• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan analisis data di atas dapat dijelaskan bahwa keterampilan bertanya peserta didik di kelas V SDN Tunggakjati VI Kabupatenaputen Karawang dapat ditingkatkan dengan model discovery learning. Meningkatkan keterampilan bertanya dibutuhkan waktu sebanyak enam kali pertemuan yang terdiri dari 2 siklus. Penerapan model discovery learning pada pembelajaran tematik menggunakan enam langkah, diantaranya: 1) Stimulation, 2) ProblemStatemment, 1) Data Collection, 4) Data Processing, 5) Verification, 6) Generalization

Model discovery learning atau pemecahan masalah merupakan model yang bertujuan untuk melatih peserta didik agar memiliki kemampuan dalam menemukan solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah. Dalammenerapkan model ini, guru atau instruktur perlu memastikan bahwa peserta didik telah memiliki pemahaman yang baik tentang materi pelajaran dan keterampilan yang diperlukan untuk digunakan dalam mengatasi masalah.1

Pembelajaran tematik dengan menggunakan model discovery learning merupakan pembelajaran yang melibatkan peserta didik ikut berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan memberikan kesempatan peserta didik untuk memecahkan permasalahannya sendiri. Penerapan model discovery learning dapat meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik karena model discovery learning memiliki beberapa kelebihan, salah satunya yaitu melalui model ini peserta didik diberikan kesempatan untuk menemukan materi pembelajaran sendiri dengan cara mengamati sehingga muncullah berbagai macam jenis pertanyaan tentang pengamatannya tersebut.

Merujuk pada penelitian yang telah dilakukan oleh Meiria Sylvia Astuti dalam penelitiannya yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Bertanya dan Hasil Belajar Peserta didik Kelas 2 SDN Slungkep 03 menggunakan model Discovery Learning” pada hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terjadi peningkatan keterampilan bertanya peserta didik siklus I dari kategori sedang menjadi kategori tinggi diakhir siklus II sebesar 19,22%. Ketuntasan hasil belajar peserta didik mampu mencapai kategori tinggi rata-rata sebesar 18,19% - 33,33%. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik kelas 2 SDN 03 Slungkep.

Berdasarkan hasil observasi aktifitas guru pada siklus I belum mendapatkan kategori baik, karena pada pertemuan pertama terdapat 4 aspek berada pada kategori cukup baik diantaranya yaitu mempersilahkan peserta didik untuk menyimpulkan sumber energi disekitar sekolah, mempersilahkan peserta didik berdiskusi tentang materi yang diberikan, meminta peserta didik untuk menuliskan dan menjelaskan hasil diskusi, dan meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pada hari ini. Selanjutnya pada pertemuan kedua terdapat 2 aspek yangberada pada kategori cukup diantaranya yaitu, meminta peserta didik untuk menuliskan hasil diskusi dan memperisilahkan peserta didik untuk berdiskusi pada materi yang diberikan. Sedangkan pada pertemuan ketiga terdapat 1 aspek yang berada ada kategori cukup yaitu meminta peserta didik untuk menuliskan dan menjelaskan hasil diskusinya.

1Benny A. Pribadi, Model Assure Untuk Mendesain Pembelajaran Sukses, (Jakarta: PT.

DianRakyat, 2011), h. 82

58

Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I belum mendapatkan kategori baik, karena pada pertemuan pertama terdapat 3 aspek kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik dalam pembelajaran dengan kategori cukup. Aspek kegiatan kategori cukup itu diantaranya, memiliki kondisi sudah siap belajar, memahami langkah-langkah pembelajaran, berdiskusi dengan teman kelompok, menjelaskan hasil diskusi, membuat contoh materi, dan mengerjakan tugas yang diberikan

Peningkatan aktivitas peserta didik pada siklus II mendapatkan kategori baik karena sudah mengalami peningkatan dan seluruh aspek sudah sesuai dengan langkah-langkah model discovery learning.

Hasil observasi keterampilan bertanya peserta didik pada pra siklus hanya mencapai 60%, lalu pertemuan sikulus 1 mencapai 70%. Pada pertemuan ke dua ini belum mencapai pada target yang diinginkan maka dari itu lanjut memasuki siklus II.

