BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Metode analisis data
Berdasarkan hipotesis dan permasalahan yang ada, maka metode analisis data yang digunakan ini adalah :
1. Analisis kuantitatif
Yaitu, mengkaji dan menganalisa pengaruh efektivitas komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada pengadilan tata usaha Negara makasar. Analisis ini digunakan sebagai alat bantu statistic, sehingga memudahkan penulis dalam menafsirkan data mentah yang diperoleh.
2. Analisis regresi berganda
Regresi berganda yaitu untuk menganlisis seberapa besar pengaruh antara beberapa independen.
Bentuk umum persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut : Y = a + b1X1+ b2X2
Dimana :
Y = kepuasan kerja a = konstanta
X1= komunikasi vertikal X2= komunikasi horisontal
31
1. Sejarah Terbentuknya Pengadilan Tata Usaha Negara di Indonesia
Periode Pertama UUD 1945, Konsepsi atau ide dasar untuk membentuk Peradilan Administrasi di Indonesia telah muncul sejak awal kemerdekaan. Berdasarkan UUD 1945, dikeluarkan UU No.19 Tahun 1948 Tentang Susunan dan Kekuasaan Badan2 Kehakiman dan Kejaksaan, yang memuat dua pasal mengenai peradilan administrasi yaitu Pasal 66 dan 67.
Menurut ketentuan tersebut, untuk memutus sengketa administrasi diserahkan kepada Pengadilan Tinggi (Umum) sebagai peradilan tingkat pertama dan Mahkamah Agung sebagai peradilan tingkat kedua (terakhir).
Kemudian pada tahun 1949 dibuat RUU (Rancangan Undang-Undang) Tentang “Acara Perdata Dalam Soal Tata Pemerintahan” yang disusun oleh
Prof.Dr. Wirjono Prodjodikoro SH atas perintah Menteri Kehakiman Dr.
Susanto Tirtoprodjo SH. Namun sebelum RUU diundangkan sudah terjadi perubah-an konstitusi dari UUD 1945 menjadi UUD Republik Indonesia Serikat (RIS).
Periode UUD RIS ( 27 Desember 1949 s/d 17 Agustus 1950), Dalam Konstitusi RIS terdapat dua pasal tentang penyelesaian sengketa administrasi (tata usaha), yakni Bab IV Tentang Pemerintahan, Bagian III Pasal 161 dan 162. Menurut ketentuan tersebut, pemutusan sengketa tata usaha diserahkan kepada pengadilan perdata, atau kepada alat perlengkapan
negara lain tetapi dengan jaminan yang serupa tentang keadilan dan kebenarannya.
Periode UUD Sementara 1950 ( 17 Agustus 1950 s/d 5 Juli 1959 ), Dalam UUDS 1950, ketentuan penyelesaian sengketa administrasi (tata usaha) dimuat di Bagian III Pasal 108 dan Pasal 109, yang materi pokoknya hampir sama dengan ketentuan Konstitusi RIS Pasal 161 dan 162.
Namun menurut Syachran Basah (1984 : 88), Pasal 108 UUDS 1950 tersebut membuka kemungkinan penyelesaian sengketa administrasi (tata usaha negara) dilakukan melalui : (1) Pengadilan Perdata secara umum, (2) Pengadilan Perdata khusus untuk sengketa tata usaha tertentu, (3) Badan Pemutus untuk semua sengketa tata usaha, bukan pengadilan perdata yang dibentuk secara istimewa, (4) Badan Pemutus Khusus untuk sengketa tata usaha negara tertentu. Alternatif ke (3) tersebut mengarah pada pembentukan Pengadilan Admisnistrasi (TUN) yang berdiri sendiri.
2. Sejarah Pembangunan Gedung
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar (d/h. Ujung Pandang) dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 52 Tahun 1990 tanggal 30 Oktober 1990, termasuk salah satu dari 5 (lima) PTUN perintis yang dibentuk pertama kali di Indonesia, yaitu PTUN Jakarta, PTUN Medan, PTUN Palembang, PTUN Surabaya dan PTUN Makassar.
