• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan

Dalam dokumen hubungan tingkat kecemasan berdasarkan (Halaman 40-44)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3. Grande Multigravida

2.3 Kecemasan

2.3.4 Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan

Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dibagi menjadi dua jenis, yaitu kepercayaan tentang persalinan dan

perasaan menjelang persalinan. Selain faktor internal, faktor eksternal juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu informasi dari tenaga kesehatan dan dukungan suami (Eka, 2014).

Kepercayaan pada faktor internal merupakan tanggapan percaya atau tidak percaya dari ibu hamil mengenai cerita atau mitos yang didengar dari orang lain atau yang berkembang di daerah asal atau tempat tinggalnya. Sedangkan, perasaan menjelang persalinan berkaitan dengan perasaan takut atau tidak takut yang dialami oleh ibu menjelang persalinan (Eka, 2014).

Informasi dari tenaga kesehatan merupakan faktor eksternal yang penting bagi ibu hamil karena informasi yang diperoleh dapat mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Menurut Notoatmodjo (2005), kelengkapan informasi yang diperoleh mengenai keadaan lebih laanjut mengenai kehamilannya, termasuk adanya penyakit penyerta dalam kehamilan, membuat ibu hamil lebih siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi saat persalinan dan ibu tidak terbebani dengan perasaan takut dan cemas.

Selain informasi dari tenaga kesehatan, dukungan suami juga merupakan faktor eksternal yang penting bagi ibu hamil. Dukungan suami dapat mengurangi kecemasan sehingga ibu hamil trimester ketiga dapat merasa tenang dan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi persalinan (Eka, 2014).

Selain faktor internal dan faktor eksternal, terdapat pula faktor biologis dan faktor psikis yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil.

Faktor biologis meliputi kesehatan dan kekuatan selama kehamilan serta kelancaran dalam melahirkan bayinya. Sedangkan, faktor psikis seperti kesiapan mental ibu hamil selama kehamilan hingga kelahiran dimana terdapat perasaan cemas, tegang, bahagia, dan berbagai macam perasaan lain, serta masalah-masalah seperti keguguran, penampilan dan kemampuan melahirkan (Maimunah, 2009).

Secara spesifik, faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil seperti pengambilan keputusan, usia ibu hamil, kemampuan dan kesiapan keluarga, kesehatan dan pengalaman mendapat keguguran sebelumnya (Maimumah, 2009).

2.3.5 Gejalan Kecemasan

Gejala kecemasan dapat berupa:

a. Perasaan ansietas, yaitu melihat kondisi emosi individu yang menunjukkan perasaan cemas, firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, dan mudah tersinggung.

b. Ketegangan (tension), yaitu merasa tegang, lesu, tak bisa istirahat dengan tenang, mudah terkejut, mudah menangis, gemetar, dan gelisah.

c. Ketakutan, yaitu takut pada gelap, takut pada orang asing, takut ditinggal sendiri, takut pada binatang besar, takut pada keramaian lalu lintas, dan takut pada kerumunan orang banyak.

d. Gangguan tidur, yaitu sukar masuk tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak nyenyak, bangun dengan lesu, banyak mimpi-mimpi, mimpi buruk, dan mimpi yang menakutkan.

e. Gangguan kecerdasan, yaitu sukar berkonsentrasi dan daya ingat buruk.

f. Perasaan depresi, yaitu hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hobi, sedih, bangun dini hari, dan perasaan yang berubah-ubah sepanjang hari.

g. Gejala somatik (otot), yaitu sakit dan nyeri di otot-otot, kaku, kedutan otot, gigi gemerutuk, dan suara yang tidak stabil.

h. Gejala somatik (sensorik), yaitu tinitus (telinga berdengung), penglihatan kabur, muka merah atau pucat, merasa lemah, perasaan ditusuk-tusuk.

i. Gejala kardiovaskular, yaitu takikardi, berdebar, nyeri di dada, denyut nadi mengeras, perasaan lesu/lemas seperti mau pingsan, dan detak jantung seperti menghilang/berhenti sekejap.

j. Gejala respiratori, yaitu rasa tertekan atau sempit di dada, perasaan tercekik, sering menarik napas, dan napas pendek/sesak.

