• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORMAT RENCANA KERJA (POA) ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

ditemukan bahwa terdapat

penurunan kejadian stunting dari tahun ke tahun di kecamatan minggir DO : kegiatan posyandu selalu dilakukan di setiap perdukuhan sesuai jadwal, kader-kader terlibat, terdapat program PMT, program Perawan Ceria, program Pecah Ranting, terdapat program evaluasi Bersama dari kelurahan dengan tingkat kecamatan, dan puskesmas

maka manajemen kesehatan kelurahan Sendangsari meningkat

BAB IV

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tanggal/Jam Diagnosa Keperawatan

Implementasi Evaluasi Rencana Tindak Lanjut TTD Perawat

05 November 2021- 09 November

2021 At 09.00 WIB

DS: Kader, Lurah, Camat, Dukuh menjelaskan ingin untuk mengatasi stunting serta mencegahnya Kecamatan, Lurah, Dukuh, PKK dan Kader, RW/RT mengatakan bahwa tidak ada hambatan dalam melaksanakan program pencegahan Stunting di daerah seperti posyandu,dll karena pemerintah daerah setempat telah berusaha untuk memberikan bantuan fasilitas yang dianggap sudah cukup dan memenuhi untuk membantu pelaksanaan Pak Wahyu (Kecamatan) mengatakan bahwa setelah melihat hasil

PENCEGAHAN PRIMER 1. Mengidentifikasi kesiapan

dan kemampuan menerima informasi

2. Mengidentifikasi faktor- faktor yang dapat meningkatkan dan

menurunkan motivasi PHBS 3. Menyediakan materi dan

media Pendidikan kesehatan tetnang pengolahan PMT melalui leaflet, Poster, Buku Sakut, PPT

4. Menjadwalkan Pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan 5. Memberikan kesempatan

untuk bertanya

6. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi stunting

7. Mengajarkan pengolahan makanan PMT

8. Mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengolahan makanan PMT

9. Mengidentifikasi tujuan- tujuan yang akan dicapai 10. Mengidentifikasi cara

PENCEGAHAN PRIMER S: Peserta mengatakan senang dengan kegiatan yang dilakukan dan mengucapkan terimakasih sudah memberikan tambahan ilmu O: tingkat pengetahuan kader tentang stunting pre-test berada pada kategori baik 100%(n=41) dengan rata-rata pengetahuan 97%

saat diberikan edukasi post-test kader tentang stunting 100% (n=37) kategori baik dengan rata-rata pengetahuan meningkat 100%, pre- test pengetahuan kader tentang PMT kurang 5% (n=1), Cukup 22%

(n=9), Baik 75% (n=31), hasil post- test setelah edukasi tingkat pengetahuan kader tentang PMT menjadi 5%(n=2) cukup, Baik 95%

(n=35).

A: Defisit Kesehatan komunitas : Pencegahan primer teratasi P: Lanjutkan intervensi ke Pencegahan Sekunder

1. Identifikasi target populasi skrining stunting

(Pedukuhan Pranan, Kalikotak, Jogorejo, Jetisdepok)

Pencegahan Primer 1. Kelurahan

berkoordinasi dengan Puskesmas Minggir untuk penyuluhan atau pelatihan bagi kader posyandu terkait Stunting, PMT dan PHBS

2. Kader posyandu memberikan edukasi kepada ibu balita tentang stunting, dan gizi seimbang untuk balita

3. Kader memberikan penghargaan bagi orangtua balita yang aktif mengikuti kegiatan posyandu 4. Puskesmas

mengadakan lomba PMT untuk setiap posyandu Kalurahan Sendangsari

Pencegahan Sekunder 1. Kelurahan tetap

Angel Chaidar

Zikri

data ditemukan bahwa terdapat penurunan kejadian stunting dari tahun ke tahun di kecamatan minggir DO : kegiatan posyandu selalu dilakukan di setiap perdukuhan sesuai jadwal, kader-kader terlibat, terdapat program PMT, program Perawan Ceria, program Pecah Ranting, terdapat program evaluasi Bersama dari kelurahan dengan tingkat kecamatan, dan puskesmas

