PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA
4. Eksternal
47 sebesar 11,91 persen dari triwulan sebelumnya (QtQ) atau sebesar 44,82 (YoY) menjadi Rp24,62 triliun pada triwulan I tahun 2019. Kondisi pasar sukuk korporasi cenderung tumbuh stabil, hal ini tercermin dari nilai outstanding yang terus meningkat baik secara triwulanan maupun tahunan.
Namun demikian, nilai outstanding sukuk korporasi masih jauh jika dibandingkan dengan sukuk negara, sehingga pasar sukuk korporasi masih perlu dilakukan pendalaman agar dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi pembangunan ekonomi nasional.
Tabel 29. Pertumbuhan Aset IKNB Syariah 2018–2019 (miliar Rupiah)
Uraian
2018 2019
I IV I
Asuransi Syariah 42.742 41.959 42.692 Lembaga Jasa
Keuangan Khusus Syariah
22.501 25.730 25.129 Lembaga
Pembiayaan Syariah
32.774 25.757 26.098 Lembaga
Keuangan Mikro Syariah
116 247 278
Pertumbuhan Aset IKNB (YoY) - (%)
6,01 -2,24 -4,01 Sumber: Otoritas Jasa Keuangan
Catatan: Angka triwulan I tahun 2019 merupakan angka bulan Februari IKNB Syariah. Pada triwulan I tahun 2019, secara keseluruhan Industri Keuangan Non-Bank Syariah menunjukkan perkembangan yang kurang positif. Kondisi ini tercermin dari adanya penurunan secara umum pada
jumlah aset Industri Keuangan Non-Bank Syariah (IKNBS) dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya. Secara umum, aset Industri Keuangan Non-Bank Syariah mengalami penurunan sebesar 3,86 persen menjadi Rp94,20 triliun (YoY).
Apabila ditinjau lebih rinci, Lembaga Pembiayaan Syariah mengalami penurunan aset secara signifikan sebesar 20,37 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (YoY), atau dari Rp32,77 triliun pada triwulan I tahun 2018 menjadi Rp26,10 triliun pada triwulan I tahun 2019.
Walaupun secara umum total aset IKNB menurun, aset Lembaga Keuangan Mikro Syariah meningkat paling tinggi yaitu sebesar 140,59 persen menjadi Rp278 miliar (YoY). Diikuti oleh peningkatan pada aset Lembaga Jasa Keuangan Khusus Syariah sebesar 11,68 persen menjadi Rp25,13 triliun (YoY) sisanya aset Asuransi Syariah turun sebesar 0,12 persen menjadi Rp42,69 triliun (YoY).
48 membaiknya defisit neraca transaksi berjalan serta diimbangi dengan surplus transaksi modal dan finansial yang cukup tinggi. Neraca transaksi modal dan finansial surplus sebesar USD10,1 miliar, lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2018 (USD2,3 miliar).
Gambar 41. Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia (miliar USD)
Sumber: Bank Indonesia
Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan ini sebesar USD6,9 miliar, lebih baik dari triwulan sebelumnya yang defisit hingga USD9,2 miliar. Di tengah lesunya perekonomian dunia dan turunnya harga komoditas, penurunan defisit tersebut terutama disebabkan oleh penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan penurunan ekspor. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang melakukan upaya pengendalian impor atas beberapa komoditas sejak akhir tahun 2018.
Neraca perdagangan nonmigas meningkat, defisit perdagangan migas
membaik.
Neraca perdagangan barang surplus sebesar USD1,1 miliar, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang defisit USD2,6 miliar namun lebih rendah dari triwulan I tahun 2018 (USD2,3 miliar). Neraca perdagangan nonmigas meningkat tajam menjadi USD2,5 miliar dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar USD0,09 miliar, meskipun masih lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2018 yang mencapai USD4,4 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD1,9 miliar, membaik dibandingkan defisit yang terjadi pada triwulan I tahun 2018 (USD2,4 miliar) dan triwulan sebelumnya (USD2,8 miliar). Perbaikan tersebut merupakan disebabkan oleh penerapan kebijakan energi yang dijalankan oleh pemerintah untuk membeli minyak mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Selain itu, penurunan impor minyak juga dipengaruhi oleh konsumsi BBM mengikuti pola musiman.
Defisit neraca perdagangan jasa melebar.
Pada triwulan I tahun 2019, defisit neraca perdagangan jasa mencapai USD1,8 miliar, lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2018 maupun triwulan sebelumnya yang sebesar USD1,6 miliar.
