• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Produk (Product Evaluation)

Dalam dokumen DI KOTA MAKASSAR (Halaman 169-175)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Evaluasi Pembelajaran Daring dengan Model CIPP

4. Evaluasi Produk (Product Evaluation)

Evaluasi Produk bertujuan untuk mengetahui pencapaian program yang sudah dilakukan. Produk dari berlangsungnya pembelajaran daring berbasis bichronous di masa pandemi adalah hasil belajar siswa yang tertuang dalam rapor.

Hasil pembelajaran daring pada siswa SD Pundarika dapat dilihat pada Lampiran 17, sedangkan hasil belajar pada siswa SD Zion GKKA-UP Makassar dapat dilihat pada Lampiran 18. Hasil belajar yang dilampirkan berupa nilai rapor siswa pada semester 1 tahun ajaran 2020/2021. Siswa yang diambil adalah perwakilan kelas rendah dan kelas tinggi. Peneliti akan membandingkan nilai rapor yang ada dengan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada kepala sekolah, guru, dan siswa SD Pundarika dan SD Zion GKKA-UP Makassar.

Pemahaman siswa SD Pundarika dan SD Zion GKKA-UP Makassar tentang pembelajaran daring berbasis bichronous dapat dilihat pada Gambar 4.18 sebagian besar siswa kurang mengerti dengan apa yang dimaksud dengan pembelajaran daring, tidak mengerti dengan bichronous online learning, tetapi memahami materi yang diajarkan saat pembelajaran daring. Dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mengikuti pembelajaran dengan baik, walaupun mereka belum paham dengan istilah bichronous online learning, tetapi mereka sudah cukup memahami materi yang diberikan guru secara daring. Untuk istilah pembelajaran daring sudah cukup familiar dengan siswa.

Gambar 4.18 Pemahaman Siswa tentang Pembelajaran Daring

Gambar 4.19 Aktivitas Sinkron dan Asinkron Siswa

Melalui Gambar 4.19 juga dapat disimpulkan bahwa siswa belum terlalu memahami praktik asinkron dan sinkron. Tetapi, pada aplikasi di dalam kegiatan belajar mengajar secara daring, mereka melakukan aktivitas asinkron dan sinkron.

7 (3%)

31 (50%) [VALUE] (5%)

[VALUE] (86%) [VALUE] (35%)

[VALUE] (42%)

2 (1%)

[VALUE] (15%)

[VALUE] (53%)

0 10 20 30 40 50 60

Siswa mengerti tentang pembelajaran daring Siswa mengerti perbedaan asinkron dan sinkron Siswa mengerti materi yang diberikan secara

daring

Pemahaman Siswa tentang Pembelajaran Daring berbasis Bichronous dan Materi yang diajarkan secara Daring

Mengerti Kurang mengerti Tidak mengerti

[VALUE] (1%) [VALUE] (2%)

[VALUE] (10%) [VALUE] (21%)

[VALUE] (89%) 48 (77%)

0 10 20 30 40 50 60

Siswa mengikuti kelas online melalui Zoom/Google Meet

Siswa mendapat tugas setelah belajar secara online melalui Zoom/Google

Meet

Aktivitas Sinkron dan Asinkron Siswa

Sering Kadang-kadang Tidak pernah

Gambar 4.20 Perasaan Siswa Saat Mengikuti Pembelajaran Daring

Dari data yang disajikan dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar siswa SD Pundarika dan SD Zion GKKA-UP Makassar menyatakan bahwa mereka biasa saja saat mengikuti pembelajaran daring. Perasaan itu memengaruhi hasil belajar siswa yang menurut mereka biasa saja. Berdasarkan nilai rapor siswa SD Pundarika dan SD Zion GKKA-UP Makassar (lihat Lampiran 17 dan Lampiran 18) dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa baik, karena memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada dasarnya sebagian besar siswa memahami tentang pembelajaran daring. Tetapi, istilah asinkron dan sinkron adalah suatu hal yang baru bagi mereka. Selama ini mereka melaksanakannya di dalam pembelajaran daring. Kedepannya, alangkah lebih baik bila guru dan siswa lebih memahami lagi mengenai asinkron dan sinkron serta memaksimalkan pelaksanaannya. Namun, hal yang tidak bisa dipungkiri bagi usia SD adalah pengalaman bermain bersama teman sebaya. Menurut PanduanMengajar.com, ada lima karakteristik siswa SD yang perlu diperhatikan

[VALUE] (10%) [VALUE] (16%)

[VALUE] (55%) 34 (52%)

20 (35%) 22 (32%)

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Perasaan saat mengikuti pembelajaran daring Perasaan akan hasil pembelajaran

daring

Hubungan antara Perasaan Saat Mengikuti Pembelajaran dan Hasil Belajar

Senang Biasa saja Tidak senang

guru, yaitu senang bergerak, senang bermain, senang berimajinasi dan berkarya, senang melakukan sesuatu secara langsung serta senang bekerja dalam kelompok (PanduanMengajar.com, 2019). Inilah yang membuat siswa merasakan bahwa pelajaran secara daring hanya biasa saja karena mereka tidak bisa melakukan hal- hal tersebut. Pada pembelajaran daring, khususnya saat asinkron, interaksi siswa terbatas pada obrolan.

