Tabel 1.1 Jumlah penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Jumlah Laki-Laki 3245 Orang 49,7
Jumlah Perempuan 3408 Orang 50,3
Jumlah Total 6653 Orang 100%
Sumber : Kantor Camat Buki, 2017
Data diatas menunjukkan bahwa penduduk di Kecamatan Buki Kabupateb Selayar pada tahun 2017 berjumlah 6653 jiwa dengan persentase sebanyak 100%.
Berdasarkan tabel diatas sangat jelas terlihat bahwa penduduk yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dengan persentase 50,3% dari jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki yang persentasenya 49,7%
Adapun mengenai umur penduduk di Kecamatan Buki dari data kantor camat Buki tahun 2017 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 1.2. Jumlah Penduduk Berdasarkan kelompok Umur No Golongan Umur
(tahun)
Jenis kelamin Jumlah
Lk Pr
1 0 - 4tahun 309 251 560
2 05- 14 tahun 630 588 1218
3 15–24 tahun 511 500 1011
4 25–35 tahun 515 540 1055
5 36–54 tahun 710 810 1520
6 55 tahun keatas 560 719 1289
Jumlah 3245 3408 6653 Sumber : Kantor Camat Buki, 2017
Pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa jumlah penduduk menurut kelompok umur yang paling besar di Kecamatan Buki terdapat pada kelompok umur 36-54 tahun yaitu sebesar 1520 jiwa,kemudian disusul oleh kelompok umur 55 tahun keatas yaitu sebesar 1289 jiwa kemudian kelompok umur 05-14 yaitu 1218 jiwa. kelompok umur 25-35 tahun yaitu 1055 jiwa dan kelompok umur 15–
24 tahun yaitu 1011 jiwa dan kelompok umur 0 – 4 tahun yaitu 560 jiwa Disini terlihat bahwa kelompok umur yang paling sedikit adalah kelompok umur 0 - 4 tahun.
D. Ekonomi dan Mata pencaharian
Kecamatan Buki dengan keadaan alam yang berupa dataran rendah dan dataran tinggi dari perbatasan Kecamatan Bontoatene sebelah utara sampai berbatasan dengan kecamatan Bontomanai sebelah selatan. Kecamatan ini merupakan gambaran kepada kita bahwa pada umumnya masyarakat Kecamatan Buki bekerja sebagai Nelayan dan berkebun . Disamping itu pula ada masyarakat yang menjadi Peternak, namun pekerjaan ini bukan menjadi pekerjaan pokok bagi mereka. Sebagian masyarakat di Kecamatan Buki, bekerja pula sebagai Pegawai negeri.
E. Bidang Pendidikan
Kelurahan Leang-leang berada pada daerah transisi antara daratan rendah dan daratan tinggi yang merupakan kawasan desa swakarya. Masyarakat Buki
telah menikmati pendidikan gratis yang telah dicanangkan pemerintah, peningkatan mutu pendidikan yang menjadi pilar pembangunan Kabupaten Selayar telah terlaksana dan telah dirasakan masyarakat Kecamatan Buki. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan fasilitas pendidikan seperti pembangunan dan perbaikan sekolah, penambahan kualitas dan kuantitas guru yang mengajar serta fasilitas pendukung pendidikan lainnya. Tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat pada tebel berikut:
Tabel 1.3.Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan Jumlah
Tidak sekolah 879
Tidak tamat SD 979
Tamat SD 1322
Tamat SMP 788
Tamat SMA 1041
Tamat Akademi 78
Tamat perguruan tinggi 213
F. Agama dan Kepercayaan
Menurut data statistik pemerintah Kecamatan Buki menunjukkan bahwa mayoritas (100%) penduduk Masyarakat Buki beragama Islam. Kesadaran masyarakat yang kuat akan pentingnya shalat lima waktu, sifat relegius itu terlihat dari keseharian masyarakat ketika waktu shalat tiba mereka terlihat antusias melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam terutama masyarakat yang berdomisili di sekitar mesjid yang datang dengan berjalan kaki. Namun ada juga yang shalat di mesjid yang jauh dari rumahnya datang dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Selain itu juga masyarakat sering melakukan pengajian setiap malam jumat yaitu setelah selesai sholat magrib sampai waktu sholat isyah
dimulai yang didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah naik haji walaupun ada sebagian remaja yang ikut serta dalam pengajian tersebut.
