• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 TINJAUAN KASUS

3.3 Diagnosa Keperawatan

1. Kurang pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menganal masalah kesehatan

2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit

SKORING (PENENTUAN PRIORITAS MASALAH) Diagnosa Keperawatan : kurang pengetahuan berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga menganal masalah kesehatan Tabel 3.3 skoring (penentuan prioritas masalah)

No. Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran 1. Sifat masalah

Aktual Resiko tinggi Potensial

3 2 1

1 3/3 x 1 = 1

Pengetahuan keluarga yang kurang tentang penyakit yang di derita anggota keluarganya dapat mengancam kondisi kesehatan klien

2. Kemungkinan masalah untuk diubah : Tinggi Sedang Rendah

2 1 0

2 2/2 x 2 = 2

Keluarga cukup aktif dan

kooperatif dengan petugas kesehatan

3. Potensial masalah untuk dicegah : Tinggi Cukup Rendah

3 2 1

1 3/3 x 1 = 1

Masalah yang sudah terjadi dapat dicegah kembali sangat cukup, karena keluarga sangat aktif dan banyak bertanya tentang penyakit Gout

4. Menonjolnya masalah : Masalah berat,

harus segera 2 1 2/2 x 1 =

Tn.F mengatakan penyakitnya merupakan masalah yang

ditangani Ada masalah, tetapi tidak perlu ditangani Masalah tidak dirasakan

1

0

1 cukup berat, selama ini keluarga tidak tahu

penyebab, tanda gejala, serta penatalaksanaan penyakit Gout

Jumlah Skor 4 2/3

SKORING (PENENTUAN PRIORITAS MASALAH)

Diagnosa Keperawatan : . Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit

Tabel 3.3 skoring (penentuan prioritas masalah)

No. Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran

1. Sifat masalah Keluarga Tn.F

Aktual Resiko tinggi

3 2

1 3/3 x 1 = 1

masih sering membeli obat di warung

Potensial 1

2. Kemungkinan masalah untuk

diubah : Keluarga cukup

aktif dan

Tinggi kooperatif dengan

Sedang Rendah

2 1

2 2/2 x 2 = 2

petugas kesehatan

0

3. Potensial Masalah untuk

masalah untuk dicegah tinggi

dicegah : karena keinginan

Tinggi Cukup

3 2

1 3/3 x 1 = 1

keluarga Tn.F agar tidak

terbiasa membeli obat di warung

Rendah 1

4. Menonjolnya masalah :

Tn.F menyadari Masalah berat,

harus segera ditangani

2 1 2/2 x 1 =

1

masalah dan ingin segera menangani agar tidak terjadi Ada masalah,

tetapi tidak

komplikasi lebih lanjut

perlu ditangani Masalah tidak dirasakan

1

0

Jumlah Skor 5

3.4 Intervensi Keperawatan

Tabel 3.5 intervensi keperawatan No Diagnosa

Keperawatan

Tujuan Kriteria/Evaluasi Rencan a Interve

nsi Umum Khusus Kriteria Standart

1. Kurang Setelah di -Keluarga Kognitif K : -

Pengetahuan lakukan dapat Keluarga Jelaskan

tentang tindakan menjelaskan mampu pada

penyakit keperawatan kembali menjelask keluarga

berhubungan selama 2x pengertian an tentang

dengan kunjungan asam urat pengertian pengerti

ketidakmamp rumah, , an asam

uan keluarga diharapkan penyebab, urat

mengenal masalah kesehatan

keluarga dan anggota keluarga yang menderita asam urat mengetahui tentang proses penyakitnya dan

pengobatan yang harus di jalani

- Keluarga dapat

menjelaskan kembali apa saja tanda dan gejala asam urat

- Keluarga dapat menjelskan kembali

tanda gejala, pencegaha n, serta penatalaks anaan asam urat

A :