Pada siklus II terjadi peningkatan yaitu mencapai 80%, Maka dari itu, indikator keterampilan bertanya peserta didik sudah meningkat karena telah mencapai kategori yang diinginkan yaitu mencapai 75%.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data terhadap penelitian yang dilakukan peneliti dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas V SDN Tunggakjati VI Kecamatan Karawang Barat Kabupatenupaten Karawang, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut diperoleh dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Peningkatan dapat dilihat dari presentase keterampilan bertanya peserta didik pada kegiatan siklus I dan siklus II. Pada kegiatan pembelajaran Pra siklus keterampilan peserta didik terus meningkat dari 60%, sehingga presentase keterampilan bertanya peserta didik mencapai 70% diperoleh dari 30 peserta didik yang hadir. Selanjutnya pada kegiatan penyempurnaan pembelajaran siklus II keterampilan bertanya peserta didik meningkat dari 70% sampai 80% diperoleh dari 30 peserta didik yang hadir.

Dengan demikian, perbaikan pembelajaran yang dilakukan sudah mencapai indikator penelitian yaitu meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik dengan model discovery learning dalam pembelajaran tematik.

60

B. Saran

Berdasarkan penelitian ini beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelajaran tematik dalam menggunakan model discovery learning adalah sebagai beikut:

1. Bagi peneliti, penelitian dalam meningkatkan keterampilan bertanya dengan menerapkan model discovery learning masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, peneliti lainnya lebih dipersiapkan dalam perencanaan pembelajaran yang cukup matang, karena penerapan model discovery learning membutuhkan pengelolaan kelas yang baik terutama pada saat berdiskusi.

2. Bagi peserta didik , lebih dibiasakan dalam penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan langkah pembelajaran dengan baik.

3. Bagi guru, memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah model discovery learning dalam pembelajaran agar peserta didik paham pada aktivitas kegiatan pembelajaran dan harus memberikan bimbingan secara baik dalam pelaksanaan model discovery learning agar peserta didik tidak merasa kesulitan ketika belajar.

4. Bagi para pembaca yang berminat untuk meneliti agar dapat dilakukan penelitian lanjutan, baik mengenai penerapan model discovery learning, maupun mengenai keterampilan bertanya peserta didik . Sehingga turut memperkuat pembuktian teori-teori mengenai variable tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

A. Pribadi, Benny. Model Assure Untuk Mendesain Pembelajaran Sukses.

Jakarta:PT. Dian Rakyat, 2011.

Akbar, Sa’dun. dkk. Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016.

Anwar, Chairul. “Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Fiqih di Kelas VIII MTS Darul Ma’arif Jakarta”, Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam FITK UIN. Jakarta. 2015.

Asril, Z. Micro Teaching. Jakarta: Grafida Persada, 2010.

Astuti, Meiria Sylvi. “Peningkatan Keterampilan Bertanya dan Hasil BelajarPeserta didik Kelas 2 SDN Slungkep 03 menggunakan model Discovery Learning”. Scholaria Vol. 5. 2015.

Fauzan, Belajar dan Pembelajaran, Ciputat: Gaung Persada (GP) Press, 2017 Gandhi, dkk. Kemampuan Bertanya Guru IPA Dalam Pengelolaan Pembelajaran.

Pendidikan Sains: Vol. 4, tahun 2014.

Herlianti, Yanti. Pembelajaran Tematik. Jakarta: UIN Press, 2015.

Imam dan Anggraini. Taksonomi Bloom–Revisi Ranah Kognitif:

KerangkaLandasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Penilaian, tahun 2004

Karthwol, David R. A revision of Bloom’s Taxonomy: An Overview, Theory IntoPractice, tahun 2002.

Lampiran Permendikbud No.104 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh PendidikTahun 2014.

Ridwanudin, Dindin. Bahasa Indonesia. Jakarta: U IN Press, 2015

LAMPIRAN-LAMPIRAN :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SDN TUNGGAKJATI VI

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pelajaran : 1

Tema : Mari Belajar Al-qur’an Surah At-Tin Subtema : Menghafal At-Tin

Kelas/Semester : V/1

AlokasiWaktu : 2 x 35 Menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1 Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.

KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.

KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator

No, Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 1.1 Terbiasa membaca al-Qur'an

dengan tartil.

2.1 Menunjukkan sikap bekerja sama dan peduli sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. at-T³n dan Q.S. al-Ma’un.

2.1.1 Memiliki sikap saling

pengingatkan dalam kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.at-Tiin.

3.1 Memahami makna Q.S. at-T³n dan Q.S. al-Ma’un dengan baik dan tartil.

3.1.1 Menjelaskan makna Q.S.at- Tiin dengan benar

4.1.1 Membaca Q.S. at-T³n dan Q.S.

al-Ma’un dengan tartil.