Namun pada hari Jumat masyarakat di Kecamatan Buki tidak pernah meninggalkan sholat jumat walupun tugas atau pekerjaan yang sementara mereka kerjakan itu ada, masyarakat yang bekerja sebagai petani, dan peternak pada pukul 11 mereka sudah ada dirumah masing-masing. Jadi sebelum adzan berkumandang mereka sudah di mesjid menunggu shalat jumat tiba. Mesjid yang biasanya dua sampai tiga baris sekarang penuh dengan jamaah Jumat dari anak- anak sampai oang tua hadir di mesjid.
Namun di sisi lain masih ada sebagian masyarakat Di Kecamatan Buki yang masih percaya terhadap hal-hal gaib atau animisme dan dinamisme. Itu bisa dilihat ketika ada masyarakat yang melakukan ritual atau memberi sesembahan ketika sudah melakukan pesta atau selamatan. Membawa makanan turun ke sungai, melepaskan kambing di hutan tergantung hajatnya. Hal ini dilakukan secara turun temurung oleh masyarakat di kecamatan Buki yang masih kental terhadap hal-hal gaib dan tidak bisa ditinggalkan karena sudah menjadi tradisi masyarakat.
Dalam kenyataannya dewasa ini, kepercayaan animisme dan dinamisme dalam implikasi pelaksanaannya sudah berkurang, bahkan sudah hampir tidak tampak. Hal ini disebabkan karena dakwah islamiah yang dilancarkan oleh para ulama, ustadz dan para da’i, sangat berperan besar mengikis dan melunturkan kepercayaan yang bisa membawa orang kepada ke syirikan atau pada kegiatan yang membawa seseorang menjadi musyrik yakni menyerikatkan Allah.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pada Bab V ini, membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang meliputi tentang Model kebijakan pemerataan sekolah gratis pada masyrakat kaum pinggiran dikecamatan Buki kabupaten Selayar dan Permasalahan yang di alami dalam kebijakan pemerataan sekolah gratis bagi masyarakat pinggiran di kecamatan Buki kabupaten Selayar.
1. Cara penerapan kebijakan pemerataan sekolah gratis pada masyarakat kaum pinggiran di kecamatan Buki kabupaten Selayar
Masyarakat sering dikenal dengan istilah society yang membentuk berarti sekumpulan orang yang membentuk sistem, yang terjadi komunikasi dalam kelompok tersebut. Menurut Wikipedia, kata masyarakat sendiri diambil dari bahasa Arab, musyarak. Masyarakat juga biasa diartikan sebagai sekelompok orang yang saling berhubungan dan kemudian membentuk kelompok yang lebih besar, biasanya masyarakat juga diartikan sebagai sekelompok orang yang hidup dalam satu wilayah dan hidup teratur oleh adat didalamnya, Kaum pingiran biasanya di sebut juga kaum marjinal dan masyarakat yang miskin, yang nantinya agar tidak tertinggal dan tidak terisolasi. Kaum marjinal atau kaum pinggiran dalam pendidikan adalah mereka yang terpinggirkan hak akan pendidikan (wajib belajar 9 tahun).
Didalam bermasyrakat ada namanya pendidikan dimana pendidikan ini merupakal lebaga untuk mengembangkan kemampun masyrakat untuk bisa
43
berkembang sesuai tuntutan saman seperti sekarang ini, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum. Pendidikan sangatlah penting karena pendidikan diperlukan untuk meraih kemajuan bangsa di masa depan.
Model kebijakan pendidikan gratis merupakan suatu upaya yang dilakukan pemerintah guna meningkatkan kuwalitas pendidikan di suatuh Negara karna dengan adanya model kebijakan yang beragam yang di canagkan pemerintah dapat membatu masyrakat terkhususnya bagi masyrakat yang kurang mampu oleh karena itu untuk mengatahui model kebijakan yang sudah di canangkan oleh pemerintah oenelti melakukan wawan cara kepada informan yang telah di tentukan.
