• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Hipotesis

Dalam dokumen pengaruh model pembelajaran generatif (mpg) (Halaman 59-62)

BAB III METODE PENELITIAN

H. Tehnik Analisi Data

2. Uji Hipotesis

a) Memformulasikan Hipotesa

H1 = Ada pengaruh model pembelajaran generatif (MPG) terhadap pemahaman konsep himpunan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019.

H0 = Tidak ada pengaruh model pembelajaran generatif (MPG) terhadap pemahaman konsep himpunan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019.

b) Memilih rumus uji t yang digunakan

Setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas terhadap data, selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t yang tepat sesuai dengan kriteria di atas, dengan rumus yang telah ditentukan.

2 2 2 1 2 1

2 1

n s n s

X t X

Dimana:

x1 = rata-rata sampel kelas eksperimen x2 = rata-rata sampel kelas kontrol S12 = varians sampel kelas eksperimen S22= varians sampel kelas kontrol n1= jumlah sampel kelas eksperimen n2 = jumlah sampel kelas kontrol

Separated varian

1 ) 1 (1 2

) 1 ( ) 1 (

2 2

1

2 2 2 2 1 1

2 1

n n n

n

s n s n

X t X

Dimana:

x1 = rata-rata sampel kelas eksperimen x2 = rata-rata sampel kelas kontrol S12 = varians sampel kelas eksperimen S22= varians sampel kelas kontrol n1= jumlah sampel kelas eksperimen n2 = jumlah sampel kelas kontrol

Berikut pedoman penggunaan rumus-rumus di atas:

a. Jika n1= n2 dan varians homogen, maka dapat digunakan salah satu dari rumus di atas; dengan dk = n1+ n2– 2

b. Jika n1 ≠ n2 dan varians homogen, maka digunakan rumus polled varians; dengan dk = n1 + n2– 2

c. Jika n1 = n2 dan tidak homogen, maka dapat digunakan salah satu dari rumus di atas; dengan dk = n1 – 1 atau n2 – 1 (bukan n1+ n2 - 2).

d. Jika n1 ≠ n2 dan tidak homogen, maka digunakan rumus separated varians, harga t pengganti t tabel dihitung selisih dari harga t tabel dengan dk = (n1 – 1) dan dk = (n2 – 1), dibagi dua, kemudian ditambah dengan dengan harga t yang terkecil.

Pooled varian

c) Analisis Data

Setelah menemukan hasil t hitung tersebut dibandingkan dengan t tabel dengan derajat kebebasan (dk) sesuai dengan ketentuan dari masing-masing rumus uji t yang digunakan dalam penelitian ini dan peneliti menggunakan taraf signifikan 5%.

d) Membuat Keputusan

a. Apabila -ttabel ˂ thitung ˂ ttabel maka H1 Diterima.

Karena tidak berbeda secara signifikan.

b. Apabila thitung ≥ ttabel atau thitung≤ - ttabel maka H0 ditolak.

Karena terdapat perbedaan yang signifikan.

e) Menarik kesimpulan

Apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidaknya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi hasil penelitian a. Pengumpulan data

Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan tes, yaitu untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik, kemudian menggunakan dokumentasi yaitu berupa gambar/

photo/ dokumentasi sekolah selama proses penelitian berlangsung.

1. Tes

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dalam kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu. Dimana peneliti memberikan tes yang terdiri dari 3 item soal tentang materi himpunan, soal tersebut diambil dari buku paket matematika kelas VII SMP/MTS karangan Dewi Nuharini. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 peserta didik yang diambil dari 2 kelas yang berbeda-beda yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol.

2. Dokumentasi

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa profil sekolah, keadaan guru dan karyawan, sarana dan prasarana, serta data-data yang mendukung lainnya di SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019. Selain itu juga

45

dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambar/ photo/

dokumentasi sekolah selama proses penelitian berlangsung.

b. Penyajian Data

Penyajian data dilakukan untuk memperoleh data dari hasil tes peserta didik dari kelas eksperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran Matematika kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019. Adapun penyajian data kelas eksperimen dan kelas kontrol di lampiran 9.

