• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etos Kerja Pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan

BAB II PAPARAN DAN TEMUAN

B. Etos Kerja Pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan

43. Pedagang Unggas 14 Orang

44. Padagang Ubi 2 Orang

Sumber: Profil Pasar Kebon Roek Ampenan 6. Struktur Organisasi Pasar Kebon Roek Ampenan

Diagram Struktur Organisasi

B. Etos Kerja Pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan Dalam

totalitas seseorang sebagai pekerja/pedagang, agar terciptanya sebuah peningkatan mutu sumber daya manusia dan sumber daya alam. Etos kerja pedagang merupakan sebuah langkah-langkah nyata pedagang dalam menerapkan suatu nilai atau ide-ide agar mampu meningkatkan mutu kualitas suatu pekerjaan. Hal ini dilandasi karena adanya persaingan sehat antar pedagang sehingga kualitas mutu seorang pedagang harus ditingkatkan lagi.

Besarnya kesadaran para pedagang untuk menunjukan etos kerja yang baik agar konsumen loyal dalam berbelanja diterapkan dengan cara memperhatikan indikator etos kerja itu sendiri, sebagaimana hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan para pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan, di antaranya:

1. Kerja keras

Para pedagang Daging Sapi selalu bersungguh-sunggh dalam bekerja dan selalu memanfaatkan waktu agar lebih optimal. Dengan kerja keras yang dilakukan, para pedagang selau mengutamakan atau memperhatikan kepuasan dari hasil kegiatan yang dilakukan. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Mastorah seorang pedagang Daging Sapi ia menjelaskan bahwa:

“saya bekerja keras demi keluarga, bertahun-tahun lamanya dengan berjualan Daging Sapi di Pasar Kebon Roek ini, setiap harinya saya datang ke Pasar setelah selesai solat subuh, biasanya para pembeli yang berjualan bakso datang pagi-pagi sekali untuk membeli Daging Sapi kemudian langsung ke tukang heler untuk dibuat adonan bakso. Nah itulah mengapa saya sangat memanfaatkan waktu setalah subuh untuk langsung berjualan, selain itu, Daging Sapi yang saya jual juga akan segar karena baru

saja dipotong dan langsung dibawa ke Pasar sehingga pembeli akan merasa puas dengan kualitas Daging Sapi yang segar”.50 Dengan kerja keras yang dilakukan oleh pedagang tersebut, mampu membuat konsumen loyal dalam membeli Daging Sapi.

Hasil observasi yang peneliti dapatkan di Pasar Kebon Roek Ampenan terbukti bahwa para pedagang Daging Sapi selalu bekerja keras dalam berjualan, mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Para pedagang selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada konsumen, dan berusaha agar Daging yang dijual habis meskipun harus menunda jam pulangnya dengan berjualan sampai zuhur bahkan ada juga yang berjualan hingga sore hari.51

2. Disiplin

Sebagian besar pedagang Daging Sapi selalu disiplin dalam berjualan, selalu menggunakan waktu dengan sangat efesien karena bagi pedagang setiap waktunya sangat berharga dan tidak ingin menyia- nyiakannya. Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Atikah seorang pedagang Daging Sapi, ia menuturkan:

“Setiap harinya saya datang untuk berjualan setelah selesai solat subuh dan langsung menata dagangan sebelum konsumen datang agar konsumen tidak lama menunggu. Terkadang juga, saya datang jam 7 atau jam 8 sesuai permintaan pelanggan”.52

Sikap disiplin pedagang akan membuat konsumen senang karena tepat waktu dalam memberi pelayanan kepada konsumen. Seseorang yang

50Mastorah (pedagang Daging Sapi), Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Juni 2020.

