BAB III PEMBAHASAN
C. Faktor Penghambat Kelompok Sadar Wisata Dalam
C. Faktor Penghambat Kelompok Sadar Wisata Dalam Pembangunan
puluh juta rupiah, hal ini dibenarkan oleh salah satu staf desa sebagai berikut :
“dalam proses pembangunan nisa lampa dana butuh anggaran yang cukup besar, pembukaan dan perluasan jalan ditahun 2020 lalu itu saja sudah menghabiskan kurang lebih 55 juta, sedangkan untuk perencanaan pembangunan prasarana nisa lampa dana tidak hanya jalan saja tapi masih banyak, salah satunnya rencana pengadaan kolam renang dan itu membutuhkan anggaran yang sangat besar”43
Ujar Ilham salah satu staf Desa Doro O’o.
Dalam proses pembukaan jalan yang dimulai pada tanggal 18 Agustus, pemerintah desa tidak ada komunikasi terlebih dahulu dengan pengurus pokdarwis, ketua pokdarwis dihubungi satu hari berjalannya pembukaan infrastruktur jalan yaitu pada tanggal 19 Agustus 2020.
sedangkan pada Ahad 16 Agustus 2020 Pokdarwis melakukan rapat program kerja dan merumuskan 12 program kerja, pembukaan infrastruktur jalan juga menjadi salah satu program kerja pokdarwis Nisa Lampa Dana yang sudah ditentukan waktu pelaksanaan estimasi anggaran dan desain jalan yang direncanakan.
2. Anggaran
Berkaitan dengan anggaran, dalam pembangunan dan pengadaan infrastruktur pendukung wisata Nisa Lampa Dana, pemdes mengalokasikan anggaran sebesar 60.000.000.00 terbilang enam puluh juta rupiah dari anggaran dana desa (ADD).
43 Ilham, Wawancara 10:15 23 Juni 2021
Dalam rencana pemanfaatan anggaran pokdarwis menyusun program kerja dengan menyesuaikan anggaran yang ada , dan mempertimbangkan program – program kerja yang direncanakan dapat memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan Nisa Lampa Dana, hingga munculah 12 program kerja dengan 3 tahap prioritas yang dirumuskan Pokdarwis Nisa Lampa Dana.
Kekurangan anggaran dalam pelaksanaan pembangunan Nisa Lampa Dana menjadi hal yang sangat menghambat proses perkembangan pembangunan infrastruktur pendukung wisata Nisa Lampa Dana.
Penyebab pokdarwis kekurangan anggaran terjadi karena faktor diluar dari kelompok sadar wisata, dimana faktor eksternalnnya disebabkan oleh pemdes yang tidak ada komunikasi terlebih dahulu perihal perencanaan dan pelaksanaan pembukaan jalan wisata Nisa Lampa Dana, sumber anggaran pembukaan jalan merupakan anggaran dana desa yang dialokasikan untuk operasional pokdarwis dalam pengadaan infrastruktur pendukung wisata Nisa Lampa Dana. Hal ini dijelasakan oleh pengurus kelompok sadar wisata dalam harapannya sebagai berikut :
“maunnya kita sebagai pengurus wisata nisa lampa dana apapun bentuk pengadaan infrastuktur pendukung yang ingin diadakan oleh pemerintah desa harapannya dibicarakan terlebih dahulu kepada kami, karena kami sudah punya konsep perencanaan mau mengembangkan nisa lampa dana bagaimana, dan untuk anggaran dana desa yang dialokasikan untuk pengadaan infrastruktur pendukung wisata serahkan saja pada struktur yang bertanggung
jawab, atau anggarakan saja untuk program – program yang kami rencanakan jangan lagi adakan program – program lain” 44
44 Samudra, Wawancara, 09:30 15 Juni 2021
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Kegiatan pembangunan kepariwisataan, sebagaimana halnya pembangunan di sektor lainnya, pada hakekatnnya melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yang dimaksud meliputi 3 (tiga) pihak yaitu : pemerintah, swasta, dan masyarakat, dengan segenap fungsinnya masing – masing.