Terbentuknya PTUN Makassar tidak dapat dilepaskan dari proses pembentukan PERATUN di Indonesia, yang berawal dari lahirnya Undang- Undang (UU) No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara,
yang diundangkan tanggal 29 Desember 1986 namun peradilannya baru dibentuk dan beroperasi setelah lima tahun kemudian. Berdasarkan amanat dari UU No.5/1986 tersebut (sebagaimana telah diubah dengan UU No.9 Tahun 2004 dan UU No.51 Tahun 2009).
Pada tanggal 14 Januari 1991 terbit Peraturan Pemerintah (PP) No.7 Tahun 1991 Tentang Penerapan Undang-Undang No.5 Tahun 1986 Tentang PERATUN yang sekaligus merupakan awal beroperasinya PERATUN di Indonesia. Untuk menandai tonggak sejarah tersebut, maka tanggal 14 Januari dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) PERATUN yang diperingati setiap tahun oleh jajaran PERATUN di seluruh Indonesia.
Pada awal beroperasi tanggal 14 Januari 1991, Kantor PTUN Makassar masih menumpang pada gedung Pengadilan Tinggi TUN Makassar di Jl.
AP Pettarani No. 45 Makassar. Baru pada akhir tahun 1992, PTUN Makassar memiliki gedung sendiri di Jalan Bontolangkasa (sekarang Jl.
Raya Pendidikan) no.1, yang diresmikan penggunaannya oleh Menteri Kehakiman RI (waktu itu) Bapak Ismail Saleh, SH pada tanggal 26 Desember 1992.
B. Visi dan Misi
1. Visi Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar
” Terwujudnya Badan Peradilan Indonesia Yang Agung “ 2. Misi Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar
a. Menjaga kemandirian badan peradilan.
b. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.
c. Meningkatkan kualitas kepemimipinan badan peradilan.
d. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan C. Struktur Organisasi
Suatu organisasi atau instansi akan berhasil dalam pencapaian yang optimal apabila terdapat suatu system kerja yang baik, dimana fungsi-fungsi yang ada hubungannya dengan instansi memiliki pembagian kerja, tugas dan wewenang serta tanggung jawab yang digambarkan secara jelas dalam suatu struktur prganisai, diantaranya :
KETUA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA
MAKASSAR
WAKIL KETUA PENGADILAN TATA USAHA
NEGARA MAKASSAR
PANITERA/SEKRETARIS
WAKIL PANITERA
WAKIL SEKRETARIS
PANMUD PERKARA
PANMUD HUKUM
KASUB.BAG KEPEGAWAI
AN
KASUB.BAG KEUANGAN
KASUB.
BAG UMUM PANITERA
PENGGANTI
JURU SITA PENGGANTI
GAMBAR 1.3
STRUKTUR ORGANISASI PTUN
Susunan Organisasi Pengadilan Tata usaha Negar Makassar dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Ketua PTUN :
a. Membuat penetapan dismissal berdasarkan pasal 62 ayat (1) ;
b. Mengucapkan penetapan tersebut dalam rapat permusyawaratan (bukan dalam persidangan) ;
c. Membuat penetapan tentang penunjukan majelis hakim untuk memeriksa dan memutuskan dengan acara yang singkat pasal 62 ayat (4) ; Apabila diajukan gugatan dalam persidangan terhadap penetapan dismissal ;
d. Membuat penetapan apabila gugatan perlawanan dikabulkan oleh majelis hakim yang akan memeriksa dan memutuskan perkara yang bersangkutan dengan acara biasa pasal 62 ayat (5) ;
e. Membuat penetapan tentang penolakan/mengabulkan permohonan pemeriksaan dengan acara cepat (pasal 98, 99) ;
f. Membuat penetapan tentang perkara prodeo ;
g. Menetapkan apakah permohonan penggugat agar Pengadilan Tata Usaha Negara memeriksa gugatan dengan acara cepat dikabulkan atau tidak dalam waktu 14 hari sejak permohonan tersebut diterima di kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara ;
h. Memeriksa permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan (shcorsing) ;
i. Melakukan tugas yustisial persidangan ;
j. Memberi izin bagi pihak yang diwakili berdasarkan surat kuasa insidentil berdasarkan peraturan yang berlaku ;
k. Melaksanakan pemanggilan terhadap salah satu pihak dalam hal dia berkedudukan atau berada di luar negeri (vide pasal 66) ;
