BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
3. Fundraising dalam Islam
25 3) Social network
Social network atau jejaring sosial merupakan salah media pada jaringan internet yang dapat digunakan dalam sosialisasi dan promosi. Contoh social network yang paling banyak digunakan di Indonesia, bahkan dunia, adalah Facebook. Bahkan di beberapa Negara termasuk Armenia, Facebook menjadi jejaring sosial yang paling banyak digunakan, diikuti setelahnya adalah Youtube, TikTok, Twitter, Linkedin, WhatsApp dan Instagram. Melalui aplikasi ini, para pengguna dapat bertukar informasi, dan berkomunikasi, hingga berbagi album foto, dan menjadi bagian atau anggota dari suatu komunitas atau grup di jejaring sosial tersebut.54
4) Mobile Aplikasi
Mobile aplikasi adalah aplikasi yang telah dirancang khusus untuk platform mobile (misalnya iOS, android, atau windows mobile). Biasanya mobile aplikasi ini bisa di download atau diunduh melalui sistem oprasi mobile, seperti Apple App Store, Android Google Play dan sebagainya.55
3. Fundraising dalam Islam
26
Artinya: Pungutlah sebagaian dari harta-harta mereka (orang kaya) sebagai pungutan zakat, yang dapat mensucikan (harta) mereka dan dapat membersihkan (jiwa) dan do‟akanlah mereka, sesungguhnya do‟amu itu akan menentramkan jiwa mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.56
Kata khudz adalah fiil amr yang berarti memberikan peritah untuk mengambil zakat. Fundraiser sebagai perwakilan LAZ memegang peran penting untuk mengambil zakat dari para agniya’ (muzaki).57 Jadi hukum zakat adalah wajib ‘aini yang artinya kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap umat yang telah memenuhi syarat yang di tetapkan oleh syara‟, seperti telah terpenuhinya haul, nisab dan ketentuan zakat lainya. Zakat memiliki tujuan yang sangat besar guna untuk membersihkan diri mereka dari sikap tamak, rakus, sifat tercela dan sifat kejam terhadap fakir miskin dan orang-orang yang tidak berharta, juga untuk menghilangkan sifat-sifat rendah lainya.58
Perintah menunaikan zakat di dalam al-Qur‟an bisa ditemukan juga pada surah al-Hajj 22:41) yang berbunyi:
56.Al-AllyyAl-Qur‟an dan Terjemahanya, (Bandung: CV Penerbit Diponogoro, 2006), 203.
57Abdul Gofur, Tiga Kunci Fundraising, 86.
58Sayyid Sabiq, Fikih Sunna ter. Muhammad Nasiruddin Al-Albani, (Jakarta:
Cakrawala Publishing, 2012), 58.
27
Artinya : yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyeru berbuat yang biak dan mencegah perbuatan mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.59
Artinya :dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”(Qs. Az-Zariyat: 19).60
2) Al-Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas;
ھّللا ي ض اّبع نْبا نع ھیلع ها لص ّيبّنلا ّ أ ( :امھْنع
,ثی ح لا ك ف ) نمی ْ لا ل ھنع ها ي ض ا اعم ثعب ل ْ ْ ھلا ْمأ يف ص ْ ھْیلع ض ت ْفا ھّللا ّ أ ( :ھیف , خْ
ف ف ّد تف , ْ ھئاین ْغأ ْنم ظ ْفّللا ,ھْیلع فّ م ) ْ ھئا
اخبْلل
59 Al-Ally Al-Qur‟an dan Terjemahanya, (Bandung: CV Penerbit Diponogoro, 2006), 337.
60 Al-Ally Al-Qur‟an dan Terjemahanya,521.
28
Artinya: Dari Ibnu Abbas r. bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengutus Mu'adz ke negeri Yaman ia meneruskan hadits itu dan di dalamnya (beliau bersabda): “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka”.(Muttafaq Alaihii).61
Hadis di atas merupakan perintah Nabi Muhammad Saw. kepada Mu‟adz bin Jabal waktu diutus ke Yaman untuk mengambil zakat dari orang-orang kaya dan akan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Yang dijadikan dalil dari hadits tersebut adalah kalimat “tu’khodzu minaghniyaa ihim” dan “fa turaddu ‘ala fuqaraihim”.
Walaupun bentuk kalimatnya merupakan kalam khabar (kalimat berita biasa), dan juga mabni majhul, tapi maknanya sangat jelas menandaskan bahwa zakat itu harus dipungut oleh pemimpin dan kemudian harus dibagikan kepada orang-orang yang fakir di antara mereka.62
3) Ijma‟ Ulama
Seluruh ulama di belahan dunia sepakat, bahwa zakat merupakan kewajiban yang harus di tunaikan oleh orang-orang yang mampu menurut hukum syara‟. Selain itu, pada masa- masa sahabat Rasulullah juga sepakat untuk menggencar orang-orang yang enggan untuk mengeluarkan zakat.63
b. Sumber-sumber fundraising Lembaga Amil Zakat.
Sumber-sumber pendapatan Negara di zaman Rasulullah Saw. tidak hanya terbatas pada zakat semata, namun ada beberapa sumber pendapatan penting lainnya dalam meningkatkan keuangan Negara, antara lain sebagai berikut:
61 Ibnu Hajar Al-Asqalani, A. Hassan. Tarjamah Bulughul Maram, (CV Penerbit Diponegoro: Bandung, 2002), 265.
62Widi Nopiardo, “Urgensi Berzakat Melalui Amil Dalam PandanganIlmu Ekonomi Islam,” Jurnal Ilmiah Syari‘a Vol. 15, No. 1, (Januari-Juni 2016): 90.
