• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Kasus Kelolaan

Dalam dokumen KIAN PRASTIKA NURSE JOMBANG (Halaman 59-75)

BAB 5 LAPORAN KASUS

5.1 Data Kasus Kelolaan

Peneliti mengambil kasus asuhan keperawatan medikal bedah dengan judul “ Asuhan Keperawatan pada pasien Gouth Athritis dengan masalah terhadap ketidakpatuhan diet” pada pasien 1 dan pasien 2 dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 dan 17-19 juni 2023 melakukan tindakan yang meliputi pegkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, menyusun intervensi, melakukan implementasi dan melakukan evaluasi di Bawangan. Metode yang digunakan dengan cara wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik, latihan relaksasi nafas dalam, dan pemeriksaan penunjang di Dusun Bawangan Desa bawangan Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.

5.1.1 Data Umum Pasien Table 5.1 data umum pasien

Data Umum Pasien 1 Pasien 2

Nama Usia TTL

Ny J 60 th

Jombang 2 juli 1980

Ny S 60th

Jombang 5 mei 1986

Alamat Dusun Jabon Rt 01 Rw

01 Desa Bawangan Kec Ploso kab Jombang

Dusun Jabon Rt 01 Rw 01 Desa Bawangan Kec Ploso kab Jombang

Pekerjaan sekarang Pendidikan

Suku Agama

Riwayat penyakit

Kader Kesehatan SMA

Jawa Islam

Pasien memiliki riwayat penyakit asam

Kader Kesehatan SMA

Jawa Islam

Pasien memiliki riwayat penyakit asam

Urat Urat Sumber data primer 2023

5.1.2 Keluhan Utama Pasien

Table 5.2 Keluhan utama pasien

Keluhan Pasien 1 Ny. j Pasien 2 Ny. S Lama sakit Pasien mengatakan lama

sakit 6tahun

Pasien mengatakan mengatakan kesulitan pada saat menerima informasi yang diberikan dan beranggapan bahwa semua makanan sumber hayati tidak menimbulkan penyakit

Keluhan utama Pasien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara

mengatasinya.

Keluhan Pasien 1 Ny.j Pasien 2 Ny.S

Riwayat penyakit sekarang Pasien mengatakan mengatakan lama sakit sudah 6 tahun

Pasien mengatakan lama sakit 7tahun

Pasien mengatakan pusing saat asam urat tinggi Riwayat Penyakit keluarga Keluarga pasien

mengatakan tidak

memiliki riwayat penyakit seperti yang di derita pasien

Keluarga pasien mengatakan tidak

memiliki riwayat penyakit seperti yang di derita pasien

Sumber Data Primer 2023

5.1.3 Aktivitas Hidup Sehari-Hari

Tabel 5.3 Aktivitas Hidup Sehari-Hari

Aktivitas Pasien 1 Ny.j Pasien 2 Ny.S Penilaian

Indeks - Kazt

Pasien melakukan

secara mandiri Pasien melakukan secara mandiri

Oksigenasi Tidak memakai

alat bantu pernafasan Tidak memakai alat bantu pernafasan Cairan dan elektrolit Pasien meminum air

putih dan teh pasien melakukan kebutuhan

secara mandiri

Pasien meminum air putih dan teh pasien melakukan kebutuhan

secara mandiri

Nutrisi Pasien melakukan

makan secara mandiri dan untuk kebutuhan nutrisi dan mend apatkan dari anaknya

Pasien melakukan makan secara mandiri dan untuk kebutuhsan nutrinya mendapatkan dari suaminya