-

Jelaskan pada keluarga tentang tanda dan gejala asam urat tentang apa Afektif Keluarga

saja melaporka -

pencegahan n kalau Jelaskan

dan sudah pada

penatalaksana memaham keluarga

an asam urat i tentang tentang

asam urat pencega

dan han

- Keluarga melaporkan mampu mengidentifik asi dan

mampu mengontro l

kondisiny a

asam urat

-

mengontrol Jelaskan

kondisinya pada

keluarga

-Adanya peningkatan kepatuhan dalam pelaksanaan proses perawatan

Psikomotor P : Keluarga mau mendemo nstrasikan tindakan pencegaha n asam urat seperti makanan yang harus dihindari serta melakuka n

pemantaua n

tentang penatala k-sanaan asam urat

-

Observa si kembali apa yang sudah didiskus ikan

Perubahan fungsi

Pf : Keluarga tampak sudah tidak kebingung an

2. Ketidakefektif an

pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan Ketidakmamp uan keluarga merawat anggota yang sakit

Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 2x kunjungan rumah, diharapkan adanya proses

pemeriharaan kesehatan lebih efektif dalam merawat anggota keluarga

-Keluarga dapat

meningkatkan kepatuhan dalam

pemeliharaan kesehatan

- Keluarga rutin melakukan pemantauan kesehatannya

Kognitif K : Keluarga mau meningkat kan kepatuhan dalam pemelihar aan kesehatan

-

Sediaka n

informas i factual yang tepat dan sesuai kebutuh an

-

Fasilitas i

yang sakit.

- Keluarga mau Melakukan aktivitas yang disarankan untuk

meningkatkan kesehatannya

Afektif

Psikomotor

Perubahan Fungsi

A : Keluarga melaporka n kalau sudah bisa merawat anggotany a yang sakit

P : Keluarga mau melakuka n aktivitas untuk meningkat kan Kesehatan nya

Pf : Keluarga tampak sudah bisa merawat anggota keluargan ya yang sakit

pemaha man aspek medis penderit a asam urat pada anggota keluarga yang lainnya

-

Fasilitas i

manaje men aspek medis penyakit dengan anggota keluarga

3.5 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Tabel 3.6 Implementasi dan Evaluasi No

.

Diagnosa Keperawatan

Tujuan Khusus Implementasi Evaluasi 1. Kurang

pengetahuan berhubungan dengan

ketidakmampua n keluarga mengenal masalah kesehatan

1. Keluarga dapat

menjelaskan kembali pengertian asam urat

2. Keluarga dapat

menjelaskan kembali tentang

penyebab serta tanda dan gejala asam urat

3. Keluarga dapat

menjelaskan kembali tentang pencegahan dan

penatalaksanaa n asam urat

1. Menjelaskan pada keluarga tentang pengertian asam urat

2. Menjelaskan pada keluarga tentang

penyebab serta tanda dan gejala asam urat

3. Menjelaskan pada keluarga tentang

pencegahan dan penatalaksanaa n asam urat

4.Mengobserva si kembali apa yang sudah didiskusikan

S: keluarga mengatakan sudah mengetahui tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan

penatalaksanaa n asam urat

O: keluarga tampak sudah tidak

kebingungan, keluarga tampak kooperatif

A: tujuan tercapai

P: intervensi dihentikan 4. Keluarga

melaporkan mampu

mengidentifika si dan

mengontrol kondisinya

5. Adanya kepatuhan peningkatan dalam

penatalaksanaa n proses perawatan

2. Ketidakefektifa n pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan

ketidakmampua n keluarga merawat anggotanya yang sakit

1. Keluarga dapat

meningkatkan kepatuhan dalam

pemeliharaan kesehatan

2. Keluarga rutin melakukan pemantauan kesehatannya

3. Keluarga mau

Melakukan aktivitas yang disarankan untuk

meningkatkan kesehatannya

1. Membina hubungan saling percaya

2. Menyediakan informasi factual yang tepat dan sesuai kebutuhan 3.

Memfasilitasi pemahaman aspek medis penderita asam urat pada anggota keluarga yang lainnya.

4.

Memfasilitasi manajemen aspek medis penyakit

dengan anggota keluarga.

S: Keluarga mau

meningkatkan kepatuhan dalam

pemeliharaan kesehatan.

O : Keluarga Rutin

melakukan pemantauan kesehatannya.

