BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Da`i Dalam Membina
D. Faktor Pendukung Dan Penghambat Peran Da`i Dalam Membina Akhlak
“Faktor pendukungnya adalah faktor sosial budaya masyarakat yang welcome terhadap syi`ar islam, mengingat secara umum masyarakar Enrekang adalah masyarakat yang cukup religius.”75
b. Dukungan Pemerintah setempat
Keterlibatan dari pemerintah setempat, untuk melancarkan dan terus malanjutkan kerja sama dengan lembaga kampus demi berlanjutnya pengiriman da`i ke kabupaten Enrekang. Hal ini akan sangat berpengaruh, demi perkembangan dan kemajuan pemahaman masyarakat Desa Kolai khusunya dalam hal pengetahuan agama dan pembinaan akhlaknya.
Perhatian pemerintah yang memikirkan masa depan warganya, dan tidak berdiam diri membiarkan warganya tanpa ilmu keagamaan. Dan satu cara pemerintah di Desa Kolai adalah memberikan solusi yang terbaik sesuai dengan keadaan masyarakatnya, yakni mengahadirkan da`i sebagai bentuk perhatian dari pemerintah. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah Kepala Desa Kolai juga seorang Muballigh.
c. Sifat keterbukaan dan keingintahuan masyarakat
Salah satu penyemangat seorang da`i dalam menyampaikan ilmu melalui dakwahnya adalah sifat keterbukaan dari masyarakat Desa Kolai dan keingintahuan mereka. Meskipun beberapa dari mereka terbilang sudah menginjak umur yang tidak muda lagi, tapi sifat keingintahuan mereka terhadap ilmu sangatlah besar. Sehingga hal ini dapat membangunkan kembali semangat para da`i dalam berjuang menyampaikan dakwahnya.
Para da`i tidak sungkan lagi dalam mengajak masyarakat setempat dalam
75 Syukur, S.IP (45 Tahun), Kepala Desa Kolai, Wawancara, Enrekang, 26 Desember 2021
menjalankan dakwahnya di kalangan mereka. Meskipun pelan, tapi seiring dengan berjalannya waktu masyarakat akan mulai paham dan mengamalkan ilmu yang telah mereka terima dengan baik.
2. Faktor Penghambat
Adapun faktor penghambat seorang da`i dalam menyampaikan dakwahnya antara lain:
a. Finansial
Salah satu tantangan seorang da`i dalam menyampaikan dakwahnya adalah dari segi finansial, apalagi jika seorang da`i sudah memiliki istri dan anak. Akan sulit bagi seorang da`i dalam menafkahi keluarganya jika dia tidak memiliki finansial yang layak. Oleh karena itu, tidak jarang seorang da`i tidak melanjutkan perjuangannya karena terhalang dari segi finansial.
b. Kurangnya SDM Muballigh
Salah satu faktor utama yang menjadi hambatan oleh para da`i adalah SDM yang kurang memadai. Masyarakat Desa Kolai masih sangat membutuhkan pembinaan, namun yang terjadi di lapangan masih sangat kurang da`i yang ingin mengabdikan diri ke masyarakat.
c. Lokasi Dakwah
Lokasi Dakwah juga merupakan hal yang sangat penting bagi seorang da`i guna untuk melancarkan dakwahnya. Adapun jika lokasi yang sulit dijangkau karena jalanan yang tidak memadai, maka hal ini
bisa mengurungkan niat da`i untuk berdakwah di tempat seperti ini.
d. Faktor Kesibukan
Kesibukan yang terjadi di beberapa masyarakat Desa Kolai menjadi salah satu faktor penghambat dalam menerima dakwah. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh bapak Kepala Desa juga selaku Muballigh di Desa Kolai yaitu:
“Kalau faktor penghambat adalah masyarakat khususnya bagi kaum laki- laki yang kurang antusias atau sibuk dan tidak bisa meluangkan waktu untuk menghadiri kajian agama.”76
Itulah beberapa hasil wawancara dari para da`i. Sebagai kesimpulan, bahwasanya setiap dakwah tentu memiliki faktor pendukung maupun penghambat dimanapun itu berada. Sebagaimana dakwah Rasulullah yang selalu di berikan ujian, tapi beliau selalu mampu melewati ujian tersebut dengan kemenangan dan menebar keteladanan bagi seluruh ummat dan masih sangat terasa hingga saat ini.