Aktivitas eliminasi Pasien melakukan aktivitas eliminasi secara mandiri

Pasien melakukan aktivitas eliminasi secara mandiri Aktivitas sehari hari Pasien melakukan

aktivitas sehari hari dibatasi karena merasa nyeri

Pasien melakukan Aktivitas sehari hari dibatasi karena merasa nyeri

Istirahat Pasien tidur siang jam 12.00-13.15 WIB, tidur

malam jam 21.00- 04.30 WIB

Pasien tidur siang jam 15.00-

16.00 WIB, tidur malam jam 22.00-04.30 WIB

Personal Hygine Pasien melakukan kebersihan diri secara mandiri

Pasien melakukan kebersihan diri secara mandiri Persepsi Sensori Pasien menggap sakit

ini bisa sembuh Pasien menggap sakit ini bisa sembuh

Konsep Diri Pasien mengatakan

mudah Lelah Pasien mengatakan mudah Lelah

Emosi Pasien dapat

mengontrol emosi

Pasien dapat mengontrol emosi

Beradaptasi Pasien mudah

beradaptasi Pasien Mudah

Beradaptasi Sumber data Primer 202

5.1.4 Hasil Pengkajian dan pemeriksaan Fisik Tabel 5.4 Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan Pasien 1 Ny j Pasien 2 Ny S

Keadaan umum Pasien mengatakan lemah GCS: E: 4 V: 5 M: 6

Composmentis TD: 140/100 mmHg N: 82x/menit RR:

20x/menit

Pasien mengatakan lemah GCS: E: 4 V: 5 M: 6

Composmentis TD: 120/80 mmHg N: 82x/menit RR:

20x/menit Pemeriksaan

Pernafasan

Pengembangan paru simetris, tidak memakai otot pernafasan, irama pernafasan reguler, suara pernafasan vesikuler, dan tidak ada batuk

Pengembangan paru simetris, tidak memakai otot pernafasan, irama pernafasan reguler, suara pernafasan vesikuler, dan tidak ada batuk Pemeriksaan

kardiovaskuler

Tidak ada keluhan nyeri

dada, suara jantung normal S1/S2

tunggal,capillary refill timer kurang dari 2 detik, dan tidak ada edema

Tidak ada keluhan nyeri

dada, suara jantung normal S1/S2

tunggal,capillary refill timer kurang dari 2 detik, dan tidak ada edema

Pemeriksaan persarafan

Tidak ada keluhan nyeri kepala, pupil isokor, reflek pupil ada, kaku kuduk tidak ada, GCS 4,5,6

Tidak ada keluhan nyeri kepala, pupil isokor, reflek pupil ada, kaku kuduk tidak ada, GCS 4,5,6

Pemeriksaan Penginderaan

Mata:simetris,

konjungtiva tidak anemis, sklera tidak icterus, dan pupil

isokor Hidung:

simetris,fungsi

penciuman baik, dan tidak ada epitaksis Telinga: simetris,

Mata:simetris,

konjungtiva tidak anemis, sklera tidak icterus, dan pupil

isokor Hidung:

simetris,fungsi

penciuman baik, dan tidak ada epitaksis Telinga: simetris,

ketajaman pendengara

berkurang, dan

kebersihan telinga kotor

Mulut: nafas bau asam, mulut simetris, dan lidah tidak ada perdarahan, nampak putih - putih pada lidah, tampak kering, gigi ada yang berlubang telah ditambal, tampak simetris, tidak ada stomatitis, tenggorokan nampak bercak putih, tidak ada amandel

ketajaman pendengara

berkurang, dan

kebersihan telinga kotor

Mulut: nafas bau asam, mulut simetris, dan lidah tidak ada perdarahan, nampak putih - putih pada lidah, tampak kering, gigi ada yang berlubang telah ditambal, tampak simetris, tidak ada stomatitis, tenggorokan nampak bercak putih, tidak ada amandel Pemeriksaan

Genitourinaria

warna urinen kuning sedikit coklat, bau khas, intake cairan dari oral sebanyak 1000 cc/hari, kebersihan genetalia bersih, tidak hemoroid, tidak ada hernia, tidak prolaps uteri tidak ada, disfungsi seksual tidak ada

warna urinen kuning sedikit coklat, bau khas, intake cairan dari oral sebanyak 1000 cc/hari, kebersihan genetalia bersih, tidak hemoroid, tidak ada hernia, tidak prolaps uteri tidak ada, disfungsi seksual tidak ada