Keluarga tampak kooperatif A : Tujuan tercapai

P : Intervensi di hentikan

BAB IV PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dijelaskan kesenjangan antara teori dan asuha keperawatan keluarga langsung pada Tn.F dengan masalah kesehatan Gout Arthritis di desa Kalitengah Tanggulangin Sidoarjo

4.1 Pengkajian

Pada tahap pengumpulan data penulis tidak mengalami kesulitan karena penulis telah mengadakan perkenalan dan menjelaskan maksud penulis yaitu untuk melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada klien dan keluarga secara terbuka, mengerti dan kooperatif.

Pada identitas pada teori umur pada penderita asam urat yang terjadi pada laki-laki mulai dari usia 40-69 tahun, sedangkan pada kasus didapatkan data umur klien 53 tahun, pekerjaan pedgawai. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak ditemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga tinjauan pustakan didapat data, pada Tahap perkembangan keluarga saat ini ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti, pada Tahap keluarga yang belum terpenuhi yaitu menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi, pada Riwayat keluarga inti yaitu menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti yang meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit, sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman terhadap pelayanan kesehatan,

pada Riwayat keluarga sebelumnya yaitu dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Tahap perkembangan keluarga saat ini : keluarga saat ini berada pada tahap keluarga dengan anak remaja, pada Tugas perkembangan keluarga : keluarga mengatakan dapat dijalankan dengan baik, pada Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi : keluarga mengatakan tahap perkembangan keluarganya sudah cukup terpenuhi, pada Riwayat keluarga inti : keluarga mengatakan di dalam anggota keluarganya yang mempunyai riwayat penyakit adalah Tn.F yang terkena asam urat, dan Ny.Z yang terkena maag, pada Riwayat keluarga sebelumnya (pihak suami dan istri) : keluarga mengatakan jika orangtuanya memiliki penyakit kolestrol dan hipertensi,

Pada data lingkungan tinjauan pustaka, didapatkan data, pada Karakteristik rumah yaitu menjelaskan mengenai jenis rumah meliputi (permanen, semi- permanen, non-permanen), luas bangunan, luas penerangan, pada status rumah meliputi (milik pribadi, sewa bulanan, kontrakan), pada atap rumah meliputi (genteng, sirap/atap, seng/asbes), ventilasi rumah, pada penerangan meliputi (listrik, petromak, lampu temple), pada lantai meliputi (keramik, ubin, plaster, papan, tanah), kondisi rumah, pada pengolahan sampah meliputi (dibuang ke sungai/got, diambil petugas, ditimbun, dibakar), pada sumber air yang digunakan keluarga meliputi (sumur gali, pompa listrik, pompa tangan, PAM, sungai, membeli), jenis WC serta jarak WC ke sumber air, pada fasilitas sosial dan fasilitas kesehatan misal (rapat rw, posyandu, pkk rt , pos ronda), sarana komunikasi dan transportasi misal menggunakan HP dan sepeda motor, pada fasilitas hiburan misal (TV, Radio, dll), Data karakteristik rumah disertai juga

dalam bentuk denah, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Perumahan, Jenis rumah permanen, Luas bangunan 98 m, Status rumah milik pribadi, Atap rumah seng/asbes, Ventilasi rumah ada luasnya >10% luas lantai, Tinggi langit-langit rumah 4 M dari lantai, Cahaya dapat masuk rumah pada siang hari, Penerangan berupa listrik, Lantai keramik, Kondisi kebersihan rumah secara keseluruhan bersih, Pengolahan sampah Keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah, Pengolahan sampah rumah tangga dengan cara diambil petugas, Sumber air yang digunakan keluarga yaitu sumur gali, Sumber air minum yang digunakan oleh keluarga berupa air isi ulang, Jamban Keluarga mempunyai WC sendiri yang berjenis leher angsa, Jarak antara sumber air dengan penampungan tinja >10 Meter, Pembuangan air limbah : keluarga mempunyai saluran pembuangan air limbah yang kondisinya baik dan lancar. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak dtemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada data Sosial tinjauan kasus didapatkan data, pada Karakteristik tetangga dan komunitas RW yaitu menjelaskan mengenai lingkungan fisik setempat, kebiasaan dan budaya yang mempengaruhi kesehatan pada Mobilitas Geografis Keluarga yaitu proses perkembangan yang di lalui individu yang menghasilkan interaksi social dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membantuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan meneruskan nilai-nilai budaya keluarga (Friedman,1998), sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Karakteristik tetangga dan komunitas : keluarga mengatakan tetangganya rukun dan sering bergotong royong, pada Mobilitas geografis keluarga : keluarga Tn.F