4.1.1.1 Membaca Q.S.at-Tiin dengan tartil

4.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. at-T³n dan Q.S. al-Ma’un dengan benar

4.1.2 1.Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S.at- Tiin 4.1.3 Menunjukkan hafalan Q.S. at-T³n

dan Q.S. al-Ma’un dengan lancar.

4.1.3.1 Menunjukkan hafalan Q.S.at- Tiin.

C. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu:

1. Membaca Q.S.at- Tiin dengan tartil.

2. Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S.at- Tiin.

3. Menunjukkan hafalan Q.S.at- Tiin.

4. Menjelaskan makna Q.S.at- Tiin dengan benar D. Materi Pembelajaran

Q.S. At-TinAyat 1-8 E. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan :Sientifik

2. Metode :

a) Observasi b) Diskusi c) Presentasi d) Demontrasi F. Sumber Belajar

1. Al-qur’an dan terjemahan

2. Buku PAI dan Budi Pekerti SD Kelas V 3. Lingkungan sekitar

G. Media Belajar :

1. Tayang video Pembacaan Surat At-Tin https://youtu.be/-Uy_0Tv2XnI

2. Laptop dan Infocus

H. Langkah-langkah Pembelajaran

No. Kegiatan Waktu

1. Pendahuluan

1. Guru Membuka pembelajaran dengan membaca Basmallah dilanjutkan salam dan berdo’a bersama dipimpin Guru dengan penuh khidmat do’a mecari ilmu:

“Robbizidnii ‘ilman Warzuqnii Fahmaa”.

“Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berilah aku pengertian yang baik.

2. Guru Memulai pembelajaran dengan membaca al- Qur’an surah pendek pilihan surah Al Fatihah.

3. Guru mengarahkan kesiapan diri peserta didik dan kehadiran peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran.

4. Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan tema belajar menghafal Q.S.at-Tiin.

5. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai;

6. Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak,menanya, berdialog, mengkomunikasikan dengan menyampaian,

10 menit

menanggapi dan membuat kesimpulan hasil pembelajaran

. Kegiatan Inti

Mengamati

1. Sebelum masuk pada inti pembelajaran membaca, guru terlebih dahulu meminta agar peserta didik secara klasikal mencermati mengapa orang yang membaca al-Qur’an tergolong manusia yang beruntung dan istimewa.

2. Peserta Didik mencermati guru melafalkan dengan cara menghafal Q.S.at-Tiin dengan suara jelas ayat satu s.d dua, diikuti seluruh peserta didik, sesekali meminta salah satu peserta didik untuk

menghafalnya (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

3. Peserta Didik mencermati guru melafalkan dengan cara menghafal Q.S.at-Tiin dengan suara jelas ayat 3 s.d 4 diikuti seluruh peserta didik, sesekali meminta salah satu peserta didik untuk

menghafalnya (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

4. Peserta Didik mencermati guru melafalkan dengan cara menghafal Q.S.at-Tiin dengan suara jelas ayat 5 s.d 6 diikuti seluruh peserta didik, sesekali meminta salah satu peserta didik untuk

menghafalnya (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

5. Peserta Didik mencermati guru melafalkan dengan cara menghafal Q.S.at-Tiin dengan suara jelas ayat 7 s.d 8 diikuti seluruh peserta didik, sesekali meminta salah satu peserta didik untuk

menghafalnya (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

6. Mengikuti langkah sebelumnya, lakukan pola ayat 1 s.d 4 (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

7. Mengikuti langkah sebelumnya, lakukan pola ayat 5 s.d 6 (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

8. Mengikuti langkah sebelumnya, lakukan pola ayat 7 s.d 8 (lakukan sebanyak dua sampai tiga kali).

9. Pola terakhir Peserta Didik mencermati guru

menghafalkan surah at-Tiin dengan suara jelas, ayat 1 s.d. 8 (satu surah utuh) diikuti seluruh peserta didik (lakukan sebanyak 2-3 kali).

Menanya

12O menit

1. Melalui motivasi dari guru, peserta didik menanya arti bacaan surah Q.S. at-Tiin.

2. Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait menghafal surah Q.S. at-Tiin.

Mengekplorasi/menalar.

1. Guru memberikan kembali contoh cara menhafal Q.S. at-Tiin yang benar dan memberi pemahaman kembali tentang kandungan Q.S. at-Tiin.