Pemeriksaan Gasttrointensisal

Pasien tekadang mengalami anoreksia, merasa mual, ada rasa muntah, bentuk abdomen supel. warna feses kuning dan bau feses khas, kosentrasi feses lunak, diet

Pasien tekadang mengalami anoreksia, merasa mual, ada rasa muntah, bentuk abdomen supel. warna feses kuning dan bau feses khas, kosentrasi feses lunak, diet

makanannya lunak, makanannya lunak,

Pemeriksaan Pasien 1 Ny j Pasien 2 Ny S makan 3/hari dan

jenis makanan adalah nasi, sayuran, tempe, daging dan buah

makan 3/hari dan jenis makanan adalah nasi, sayuran, tempe, daging dan buah

Pemeriksaan integumen

Kulit tidak ada masalah, akral hangat, turgor kulit baik, tidak ada luka, keadaan kuku bersih dan normal,

keadaan rambut

berminyak

Kulit tidak ada masalah, akral hangat, turgor kulit baik, tidak ada luka, keadaan kuku bersih dan normal,

keadaan rambut

berminyak Pemeriksaan

musculoskeletal

Pergerakan sendi bebas, tidak mengalami

paraese, tidak

mengalami paralise, tidak mengalami hemiparese, tidak mengalami kontraktur, Postur tubuh normal, mengalami tremor, tidak menggunakan alat bantu Kekuatan otot 4 yang artinya melawan grafitasi dengan tahanan sedikit

Pergerakan sendi bebas, tidak mengalami

paraese, tidak

mengalami paralise, tidak mengalami hemiparese, tidak mengalami kontraktur, Postur tubuh normal, mengalami tremor, tidak menggunakan alat bantu Kekuatan otot 4 yang artinya melawan grafitasi dengan tahanan sedikit Pemeriksaan

endokrin

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjaran getah

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjaran getah

bening bening Sumber: Data Primer 2023

5.1.5 Hasil Pemeriksaan Diagnosis

Tabel 5.5 Hasil Pemeriksaan Diagnosis

Pemeriksaan Pasien 1 Ny j Pasien 2 Ny S Cek kadar asam urat Pemeriksaaan Kadar

Asam Urat : 9.4 Mg/D

Pemeriksaaan Kadar Asam Urat : 10 Mg/D Sumber Data Primer 2023

5.1.6 Analisa Data

Tabel 5.6 Analisa Data

Data umum Etiologi Masalah

Keperawatan Pasien 1 Ny j

Ds : Pasien

mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

Do:

Pasien kurang

responsive pada saat di beri informasi

Pemeriksaan kadar asam urat : 9.4 mg/dl - GCS: E: 4 V: 5 M: 6 - Composmentis - TD: 140/100 mmHg - N: 82x/me

Diet yang salah

Faktor penyakit bertambah parah

Kurang terpapar informasi

Ketidaktahuan menemukan sumber informasi

Defisit Pengetahuan

- RR: 20x/menit

Pasien 2 Ny S Ds : Pasien

mengatakan

mengatakan kesulitan pada saat menerima informasi yang diberikan dan beranggapan bahwa semua makanan sumber hayati tidak menimbulkan penyakit Do:

Pasien kurang

responsive pada saat di beri informasi

Pemeriksaaan Kadar Asam Urat : 10 Mg/D - GCS: E: 4 V: 5 M: 6 - Composmentis - TD: 120/80 mmHg - N: 82x/me

- RR: 20x/menit

Diet yang salah

Faktor penyakit bertambah parah

Kurang terpapar informasi

Ketidaktahuan menemukan sumber informasi

Defisit pengetahuan

Sumber Data Primer 2023 5.1.7 Diagnosa Keperawatan

1. Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi

5.1.8 Intervensi Keperawatan

Tabel 5.7 Intervensi Keperawatan NO

Diagnosa Keperawatan

Tujuan Intervensi

Diagnosa SLKI SIKI

Pasien 1 Ny j 1. Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

Luaran utama : (L.12111)