k. Gejala gastrointestinal, yaitu sulit menelan, perut melilit, gangguan pencernaan, nyeri sebelum dan sesudah makan, perasaan terbakar di perut, rasa penuh atau kembung, mual, muntah, buang air besar lembek, kehilangan berat badan, dan sulit buang air besar (konstipasi).

l. Gejala urogenital, yaitu sering buang air kecil, tidak dapat menahan air seni, amenorrhoe, menorrhagia, perasaan menjadi dingin (frigid), ejakulasi praecocks, ereksi hilang, dan impotensi.

m. Gejala otonom, yaitu mulut kering, muka merah, mudah berkeringat, pusing dan sakit kepala, dan bulu-bulu berdiri/merinding.

n. Tingkah laku pada saat wawancara, yaitu gelisah, tidak tenang, jari gemetar, kening berkerut, muka tegang, tonus otot meningkat, napas pendek dan cepat, dan muka merah (Benjamin, 2015).

Selain pengaruh gejala diatas, kecemasan memengaruhi pikiran, persepsi, dan pembelajaran. Kecemasan cenderung menimbulkan kebingungan dan distorsi persepsi waktu dan ruang tetapi juga orang dan arti peristiwa. Distorsi ini dapat menggangu proses pembelajaran dengan menurunkan konsentrasi, mengurangi daya ingat, dan menggangu kemampuan menghubungkan satu hal dengan hal yang lain yaitu membuat asosiasi (Benjamin, 2015).

2.4 Kerangka Teori

Berikut adalah kerangka teori dari penelitian ini

Karakteristik Ibu Hamil 1. Usia

2. Status perkawinan 3. Pendidikan 4. Pekerjaan 5. Penghasilan (Notoadmojo,

2010,Bachtiar, 2004, Budiman, 2013, Bintarto, 1986, Wijanto, 2016)

Kecemasan 1. Definisi 2. Etiologi

4. Faktor yang mempengaruhi kecemasan

5. Gejala kecemasan 6. Pengukuran

kecemasan

(Videbeck, 2012, Benjamin, 2015, Handayani, 2015, Eka, 2014, Benjamin, 2014.)

3. Tingkat Kecemasan (handayani reska, 2015)

Keterangan:

Variabel yang diteliti Variabel yang tidak diteliti

Skema 2.4

28 BAB III

KERANGKA KONSEP PENELITIAN 3.1 Kerangka Konseptual

Kerangka konsep membahas ketergantungan antar variabel atau visualisasi hubungan yang berkaitan atau dianggap perlu antara satu konsep dengan konsep lainnya atau variabel satu dengan variabel lainnya untuk melengkapi dinamika situasi atau hal yang sedang atau akan diteliti (Notoadmojo, 2010).

Variabel pada penelitian ini meliputi tingkat kecemasan berdasarkan karakteristik demografi pada ibu hamil primigravida trimester III.

Keterangan:

: variabel yang diteliti

Skema 3.1 Kerangka Konsep

Karakteristik demografi 1. Usia

2. Status Perkawinan 3. Pendidikan 4. Pekerjaan 5. Penghasilan Tingkat kecemasan ibu hamil

primigravida trimester III

3.2 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang dimaksud, atau rentang yang diukur oleh variabel yang bersangkutan (Notoatmojo, 2010).

Definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

No Nama

Variabel

Definisi

Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Ukur

Variabel independen

1

Tingkat Kecemasan

Perasaan takut dan tidak nyaman yang tidak jelas penyebabnya yang dialami oleh ibu hamil primigravida trimester ketiga.

Batas-batas normal, yang diukur berdasarkan skala DASS21

Pengukuran menggunakan Depresi Anxietas Stress Scale (DASS21) pertanyaan untuk skala tingkat kecemasan terdiri dari 7 item

1. Normal: skor 0-7 2. Ringan: skor 8-9 3. Sedang: skor 10-14 4. Berat: skor 15-19 5. Sangat berat: skor >20

Ordinal

Variabel dependen

1

Usia Usia ibu hamil pada saat wawancara

Pengukuran menggunakan kuesioner tentang usia

1. <20 2. 20-35 3. >35

Ordinal

ibu hamil

2

Status Perkawinan

Status

perkawinan ibu hamil pada saat wawancara

Pengukuran menggunakan kuesioner tentang status perkawinan ibu hamil

1. Tidak menikah 2. Menikah

Nominal

3

Pendidikan Tingkat pendidikan formal terakhir yang dimiliki oleh ibu hamil saat dilakukan wawancara