A. Ibu Andi Rosdiati S.Pd merupakan kepala sekolah SMPN 1 Buki adalah salah satu informan di Kecamatan Buki. Ibu RD beru menjabat sebagai kepalah sekolah SMPN 1 Buki Pada Awal tahun 2017 menggantikan kepalah sekolah sebelumnya.
“…munurut saya model kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan gratis di kecamatan buki yaitu adanya bantuan dana BOS (bantuan oprasional Sekolah) dan juga pemberian beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan yang kurang mampu, dan sekolah ini juga sudah
mencanangkan pendidikan gratis tidak ada lagi pungutan biaya terhadap siswa….”(Wawancara tanggal 17 juli 2017).
B. Ibu Rewati S.Pd. merupakan kepalah sekolah MIS Alasa juga merupakan salah satu informan di Kecamatan Buki Desa mekar indah Kabupaten Selayar.
. “….Kalau saya melihat pendidikan di kecamtan Buki saya rasa hampir semua sekolah sudah menerapkan pendidikan gratis, walapun kebijakan pendidikan gratis yang telah di canangkan oleh pemerintah propinsi atau gubernur sudah di tiadakan atau tidak terlaksana lagi, tetapi pendidikan masih di gratiskan karna masih ada kebijakan baru yang di laksanakan oleh pemerintah daerah dan juga masih ada Dana BOS,dan juga pemberian beasiswa kepada siswa yg kurang mampu.…” (Wawancara pada tanggal 17 juli 2017).
C. Revki Rahmad Anwar S.Pd.i. merupakan guru di sekolah Mis Alasa merupakan informan yang ada di Kecamatan Buki Desa Mekar Indah Kabupaten Selayar.
“…. Menurut saya melihat pendidikan di kecamatan buki khususnya d sekolah ini hampir semua telah menerapkan pendidikan gratis, karna pemerintah telah mencanagkan program wajib belajar 9 tahun bagi masyrakat. Adapun kebijakan nya yaitu seperti pemberian Dana BOS dari pemerintah dan juga pemberian beasiswa bagi masyrakat yang kurang mampu saya rasa seperti itulah kebijakan yang telah di terapkan oleh pemerinta dan telah di laksanakan di sekolah ini….” (Wawancara pada tanggal 17 juli 2017)
D. Kepala sekolah SDI Borong-Borong merupakan informan di kecamatan Buki
“…di sekolah SDI Borong-Borong ini sudah menggratiskan pendidikan terhadap siswanya, karna sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat dan juga kebijakan dari pemerintah daerah yang menginginkan semua masyarakat untuk bias mendapatkan pendidikan untuk meningkatkan kwlitas hidup masyarakat, kebijakan pemerintah yang diterapkan yaitu seperti pemberian danah BOS kepada sekolah-sekolah…”(Wawancara pada tanggal 26 Mei 2015)
E. A.M. Samsul Andin S.Pd merupakan Kepala Sekolah SMA 8 Selayar merupakan informan d I desa Buki Kecamatan Buki Kabupaten Selayar .
“…setelah pendidikan gratis yang di canangkan oleh pemerintah propinsi atau gubernur di tiadakan pendidikan di sekolah ini masih menerapkan system pendidikan gratis walaupu dan dalam hal adanya pembangunan misalnya pembuatan lapangan terkadang menggunakan bantuan dari masyrakat dari hasil rapat yang dilakukan dengan orang tua siswaini dikarenakan untuk meningkatkan fasilitas terhadap siswa. Dan yang menjadi masalah ialah setelah pendidikan gratis dari pemerintah propinsi di tiadakan dan semua smp dalam naungan propinsi bantuan dalam pembangunan inprastruktur sekolah menjadi terhambat,….” (Wawancara pada tanggal 18 juli 2017).