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan pasien mampu meningkatkan pengetahuan akan masalah yang di alami kriteria hasil : 1.anjuran meningkat 2.Verbalisasi minat

dalam belajar

meningkat 3.Kemampuan menjelaskan

pengetahuan tentang suatu topik meningkat 4. Kemampuan menggambarkan pengalaman sebelumnya yang sesuai topik Tingkat pengetahuan

5. Perilaku sesuai meningkat

6. Perilaku sesuai dengan pengetahuan

Edukasi Kesehatan (L.12111)

Observasi :

1.Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi

2.Identifikasi faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Terapeutik :

1. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan

2. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan

3. Berikan kesempatan untuk bertanya

Edukasi :

1.Jelaskan faktor resiko yang dapat mempengarui kesehatan

2.Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat

3.Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat

7.Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi menurun

8.Menjalani

pemeriksaan yang tidak tepat menurun 9.Perilaku membaik

Pasien 2 Ny S 2 Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

Luaran utama : (L.12111)

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan pasien mampu meningkatkan pengetahuan akan masalah yang di alami kriteria hasil : 1.anjuran meningkat 2.Verbalisasi minat

dalam belajar

meningkat 3.Kemampuan menjelaskan

pengetahuan tentang suatu topik meningkat 4. Kemampuan menggambarkan pengalaman sebelumnya yang sesuai topik Tingkat pengetahuan

5. Perilaku sesuai

Edukasi Kesehatan (L.12111)

Observasi :

3.Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi

4.Identifikasi faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Terapeutik :

4. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan

5. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan

6. Berikan kesempatan untuk bertanya

Edukasi :

4.Jelaskan faktor resiko yang dapat mempengarui kesehatan

5.Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat

Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat

meningkat

6. Perilaku sesuai dengan pengetahuan 7.Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi menurun

8.Menjalani

pemeriksaan yang tidak tepat menurun 9.Perilaku membaik Sumber Data Primer 2023

5.1.9 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Tabel 5.8 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Diagnosa Implementasi Evaluasi TT

D Pasien 1 Ny j

14 Juni 2023 Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya

08.45 : Membina hubungan saling percaya pada klien dan keluarga klien

Respon : klien dan keluarga menerima kedatangan perawat

S : Klien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

terpapar informasi (D.01111)

08.50 : Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan pertemuan Respon : klien dan keluarga menyetujui kontrak yang telah dibuat oleh perawat

09.20 : Menjelaskan pengertian tentang penyakit Gout arthritis Respon : klien dan keluarga memperhatikan saat diberi penjelasan dan mampu menjelaskan kembali.

09.25 : meminta pasien dan keluarga menjelaskan apa yang dibahas dipertemuan kemarin 09.28 :Memberikan

kesempatan kepada anggota keluarga untuk bertanya terkait program pengobatan gout arthritis.

09.30 :Menjawab pertanyaan yang di ajukan pasien

09.35 : menutup pertemuan hari ini

Klien mengatakan tidak tau diet apa yang cocok untuk penderita gout arthritis.

O:

DO :

Ttv : - Td : 120/80 mm/hg - S : 36c

- Tb :157 cm - Bb : 60 cm - Pemeriksaan

kadar asam urat : 9.1 mg/dl -Kegagalan Ny. j menjelaskan diet yang cocok untuknya.

-Ny. j tidak

mengetahui apa saja yang perlu di lakukan untuk menurunkan kadar asamurat

A :Masalah defisit prngrtahuan belum teratasi P : Lanjutkan

Intervensi 15 juni 2023

Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

08.45 : Membina hubungan saling percaya pada klien dan keluarga klien

Respon : klien dan keluarga menerima kedatangan perawat 08.50 : Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan pertemuan Respon : klien dan keluarga menyetujui kontrak yang telah

S : Klien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

Klien mengatakan tidak tau diet apa yang cocok untuk penderita gout arthritis.