mengatakan selama ini tinggal di rumah miliknya sendiri, pada Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : keluarga Tn.F mengatakan sering berkumpul di teras tengah dengan keluarga, dan juga sering bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, pada Sistem pendukung keluarga : keluarga Ny.S mengatakan keluarganya adalah pendukung yang baik. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak dtemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada data Struktur Keluarga tinjauan pustaka didapatkan data, seperti cirri- ciri keluarga misalnya (terorganisasi, keluarga adalah cerminan sebuah organisasi dimana setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

Yang kedua yaitu keterbatasan, dalam mencapai tujuan setiapanggota memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak bisa semena-mena. Yang ketiga yaitu perbedaan dan kekhususan, adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukan bahwa masing-masing anggota keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda). Sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Pola komunikasi keluarga : keluarga Tn.F mengatakan kalau berkomunikasi dengan baik, pada Struktur kekuatan keluarga : keluarga Tn.F mengatakan sudah cukup kuat. Pada Struktur peran : tidak ada masalah, pada Nilai dan norma keluarga : tidak ada konflik nilai. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak dtemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada daat Fungsi Keluarga tinjauan pustaka didapatkan data, pada Fungsi afèktif : merupakan dasar utama baik untuk pembentukan maupun untuk berkelanjutan unit keluarga itu sendiri, pada Fungsi sosialisasi : yaitu proses

perkembangan dan perubahan yang di lalui individu yang menghasilkan interaksi social dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya, pada Fungsi perawatan kesehatan : adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi, pada Fungsi Reproduksi : untuk melanjutkan keturunan dan membesarkan anak, pada Fungsi Ekonomi : dalam rangka mencapai kebutuhannya, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Fungsi afektif : berfungsi, , pada Fungsi sosialisasi : berfungsi, pada Fungsi perawatan kesehatan, Mengenal masalah kesehatan : tidak baik, keluarga Tn.F mengatakan hanya sebatas tahu nama penyakitnya saja, untuk cara pengobatan masih belum memahami secara meyeluruh, pada Memutuskan untuk merawat : Tifak Baik, keluarga Tn.F mengatakan jika ada anggota keluarganya yang sakit hanya di beri obat dari warung/apotek saja, jika penyakitnya parah baru pergi ke bidan desa/puskesmas, pada Mampu merawat : Tidak mampu, keluarga Tn.F mengatakan belum mampu merawat anggota keluarganya yang sakit dengan benar , pada Modifikasi lingkungan : keluarga Tn.F mengatakan keadaan rumah sudah cukup sehat dan tidak mempengaruhi kesehatan, pada Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada : baik, keluarga Tn.F mengatakan jika penyakitnya parah baru pergi ke fasilitas kesehatan, pada Fungsi reproduksi : baik, keluarga Tn.F mengatakan mereka mempunyai 2 anak yang tumbuh dengan baik, pada Fungsi ekonomi : baik, keluarga Tn.F mengatakan jika terkadang masih merasa kurang dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak ditemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama. Pada data Stress Dan Koping Keluarga tinjauan kasus didapatkan data, pada Stressor jangka pendek yaitu stressor yang

dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu kurang dari 5 bulan, pada Stressorr jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 5 bulan, pada Keadaan emosi misal (marah, sedih, ketakutan putus asa, stress), kurangnya interaksi dengan orang lain misal lebih senang menyendiri, menark diri dari lingkungan sekitar misal mengurung diri dsn tidak mau bertemu dengan siapapun, konflik dengan keluarga, penurunan harga diri misal sering insecure terhadap dirinya sendiri, gangguan gambaran diri, pada Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/

