• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penyebab Terjadinya Pemeliharaan dan Pembocoran

BAB I PENDAHULUAN

B. Praktik Pemeliharaan dan Pembocoran Rahasia Dagang di Kalangan

3. Faktor Penyebab Terjadinya Pemeliharaan dan Pembocoran

3. Faktor Penyebab Terjadinya Pemeliharaan dan Pembocoran Rahasia

tidak konsisten dengan sesuatu melakukan sesuatu bagaimana kedepannya bisa jalan dengan baik. Justru saya bisa bertahan seperti ini ditengah ya semua orang istilahnya kesusahan kan cari pekerjaan juga sulit mau wirausaha juga kondisinya tidak tepat karena sepi jadi saya harus bisa bertahan karena saya tetap konsisten seperti halnya selain menjaga racikan es cokelat juga dengan tetap menjaga kualitasnya intinya dari segi rasa harus dipertahankan juga”.165

Bapak Bambang dalam keterangannya mengatakan:

“Ya tentu yang konsumen tidak boleh tau proses produksi.

Artinya bukan tidak perlu tau itu kemudian kita bisa curang gitu, bukan. Tetapi kan namanya rahasia dapur, yang tidak semuanya kita bagikan. Yang tau konsumen hanya bisa menikmati hasilnya saja”.166

Begitu juga Sam yang mengatakan:

“Kitakan kalau untuk bumbu ini kita tidak pernah kasi tau untuk dalam hal cara pembuatannya siapapun itu selain karyawan kita, karena ya itulah rahasia perusahaan yang kita punya ada strategi sendiri”.167

2) Menghindari Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Agar Tidak Diikuti Oleh Orang Lain.

Hasil wawancara yang telah peneliti lakukan dengan beberapa pelaku usaha yakni:

Pemilik usahaD’ Donutsdalam keterangannya mengatakan:

“Kalau teknik saya mau berbagi cuman kalau bahan saya tidak. Karena kan kalau donat tekniknya kan sama saja di mana-mana, hanya bahan saja yang beda dan ini juga biar menghindari persaingan usaha jadi tidak ada yang mengikuti”.168

165Victor (Pemilik Cokelat Serius), Wawancara, Kekalik Jaya-Mataram, 22 April 2020.

166Bambang (Pemilik Lombok Mirah), Wawancara, Pagutan-Mataram, 29 Juni 2020.

167Sam (Pengelola sekaligus penanggung jawab Kedai Giyong), Wawancara, Gomong- Mataram, 30 Juni 2020.

168Utari (Pemilik D’ Donuts), Wawancara, Abian Tubuh-Mataram, 16 April 2020.

Selanjutnya Victor dalam keterangannya mengatakan:

“Karena kita orang wirausaha ya yang dituntut untuk terus berkembang jadinya kita tetap jualan tetap untuk ya bagaimana caranya supaya kita bisa selangkah lebih maju dari kompetitor. Kan kayak jualan es ini saja banyak saingannya, kalau mbak lihat di tembolak sana banyak sekali apalagi di Gerung”.169

3) Adanya Inovasi Pribadi.

Hasil wawancara yang telah peneliti lakukan dengan beberapa pelaku usaha yakni:

Ibu Utari dalam keterangannya mengatakan:

“Donat kita juga punya pembeda ya mbak dengan yang lain seperti tampilannya yaa, kayak saya pakai oreo-oreo remahan gitu. Kalau donat-donat yang lain itu tidak ada. Kan ada oreo yang cacah gitu dan kita ada punya banyak rasa toping juga ada. Donat saya ini juga katanya pelanggan saya sih dia lebih lembut, lebih empuk mbak dari yang lain”.170

Hal senada juga diungkapkan oleh Victor yang mengatakan:

