BAB II KAJIAN PUSTAKA
F. TEKNIK ANALISIS DATA
Pengujian data yang di lakukan dengan cara pengumpulan data melalui metodelogi pencatatan ataupun dialektika untuk bisa mendapatkan informasi yang akurat dan mudah di pahami baik oleh individu ataupun orang lain agar bisa di gunakan sebagai referensi dalam bertindak.(Sugiyono: 2013).
Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis datacara padagogik, Milles dan Huberman yaitu terdapat tiga proses yang berlangsung secara interaktif. Pertama yaitu, penyederhanaan argumentasi berupa, memfokuskan, pengerucutan, serta penyimpulan informasi dari berbagai sumber yang didapatkan berupa dokumen, arsip, serta hal lainnya, sementara jalan memperjelas, memperpendek, membuang yang tidak perlu, menentukan fokus, lalu mengumpulkan informasi untuk di jadikan sebagai kesimpulan Kedua, penyaringan data yang di perlukan dengan baik agar lebih mudah untuk di pahami. Penyaringan bisa berupa matrik, gambar, skema, jaringan kerja, table dan seterusnya. yangketiga melakukan penyimpulan sementra secara, terbuka dan
42
skeptic. Kesimpulan akhir akan dilakukan setelah pengumpulan data berkahir (Sugiyono:2013).
G. Kebsahan Data
Dalam Penelitian kualitatif, data bisa di katakan akurat ketika terjadi keselarasan antara yang di laporkan dengan apa yang perbedaan antara yang sesungguhnya terjadipada obyek penelitian.
Untuk menguji kebenaran informasi pada metodologi inidapat digunakan uji kredibilitas. Menurut (Sugiyono :2013) untuk menguji kredibilitas suatu penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
1. Perpanjangan pengamatan
Hal ini di lakukan ketika peniliti masih menemukan kekeliruan dari hasil penelitiannya sehinga mengharuskan untuk melakukan peninjauan kembali ke lokasi penelitian sehinga bisah mendapatkan informasi yang lebih akurat lagi dari apa yang sudah di dapatkan sebelumnya, hal ini juga akan mempererat hubungan emosional antara peneliti dan masyrakat yang menjadi objek penelitiannya.
2. Meningkatkan Ketekunan
Lebih mencermati lagi hal yang ingin di teliti dengan cara lebih memfokuskan diri pada hal yang ingin di teliti sehingga lebih sistemmatis dan lebih jelih lagi untuk melihat apakah data yang di kumpulkan itu benar atau salah.
3. Triangulasi
Pengujian kebenaran informasih dengan berbagai cara dan berbagai kondisi berupa pengujian kebenaran serta akurasi data harus dengan berbagai cara.hal ini di lakukan dengan tiga cara yakni triangulasi data berupa pemilihan dan
43
pemilahan data yang akurat dan tidak akurat. Kedua, triangulasi teknik yakni berupa mengecek kebenaran data dengan mengujinya dengan satu sember dengan sumber yang berbeda.Ketiga, triangulasi waktu yaitu data yang dikumpulkan dengan teknik melihat kondisi sikologis informan yang di nilai berdasarkan waktu wawancara antara pagi, siang ataupun sore hari.
4. Analisis kasus negative
Analisis kasus yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kasus yang sebenarnya dalam jangka waktu tertentu apabila pada waktu itu tidak di temukan lagi data yang lain atau data yang bertentangan maka data yang di peroleh dianggap benar dan di jadikan sebagai referensi.
5. Menggunakan bahan referensi
Hal ini di lakukan dengan cara memperlihatkan bukti berupa gambar ataupun suara rekaman antara peneliti dan informan sehingga ada pembuktian yang kongkret bahwa peneliti betul-betul melakukan penelitian dan data yang di dikumpulkan adalah data berdasarkan penelitian bukan hanya asumsi peneliti atau opini.