stressor : Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan, Strategi adaptasi fungsional yang digunakan bila menghadapi permasalah, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan adata, pada Pola koping : efektif, pada Stressor jangka pendek dan jangka panjang : keluarga Tn.F mengatakan terkadang ia merasa sedih karena ekonominya kurang, sedangkan stressor jangka panjang tidak ada, pada Keadaan emosi saat ini : baik, tidak marah, tidak sedih, tidak sedang ketakutan, tidak sedang putus asa, tidak sedang stress, pada Kurang interaksi dengan orang lain : keluarga ny.S mengatakan tidak, pada Menarik di dengan lingkungan sekitar : keluarga ny.S mengatakan tidak, pada Konflik dengan keluarga : keluarga Tn.F mengatakan tidak ada konfik, pada Penurunan harga diri : keluarga Tn.f mengatakan tidak ada penurunan harga diri, pada Gangguan gambaran diri : keluarga Tn.F mengatakan tidak ada gangguan gambaran diri, pada Strategi koping yang digunakan : keluarga Tn.F mengatakan jika anak-anaknya semua harus berpendidikan dan mempunyai pekerjaan yang sesuai, dan kalau ada masalah mereka melakukan musyawarah dengan keluarga, pada Strategi adaptasi disfungsional : keluarga Ny.S mengatakan tidak ada.

Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak dtemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada data Spiritual tinjauan pustaka didapatkan data, pada beribadah menjelaskan tentang ketaatan beribadah, keperjayaan yang berlawanan dengan kesehatan misal selain dengan membawa ke rumah sakit keluarga juga membawa ke dukun, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Taat beribadah : ya, pada Kepercayaan yang berlawanan dengan kesehatan : tidak, pada Distress spiritual : tidak. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak di temukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada data Riwayat Kesehatan Keluarga tinjauan pustaka didapatkan data, pada riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, keluarga berencana/KB yang digunakan, Imunisasi serta tumbuh kembang dari anak, sedangkan ada tinjauan kasus didapatkan data, pada Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, Ayah : Tn.F mengatakan mengatakan memiliki riwayat penyakit Asam Urat, Ibu : Ny.Z mengatakan beliau hanya memiliki riwayat penyakit maag, Anak : An.F dan An.J mengatakan kalau dirinya tidak memiliki riwayat peyakit apapun, Keluarga berencana : Ny.Z mengatakan kalau dirinya dulu pernah KB berupa Pil, Imunisasi : keluarga Tn.F mengatakan kalau anaknya sudah di imunisasi, Tumbuh kembang : keluarga Tn.F mengatakan kalau anaknya bertumbuh kembang dengan baik.

Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak dtemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama.

Pada data Pola Aktifitas Keluarga Sehari-hari tinjauan pustaka didapatkan data, pada pola makan sehari-hari normalnya 3 x/hari, pola minum normalnya 2 liter/hari, istirahat/ tidur normalnya 8 jam/hari, pola BAK/BAB, kebersihan diri

dan olahraga, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada Pola makan : keluarga Tn.F mengatakan tercukupi makan 3x sehari, pada Pola minum : keluarga Tn.F mengatakan menyediakan dan menyetok minuman di dalam kulkas, pada Istirahat/tidur keluarga Tn.f mengatakan baik dan cukup, pada Pola BAK : keluarga Tn.F mengatakan baik setiap hari secara rutin, pada Pola BAB : keluarga Tn.F mengatkan baik 1x sehari hanya di pagi hari, pada Pola kebersihan diri : keluarga Tn.f mengatakan semua anggota keluarga bisa menjaga kebersihan diri masing-masing, pada Olah raga : keluarga Tn.F mengatakan tidak rutin berolahraga karena terkadang malas. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak di temukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama. Pada data Faktor Resiko Masalah Kesehatan tinjauan pustaka didapatkan data, tentang ketaatan periksa kesehatan, sosial ekonomi kurang, rumah/lingkungan tidak harmonis atau adanya konflik dalam keluarga, mengkonsumsi alkohol/obat dan zat adiktif, obesitas, kurang gizi, merokok, minum kopi, konsumsi garam dan gula berlebih, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, Tidak pernah/ jarang periksa kesehatan : keluarga Tn.F mengatakan jarang karena terkadang tidak ada biaya, pada Sosial ekonomi