Masing – masing pemangku kepentingan tersebut tidak dapat berdiri sendiri, namun harus saling bersinergi dan melangkah bersama – sama untuk mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan yang disepakati. Adapun peran dan fungsi masing – masing pemangku kepentingan tersebut adalah sebagai berikut :
1. pemerintah sesuai dengan tugas dan kewewenangannya menjalankan peran dan fungsinya sebagai fasilitator dan pembuat peraturan (regulator) dalam kegiatan pembangunan kepariwisataan.
2. kalangan swasta atau pelaku usaha (industri pariwisata) dengan sumber daya, modal dengan jejaring yang dimilikinya menjalankan peran dan fungsinnya sebagai pengembang dan atau pelaksana pembangunan kegiatan kepariwisataan.
3. Masyarakat dengan sumber daya yang dimiliki, baik berupa adat, tradisi dan budaya serta kapasitasnnya, berperan sebagai tuan rumah, namun juga sekaligus memiliki kesempatan sebagai pelaku pengembangan kepariwisataan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Disini
masyarakat bisa menjalankan dua peran baik sebagai subyek atau pelaku dan atau sebagai penerima manfaat. Sedangkan Pokdarwis adalah kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Merujuk dari peran dan fungsi masing – masing pemangku kepentingan dalam pembangunan wisata Nisa Lampa Dana, masih kurang memaksimalkan peran dan fungsi masing – masing.
Dalam pelaksanaan pembangunan wisata Nisa Lampa Dana, faktor mendasar yang menghambat pelaksanaan pembangunan wisata disebabkan oleh pemangku kepentingan yang tidak menjalankan peran sesuai topoksinnya masing – masing.
Dimana disini pemerintah desa selaku pembuat kebijakan dan fasilitator masih mencampuri ranah dan tanggung jawab pokdarwis sebagai pelaku pelaksana yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengembangkan Nisa Lampa Dana dengan program - programnnya.
Sedangkan pokdarwis sendiri kurang maksimal dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, dan kurang memaksimalkan
program – program alternatif untuk menjaga kelestarian Nisa Lampa Dana baik dalam aspek kebersihan pulau maupun dalam penataan pulau, pokdarwis terlalu fokus pada pengadaan infrastruktur skala besar. Hal ini dapat dilihat pada kondisi Nisa Lampa Dana Yang terbengkalai dan tidak terurus.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang diperoleh dan kesimpulan penelitian, maka peneliti memberikan saran – saran sebagai berikut :
1. Bagi Pemerintah Desa
Kepada pemerintah Desa Doro O;o Kecamatan Langgudu diharapkan bisa menjalankan perannya sebagai fasilitator dan tidak menjalankan peran ganda sebagai fasilitator dan sebagai pelaksana.
2. Bagi Pokdarwis
Kepada pokdarwis Nisa Lampa Dana Desa Doro O’o agar bisa memaksimalkan program – program alternatif untuk menjaga dan merawat Nisa Lampa Dana tidak membiarkannya terbengkalai dan tidak terawat.
3. Bagi Masyarakat Dan Pemuda Desa
Kepada masyarakat dan pemuda desa agar dapat berperan aktif dan sadar akan perannya, masyarakat sebagai subjek atau pelaku pembangunan bahwa masyarakat menjadi pelaku penting yang harus terlibat secara aktif dalam proses perencanaan dan pengembangan kepariwisataan, bersama – sama dengan pemangku
kepentingan terkait lainnya baik dari pemerintah dan swasta. Dalam fungsinya sebagai subjek atau pelaku masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab untuk bersama – sama mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di wilayahnnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ady Ardiansyah, Kamaludin, dan Adi Hidayat Argubi, Daya Dukung dan Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Pariwisata di Objek Wisata Lakey Kabupaten Dompu-NTB, Vol. 11, Nomor 1, Marer 2017.
Arif Wijaya, DKK, Proses Belajar Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dalam Pengembangan Kampung Ekowisata, Pendidikan Nonformal, Vol, XI, Nomor 2, September 2016.
Deri Kelianda, Strategi Komunikasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dalam Mengimplementasikan Program Green City di Kota Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Jom Fisip, Vol. 5, Nomor 1, April 2018.
