• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Hasil Penelitian

2. Data Hasil Penelitian Siklus II

Grafik 4.2 Ketuntasan Belajar Murid kelas IIIASD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus I

Tabel 4.5 Analisis Data Hasil Observasi Aktivitas Murid kelas IIIASD Inpres Bontomanai pada Siklus II

No. Aspek yang Diamati Siklus II Rata–rata Persentase

(%) Pertemuan

I II III IV V

1. Murid yang hadir pada saat pembelajaran

23 22 24 24

E V A

L

U A S

I

96,86 2. Murid yang membaca

dan mempelajari materi

18 18 21 22 82,29

3. Murid yang melakukan kegiatan lain pada saat diberi waktu untuk

membaca materi

pelajaran

5 4 3 2 14,58

4. Murid yang menerima tongkat kemudian menjawab pertanyaan dengan benar

10 12 15 18 57,29

5. Murid yang aktif memberikan jawaban

dalam proses

pembelajaran

4 6 6 8 25

6. Murid yang berani melengkapi jawaban kelompok lain

6 6 7 9 29,17

7. Murid yang

memperhatikan jawaban temannya pada saat menjawab pertanyaan

21 22 22 23 91,67

8. Murid yang membuat kesimpulan

3 3 4 6 16,67

Jumlah Rata–rata Persentase (%) 51,69 Sumber: Diolah dari Observasi Siklus II

Aktivitas yang teramati dalam penelitian ini ditekankan pada 8 opsi seperti yang tertera pada tabel 4.5 di atas, persentase aktivitas tersebut berdasarkan pengisian lembar observasi. Berdasarkan data hasil observasi, pada awal pelaksanaan siklus II yaitu pada pertemuan I, pertemuan II, pertemuan III dan pertemuan IV pada pembelajaran PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick menunjukkan bahwa: rata-rata kehadiran murid 96,86%, murid

yang membaca dan mempelajari materi 82,29%, murid yang melakukan kegiatan lain pada saat diberi waktu untuk membaca materi pelajaran 14,58%, murid yang menerima tongkat kemudian menjawab pertanyaan dengan benar 57,29%, murid yang aktif memberikan jawaban dalam proses pembelajaran 25%, murid yang berani melengkapi jawaban kelompok lain 29,17%, murid yang memperhatikan temannya pada saat menjawab pertanyaan 91,67%, murid yang membuat kesimpulan 16,67%. Berdasarkan hasil observasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas murid pada siklus II ini telah mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Murid mengikuti pelajaran dengan aktif dan memperhatikan penjelasan dari guru, sebagian murid aktif mengadakan tanya jawab dengan guru tentang materi yang diajarkan, serta murid aktif dalam mengerjakan tugas bersama teman sekelompoknya. Hasil ini menunjukkan aktivitas murid yang menunjukkan kemajuan pada pembelajaran PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Adapun grafik aktivitas murid pada siklus II dapat dilihat grafik 4.3 di bawah ini:

Grafik 4.3 Aktivitas Murid pada Siklus II

b. Analisis Dta Hasil Belajar Murid

Data skor hasil belajar PKn siklus II diperoleh melalui pemberian tes pada akhir siklus II. Data skor hasil belajar PKn murid pada tes siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Statistik Skor Hasil Belajar PKn Murid kelas III SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus II

Statistik Nilai Statistik

Subjek 24

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 100

Skor Terendah 50

Rentang Skor 50

Skor Rata-rata 77,92

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus II

Dari tabel 4.6 di atas diperoleh gambaran mengenai hasil belajar PKn murid kelas IIIA SD Inpres Bontomanai yang diperoleh berdasarkan hasil

100 20 3040 50 6070 80 10090

1 96,86

Persentase

Grafik 4.3 Aktivitas Murid pada Siklus II

b. Analisis Dta Hasil Belajar Murid

Data skor hasil belajar PKn siklus II diperoleh melalui pemberian tes pada akhir siklus II. Data skor hasil belajar PKn murid pada tes siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Statistik Skor Hasil Belajar PKn Murid kelas III SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus II

Statistik Nilai Statistik

Subjek 24

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 100

Skor Terendah 50

Rentang Skor 50

Skor Rata-rata 77,92

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus II

Dari tabel 4.6 di atas diperoleh gambaran mengenai hasil belajar PKn murid kelas IIIA SD Inpres Bontomanai yang diperoleh berdasarkan hasil

1 2 3 4 5 6 7 8

96,86 82,29

14,58 57,29

25 29,17 91,67

16,67

Aspek yang Diamati Aktivitas Murid pada Siklus II Grafik 4.3 Aktivitas Murid pada Siklus II

b. Analisis Dta Hasil Belajar Murid

Data skor hasil belajar PKn siklus II diperoleh melalui pemberian tes pada akhir siklus II. Data skor hasil belajar PKn murid pada tes siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Statistik Skor Hasil Belajar PKn Murid kelas III SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus II

Statistik Nilai Statistik

Subjek 24

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 100

Skor Terendah 50

Rentang Skor 50

Skor Rata-rata 77,92

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus II

Dari tabel 4.6 di atas diperoleh gambaran mengenai hasil belajar PKn murid kelas IIIA SD Inpres Bontomanai yang diperoleh berdasarkan hasil

8 16,67

evaluasi siklus II, menunjukkan bahwa skor tertinggi yaitu 100 dan skor terendah 50. Dan skor rata–rata mencapai 77,92.

Apabila skor hasil belajar PKn dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut:

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar PKn pada Siklus II

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1.

2.

3.

4.

5.

0– 59 60– 69 70– 79 80– 89 90–100

Sangat Rendah Rendah

Sedang Tinggi Sangat Tinggi

1 1 7 10 5

4,17 4,17 29,16 41,67 20,83

Jumlah 24 100

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus II

Pada tabel 4.7 tersebut menunjukkan bahwa: terdapat 1 murid yang memperoleh skor kategori sangat rendah dengan persentase 4,17%, terdapat 1 murid yang memperoleh skor kategori rendah dengan persentase 4,17%, terdapat 7 murid yang memperoleh skor kategori sedang dengan persentase 29,16%, terdapat 10 murid yang memperoleh skor kategori tinggi dengan persentase 41,67%, dan terdapat 5 murid yang memperoleh skor kategori sangat tinggi dengan persentase 20,83%.

Berdasarkan tabel 4.6 dan tabel 4.7, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PKn yang diperoleh murid kelas IIIA SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada siklus II mencapai skor rata-rata 77,92 dan berada dalam kategori sedang.

Selanjutnya jika skor hasil belajar PKn murid dikategorikan berdasarkan ketuntasan belajar dengan menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu, murid dinyatakan tuntas perorangan bila mencapai skor minimal 70 dan tuntas secara klasikal apabila 85% dari jumlah seluruh murid (85% x 24 murid= 20 murid) yang memperoleh skor minimal 70. Persentase ketuntasan belajar murid pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid Pada Siklus II

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0–69 70–100

Tidak Tuntas Tuntas

2 22

8,33 91,67

Jumlah 24 100

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus II

Dari tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa pada siklus II, dari 24 murid 2 murid atau 8,33% murid yang berada pada kategori tidak tuntas dan 22 murid atau 91,67% murid yang berada pada kategori tuntas. Ketuntasan berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70 dari skor ideal 100 yang telah ditetapkan di SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

Adapun grafik ketuntasan belajar murid pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada siklus II, dapat dilihat pada grafik 4.4 di bawah ini:

Grafik 4.4 Ketuntasan Belajar Murid Kelas IIIA SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus II

Dokumen terkait