• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Terjadinya Pembegalan Di Kota Makassar

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3. Faktor Terjadinya Pembegalan Di Kota Makassar

Suatu kejadiaan yang di lakukan oleh seseorng, tentu adanya penyebab mengapa dilakukanya hal tersebut. Pembegalan merupakan suatu penyimpangan sosial yang di lakukan seseorang dalam lingkungan masyarakat, Robert K. Merton menjelaskan bahwa penyimpangan muncul dari ketidakcocokan antara penekanan suatu masyarakat untuk meraih tujuan tertentu dan ketersediaan legitimasi atau sarana yang terlambangkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Berikut merupakan hasil wawancara dari beberapa sumber/informan mengenai fakor terjadinya pembegalan di Kota Makassar

a. Faktor Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu hal yang penting di dalam kehidupan manusia, sehingga setiap orang tentu menggunakan berbaagai cara untuk meningkatkan taraf ekonominya. Salah satu faktor yang menngakibatkan terjadinya pembegalan adalah faktor ekonomi, para pelaku begal juga tidak memiliki penghasilan yang tetap bahkan ada yang tidak mempunyai pekerjaan

Berdasarkan hasil wawancara dengan IU (41 Th) beliau mengatakan bahwa

“Pelaku-pelaku begal ini adalah orang yang memang ekonominya sangat rendah dan tidak punya penghasilan tetap sehingga mereka mengambil tindakan untuk melakuan pencurian atau melakukan pembegalan”.

(Wawancara 02/02/2021)

Ekonomi memang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena hidup di era modern seperti saat ini sering terjadi persaingan ekonomi yang terkadang hal tersebut bisa memicuh adaanya pembegalan di kalangan remaja, misalnya jika di antara satu keompok ada yang memiliki HP android sedangkan beberapa orang yang lain tidak memilikinya, maka mereka yang tidak memiliki Hp kemudian menggunakan cara yang instan untuk medapatkan HP sehingga, terjadilah aksi pembegalan tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara dengan AR (42 Th) beliau mengatakan bahwa

“Pelaku-pelaku begal memang tarif ekonominya sangat rendah sehingga terkadang mereka ingin memiliki sesuatu misalnya HP atau uang maka mereka akan menggunakan cara yang instan yaitu tindakan yangmudah dan cepat bisa memperoleh apa yang mereka inginkan sehingga pembegalan”.

(Wawancara 02/022021)

Setelah di lakukan wawancara dengan AF (23 Th) yang merupakan Pelaku Begal, beliaupun menyampaikan jawaban yang serupa dengan Bapak IU (41 Th),

dimana beliau mengatakan bahwa alasan utama ia melakuakan pembegalan adalah di sebabkan karena faktor ekonomi

“Saya nekat melakukan Pembegalan karena faktor pertama itu adalah ekonomi saya, sehingga kalau saya di ajak teman-teman untuk melakukan pembegalan dari situ kami langsung melakukan pembegalan”.(Wawancara 25/02/2021)

Senada dengan hasil wawancara yang dilakukan peniliti dengan SB (24Th) yang merupakan kerabat dekat AF. Beliau mengatakan bahwa

“Kondisi ekonomi AF memang sangat memprhatinkan karena itu dia sering melakukan pembegalan, di tambah lagi AF juga orang yang memang sangat nekat”. (Wawancara 25/02/2021)

Desakan ekonomi yang menghimpit, sehingga harus memenuhi kebutuhan keluarga, membeli sandang maupun pangan, atau ada sanak keluarganya yang sedang sakit, maka seseorang dapat bebruat nekat dengan melakukan tindak perampasan dengan kekerasan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan AF (23 Th)

“Kami sering begal itu juga karena untuk makan, dan terkadang juga kalau ada keluarga yang sakit tapi bingung mau mencari uang di mana sehingga kalau ada ajakan teman, maka saya temani teman saya ini untuk meakukan pembegalan ”.(Wawancara 25/02/2021)

Rasa cinta seseorang terhadap keluarganya yang menyebabkan ia sering lupa diri dan akan melakukan apa saja demi kebahagiaan keluarganya. Terlebih lagi apabila faktor pendorong tersebut diliputi rasa gelisah, kekhawatiran, dan lain sebagainya, disebabkan kondisi keluarga dalam keadaan sakit keras dan memerlukan obat, sedangkan uang sulit di dapat. Oleh karena itu, maka seorang pelaku dapat termotivasi untuk melakukan perampasan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan SB (24Th) mengatakan bahwa

“Pelaku begal (AF) merupakan orang yang sangat peduli terhadap kondisi ekonomi keluarga, sehingga untuk mendapatkan uang AF nekat melakukan pembegalan”. (Wawancara 25/02/2021)

Pada dasarnya pembegalan terjadi karena kondisi ekonomi dalam keluarga. Kondisi seperti inilah yang membuat orang berpikir bagaimana cara mendapatkan uang dengan cepat, sehingga pada saat ada teman sebaya yang mengalami hal yang sama maka niat untuk melakukan tindak pembegalan itu terjadi.

b. Faktor Lingkungan

Lingkungan merupakan tempat dimana kepribadian dan karakter seseorang di bentuk, jika seseorang berada di lingkungan yang baik, maka perilaku seseorangpun akan mejadi baik begitupun sebaliknya. Faktor pergaulan dalam suatu lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Pelaku begal juga tidak terlepas dari adanya pergaulan di suatu lungkungan tersebut.