Kinerja sebagian besar komponen jasa mengalami penurunan kecuali jasa transportasi, jasa keuangan, dan jasa telekomunikasi komputer dan informasi yang defisitnya lebih baik dari triwulan I -20
0 20 40 60 80 100 120 140
-15 -10 -5 0 5 10 15 20
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1
2018 2019
Transaksi Berjalan
Transaksi Modal dan Finansial Neraca Keseluruhan Posisi Cadangan Devisa
49 tahun 2018 maupun triwulan sebelumnya. Meningkatnya defisit neraca perdagangan jasa dipengaruhi oleh menurunnya surplus jasa perjalanan menjadi USD1,4 miliar. Pada triwulan I tahun 2018 dan triwulan IV tahun 2018, surplus neraca perjalanan mencapai USD1,5 miliar. Penurunan tersebut seiring dengan berkurangnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia. Tingginya kunjungan wisman pada periode sebelumnya yang terkait dengan penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting serta Asian Games dan Asian Para Games menyebabkan penurunan yang drastis pada triwulan I tahun 2019.
Gambar 42. Neraca Jasa Perjalanan dan Transportasi
Sumber: Bank Indonesia
Di sisi lain, defisit jasa transportasi juga mengalami kinerja yang lebih baik. Pada triwulanI tahun 2019, defisit jasa transportasi sebesar USD1,86 miliar, sedikit lebih kecil dibandingkan defisit pada triwulan I tahun 2018 (USD1,88 miliar) maupun defisit yang terjadi pada triwulan sebelumnya (USD2,5 miliar).
Perbaikan yang terjadi sesuai dengan data historis yang mana defisit pada triwulan pertama selalu lebih kecil dari triwulan sebelumnya. Kondisi ini terutama disebabkan oleh menurunnya pembayaran jasa freight seiring kegiatan ekspor impor yang belum padat pada awal tahun.
Gambar 43. Neraca Pendapatan Primer dan Sekunder
Sumber: Bank Indonesia
Pada triwulan I tahun 2019, neraca pendapatan primer kembali defisit sebesar USD8,1 persen, lebih besar dari triwulan I tahun sebelumnya. Defisit tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya defisit pada pendapatan investasi sebesar USD7,7 miliar. Di sisi lain, neraca pendapatan sekunder meningkat menjadi USD1,87 miliar dibandingkan triwulan I tahun 2018 (USD1,44 miliar).
Peningkatan tersebut didorong oleh turunnya pembayaran transfer lainnya menjadi USD0,29 miliar.
-5,0 0,0 5,0
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1
20182019
Impor Perjalanan Ekspor Perjalanan Impor Transportasi Ekspor Transportasi
-12,0 -10,0 -8,0 -6,0 -4,0 -2,0 0,0 2,0 4,0
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1
2018 2019
Penerimaan Pendapatan Primer Pembayaran Pendapatan Primer Penerimaan Pendapatan Sekunder Pembayaran Pendapatan Sekunder
50 Gambar 44. Neraca Transaksi Finansial
Indonesia
Sumber: Bank Indonesia
Pertumbuhan transaksi modal dan finansial didukung optimisme investor.
Transaksi modal dan finansial mencapai USD10,1 miliar mencerminkan optimisme investor terhadap perekonomian domestik. Meskipun jauh lebih tinggi dari triwulan I tahun 2018 (USD2,3 miliar), namun masih lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai USD15,9 miliar. Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh turunnya investasi portofolio sebesar 48 persen (QtQ). Selain itu, investasi lainnya mengalami defisit sebesar USD0,58 miliar setelah pada triwulan sebelumnya surplus hingga USD3,5 miliar.
Cadangan devisa Indonesia pada triwulan I tahun 2019 sebesar USD124,5 miliar. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, lebih tinggi dari standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.
Perdagangan
Tabel 30. Neraca Perdagangan dan Tingkat Pertumbuhan Ekspor Impor
Tahun 2018
Tw-I
2018 Tw-IV
2019 Tw-I Neraca Perdagangan (Juta USD)
Total 314,4 -4.871,4 -193,4
Migas -2.680,6 -3.094,4 -1.344,0 Non Migas 2.995,0 -1.777,0 1.150,6
Pertumbuhan YoY (%)
Total Ekspor 8,69 -0,70 -8,50 Total Impor 20,05 12,29 -7,40 Ekspor Migas 1,23 8,74 -15,17 Impor Migas 2,35 11,96 -28,98 Ekspor Nonmigas 9,51 -1,68 -7,83 Impor Nonmigas 23,93 12,36 -3,50 Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
Neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I tahun 2019 mengalami defisit
sebesar USD193,4 juta.
Neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I tahun 2019 defisit sebesar USD193,4 juta. Pada sektor nonmigas, Indonesia mengalami surplus sebesar USD1.150,6 juta, namun defisit yang terjadi pada sektor migas masih lebih besar yakni USD1.344,0 juta Jika dilihat dari tingkat pertumbuhannya (YoY), secara keseluruhan ekspor pada triwulan I tahun 2019 mengalami penurunan yang lebih besar daripada impor. Pada sektor nonmigas, penurunan ekspor lebih besar daripada penurunan impor, namun sebaliknya pada sektor migas. Secara keseluruhan, baik ekspor maupun impor pada triwulan I tahun 2019 tumbuh negatif sebesar 8,5 persen dan 7,4 persen (YoY). Hal ini masih tidak lepas dari pengaruh perlambatan perekonomian global yang terjadi pada akhir tahun 2018.
-4,00 -2,00 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1
2018 2019
Investasi Langsung Investasi Portofolio Investasi Lainnya
51 Total ekspor Indonesia pada triwulan I
tahun 2019 sebesar USD40,5 miliar, turun 8,5 persen.
Total ekspor Indonesia pada triwulan I tahun 2019 adalah sebesar USD40,5 miliar, turun sebesar 8,5 persen (YoY).
Ekspor nonmigas pada triwulan I tahun 2019 sebesar USD37,1 miliar, lebih kecil 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Adapun pada ekspor migas mencapai USD3,4 miliar, turun sebesar 15,2 (YoY).
Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura.
Berdasarkan negara tujuan ekspor, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai ekspor mencapai USD5.236,0 juta atau sebesar 14,12 persen dari total ekspor nonmigas.
Negara tujuan ekspor terbesar lainnya adalah Amerika Serikat dan Jepang, masing-masing berkontribusi sebesar
11,23 persen dan 9,18 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Tabel 31. Nilai dan Tingkat Pertumbuhan Ekspor
Kategori 2018 Tw-I 2018 Tw-IV 2019 Tw-I Nilai Ekspor
(Juta USD)
44.272,9 44.977,3 40.510,2 Migas 4.052,5 4.654,4 3.437,8 Minyak
Mentah
1.224,7 1.116 349,3 Hasil Minyak 354,3 391 249,6
Gas 2.473,5 3.147 2.838,9
Nonmigas 40.220,4 40.322,9 37.072,4
Pertanian 774,0 934,2 785,8
Industri 32.039,5 32.396,2 29.922,4 Pertambangan
dan lainnya
7.406,9 6.992,5 6.394,2 Pertumbuhan
Ekspor (YoY%)
8,79 -1,01 -8,50
Migas 1,80 8,98 -15,17
Minyak
Mentah -12,59
-23,25
-71,48 Hasil Minyak -19,24 0,35 -29,57
Gas 15,52 29,69 14,77
Nonmigas 9,44 -2,05 -7,73
Pertanian -9,41 -0,76 1,53
Industri 4,50 -1,30 -6,51
Pertambangan dan lainnya
41,51 -5,17 -14,07 Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah Tabel 32. Perkembangan Nilai Ekspor Nonmigas Berdasarkan 10 Negara Tujuan Ekspor Utama
Negara
Nilai Ekspor (Juta USD) Pertumbuhan (%) Proporsi thd Total Ekspor Nonmigas 2018 Tw-I 2018 (%)
Tw-IV 2019 Tw-I QtQ YoY
Tiongkok 6.337,7 5.871,5 5.236,0 -10,8 -17,4 14,1 Amerika
Serikat 4.421,2 4.473,6 4.164,8 -6,9 -5,8 11,2 Jepang 4.081,0 3.798,0 3.404,5 -10,4 -16,6 9,2
India 3.204,6 3.566,4 3.008,2 -15,7 -6,1 8,1
Singapura 2.442,5 2.316,1 1.998,5 -13,7 -18,2 5,4 Korea
Selatan 1.633,8 1.941,5 1.757,7 -9,5 7,6 4,7
Malaysia 1.861,5 1.939,4 1.751,4 -9,7 -5,9 4,7 Filipina 1.523,5 1.629,2 1.602,7 -1,6 5,2 4,3 Thailand 1.462,6 1.329,7 1.393,9 4,8 -4,7 3,8
Vietnam 910,9 1.382,7 1.160,1 -16,1 27,4 3,1
10 Terbesar 27.879.2 28.248,2 25.477,9 -9,8 -8,6 68,7 Lainnya 12.341,2 12.074,7 11.594,5 -3,9 -6,1 31,3 Total
Nonmigas 40.220,4 40.322,9 37.072,4 -8,1 -7,8 100 Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
52 Negara tujuan ekspor nonmigas utama pada triwulan I tahun 2019 antara lain:
Berdasarkan nilai ekspor, golongan barang Bahan Bakar Mineral dan Lemak
& Minyak Hewan/Nabati berkontribusi paling besar yakni berturut-turut sebesar 15.26 persen dan 11,66 persen terhadap total ekspor nonmigas. Kedua golongan tersebut tumbuh negatif masing-masing sebesar -9,27 persen dan -16,32 persen (YoY). Sementara itu, golongan Kendaraan dan Bagiannya dan golongan Besi dan Baja justru tumbuh positif yakni berturut-turut sebesar 8,94 persen dan 30,33 persen YoY.