51Observasi, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Juni 2020.

memiliki sikap disiplin akan senantiasa menghargai waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Hasil observasi yang peneliti dapatkan terkait dengan kedisiplnan pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan, yaitu sebagian besar pedagang Daging Sapi datang untuk berjualan setelah solat subuh, ada juga yang datang jam 7 pagi, dan ada juga pedagang yang datang jam 8 pagi sesuai dengan kesepakatannya dengan pelanggannya. Yang pada intinya semua pedagang Daging Sapi rata-rata datang untuk berjualan sebelum pelanggannya datang, hal ini dilakukan agar mereka mempunyai waktu untuk menata dagangannya agar konsumen/pelanggannya tidak lama dalam menunggu.53

3. Jujur

Para pedagang Daging Sapi selau bersikap jujur dalam berdagang, baik itu jujur dalam timbangan, maupun dalam memisahkan antara Daging Sapi Lokal dengan Daging Sapi Import. Hasil wawancara dengan pedagang Daging Sapi yakni Ibu Nurul Huda menjelaskan tentang pentingnya menerapkan sikap jujur kepada konsumen, ia menjelaskan bahwa:

“sikap jujur kepada konsumen itu harus dimiliki oleh semua pedagang, termasuk saya sendiri sebagai pedagang Daging Sapi yang telah berjualan selama kurang lebih 10 tahun lamanya, karena sikap jujur yang saya terapkan kepada konsumen baik itu jujur dalam timbangan, maupun jujur dalam memisahkan antara Daging Sapi Import dan Daging Sapi Lokal dan jujur dalam memberi

53Observasi, Pasar Kebon Roek Ampenan, 03 Agustus 2020.

informasi kepada konsumen tentang kualitas Daging Sapi membuat konsumen percaya untuk membeli Daging Sapi pada saya”.54

Meskipun demikian, ada juga pedagang Daging Sapi yang masih menyimpang dalam berjualan, hal ini dituturkan oleh Bapak Muhammad Amin, beliau menyatakan:

“Jujur sangat penting dalam segala aktivitas kehidupan, akan tetapi masih ada orang yang tidak berlaku jujur dalam berjualan demi mendapat keuntungan yang lebih. Seperti kasus yang saya temukan seorang pedagang yang mempoles Daging Sapi segar dengan darah agar Daging terlihat lebih segar dan berat saat ditimbang padahal hal tersebut jelas dilarang”.55

Terbukti bahwa membangun sebuah kepercayaan konsumen dengan cara jujur dalam berdagang akan mampu meningkatkan loyalitas konsumen dalam berbelanja. Akan tetapi, masaih ada pedagang Daging Sapi yang melakukan kecurangan dengan mempoles darah agar Daging Sapi terlihat segar dan berat saat ditimbang padahal hal tersebut dilarang dalam Islam.

Hasil observasi yang peneliti dapatkan di Pasar Kebon Roek Ampenan, bahwa 95% pedagang Daging Sapi memiliki sikap jujur dalam berjualan, baik itu jujur dalam masalah timbangan, jujur dalam memisahkan antara Daging Sapi Lokal dengan Daging Sapi Import, dan jujur dalam memberi informasi kepada konsumen. Sisanya 5% pedagang tidak menerapkan sikap jujur, karena masih terdapat pedagang Daging Sapi yang mempoles Daging jualannya dengan darah agar terlihat segar

54Nurul Huda (Pedagang Daging Sapi), Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Mei 2020.

55Muhammad Amin (Tukang Sembelih/Potong Sapi), Wawancara, Gubuk Mamben, 31 Mei

dan berat saat ditimbang dan ada juga pedagang yang menjual Daging Sapi gelonggongan tujuannya untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan cara tidak jujur dalam berjualan.56

4. Tanggung jawab

Bertanggung jawab terhadap pekerjaan merupakan ciri bagi seseorang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Pekerjaan merupakan kewajiban yang harus segera dikerjakan agar terbebas dari tuntutan.

Pernyataan Ibu Rukiyah dalam hasil wawancara yang peneliti lakukan, ia menuturkan bahwa:

“pekerjaan ini saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab saya kepada keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk membantu perkonomian suami saya, dalam berjualan Daging Sapi ini juga saya sebagai pedagang harus bekerja seoptimal mungkin untuk menyenangkan hati konsumen dan untuk mendapatkan pelanggan”.57

Seorang pedgang yang mempunyai sikap teanggung jawab terhadap pekerjaannya akan selalu berusaha dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari usaha atau jerih payah yang dilakukannya.