Pengukuran menggunakan kuesioner tentang

pendidikan ibu hamil

1. Tidak pernah sekolah 2. Tidak Tamat SD 3. Tamatan SD 4. Tamatan SLTP 5. Tamatan SLTA 6. Perguruan Tinggi

Ordinal

4 Pekerjaan Pekerjaan ibu hamil baik formal &

informal ketika wawancara.

Pengukuran menggunakan kuesioner tentang pekerjaan ibu hamil

1. Ibu Rumah Tangga 2.TNI/Polri

3. Pegawai Negeri Sipil 4. Karyawan Swasta 5. Wiraswasta/Pedagang 6. Pelayanan Jasa

7. Buruh

Ordinal

5

Penghasilan Penghasilan yang dimiliki oleh keluarga saat dilakukan wawancara

Pengukuran menggunakan kuesioner tentang pendapatan keluarga

1) 500.000-1.000.000 2) >1.000.000-3.000.000 3) > 3.000.000-5.000.000 4) >5.000.000

Ordinal

31 BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan tentang desain penelitian, populasi dan sampel, tempat penelitian dan waktu penelitian, etika penelitian, prosedur, instrumen penelitian, pengolahan dan analisa data.

4.1 Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, karena di dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan tingkat kecemasan berdasarkan karakteristik demografi pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur Tahun 2019.

4.2 Popolasi dan sampel penelitian 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:115). Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Hamil Primigravida Trimester III yang berjumlah 42 responden Di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur pada bulan April-Mei 2019.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi (Sugiyono, 2011). Sampel terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subyek penelitian - penelitian melalui

sampling. Sedangkan sampling adalah proses menyeleksi porsi dan populasi yang mewakili responden (Nursalam, 2013).

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Menurut (Sugiyono, 2010) teknik purposive sampling adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus yang dikemukakan oleh Slovin dalam Mustafa (2009) dengan tingkat kepercayaan 90% dengan nilai e = 10% adalah sebagai berikut:

Rumus:

Keterangan:

N: Jumlah populasi n: Jumlah sampel

e: Tingkat kesalahan dalam memilih anggota sampel yang di tolelir atau sebanyak 10% (0,1)

sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan sebanyak 10%.

n = 38

Maka, sampel pada penelitian ini menggunakan 42 orang responden.

Adapun kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur Tahun 2019.

2. Ibu hamil Trimester III yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur Tahun 2019.

3. Bersedia menjadi responden dengan menandatangani inform consent.

Adapun kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ibu hamil yang tidak bersedia mengikuti penelitian 2. Ibu hamil yang tidak komunikatif

3. Ibu hamil trimester I dan II

4. Ibu Hamil multigravida dan grande multigravida 4.3 Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, yang dilakukan mulai dari bulan Februai-Mei 2019.

4.4 Instrumen penelitian

Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner A (Data Demografi responden) dan kuesioner B (DASS21) sebagai berikut:

1. Kuesioner A

Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan gambaran karakteristik responden yang terdiri dari usia, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan.

2. Kuesioner B

Instrumen yang digunakan untuk mengukur skala tingkat kecemasan yaitu, peneliti menggunakan alat ukur kecemasan dengan menggunakan skala baku Depresi Anxietas Stress Scale (DASS-21) yang dikembangkan oleh Lovibond & Lavibond (1995). Instrumen ini tidak di lakukan uji validitas karena Depression Anxiety Stress Scale 21( DASS 21) adalah instrumen baku yang memiliki validasi terendah 0,34 dan nilai validasi tertinggi 0,71.

Nilai rehabilitas 0,93 yang diolah berdasarkan penilaian Cronbach’s alpha sehingga instrument penelitian ini reliable (Crawford & Henry, 2003).

