• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penyebab Menurunnya Pendapatan Pedagang Pasar

Dalam dokumen dampak pandemi covid-19 terhadap pendapatan (Halaman 56-62)

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

C. Faktor Penyebab Menurunnya Pendapatan Pedagang Pasar

Tabel 2. ( Pendapatan Perhari Pedagang Sembako Sebelum dan Pada Masa Pendemi

Tabel 2.7

Pendapatan Perhari Pedagang Sembako Sebelum dan Selama Pendemi Covid-19

No. Nama Pedagang

Pendapatan Perhari Sebelum

Pandemi Covid- 19

Pendapatan Perhari Selama

Pandemi Covid-19

Presentase Penurunan Pendapatan

1. Rahma 3.500.000 1.500.000 57%

2. Hikmah 4.000.000 3.000.000 25%

3. Siti Maryam

300.000 150.000 50%

4. fiki 4.000.000 2.000.000 50%

Sumber: Pedagang Sembako.71

Berdasarkan tabel 2.7 menjelaskan pendapatan pedagang sembako di pasar tradisional Kebon Roek sebelum covid-19 dan saat pandemi-19, menunjukkan pendapatan pedagang sembako mengalamai penurunan selama pandemi covid-19 mencapai 50% bahkan lebih.

C.Faktor Penyebab Menurunnya Pendapatan Pedagang Pasar Kebon

begitu saya harus tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga, walaupun hasil penjualan yang didapatkan cukup untuk makan, dan memutar modal kembali, kadang-kadang ikan saya tidak ada yang laku, upaya yang saya lakukan untuk meningkatkan pendapatan tidak ada, hanya bertahan dengan kondisi seperti ini”. 72

Seperti yang diungkapkan juga oleh Ibu Ainia salah satu pedagang Buah di Pasar Kebon Roek Ampenan yang telah diwawancarai beliau mengatakan bahwa:

“Faktor yang menyebabkan pendapatan saya menurun pada masa pandemi covid-19 ini ialah pasar sangat sepi, karena kebanyakan lestoran dan cafe yang menyediakan jus pada tupup, jadinya tidak ada yang membeli buah utuk dijadikan jus, sehingga barang dagangan saya tidak habis terjual dan banyak barang dagangan saya yang bususk, karena tidak adanya pembeli yang datang untuk membeli buah-buahan.

Tetapi saya masih berjualan seperti biasanya, hanya dengan mengurangi pasokan buah sampai 30% dari pasokan sebelumnya. Saya tetap jualan di masa pandemi ini karena kebutuhan keluarga. Upaya yang saya lakukan untuk meningkatkan pendapatan kedepannya lebih pandai membaca situasi seperti pandemi ini.”.73

Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Mariana salah satu pedagang Daging Ayam di Pasar Kebon Roek Ampenan.

“Faktor yang menyebabkan pendapatan saya menurun pada masa pandemi covid-19 ini yaitu pasar menjadi sepi, daya beli masyarakat berkurang, tapi mau gimana lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup saya dan keluarga, saya harus tetap jualan walaupun keadaan ekonomi lagi sulit, untuk mengantisipasi supaya dagangan saya tidak banyak yang tersisa, saya sengaja mengurangi persediaan daging ayam yang akan saya jual setiap harinya, suapaya dagangan saya

72Ibu Noviantii, “Pedagang Ikan”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 6 Juni 2022.

73 Ibu Ainiah, “Pedagang Buah”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 26 Mei 2022.

tidak banyak yang tersisa, dan hasil penjualan saya bisa untuk buat modal besoknya, dan sisanya untuk biaya makan sehari-hari. Upaya yang saya lakukan untuk meningkatkan pendapatan adalah terus berjualan seperti biasanya“.74

Ibu Siti Maryam salah satu pedagang Sembako di Pasar Kebon Roek Ampenan, yang telah diwawancarai juga mengatakan:

“Faktor yang menyebabkan pendapatan saya menurun pada masa pandemi covid-19 ini ialah pasar sangat sepi, barang dagangan tidak habis terjual sehingga pendapatan saya menjadi menurun pada masa pandemi covid-19 ini, akan tetapi ada saja orang yang datang untuk membeli tapi membeli seperlunya saja, mereka mengurangi persediaan sembako yang mereka beli, biasanya mereka membeli persediaan untuk sebulan, tetapi semenjak adanya pandemi covid-19 mereka hanya membeli sembako untuk persediaan seminggu, karena harga sembako selama pandemi covid-19 sangat mahal, tetapi sembako selalu dicari karena sembako adalah kebutuhan yang diperlukan setiap orang. Saya usaha saya tetap berjalan walaupun pendapatan perhari menurun dikarenakan saya harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga diharuskan membayar sewa tempat. Upaya untuk meningkatkan pendapatan ke depannya dengan cara terus bekerja keras seperti biasanya dan yakin semua ada hikmahnya”.75

Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Ayuri salah satu pedagang Merangken di Pasar Kebon Roek Ampenan.