F. Awaluddin merupakan informan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Selayar Merupakan informan di Kabupaten Selayar,
“…menurut sy dek semua sekolah yang ada di Kabupaten Selayar sudah di gratiskan karena sudah ada aturan yang memberikan pendidikan wajib belajar 9 tahun dari pemerintah, walaupun kebijakan pendidikan gratis dari propinsi sudah di tiadakan tetap pendidikannya gratis tidak ada pungutan biaya, dan sekarang aka nada juga kebijakan dari pemerintah daerah tentang pendidikan ratis untuk semua sekolah di kabupaten Selayar pemerintah akan menanggung semuah biaya dari baju sampai alat tulis bagi siswa.….” (Wawancara pada tanggal 07 Agustus 2017)
G. Andika yang merupakan siswa SMAN 8 Selayar merupakan informan kecamatan Buki“….Saya ka’selama sekolah di sini ndak perna ada pungutan biaya dan pembayaran yang dilakukan,karna sekolah ini sudah gatis biaya sekolah yg dikeluarkan hanya untuk keperluan saya sendiri seperti beli buku dan seragam sekolah…”(Wawancara pada tanggal 10 Agustus 2017).
Dari wawancara di atas peneliti mendeskripsikan bahwa pemerataan sekolah gratis pada masyarakat Buki di kabupaten selayar sudah mendapat kebijakan pendidikan gratis dan adapun bentuk kebijakan pendidikan atau sekolah gratis di kecamatan Buki ialah adanya pemberian dana BOS dan juga kebijakan dari pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis untuk masyrakat dalam peningkatan mutu pendidikan.
Meningkatkan mutu lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk menetapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi, olahraga dan seni.
Pemerintah harus berupaya dalam pemerataan pendidikan sampai ke daerah terpencil sekalipun, karena pendidikan sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa indonesia menjadi bangsa yang berkualitas. Pemerintah juga harus selalu meningkatkan mutu pendidikan supaya pendidikan terus berkembang sehingga dengan pendidikan dapat menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang belakangan ini berkembang dengan pesat
2. Permasalahan yang di alami dalam kebijakan pemerataan sekolah gratis bagi masyarakat pinggiran di kecamatan Buki kabupaten Selayar.
Indonesia adalah negara berkembang yang masih mengalami berbagai proses pembangunan. Di sektor pendidikan, Indonesia masih kurang mengembangkan SDM yang dimiliki masyarakat. Sistem pendidikan di Indonesia selalu disesuaikan dengan kondisi politik dan birokrasi yang ada.
Padahal yang lebih penting dalam pendidikan adalah bagaimana pelaksanaan di lapangan, termasuk kurangnya sekolah gratis, terutama di daerah tertinggal.
Permasalahan itu antara lain mengenai keterbatasan daya tampung, kerusakan sarana prasarana ,kurangnya tenaga pengajar, proses pembelajaran yang konvensional, dan keterbatasan anggaran
Perluasan akses sekolah seperti dalam kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan salah satunya dilaksanakan dengan pembangunan serta
penambahan sekolah .Pemerataan pendidikan sangat berhubungan dengan perencanaan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah. Perencanaan pendidikan tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhi, baik faktor dari dalam maupun luar faktor dari luar diri dan lembaga pendidikan. Faktor sarana prasarana, guru, kurikulum, lingkungan, tujuan dan lain-lain mempunyai pengaruh yang besar terhadap pendidikan. perencanaan pendidikan berhubungan dengan masalah pembangunan, karena dengan pembangunan yang baik akan menghasilkan pendidikan yang baik pula
Pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih menjadi persoalan kompleks yang belum juga menemukan solusi tepat menuju ke arah yang lebih baik. Saat ini persoalan pendidikan masih menjadi bahan perdebatan yang tidak kunjung selesai bagi para ahli pendidikan. Pemerintah telah berupaya dengan berbagai cara untuk memajukan pendidikan di Indonesia, namun kenyataannya pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain.