2. Peserta didik diminta belajar lagi cara menghafal yang benar dan dilakukan berulang-ulang.

Mengasosiasi/ mencoba

1. Peserta Didik mencermati guru menghafalkan surah at-Tiin dengan suara jelas, ayat 1 s.d. 8 (satu surah utuh) diikuti seluruh peserta didik (lakukan sebanyak 2-3 kali). Apabila peserta didik belum bisa menghafalkan dengan lancar, dapat diulangi melalui cara yang sama dari langkah 1 s.d. 8.

Apabila sudah banyak yang menghafalkan secara individual, peserta didik mendemonstrasikan hafalannya.

2. Pada bagian “Sikap Kebiasaanku: insya Allah aku selalu membaca al-Qur’an surah at-Tiin,” guru memotivasi peserta didik untuk mendengarkan bacaan Q.S.at-Tiin yang benar dari salah satu audio seperti radio kaset. Kemudian meminta agar menirukannya secara berulang sampai hafalanya semakin baik dan benar.

Komunikasi/demonstrasi/networking

1. Peserta Didik mendemonstrasikan menghafal surah Q.S. at-Tiin bersama-sama dengan benar.

2. Peserta Didik mendemonstrasikan menghafal surah Q.S. at-Tiin sendiri-sendiri di didepan guru.

3. Dibantu guru peserta didik membuat kesimpulan 3. • Penutup

1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah

selanjutnya;

2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam buku teks

10 Menit

kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.

3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan

menggunakan buku penghubung guru dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perkembangan kemampuan peserta didik dalam penguasaan hafalan Q.S. at-Tiin di rumah.

4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

5. Membaca do’a penutupan “Alhamdulillah”

Artinya :

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Penilaian Hasil Pembelajaran

1. Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

No Nama Peserta Didik

spek Perilaku yang Dinilai umlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai BS JJ TJ DS

1 75 75 50 75 275 68,75 C

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :

• BS : Bekerja Sama

• JJ : Jujur

• TJ : Tanggun Jawab

• DS : Disiplin Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik 75 = Baik

50 = Cukup 25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria

= 100 x 4 = 400

3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5 Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

6. Observasi Sikap Bekerjasama /BS

No Aspek Pengamatan Skor

1 Aktif dalam kerja kelompok 2 Suka menolong teman/orang lain

3 Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan 4 Rela berkorban untuk orang lain

5 Bekerjasama dalam melaksanakan piket kelas Jumlah Skor

7. Observasi Sikap Jujur/JJ

No

Aspek Pengamatan Skor

1 Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas 2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang

lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas

3 Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya 4 Melaporkan data atau informasi apa adanya

5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki Jumlah Skor

8. Observasi Sikap Disiplin/DS

No Aspek Pengamatan Skor

1 Masuk kelas tepat waktu

2 Mengumpulkan tugas tepat waktu 3 Memakai seragam sesuai tata tertib 4 Mengerjakan tugas yang diberikan 5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran

Jumlah Skor

9. Observasi Sikap Tanggung Jawab/TJ

No Aspek Pengamatan Skor

1 Melaksanakan tugas individu dengan baik 2 Menerima akibat dari tindakan yang dilakukan 3 Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat 4 Mengembalikan barang yang dipinjam

5 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Jumlah Skor

- Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

o Pernyataan idak umlah

Skor or Sikap Kode Nilai 1

lama diskusi, saya ikut serta mengusulkan ide/gagasan.

50

250 62,50

B 2

tika berdiskusi, saya memberi kesempatan kepada teman lain untuk berbicara.

50

3

ya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi

kelompok.

50 4 ya Aktif Bekerjasama

dalam diskusi 00 Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

00,00 SB

Kode Nilai 1 a

2 3

4 arah saat diberi kritik. 100 100 emaksakan pendapat

sendiri kepada anggota kelompok.

00 emberikan solusi

terhadap

permasalahan. 400

u menerima pendapat 00 teman.

Skor Sikap umlah

Skor idak

Ya Pernyataan

o

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format Perhitungan nomor 3 dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100 2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x

100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (400 : 400) x 100 = 100,00

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

- Penilaian Jurnal(Lihat lampiran)

10. Pengetahuan

- Tertulis Pilihan Ganda (lihat lampiran) - Tertulis Uraian(lihat lampiran)

- Tes Lisan / Observasi terhadap Diskusi Tanya Jawab dan Percakapan

Praktek Monolog atau Dialog Penilaian Aspek Percakapan

No Aspek yang Dinilai

Skala Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 25 50 75 100

1 Intonasi 2 Pelafalan 3 Kelancaran 4 Ekspresi 5 Penampilan 6 Gestur

- Penugasan(lihat lampiran) Tugas Rumah

a) Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik

b) Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik

c) Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian

11. Keterampilan

- Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

No Aspek yang Dinilai

Sangat Baik (100)