Tabel 33. Nilai dan Tingkat Pertumbuhan Impor Kategori 2018 Tw-I 2018 Tw-IV 2019 Tw-I Nilai Impor
(USD Juta) 43,958.50 49,848.70 40,703.60 Barang
Konsumsi 3,942.90 4,398.00 3,378.80 Bahan Baku 32,824.50 37,414.90 30,580.60 Barang Modal 7,191.10 8,035.80 6,744.20 Migas 6,733.10 7,748.80 4,781.80 Minyak Mentah 2,353.90 2,207.10 1,160.70 Hasil Minyak 3,715.80 4,734.50 3,112.30
Gas 663.40 807.20 508.80
Non Migas 37,225.40 42,099.90 35,921.80 Pertanian 43,958.50 49,848.70 40,703.60 Industri 3,942.90 4,398.00 3,378.80 Pertumbuhan
Impor (YoY%) 20.09 12.17 -7.40 Barang
Konsumsi 21.73 10.71 -14.31
Bahan Baku 18.38 13.60 -6.84
Barang Modal 27.55 6.70 -6.21
Migas 2.36 11.10 -28.98
Minyak Mentah 42.61 4.39 -50.69 Hasil Minyak -11.16 16.83 -16.24
Gas -10.96 -0.08 -23.30
Non Migas 23.97 12.37 -3.50
Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
Total impor Indonesia pada triwulan I tahun 2019 turun 7,4 persen (YoY).
Nilai total impor Indonesia pada triwulan I tahun 2019 mencapai USD40,7 miliar, turun 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Sementara itu, nilai impor nonmigas pada triwulan I tahun 2019 mencapai USD35,9 miliar atau turun sebesar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun pada sektor migas, nilai impor mencapai USD4,8 miliar atau turun sebesar 29,0 persen.
Negara asal impor nonmigas utama adalah Tiongkok, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Berdasarkan negara asal impor, Tiongkok merupakan negara asal impor nonmigas terbesar dengan nilai impor mencapai USD10.419,81 juta atau sebesar 29,01 persen dari total impor nonmigas.
Negara asal impor terbesar lainnya adalah Jepang dan Thailand, masing- masing berkontribusi sebesar 11,05 persen dan 6,75 persen terhadap impor nonmigas.