1. Data hasil tes kelas eksperimen

Hasil tes pada kelas eksperimen yang diperoleh kemudian dikelompokan dalam bentuk data distribusi frekuensi yang dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Hasil Tes Kelas Eksperimen No Interval Frekuensi Fkomulatif

1 55 – 63 3 3

2 64 – 72 3 6

3 73 – 81 3 9

4 82 – 90 0 9

5 91 – 100 11 20

2. Data hasil tes kelas kontrol

Hasil tes pada kelas kontrol yang diperoleh kemudian dikelompokan dalam bentuk data distribusi frekuensi yang dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Hasil Tes Kelas Kontrol No Interval Frekuensi Fkomulatif

1 15 – 31 3 3

2 32 – 48 0 3

3 49 – 65 2 5

4 66 – 82 9 14

5 83 – 100 6 20

c. Hasil Uji Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan salah satu syarat utama yang digunakan dalam mengolah data hasil penellitian, satelah semua data dari responden terkumpul. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian terhadap hipotesis yang telah diajukan sebelumnya yaitu: “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Generatif (MPG) Terhadap Pemahaman Konsep Himpunan Peserta didik Kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu Tahun Pelajaran 2018/2019.” Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti yaitu sebagai berikut.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari lapangan berdistribusi normal atau tidak. Adapun hasil perhitungan uji normalitas menggunakan rumus Kolmogorov dengan bantuan SPSS sebagai berikut:

Tabel 4.3. Data Hasil Uji Normalitas

Tabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Kontrol experimen

N 20 20

Normal Parametersa Mean 69,9 83,125

Std. Deviation 2,33E+01 16,140828

Most Extreme Differences

Absolute

0,254 0,269

Positive 0,106 0,214

Negative -0,254 -0,269

Kolmogorov-Smirnov Z

1,137 1,201

Asymp. Sig. (2-tailed)

0,15 0,112

a. Test distribution is Normal.

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diketahui bahwa data kelas kontrol dan kelas eksperimen berdistribusi normal, karena nilai signifikannya ≥ 0,05.

2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah variansi data dari sampel yang di analisis homogen atau tidak. Adapun hasil perhitungan uji homogenitas menggunakan cara manual dengan rumus yang telah ditentukan:

S2 = ∑ � ∑ � ��

2− ∑ � �� 2

∑ � ∑ � −

Dimana:

f = Frekuensi tiap kelas interval

x

i = Titik tengah tiap kelas interval

Fhitung = � � �

� � �

= ,

,

= 2,337

Berdasarkan hasil uji homogenitas di atas, diperoleh nilai Fhitung = 2,337 dan Ftabel = 2,16 dengan taraf signifikan 0,05 (5%). Karena nilai Fhitung < Ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa data homogen.

Sehingga dapat dilanjutkan pada uji hipotesis. Perhitungan selengkapnya dilampiran 11 dan 13.

3) Uji Hipotesis

Setelah mengetahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen, selanjutnya dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak. Namun sebelum melakukan uji hipotesis peneliti terlebih dahulu melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Memformulasikan hipotesa

H1 = ada pengaruh model pembelajaran generatif terhadap pemahaman konsep himpunan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019.

H0 = tidak ada pengaruh model pembelajaran generatif terhadap pemahaman konsep himpunan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019.

b. Menentukan level of significance (α) sebesar 5% dan derajat kebebasan dk= n1 + n2 – 2, dengan n1= n2 = 20 sehingga dk = 38.

c. Uji hipotesis dengan menggunakan uji-t dengan rumus Separated Varian. Hasil analisis uji-t dengan Separated varians menunjukan bahwa thitung yang diperoleh untuk data hasil tes belajar matematika kelas eksperimen dan kontrol sesudah perlakuan sebesar 2,172 untuk taraf signifikan 5%

didapatkan nilai ttabel = 2,024 dengan dk = 38. Perhitungan selengkapnya dilampiran 14.

d. Penarikan Kesimpulan

Hasil perolehan nilai thitung = 2,172 dan ttabel = 2,024 untuk taraf signifikan 5% dengan dk = n1 + n2– 2 = (20 + 20 -2)

= 38. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis dengan menggunakan t-test, yaitu jika thitung ttabel sehingga dapat disimpulkan H1 diterima dan H0 ditolak.

Kesimpulannya: “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Generatif (MPG) Terhadap Pemahaman Konsep Himpunan Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu Tahun Pelajaran 2018/2019.”

