melakukan pengamatan disekitar sekolah. Kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam pelaksanaan model discovery learning, yaitu tahap simulation.

Peneliti kemudian melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan mengkonfirmasi hasil diskusi peserta didik dan menjelaskan materi Mengenal Allah melalui Asmaul Husna . Tahap ini disebut dengan tahap verification.

Selanjutnya, peneliti meminta peserta didik untuk memberikan contoh sumber- sumber energi pada kertas yang telah diberikan,

52

menyimpulkan materi pembelajaran, serta memberikan pekerjaan rumah kepada peserta didik yaitu melakukan pengamatan di lingkungan sekitar tentang makna Al Mumiit. Hal ini merupakan tahap terakhir pada model discovery learning yaitu tahap generalization.

Setelah semua tahapan dilakukan, peneliti memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai hal yang belum dipahami dan melakukan evaluasi.

Pada pertemuan kedua ini, kegiatan pembelajaran menggunakan model discovery leaning sudah terlaksana. Peserta didik terlihat antusias dan berperan aktif dalam pembelajaran.

a. Tahap Pengamatan II

1) Lembar Observasi Guru

Obervasi dilakukan oleh observer (guru kelas) yang mencatat seluruh aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menerapkan model discovery learning pada pembelajaran tematik. Hasil observasi dari tindakan pertama, kedua dan ketiga terhadap guru sesuai dengan perancanaan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Hasil Obervasi Aktivitas Guru Siklus II

No Aspek yang di observasi Nilai

SB B C K SK 1. Mengkondisikan peserta didik

Sebelum belajar. √

2. Melakukan presensi. √

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran. √

4. Menjelaskan langkah pembelajaran. √

5.

Meminta peserta didik untuk melakukan pengamatan di

lingkungan sekolah .(Stimulation) √

6.

Meminta peserta didik menuliskan mahluk hidup yang ada disekitar

lingkungan sekolah.(Stimulation) V

7.

Mempersilahkan peserta untuk menyebutkan mahluk hidup yang ditemukan di sekitar lingkungan sekolah. (Problem Statement)

√

8.

Mengarahkan peserta didik

unt ukmembuat kelompok yang

terdiri dari 3-4 orang.(Data Collection)

√

9.

Meminta peserta didik untukberdiskusi dengan teman kelompoknya.

(DataCollection)

√

10.

Mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi tentang Asmaul Husna, yaitu Al-Mumit, Al-Hayyu, Al- Qoyyum dan Al-Ahad. (Data

Processing)

√

11.

Meminta peserta didik untuk menuliskan dan menjelaskan hasil

diskusinya. (DataProcessing) √

12.

Mengkonfirmasi hasil diskusi peserta

didik . (Data Processing) √

13.

Menjelaskan makna, Al-Mumit, Al- Hayyu, Al-Qoyyum dan Al-Ahad . (Verification)

√

14.

Mengarahkan peserta didik Untuk mengumpulkan hasil diskusinya didepan kelas.

(Verification)

√

15.

Mempersilahkan peserta didik untuk menyampaiakn hasil diskusi di depan

kelas . (Verification) √

54

16.

Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jika masih ada materi yang belum dipahami.

(Generalization)

√

17.

Meminta peserta didik untuk menyimpulkan

materi pada hari ini (Generalization)

√

18. Memberikan penugasan. √

19. Merefleksi kegiatan pembelajaran √ 20. Melakukan penilaian dan evaluasi. √

Hasil dari tabel observasi aktivitas guru pada siklus II , dapat dilihat bahwa terdapat 7 aspek kegiatan pembelajaran yang berada pada kategori sangat baik, 9 aspek kegiatan pembelajaran yang berada pada kategori baik, sedangkan 4 aspek lainnya berada pada kategori cukup di antaranya yaitu mempersilahkan peserta didik untuk menyimpulkan makna Al-Mumit, Al-Hayyu, Al-Qoyyum dan Al-Ahad, mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi tentang makna, Al-Mumit, Al-Hayyu, Al-Qoyyum dan Al-Ahad, meminta peserta didik untuk menuliskan dan menjelaskan hasil diskusinya, serta meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi padahari ini.

Berdasarkan hasil pengamatan, pelaksanaan model discovery learning pada siklus 2 telah dilakukan dengan sangat baik, dilihat dari hasil presentasi sebesar 80% pada observasi aktivitas guru saat proses pembelajaran berlangsung.

b.Tahap Refleksi II

Pada siklus II ini peneliti dan kolaborator melakukan refleksi terhadap kegiatan belajar mengajar. Pada pembelajaran tematik dengan menerapkan model discovery learning ini masih terdapat kekurangan diantaran

Dokumen terkait