63Nipan Abdul Halim, Mengapa Zakat di Syariatkan, (Bandung: M2S, 2001),24.
29 1) Zakat
Kata zakat berasal dari bahasa Arab, yang artinya suci, tumbuh berkembang, dan berkah. Makna zakat secara bahasa ini mencerminkan harta dan jiwa serta mengandung nilai positif yang dapat dikembangkan berupa kebaikan bagi muzakidan kemaslahatan ekonomi bagi mustahik.64
Zakat sendiri baru disyariatkan pada tahun kedelapan Hijriyah. Pada masa awal-awal Islam, penerimaan pendapatan Negara yang bersumber dari zakat berupa uang tunai, hasil pertanian dan hasil peternakan.
Zakat merupakan unsur penting karena sistem pelaksanaannya yang bersifat wajib, sedangkan tugas negara adalah sebagai ‘amil. Zakat merupakan suatu kewajiban bagi golongan kaya untuk memberikan sebagian hartanya kepada sesama masyarakat sesuai dengan ketentuan syariat.65
2) Infak
Infaq secara bahasa berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan sesuatu.
Sementara menurut istilah syari'at, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan agama Islam.66 Selain itu, kata infaq berarti mendermakan harta yang diberikan Allah Swt. menafkahkan sesuatu pada orang lain semata-mata mengharap ridha Allah Swt. Selain itu infaq juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang dikeluarkan diluar sebagai tambahan dari zakat, yang sifatnya sukarela yang diambilkan dari harta atau kekayaan
64 Sapiudin Shidiq, Fikih Kontemporer, (Jakarta: Kencana, 2017), 199.
65 Muh Fudhail Rahman, “Sumber-Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Negara Islam”, Al-Iqtishad: Vol. 5, No. 2, (Juli 2013 ): 244.
66 Muhammad Sanusi, The Power of Sedekah ( Yogyakarta : Pustaka Insan Madani, 2009), 12.
30
seseorang untuk kemaslahatan umum atau membantu yang lemah.67
Sekala prioritas dalam mengeluarkan infak dijelaskan dalam Qs. al-Baqarah Ayat 215
Artinya: “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui-nya”. (Qs. al-Baqarah 215).68 Berinfak dengan apa saja dari kekayaan (asset) yang dimiliki dan atau apa saja kebaikan yang dibuat dianjurkan oleh banyak ayat Al-qur‟an atau hadis. Infak bisa saja berupa harta, makanan bergizi, serta obat- obatan dan sebagainya.
Kepada siapa saja kamu berinfak? Di dalam ayat tersebut cukup jelas yaitu hendaklah diberikan kepada
67M. Irfan el-Firdausy, Dahsyatnya Shadaqah Meraih Berkah Dari Sedeka Yogyakarta : Cemerlang Publishing, 2009, 14.
68Al-AllyyAl-Qur‟an dan Terjemahanya, (Bandung: CV Penerbit Diponogoro, 2006), 33.
31
ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.
Ibu bapak menjadi prioritas utama terlebih lagi apabila keduanya berusia lanjut atau sudah tidak produktif lagi karena kekurangan fisiologis yang rata- rata turun 10% s.d. 25% dapat memicu ketidak seimbangan emosi. Kita wajib berbuat baik dan termasuk dalam hal ini berkata-kata dengan bahasa yang lemah lembut.69
3) Wakaf
Wakaf adalah Al-habs yang berasal dari kata kerja habasa-yahbisu-habsan adalah menjauhkan orang dari sesuatu atau yang memenjarakan yeng kemudian berkembang menjadi habasa yang berarti mewakafkan harta karena Allah.
Kata wakaf sendiri berasal dari kata kerja wakata (fiil madhi)-yaqifu (fiil mudari)-waqdan (isim masdar), yang berarti berhenti atau berdiri, sedangkan wakaf menurut istilah syara‟ adalah menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tampa digunakan untuk kebaikan.
Dalam pasal 215 ayat 1 Kompilasi Hukum Islam, wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisakan sebagian dari harta benda miliknya dan melembagakanya untuk selama- lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainya sesuai dengan ajaran Islam.70
Tanah sebagai wakaf telah memainkan peran besar dalam masyarakat Islam, misalnya:
1) Lahan yang ditanami di Daulah Turki Utsmani 75%
adalah tanah wakaf.
69 Ruslan, Ayat-Ayat Ekonomi Makna Global dan Komentar. (Yogyakarta:
Aswaja Pressindo, 2014), 66-67
70 Elsi Kartika Sari, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, (Grasindo: Jakarta, 2007), 54.
32
2) Pada masa penjajahan Perancis di Aljazair pertengahan abad 19, separuh dari lahan yang ada adalah tanah wakaf.
3) Di Tunisia pada abad ke-19, sepertiga lahan yang ada adalah tanah wakaf.
4) Di Mesir pada tahun 1949, sekitar seperdelapan dari lahan pertanian adalah tanah wakaf.
5) Di Iran pada tahun 1930, sekitar 30% lahan yang ditanami adalah tanah wakaf.71