Banyak persoalan pendidikan yang dihadapi di Indonesia. Menurut Ety Rochaety, Pontjorini Rahayuningsih, dan Prima Gusti Yanti (2010: 57-62) Perkembangan dunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Oleh karena itu untuk mengetahui masalah yang di alami dalam pemerataan kebijakan sekolah gratis ini, peneliti melakukan wawancara langsung dengan informan yang telah di tentukan sebelumnya.
a. Ibu Andi Rosdiati S.Pd merupakan kepala sekolah SMPN 1 Buki adalah salah satu informan di Kecamatan Buki. Ibu RD beru menjabat sebagai kepalah sekolah SMPN 1 Buki Pada Awal tahun 2017 menggantikan kepalah
sekolah sebelumnya. “…munurut saya adapun habatan atau masalah yang di
hadapi dalam peberian pendidkan gratis atau sekolah gratis ini terkadang masih lambatnya tersalur bantuan dari pemerintah atau yang bersangkutan
….”(Wawancara tanggal 17 juli 2017).
b. Ibu Rewati S.Pd. merupakan kepalah sekolah MIS Alasa juga merupakan salah satu informan di Kecamatan Buki Desa mekar indah Kabupaten Selayar..
“….Kalaun kendala yang di hadapi mungkin dalam pemerataan sekolah gratis ini terkadang kurangnya pengawasan dalam penyaluran danah dari pemerintah dan terkadang dalam pemberian bantuan terhadap siswa yang seharunya dapat, terkadang ndak terdata di pemerinta yaa intinya kurangnya pengawasan lah. …”(Wawancara pada tanggal 17 juli 2017).
c. Revky Rachmad Anwar S.Pd.I. Merupakan guru di sekolah MIS Alasa juga merupakan informan di Desa Mekar Indah Kecamatan Buki Kabupaten Selayar
“…… sesuai dengan apayang saya ketahui selama saya mengajar di sekolah ini adapun masalh yang biasa terjadi dalam proses kebijakan pemeratan sekolah ini biasanya adanya kendala dalam penyaluran bantuan dari pemerintah baik itu danah BOS maupun beasiswa yang ingin di berikan kepada siswa, dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan pemerintah dalam pemeratan kebijakan ini sehingga terjadi hambatann saya rasa seperti itulah masal yang di alami..”(wawancara tanggal 17 juli 2017).
d. Kepala sekolah SDI Borong-Borong merupakan informan di kecamatan Buki
“…menurut saya sendiri kalau masah atau kendalanya dalam pemerataan
pendidikan gratis terkadang masih lambatki dating bantuan tersebut misalnya dana BOS, biasanya sudah waktunya pencairan tetapi terkadang tertunda mungkin seperti begitulah kendalanya…”(Wawancara pada tanggal 26 Mei 2015)
e. A.MSyamsul Andin merupakan Kepala Sekolah SMA 8 Selayar merupakan informan d I desa Buki Kecamatan Buki Kabupaten Selayar .
“…. Mungkin yang menjadi masalah ialah setelah pendidikan gratis dari pemerintah propinsi di tiadakan, dan semua SMA dalam naungan propinsi.
bantuan dalam pembangunan inprastruktur sekolah menjadi terhambat, dan diharapkan adanya kebijakan perintah yang baru lagi untuk membantu peningkatan kwalitas pendidikan karna kita tahu sekolah ini merupakan sekolah yang baru dan masih butuh pembangunan….” (Wawancara pada tanggal 18 juli 2017).
f. Awaluddinmerupakan informan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Selayar Merupakan informan di Kabupaten Selayar,
“…yaa yang menjadi masalah dalam pemerataan sekolah di selayar terkhususnya di kecamatan Buki ini terkadang kurang efektifnya pendataan dan transportasi dalam pemberian bantuan ini di karenakan banyaknya pulau-pula untuk penyaluran bantuan kepada sekolah- sekolah di kabupaten selayar. inilah sebetulnya yang menghambat, karna kita tahu bahwa semua sekolah memang sudah menggratiskan pendidikan bagi siswanya tapi pasti dalam melakukan sesuatu pasti ada hambatan.….” (Wawancara pada tanggal 07 Agustus 2017).
Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada responden dapat di ketahui bahwa yang menjadi masalah dalam penyaluran bantuan kepada sekolah- sekolah biasanya ada keterlambatan dalam pelaksanaannya dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan, karna diketahui dalam melakukan sesuatu terkadang ada hambatan yang dialami walaupun hambatan itu kecil.
Oleh karena itu diharapkan kepada pemerinta untuk memberikan pengawasan dalam pelaksanaan kebijakan sekolah gratis ini sehingga dalam penyaluran dana gratis kepada sekolah-sekolah bias sesuai waktu yang di sudah ditetapkan guna meningkatkan kuwalitas pendidikan.