l. Membuat penetapan tentang penunjukan susunan majelis untuk memeriksa dan mengadili perkara ;
m. Memberi izin kepada pihak - pihak untuk mempelajari surat - surat resmi lainnya yang bersangkutan dengan perkara tersebut di kepaniteraan dan membuat kutipan atau salinan (pasal 81 dan 82) ;
n. Memberikan izin dalam hal perkara sudah putus dan para pihak hendak menyusun memori banding atau kontra memori banding dan memori kasasi atau kontra memori kasasi serta memori PK atau kontra memori PK ;
o. Memberikan izin kepada para pihak dalam hal perkara masih dalam proses yaitu mempelajari berkas perkara untuk penyusunan kesimpulan ;
p. Memberi perintah kepada panitera Pengadilan Tata Usaha Negara untuk mengirim salinan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap kepada para pihak dengan surat tercatat (pasal 116 ayat (1)) ; q. Memerintahkan tergugat melaksanakan putusan berdasarkan permohonan
penggugat dalam hal gugatan didasarkan pada pasal 97 ayat (9) huruf b dan c dikabulkan dan bila dalam jangka waktu 3 bulan setelah dikeluarkan putusan pengadilan, tergugat tidak melaksanakan kewajibannya ;
r. Memerintahkan juru sita melaksanakan upaya paksa terhadap tergugat yang tidak mau secara sukarela melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dan atau tidak mau melaksanakan penetapan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara (schorsing) ;
s. Memberikan saran tentang besarnya uang kompensasi dalam suatu penetapan dengan pertimbangan - pertimbangannya, apabila hal tersebut tidak disepakati, maka ketua mengeluarkan penetapan yang disertai pertimbangan cukup menentukan jumlah uang atau kompensasi lain yang dimaksud (pasal 117 ayat (4)) ;
t. Mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (pasal 119) ;
u. Mengawasi pelaksanaan court calendar dan mengumumkannya pada pertemuan berkala para hakim ;
v. Meneliti court calendar dan membina hakim agar memutus perkara yang diserahkan kepadanya paling lama 6 bulan ;
w. Mengevaluasi laporan mengenai penanganan perkara yang dilakukan hakim dan panitera pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya secara periodik kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung ;
x. Memberikan izin berdasarkan ketentuan undang – undang untuk membawa keluar dari ruang kepaniteraan yang meliputi : daftar, catatan risalah, berita acara serta berkas perkara (Pasal 141) ;
y. Mengkoordinir penyusunan program kerja tahunan ;
z. Mengadakan dan memimpin rapat pegawai, rapat antar pejabat struktural serta rapat hakim ;
aa. Mengadakan diskusi hukum bersama para hakim dan pegawai yang terkait ;
bb. Merumuskan dan menetapkan kebijakan Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar ;
cc. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh pegawai ; dd. Melakukan pembinaan terhadap calon hakim ;
ee. Membuat penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) terhadap wakil ketua, hakim, pansek serta calon hakim ;
ff. Mengatur dan menyeimbangkan kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar ;
gg. Melaporkan laporan tahunan kegiatan, akuntabilitas kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar melalui Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar ke Mahkamah Agung ;
hh. Menandatangani buku - buku jurnal dan register.
2. Wakil PTUN :
a. Apabila ketua berhalangan melaksanakan tugas ketua ;
b. Melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh ketua kepadanya ;
c. Mengkoordinir pengawasan yang dilakukan oleh hakim pengawas bidang.
d. Melakukan tugas yudisial persidangan ;
e. Merumuskan program kerja dan kegiatan lainnya ; f. Melaksanakan tugas Baperjakat ;
g. Melakukan pembinaan terhadap calon hakim ; h. Mengawasi pelaksanaan penegakan disiplin kerja.