“Kemudian kita juga ada inovasi tersendiri yang membedakan dari minuman-minuman yang lain mbak seperti dari segi rasa ya, kalau kita ada dua puluh dua rasa. Kalau yang lain kan biasa cokelat, vanilla sedangkan kalau kita ini kan ada dua puluh dua rasa lengkap semua mbak. Jadi ini yang membedakan kita, kadang-kadang kan kalau orang lain lihatnya yang kayak minuman cokelat-cokelat gitu kan paling rasa cokelat biasa, vanila atau mungkin ada rasa apa yang lain, paling ada empat atau lima rasa saja kalau kita ada dua puluh dua rasa. Rasa buah-buahan ada dan pilihan topingnya bisa di mix”.171

Bapak Bambang dalam keterangannya mengatakan:

“Pertama, karena ini pake pisang mengandung pisang bahannya, kan kalok cake itu macam-macam, ada cake marbel, ada cake buah-buahan, cake pisang, cake labu, cake

169Victor (Pemilik Cokelat Serius), Wawancara, Kekalik Jaya-Mataram, 22 April 2020.

170Utari (Pemilik D’ Donuts), Wawancara, Abian Tubuh-Mataram, 16 April 2020.

171Victor (Pemilik Cokelat Serius), Wawancara, Kekalik Jaya-Mataram, 22 April 2020.

tape, saya mengambil satu aja spesialisasi cake pisang dengan varian toping itu sih yang membedakan. Kedua, saya membranding cake pisang ini, dan saya jual dipisah. Kalau di toko roti kan tidak dipisah, ada keju dan lain-lain. Biar jadi pembeda dengan yang lain gitu”.172

Begitu juga Sam yang mengatakan:“Karena ada kreasi menu, yang orang lain tidak bisa mengikuti, ada inovasilah gitu intinya”.173 b. Faktor Penyebab Terjadinya Pembocoran dan Penggunaan Rahasia

Dagang di Kalangan Pengusaha Kecil Kuliner Kota Mataram.

Beberapa pengusaha kecil belum menyadari akan pentingnya sebuah informasi dalam bisnis sehingga ketika ada yang bertanya kepada mereka terkait informasi usahanya malah diberitahukan begitu saja. Hasil temuan peneliti tentang faktor penyebab sehingga pengusaha kecil melakukan pembocoran antara lain:

1) Apabila Tidak Memberitahu Dikatakan Pelit dan Tidak Adanya Perjanjian Antar Karyawan.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa pengusaha kecil mengatakan bahwa tidak ada yang menerapkan perjanjian antar karyawan ketika sudah berhenti bekerja di sana tidak boleh menggunakan resep yang ada, sehingga tidak ada yang dirahasiakan, hal ini sebagaimana ungkapan dari Sandi pendiri Donat Delicious Mooik mengatakan:

“Kita tidak ada sih perjanjian kayak gitu, yang dibagian ini bagian produksi mereka juga tau cokelat-cokelatnya apa, bahan, takarannya juga. Kalau sudah berhenti bekerja ya

172Bambang (Pemilik Lombok Mirah), Wawancara, Pagutan-Mataram, 29 Juni 2020.

173Sam (Pengelola sekaligus penanggung jawab Kedai Giyong), Wawancara, Gomong- Mataram, 30 Juni 2020.

sudah selesai hak dan kewajibannya, saya rasa semua tempat seperti itu. Tidak ada perjanjian-perjanjian gitu karena kita masih bangun bisnis kekeluargaan. Aneh aja nanti kalau kita ngelarang orang untuk main ke sini.”.174

Pernyataan Sandi senada dengan Randi selaku karyawan:

“Tidak ada sih, tidak ada perjanjian kerja juga karena masih dalam satu keluarga. Kalau ada yang bertanya ya paling kita kasi tau bahannya misal tepung, gula, pengembang, cokelat.