Instrument yang digunakan untuk mengukur kondisi kecemasan pada ibu hamil trimester III, dalam penelitian ini terdiri dari 7 item yang diambil di instrument DASS, yaitu no: Skala kecemasan 2,4,7,9,15,19,20. Cara mengukur tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III diperoleh menggunakan skala likert (0-3) cara pengisian 0: tidak sesuai dengan saya sama sekali atau tidak pernah, 1: sesuai dengan saya sampai tingkat tertentu, atau kadang-kadang, 2: sesuai dengan saya sampai batas yang dapat dipertimbangkan, atau lumayan sering, 3: sangat sesuai dengan saya, atau sering sekali.

Tingkat kecemasan pada penelitian ini berupa normal, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Jumlah skor dari pernyataan item tersebut

memiliki makna, yaitu: a. normal: skor 0-7, b. ringan: skor 8-9, c. sedang:

skor 10-14, d. berat: skor 15-19, e. sangat berat: skor >20.

4.5 Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan di Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur mulai tanggal 8 April-8Mei Tahun 2019 dengan prosedur sebagai berikut:

1. Memberikan surat ataupun mengisi formulir di SUDINKES Jakarta Timur setelah proposal disetujui oleh pembimbing.

2. Menyerahkan surat izin penelitian dari SUDINKES ke puskesmas kecamatan.

3. Menyerahkan proposal penelitian ke puskesmas kecamatan setelah mendapat persetujuan.

4. Mendatangi calon responden untuk melakukan pendekatan pada responden serta memberikan penjelasan tentang maksud dari penelitian ini, bila calon responden bersedia maka calon responden diminta untuk menandatangani lembar persetujuan sebagai responden dalam penelitian ini.

5. Membagikan lembar kuesioner dan menjelaskan cara pengisiannya.

6. Peneliti memberikan waktu kepada responden untuk mengisi kuesioner.

Responden berhak meminta penjelasan kepada peneliti tentang pertanyaan dalam kuesioner.

7. Setelah responden mengisi seluruh kuesioner yang diberikan kemudian kuesioner diserahkan kepada peneliti.

8. Peneliti mengecek kembali kuesioner yang sudah diisi oleh responden dan mengakhiri pertemuaan dengan responden.

9. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan computer menggunakan program SPSS.

4.6 Pengolahan dan analisa data 1. Pengolahan data

Menurut Notoatmodjo (2012), Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer dengan program Sistem pengolahan data komputer. Adapun langkah-langkah pengolahan data dilakukan sebagai berikut:

a. Editing Data yaitu melakukan pengecekan kuesioner untuk menyesuaikan data dari isian kuesioner apakah sudah lengkap jelas, relevan, dan konsisten pada prosedur pengisian.

b. Koding Data yaitu melakukan pengklasifikasian jawaban dari isian kuesioner yang diisi oleh responden dengan cara memberi kode sesuai dengan kategori yang telah ditentukan sebelumnya sehingga memudahkan peneliti dalam pengolahan data.

c. Data entry yaitu memasukkan data yang telah dikumpulkan kedalam tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana. Data atau jawaban dari masing masing responden yang dalam bentuk kode dimasukkan kedalam program atau software.

d. Prosesing Data yaitu Tahap ini jawaban dari responden yang telah diterjemahkan menjadi bentuk angka, selanjutnya diproses agar mudah dianalisis.

e. Cleaning Data yaitu data yang telah dimasukan diperiksa kembali untuk memastikan bahwa telah bersih dari kesalahan, baik pada waktu pengkodean atau pada waktu pengolahan.

f. Tabulating yaitu proses penyusunan data dalam bentuk tabel.

Tabulating merupakan tahap lanjut dalam rangkaian proses analisa data, pada tahap ini data dapat dianggap telah selesai diproses dan oleh karenanya harus segera disusun ke dalam suatu pola normal yang telah dirancang dengan tabulating, data lapangan akan tampak ringkas dan bersifat merangkum.

