ETIOLOGI 1-7 ETIOLOGI 1-7
3. Faktor Pascanatal
Umumnya kondisi pascanatal dapat menyebabkan defek email pada gigi tetap. Faktor pascanatal ialah adanya gangguan nutrisi, gastrointestinal, hipokalsemi, defisiensi vitamin D, infeksi bakteri maupun virus, penyakit exanteinatus, juvenile hypothyroidism, hipoparatiroid, hipogonadofism, phenylketonuria, gangguan ginjal, fluorosis, radiasi, alergi, dan diare berkepanjangan. Menurut McDonald dan Avery, sebanyak 70% anak serebral palsi mengalami hipoplasia email gigi tetap.
Pemakaian tetrasiklin pada masa anak dapat menyebabkan hipoplasia email. Hal ini disebabkan karena terbentuknya kalsium tetrasiklin orthofosfat pada saat matrikulasi, sedangkan bila terjadi pada masa mineralisasi dapat mengakibatkan hipokalsIfikasi.19
Asupan fluorida yang berlebih dapat mengakibatkan hipoplasi dan hipokalsifikasi email, dapat disebabkan oleh adanya intake air mengandung fluor lebih dari 1 ppm, hal ini disebut sebagai mottled enamel atau fluorosis.
Menurut para ahli, lebih dari 90 faktor berhubungan dengan developmental defect email pada gigi sulung dan gigi
tetap. Faktor-faktor ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:23
1) Gangguan yang menyebabkan defek lokal, terbatas pada satu atau beberapa gigi seperti disebabkan oleh trauma dan infeksi lokal pada gigi.
2) Gangguan yang menyebabkan defek menyeluruh atau sebagian besar gigi. Defek menyeluruh dapat disebabkan oleh faktor genetik atau lingkungan.
Menurut Australian Dental Association (ADA) terdapat tujuh faktor risiko yang berhubungan dengan defek email. Faktor risiko yang umum adalah:23
(1) Faktor maternal selama kehamilan, yaitu ibu hamil yang mengalami defisiensi nutrisi berat atau mengalami infeksi.
(2) Kelahiran prematur dan BBLR. Pada anak dengan kelahiran premature dan BBLR, risiko defek email gigi sulung adalah empat kali lebih besar daripada anak SMK.
(3) Obat-obatan yang dikonsumsi ibu selama hamil.
(4) Infeksi berat pada masa tahun pertarna yang disertai demam tinggi, pada saat itu dan pada masa anak.
Misalnya adanya pneumonia atau otitis media, dan infeksi virus seperti campak dan cacar air.
(5) Defisiensi nutrisi pada masa anak.
(6) Penyakit kronik di masa 4 tahun pertama.
(7) Trauma pada jaringan mulut yang dapat mengenai benih gigi yang sedang berada dalam periode amelogenesis.
Faktor yang dapat mengenai defek pada gigi sulung adalah 1, 2, 3, sedangkan factor 4, 5, 6 mengenai gigi tetap, dan faktor 7 dapat mengenai gigi sulung atau gigi tetap.
Secara umum faktor yang dapat menyebabkan hipoplasia email dapat juga menyebabkan hipokalsifikasi.23
Mekanisme terjadinya defek email 15,19,20-24
Ameloblas sangat peka terhadap berbagai macam gangguan. baik oleh faktor genetik ataupun oleh faktor lingkungan. Gangguan dapat menyebabkan vakuolisasi sel.
Untuk membentuk email yang optimal, ameloblas menghasilkan jaringan highly structure dan terkalsifikasi.
Adanya disrupsi perkembangan dapat menyebabkan defek email gigi sulung. Variasi defek email tergantung dari gangguan sintesis matrik, proses sekresi dan absorpsi, serta degradasi ekstraseluler.
Proses pembentukan dan sekresi matrik oleh ameloblas tidak berbeda dengan proses yang terdapat pada sel penghasil sekresi lainnya seperti sel tulang.
Pembentukan matrik meliputi proses sekresi dan maturasi dengan di antaranya terdapat tahap transisi selama tahap sekresi kristal email berkembang dalam jangka panjang, tetapi sedikit dalam arah tebal dan lebar.