Tapi tidak keseluruhan, karena kalau kita tidak kasi tau dibilang sombong atau pelitlah dan paling kalau ada yang tanya terkait halal atau tidaknya paling itu aja”.175

Begitu juga hal senada diungkapkan oleh ibu Luluk dalam keterangannya mengatakan:

“Kalau untuk karyawan ya pasti saya memberitahu cara membuatnya tapi kalau untuk perjanjian seperti itu tidak ada, cuman kalau mau buat olahan pisang seperti ini silahkan tapi jangan sama persis, paling tidak dia punyalah inovasi sendiri”.176

2) Tidak Adanya Pengetahuan Hukum Tentang Hak Kekayaan Intelektual Khususnya Rahasia Dagang.

Sandi selaku pendiri Donat Delicious Mooik dalam keterangannya mengatakan:“Saya kurang tau mbak terkait dengan Rahasia Dagang ini, saya belum pelajari sih, apalagi ada Undang- Undangnya seperti yang mbak katakan”.177

Namun ada pengusaha kecil yang mengatakan bahwa mengetahui tentang Hak Kekayaan Intelektual tetapi hanya merek saja sedangkan bidang rahasia dagang tidak diketahui dan ternyata

174Sandi (Pendiri Donat Delicious Mooik), Wawancara, Babakan-Mataram, 13 April 2020.

175Randi (Karyawan bagian toko Donat Delicious Mooik), Wawancara, Babakan-Mataram, 27 Juni 2020.

176Luluk (Pemilik Pisang Unyil), Wawancara, Pagesangan Barat-Mataram, 14 April 2020.

177Sandi (Pendiri Donat Delicious Mooik), Wawancara, Babakan-Mataram, 13 April 2020.

masih kurang paham terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual ini, malah mengatakan kalau halal dan P-IRT juga bagian dari HKI.

Sebagaimana seperti ungkapan dari ibu Luluk yang mengatakan:

“Tau, merek itu. Kemarin kan saya mau daftar belum sempat ke dinas koperasinya. Selain merek bagian hak kekayaan intelektual yang saya tau itu juga halal, P-IRT”.178

3) Kurangnya Kesadaran akan Pentingnya Rahasia Dagang dalam Kegiatan Bisnis.

Kurangnya kesadaran akan pentingnya rahasia dagang ini dapat terlihat dari pengusaha kecil yang masih membiarkan pesaing yang mengikuti produk mereka muncul tanpa melihat dampak kedepannya. Hal ini sebagaimana ungkapan dari pengusaha kecil sebagai berikut:

Sandi dalam keterangannya mengatakan: “Ada yang tiru ya biarin saja muncul, kita tetap berinovasi. Itukan hak-hak dia berbisnis, kita tidak bisa ngelarang, jadi tidak ada cara-cara tertentu”.179

Selanjutnya pemilik usaha Pisang Unyil yakni ibu Luluk dalam keterangannya mengatakan: “Ketika ditiru ya saya fine-fine saja, toh juga saya sudah memiliki pelanggan gitukan, ya jadi tidak apa-apa”.180

178Luluk (Pemilik Pisang Unyil), Wawancara, Pagesangan Barat-Mataram, 14 April 2020.

179Sandi (Pendiri Donat Delicious Mooik), Wawancara, Babakan-Mataram, 13 April 2020.

180Luluk (Pemilik Pisang Unyil), Wawancara, Pagesangan Barat-Mataram, 14 April 2020.

4. Upaya yang Dilakukan Pengusaha Kecil Kuliner Kota Mataram Terhadap Rahasia Dagang yang Digunakan Oleh Pengusaha Lain.

Mengetahui produk yang dimiliki telah ditiru oleh pengusaha lain para pengusaha kecil yakni Donat Delicious Mooik dan Pisang Unyil melakukan beberapa upaya antara lain:

a. Mempertahankan Segi Rasa atau Quality.