76 Syukur, S.IP (45 Tahun), Kepala Desa Kolai, Wawancara, Enrekang, 26 Desember
2021
64 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang Akhlak Masyarakat Islam Desa Kolai Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, maka peneliti dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Masyarakat Desa Kolai secara umum sudah memiliki akhlak yang baik.
Namun, masih membutuhkan pembinaan akhlak dari para da`i untuk terus meningkatkan dan mengembangkan akhlak dalam masyarakat setempat, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda. Para generasi muda masih sangat haus dengan ilmu dan pembinaan keagamaan terutama dalam masalah akhlak.
Oleh karena itu, hal inilah yang menjadi tugas utama seorang da`i dalam menjalankan dakwahnya. Seorang da`i juga harus mampu mengambil hati dan bergaul dengan masyarakat dari semua kalangan, yang mana bertujuan untuk memudahkan dakwahnya diterima dengan baik di tengah masyarakat.
2. Peran da`i dalam membina akhlak masyarakat islam Desa Kolai dapat disimpulkan bahwasanya membina itu tidak hanya menyuruh orang lain untuk berbuat baik, tapi dimulai dari diri sendiri yakni memberikan contoh yang baik atau keteladan terhadap masyarakat Desa Kolai pada umumnya.
Begitupun memberikan motivasi terhadap para orang tua dalam masyarakat untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi lebih baik
lagi. Juga memberikan metode-metode terhadap masyarakat selaku orang tua tentang cara mendidik anak yang baik dari segi akhlaknya.
3. Adapun faktor pendukung dan penghambat para da`i dalam membina akhlak masyarakat islam di Desa Kolai adalah:
Faktor pendukung, meliputi antusias dari para masyarakat Desa Kolai yang telah ikut andil dalam menyambut kedatangan dan keterbukaannya dalam menerima dakwah dari para Muballigh. Begitupun keterlibatan dari pemerintah setempat di Kabupaten Enrekang yang telah berkontribusi dalam pengiriman para Muballigh ke Desa Kolai.
Mengenai faktor penghambat, meliputi kurangnya finansial yang di peruntukkan untuk para da`i ataupun Muballigh untuk memenuhi kebutuhannya apalagi bagi para da`i yang telah berkeluarga. Begitupun dengan terbatasnya SDM Muballigh yang dikirim ke Desa Kolai. Serta lokasi dakwah yang terbilang jauh dan terpencil, sehingga hanya sebagian kecil saja da`i yang mau dikirim ke tempat terpencil seperti ini. Itulah beberapa faktor pendukung dan penghambat para da`i dalam membina akhlak masyarakat Desa Kolai.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas sebelumnya, maka penulis akan memberikan beberapa saran kepada para pembaca. Dengan harapan agar hasil dari penelitian ini bermanfaat bagi penulis secara khusus, terlebih lagi kepada seluruh pembaca yang budiman:
1. Hasil penelitian skripsi ini masih terbilang sedikit dan masih kurang dari beberapa cabang ilmu yang berkaitan dengan judul skripsi ini.
Hal ini tidak mudah bagi penulis untuk terus memaksimalkan hasil dari penelitian ini melalui beberapa wawancara, yang berkaitan dengan judul ini. Dan terus menggali informasi tentang bagaimana akhlak dalam kehidupan masyarakat di Desa Kolai
2. Kepada seluruh kaum Muslimin khususnya para Muballigh agar mengetahui apa saja hal-hal yang berkaitan dengan Peran da`i dalam membina akhlak dalam masyarakat di Desa Kolai.
3. Kepada seluruh kaum Muslimin agar mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat peran seorang da`i dalam berdakwah.
Khususnya di Desa Kolai.
Inilah beberapa saran dari penulis yang telah dipaparkan. Semoga Allah menerima semua usaha dan perjuangan penulis dalam mengkaji dan memaksimalkan hasil dari penelitian ini. Semoga penelitian bermanfaat bagi seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, dan terlebih lagi untuk penulis sendiri.