O:

dibuat oleh perawat

09.20 : Menjelaskan pengertian tentang penyakit Gout arthritis Respon : klien dan keluarga memperhatikan saat diberi penjelasan dan mampu menjelaskan kembali.

09.25 : meminta pasien dan keluarga menjelaskan apa yang dibahas dipertemuan kemarin 09.28 :Memberikan

kesempatan kepada anggota keluarga untuk bertanya terkait program pengobatan gout arthritis.

09.30 :Menjawab pertanyaan yang di ajukan pasien

09.35 : menutup pertemuan hari ini

DO :

Ttv : - Td : 120/80 mm/hg - S : 36c

- Tb :157 cm - Bb : 60 cm - Pemeriksaan

kadar asam urat : 9.1 mg/dl -Kegagalan Ny. J menjelaskan diet yang cocok untuknya.

-Ny. Jtidak

mengetahui apa saja yang perlu di lakukan untuk menurunkan kadar asamurat

A :Masalah defisit prngetahuan belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

16 juni 2023 Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

08.45 : Membina hubungan saling percaya pada klien dan keluarga klien

Respon : klien dan keluarga menerima kedatangan perawat 08.50 : Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan pertemuan Respon : klien dan keluarga menyetujui kontrak yang telah dibuat oleh perawat

09.20 : Menjelaskan pengertian tentang penyakit Gout arthritis Respon : klien dan keluarga

S : Klien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

Klien mengatakan tidak tau diet apa yang cocok untuk penderita gout arthritis.

O:

DO :

Ttv : - Td : 120/80 mm/hg - S : 36c

- Tb :157 cm - Bb : 60 cm

memperhatikan saat diberi penjelasan dan mampu menjelaskan kembali.

09.25 : meminta pasien dan keluarga menjelaskan apa yang dibahas dipertemuan kemarin 09.28 :Memberikan

kesempatan kepada anggota keluarga untuk bertanya terkait program pengobatan gout arthritis.

09.30 :Menjawab pertanyaan yang di ajukan pasien

09.35 : menutup pertemuan hari ini

- Pemeriksaan kadar asam urat : 9.1 mg/dl -Kegagalan Ny. J menjelaskan diet yang cocok untuknya.

-Ny. j tidak

mengetahui apa saja yang perlu di lakukan untuk menurunkan kadar asamurat

A :Masalah defisit pengetahuan teratasi

P : Hentikan Intervensi

Pasien 2 Ny S 17 juni 2023 Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

08.45 : Membina hubungan saling percaya pada klien dan keluarga klien

Respon : klien dan keluarga menerima kedatangan perawat 08.50 : Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan pertemuan Respon : klien dan keluarga menyetujui kontrak yang telah dibuat oleh perawat

09.20 : Menjelaskan pengertian

S : Klien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

Klien mengatakan tidak tau diet apa yang cocok untuk penderita gout arthritis.

O:

DO :

Ttv : - Td : 120/80 mm/hg

tentang penyakit Gout arthritis Respon : klien dan keluarga memperhatikan saat diberi penjelasan dan mampu menjelaskan kembali.

09.25 : meminta pasien dan keluarga menjelaskan apa yang dibahas dipertemuan kemarin 09.28 :Memberikan

kesempatan kepada anggota keluarga untuk bertanya terkait program pengobatan gout arthritis.

09.30 :Menjawab pertanyaan yang di ajukan pasien

09.35 : menutup pertemuan hari ini

- S : 36c - Tb :157 cm - Bb : 60 cm - Pemeriksaan

kadar asam urat : 9.1 mg/dl -Kegagalan Ny. S menjelaskan diet yang cocok untuknya.

-Ny.s tidak

mengetahui apa saja yang perlu di lakukan untuk menurunkan kadar asamurat

A :Masalah defisit prngrtahuan belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

18 Juni 2023 Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

08.45 : Membina hubungan saling percaya pada klien dan keluarga klien

Respon : klien dan keluarga menerima kedatangan perawat 08.50 : Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan pertemuan Respon : klien dan keluarga menyetujui kontrak yang telah dibuat oleh perawat

09.20 : Menjelaskan pengertian tentang penyakit Gout arthritis Respon : klien dan keluarga memperhatikan saat diberi

S : Klien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

Klien mengatakan tidak tau diet apa yang cocok untuk penderita gout arthritis.