B. Pembahasan

Pemilihan model pembelajaran pada dasarnya merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami oleh setiap guru, mengingat proses

pembelajaran merupakan proses komunikasi multiarah antara peserta didik, guru dan lingkungan belajar. Karena itu pembelajaran harus diatur sedemikian rupa sehingga akan diperoleh dampak pembelajaran secara langsung ke arah perubahan tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.

Model pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi, kondisi, dan lingkungan yang akan dihadapinya. Pemilihan model pembelajaran umumnya bertolak dari rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan dan jenis materi pembelajaran yang akan dikomunikasikan. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sangatlah penting. Artinya, bagaimana guru dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik, yaitu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.33

Model pembelajaran yang peneliti pilih dan digunakan oleh guru bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan di awal. Agar diperoleh tahapan kegiatan pembelajaran yang berdaya dan berhasil guna, maka guru harus mampu menentukan model pembelajaran apa yang akan digunakan. Diantara model pembelajaran yang diterapkan dalam bidang matematika adalah pembelajaran generatif (MPG). Model pembelajaran generatif (MPG) merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pengintegrasian secara aktif pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik

33 Hamzah B & Nurdin Mohamad,Belajar dengan Pendekatan Pailkem Cet ke 5 (Jakarta:

Bumi Aksara.2014). hlm.4-6

sebelumnya, dimana peserta didik akan di uji dengan cara menggunakan dalam menjawab persoalan atau gejala terkait dan jika pengetahuan baru berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka pengetahuan baru akan disimpan dalam memori jangka panjang. Dengan melibatkan berbagai hal seperti, pengalaman, lingkungan dan lainnya. Sehingga dalam proses pembelajaran tersebut apa yang menjadi tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal dan peserta didik merasa terpacu dalam belajar.

Dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif (MPG) tersebut, peneliti selama melakukan kegiatan pembelajaran dengan melibatkan lingkungan. Pada awal mulai meneliti, peneliti memperkenalkan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik yaitu tentang himpunan.

Dalam pembelajaran generatif ini peserta didik belajar dengan cara eksplorasi, pemusatan, tantangan, dan aplikasi atau penerapan. Dengan pembelajaran ini, guru menyiapkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan awal pendahuluan/ eksplorasi peneliti memasuki ruangan kelas, memimpin do’a, mengucapkan salam dan memimpin do’a.

Dalam hal ini, peneliti memberikan apersepsi/ memotivasi kepada peserta didik bahwa mempelajari himpunan sangat berguna dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Kemudian memberikan apersepsi (ekplorasi) yaitu bertanya dan menyampaikan materi pertama, seperti pada materi pengertian himpunan dan mendata anggotanya seperti contoh “kumpulan hewan berkaki dua dan kumpulan lukisan indah”. Peneliti mengajukan pertanyaan apakah

termasuk ke dalam himpunan atau tidak. Jadi, pertanyaan ini peserta didik akan menjadi aktif untuk mengemukakan pengetahuannya dari contoh yang telah diberikan. Selain itu juga peneliti memperlihatkan contoh-contoh gambar lain, yang diharapkan peserta didik secara aktif menebak tentang kumpulan himpunan yang terdapat di gambar tersebut. Kegiatan pendahuluan ini diakhiri dengan menyampaikan tujuan pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti yang berupa pemfokusan, tantangan, dan penerapan atau aplikasi.

Proses pemusatan dimulai dengan pengelompokan peserta didik dan dilanjutkan dengan pembagian tugas untuk masing-masing kelompok. Dalam pemahaman konsep himpunan memerlukan langkah-langkah yang sistematis, untuk itu guru meminta setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan hasil himpunan tersebut, kerja kelompok ini memerlukan waktu sekitar 20 menit yang termasuk dalam proses pemfokusan. Hasil perhitungan ini akan disalin pada kertas tertentu untuk dipresentasikan oleh salah satu peserta didik di depan ruang kelas dalam proses tantangan. Setiap paparan dilanjutkan dengan tanya jawab dan sharing idea yang merupakan bagian dari penerapan atau aplikasi.