Upaya yang pertama ini dilakukan dengan menjaga kualitas produk baik dari segi rasa, tampilan maupun menjaga kepuasan konsumen agar tidak beralih ke produk pesaing yang meniru produk mereka. Sebagaimana ungkapan Sandi dalam keterangannya mengatakan:

“Ya kita harus inovatif juga karena itu tidak bisa kita hindari semua bisnis juga pasti akan muncul pesaing, sekarang tinggal gimana kita menjaga kualitas, menjaga rasa, menjaga kepuasan sehingga orang tidak lari ke tempatlain”.181

Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik usaha Pisang Unyil yang mengatakan:

“Menjaga kebersihan, menjaga kualitas rasa dengan takaran campurannya yang memang pas karena itu akan mempengaruhi rasa serta kualitas Pisang Unyil itu sendiri dan juga paling dengan kreativitas dalam menyajikan harus rapi dan menarik”.182

b. Melakukan Strategi Baru untuk Menarik Konsumen/Pembeli.

Strategi yang dilakukan oleh pengusaha kecil Donat Delicious Mooik dan Pisang Unyil yakni dengan memberikan berbagai macam promosi dan inovasi-inovasi yang hanya diketahui oleh pemilik saja.

181Sandi (Pendiri Donat Delicious Mooik), Wawancara, Babakan-Mataram, 13 April 2020.

182Luluk (Pemilik Pisang Unyil), Wawancara, Pagesangan Barat-Mataram, 14 April 2020.

Hal ini dilakukan untuk mempertahankan usaha agar tidak kalah bersaing ditengah persaingan pasar yang semakin ramai. Dengan adanya strategi maka produk mempunyai identitas atau ciri yang khas sehingga tidak sama dengan produk-produk pesaing. Sebagaimana ungkapan Sandi selaku pendiri Donat Delicious Mooik dalam keterangannya mengatakan:

“Strategi kita mengadakan promo, misalkan belanja atau beli di atas Rp. 50.000,- ada dapat aksesoris gitu seprti ring hp, kabel casan, yang dihape bisa nempel dikaca (holder gurita) dan lain- lain. Kemudian di toko kan juga bukan hanya donat sekarang ada pay dijual, nah ini juga strategi kita agar orang tidak bosen ke toko jadi kita jual juga banyak makanan brownies dan yang terakhir dari kotaknya sih. Kotaknya kita desain sendiri, itu desain eksklusif juga mulai dari tulisan dan gambar. Itu yang membedakan juga dengan produk yang lain. Kalau yang lain kan biasanya pakai kotak biasa tapi kalau kita kan spesifik kita yang desain sendiri. Kita beberapa kali ganti desain, gambar ini, gambar itu dan kemungkinan besok-besok juga akan berubah lagi, biar inovasi gitu tidak bosen orang lihat. Alasan kita tidak menetapkan desain karena itu bagian strategi kami juga biar orang tidakbosen, biar lebih menarik”.183

Begitu juga hal senada diungkapkan oleh ibu Luluk dalam keterangannya mengatakan:

“Kita terus melakukan inovasi-inovasi walaupun hanya cemilan murah tapi kita tetap memberikan inovasi, memberikan tawaran- tawaran lainnya seperti memberikan tawaran-tawaran menu kreatif lainnya kayak menu yang aneh tapi tidak dijual setiap hari mungkin menu ini hanya akan dijual dua hari saja gitu.

Selanjutnya apabila ada yang mau buy order tidak dijual secara daily gitu. Kemudian juga akan membuat Pisang Unyil ini tahan lama agar bisa dikirim ke luar daerah dan sedang menuju kearah situ sih”.184

183Sandi (Pendiri Donat Delicious Mooik), Wawancara, Babakan-Mataram, 13 April 2020.

184Luluk (Pemilik Pisang Unyil), Wawancara, Pagesangan Barat-Mataram, 14 April 2020.