Faktor-faktor di atas juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi angka partisipasi sekolah di suatu daerah. Pemerataan pendidikan sangatlah penting dilakukan karena dengan pendidikan dapat menghasilkan masyarakat yang siap menghadapi kondisi apapun dan mampu bersaing dengan negara lain.pendidikan yang lebih fleksibel dan menuntut kreativitas, inovasi, dan kerjasama tim.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan dapat dipengaruhi dari berbagai faktor, baik dari faktor internal maupun factor eksternal
B. Pembahasan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Pendidikan juga merupakan proses belajar seorang individu untuk mengenal dan menghayati norma dan nilai yang berlaku sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan tuntutan prilaku dalam masyarakatnya. Oleh karena itu pendidikan sangat perlu diberikan kepada setiap warga masyrakat. Utuk itu adanya program pemerataan sekolah gratis bagi masyrakat pinggiran terutama di kecamatan Buki kabupaten Selayar sangat diharapkan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat
Untuk mengatasi berbagai persoalan pemerataan Sekolah gratis dibutuhkan adanya upaya yang harus dilakukan pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan terutama untuk daerah terpencil. Kabupaten Selayar dalam rangka mencapai tujuan pemerataan Sekolah Gratis memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan dasar 9 tahun yang dilanjutkan dengan program wajib belajar 12 tahun. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan minimal setingkat SLTA. Sasaran Program ini adalah masyarakat kabupaten Wonosobo yang berusia setinggi tingginya 21 tahun yang belum menempuh pendidikan minimal setingkat SLTA.
Untuk tercapainya tujuan pemerataan pendidikan tersebut, pemerintah Kabupaten Selayar telah merancang draft keputusan Bupati Selayar tahun 2017 tentangKebijakan Program Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Selayar adalah sebagai berikut:
a. Memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sampai dengan jenjang pendidikan setingkat SLTA, atau pada lembaga lain yang menyelenggarakan Program Kegiatan Pendidikan Luar Sekolah yang setara
b. Meningkatkan akses dan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan sampai dengan jenjang tingkat SLTA.
c. Mengalokasikan anggaran bidang pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBD, dimana sekuran-kurangnya 40% digunakan untuk biaya sekolah peserta didik dari keluarga miskin.
d. Membebaskan biaya sekolah dan atau pungutan komite sekolah/madrasah bagi peserta didik dari keluarga miskin sampai dengan jenjang pendidikan setingkat SLTA.
Dengan adanya keputusan tersebut diharapkan dapat membantu dalam melakukan pemerataan Sekolah Gratis di Kecamatan Buki KabupatenSelayar.
Dengan adanya keputusan Bupati tahun 20017 tentang wajib belajar 12 tahun, maka pemerintah Kecamatan Buki Kabupaten Selayar terkhususnya di Kecamatan Buki telah melakukan berbagai cara untuk mendukung keputusan Bupati.
Sedangkan hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Buki Kabupaten Selayar mengatakan bahwa “ upaya yang telah dilakukan untuk pemerataan pendidikan adalah dengan selalu memberikan sosialisasi dan melakukan monitoring kepada siswa SMP/MTs terutama untuk kelas 3 dan klas 6 SD”. Monitoring disini yaitu melakukan pemberian motivasi
kepada siswa untuk melanjutkan ke jenjang sekolah menengah.Dari hasil wawancara di atas diperkuat dari pernyataan penduduk usia sekolah menengah (16-18 tahun) yang tidak melanjutkan sekolah bahwa pemerintah telah melakukan penyuluhan tentang pendidikan di sekolah-sekolah dan juga pemerintah akan memberikan pasilitas sekolah kepada siswa yang kurang mampu.Berdasarkan hasil wawancara disimpulkan bahwa pemerintah Kabupaten Selayar telah memberikan pendidikan gratis terhadap masyrakatnya danjuga memberikan bantuan kepada masyrakat yang kurang mampu untuk mempermudah dalam proses pendidikannya dan adapun hambatan yang biasa dialami dalam kebijakan pemerataan sekolah gratis ialah terlabatnya dalam penyaluran bantuan dan kurang