Gita Ratri Prafitri dan Maya Damayanti, Kapasitas Pembangunan Dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Kasus: Desa Wisata Ketenger, Banyumas) Jurnal Pengembangan Kota, Vol. 4, Nomor 1, 2016.
Musriadi, Peran Kelompok Sadara Wisata (Pokdarwis) Taman Arum Dalam Pengembangan Potensi Pariwisata Tahun 2018 (Studi Pada Desa Wisata Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara), Ilmu Sosial Mahakam, Vol. 8, Nomor 1, 2019.
Idris, Inilah 8 Pesona di Kecamatan Langgudu, dalam http//indikatorbima.com/artikelidris/ di akses tanggal 18 Desember 2020.
Kementerian Pariwisata, Republik Indonesia, “Pedoman Kelompok Sadar Wisata”, dalam kemenpar go,id/ artikel / Pesona Indonesia, diakses tanggal 15 November, pukul, 10:10.
Widodo Eko Pambudi, Kapasitas Organisasi Masyarakat Pokdarwis Dewa Serang Dalam Pengelolaan Wisata Pantai Serang di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blintar, Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember, 2018.
Aprilia Ayu Wardhani, Peran Pokdarwis dalam Pengembangan Desa Wisata Dewi Sri, Artikel Ilmiah, Fakultas Tehnologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 2016.
Agung Suryawan, Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sedang Arum dalam Pengembangan Potensi Pariwisata (Studi Kasus di Desa Wisata Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung), Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2016.
Iskandar Julkarnain, “Masyarakat Desa Doro O’o Pulau Nisa Lampa Dana – Lulu Fare Siap Dijadikan Desa Wisata”, dalam Fajar Media Bima, Bima: Fajar Media Bima, 2019.
Morissan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2013.
Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2002.
Onong Uchjana Effendi, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2003.
Onong Uchjana Effendi, Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007.
Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan Penelitian Gabungan, Jakarta: Pranadamedia Group, 2016.
Deddy Mulyana, Human Comunication Konteks – Konteks Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005.
Rachmat Kriyantono, Tehnik Praktis Riset Komunikasi Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran, Jakarta: Prenadamedia Group, 2010.
Moh Nazir, Metode Penelitian, Bogor: Ghalia Indonesia, 2014.
https://www.bimakini.com/2020/08/pokdarwis-nisa-lampa-dana-doro=oo- dikukuhkan/, Pokdarwis Nisa Lampa Dana – Doro O’o Dikukuhkan, dalam artikel (Tanggal 20 oktober 2021, pukul 20:30)
Samudra, Wawancara, 09:30 15 Juni 2021 Abdurrazak, Wawancara 14:15 18 Juni 2021 Ilham, Wawancara 10:15 23 Juni 2021
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Gambar Kegiatan BBGRM Tingkat Kecamatan di Nisa Lampa Dana (Senin, 04 November 2019).
Ganbar Kegiatan Pemantauan Potensi Wisata Nisa Lampa Dana oleh Pemdes, Peserta KKN dan Pokdarwis (25 Juli 2020)
Ggg
Ganbar Kegiatan Peresmian Wisata Nisa Lampa Dana Dan Pengukuhan Pokdarwis Nisa Lampa Dana (02 Agustus 2020).
Gambar Kondisi Spot Foto Nisa Lampa Dana (September 2020)
Gambar Kondisi Spot Foto Nisa Lampa Dana (Agustus 2021)
Gambar Kondisi Jalan Nisa Lampa Dana
Gambar Pintu Masuk Jalur Darat Nisa Lampa Dana di Rt 18 Rw 06 Dusun Ncera Desa Doro O’o
Gambar Dermaga di Rt 02 Rw 01 Dusun Ta’asera, Tempat Bersandarnnya Sampan yang Mengantarkan Pengunjung Nisa Lampa Dana.
Gambar Kondisi Jalur Laut Menuju Nisa Lampa Dana
Gambar Aktivitas Pengunjung Nisa Lampa Dana
Gambar Kegiatan Bersih Pulau Dan Pantai Nisa Lampa Dana
Gambar Aktivitas Kemping Pengunjung Nisa Lampa Dana.