Selesailah penelitian ini, saya ucapkan Alhamdulillahi Rabbil Alamin wasallallahu ala nabiyyina Muhammad wa`ala alihi wasallim.
67
DAFTAR PUSTAKA
Abdussalam, Aam. 2004. Teori Sosiologi Islam, Jurnal Pendidikan Agama Islam- Ta`lim. Vol. 14 No. 1
Achmadi, Cholid Narbuko.2007. Metodologi Penelitian. Cet. VIII; Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Akbar, Husain Usma dan Purnomo Setiady. 2008. Metodologi Penelitian Sosial.
Cet. I; Jakarta: PT Bumi Aksa.
Aminuddin, dkk, (2006), Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Graha Ilmu.
Arikunto, Suharismi. 2006. Prosedur Peneliti Suatu Pendekatan Praktis. Edisi Revisi; Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsini. 1989. Prosedur Penelitian Suatu Pengantar. Jakarta: Bina Aksara.
Bukhari, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al- Mughirah al- Ju`fi. 2015.
Shahihul Bukhari. Juz 1. Cet. III; Riyad: Daru Hadharah Linnasyri Wattauzi`.
Bungin, Burhan. 2007 Peniliti Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial. Jakarta: Kencana.
Dammar, (53 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021 Depdikbud. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Haji, Abdullah Sidik. 1993. Inti Dasar Hukum Islam. Jakarta.
Hamalik Oemar , (2001), Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : Bumi Aksara.
http://jurnal.upi.edu Diakses 27 November 2021
https://journal.iai.tribakti.ac.id Diakses 04 November 2021.
https://jurnal.kopertaisaceh.or.id Diakses 11 November 2021.
Ibnu Hajar, (55 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
Kementerian Agama RI, 2020 Al- Hufaz Al-Qur`an Hafalan Mudah, (Bandung:
Cordoba.
Kriantono, Rahmat. 2009 Tekhnik Praktek Riset Komunikasi. Cet. I; Jakarta:
Kencana.
Moleong, Lexi. J.2001. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Muhajir, Noen.1998. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Reka Sarasin.
Pawito.2008. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Cet. I; Yogyakarta: PT. Lukis.
Profil Desa Kolai
Rohidi, Tjetiep Rohendi.1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
Safei, Asep Saeful Muhtadi dan Agus Ahmad.2003. Metode Penelitian Dakwah.
Bandung: Pustaka Setia.
Saidaturrahmah. 2020 Da`i Dalam Perspektif Al-Qur`an. Institut Agama Islam Al-Aziziyah. Vol. 14 No. 2.
Salbi, (53 Tahun), Muballigh, Wawancara, Enrekang, 24 Desember 2021 Saputra, Wahidin. 2011. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudirman, (49 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021 Sugiono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suharding, (47 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021 Suryawati, Kun Maryati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XII. Jakarta:
Esis.
Syukur, S.IP (45 Tahun), Kepala Desa Kolai, Wawancara, Enrekang, 26 Desember 2021
Teguh, Muhammad. 2005 Metodologi Penelitian Ekonomi Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Grafindo Persada.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Bahasa, (2005), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
Udin, Muhammad Diak.2019 Metode Dakwah Prespektif Hadis. Institut Agama Islam Tribakti. Vol. 1 No.( 2 Februari 2019).
Yaqub, Hamzah. 1984 Kode etik Dagang Menurut Islam. Cet. 1; Diponegoro.
Yazid, Abu Bakr Ahmad bin Muhammad bin Harun. 2003 Amar Ma`ruf dan Nahi Munkar. Beirut: Daru Kutub Ilmiah.
Zainal Abidin, (52 Tahun), Muadzin, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
70 LAMPIRAN
1. Wawancara dengan bapak Syukur, S.Ip selaku Kepala Desa Kolai dan juga seorang Muballigh dakwah.
2. Wawancara dengan bapak Salbi selaku Da`i Desa Kolai.
3. Wawancara dengan Masyarakat Desa Kolai.
4. Foto bersama dengan para Jama`ah masyarakat Desa Kolai.
5. Kegiatan sosial bersama Masyarakat Desa Kolai dalam memanen bawang merah.
6. Gambaran umum sebagian besar Masyarakat Desa Kolai berprofesi sebagai Petani Bawang.