Baik (75)

Kurang Baik

(50)

Tidak Baik (25) 1 Kesesuaian respon dengan

pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata 3 Kesesuaian penggunaan tata

bahasa 4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)

100 = Sangat Baik 50 = Kurang Baik

75 = Baik 25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh Peserta Didik dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25 1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah Keterangan :

100 = Sangat Baik 50 = Kurang Baik

75 = Baik 25 = Tidak Baik

- Penilaian Proyek(lihat lampiran)

Membuat denah sekolah, jadwal kegiatan sekolah, dll - Penilaian Produk(lihat lampiran)

- Penilaian Portofolio

Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll

Instrumen Penilain

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 2 3 4

12. Pembelajaran Remedial

Aktivitas kegiatan pembelajaran remedial dapat berupa: pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok atau tutor sebaya dengan merumuskan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana dan media pembelajaran.

13. PembelajaranPengayaan

Kegiatan pembelajaran pengayaan dirumuskan sesuai dengan karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana dan media pembelajaran

Mengetahui:

Kepala SDN Tunggakjati VI

Karawang . Agustus 2019 Guru PAI-BP Kelas V

EVI SILVIANA, S.Pd.

NIP. . 197307061996112001

KARYA WIJAYA, S.Pd.I NIP. ...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SDN Tunggakjati VI Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas/Semester : V / I

Tema : Mengenal Nama Allah dan Kitab-kitab-Nya Tema : Mengenal Nama Allah melalui Asmaul Husna Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI-1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

NO. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN

KOMPETENSI 1.

2.

3. 3.4 Mengerti makna al-Asmā'u al-husnā: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyµm, alAhad.

3.1.1 Menyebutkan al-Mumit, al- Hayy, al-Qayyµm, al-Ahad.

dengan benar

3.1.2 Menyebutkan arti al-Mumit, al- Hayy, al- Qayyµm, al-Ahad.

dengan benar

3.1.3 Menunjukkan al-Mumit, al- Hayy, alQayyµm, al-Ahad.

dengan benar 4.

C. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mengerti makna al-Asmā'u al-husnā: al-Mum³t, al-Hayy, al- Qayyµm, al-Ahad.

D. Materi Pembelajaran 1. Mari mengenal Allah Swt.

2. Menyebutkan Makna beberaps Asmaul Husna

3. Menyebutkan arti al-Mumit, al-Hayy, al- Qayyµm, al-Ahad. dengan benar E. Metode Pembelajaran

1. Ceramah interaktif (menceritakan dan menjelaskan kisah melalui gambar atau tayangan visual/film yang bersifat kontekstual kekinian)

2. Diskusi dalam bentuk Discovery Learning artinya peserta didik harus bisa menemukan konsep berdasarkan data atau informasi dengan cara meneliti F. Media, Alat dan Sumber Belajar

1. Media

- llustrasi gambar atau tayangan visual (film) yang relevan.

- Multimedia Interaktif 2. Alat

a. Poster tulisan

b. Kartu bertuliskan al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyµm, al-Ahad.

3. Sumber Belajar

a. Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls V SD, Kemdikbud Jakarta, 2014, Hal. 13-21 G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama (2 Jam Pelajaran)

No. Kegiatan Wkt

1. Pendahuluan

Pembelajaran dimulai dengan:

1) guru mengucapkan salam dan berdo’a bersama;

2) guru memeriksa kehadiran, kerapihan berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

3) guru menyapa peserta didik; dan

4) guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

10 menit

2. Kegiatan Inti Pertemuan ke 1

1) Guru mengajak peserta didik untuk belajar bersama di luar kelas sekitar lingkungan sekolah yang memungkinkan untuk pelaksanaan proses pembelajaran dengan membawa papan tulis atau media pembelajaran lainnya yang relevan.

2) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diminta mencermati pembelajaran tentang “Mengenal Nama Allah dan Kitab-kitabnya.”

A. Mari Mengenal Allah Swt.

1. Mengenal Allah melalui al-Asmā'u al-husnā

1) Guru meminta peserta didik secara berkelompok mencermati al-Asmā'u al-husnā: al-Mum³t, al-Hayy, al-Qayyµm, dan al-Ahad, dan mendiskusikan makna yang terkandung di dalamnya.

2) Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok

50 menit

Dokumen terkait