• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKOLOGI

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR (Halaman 65-82)

PURWOKERTO 2023

ACARA 5 EKOLOGI

Dilaksanakan dan disusun sebagai syarat dalam memperoleh penilaian praktikum Biologi Dasar

Disusun oleh :

Nama : Ninda Fatma Cahyani

NIM : L1C023064

Program Studi : Ilmu Kelautan Kelompok : 3

Asisten :

Ganjar Dwi Pangestu NIM. L1B022041

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2023

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ekologi merupakan cabang ilmu yang mendasar dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Istilah ekologi pada mulanya dicetuskan oleh seorang pakar biologi Jerman yang bernama Ernest Haeckel, pada tahun 1866. Kata ekologi berasal dari dua kata dalam Bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu atau pengetahuan,jadi “ekologi adalah ilmu yang mempelajari organisme di tempat tinggalnya”.Awalnya ekologi dibedakan dengan jelas ke dalam ekologi tumbuhan dan ekologi hewan,namun dengan adanya faham komunitas biotik, maka semua konsep tersebut telah meletakkan dasar-dasar teori untuk perkembangan ekologi secara umum.

Umumnya ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme atau kelompok organisme dengan lingkungannya.Ekologi merupakan cabang ilmu yang mendasar dan berkaitan dengan kehidupan sehari- hari.Hakekatnya organisme dibangun dari sistem-sistem biologic yang berjenjang sejak dari molekulmolekul biologi yang paling rendah meningkat ke organel-organel subselular, sel-sel, jaringanjaringan, organ- organ, sistem-sistem organ, organisme- organisme, populasi, komunitas, dan ekosistem.Interaksi yang terjadi pada setiap jenjang sistem biologi dengan lingkungannya tidak boleh diabaikan, karena hasil interaksi jenjang biologik sebelumnya akan mempengaruhi proses interaksi jenjang selanjutnya ( Purnama, 2018 ).

Ilmu ekologi pada awalnya merupakan suatu pengetahuan umum dan hanya mempelajari hubungan lingkungan secara individual atas dasar fisiologi. Waktu itu para cendekiawan, khususnya dari kalangan ilmu alam, kurang menaruh perhatian pada berbagai ilmu yang sifatnya umum, tetapi orang lebih mengarahkann perkembangan ilmu-ilmu ke arah spesiali. Walaupun perhatian orang terhadap ilmu ekologi jika disbanding ilmu lain, terutama ekonomi dan politik kurang memadai, namun ekologi terus berkembang. Sebagai bukti bahwa ilmu ekologi dapat terus berkembang dan melebarkan sayapnya ke bidang-bidang lain seperti botani, dan zoologi (Utomo.S.W. et al, 2014).

Ekologi perairan adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik atau i

nteraksi antara organisme dan lingkungan. Lingkungan tersebut yang akan mempengaruhi kenyamanan hidup organisme dengan dengan faktor-faktor yang terdapat didalamnya. Faktor-faktor yang terdapat pada lingkungan tersebut seperti fakotr fisika yaitu suhu, kecerahan, arus, faktor kimia seperti DO, dan pH, sedangkan faktor biologi meliputi plankton, substrat, bentos. Dengan mempelajari ekologi perairan diharapkan kita mampu mengetahui tentang hubungan timbal balik antar organisme perairan (Trimulya.D.,2013).

1.2. Tujuan

Tujuan dari praktikum acara 5 ekologi adalah :

1. Mengetahui faktor biotik, detritus, dan faktor abiotik yang ada dalam suatu ekosistem.

2. Mengetahui rantai makanan yang ada disuatu ekosistem.

II. MATERI DAN METODE

2.1. Materi 2.1.1. Alat

Alat yang digunakan dalam praktikum acara 5 ekologi adalah sebagai berikut :

Tabel 11. Alat yang digunakan pada praktikum acara 5

No. Nama Alat Fungsi Alat

1. Transek kuadran ukuran 1 m × 1 m

Untuk pembatas area mangrove yang akan diamati

2. Sarung tangan Untuk melindungi tangan saat mengambil organisme agar tidak kotor

3. Spidol permanen Untuk menulis pada label

4. Label Untuk menamai setiap organisme

yang ditemukan

5. Kalkulator Untuk menghitung data kepadatan organisme yang ditemukan

6. Plastik bening Untuk meletakkan organisme yang ditemukan

2.1.2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum acara 5 ekologi adalah sebagai berikut :

Tabel 12. Bahan yang digunakan pada praktikum acara 5

No. Nama Bahan Fungsi Bahan

1. Alkohol atau formalin

Untuk mempertahankan agar

organisme yang didapat tidak mudah mati atau awet pada saat diteliti 2. Organisme Untuk bahan yang akan diteliti

3. Air Untuk mempertahankan organisme

air agar tidak mati jika telah diambil.