Sebagai akhir dari kegiatan inti ini guru membimbing peserta didik merumuskan permasalah yang sangat sederhana. Peserta didik diminta untuk mempresentasikan penyelesaian masalah dihadapi teman-teman dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Tanya jawab antara peserta didik bukan hanya menambah pemahaman tentang konsep, akan tetapi juga akan menambah keterampilan menalar dan berkomunikasi dengan baik. Pada

kegiatan penutup peserta didik dan guru menarik kesimpulan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sebagai tindak lanjut guru memberikan tugas soal-soal yang ada pada buku teks dan LKS. Guru mengucapkan salam dan memimpin do’a untuk mengakhiri pelajaran.

Dengan memperhatikan seluruh kegiatan dari perencanaan hingga dampaknya, pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif (MPG) ini telah mengembangkan berbagai karakter, seperti saling menghargai, kerja sama dan disiplin. Terbukti dari apa yang peneliti tanyakan dan perlihatkan tersebut peserta didik merespon dengan cepat apa yang ditanyakan, hal ni terlihat dari sikap mereka yang sangat antusias dalam menjawab yang ditunjukan dari banyaknya peserta didik yang mengangkat tangan. Beraneka jawabanpun terlontarkan, ada yang menjawab “ya termasuk kumpulan himpunan” dan ada yang menjawab “bukan anggota himpunan”.

Mendengar jawaban mereka, peneliti tetap memberikan apresiasi dan dukungan agar mereka jangan takut salah menjawab, sehingga peserta didik akan termotivasi dan tidak terkecil dengan jawaban salah yang mereka lontarkan.

Tugas guru dalam pembelajaran generatif adalah membantu peserta didik dalam mencapai tujuannya. Maksudnya guru lebih berurusan dengan model pembelajaran dari pada memberi informasi. Guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menentukan sesuatu yang baru bagi peserta didik. Proses belajar mengajar lebih di warnai student centered (terpusat pada peserta didik) dari pada teacher centered (terpusat

pada guru). Dengan menggunakan pembelajaran generatif, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

Model pembelajaran generatif berlandaskan pada teori belajar kontruktivistik. Teori konstruktivistik mengemukakan bahwa pengetahuan bukanlah kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungan. Dengan demikian konsep pembelajaran menurut teori konstruktivitik adalah suatu proses pembelajaran yang mengkondisikan peserta didik untuk melakukan proses aktif membangun konsep baru, pengertian baru dan pengetahuan baru berdasarkan data. Proses pembelajaran harus dikelola sedemikian rupa sehingga mampu mendorong peserta didik mengorganisasi pengalamannya sendiri menjadi pengetahuan yang bermakna.

Selaras dengan teori belajar konstruktivistik, model pembelajaran generatif adalah model pembelajaran yang menekankan pada pengintegrasian secara aktif pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik sebelumnya. Pengetahuan baru itu akan diuji dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau gejala terkait. Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori jangka panjang. Dengan menggunakan model generative learning diharapkan peserta didik menjadi lebih melakukan proses adaptasi ketika menghadapi stimulus baru. Selain itu, sebagai model pembelajaran yang berlandaskan konstruktivisme, generatif

learning juga berfokus pada keterlibatan dan partisipasi peserta didik secara aktif dalam proses belajar sebagai tujuan utama dalam proses belajar.

Aliran konstruktivistik berpandangan bahwa pengetahuan tidak bisa ditransfer begitu saja, melainkan harus diinterpretasikan sendiri oleh masing- masing individu. Pengetahuan juga bukan merupakan sesuatu yang ada, melainkan sesuatu proses yang berkembang terus-menerus. Dalam proses itu, keaktifan seseorang sangat menentukan dalam mengembangkan pengetahuannya. Sebab, pada kenyataannya, masih banyak peserta didik yang salah menangkap sesuatu yang diberikan oleh pendidikannya. Fakta tersebut menunjukan bahwa pengetahuan tidak begitu saja dipindahkan, tetapi harus dikonstruksi sendiri oleh peserta didik. Oleh karena itu, peran peserta didik dalam pembelajaran bukan pemindahan pengetahuan, melainkan hanya sebagai fasilitator yang berperan menyediakan stimulus berupa strategi pembelajaran, bimbingan dan bantuan ketika peserta didik mengalami kesulitan belajar, serta menyediakan media dan materi pembelajaran agar peserta didik merasa termotivasi belajar, sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Akhirnya peserta didik mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.