2. Analisa data

A. Analisa Univariat

Analisis univariat menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2012). Analisa univariat yang dilakukan pada penlitian ini menggunakan anlisa deskriptif frekuensi terhadap variabel usia, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan tingkat kecemasan dengan rumus perhitungan. Menurut sugiyono (2010) rumus distribusi frekuensi yaitu:

Keterangan:

P = Presentase

F = Frekuensi responden N = Jumlah responden

B. Analisa Bivariat

Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi. Analisa bivariat pada

penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemaknaan dan besarnya hubungan masing-masing variabel indepent (tingkat kecemasan) berdasarkan variabel dependent (karakteristik demografi). Penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman rank dengan besar bermakna adalah p ≤ 0,05. Jika nilai p ≤ 0,05 dianggap hubungan signifikan atau bermakna, jika nilai p >0,05 dianggap hubungan tidak signifikan atau tidak bermakna. Rumus yang digunakan adalah: (dalam Yusuf, 2017).

∑ Keterangan :

p= Korelasi spearman

b= Jumlah kuadrat selisih ranking variabel X dan Y n= Jumlah sampel

Menurut Sugiyono (2012), pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut:

Tabel 4.1

Interpretasi besarnya r product moment

Besarnya “r” Interpretasi

0,000-1,999 Terdapat korelasi akan tetapi korelasi itu sangat rendah sehingga dianggap tidak ada.

0,200-0,399 Terdapat korelasi antara variabel akan tetapi korelasi itu lemah atau rendah.

0,400-0,599 Terdapat korelasi antara variabel akan tetapi korelasi itu sedang atau cukup tinggi.

0,600-0,799 Terdapat korelasi yang tinggi atau kuat antar variabel yang diteliti.

0,800-1,000 Terdapat korelasi yang sangat tinggi atau kuat antar

variabel yang diteliti.

4.7 Etika penelitian

Etika penelitian mencakup perlakuan penelitian terhadap subjek penelitian, serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi masyarakat (Notoatmodjo, 2010). Sebelum dan selama penelitian, ada beberapa hal yang dilakukan oleh peneliti diantaranmya:

1. Informed Consent

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden, dengan memberikan lembar persetujuan (informed consent).

Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilaksanakan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent adalah agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya, jika responden bersedia maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan, serta bersedia untuk direkam dan jika responden tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak responden.

2. Anonimity

Dalam melakukan atau memperoleh informasi dari responden harus menjaga privacy mereka. Untuk itu peneliti harus menyesuaikan diri dengan responden tentang waktu dan tempat dilakukan pengambilan data, sehingga responden tidak merasa diganggu privasinya. Untuk memenuhi etik anonimity ini peneliti tidak mencantumkan nama lengkap responden.

Pada saat pengisian kuesioner ada beberapa responden yang ingin

didampingi dan ada juga yang meminta untuk tidak didampingi. Bila ada yang kurang dimengerti, barulah responden bertanya kepada peneliti.

3. Confidentiality

Informasi atau hal-hal yang terkait dengan responden harus dijaga kerahasiannya. Peneliti tidak dibenarkan untuk menyampaikan kepada orang lain tentang apapun yang diketahui oleh peneliti tentang responden diluar untuk kepentingan atau mencapai tujuan peneliti. Untuk memenuhi aspek confidentiality responden pada saat melakukan pengisian kuesioner, responden diajak duduk pada bangku yang kosong dan dapat mengisi kuesioner dengan aman tanpa dilihat oleh orang lain disebelahnya.

Selanjutnya data-data yang sudah diisi tidak diberikan kepada termasuk pada petugas puskesmas.

4. Self Determination

Peneliti tidak memaksa calon responden untuk mengikuti penelitian.

Semua responden yang mengikuti penelitian ini harus dengan sukarela.

41 BAB V

HASIL PENELITIAN 5.1 Pelaksanaan Penelitian

Bab ini membahas hasil penelitian yang telah dilakukan mengenaiHubungan Tingkat Kecemasan Berdasarkan Karakteristik Demografi. Penelitian dilakukan pada ibu hamil dengan kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Pada bab ini peneliti menyajikan dan menjelaskan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 8 April – 8 Mei 2019 di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur. Pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 42 responden.

5.2 Penyajian Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini dianalisis dengan analisa univariat. Penyajian data disajikan dalam bentuk tabel dan penyajiannya akan dipaparkan sebagai berikut:

1. Analisa Univariat

Analisa univariat dilakukan terhadap variabel usia, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur. Analisa univariat terhadap variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi yang bertujuan untuk melihat frekuensi dan presentase variabel tersebut.