53
Tabel 34. Perkembangan Niai Impor Nonmigas Berdasarkan 10 Negara Asal Impor Utama Negara
Nilai Impor (Juta USD) Pertumbuhan (%) Proporsi thd Total Impor Nonmigas (%) 2018 Tw-I 2018
Tw-IV 2019 Tw-I QtQ YoY
Tiongkok 10.164,9 12.755,1 10.419,8 -18,3 2,5 29,0
Jepang 4.331,8 4.643,9 3.970,7 -14,5 -8,3 11,1
Thailand 2.564,5 2.657,9 2.424,1 -8,8 -5,5 6,8
Amerika
Serikat 2.137.9 1.670,8 1.954,7 16,9 -8,6 5,4
Korea Selatan 1.934,5 2.037,9 1.838,5 -9,8 -4,9 5,1
Singapura 2.442,2 2.194,2 1.759,8 -19,8 -27,9 4,9
Malaysia 1.482,5 1.701,9 1.481,1 -12,9 -0,1 4,1
India 1.107,5 1.241,4 1.139,5 -8,2 2,9 3,2
Australia 1.135,8 1.405,1 1.035,7 -26,3 -8,8 2,9
Vietnam 968,9 914,8 960,4 4,9 -0,9 2,7
10 Terbesar 28.270,5 31.223,1 26.984,3 -13,6 -4,6 75,1
Lainnya 8.954,9 10.876,8 8.937,5 -17,8 -0,2 24,9
Total
Nonmigas 37.225,4 42.099,9 35.921,8 -14,7 -3,5 100
Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
Kerjasama Ekonomi Internasional
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Persemakmuran Australia
secara resmi menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-
CEPA).
Penandatanganan dilakukan pada tanggal 4 Maret 2019 di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta, oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, juga hadir pada acara penandatanganan tersebut.
Perjanjian IA-CEPA bersifat komprehensif, berkualitas tinggi, dan menguntungkan secara ekonomi.
Beberapa poin penting yang dapat dilakukan kedua negara termasuk kebijakan bea masuk barang, perdagangan jasa, perdagangan elektronik, investasi, dan lainnya.
Sebagai bagian dari perjanjian IA-CEPA, Australia akan mengeliminasi 100 persen pos tarif (6.474 pos tarif) menjadi 0 persen. Sementara itu, Indonesia akan mengeliminasi 94 persen pos tarif secara bertahap, terutama pada sektor otomotif, tekstil, alas kaki, agribisnis, makanan dan minuman, serta furnitur.
Ke depannya, perjanjian IA-CEPA akan memasukkan ketentuan tentang langkah-langkah nontarif, termasuk sanitary, phytosanitary, serta kerjasama ekonomi dan teknis.
54
Tabel 35. Perkembangan Perjanjian Internasional Indonesia
No Perjanjian / Kerjasama Status Tahun
1 ASEAN Free Trade Area Signed and In Effect 1993
2 Indonesia-United States Free Trade Agreement Proposed/under study 1997 3 East Asia Free Trade Area (ASEAN+3) Proposed/under study 2004 4 ASEAN-People's Republic of China Comprehensive Economic
Cooperation Agreement Signed and In Effect 2005
5 Comprehensive Economic Partnership for East Asia
(CEPEA/ASEAN+6) Proposed/under study 2005
6 ASEAN-[Republic of] Korea Comprehensive Economic
Cooperation Agreement Signed and In Effect 2007
7 ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Signed and In Effect 2008 8 Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement Signed and In Effect 2008 9 ASEAN-Pakistan Free Trade Agreement Proposed/under study 2009 10 ASEAN-Australia and New Zealand Free Trade Agreement Signed and In Effect 2010 11 ASEAN-India Comprehensive Economic Cooperation
Agreement Signed and In Effect 2010
12 India-Indonesia Comprehensive Economic Cooperation
Arrangement Negotiations launched 2011
13 Indonesia-European Free Trade Association Free Trade
Agreement Negotiations launched 2011
14 Indonesia-Taipei, China FTA Proposed/under study 2011
15 Preferential Tariff Arrangement-Group of Eight Developing
Countries Signed and In Effect 2011
16 Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement
Negotiations Concluded
(signed 2019) 2018
17 Indonesia-Republic of Korea Free Trade Agreement Negotiations launched 2012 18 Indonesia-Pakistan Free Trade Agreement Signed and In Effect 2013 19 Regional Comprehensive Economic Partnership Negotiations launched 2013 20 Free Trade Area of the Asia Pacific Proposed/under study 2014