mencapai tujuan secara konstruktif

11. Memfasilitasi dalam mengidentifikasi hasil yang diharapkan untuk setiap tujuan

SEKUNDER

1. Mengidentifikasi target populasi skrining stunting (Pedukuhan Pranan, Kalikotak, Jogorejo, Jetisdepok)

2. Melakukan informed consent skrining kesehatan

3. Melakukan anamnesis Riwayat kesehatan, faktor risiko dan pengobatan 4. Melakukan pemantauan gizi

melalui pengukuran TB, BB, LILA, LIKA.

5. Menjelaskan tujuan dan prosedur skrining stunting 6. Mengidentifikasi risiko

biologis, lingkungan dan perilaku (risiko nutrisi tidak adekuat selama hamil, tidak adekuat nutrisi balita, pola makan tidak baik, KTD, balita dengan penyakit bawaan TB)

7. Mengidentifikasi risiko secara berkala dimasing- masing perdukuhan

8. Mengidentifikasi risiko baru sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

9. Menentukan metode pengelolaan risiko yang baik

2. Berikan informed consent skrining kesehatan 3. Lakukan anamnesis

Riwayat kesehatan, faktor risiko dan pengobatan 4. Lakukan pemantauan gizi

melalui pengukuran TB, BB, LILA, LIKA.

5. Jelaskan tujuan dan prosedur skrining stunting 6. Identifikasi risiko biologis,

lingkungan dan perilaku (risiko nutrisi tidak adekuat selama hamil, tidak adekuat nutrisi balita, pola makan tidak baik, KTD, balita dengan penyakit bawaan TB)

7. Identifikasi risiko secara berkala dimasing-masing perdukuhan

8. Identifikasi risiko baru sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

9. Tentukan metode pengelolaan risiko yang baik dan ekonomis

10. Lakukan pengelolaan risiko secara efektif

11. Anjurkan mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan diri

12. Anjurkan mengidentifikasi nilai dan system

kepercayaan saat menetapkan tujuan

13. Anjurkan mengidentifikasi tujuan realistis dan dapat

berkoordinasi dengan Puskesmas Minggir untuk pemantauan status gizi Balita 2. Kader posyandu tetap

memotivasi orangtua balita untuk hadir pada kegiatan posyandu

dan ekonomis

10. Melakukan pengelolaan risiko secara efektif 11. Mengajurkan

mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan diri 12. Menganjurkan nilai dan

system kepercayaan saat menetapkan tujuan 13. Menganjurkan

mengidentifikasi tujuan realistis dan dapat

14. Menyatakan tujuan dengan kalimat positif dan jelas 15. Memfasilitasi memecah

tujuan kompleks menjadi Langkah kecil yang mudah dilakukan

16. Mendiskusikan sumber daya yang ada untuk memenuhi tujuan

17. Mendiskusikan sumber daya yang ada untuk memenuhi tujuan

18. Memprioritaskan aktivitas yang dapat membantu pencapaian tujuan

19. Mengumpulkan data yang berkaitan dengan kejadian kesehatan masyarakat (Menggunakan Google Form dan kuesioner )

14. Nyatakan tujuan dengan kalimat positif dan jelas 15. Fasilitasi memecah tujuan

kompleks menjadi Langkah kecil yang mudah dilakukan 16. Diskusikan sumber daya

yang ada untuk memenuhi tujuan

17. Diskusikan sumber daya yang ada untuk memenuhi tujuan

18. Prioritaskan aktivitas yang dapat membantu

pencapaian tujuan 19. Kumpulkan data yang

berkaitan dengan kejadian kesehatan masyarakat (Menggunakan Google Form dan kuesioner ) PENCEGAHAN SEKUNDER S: -

O: Hasil skrining pemantauan gizi TB/U menggunakan software Pengukuran pertumbuhan dari WHO di Pranan, Jogorejo, Kalikotak dan Jetisdepok dengan total balita 60 kategori Normal 45%

(n=27), Risiko stunting 40% (n=24) dan stunting 19% (n=9).