Hasil analisa univariat terhadap usia pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur, dapat dilihat pada tabel 5.1 sebagai berikut:

Tabel 5.1

Distribusi Responden Berdasarkan Usia Pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III

No Usia F %

1 <20 2 4,8

2 20-35 40 95,2

3 >35 0 0

Total 42 100

Berdasarkan tabel 5.1 menunjukan bahwa usia ibu hamil terbanyak memiliki usia 20-35 tahun 95,2%.

Hasil analisa univariat terhadap status perkawinan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur, dapat dilihat pada tabel 5.2 sebagai berikut:

Tabel 5.2

Distribusi Responden Berdasarkan status perkawinan Ibu Hamil Primigravida Trimester III

No Satus Perkawinan F %

1 Tidak Menikah 0 0

2 Menikah 42 100

Total 42 100

Berdasarkan tabel 5.2 menunjukan bahwa semua ibu hamil memiliki status menikah sebanyak 100%.

Hasil analisa univariat terhadap pendidikan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur, dapat dilihat pada tabel 5.3 sebagai berikut:

Tabel 5.3

Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III

No Pendidikan F %

1 Tidak Pernah Sekolah 0 0

2 Tidak Tamat SD 0 0

3 Tamatan SD 1 2

4 Tamatan SLTP 13 31

5 Tamatan SLTA 23 55

6 Perguruan Tinggi 5 12

Total 42 100

Berdasarkan tabel 5.3 menunjukan bahwa pendidikan ibu hamil terbanyak memiliki pendidikan tamatan SLTA 54,8%.

Hasil analisa univariat terhadap pekerjaan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang

Besar Utara Jakarta Timur, dapat dilihat pada tabel 5.4 sebagai berikut:

Tabel 5.4

Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III

No Pekerjaan F %

1 Ibu Rumah Tangga 31 73.8

2 TNI/Polri 0 0

3 Pegawai Negeri Sipil 2 4.8

4 Karyawan Swasta 8 19.0

5 Wiraswasta/Pedagang 1 2.4

6 Pelayanan Jasa 0 0

7 Buruh 0 0

Total 42 100

Berdasarkan tabel 5.4 menunjukan bahwa pekerjaan ibu hamil terbanyak memiliki pekerjaan Ibu Rumah Tangga 73,8%.

Hasil analisa univariat terhadap penghasilan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur, dapat dilihat pada tabel 5.5 sebagai berikut

Tabel 5.5

Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III

No Penghasilan F %

1 500.000-1.000.000 7 16.7

2 >1.000.000-3.000.000 19 45.2

3 > 3.000.000-5.000.000 15 35.7

4 >5.000.000 1 2.4

Total 42 100

Berdasarkan tabel 5.5 menunjukan bahwa penghasilan ibu hamil terbanyak memiliki penghasilan >1.000.000-3.000.000 yaitu 45,2%.

Hasil analisa univariat terhadap kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur, dapat dilihat pada tabel 5.6 sebagai berikut:

Tabel 5.6

Distribusi Responden Berdasarkan Kecemasan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III

No Kecemasan F %

1 Normal 10 23.8

2 Ringan 20 47.6

3 Sedang 12 28.6

4 Berat 0 0

5 Sangat Berat 0 0

Total 42 100

Berdasarkan tabel 5.6 menunjukan bahwa kecemasan ibu hamil terbanyak memiliki kecemasan ringan 47,6%.

2. Analisa Bivariat

Analisa bivariat pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemaknaan dan besarnya hubungan antara variabel independen (tingkat kecemasan) terhadap variabel dependen (karakteristik demografi) di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Hasil analisa ini diperoleh dengan menggunakan uji spearman rank (rho) dengan besar kemaknaan adalah P- value <0,05. Jika P-value < 0,05 dianggap hubungan signifikan atau bermakna. Jika P-value >0,05 dianggap hubungan tidak bermakna (Notoadmodjo, 2006). Hasil analisa bivariat pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 5.7

Tabel 5.7

Distribusi Tingkat Kecemasan Berdasarkan Usia pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III

Usia Tingkat Kecemasan Total P

Value R

Normal Ringan Sedang 0.950 0.010

N % N % N %

Dalam dokumen hubungan tingkat kecemasan berdasarkan (Halaman 40-44)