Dari pengertian tersebut, maka kita dapat memahami bahwa teori konstruktivistik merupakan pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta suatu makna dari sesuatu yang telah dipelajari. Belajar lebih dipahami sebagai kegiatan manusia dalam membangun atau

menciptakan pengetahuannya sendiri dengan memberi makna pada pengetahuan yang sesuai dengan pengalamannya.

Dengan menerapkan model pembelajaran generatif dalam pembelajaran matematika, diharapkan ada perubahan pola mengajar dari teacher centered menjadi student centered. Untuk itu perlu model pembelajaran yang memberdayakan peserta didik. Salah satunya adalah model pembelajaran generatif (MPG). Berdasarkan paparan tersebut, bahwa pembelajaran generatif dapat menambah kualitas proses pembelajaran matematika dalam proses pemecahan masalah matematika. Hal ini ditunjukan oleh peserta didik penuh aktif dan antusias, semangat serta berani dalam mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran berlangsung. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran generatif (MPG) terhadap pemahaman konsep himpunan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu tahun pelajaran 2018/2019.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan peneliti adalah “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Generatif (MPG) Terhadap Pemahaman Konsep Himpunan Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Langgudu Tahun Pelajaran 2018/2019.” Hal ini dilihat dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan dimana hasil yang diperoleh nilai 2,172 > 2,024 untuk taraf signifikan 5% dengan dk = n1 + n2– 2 = (20 + 20 - 2) = 38. Sehingga dapat disimpulkan H1 diterima dan H0 ditolak.

B. Saran

Berdasarkan hasil yang dicapai pada penelitian ini, maka ada beberapa sasaran yang ingin peneliti sampaikan, yaitu:

1. Diharapkan guru-guru khususnya guru Matematika SMP Negeri 1 Langgudu dapat menggunakan pembelajaran generatif sebagai model pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

2. Bagi peneliti lain yang ingin lebih lanjut diharapkan mencoba menerapkan pada kelas lain untuk pokok bahasan yang berbeda.

58

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta, 2014.

Anwar, Chairul. Teori-teori Pendidikan. Yogyakarta: IRCiSoD, 2017.

Baharudin dan Wahyuni “Teori Belajar dan Pembelajaran”, dalam https://www.eurekapendidikan.com/2015/02/model-pembelajaran-

generatif-generative.html, diambil tanggal 18 Januari 2018, pukul 10.10.

Dumairy. Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakrta: BPFE- Yogyakarta, 2012.

Hamzah B & Nurdin Mohamad. Belajar dengan Pendekatan Pailkem. Jakarta:

Bumi Aksara, 2014.

Iskandar, Ramli. “Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA melalui Pembelajaran Konstruktivisme pada Siswa Kelas IV di MI NW Mercapada Narmada.

Skripsi, UIN Mataram, Mataram, 2012.

Kartinah. “Penggunaan Model Pembelajaran Generatif (MPG) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika. Skripsi, FPMIPA IKIP PGRI Semarang, Semarang, 2012.

Komarudin, “Model pembelajaran Generatif”, dalam http://fisikawansastra.blogspot.co.id/2015/04/model-pembelajaran-

generative.html, diakses tanggal 12 januari 2018, pukul 12.54.

Muyana, Eldy. “Model Pembelajaran Generatif Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep IPS pada Peserta Didik”. JPIS, Vol. 23, Nomor 2, Desember 2014, hlm.1.

Mulya Alfira Astuti, Statistika Penelitian. IAIN Mataram: Jurusan Pendidikan Matematika, 2015.

Narbuko Cholid & Abu Achmadi, Metodologi Penelitian Cet ke 14. Jakarta: Bumi Aksara,2015.

Nuharini, Dewi dan Tri Wahyuni. Matematika Konsep dan Aplikasinya. Jakarta:

Pusat Perbukuan, 2008.

Putro Eko Widoyoko, Penilaian Hasil Pembelajaran Di Sekolah.

Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2014.

Rianto, Nur. Matematika Terapan untuk Ekonomi. Bandung: CV Pustaka Setia, 2013.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2016.

Sukardjo dan Ukim Komarudin. Landasan Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafido Persada, 2010.

Trianto, Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

Uno, Hamzah. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

Wilis Ratna Dahar, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga, 2011.