“faktor yang menyebabkan pendapatan saya menurun sejak adanya covid-19 yaitu pasar mrnjadi sepi, yang diakibatkan karena covid-19, orang-orang pada takut untuk berbelanja ke pasar. barang dagangan saya banyak tidak laku, yang mengakibatkan dagangan saya ada yang rusak, sehingga saya mengalami kerugian, daya beli masyarakat berkurang

74 Ibu Mariana, “Pedagang Daging Ayam”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 6 Juni 2022.

75 Ibu Siti Maryam, “Pedagang Sembako”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 9 Juni 2022.

disebabkan karena pendapatan setiap orang pada masa pandemi-covid-19 juga menurun sehingga orang-orang mulai berhemat dan membeli barang yang mereka benar-benar butuhkan saya. Upaya yang saya lakukan untuk meningkatkan pendapatan hanya bertahan, jualan seperti biasanya”.76

Berdasarkan hasil pemaparan dari Informan dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan pendapatan menurun iyalah pasar menjadi sepi, daya beli masyarakat berkurang, barang dagangan pedagang banyak tidak laku yang mengakibatkan dagangan mereka banyak yang busuk akibat tidak ada yang membeli, faktor inilah yang menyebabkan pendapatan pedagang menurun drastis pada masa pendemi Covid-19 ini.

2. Banyak pesaing

Hasil wawancara peneliti dengan bapak Mustahiq pedagang konveksi di pasar Kebon Roek Ampenan, mengatakan bahwa:

“Faktor yang menyebabkan pendapatan saya menurun pada masa pendemi Covid-19 ini selain sepi, daya beli masyarakat berkurang tetapi juga disebabkan oleh banyaknya pesaing yang menjualkan barang dagangan yang sama, dan penjual lain juga menjual barang dagangannya menggunakan sistem jual beli online di masa pendemi covid-19 ini, sehingga pembeli tidak ada yang berbelanja ke pasar karena takut terkena Covid-19, sehingga lebih memilih berbelanja secara online.”77

Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Hj. Muhawalah pedagang konveksi di pasar Kebon Roek Ampenan, mengatakan bahwa:

“Kami selaku pedagang pakaian merasa kesulitan dalam mencari konsumen, karena sejak diberlakukannya (pembatasan sosial bersekala besar), pembeli yang datang sangat sedikit, dan banyak pesaing yang menjual barang dagangan yang sama, dan para

76 Ibu Ayuri, “Pedagang Merangken”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 23 Mei 2022.

77 Bapak Mustahiq, “Pedagang Konveksi”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 26 Mei 2022.

pesaing kebanyakan berjualan secara online, sehingga para pembeli lebih memilih berbelanja dari rumah secara online dari pada datang ke pasar, banyaknya pesaing yang mengerti sistem berjualan online menjadi faktor yang menyebabkan pendapatan saya menurun drastis di masa pandemi covid-19, ditambah lagi pasar menjadi sepi sejak masa pendemi Covid-19 ini.”78

Berdasarkan hasil pemaparan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan pendapatan pedagang pada masa pendemi covid-19 selain pasar menjadi sepi, daya beli masyarakat berkurang, tetapi juga disebakan faktor lain yaitu banyaknya pesaing yang menjual barang dagangan yang sama dan mengerti sistem berjualan dengan online, sehingga para konsumen lebih memilih belanja online dari pada harus berbelanja ke pasar, di masa pandemi covid-19 ini.

3. Modal

Hasil wawancara peneliti dengan ibu Raini pedagang sembako di pasar Kebon Roek Ampenan, mengatakan bahwa:

“Sejak adanya pendemi covid-19 pendapatan saya menurun drastis, dagangan saya banyak yang tidak laku, sehingga menyebabkan modal saya juga berkurang karena pendapatan sehari berjualan itu yang dijadikan modal untuk berjualan esok harinya. Kadang- kadang untuk mendapatkan modal tambahan untuk jualan saya menggadaikan asset saya, seperti menggadaikan perhiasan dan tanah sayawah yang saya punya untuk dijadikan tambahan untuk modal berjualan”79

Hasil wawancara peneliti dengan ibu Novianti pedagang ikan di pasar Kebon Roek Ampenan, mengatakan bahwa:

“Sebelum pendemi covid-19 saya selalu mendapatkan keuntungan setiap harinya, bahkan modal tercukupi, bahkan saya bisa menabung untuk biaya hidup keluarga dan biaya sekolah anak, namun sejak adanya pendemi Covid-19 jangankan untuk

78 Ibu Hj. Muhawalah, “Pedagang Konveksi”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 26 Mei 2022.

79Ibu Raini, “Pedagang Sembako”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 9 Juni 2022.

mendapatkan keuntungan, untuk modal saja tidak cukup, dan saya terpaksa menggadaikan atau menjual aset saya untuk tambahan modal berjualan”.80

Berdasarkan informan dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan pendapatan menurun selain pasar sepi dan banyak pesaing, modal junga menjadi salah satu faktornya. Sejak adanya pendemi Covid-19 banyak pedagang yang rugi, pendapatan pedagang menurun drastis, pedagang mengaku modal mereka semakin berkurang sejak adanya pendemi Covid-19, modal mereka sangat tergantung pada pendapatan mereka setiap hari. Pendapatan mereka diputar menjadi modal buat jadi dagangan esok harinya.

80 Ibu Novianti, “Pedagang Ikan”, Wawancara, Pasar Kebon Roek Ampenan, 6 Juni 2022.

Dalam dokumen dampak pandemi covid-19 terhadap pendapatan (Halaman 56-62)

Dokumen terkait