Gambar 4.21 Contoh Obrolan Siswa dan Guru di Google Classroom Sumber: Orang tua Siswa SD Zion GKKA-UP Makassar

a. Tindak lanjut terhadap hasil belajar peserta didik

Pelaksanaan pembelajaran daring berbasis bichronous dalam konteks merdeka belajar SD Pundarika dan SD Zion GKKA-UP Makassar memiliki banyak tantangan.

Berdasarkan hasil wawancara (tanggal 11 November 2022) dengan kepala sekolah SD Pundarika diperoleh informasi bahwa walaupun pembelajaran sudah dilaksanakan dengan maksimal, masih ada yang kesulitan untuk mengikuti kecepatan teknologi ataupun tidak fokus di dalam pembelajaran daring, sehingga siswa-siswa inilah yang perlu ditindaklanjuti kedepannya. Siswa-siswa ini perlu

mendapat perlakuan untuk mengejar ketertinggalannya. Selanjutnya hal yang perlu dibangun lagi adalah pertumbuhan sosial siswa. Dengan berkurangnya interaksi secara langsung, berkurang pula keterampilan untuk menjalin hubungan atau komunikasi dengan orang lain. Ini perlu dibangun selanjutnya.

Berdasarkan hasil wawancara (tanggal 8 Desember 2022) dengan guru kelas tinggi SD Zion GKKA-UP Makassar, diperoleh informasi bahwa selama masa pandemi, kadang siswa-siswa yang nilainya rendah di pembelajaran biasa, menjadi tinggi. Sedangkan siswa-siswa yang nilainya tinggi di pembelajaran biasa, menjadi rendah. Hal ini juga dipengaruhi dari kesetiaan siswa dalam mengumpulkan tugasnya. Sesuai dengan nilai rapor siswa kelas I dan IV memperoleh nilai yang memuaskan. Lebih jauh lagi kepala sekolah menekankan dalam wawancara (tanggal 9 Desember 2022), bahwa untuk siswa SD sangat sulit untuk pembelajaran daring dari rumah saja, karena kebutuhan anak-anak usia sekolah dasar adalah bermain, mendapat semangat berupa sentuhan, bergerak bebas, dan semua itu dilakukan secara langsung. Untuk kedepannya, bila masih akan diadakan pembelajaran daring, sekolah benar-benar perlu menyusun bagaimana jalannya pembelajaran daring agar siswa bisa mengikuti pembelajaran secara selang seling antara daring dan luring.

SD Pundarika dan SD Zion GKKA-UP Makassar dapat melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi semua atas kerja sama orang tua. Ini juga didukungan dengan adanya komunikasi aktif antara guru dan orang tua serta dengan adanya pelaporan rutin terhadap hasil belajar anak. Tindak lanjut kedepannya, komunikasi yang baik dan pelaporan rutin ini perlu terus dipertahankan.

Tabel 4.14

Evaluasi Produk Pembelajaran Daring Keterangan Aspek

Produk

Nama Sekolah

SD Pundarika SD Zion GKKA-UP Makassar Ketercapaian kompetensi dasar

1) Guru Guru mampu

merancang

bichronous online learning dengan merdeka sambil tetap memperhatikan bagaimana siswa SD dalam belajar.

Guru juga menghasilkan berbagai video pembelajaran untuk membantu siswa belajar secara asinkron.

Guru memberikan koreksi secara langsung pada pekerjaan anak di Google Classroom.

Guru melakukan POG untuk membahas kemajuan siswa

Guru memeriksa tugas siswa secara langsung di Google Classroom.

Guru mampu menggunakan RPP yang telah dibuat pada masa sebelum

pandemi namun menyederhanakan kompetensi dasar yang dipilih. Guru mengajari kompetensi dasar yang esensial.

Guru menggunakan semua media sosialnya untuk membuat dan mengupload video pembelajaran.

Memaksimalkan waktu yang ada untuk siswa bisa tetap belajar sehingga tidak putus walau berada di masa pandemi. guru mampu

memaksimalkan pembelajaran secara asinkron dan sinkron.

Guru memeriksa tugas siswa secara langsung di Google Classroom.

2) Siswa Siswa mampu

mengembangkan kemandirian,

tanggung jawab, serta kepedulian terhadap orang yang berada di rumahnya di masa pandemi.

Siswa juga makin melek dengan teknologi.

Siswa mampu mengembangkan kemandirian,

tanggung jawab, serta kepedulian terhadap orang yang berada di rumahnya di masa pandemi.

Siswa juga makin melek dengan teknologi.

Keterangan Aspek Produk

Nama Sekolah

SD Pundarika SD Zion GKKA-UP Makassar Tindak lanjut

Menolong siswa yang ketinggalan

kognitifnya dengan mengadakan tambahan khusus untuk siswa tersebut.

Terus mengasah kemampuan sosial siswa.

Terus membina hubungan baik dengan orang tua yang telah terjalin di masa pandemi.

Merancang

pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.

Terus mengasah kepedulian siswa terhadap sesama.

Terus membina hubungan baik dengan orang tua yang telah terjalin di masa pandemi.

Dalam dokumen DI KOTA MAKASSAR (Halaman 169-175)