6. Mengadakan membercheck
Hal ini di lakukan berupa pengevaluasian data kembali oleh peneliti atas data yang di peroleh dari informan apakah jawaban yang di berikan informan sesuai dengan pertanyaan peneliti atau tidak sehingga data yang terkumpul lebih kredibel lagi sehingga data yang di peroleh adalah data yang akurat.
44 BAB IV PEMBAHASAN A. Gambaran umum lokasi penelitian
Kelurahan Maccini Parang luas wilayah 0,05 km2, letak geografis sebagai berikut.
a. Sebelah Utara berbatasan dengan kelurahan Maccini,
b. Sebelah selatan berbatasan den gan kelurahan Bara-Baraya Timur dan Bara- Baraya Utara,
c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Karuwisi, dan d. Sebelah Barat berbatasan dengan Bara-Baraya Utara.
Selanjutnya untuk membahas wilayah pemerintahan kelurahan Maccini Parang yang
meliputi :
1. Sistem Pemerintah kelurahan Maccini Parang Tahun 2021
Kelurahan Maccini Parang dikepalai oleh seseorang kepala lurah yang bernama dan dibantu oleh sekretaris lurah dan beberapa stafnya. Adapun penyelenggaraan pemerintahan kelurahan Maccini Parang sebagai berikut.
45
Struktur Organisasi dan Tata Usaha Pemerintah Kelurahan Maccini Parang 2. Jumlah penduduk
Berdasarkan data yang diperoleh dari pendataan masyarakat kelurahan Maccini Parang tahun ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk 5.711 jiwa orang, dibagi atas laki-laki sebanyak 2.809 jiwa dan perempuan sebanyak 2.902 jiwa orang.
3. Keadaan Demografis
Penduduk kelurahan Maccini Parang adalah semua orang yang menetap di kelurahan tersebut selama beberapa tahun. Penduduk asli kelurahan Maccini Parang adalah mayoritas penduduk dari suku Makassar dan sebagian kecil merupakan penduduk dari hasil perkawinan dari kelurahan tetangga maupun dari luar kelurahan Maccini.
46 4. Keadaan Sosial dan Ekonomi
Keadaan perekonomian di kelurahan Maccini Parang sebagian besar masyarakatnya bergelut di bidang wirausaha. Adapun sebagian berprofesi sebagai Guru, Polisi, Tentara, Pelayaran, Dokter dan lainnya.
5. Pendidikan
Tingkat pendidikan di kelurahan Maccini Parang rata-rata pendidikan di tingkat SMA, itu artinya masyarakat kelurahan Maccini Parang memiliki kesadaran terhadap pendidikan. Namun, ada sebagian masyarakat Maccini Parang memiliki pendidikan tinggi seperti S1 dan S2.
6. Agama dan Kepercayaan
Agama yang dianut oleh masyarakat di Kelurahan Maccini Parang adalah Islam dan Kristen. Masyarakat Maccini Parang mayoritas Agama Islam. Jumlah sarana peribadatan yang ada di kelurahan Maccini Parang berjumlah masjid 5 dan gereja. Masyarakat sangat antusias dalam melaksanakan ibadah karena terlihat dari jumlah tempat ibadah. Masyarakat Maccini Parang menjalin sikap toleransi sehingga menciptakan suasana kedamaian.
47
B. Hasil Penilitian pola komunikasi keluarga dalam pengambilan keputusan uang panai' dalam perkawinan di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan
Makassar Kota Makassar
Komunikasi adalah hal yang penting dalam sebuah keluarga. Seperti halnya juga komunikasi keluarga dalam penentuan uang panai'. mengingat hal tersebut sangat penting. Dari komunikasi tersebut dapat mengutarakan setiap perasaan.
Bahkan komunikasi juga dapat menyampaikan permintaan dan harapan-harapan anggota keluarga dengan jelas. Dalam penentuan uang panai' pasti akan membahas tentang komunikasi yang dilakukan oleh orang tua kepada anak.