O:

DO :

Ttv : - Td : 120/80 mm/hg - S : 36c

- Tb :157 cm - Bb : 60 cm - Pemeriksaan

penjelasan dan mampu menjelaskan kembali.

09.25 : meminta pasien dan keluarga menjelaskan apa yang dibahas dipertemuan kemarin 09.28 :Memberikan

kesempatan kepada anggota keluarga untuk bertanya terkait program pengobatan gout arthritis.

09.30 :Menjawab pertanyaan yang di ajukan pasien

09.35 : menutup pertemuan hari ini

kadar asam urat : 9.1 mg/dl -Kegagalan Ny. S menjelaskan diet yang cocok untuknya.

-Ny. s tidak

mengetahui apa saja yang perlu di lakukan untuk menurunkan kadar asamurat

A :Masalah defisit prngrtahuan belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

19 Juni 2023 Defisit

Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi (D.01111)

08.45 : Membina hubungan saling percaya pada klien dan keluarga klien

Respon : klien dan keluarga menerima kedatangan perawat 08.50 : Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan pertemuan Respon : klien dan keluarga menyetujui kontrak yang telah dibuat oleh perawat

09.20 : Menjelaskan pengertian tentang penyakit Gout arthritis Respon : klien dan keluarga memperhatikan saat diberi penjelasan dan mampu menjelaskan kembali.

09.25 : meminta pasien dan

S : Klien mengatakan sebagian tau tentang penyakit, tapi belum mengerti bagaimana tanda gejala dan cara mengatasinya.

Klien mengatakan tidak tau diet apa yang cocok untuk penderita gout arthritis.

O:

DO :

Ttv : - Td : 120/80 mm/hg - S : 36c

- Tb :157 cm - Bb : 60 cm - Pemeriksaan

kadar asam urat : 9.1 mg/dl -Kegagalan Ny. S menjelaskan diet yang

keluarga menjelaskan apa yang dibahas dipertemuan kemarin 09.28 :Memberikan

kesempatan kepada anggota keluarga untuk bertanya terkait program pengobatan gout arthritis.

09.30 :Menjawab pertanyaan yang di ajukan pasien

09.35 : menutup pertemuan hari ini

cocok untuknya.

-Ny. s tidak

mengetahui apa saja yang perlu di lakukan untuk menurunkan kadar asamurat

A :Masalah defisit prngrtahuan teratasi

P : Hentikan Intervensi

Sumber data primer 2023

BAB 6 PEMBAHASAN

Berdasarkan data yang disajikan oleh peneliti mengenai studi kasus asuhan keperawatan pada 2 pasien yang memiliki masalah kesehatan dan diagnosa keperawatan yang sama, kemudian data tersebut dibahas dan dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian terdahulu dan secara teorotis dengan perilaku kesehatan

6.1 Gambaran Lokasi Penelitian

Klinik Fajar Medika Jombang merupakan salah satu klinik swasta Klinik Fajar medika Merupakan Klinik Rawat Jalan yang berada di Kecamatan ploso Kabupaten Jombang Jawa Timur.

6.2 Analisis Data Hasil Pengkajian

Peneliti mendapatkan data subjektif saat melakukan wawancara di rumah pasien. Data objektif yang didapatkan berasal dari pemeriksaan fisik pada pasien. Pasien kooperatif sehingga mudah mendapatkan data.

6.2.1 Data Umum

Hasil pengkajian yang didapatkan bahwa kedua pasien berjenis kelain perempuan. Ny. J berusia 60 dan Ny. S berusia 60. Kedua pasien berjenis kelamin perempuan yang berusia 60 tahun yang termasuk golongan wanita lansia. Pasien juga memiliki kesamaan menyukai konsumsi kacang dan jeroan dan makanan berlemak.