A: Defisiensi Kesehatan komunitas:

Pencegahan sekunder belum teratasi P: Lanjutkan intervensi ke

Pencegahan Tersier

1. Identifikasi perilaku upaya kesehatan yang dapat ditingkatkan

2. Anjurkan melakukan aktivitas

fisik setiap hari

3. Menganjurkan makan sayur dan buah setiap hari

4. Menganjurkan melakukan aktivitas fisik setiap hari 5. Menganjurkan makan sayur

dan buah setiap hari

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 HPK.

Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Akibat kekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki.

Penanggulangan Stunting menjadi tanggung jawab kita tidak hanya Pemerintah tetapi juga setiap keluarga Indonesia. Karenastunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi. Mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

STOP generasi balita pendek di Indonesia. Sudah banyak inovasi maupun terobosan dari berbagi pihak mulai dari pemerintahan pusat, daerah bersama masyarakat dalam mencegah stunting.

Kebijakan stunting sendiri di Kalurahan Sendangsari sudah bagus berbagai pihak terkait sudah sangat aktif untuk memerangi masalah stunting. Adapun upaya yang sudah dilakukan yaitu Inovasi PERAWAN CERIA (Perawatan Wanita dan Cegah Remaja Anemia), PECAH RANTING (Pencegahan rawan stunting), PMT, Pemantauan gizi, Kader Sebaya, BPKR dan banyak lagi program yang sudah ada berkoordinasi dengan puskesmas Minggir.

Cukup tingginya angka kejadian stunting di Kalurahan Sendangsari tentunya masih menjadi perhatian pemerintah setempat. Pemberdayaan kader posyandu sangat perlu ditingkatkan untuk bisa mencegah dan menganggulangi masalah stunting dengan pelatihan atau penyuluhan dari Puskesmas Minggir tentang stunting, PMT, dan PHBS. Motivasi orangtua balita untuk mengikuti kegiatan posyandu menjadi tugas kader posyandu agar balita bisa selalu dipantau.

Asuhan keperawatan kesehatan komunitas di Kalurahan Sendangsari yang diberikan melalui berbagai edukasi kesehatan tentang stunting, PMT. Pemerintah dan kader posyandu tampak antusias mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh kelompok. Kegiatan edukasi yang diberikan menyegarkan Kembali ingatan kader posyandu dan juga memberikan pengetahuan yang baru bagi kader posyandu.

Rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan yaitu kalurahan tetap berkoordinasi dengan Puskesmas Minggir untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kader posyandu, melakukan pemantauan gizi.

DAFTAR PUSTAKA

Alam, M.A., Richard, S.A., Fahim, S.M., Mahfuz, M., Nahar, B., Das, S., Shrestha, B., Koshy, B., Mduma, E., Seidman, J.C., Murray-Kolb, L.E., Caulfield, L.E., Ahmed, T., 2020. Impact of early-onset persistent stunting on cognitive development at 5 years of age: Results from a multi-country cohort study. PloS One 15, e0227839.

https://doi.org/10.1371/journal.pone.0227839

American Nurses Association, “Scope and standards for nurse administrators.”

Washington, DC, p. 2nd edition, 2004, [Online]. Available: Nursesbooks.org.

Ahmad, “Definisi Teori Keperawatan.” Universitas Muhammadiya Malang, Malang, 2016.

Akbar. (2019). Konsep-konsep dasar dalam keperawatan komunitas. CV Budi Utami.

Arora, “Definisi Teori Keperawatan.” Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, 2015.