3. Hakim :
a. Melakukan tugas yudisial persidangan ;
b. Bertanggungjawab atas pembuatan berita acara persidangan dan menandatanganinya sebelum sidang berikutnya ;
c. Meminta penjelasan kepada Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang bersangkutan (Pasal 63 ayat (2b)) ;
d. Menyatakan dengan memutus, gugatan penggugat tidak dapat diterima apabila dalam tenggang 30 hari sesuai dengan yang dinasehatkan penggugat belum juga menyempurnakan gugatan. Terhadap hal ini dapat diajukan gugatan baru (Pasal 63 ayat (3) dan (4)) ;
e. Dalam pemeriksaan persiapan, dapat dilakukan pemeriksaan setempat, dalam hal tergugat atau kuasanya tidak hadir dipersidangan dan atau tidak menanggapi gugatan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan meskipun setiap kali telah dipanggil dengan patut. Ketua majelis dengan surat penetapan meminta atasan tergugat agar memerintahkan tergugat hadir dan atau menanggapi gugatan, dan apabila setelah lewat 2 bulan permintaan tersebut tidak ditanggapi, pemeriksaan dilaksanakan tanpa hadirnya tergugat (Pasal 72).
f. Dalam hal dipandang perlu untuk kepentingan pemeriksaan, ketua majelis dapat memerintahkan pemeriksaan terhadap surat yang dipegang oleh Pejabat Tata Usaha Negara atau ejabat lain yang menyimpan surat, atau
meminta penjelasan dan keterangan tentang sesuatu yang bersangkutan dengan sengketa dan selanjutnya dapat memerintahkan supaya surat tersebut diperlihatkan dalam persidangan, sebagaimana disebut dalam pasal 85 ;
g. Mengemukakan pendapat dalam musyawarah ;
h. Menyiapkan putusan lengkap (net konsep) pada waktu ucapan ;
i. Menyiapkan dan membubuhkan paraf pada naskah putusan lengkap untuk ucapan ;
j. Melakukan minutering perkara dan membuat court calendar persidangan k. Melaporkan kegiatan persidangan ;
l. Melakukan pengawasan yang ditugaskan ketua (hakim pengawas bidang dan lain - lain) ;
m. Mempelajari dan mendiskusikan secara berkala kepustakaan hukum yang diterima dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan Mahkamah Agung
;
n. Melakukan pembinaan terhadap calon hakim, mengikuti diskusi permasalahan hukum dan administrasi perkantoran ;
o. Ikut serta merumuskan kebijakan program kerja di Pengadilan dan kegiatan lainnya ;
p. Menjadi quality controller dalam pengelolaan website dan pengembangan teknologi informasi;
4. Panitera :
a. Bertanggung - jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen, akta buku daftar, biaya perkara, surat - surat bukti lainnya yang disimpan di kepaniteraan ;
b. Menyelenggarakan administrasi perkara ;
c. Mengatur tugas wakil panitera, panitera muda dan panitera pengganti ; d. Membuat daftar semua perkara yang diterima di kepaniteraan ;
e. Meneliti dan melegalisir bukti–bukti ; f. Membuat salinan putusan pengadilan ; g. Membuat akta - akta .
h. Pemungutan biaya - biaya pengadilan (PNBP) dan menyetorkannya ke kas Negara ;
i. Mengirimkan berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi, dan peninjauan kembali ;
j. Melakukan penelitian administratif mengenai segi - segi formal yang pokok
k. pokok terhadap berkas perkara yang masuk (Pasal 56 jo SEMA No. 2 Th.