Daftar Uang Panai’ Di Kota Makassar Tahun 2021:
Tingkat Pendidikan Uang Panai
SD 20 Juta
SMP 20-25 Juta
SMA >30 Juta
S-1 >50 Juta
S-2 >100 Juta
Sumber: Jurnal Lailah Nadiah (UIN Antasari Banjarmasin 2021)
Pola komunikasi adalah cara seseorang individu atau kelompok dalam berkomunikasi. Pola ini sangat berpengaruh dan disepakati oleh kelompok tertentu. Komunikasi yang efektif dibangun bertujuan untuk keharmonisan dalam keluarga. Dalam komunikasi keluarga Menurut De vito (1997:18) indicator atau dimensi dalam komunikasi keluarga adalah sebagai berikut:
48 1. Keterbukaan
Menurut De vito (1997), keterbukaan adalah kemampuan untuk membuka atau mengungkapkan pikiran, perasaan, dan reaksi kita kepada orang lain. Kita harus melihat bahwa diri kita dan pembukaan diri yang akan kita lakukan tersebut diterima orang lain, kalau kita sendiri menolak diri kita (self rejectimg), maka pembukaan diri kita akan kita rasakan terlalau riskan. Selain itu, demi penerimaan diri kita maka kita harus bersikap tulus, jujur, dan authentic dalam membuka diri.
Berdasarkan dengan indikator diatas peneliti kemudian mewawancarai selaku Pak lurah Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Komunikasi keluarga yang sangat penting sebab dengan komunikasi kita dapat mengetahui apa yang menjadi pembahasan, kemauan keluarga, ataupun pendapat anak. Agar tidak ada unsur paksaan dan anak juga merasa bebas mengemukakan pendapatnya sendiri.” (Hasil Wawancara MPA Senin Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator Keterbukaan dapat dipahami bahwa Komunikasi yang terbuka kepada keluarga yang sangat penting dilakukan dalam pembahasan uang panai’ agar tidak ada unsur paksaan dan anak juga merasa bebas mengemukakan pendapatnya sendiri dalam keputusan tersebut. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Pak imam di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Dalam komunikasi pihak keluarga harus terbuka membahas persoalan tersebut dengan anak yang bersangkutan agar unsur paksaan tidak ada dan harus anak yang bersangkutan setuju akan keputusan yang diambil orang tua apalagi pihak keluarga besar terkait perjanjian pernikahan dalam khususnya uang panai’nya.” (Hasil Wawancara MM Senin Maret 2021).
49
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator keterbukaan dapat dipahami bahwa komunikasi harus secara terbuka dengan keluarga serta kepada anak yang bersangkutan agar terhindar dari unsur paksaan, selain itu keputusan yang diambil oleh selaku orang tua dan keluarga besar harus disetujui oleh anak yang bersangkutan terkait perjanjian pernikahan terkhusus uang panai’. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“ketika ingin menentukan uang panai', seluruh anggota berkumpul dan untuk mengambil keputusan yaitu hanya keluarga yang ahli dalam masalah tersebut, kemudian berdiskusi, anak yang bersangkutan tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan.” (Hasil Wawancara AW Kamis Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator keterbukaan dapat dipahami bahwa dalam pengambilan keputusan dalam membahasa uang panai’ pernikahan secara terbuka adalah orang tua dan keluarga yang ahli sehingga anak seakan pasrah akan keputusan orang tuanya serta akan terjadi unsur terpaksa oleh anak yang bersangkutan. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Komunikasi harus dilakukan secara terbuka oleh orang tua, keluarga yang khusus dan juga anak yang bersangkutan supaya jelaski ini pembahasan uang panai’, ada juga masukan dari anak dalam menentukan uang panai;nya supaya kasian pasangannya tidak terlalu beratki na anu uang panai’nya, kalua saya pribadi biasa kudengarji masukan dari anakku ka anakku mau jalani nantinya.” (Hasil Wawancara IR Kamis Maret 2021).
50
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator keterbukaan dapat dipahami bahwa Komunikasi yang terbaik adalah komunikasi yang terbuka dilakukan orang tua kepada keluarga dan juga anak yang bersangkutan dalam pembahasan uang panai’. Masukan dari anak perlu jadi pertimbangan dalam keputusan karena yang akan menjalani hubungan tersebut adalah anak jadi saran dari anak harus dipertimbangkan dalam penentuan uang panai’.