Bhutta, Z.A., Akseer, N., Keats, E.C., Vaivada, T., Baker, S., Horton, S.E., Katz, J., Menon, P., Piwoz, E., Shekar, M., Victora, C., Black, R., 2020. How countries can reduce child stunting at scale: lessons from exemplar countries. Am. J. Clin. Nutr.

112, 894S-904S. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa153

Brar, S., Akseer, N., Sall, M., Conway, K., Diouf, I., Everett, K., Islam, M., Sène, P.I.S., Tasic, H., Wigle, J., Bhutta, Z., 2020. Drivers of stunting reduction in Senegal: a country case study. Am. J. Clin. Nutr. 112, 860S-874S.

https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa151

Campos, A.P., Vilar-Compte, M., Hawkins, S.S., 2020. Association Between Breastfeeding and Child Stunting in Mexico. Ann. Glob. Health 86, 145.

https://doi.org/10.5334/aogh.2836

Danaei, G., Andrews, K.G., Sudfeld, C.R., Fink, G., McCoy, D.C., Peet, E., Sania, A., Smith Fawzi, M.C., Ezzati, M., Fawzi, W.W., 2016. Risk Factors for Childhood Stunting in 137 Developing Countries: A Comparative Risk Assessment Analysis at Global, Regional, and Country Levels. PLoS Med. 13, e1002164.

https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002164

de Onis, M., Dewey, K.G., Borghi, E., Onyango, A.W., Blössner, M., Daelmans, B., Piwoz, E., Branca, F., 2013. The World Health Organization’s global target for reducing childhood stunting by 2025: rationale and proposed actions. Matern. Child.

Nutr. 9 Suppl 2, 6–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12075

Depkes RI, Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas. Jakarta: Depkes RI, 2006.

De Sanctis, V., Soliman, A., Alaaraj, N., Ahmed, S., Alyafei, F., Hamed, N., 2021. Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting: From Childhood to

Adulthood. Acta Bio-Medica Atenei Parm. 92, e2021168.

https://doi.org/10.23750/abm.v92i1.11346

Dewey, K.G., Begum, K., 2011. Long-term consequences of stunting in early life. Matern.

Child. Nutr. 7 Suppl 3, 5–18. https://doi.org/10.1111/j.1740-8709.2011.00349.x F. Efendi and Makhfudli, “Keperawatan Kesehatan Komunitas,” Salemba Med., no.

September 2015, 2010, doi: 10.13140/RG.2.1.1178.5366. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

Fregonese, F., Siekmans, K., Kouanda, S., Druetz, T., Ly, A., Diabaté, S., Haddad, S., 2017. Impact of contaminated household environment on stunting in children aged 12-59 months in Burkina Faso. J. Epidemiol. Community Health 71, 356–363.

https://doi.org/10.1136/jech-2016-207423

Hossain, M., Choudhury, N., Abdullah, K.A.B., Mondal, P., Jackson, A.A., Walson, J., Ahmed, T., 2017. Evidence-based approaches to childhood stunting in low and middle income countries: a systematic review. Arch. Dis. Child. 102, 903–909.

https://doi.org/10.1136/archdischild-2016-311050

KEMENKES, 2021. 1 dari 3 Balita Indonesia Derita Stunting [WWW Document]. Dir.

P2PTM. URL http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/1-dari-3-balita-indonesia- derita-stunting (accessed 10.28.21).

Kohli, N., Nguyen, P.H., Avula, R., Menon, P., 2020. The role of the state government, civil society and programmes across sectors in stunting reduction in Chhattisgarh, India, 2006-2016. BMJ Glob. Health 5, e002274. https://doi.org/10.1136/bmjgh- 2019-002274

Nshimyiryo, A., Hedt-Gauthier, B., Mutaganzwa, C., Kirk, C.M., Beck, K., Ndayisaba, A., Mubiligi, J., Kateera, F., El-Khatib, Z., 2019. Risk factors for stunting among children under five years: a cross-sectional population-based study in Rwanda using the 2015 Demographic and Health Survey. BMC Public Health 19, 175.

https://doi.org/10.1186/s12889-019-6504-z

Pakpahan. (2020). Keperawatan komunitas. Yayasan Kita Menulis.