kurang : keluarga Tn.F mengatakan tidak ada masalah terhadap sosial dan ekonominya, pada Rumah/ lingkungan tidak sehat : keluarga Tn.F mengatakan keadaan lingkungan rumah bersih dan sehat, pada Hubungan keluarga tidak harmonis : keluarga Tn.F mengatakan semua berhubungan dengan baik, pada Mengkonsumsi alkohol/ obat dan zat adiktif : keluarga Tn.F mengatakan kalau dalam keluarganya tidak ada yang mengkonsumsi alkohol/ obat dan zat adiktif, pada Obesitas : keluarga Tn.f mengatakan tidak ada yang obesitas, pada Status

gizi kurang : keluarga Tn.F mengatakan status gizinya sudah cukup terpenuhi, pada Merokok : keluarga Tn.f mengatakan kalau dalam keluarganya yang merokok adalah Tn.f dan An.J, pada Minum kopi : keluarga Tn.f mengatakan anggota keluarganya suka minum kopi, pada Mengkonsumsi garam berlebih : keluarga Tn.F mengatakan semuanya di batasi, Mengkonsumsi gula berlebih : keluarga Tn.F mengatakan An.F biasanya suka makan gula berlebih. Menurut opini penulis pada teori dan pada kasus tidak dtemukan kesenjangan karena tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data sama. Pada pemeriksaan fisik kepala tinjauan pustaka di dapat data, pada rambut didapatkan persebaran rambut merata, tidak ada kebotakan, warna rambut hitam, Pada mata didapatkan pupil isokor, tidak memakai alat bantu, tidak anemis, Pada hidung didapatkan data simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, Pada telinga didapatkan data simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, Pada mulut didapatkan data tidak sumbing, bibir simetris, tidak ada susah menelan, gigi tidak caries, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada rambut ditemukan persebaran rambut merata, tidak ada ada kebotakan, warna rambut hitam dan sedikit ada uban, rambut bersih., pada mata ditemukan simetris, tidak ada benjolan, pupil isokor, penglihatan kabur tetapi tidak memakai alat bantu penglihatan, tidak anemis, sklera tidak ikterus, pada hidung ditemukan simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada gangguan pendengaran, pada telinga ditemukan simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada gangguan pendengaran, pada mulut ditemukan tidak sumbing, bibir simetris, tidak ada gangguan menelan, gigi caries, tidak ada pembesaran kelenjar

tiroid. Menurut opini penulis ditemukan sedikit kesenjangan yaitu dari warna rambut yang sedikit beruban, penglihatan kabur, gigi caries dikarenakan karena faktor umur serta pola kehidupan pasien.

Pada pemeriksaan Dada/Thorax tinjauan pustaka didapatkan data, pada inspeksi dada simetris, tidak ada retraksi otot bantu nafas, tidak terjadi sesak nafas, pola nafas teratur tidak menggunkan alat bantu afas, pada palpasi tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus sama, pada perkusi resonan/sonor, pada auskultasi suara nafas reguler, tidak ada suara nafas tambahan seperti wheezing dan ronchi, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada inspeksi ditemukan bentuk dada normal dan simetris, tidak ada retraksi otot bantu nafas, tidak ada luka, pola nafas teratur, tidak terjadi sesak nafas tidak terdapat sianosis, tidak nyeri dada, pada palpasi tidak ada nyeri tekan, vokal fremitus sama antara kanan dan kiri, tidak ada peningkatan JVP, pada perkusi thorax resonan untuk paru dan untuk pekak untuk jantung, pada auskultasi vesikuler seluruh lapang paru dan S1-S2 tunggal untuk jantung, tidak ada suara nafas tambahan whezing dan ronky dan tidak ada suara jantung tambahan mur-mur dan galop. Menurut opini penulis tidak ditemukan kesenjangan karena di tinjauan pustaka dan tinjauan kasus didapatkan data yang sama pernafasan pasien normal, pasien tidak sesak nafas dan tidak ada alat bantu nafas.

Pada pemeriksaan Perut/Abdomen tinjauan pustaka didapat data, pada inspeksi tidak distensi abdomen, pada palpasi tidak ada nyeri tekan, tidak kembung, pada perkusi normalnya timpany, pada auskultasi normal bising usus 5-35 x/menit, sedangkan pada tinjauan kasus didapatkan data, pada inspeksi tidak distensi abdomen, pada palpasi tidak ada nyeri tekan, tidak kembung, pada perkusi

Dokumen terkait