21 Indonesia-Peru FTA Proposed/under study 2014
22 Trade Preferential System of the Organization of the Islamic
Conference Signed but not yet In Effect 2014
23 ASEAN-EU Free Trade Agreement Proposed/under study 2015
24 ASEAN-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement Proposed/under study 2016
25 Eurasian Economic Union-Indonesia Proposed/under study 2016
26 Indonesia-Ukraine Free Trade Agreement Proposed/under study 2016
27 ASEAN-Canada FTA Proposed/under study 2017
28 ASEAN-Hong Kong, China Free Trade Agreement Signed but not yet In Effect 2017 29 Indonesia-Chile Free Trade Agreement Signed but not yet In Effect 2017
30 Indonesia-Turkey FTA Negotiations launched 2017
31 Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement Proposed/under study 2018
55
No Perjanjian / Kerjasama Status Tahun
32 Indonesia-Kenya Free Trade Agreement Proposed/under study 2018 33 Indonesia-Morocco Free Trade Agreement Proposed/under study 2018 34 Indonesia-Mozambique Free Trade Agreement Negotiations launched 2018 35 Indonesia-South Africa Free Trade Agreement Proposed/under study 2018 36 Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement Negotiations launched 2018 Sumber: Asia Regional Integration Center (ADB)
Tabel 36. Nilai Ekspor Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Preferensi Form Nilai Ekspor (Juta USD)
2018 Tw-I 2018 Tw-IV 2019 Tw-I
Form A 6.047,67 15.566,64 7.465,34
Form AANZ 1.044,93 534,39 434,79
Form AI 2.708,01 3.057,58 3.315,89
Form AK 1.661,65 1.737,09 2.693,87
Form COA 4,13 3,22 2,07
Form D 6.145,83 6.419,98 6.758,04
Form E 6.259,61 9.966,79 7.115,03
Form GSTP 4,87 3,60 4,44
Form HANDICRAFT BATIK 0,00 0,00 0,00 Form HANDICRAFT
GOODS 0,00 0,00 0,00
Form HANDICRAFT
PRODUCT 0,55 0,17 0,35
Form ICC 0,00 0,00 0,00
Form IJEPA 1.818,95 1.605,69 1.896,13
Form IP 384,17 442,02 367,80
Sumber: Kementerian Perdagangan
Tabel 37. Nilai Ekspor Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Nonpreferensi
Form Nilai Ekspor (Juta USD) 2018 Tw-I 2018 Tw-IV 2019 Tw-I
Form AJCEP 45,5 246,5 226,8
Form ANEXO III 11,9 11,1 12,7
Form B 4.584,1 3.939,5 3.670,6
Form ICO 297,6 241,9 309,3
Form TP 6,9 5,7 6,5
Sumber: Kementerian Perdagangan
56
Tabel 38. Kinerja Perdagangan Indonesia dengan Negara Mitra FTA Kawasan /
Negara
2017 2018
Ekspor Impor Neraca Ekspor Impor Neraca
KAWASAN ASIA TIMUR
Jepang 4.997,6 4.341,6 656,0 4.225,3 3.978,3 246,9
Korea Selatan 2.120,8 2.232,7 -111,9 2.082,8 2.129,8 -47,1
Tiongkok 6.780,3 10.223,5 -3.443,2 5.753,8 10.507,4 -4.753,6
KAWASAN ASIA TENGGARA
Thailand 1.741,7 2.577,4 -835,7 1.629,9 2.437,6 -807,8
Singapura 3.317,0 4.865,5 -1.548,5 3.160,9 3.603,8 -442,9
Filipina 1.523,9 228,1 1.295,9 1.604,8 207,5 1.397,4
Malaysia 2.306,7 2.183,6 123,1 1.954,4 1.932,3 22,2
Myanmar 273,2 49,7 223,5 200,9 38,3 162,6
Kamboja 114,4 8,3 106,1 138,9 12,4 126,5
Brunei
Darussalam 11,9 1,3 10,6 16,9 8,1 8,8
Laos 1,2 8,1 -6,8 1,8 8,9 -7,2
Vietnam 916,8 969,4 -52,5 1.160,9 960,9 200,0
KAWASAN ASIA SELATAN
India 3.209,2 1.118,7 2.090,5 3.019,7 1.146,0 1.873,7
Pakistan 558,1 137,5 420,6 512,8 92,9 419,9
Bangladesh 482,2 25,3 456,9 628,2 22,1 606,1
KAWASAN EROPA
Turki 352,5 152,6 199,9 275,9 89,3 186,7
KAWASAN AFRIKA
Mesir 247,4 38,3 209,1 292,3 48,9 243,3
Nigeria 94,0 597,2 -503,1 106,3 516,3 -409,9
KAWASAN OCEANIA
Australia 667,8 1.425,7 -757,9 475,1 1.163,9 -688,9
Selandia Baru 119,6 196,7 -77,1 101,2 170,9 -69,7
KAWASAN TIMUR TENGAH
Iran 94,3 168,5 -74,2 18,9 7,2 11,7
Sumber: Badan Pusta Statistik, diolah
57
58 Wa
59