Prendergast, A.J., Humphrey, J.H., 2014. The stunting syndrome in developing countries.

Paediatr. Int. Child Health 34, 250.

https://doi.org/10.1179/2046905514Y.0000000158

Risna and M. Irwan, Falsafah dan teori keperawatan dalam integrasi keilmuan. Makassar:

Alauddin University Press, 2020.

Sismulyanto. (2017). Pengkajian keperawatan komunitas berdasarkan pendekatan empat

metode pengkajian.

S. Nur Kholifah and W. Widagdo, Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan Keluarga dan Komunitas. 2016.

S. Nur Kholifah and W. Widagdo, Keperawatan Keluarga Dan Komunitas. Kementrian Kesehatan RI, 2016.

Soekatri, M.Y.E., Sandjaja, S., Syauqy, A., 2020. Stunting Was Associated with Reported Morbidity, Parental Education and Socioeconomic Status in 0.5-12-Year-Old Indonesian Children. Int. J. Environ. Res. Public. Health 17, E6204.

https://doi.org/10.3390/ijerph17176204

Stewart, C.P., Iannotti, L., Dewey, K.G., Michaelsen, K.F., Onyango, A.W., 2013.

Contextualising complementary feeding in a broader framework for stunting prevention. Matern. Child. Nutr. 9, 27–45. https://doi.org/10.1111/mcn.12088 Sultana, P., Rahman, M.M., Akter, J., 2019. Correlates of stunting among under-five

children in Bangladesh: a multilevel approach. BMC Nutr. 5, 41.

https://doi.org/10.1186/s40795-019-0304-9

Swarjana. K. (2016). Keperawatan kesehatan komunitas. CV Andi offset.T. Sujana, A.

Fitrianto, and D. F. Hady, “Gambaran Keterampilan Keperawatan Komunitas Di Puskesmas Getasan,” J. Keperawatan Muhammadiyah, vol. 5, no. 1, pp. 31–38, 2020.

Tasic, H., Akseer, N., Gebreyesus, S.H., Ataullahjan, A., Brar, S., Confreda, E., Conway, K., Endris, B.S., Islam, M., Keats, E., Mohammedsanni, A., Wigle, J., Bhutta, Z.A., 2020. Drivers of stunting reduction in Ethiopia: a country case study. Am. J. Clin.

Nutr. 112, 875S-893S. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa163

UNICEF, 2021. Malnutrition in Children [WWW Document]. UNICEF DATA. URL https://data.unicef.org/topic/nutrition/malnutrition/ (accessed 10.28.21).

Vaivada, T., Akseer, N., Akseer, S., Somaskandan, A., Stefopulos, M., Bhutta, Z.A., 2020.

Stunting in childhood: an overview of global burden, trends, determinants, and drivers of decline. Am. J. Clin. Nutr. 112, 777S-791S.

https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa159

WHO, 2015. Stunting in a nutshell [WWW Document]. URL

https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell (accessed 10.29.21).

Woldehanna, T., Behrman, J.R., Araya, M.W., 2017. The effect of early childhood

stunting on children’s cognitive achievements: Evidence from young lives Ethiopia.

Ethiop. J. Health Dev. YaItyopya Tena Lemat Mashet 31, 75–84.

World Health Organization, 2018. Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the global targets 2025 [WWW Document]. URL

https://www.who.int/publications-detail-redirect/9789241513647 (accessed 10.29.21).

World Health Organization, 2014. Global nutrition targets 2025: stunting policy brief [WWW Document]. URL https://www.who.int/publications-detail-redirect/WHO- NMH-NHD-14.3 (accessed 10.29.21).

Dokumen terkait