Kemudian kesimpulan secara keseluruhan dari informan terkait indikator Keterbukaan dapat disimpulkan bahwa Komunikasi yang terbaik adalah komunikasi yang terbuka dilakukan orang tua kepada keluarga dan juga anak yang bersangkutan dalam pembahasan uang panai’agar terhindar dari unsur paksaan, selain itu keputusan yang diambil oleh selaku orang tua dan keluarga besar harus disetujui oleh anak yang bersangkutan terkait perjanjian pernikahan terkhusus uang panai’. Masukan dari anak perlu jadi pertimbangan dalam keputusan karena yang akan menjalani hubungan tersebut adalah anak jadi saran dari anak harus dipertimbangkan dalam penentuan uang panai’.
2. Empati
Menurut De vito (1997), Empati merupakan kemudahan dalam melakukan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak akan menjadikan anak merasa dihargai sehingga anak akan merasa bebas mengungkapkan perasaan serta keinginannya. Hal ini dapat dijalankan dengan membuat komunikasi dalam keluarga sportif dan penuh kejujuran, setiap pernyataan yang di utarakan realistis, masuk akal dan tidak dibuat-buat, selain itu
51
komunikasi di dalam keluarga harus diusahakn jelas dan spesifik, setiap anggota keluarga benar-benar mengenal perilaku masing-masing, dan semua elemen keluarga harus dapat belajar cara tidak menyetuji tanpa ada perdebatan yang destruktif.
Berdasarkan dengan indikator diatas peneliti kemudian mewawancarai selaku Pak lurah Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“dalam pembahasan uang panai’ baiknya dilakukan sebelum adai mempelai pria dan dibahas dirumah dengan mendengarkan semua masukan serta saran anak yang bersangkutan kemudian dirangkum menjadi suatu keputusan untuk Ketika ada pihak pria sudah ada uang panai’ yang ditentukan yang diharapkan memudahkan keluarga pria tersebut.” (Hasil Wawancara MPA Senin Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator empati dapat dipahami bahwa pembahasan uang panai’ dilakukan dengan komunikasi sebelum dating rombongan pria yang dibahas dirumah yang bersangkutan oleh orang tua, keluarga dan terlebih anak yang bersangkutan.
Masukan dari anak perlu jadi pertimbangan yang mengerti tentang mempelai pria agar keputusan diharapkan memudahkan pria. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Pak imam di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Komunikasi memang sebaiknya dilakukan agar terhindar dari kesalahpahaman ataupun tidak serta-merta mengambil keputusan secara sepihak. Agar di ambil pengakuannya, ketika tidak demikian pada akhirnya mereka akan terpisah dan mereka tidak merasa bersalah atas apa yang telah terjadi karena bukan atas dasar kemauan mereka sendiri.”
(Hasil Wawancara MM Senin Maret 2021).
52
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator Empati dapat dipahami bahwa Komunikasi sebelumnya perlu dilaksanakan agar terhindar dari kesalahpahaman atau tidak serta merta dalam mengambil keputusan uang panai’. Ketika tidak ada komunikasi tersebut, kedepan akhirnya mereka yang menjalani pernikahan akan terpisah dan mereka tidak merasa bersalah atas apa yang telah terjadi karena bukan atas dasar kemauan mereka sendiri. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan : “saya keputusan uang panai’nya anakku kemarin kulakukan atas keputusan keluarga terkhusus, anakku juga terimaji karena nabilang itumi yang terbaik dan alhamdulillah akurji terus anakku.” (Hasil Wawancara AW Kamis Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator Empati dapat dipahami bahwa Keputusan uang panai’ dilakukan atas keputusan orang tua dan keluarga terkhusus saja , anak yang bersangkutan menerima saja keputusan tersebut.
Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“kita sebagai orang tua harusnya berkomunikasi dulu sama anakta yang bersangkutan apa lagi diaji tauki ini calonnya kesanggupannya supaya merasa dimudahkan dan tidak diberatkan kasian ini calonnya kan nantinya juga akan Kembali kepada dia sendiri karena diaji jalani kedepannya.”
(Hasil Wawancara SN Kamis Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator Empati dapat dipahami bahwa sebagai orang tua perlu mengerti kepada anak yang bersangkutan, melibatkan dalam penentuan keputusan terkait uang panai’ karena
53
yang mengerti kemampuan calonnya adalah anak tersebut, kedepan mereka yang akan menjalaninya.
Kemudian kesimpulan secara keseluruhan dari informan terkait indikator Empati dapat disimpulkan bahwa pembahasan uang panai’ dilakukan dengan komunikasi sebelum dating rombongan pria yang dibahas dirumah yang bersangkutan oleh orang tua, keluarga dan terlebih anak yang bersangkutan.
Masukan dari anak perlu jadi pertimbangan yang mengerti tentang mempelai pria agar keputusan diharapkan memudahkan pria. Sebagai orang tua perlu mengerti kepada anak yang bersangkutan, melibatkan dalam penentuan keputusan terkait uang panai’ karena yang mengerti kemampuan calonnya adalah anak tersebut, kedepan mereka yang akan menjalaninya.
3. Dukungan
Menurut De vito (1997), Untuk membangun dan melestarikan hubungan dengan sesama anggota keluarga, kita harus menerima diri dan menerima orang lain. Semakin besar penerimaan diri kita dan semakin besar penerimaan kita terhadap orang lain, maka semakin mudah pula kita melestarikan dan memperdalam hubungan kita dengan orang lain tersebut.
Berdasarkan dengan indikator diatas peneliti kemudian mewawancarai selaku Pak lurah Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Dalam komunikasi penentuan uang panaik biasanya pihak orang tua kadang mengambil keputusan sepihak tanpa perduli apa yang diinginkan anak ataupun mempelai pria dan kesannya kayak memaksai keputusannya.” (Hasil Wawancara MPA Senin Maret 2021).
54
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator Dukungan dapat dipahami bahwa Terkadang keputusan orang tua dalam penentuan uang panaik hanya sepihak tanpa mendengar apa yang diinginkan anaknya yang bersangkutan dan terkesan memberatkan calon yang bersangkutan dalam uang panai tersebut. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Pak imam di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Komunikasi keputusan uang panai’ ini orang tua perlu melihat kesanggupan calon menantunya melalui anak yang bersangkutan agar niat baik tersebut terkesan tidak memberatkan dan mendukung jalannya keluarga Sakina, Mawaddah dan Warahma.” (Hasil Wawancara MM Senin Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator Dukungan dapat dipahami bahwa Dukungan orang tua dengan berkomunikasi kepada anaknya yang bersangkutan dalam keputusan uang panai’ harusnya melihat kesanggupan calon pria agar tidak memberatkan dan akan menjadi keluarga Sakinah,Mawaddah dan Warahamah. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan : “Yah lagi-lagi dukungan kita yaitu menentukan uang panai’ supaya diliat pengorbanan calon menantu tersebut, melihat perjuangannnya untuk menyanggupi keputusan dari kami.” (Hasil Wawancara AW Kamis Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator Dukungan dapat dipahami bahwa Dukungan orang tua yaitu melakukan keputusan
55
uang panai’ untuk melihat perjuangan calon dalam keseriusan kesanggupannya dalam keputusan tersebut.
Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Dukungan orang tua biasanya selalu ingin melihat anaknya baik dan tidak ingin kedepan jadi masalah ini uang panai’ jadi haruski komunikasi juga sama anak supaya ditau kesanggupan calonnya dan memudahkan calonnya.” (Hasil Wawancara IR Kamis Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator Dukungan dapat dipahami bahwa Dukungan orang tua yang selalu ingin melihat anaknya baik yaitu dengan berkomunikasi dengan anak yang bersangkutan agar tidak memberatkan calonnya untuk melaksanakan pernikahan apalagi terkait uang panai’.
