PERSPEKTIF ENTOMOLOGIST
C. Pemahaman Konsep Siswa terhadap Konsep-konsep Reaksi Redoks
1. Desain Pembelajaran dengan Model Pembelajaran POGIL
POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada proses belajar (Moog et al., 2006). Tujuan utama dalam POGIL tidak hanya untuk membangun penguasaan konseptual (mastery content) melalui aktivitas yang dapat merangsang siswa untuk membangun pemahaman sendiri tetapi juga meningkatkan keterampilan belajar yang penting, seperti memproses informasi, mengkomunikasikan secara lisan dan tertulis, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan metakognitif serta penilaian ( Moog et al., 2006).
Menurut Moog, et al. (2006), komponen kunci dalam POGIL meliputi 1) keterlibatan aktif siswa dalam kelompok belajar; 2) inkuiri terbimbing yang didasari oleh model daur belajar tiga fase (learning cycle 3E); dan 3) berfokus pada pengembangan keterampilan proses. Keterampilan proses yang menjadi sasaran dalam POGIL adalah pemrosesan informasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kerjasama, manajemen, dan penilaian diri (Straumanis, 2010).
Sintaks dalam POGIL meliputi 1) orientasi (orientation); 2) eksplorasi (exploration); 3) pembentukan konsep (conceptual formation); 4) penerapan konsep (application); dan penutup (closure) (Hanson, 2005). Aktivitas pembelajaran dalam sintaks POGIL disajikan dalam Tabel 1 berikut:
Tabel 1. Aktivitas Belajar dalam Sintaks POGIL
Langkah Deskripsi Kegiatan Belajar
Orientasi (Orientation)
Pada tahap ini, siswa dipersiapkan untuk belajar dengan kegiatan yang memotivasi siswa, menumbuhkan minat belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, dan menggali pengetahuan awal siswa.
Tahap ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menggali, memfokuskan dan menuntun siswa pada pokok persoalan yang akan dikaji.
Eksplorasi (Exploration)
Pada tahap ini siswa memiliki kesempatan untuk melakukan pengamatan, mendesain eksperimen, meneliti dan menganalisis data atau informasi, menyelidiki hubungan, mengusulkan pendapat dan pertanyaan, serta menguji hipotesis.
Tahap ini dilakukan dengan kegiatan mengkaji literatur atau dengan metode praktikum yang dirancang oleh siswa dengan bimbingan guru.
Pembentukan konsep (Concept formation)
Pada tahap ini konsep ditemukan, diperkenalkan dan dibentuk sebagai hasil dari eksplorasi.
Tahap ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong siswa untuk berfikir kritis dan analitis berkaitan dengan hasil eksplorasi
Penerapan Konsep (Application)
Pada tahap ini siswa menerapkan konsep/pengetahuan yang telah dibangun pada kondisi lain.
Tahap ini melibatkan penggunaan pengetahuan baru yang didapatkan siswa dalam bentuk latihan maupun pemecahan masalah.
Penutup (Closure) Pada tahap ini siswa memvalidasi hasil belajar mereka, merenungkan apa yang telah mereka pelajari, dan menilai kinerja mereka.
Tahap ini dilakukan dengan melakukan penilaian diri, teman sejawat, dan kinerja selama pembelajaran.
(Hanson, 2005)
Peran siswa dalam kelompok kecil meliputi 1) manager, bertugas mengatur kelompok dan bertanggungjawab atas ketuntasan penyelesaian tugas kelompok, serta mengajukan pertanyaan kepada guru; 2) presenter, bertugas mempresentasikan hasil kerja kelompok pada diskusi kelas; 3) recorder, bertugas untuk merekam semua kegiatan kelompok baik saat diskusi kelompok maupun saat diskusi kelas; dan 4) reflector, bertugas mengamati dan memberi masukan terhadap kinerja kelompok (Straumanis & Simons, 2008).
Peran utama guru pada POGIL adalah sebagai sebagai fasilitator. Fasilitator memiliki peran yang penting dalam pembelajaran POGIL, yaitu membuat keputusan tentang 1) kapan melakukan intervensi; 2) apa yang harus dikatakan untuk membimbing siswa; 3) kapan harus meninggalkan siswa untuk belajar mandiri dalam kelompok; 4) kapan memberikan ceramah singkat; 5) kapan mengadakan diskusi antar kelompok, dan lain-lain ( Moog et al., 2006). Peran ini dijalankan berdasarkan observasi
guru terhadap perkembangan dan dinamika dalam kelas dan guru harus selalu mengingat bahwa tujuan kegiatan belajar meliputi konsep (mastery concept) dan prosesnya.
Peran guru dan siswa dalam setiap tahap dalam POGIL adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Peran Guru dan Siswa dalam Sintaks POGIL
Sintaks Peran
Guru Siswa
Orientasi (orientation)
Menyiapkan siswa untuk belajar, meliputi: motivasi, menarik perhatian, menimbulkan keingintahuan, dan menghubungkan dengan pengetahuan awal.
Membentuk kelompok.
Mengamati gambar dan
mengajukan pertanyaan yang akan menjadi rumusan masalah dalam pembelajaran.
Berkumpul dalam kelompok dan membagi peran,
Eksplorasi (exploration)
Memberikan lembar kerja yang akan menuntun siswa untuk belajar.
Berperan sebagai fasilitator.
Mengkaji literatur untuk mengumpulkan informasi.
Merancang dan melakukan percobaan untuk mengumpulkan data.
Berdiskusi dalam mengerjakan lembar kerja.
Pembentukan konsep (conceptual formation)
Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang siswa untuk berpikir kritis, dan analitis.