Yusuf dan Trimurti. “Penerapan Model Pembelajaran Generatif (MPG) untuk Pelajaran Matematika di Kelas X SMA Negeri 8 Pelembang”. Vol. 3, Nomor 2, Desember 2009, hlm.45.

www.rijal09.com/2016/04/pengertian-pemahaman-konsep.html. Diambil pada tanggal 5 Februari 2018, pukul 11.20.

http://mediaharja.blogspot.com/2012/05/pemahaman-konsep-matematis.htm.

Diambil pada tanggal 7 januari 2019, pukul 11.47.

LAMPIRAN

Kisi-Kisi Soal

Kompetensi Dasar Indikator Nomor soal

Jumlah Soal

Bobot Soal 4.1 Memahami

pengertian dan notasi himpunan, dan

menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah.

4.1.1 Menyatakan ulang sebuah konsep kedalam masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan notasi

himpunan.

4.1.2 Menyajikan konsep dalam gabungan atau irisan dua himpunan dengan

diagram Venn.

4.1.2Mengaplikasika n konsep dalam pemecahan masalah dengan

menggunakan diagram Venn

1

2

3

1 (a, b & c)

1

1(a, b & c)

35

25

40

Lampiran 3

SOAL POST-TEST

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!

1. Nyatakan himpunan berikut dengan mendata anggota.

a. A adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 6.

b. P adalah himpunan huruf-huruf vocal.

c. Q adalah himpunan tiga binatang buas.

2. Diketahui S = { 1, 2, 3, … , 10} adalah himpunan semesta (semesta pembicaraan), A = {1, 2, 3, 4, 5}, dan B = {bilangan genap kurang dari 12}.

gambarlah dalam diagram Venn ketiga himpunan tersebut!

3. Dalam suatu kelas yang terdiri atas 40 siswa, diketahui24 siswa gemar bermain tenis, 23 siswa gemar sepak bola, dan 11 siswa gemar kedua-duanya.

Gambarlah diagram Venn dari keterangan tersebut, kemudian tentukan banyak siswa yang:

a. Hanya gemar bermain tenis b. Hanya gemar bermain sepak bola c. Tidak gemar kedua-duanya

LEMBAR JAWABAN POSTTEST 1. a. A adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 6.

Anggota himpunan bilangan cacah kurang dari 6 adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5.

Jadi, A = {0, 1, 2, 3, 4, 5}

b. P adalah himpunan huruf-huruf vocal.

Anggota himpunan huruf-huruf vocal adalah a, e, i, o dan u, sehingga ditulis P = {a, e, i, o, u}.

c. Q adalah himpunan tiga binatang buas, Anggota himpunan binatang buas antara lain harimau, singa, dan serigala.

Jadi, Q = {harimau, singa, serigala}

2. Diketahui S = {1, 2, 3, …, 10}

A = {1, 2, 3, 4, 5}

B = {2, 4, 6, 8, 10}

Berdasarkan himpunan A dan B, dapat diketahui bahwa A  B = {2, 4}.

Perhatikan bahwa himpunan A dan B saling berpotongan . (Mengapa?)

Dalam diagram Venn, irisan dua himpunan harus dinyatakan dalam satu kurva (himpunan A dan B dibuat berpotongan).

Adapun bilangan yang lain diletakkan pada kurva masing-masing Diagram Venn-nya sebagai berikut.

. 1 . 6

S

.3 . 2

. 4

.5

. 8

. 10

A B

.3

.1

.2

.4

. 6 S

Lampiran 4

3. Dalam menentukan banyaknya anggota masing-masing himpunan pada diagram Venn, tentukan terlebih dahulu banyaknya anggota yang gemar bermain tenis dan sepakbola, yaitu 11 siswa.

Diagram Venn-nya seperti gambar berikut.

a. Banyak siswa yang hanya gemar tenis = 24 – 11 = 13 siswa b. Banyak siswa yang hanya gemar sepak bola = 23 – 11 = 12 siswa

c. Banyak siswa yang tidak gemar kedua-duanya = 40 – 13 – 11 – 12 = 4 siswa

Tenis Sepak Bola

13 11 12

S

4

.

SILABUS PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP Negeri 1 Langgudu

Kelas : VII (Tujuh)

Mata Pelajaran : Matematika Semester : II (genap)

Kompetensi Inti : KI- 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI- 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI- 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI- 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda

Dalam dokumen pengaruh model pembelajaran generatif (mpg) (Halaman 59-62)

Dokumen terkait