DI KALANGAN PENGUSAHA KECIL KULINER DI KOTA MATARAM Hak Kekayaan Intelektual atau HKI (rahasia dagang) dalam sudut fiqh dikelompokan sebagai harta. HKI merupakan suatu aset yang bernilai ekonomi maka diperlukan perlindungan hukum baik dalam undang-undang atau peraturan lainnya. Menemukan sebuah metode, formula, strategi, dan bentuk invensi yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomis bukan merupakan hal yang mudah, tidak semua orang mampu untuk melakukannya. Membutuhkan kemampuan berpikir, daya kreatifitas, ide, gagasan, pengalaman, pengorbanan, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bagi mereka para inventor sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan atas hasil intelektual yang mereka ciptakan.185

Strategi penjualan, metode dan formula pembuatan produk yang berkualitas, metode pemasaran yang efektif, data-data penting konsumen, dan serangkaian bentuk yang akan menunjang kemajuan perusahaan harus dijaga dengan baik sehingga perusahaan dapat maju dan bertahan di era persaingan bisnis yang begitu ketat, tentu dengan tidak meninggalkan koridor hukum ekonomi syariah.186

Praktik Rahasia dagang yang dilakukan oleh pengusaha kecil yang ada di Kota Mataram merupakan praktik bisnis yang secara Islam dibolehkan untuk

185Septiana Na’ afi,Jurnal Hukum Islam: Rahasia Dagang (HaKI) dalam Etika Bisnis Syari’ ah, Vol. XXII, Januari-Juni 2018, hlm. 105 diakses dari http://jurnal.staiannawawi.com/index.php/annawa/article/view/112, di download pada tanggal 12 April 2020, pukul 21.28 WITA.

186Ibid., hlm. 106.

82

dilakukan atau tidak bertentangan dengan kaidah Islam. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqh yang mengatakan:

Artinya: “hukum asal dari semua bentuk muamalah boleh dilakukan, kecuali ada dalil yang mengharamkannya”.187

Kaidah di atas mengandung arti, bahwa hukum Islam memberi kesempatan luas bagi perkembangan bentuk dan macam muamalah baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, termasuk di dalamnya kegiatan transaksi ekonomi dalam kekayaan intelektual terkhusus rahasia dagang.

Hal ini juga sejalan dengan firman Allah swt., yang berbunyi:

  

     

        

   

       

       

     

       

   

  

    

        

     

  



     



Artinya: “dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.188

Berangkat dari ayat di atas, maka dapat dinyatakan bahwa rahasia dagang dalam kegiatan bisnis merupakan salah satu upaya manusia untuk menjalankan perintah Allah swt., yaitu bekerja guna mendapatkan rezeki yang diridai oleh Allah swt. Namun demikian, praktik rahasia dagang di kalangan pengusaha kecil kuliner Kota Mataram selayaknya harus sesuai dengan kaidah-kaidah hukum ekonomi syariah atau hukum Islam.

187A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih, (Jakarta: Kencana, 2007), hlm. 130.

188QS. At-Taubah [9]: 105. Tim Riels Grafika, Al-Kalimah The Legacy Al-Qur’ an Tafsir Perkata Tajwid, (Surakarta: Pustaka Al Hanan, 2015), hlm. ٢ ٠ ٣ .

Praktik yang dilakukan oleh pengusaha kecil berdasarkan pada bab paparan data sebelumnya terkait dengan pemeliharaan dan pembocoran rahasia dagang memang ada beberapa pelaku usaha yang melakukan pemeliharaan atau telah menerapkan rahasia dagang dan adapula pelaku usaha yang belum menerapkannya. Sebelumnya perlu diketahui terkait dengan apa itu pemeliharaan dan pembocoran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pemeliharaan adalah proses, cara, perbuatan memelihara, menjaga untuk mengindari dari sesuatu yang tidak diinginkan. Pembocoran rahasia adalah tindakan mengungkapkan hal yang tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Terkait dengan temuan hasil penelitian yang peneliti dapatkan tentang praktik pemeliharaan dan pembocoran rahasia dagang di kalangan pengusaha kecil kuliner sebagaimana telah di uraikan pada Bab II sebelumnya, maka peneliti dapat menganalisisnya sebagai berikut:

A. Analisis Terhadap Praktik Pemeliharaan Rahasia Dagang di Kalangan