Hasil observasi yang peneliti dapatkan terkait tanggung jawab pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan yaitu, para pedagang Daging Sapi menjadikan kegiatan berdagangnya sebagi bentuk tanggung jawab orangua terhadap anaknya. Dan sebagian pedagang kisaran 90% bertanggung jawab dengan cara menambah timbangan yang

56Observasi, Pasar Kebon Roek Ampenan, 31 Mei 2020.

57 Rukiyah (Pedagang Daging Sapi), Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Juni 2020.

kurang karena bentuk ketidak sengajaan pedagang, dan mengganti Daging Sapi dengan kualitas yang diinginkan oleh konsumen ketika medapat komplain dari konsumennya terkait dengan masalah timbangan dan kualitas Daging Sapi, namun 20% pedagang tidak mau tau dan tidak mau bertanggung jawab ketika mendapat komplain dari konsumen yang adonan baksonya menjadi rusak karena diberi Daging Sapi dengan kualitas yang tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen.58

5. Rajin

Rajin merupakan sifat yang dimiliki seseorang yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan. Sikap rajin para pedagang Daging Sapi tercipta dari kebiasaan pribadinya untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Puad ia menuturkan:

“Dalam berjualan Daging Sapi harus rajin-rajin berjualan karena kalau libur sehari saja konsumen bisa pindah belanja ke pedagang yang lain itu sebabnya saya tidak pernah libur dalam berjualan kecuali hari-hari besar seperti Lebaran dan jika saya sakit parah.

Dalam berjualan juga harus sungguh-sungguh agar bisa menarik hati konsumen untuk berlangganan”.59

Rajin dalam bekerja akan membuat orang sukses karena telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Hasil observasi yang peneliti dapatkan di Pasar Kebon Roek Ampenan, bahwa para pedagang Daging Sapi rajin dalam bekerja, 98%

pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan selalu rajin dalam

58Observasi, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Juni 2020.

berjualan setiap harinya, mereka libur pada saat hari tertentu saja seperti hari Raya Idul Fitri, hari Raya Idul Adha dan ketika sakit, hal itu dilakukan karena tidak ingin langgananya kecewa jika mereka tidak berjualan. 2% pedagang Daging Sapi tidak rajin dalam berjualan ketika sepi konsumen sehingga membuatnya malas dalam berdagang.60

6. Tekun

Ketekunan merupakan hal yang cukup penting agar seseorang menjadi lebih kuat dalam bekerja. Etos kerja juga bergantung bagaimana sikap tekun seseorang jika melakukan suatu pekerjaan dengan maksimal dan benar. Ketekunan seseorang terlihat ketika ia terus melakukan pekerjaannya dan terus berusaha mencapai apa yang dicita-citakannya disaat orang lain mulai enggan melakukannya. Ketekunan berarti berdisiplin dari dalam suatu hal dan terus melakukan usaha langkah demi langkah. Orang yang tekun tidak akan merasa bosan untuk terus berusaha.

Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Nurjanah ia menjelaskan bahwa:

“yang namanya usaha pasti ada aja rasa titik jenuh atau rasa bosan dalam bekerja, akan tetapi saya selalu berusaha membangkitkan semangat saya dengan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang bagus. Dengan tekad yang kuat, Alhamdulillah hingga sekarang saya masih berjualan Daging Sapi hingga sekarang dan mempunyai banyak pelanggan dengan usaha yang saya lakukan”.61

Dengan sikap tekun, seseorang akan berusaha bekerja semaksimal mungkin dan pantang menyerah demi terwujudnya keinginan. Dan sikap

60Observasi, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Juni 2020.

61Marjanah (Pedagang Daging Sapi), Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 08 Juni 2020.

tekun sesorang akan mampu membuat konsumen loyal dalam berbelanja karena berjualan dengan benar.

Hasil observasi yang peneliti dapatkan terkait sikap tekun pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan adalah para pedagang selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam bekerja, dan selalu sabar ketika dagangannya tidak habis terjual, ketika Daging dagangannya tidak habis terjual, pedagang memasukannya ke dalam prizer dan besoknya menjualnya kembali dengan harga yang berbeda agar tidak rugi.62

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen dalam Membeli

Dokumen terkait