EFEKTIVITAS MERDEKA BELAJAR DI
usia (never ending goal). Merdeka belajar sebagaimana yang telah di gulirkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan telah disampaikan pada saat pidato peringatan hari guru, beliau ingin sekali memperjuangkan merdeka belajar, yang menjadi permasalahan adalah apakah itu essensi merdeka belajar? Bagaimanakah efektivitas merdeka belajar dimasa pandemic.
Konsep merdeka belajar merupakan suatu kesempatan belajar secara bebas dan nyaman bagi siswa untuk belajar dengan tenang, santai dan gembira tanpa stres dan tekanan dengan memperhatikan bakat alami yang mereka punyai, tanpa memaksa mereka mempelajari atau menguasai suatu bidang pengetahuan di luar hobi dan kemampuan mereka. Dengan demikian masing-masing mereka tumbuh dan berkembang sesuai potensi dan kemampuannya. Memberi beban kepada siswa di luar kemampuannya adalah tindakan yang tercela yang secara esensi berlawanan dengan semangat merdeka belajar. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh guru yang bijak. Ini tak ubahnya seperti siswa bisu dan tuli lalu guru memintanya menyayikan sebuah lagu kebangsaaan di depan kelas. Bila kemerdekaan belajar terpenuhi maka akan tercipta "pembelajaran yang merdeka" dan sekolahnya disebut sekolah yang merdeka.
Pendidikan juga menjadi penggerak perubahan peradaban disetiap zaman. Perkembangan pendidikan di Indonesia dari jaman kemerdekaan hingga sekarang memang menunjukkan perkembangan yang signifikan sejalan dengan pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 pada alinea ke-empat, secara eksplisit menyatakan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi beban untuk kebaikan pemerintah Indonesia. Tercapainya tujuan pendidikan ini dapat kita lihat dari prestasi anak
bangsa yang mendunia seperti Ir.BJ.Habibie yang tenaga dan fikirannya di manfaatkan oleh Jerman, Dr.Sri Mulyani yang pernah menjadi Manager Direktur World Bank di Amerika Serikat, serta masih banyak lagi pengusaha travel yang juga sukses di Amerika Serikat, bahkan penyanyi Agnes Monika, Anggun C.Sasmi juga mampu menembus popularitas di kancah hiburan Internasional, olympiade biologi pernah juga dijuarai oleh putra puri Indonesia, setiap event kompetisi tahfidhul Qur’an Internasionalpun peserta dari Indonesia selalu ambil bagian menjadi pemenangnya, tak ketinggalan pula beberapa karya ilmiah yang dipresentasikan pelajar Indonesia juga dapat mengalahkan negara – Negara lain yang katanya pendidikannya lebih maju dari Indonesia.
Merdeka Belajar ini telah di kemukakan oleh menteri pendidikan Nadiem Makarim di fokuskan pada tiga indicator diantaranya numerasi, merupakan peningkatan kemampuan penguasaan angka – angka, literasi yaitu kemampuan menganalisa bacaan, dan memahami makna di balik tulisan itu dan pembinaan karakter yaitu melakukan gotong royong ke-bhinekaan dan sebagainya.Konsep merdeka belajar belum juga menentukan arah dari pendidikan ini mau di bawa kemana , apakah konsep merdeka belajar ini menuntut pendidikan itu berkontribusi untuk peningkatan ekonomi , sehingga menuntut siswa ini belajar dengan bebas, bukan bermaksud pesimis terhadap kebijakan menteri pendidikan dan kebudayaan saat ini, namun kita perlu melihat sejarah untuk menjadi bahan pembelajaran kemasa depan, bahwasannya meskipun dari dulu pendidikan tidaklah terlalu difokuskan untuk apa, melainkan pendidikan itu terbagi ke beberapa bidang sehingga tak satupun masalah social di Indonesia ini belum seutuhnya yang dapat diselesaikan . Karena
pendidikan itu disiapkan untuk mengatasi permasalahan social yang ada di masyarakat.
Adanya pandemic covid -19 ini sebagai barometer atau uji coba merdeka belajar diterapkan, siswa dapat mengikuti pembelajaran online kapanpun dan dimanapun, menurut pengamatan penulis justru dengan system ini memunculkan kebiasaan baru mulai jadwal bangun tidur yang kesiangan karena tidak harus sampai sekolah pagi – pagi, kebiasaan membaca buku yang tergantikan dengan ulangan online tinggal browsing jawaban yang membuat minat baca menurun, apalagi berlatih hitung dengan latihan hitung sangat menurun sekali karena ketika mereka memperoleh soal tinggal browsing atau tanya teman, disamping itu pengembangan bakat dan minat juga terhambat dengan system pembelajaran ini yang semula para siswa berinteraksi dengan teman untuk bekerjasama dalam sebuah organisasi disekolah atau kegiatan ekstra kurikuler, berolah raga, semua menjadi kian merosot karena mereka lebih banyak menghadapi gadget, atau HP, atau laptop.
Kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, etos kerja serta berwawasan luas, gotong royong, mandiri, mampu melihat peluang dimasa depan adalah nilai – nilai yang lebih penting dan utama untuk diupayakan dikembangkan oleh setiap penyelenggara pendidikan dan siswa itu sendiri untu kemajuan negeri ini ketimbang mengembangkan nilai – nilai kapitalis ekonomi semata.