Berperan sebagai fasilitator.
Menjawab pertanyaan guru.
Mengolah informasi.
Menganalisis data.
Menemukan pola.
Membentuk konsep.
Penerapan konsep (application)
Memberikan lembar kerja yang mengajak siswa untuk menerapkan konsep.
Menerapkan konsep ke dalam situasi baru.
Penutup (closure) Mengajak siswa untuk menyusun kesimpulan.
Mengajak siswa untuk melakukan refleksi.
Melakukan evaluasi dan penilaian.
Melakukan validasi hasil belajar.
Melakukan refleksi diri.
Melakukan penilaian diri.
Desain kegiatan belajar dalam POGIL disesuaikan dengan pokok bahasan yang akan dipelajari oleh siswa. Model pembelajaran POGIL bisa digunakan untuk pokok bahasan yang memiliki tiga karakter kunci, yaitu 1) Didesain untuk digunakan dengan tim mandiri dan guru berperan sebagai fasilitator; 2) Membimbing siswa untuk melakukan eksplorasi untuk membangun pemahamannya; 3) Menggunakan pokok bahasan untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan proses termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan untuk belajar serta menerapkan pengetahuan dalam konteks yang baru ( Moog et al., 2006).
Pokok bahasan kimia organik, misalnya senyawa turunan alkana, sesuai dengan karakter kunci pada pembelajaran POGIL tersebut. Penelitian tentang keefektifan POGIL dalam pokok bahasan kimia organik telah dilakukan dalam jangka waktu yang lama, yaitu dari tahun 1993 sampai dengan 2003 di Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta ujian ACS General Chemistry Exam yang selama setahun dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL memiliki nilai yang lebih tinggi dan siswa merasa terbantu dalam belajar dan keberhasilan mereka ( Moog et al., 2006). Selain itu, keefektifan POGIL dalam berbagai pembelajaran kimia di kelas telah dinilai secara luas oleh banyak institusi pendidikan (Farrell, Moog, & Spencer, 1999; Hanson & Wolfskill, 2000).
Penerapan sintaks model pembelajaran POGIL dalam pokok bahasan senyawa turunan alkana adalah sebagai berikut:
a. Tahap Orientasi (Orientation)
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah:
Siswa mengamati benda, gambar, atau video sebagai contoh bahan yang mengandung senyawa turunan alkana dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3. Contoh Senyawa Turunan Alkana dalam Kehidupan Sehari-hari pada Model POGIL
No Golongan Contoh
1 Alkanol (Alkohol) Larutan alkohol 70% dan spiritus
2 Alkoksialkana (Eter) MTBE (methyl tertier buthyl ether) sebagai bahan campuran bensin
3 Alkanal (Aldehida) Pupuk urea dan kayu manis 4 Alkanon (Keton) Pembersih cat kuku 5 Asam Alkanoat (Asam
Karboksilat)
Mentega dan cuka dapur 6 Alkil Alkanoat (Ester) Buah pisang dan mangga 7 Haloalkana (Alkil Halida) Bahan pada alat pendingin (AC)
8 Amina Antibiotik
Siswa memahami senyawa-senyawa yang terdapat pada benda, gambar, atau video yang berkaitan dengan golongan alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, haloalkana, dan amina, seperti yang disajikan pada Tabel 4 berikut ini:
Tabel 4. Senyawa Turunan Alkana yang terdapat dalam Contoh pada Model POGIL
No Contoh Senyawa Turunan Alkana
1 Larutan alkohol 70%; spiritus Etanol; metanol 2 MTBE (methyl tertier buthyl ether) sebagai
bahan campuran bensin
Metil tersier butil eter 3 Pupuk urea; Kayu manis Formaldehida; sinamaldehida
4 Pembersih cat kuku Aseton
5 Mentega; Cuka dapur Asam butanoat; Asam asetat
6 Buah pisang; Mangga Amil asetat; Propil butirat
7 Bahan pada alat pendingin (AC) Freon-12 (CCl2F2) dan Freon-13 (C2Cl3F3)
8 Antibiotik Penisilin
Siswa membuat rumusan masalah dari contoh senyawa dihubungkan dengan konsep yang akan dipelajari.
Siswa bergabung dalam kelompok belajar yang beranggotakan 3-4 orang dan berbagi peran dalam kelompok, yaitu manager, presenter, recorder, dan reflektor.
b. Tahap Eksplorasi (Exploration)
Langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah:
Siswa melakukan kajian pustaka atau merancang dan melakukan percobaan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang struktur, tatanama, isomer, sifat, sintesis, dan kegunaan senyawa golongan alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, haloalkana, dan amina.
c. Tahap Pembentukan Konsep (Concept Formation) Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah:
Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan di LKS yang berkaitan dengan informasi atau data yang diperoleh untuk membentuk konsep tentang struktur, tatanama, isomer, sifat, sintesis, dan kegunaan senyawa golongan alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, haloalkana, dan amina.
Siswa membuat kesimpulan sebagai jawaban dari rumusan masalah tentang konsep tentang struktur, tatanama, isomer, sifat, sintesis, dan kegunaan senyawa golongan alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, haloalkana, dan amina.
d. Tahap Penerapan Konsep (Application) Langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah:
Siswa melatih diri dengan mengerjakan tugas atau soal latihan tentang konsep struktur, tatanama, isomer, sifat, sintesis, dan kegunaan senyawa golongan alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, haloalkana, dan amina.
e. Tahap Penutup (Closure)
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah:
Siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang telah dilakukan.
Siswa melakukan penilaian diri dan teman sejawat.
Siswa menerima informasi tentang pokok bahasan yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.