Kemudian kesimpulan secara keseluruhan dari informan terkait indikator Dukungan dapat disimpulkan bahwa keputusan orang tua dalam penentuan uang panaik hanya sepihak tanpa mendengar apa yang diinginkan anaknya yang bersangkutan dan terkesan memberatkan calon yang bersangkutan dalam uang panai tersebut. Dukungan orang tua yang selalu ingin melihat anaknya baik yaitu dengan berkomunikasi dengan anak yang bersangkutan agar tidak memberatkan calonnya untuk melaksanakan pernikahan apalagi terkait uang panai’.Dukungan orang tua dengan berkomunikasi kepada anaknya yang bersangkutan dalam keputusan uang panai’ harusnya melihat kesanggupan calon pria agar tidak memberatkan dan akan menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahamah.
56 4. Perasaan positif
Menurut De vito (1997), Bila kita berpikir positif tentang diri kita, maka kita pun akan berpikir positif tentang orang lain, sebaliknya bila kita menolak diri kita, maka kitapun akan menolak orang lain. Hal-hal yang kita sembunyikan tentang diri kita, seringkali adalah juga hal-hal yang tidak kita sukai pada orang lain. Bila kita memahami dan menerima perasaan-perasaaan kita, maka biasanya kitapun akan lebih mudah menerima perasaan-perasaan sama yang ditunjukkan orang lain.
Berdasarkan dengan indikator diatas peneliti kemudian mewawancarai selaku Pak lurah Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Ketika uang panai’ kita artikan ke arah positif agar orang-orang paham akan maksud uang panai’ ini maka pihak orang tua tidak egois dalam penentuan uang panai’ dan tidak memberatkan sehingga kesannya calon yang datang tidak terpaksa menerimanya.” (Hasil Wawancara MPA Senin Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator Perasaan Positif dapat dipahami bahwa uang panai’ diartikan dengan perasaan positif dengan sikap orang tua yang tidak egois akan memaksakan kehendaknya dan menghindari hal terpaksa yang akan berimbas kepada anak dan calon menantunya kedepan. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Pak imam di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“Kalau uang panai’ butuh komunikasi yang terbaik supaya menghasilkan perasaan positif kepada 2 keluarga terkait sehingga uang panai’ ini tidak menjadi kendala atau bahkan jadi penggagal sehingga pernikahan tidak jadi berla ngsung dan kedua keluarga saling bermusuhan Ketika tidak
57
dilandasi dengan komunikasi yang positif. ” (Hasil Wawancara MM Senin Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indicator Perasaan Positif dapat dipahami bahwa Perihal uang panai’ membutuhkan komunikasi yang berlandaskan perasaan positif sehingga menghasilkan komunikasi yang baik antara 2 keluarga dan uang panai’ bukanlah hal yang menjadi kendala bagi keluarga yang bersangkutan untuk melangsungkan pernikahan. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“uang panai’ memang selalu jadi sorotan para orang tua bahkan tetangga, kalau uang panai’ ini ditentukanki dengan sikap positif orang tua yang tidak memberatkan pasangannya maka kedepannya pasti tidak ada kendala dirumah tangganya untyuk pembahasan uang panai’.” (Hasil Wawancara AW Kamis Maret 2021).
Berdasarkan hasil wawancara informan diatas berkaitan dengan indikator Perasaan Positif dapat dipahami bahwa uang panai’ yang harus ditentukan dengan sikap dan perasaan positif dengan tujuan kedepannya yang bersangkutan akan menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahmah.
Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Masyarakat di Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Makassar, Kota Makassar, mengatakan :
“uang panai’ ini sakral sehingga tidak serta merta orang menentukan jumlahnya karena setelah uang panai’ yang perlu diperhatikan adalah kehidupan pasangan yang akan menjalaninya. Uang panai’ bukanlah factor yang menghalangi pernikahan tetapi uang panai’ hanyalah ajang nilai pembuktian keseriusan seorang pria dalam memperjuangkan calonnya.” (Hasil Wawancara IA Kamis Maret 2021).