Tujuan Merdeka belajar akan dapat tercapai secara efektif dan efisien ketika pemerintah sendiri sudah menyiapkan instrument – instrument pendukungnya dengan baik seperti fasilitas untuk kegiatan pembelajaran mulai penyediaan jaringan internet yang sudah merata, menyediakan gadget atau laptop bagi siswa maupun pendidik, laboratorium yang mendukung
dan yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan tenaga pendidik yang ahli IT, jika kebijakan merdeka belajar hanya sebatas wacana dan setengah hati untuk mempersiapkannya, maka yang jadi korban adalah anak bangsa yang hidupnya semakin tidak teratur, minim pengetahuan, rendah motivasi, dan tidak tangguh dalam menghadapi permasalahan hidup, karena yang mereka lakukan lebih banyak mabar game online, mantai, muncak, ketimbang membaca dan berlatih soal, lebih suka bangun tidur semau gue, dan mengikuti pembelajaran online sambil tiduran, dapat kita bayangkan bagaimana generasi lima tahun mendatang.
Merdeka belajar sah – sah saja asal semua dipersiapkan dengan matang tidak coba – coba.
Bagaimanapun ilmu itu perlu di baca, dipahami, diinternalisasi ke dalam diri untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam berperilaku, bersikap, bekerja, bersosialisasi, beragama, sehingga tidak menjadi orang yang dungu, sejalan dengan perintah Allah dalam Surah Al Alaq, Iqra (bacalah) membaca baik dalam arti tulisan maupun membaca kejadian – kejadian alam, social kemasyarakatan yang ada disekitar kita sehingga kita menjadi insan yang lebih pandai, bermartabat, bertanggung jawab. Menurut hemat penulis belajar PAIKEM merupakan pilihan yang tepat, usia belajar tentunya haruslah focus untuk menuntut ilmu, mana mungkin tujuan belajar dapat tercapai jika yang dihadapi tiap hari hanyalah gawai, kemandirian dan tanggung jawab akan tercipta ketika para pelajar menyelesaikan tugas – tugasnya dengan melibatkan seluruh anggota tubuh dan inderanya, dan kedisiplinan akan terwujud melalui pembiasaan bangun pagi, menyelesaikan tugas tepat waktu.
The main Character dalam merdeka belajar adalah para guru, sebenarnya hampir semua situasi guru
dikatakan kunci pendidikan yang artinya sebagai solusi segala masalah yang dapat ditinggal sendirian.
Membiarkannya berhadapan dengan berbagai situasi yang tak pasti dengan resiko penyertaannya. Guru dikelas harus berhadapan dengan anak yang tidak siap berkonsentrasi karena datang dengan kondisi lapar, punya aktivitas yang tinggi karena tinggal dalam kepadatan yang tinggi, atau beresiko melakukan perundungan yang disebabkan oleh ancaman dan hukuman berlebihan. Kemiskinan, kegagalan keluarga, kurangnya perhatian dan kasih sayang adalah masalah besar dan membutuhkan pendidikan di segala bidang.
Semuanya di bebankan kepada guru belum lagi masalah kelengkapan administrasi pembelajaran yang juga harus diselesaikan guru dengan menyita banyak waktu.
Bagi siswa bebas berekspresi selama menempuh proses pembelajaran disekolah, namun tetap mengikuti kaidah aturan di sekolah. Siswa lebih mandiri, bisa lebih banyak belajar untuk mendapatkan suatu kepandaian, pengetahuan, dan hasil proses belajar siswa dapat memiliki pengetahuan, pemahaman, sikap atau karater yang bertanggung jawab, jujur, disiplin, mandiri, terampil dan memiliki kreativitas tinggi. Semoga dengan di gulirkannya merdeka belajar oleh menteri pendidikan dan kebudayaan oleh Nadiem Makariem dapat pula memberikan lisensi bagi para guru , sehingga lebih leluasa lagi dalam menjalankan tugas mengajar di era Merdeka Belajar, terus dapat meningkatkan kompetensi guru untuk lebih banyak mendengar , memahami para peserta didik yang tentunya disertaai dengan berbagai karakternya yang unik serta latar belakang siswa yang berbeda. Merdeka belajar membutuhkan kesiapan yang matang tidak hanya gurunya saja, namun pihak sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Kesiapan keluarga dalam mendorong terlaksananya merdeka belajar adalah dengan cara menciptakan iklim kondusif dalam rumah, ketenangan, kenyamanan, kehangatan komunikasi antar anggota keluarga, penyediaan fasilitas jaringan internet, gawai, laptop, serta tak kalah penting adalah asupan gizi, dan pendampingan yang nyaman. Selalu ada harapan disetiap kesempatan, dan semoga merdeka belajar ini dapat menjawab tantangan zaman untuk selalu dapat membekali para palajar millineal menghadapi persaingan dunia kerja, dunia industry 4.0, dan menjawab tantangan tehnologi mutakhir. Amiin.
Daftar Pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamzah. 2008. Teori Belajar Konstruktivisme. Online.
Tersedia: https://akhmad-
sudrajat.wordpress.com/2008/08/20/teori- belajar-konstruktivisme/
Herbert, Frank. 2019. Merdeka Belajar. online. Tersedia:
https://www.kom-
pasiana.com/syekhmuhammad/5df20d25d541df6 ca8471992/merdeka-belajar-atau-belajar-
merdeka?page=all
Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.