1991) ;
l. Menyelenggarakan biaya adminitrasi perkara ;
m. Membuat akta penolakan dalam hal tidak ada kemungkinan upaya hukum terhadap perlawanan (pasal 62 ayat (6), juga terhadap putusan niet ont vankelijke (N.O.) karena tidak memenuhi pasal 63 ayat (3)) ;
n. Sebagai pengadilan tingkat pertama bisa merumuskan gugatan atas petunjuk ketua pengadilan ;
5. Wakil Panitera :
a. Apabila panitera berhalangan melaksanakan tugas panitera ;
b. Membantu panitera di dalam melaksanakan tugasnya dalam memimpin kepaniteraan pengadilan dan mengkoordinir pelaksanaan tugas di bidang kepaniteraan meliputi panitera muda perkara, panitera muda hukum dan juru sita pengganti ;
c. Melaksanakan tugas panitera apabila panitera berhalangan ; d. Melaksanakan tugas yang didelegasikan kepadanya ;
e. Meneliti dan melegalisir bukti– bukti serta mengkoordinir permohonan eksekusi
f. Mempersiapkan pelaksanaan putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjde) ;
g. Membantu panitera untuk secara langsung membina, meneliti dan mengawasi pelaksanaan tugas administrasi perkara, antara lain ketertiban dalam mengisi buku register perkara, membuat laporan periodik dan lain– lain ;
h. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan selaku panitera pengganti ;
i. Membantu panitera untuk melakukan penelitian administratif terhadap surat gugatan (SEMA No. 2 Tahun 1991) ;
j. Turut serta merumuskan kebijakan program kerja di pengadilan dan kegiatan lainnya ;
6. Wakil Sekretaris :
a. Membantu sekretaris didalam melaksanakan tugasnya di bidang kesekretariatan Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar ;
b. Membantu sekretaris menyusun Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL) untuk tahun anggaran 2015 ;
c. Membantu sekretaris melaksanakan tugas pengadaan barang/jasa yang bersifat kontraktual sesuai dengan DIPA setiap tahunnya.
d. Mengkoordinir pelaksanaan tugas bawahan meliputi sub bagian umum, kepegawaian dan keuangan ;
e. Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan meliputi sub bagian umum, kepegawaian dan keuangan ;
f. Turut serta merumuskan kebijakan program kerja di Pengadilan dan kegiatan lainnya sesuai kebutuhan ;
g. Melaksanakan tugas pengadaan barang/jasa yang bersifat kontraktual sesuai dengan DIPA
7. Panmud Hukum :
Bertugas untuk melakukan urusan data perkara,statistic dan dokumentasi pengadilan tata usaha Negara serta urusan lain yang berhubungan dengan kepaniteraan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu melakukan pengirimanlaporan
perkara gugatan yang masuk yang diputus serta mengelola perpustakaan peratun
8. Kasub Bagian Kepegawaian :
a. Menyiapkan pengusulan pengangkatan Calon Pegawai Negari Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Cakim menjadi Hakim b. Menyiapkan pengusulan kenaikan pangkat, promosi dan mutasi jabatan ; c. Menyiapkan pengusulan pegawai yang mengikuti ujian dinas serta
penyesuaian ijasah ;
d. Membuat kenaikan gaji berkala ;
e. Menyiapkan pengusulan pegawai yang akan memasuki masa pensiun ; f. Menyiapkan dan menyelenggarakan sumpah PNS ;
g. Membuat dan menyiapkan pelantikan pegawai, panitera pengganti, juru sita pengganti dan hakim ;
h. Membuat dan Menandatangani Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pegawai Negeri Sipil staf sub bagian kepegawaian ;
i. Mengadministrasikan surat masuk dan keluar sub bagian kepegawaian ; 9. Kasub Bagian Keuangan :
a. Menyusun Rencana Kerja sub bagian keuangan ; b. Membantu wakil sekretaris menyusun RKA–KL ;
c. Membuat dan Menandatangani Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pegawai Negeri Sipil Staf Sub. Bag. Keuangan
d. Menandatangani, menganalisa, Surat Perintah Membayar
e. Mengoreksi dan menandatangani / member paraf persetujuan surat-surat Sub. Bag Keuangan;
f. Memeriksa, menganalisa, memfervikasi Laporan Pertanggung Jawaban Tunjangan Khusus Kinerja
g. Memeriksa, menganalisa, memfervikasi seluruh laporan keuangan bulanan, triwulan, semester dan tahunan serta catatan atas laporan keuangan;
h. Mengajukan revisi apabila ada dana pada DIPA yang perlu direvisi ; i. Melaporkan pelaksanaan penggunaan DIPA secara bulanan kepada Hakim
Pengawas Bidang Keuangan ;
j. Membantu Hakim Pengawas Bidang Keuangan ketika ada pemeriksaan keuangan ;
k. Turut serta merumuskan kebijakan program kerja di pengadilan dan kegiatan lainnya ;
l. Membuat laporan bulanan, triwulan, semester, tahunan.