Setelah terjadi sekresi protein, kemudian sebagian protein diproteolisis. Pada tahap transisi terjadi peningkatan aktivitas proteolisis dan dalam tahap maturasi tidak ada akumulasi protein.
Adanya proteolisis protein yang memadai menentukan komposisi matrik apakah mengandung lebih banyak protein atau tidak. Bila lebih banyak protein yang terbentuk maka email akan lebih lunak.
Panjang akhir kristal email ditentukan oleh sekresi protein ameloblas yang juga menentukan tebal lapisan email secara keseluruhan. Selain sekresi protein, ameloblas mensekresi proteinase yang mengakibatkan degradasi matrik organik dan hilangnya komponen ekstraseluler.
Gangguan dalam tahap sekresi oleh faktor genetik atau lingkungan lokal maupun sistemik, misalnya gangguan nutrisi, dapat mengganggu pertumbuhan kristal email dalam arah lebar dan tebal serta berkurangnya sekresi protein yang mengakibatkan insufisiensi elongasi kristal. Hal ini mengakibatkan berkurangnya pembentukan matrik sehingga menyebabkan tipisnya email atau sebagian email tidak terbentuk yang disebut hipoplasia. Bila terjadi gangguan sekresi ameloblas dalam waktu lama maka akan mengakibatkan ketidaksempurnaan bentuk email, email tidak terbentuk sama sekali. Kelainan jumlah email dapat disertai kelainan komposisi matrik dan kandungan mineral atau email terbentuk tetapi tidak mengalami maturasi lengkap.
Mineralisasi berlangsung setelah pembentukan matrik, mengikuti pola deposisi matrik. Bila tidak terjadi gangguan dalam pembentukan matrik tetapi terjadi gangguan m in er al i sa si . maka di sebut hipokalsifikasi. Sebagaimana diketahui bahwa jaringan gigi tidak mengalami mekanisme reparasi, adanya gangguan pada saat mineralisasi atau maturasi bermanifes pada area dari gigi yang sedang dalam tahapan
perkembangan. Deposisi berulang secara ritmis akibat gangguan akan mengakibatkan suatu garis saat amelogenesis yang disebut garis incremental atau garis Retzius yang menandai bahwa ada penghentian mineralisasi.
Secara klinis ini disebut sebagai garis neonatal.
Garis neonatal sering ditemukan pada gigi yang mengalami gangguan kalsifikasi saat pascanatal.
Kelainan jumlah email dapat disertai kelainan komposisi matrik dan kandungan mineral atau email terbentuk tetapi tidak mengalami maturasi lengkap.
Proses maturasi dilanjutkan secara simultan dengan kalsifikasi lapis demi lapis matrik email. Apabila terjadi gangguan dalam kalsifikasi maka akan terjadi hipoikalsifikasi gigi dengan manifestasi gigi buram, tidak tembus cahaya, disebut juga opasitas.
Manifestasi klinis
Defek email gigi sulung tampak sebagai hipoplasia dan hipokalsifikasi. Manifestasi klinis hipoplasia bila terlihat pit, alur, lubang, pada permukaan email gigi, sedangkan
hipokalsifikasi bila gigi terlihat buram/tidak licin, tidak tembus cahaya.
Kekurangan matrik email menunjukkan gigi berwarna kuning, cokelat, adanya area putih, opak terlokalisasi tidak tembus cahaya yang disebut opasitas, dapat juga disertai keadaan sensitif terhadap perubahan suhu.7,16-23
Hipoplasia yang disebabkan faktor genetik biasanya menyeluruh mengenai seluruh gigi, baik pada gigi sulung maupun tetap, sedangkan yang disebabkan faktor sistemik biasanya dapat menyeluruh atau tidak menyeluruh, hanya mengenai beberapa gigi saja, bilateral simetris, tergantung saat terjadinya gangguan. Bila penyebabnya faktor lokal misalnya trauma, maka hipoplasia yang terjadi adalah lokal, hanya pada satu gigi, unilateral (Laskaris).
Manifestasi Hipokalsifikasi ialah adanya garis neonatal.
Gambar 11.a. Hipokalsifikasi Email
b. Hipoplasia email