6.2.2 Keluhan Utama Pasien

Hasil pemeriksaan didapatkan bahwa kedua pasien mengalami Nyeri akut karena ketidakpatuhan diet rendah purin. Hal ini terjadi karena rasa nyeri pada klien dengan Gout Arthritis merupakan ciri khas yang ditemukan pada Gout Arthritis hal ini terjadi karena adanya peradangan kronis pada jaringan lunak. Oleh karena itu untuk mengatasi nyeri yang dialami oleh kedua klien penulis menyusun intervensi berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada. Intervensi yang disusun sama pada kedua klien dengan menggunakan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (2018)

6.2.3 Pemeriksaan Diagnostik

Hasil pemeriksaan pasien mengunakan metode cek kadar Asam urat.

6.3 Analisis Diagnosa Keperawatan

Hasil Penelitian didapatkan bahwa diagnosa keperawatan adalah Nyeri berhubungan dengan ketidakpatuhan diet rendah purin adalah suatu keadaan subyektif mengenai rasa nyeri pada saat mengalami asam urat tinggi, yang dapat mengakibatkan rasa nyeri tinggi. nyeri memiliki batasan karakteristik diantaranya: frekuensi nyeri, skla nyeri, lokasi nyeri (Keliat, 2018). Menurut peneliti fakta dan teori memiliki kesamaan bahwa kedua pasien didiagnosa keperawatan nausea karena mengalami rasa nyeri lebih 1 bulan.

6.4 Analisis Intervensi Keperawatan

Intervensi keperawatan non farmakologi yang diberikan adalah Diet redah puri dalam pada pasien Gouth Atritis. Tujuan yang diharapkan setelah

dilakukan tindakan keperawatan tingkat nyeri menurun. Kriteria hasil yang diharapkan adalah keluhan nyeri menurun, perasaan ingin muntah menurun, perasaan cemas menurun, nafsu makan meningkat. Intervensi yang dilakukan antara lain obseravasi seperti identifikas nyeri ,isyarat non verbal ketidaknyamanan, dampak nyeri, frekuensi dan durasi nyeri. Terapeutik seperti mengendalikan nyeri. Edukasi seperti mengajarkan teknik nonfarmakologi. Menurut peneliti bahwa intervensi yang diberi sudah sesuai dengan SDKI, SIKI, SLKI, dimasukkan juga intervensi secara non- farmakologi yaitu terapi relaksasi nafas dalam. Intervensi yang di berikan ada yang ditambah maupun dikurangi, maka dari itu ada sedikit perubahan 6.5 Analisis Implementasi Keperawatan

Pemberian implementasi dilakukan selama 3 hari kepada kedua pasien Pada implementasi keperawatan pada Ny.j dan Ny S dilakukan pada tanggal 14 juni – 19 juni 2023 yaitu bina hubungan saling percaya antara pasien dengan penulis dan membantu pasien mengidentifikasi pemicu dan penyebab terjadinya nyeri. Implementasi sudah dilaksanakan sesuai dengan intervensi keperawatan pada pasien dengan ketidakpatuhan diet. Pada tinjauan pustaka Implementasi Keperawatan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik dimana tahap pelaksanaannya dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing order untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan (Nursalam, 2019).

Ada 3 tahap implementasi yaitu fase orientasi, fase kerja dan fase terminasi. Implementasi dikatakan berhasil jika komunikasi terapeutik antara penulis dengan klien ada umpan balik dari rencana asuhan keperawatan yang direncanakan. Menurut penulis implementasi keperawatan terjadi kesenjangan karena implementasi keperawatan di tinjauan pustaka hanya dijelaskan konsepnya saja sedangkan pada pengkajian. implementasi keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Dalam pelaksanaannya penulis tidak selalu lancar dalam melakukan tahapan-tahapan yang telah disusun, tetapi pelaksanannya penulis melaksanakan intervensinya secara

Dalam dokumen KIAN PRASTIKA NURSE JOMBANG (Halaman 59-75)

Dokumen terkait