10. Kasub bagian umum :
a. Menyusun rencana kerja sub bagian umum ;
b. Menerima dan mendistribusikan barang inventaris ; c. Melaksanakan laporan bulanan ;
d. Melaksanakan laporan semester I dan semester 2 barang inventaris ; e. Menyelesaikan laporan tahunan barang inventaris ;
f. Membuat dan Menandatangani Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pegawai Negeri Sipil staf sub bagian umum ;
g. Mengontrol pemeliharaan kendaraan/servis total setiap hari ;
h. Turut serta merumuskan kebijakan program kerja dan kegiatan lainnya ;
i. Melakukan pembinaan terhadap staf sub bagian umum ; j. Bertanggung jawab dan melaksanakan perintah atasan ;
k. Melaksanakan administrasi, perlengkapan/pengadaan barang dan perencanaan
l. Pelaksana pendataan Daftar Inventaris Barang (DIB) dan Daftar Barang Ruangan (DBR) ;
m. Mengelola/mencatat barang - barang ATK, ART dan obat – obatan (persediaan)
n. Membuat/mengetik laporan mutasi barang semester I dan semester 2 ; o. Menyelesaikan laporan mutasi barang tahunan barang inventaris ; p. Membuat nomor kode dan menempel setiap barang inventaris ; q. Melaksanakan pengelolaan perpustakaan ;
r. Mendokumentasikan data - data ke dalam komputerisasi ; s. Melaksanakan kebersihan ruang umum ;
t. Melaksanakan tata persuratan dan agenda surat masuk/surat keluar ;
u. Menyampaikan surat - surat masuk kepada ketua/pimpinan dan mendistribusikan sesuai dengan disposisi ;
v. Mengarsipkan surat - surat masuk maupun surat keluar ; w. Mengeposkan surat–surat ;
x. Mengelola barang - barang inventaris dan penghapusannya ;
y. Melaksanakan persiapan upacara dan pelatikan/pengambilan sumpah jabatan ;
z. Membuat laporan bulanan sub bagian umum ;
aa. Menyimpan/mengakses data base sub bagian umum ;
bb. Menyiapkan/merapikan perlengkapan rapat ; cc. Menyusun keperluan jenis barang ATK ; dd. Melaksanakan pengelolaan website ;
ee. Bertanggung jawab atas kerapian dan kebersihan ruangan
ff. Melaksanakan dan bertanggung jawab atas kerapihan dan kebersihan kantor, sarana dan prasarana ;
gg. Membantu panitia pengadaan barang/jasa (lelang umum) ;.
11. Panitera Pengganti :
a. Membantu Majelis Hakim dalam hal :
1.Membuat penetapan hari pemeriksaan persiapan dan hari sidang
………..
2.Membuat berita acara persidangan yang harus selesai sebelum sidang berikutnya ………
3.Mengetik putusan ………
b. Melaporkan kepada panitera muda perkara untuk dicatat dalam register perkara :
1.Penundaan hari -hari sidang ……….
2.Perkara yang sudah diputus berikut amar putusannya ………
3.Menyerahkan salinan putusan kepada panitera muda perkara untuk dikirim kepada para pihak sesuai pasal 51A ayat (2)
………...
c. Menyerahkan berkas perkara kepada panitera muda perkara bila telah selesai diminutasi ………
1 hari
1 hari 7 hari
1 hari 1 hari
1 hari
1 hari
48 A. Hasil Penelitian
Seperti yang telah dipaparkan diatas bahwa penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden. Penyebaran angket dilakukan dengan memberikan kepada setiap pegawai.
1. Karakteristik Responden
Untuk mengetahui gambaran umum responden, maka dapat dilihat pada tabel-tabel berikut :
a. Deskripsi Responden Berdasarkan jenis kelamin Tabel 5.1
Deskripsi Jenis Kelamin Responden Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid laki-laki 39 78.0 78.0 78.0
perempuan 11 22.0 22.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
sumber : Data diolah, SPSS 23,2016
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 50 responden tentang jenis kelamin dapat dijelaskan bahwa 39 responden (78%) berjenis kelamin laki-laki, dan 11 responden (22%) berjenis kelamin perempuan. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa responden Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar sebagian besar berjenis kelamin laki-laki.
b. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Tabel 5.2
Deskripsi Usia Responden
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 21-30 Tahun 7 14.0 14.0 14.0
31-35 Tahun 4 8.0 8.0 22.0
36-40 Tahun 7 14.0 14.0 36.0
40 Tahun
keatas 32 64.0 64.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Sumber : Data diolah, SPSS 23,2016
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 50 responden tentang usia, dapat dijelaskan bahwa 7 responden (14%) berusia 21-30 tahun, 4 responden (10%) berusia 31-35 tahun,7 responden (14%) berusia 36-40 tahun. Dan 32 responden (64%) berusia diatas 40 tahun.