2.2. Metode

Metode yang digunakan pada praktikum acara 5 ekologi adalah sebagai berikut :

1. Diletakkan transek kuadran ukuran 1 m × 1 m di suatu ekosistem akuatik.

2. Diamati dan dicatat jumlah organisme yang berukuran makro yang terdapat didalam area transek.

3. Dimasukkan kedalam plastik organisme yang ditemukan dan diberikan atau alkohol atau formalin secukupnya.

4. Ditentukan faktor abiotik, biotik, dan detritus yang ada di ekosistem.

5. Dilakukan pengamatan dan dibuat rantai makanan yang ada di ekosistem.

6. Dihitung kepadatan organisme yang ditemukan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil

Hasil yang didapatkan pada praktikum acara 5 ekologi perairan adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Rhizophora Mucronata (Rhizophora Mucronata lamk)

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnolyopsida Ordo : Mytales

Famili : Rhizophoraceae Genus : Rhizophora

Spesies : Rhizophora mucronate

(Janah,2017)

No. Nama Spesies Lingkungan / Faktor Biotik Detritus Abiotik

1. Rhizophora mucronata ü

2. Pasir ü

2 Cahaya matahari ü

3 Suhu ü

4 Air ü

5 Ikan gelodok (periophtalmus sp.) ü

6 Faunus ater ü

7 Daun jatuh ü

8 Teritip / ciripedia ü

9 Isognomon ephippium ü

Rantai Makanan Ekosistem Mangrove

Produsen

Konsumen I

Konsumen II

Gambar 2. Skema Rantai Makanan Ekosistem Mangrove

3.2. Pembahasan

Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Haeckel seorang ahli biologi jerman pada tahun 1866. Menurut Ernst Haeckel ekologi adalah ilmu yang komprehensif yang mempelajari hubungan antar organisme dengan lingkungannya.

Definisi ekologi menurut Krebs yaitu pengetahuan ilmiah mengenai interaksi yang menentukan distribusi dan kelimpahan suatu organisme (ekologi adalah mengenai dimana organisme ditemukan, berapa jumlahnya, dan mengapa). Ricklefs mendefiniskan ekologi sebagai ilmu lingkungan alam, terutama mempelajari hubungan mendalam antara organisme dengan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ekologi adalah hubungan timbal balik antar organisme atau organisme dengann lingkungannya (Effendi R et al., 2018).

Ekologi mempunya dua komponen, yaitu biotik dan abiotik. Biotik adalah segala mikroorganisme yang hidup. Sesuatu seperti mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. Abiotik aadalah sesuatu yang tidak hidup, contohnya tanah, air, dan cahaya matahari. Selain dua itu, terdapat detritus juga di ekosistem mangrove (Maknun, 2017).

Rantai makanan (food chain) adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makanan. Rantai makanan juga sering disebut sebagai proses makanan dan dimakan oleh suatu seri makhluk hidup. Rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas. Terdapat juga tingkatan trofik pada rantai makanan yaitu tingkat trofik pertama berisi organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri seperti tumbuhan atau organisme autotroph. Tingkat trofik selanjutnya mengandung organisme yang dikenal sebagai konsumen, organisme di tingkat ini mendapatkan makanan dari tumbuhan biasanya disebut konsumen primer. Tingkat trofik keempat mengandung organisme yang disebut konsumen tersier, konsumen ini juga sering disebut predator karena mereka mengonsumsi organisme dalam tingkat konsuemen dibawah mereka, contohnya serigala, singa gunung, dan harimau. Tingkat trofik yang terakhir adalah detritus, merupakan organisme yang memakan produk limbah dari hewan lain atau bahan organic mati, contohnya lipan, cacing tanah, siput. Jaring-jaring makanan merupakan

rantai-rantai makanan yang berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperti jaring-jaring. Bisa diartikan juga bahwa jaring-jaring makanan adalah kumpulan antara berbagai rantai makanan yang saling berhubungan secara lebih kompleks dalam suatu ekosistem (Inke.V.,2015).