Berdasarkan hasi wawancara dengan IU (41 Th) beliau mengatakan bahwa

“Lingkungan juga merupakan salah satu faktor orang melakukan pembegalan di mana dalam lingkungan tersebut terjadi pergaulan yang tidak baik, misalnya adanya teman yang sering melakukan pembegalan kemudian mengajak yang belum pernah melakukan senggga mereka kemudian bersama-sama melakukan pembegalan”.(Wawancara 25/02/202

Sejak kecil hingga lanjut usia seseorang selalu mengalami perubahan- perubahan dan perkembangan baik jasmani maupun mental. Apabila keduanya itu seimbang maka tidak akan terjadi sesuatu yang negative, begitu pula sebaliknya jika keseimbangan itu tidak dapat dikendalikan maka pada saat itulah akan terjadi penyimpangan jika keinginan tidak tercapai. Sehubungan dengan hal tersebut

maka usia mempengaruhi cara berfikir untuk melakukan sesuatu, karena usia yang masih muda /belum matang cara berpikirnya sehingga perbuatan-perbuatannya terkadang menyimpang atau melanggar hukum.

Berdasarkan hasil wawancara dengan IU (41 Th) mengatakan bahwa

“Pembegalan juga di akibatkan karena pengaruh dari luar dan cara berpikir pelaku yang masih belum matang sehingga begitu ketika ada pengaru dari luar maka mereka akan muda terpengaruh untuk melakukan pembegalan”.

(Wawancara 25/02/2021)

Baik buruknya tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana orang tersebut berada, pada pergaulan yang diikuti dengan peniruan suatu lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku seseorang. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat itu sendiri.

Berikut wawancara dengan AK (43 Th) mengatakan bahwa

“Pembegalan terjadi karena lingkungan sekitar, dan pergaulan. Dimana jika seseorang yang memang lingkungan sekitarnya dan juga pergaulannya tidak terkontrol maka orang dapat terpengaruhi dengan temannya untuk melakukan tindak pembegalan”. (Wawancara 25/02/2021)

Selain itu faktor lingkungan dari hasil wawancara dengan AF (23 Th) mengatakan bahwa

“Saya ikut melakukan pembegalan tidak sendirian tapi mempunyai teman yang sama- sama melakukan pembegalan. Pembegalan ini saya lakukan karena sering diajak sehingga membuat saya menjadi keseringan ikut dalam pembegalan”.

Tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulan, apabila bergaul dengan orang baik maka perbuatan mereka pasti baik pula dan apabila bergaul dengan orang yang suka melakukan perbuatan buruk maka besar kemungkinan akan dipengaruhinya.

b. Faktor Pendidikan

Pendidikan merupakan sarana yang dapat membebaskan seseorang dari kebodohan dan hal-hal yang di timbulkan dari kebodohan tersebut, seperti kemiskimnan serta pola pikir yang sempit. Bahkan suatu kejahatan yang di lakukan, tidak terlepas dari minimnya pengetahuan serta pendidikan seseorang.

Berdasarkan hasil wawancara dengan IU (41 Th) beliau beliau mengatakan bahwa

“Faktor terjadinya pembegalan di kota Makassar juga di akibatkan karena minimnya pengetahuan pelaku begal karena beberapa dari pelaku begal tersebut pendidikannya sampai SMP bahkan ada yang tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali”.(Wawancara 02/02/2021)

Setelah peneliti melaskukan wawancara dengan AF (23 Th) beliaupun mengatakan hal yang serupa, di mana beliau sampaikan bahwa dirinya hanya mengenyam pendidikan di bangku SD, beliau pernah berada di bangku SMP namum tidak sampai lulus sebagai seorang alumni.

Berikut hasil wawancara dengan AF (23 Th)

“Kalau pendidikan saya hanya sampai SD saja, saya pernah SMP tapi tidak sampai selesai karena bergaul dengan teman-teman sehingga saya juga tidak menyelesaikan pendidikan saya di bangku SMP”. (Wawancara 25/02/2021)

Pendidkan adalah salah satu hal yang bisa meminimaliris terjadinya pembegalan di Kota Makassar karena dengan pendidikan, mampu memperbaiki pola pikir masyarakat sehingga tidak mudah melakukan pembegalan tersebut.

Dokumen terkait