Berdasarkan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa responden Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar sebagian besar berusia diatas 40 tahun.
c. Desripsi Responden Berdasarkan Tingkatn pendidikan Tabel 5.3
Deskripsi Tingkat Pendidikan Responden Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SMA 10 20.0 20.0 20.0
Sarjana (S1) 30 60.0 60.0 80.0
Pasca
Sarjana (S2) 10 20.0 20.0 100.0
Sumber : Data diolah, SPSS 23,2016
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 50 responden tentang tingkat pendidikan dapat dijelaskan bahwa 10 respoden (20 %) bertingkat pendidikan SMA/SMK. 30 responden (60%) bertingkat pendidikan Sarjana (S1) , 10 responden (20%) bertingkat pendidikan Pasca sarjana (S2). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa responden pegawai Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Maassar sebagian besar bertingkat pendidikan Sarjana (S1)
d. Deskripsi Responden Berdasarkan Masa Kerja Tabel 5.4
Sumber : Data diolah SPSS 23,2016
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 50 responden tentang masa kerja dapat dijelaskan bahwa 14 responden(28%) bekerja selama 5-10 tahun, 28 responden (56%) bekerja selama 11-20 tahun. 8 responden (16%) bekerja selama 21 tahun keatas. Dari data tersebut
Total 50 100.0 100.0
Deskripsi Masa Kerja Responden Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 5- 10 Tahun 14 28.0 28.0 28.0
11-20 Tahun 28 56.0 56.0 84.0
21 Tahun
keatas 8 16.0 16.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
dapat diambil kesimpulan bahwa responden Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar rata-rata memiliki masa kerja 11-20 tahun.
B. Analisis Statistik Deskriptif
1. Variabel Komunikasi Vertikal (X1)
Dalam variabel komunikasi berupa komunikasi vertikal (X1) terdapat 7 item pertanyaan sebagai berikut :
a. Bapak/ibu setuju apabila memberikan laporan secara rutin pada atasan .
Tabel 5.5 Indikator 1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid setuju 10 20.0 20.0 20.0
sangat setuju 40 80.0 80.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Sumber : Data Diolah, SPSS 23,2016
Dari tabel 5.5 dapat diketahui bahwa untuk item yang menyatakan pegawai setuju apabila selalu memberikan laporan secara rutin pada atasan (X1.1) sebagian responden menyatakan sangat setuju yaitu sebanyak 40 responden (80%). 10 responden (20%) menyatakan setuju.
Adanya data ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan sangat setuju jika pegawai memberikan laporan secara rutin pada atasan.
b. Bapak/ibu setuju apabila sudah memperoleh kesempatan untuk menyampaikan saran, ide demi kemajuan instansi.
Tabel 5.6 Indikator 2 Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid kurang
setuju 4 8.0 8.0 8.0
setuju 15 30.0 30.0 38.0
sangat setuju 31 62.0 62.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Sumber : Data diolah SPSS 23,2016
Pada item pegawai setuju apabila sudah memperoleh kesempatan untuk menyampaikan saran, ide demi kemajuan instansi (X1.2) sebagian responden menyatakan sangat setuju yaitu 31 responden (62%), 15 responden (30%) menyatakan setuju, 4 responden (8%) menyatakan cukup setuju. Pada item ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan sangat setuju apabila pegawai memperoleh kesempatan untuk menyampaikan saran, ide, demi kemajuan instansi.
c. Bapak/ibu setuju apabila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan selalu menyampaikan keluhan kepada atasan
Tabel 5.7 Indikator 3 Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid kurang
setuju 6 12.0 12.0 12.0
setuju 25 50.0 50.0 62.0
sangat setuju 19 38.0 38.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Sumber : Data diolah SPSS 23,2016