Rhizophora Mucronata merupakan spesies mangrove yang memiliki tipe perakaran tunjang (Stlit Roots). Akar ini berbentuk seperti ceker ayam, berwarna coklat, dan memiliki percabangan lebih dari dua. Akar tunjang merupakan akar udaran yang tumbuh di atas permukaan tanah, mencuat dari batang pohon dan dahan paling bawah serta memanjang keluar dan menuju ke permukaan tanah. Fungsi dari akar tunjang yaitu untuk menahan pohon agar tetap tegak berdiri bila dihempas angpn dan bertahan dari deburan ombak. Hal ini sesuai dengan referansi dari (Tumangger.B.S. & Fitriani, 2019). Mangrove memiliki berbagai peranan penting.

Secara ekologis fungsi mangrove yaitu pertama, mangrove mencegah abrasi pantai dan intrusi air laut. Kedua, mangrove sebagai pelindung kawasan pesisir dan pulau pulau kecil. Selanjutnya, mangrove berfungsi untuk mempertahankan keberadaan spesies hewan laut dan vegetasi. Fungsi mangrove terakhir adalah untuk penyangga sedimentasi.Selain secara ekologis, ada juga fungsi mangrove secara ekonomis. Mangrove sebagai penyedia berbagai jenis bahan baku, seperti bahan pangan, bahan kosmetik, bahan pewarna, sumber pakan ternak dan lebah (Ritohardoyo, 2014).

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa :

1. Faktor yang membentuk ekosistem adalah adanya factor biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah semua organisme yang ada di muka bumi.Abiotik adalah semua sesuatu tak hidup yang berinteraksi timbal balik dengan faktor biotik.Komponen biotik dalam ekosistem mangrove antara lain yaitu Rhizopora mucronatae, ikan gelodok

(Periophtalmus Sp.), faunus ater,

teritip/ciripedia,Isognomon ephippium.Komponen abiotiknya seperti pasir,cahaya,suhu dan air.Selain itu terdapat pula factor dentritus yaitu daun jatuh yang merupakan organisme yang sudah mati.

2. Rantai makanan adalah proses makan dan dimakan yang terjadi antara makhluk hidup satu dengan lainnya.Rantai makanan akan saling berhubungan dan terikat dengan banyak organisme yang selanjutnya membentuk jaring- jaring makanan.Rantai makanan pada ekosistem mangrove contohnya adalah Rhizophora mucronatae sebagai produsen,kelomang hitam kerucut dan keong turbo sebagai konsumen tingkat pertama.Selanjutnya ikan gelodok sebagai konsumen tingkat kedua.

4.2. Saran

Saran untuk praktikum selanjutnya adalah semoga untuk praktikum selanjutnya asisten praktikum dan praktikan lebih terhubung lagi agar tidak terjadi miskomunikasi.

DAFTAR PUSTAKA

Efendi, R., Salsabila, H., Malik, A. (2018). Pemahaman Tentang

Lingkungan Berkelanjutan. Departemen Arsitektur.

Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang.

Inke, V. (2015). Interaksi Makhluk Hidup, Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan.

Janah, A. M. (2017). Morfologi Rhizopora Mucronata. 6–12.

Maknun, D., (2017). EKOLOGI : Populasi, Komunitas, Ekosistem,

Mewujudkan Kampus Hijau, Asri, Islami, dan Ilmiah. Nurjati Press, Cirebon.

Purnama,Sang Gede., (2018). DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN.

Ritohardoyo, S., dan Ardi, G.B., (2014). Media Informasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian, Jurnal Geografi.

Trimulya, D., (2013). EKOLOGI PERAIRAN TERGENANG DI WILAYAH

WADUK CIKAWAK WALANTAKA SERANG-BANTEN, Jurnal Ekologi Perairan, No. 1:1-9.

Tumangger, B.S., Fitriani, (2019). Identifikasi dan Karakteristik Jenis Akar Mangrove Berdasarkan Kondisi Tanah dan Salinitas Air Laut di Kuala Langsa. Jurnal Biologica Samudra. 1 (1): 009-016.

Utomo, S.W., Sutriyono, Rizal, R., (2014). Pengertian, Ruang Lingkup Ekologi dan

Ekosistem. Modul 1.

LAMPIRAN

ACARA 6

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR (Halaman 65-82)

Dokumen terkait