BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
2. Gambaran Umum Kecamatan Utan
1) Letak geografis
Kecamatan Utan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sumbawa yang terletak di wilayah timur dan sebagian besar terdiri dari dataran rendah karena berada di daerah pesisir utara Pulau Sumbawa dengan ketinggian rata-rata 50meter dari permukaan laut.21
Wilayah Kecamatan Utan memiliki luas 155.42 km2. dengan batas-batas wilayahnya antara lain:
20 Sumbawakap, Bersinergi Mewujubkan Sumbawa Gemilang Yang Berkeadaban, dalam https://sumbawakab.go.id/,diakses tanggal 10 Agustus 2022, pukul 23.11 WIB
21 Profil Kecamatan Utan 2020
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Batulanteh
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Rhee
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Utan
Kecamatan Utan terbagi menjadi 9 desa yaitu desa Stowe Brang, Tengah, Sabedo, Motong, Orong Bawa, Labuhan Bajo, Pukat, Jorok, Balebrang. Letaknya yang memanjang dari Timur ke Barat dengan Laut Flores di bagian utaranya, maka sebagian besar desa - desa di wilayah ini dikategorikan sebagai desa pantai, yaitu terdapat 7 desa berkategorikan desa pantai dan hanya 2 desa sebagai desa berkatagorikan bukan desa pantai.
Seperti daerah – daerah lainnya, Kecamatan Utan mempunyai dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Untuk tahun 2019, di Kecamatan Utan curah hujan mencapai 1101mm dengan jumlah hari hujan selama setahun yaitu 65 hari hujan.
Dalam pembagian desa di wilayah Kecamatan Utan terdapat 1 desa yang jaraknya dari ibukota kecamatan cukup jauh yakni Desa Balebrang yang berkisar +8 km namun keduanya dapat dilalui kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 sepanjang tahun karena kondisi jalan
yang telah diaspal. Kecamatan ini digolongkan sebagai kecamatan yang tidak memiliki wilayah desa sulit.
2) Pemerintahan
Kecamatan Utan adalah salah satu Kecamatan di Wilayah Kabupaten Sumbawa yang terletak di belahan barat Ibu Kota Kabupaten Sumbawa. Pembagian wilayah administrasi hingga Desember 2019, Kecamatan Utan terbagi menjadi 9 desa, 37
dusun, 64 RW dan 172 RT.
Dengan melihat pembagian wilayah administrasi Kecamatan Utan yang cukup luas, maka untuk menunjang kelancaran administrasi pemerintah diperlukan dukungan personel yang mencukupi. Pada tahun 2019 jumlah aparat desa di Kecamatan Utan sebanyak 340 orang. Jumlah Kades dan Sekretaris desa masing-masing desa sebanyak satu orang, kecuali desa Tengah yang tidak memeliki kepala desa dan pelaksana tugas Kepala Desa masih dipegang oleh PLT. Sekretariat Desa (bendahara, dll) sebanyak 27 orang, Pelaksana Teknis (kaur, kasi, dll) sebanyak 27 orang, Pelaksana Kewilayahan (kadus, ketua RT, ketua RW, dll) sebanyak 273 orang dan pegawai desa lainnya (hansip, dll) sebanyak 13 orang.
3) Penduduk
Penduduk Kecamatan Utan tahun 2019 berjumlah 30.468 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebesar15.390 jiwa dan perempuan sebesar 15.078 jiwa dengan sex ratio 102
yang menunjukkan bahwa perbandingan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan penduduk perempuan. Apa bila dibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang ada di Kecamatan Utan, yaitu sebanyak 8.275 rumah tangga, maka rata – tata jumlah anggota rumah tangga dalam setiap rumah tangga adalah 4 orang.
Untuk fasilitas penerangan, dari 8.275 rumah tangga yang ada di Kecamatan Utan hampir sebagian besar menggunakan listrik PLN, baik dengan kilometer sendiri maupun mengalir dari tetangga (tanpa kilometer). Sebanyak 8.271 rumah tangga menggunakan listrik PLN, sementara 4 rumah tangga tidak memiliki akses listrik. Dari keempat rumah tangga tanpa listrik tersebut sebanyak 2 rumah tangga berada di Desa Labuhan Bajo dan 2 rumah tangga berada di Desa Jorok.
4) Social
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak, hal yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah salah satunya penyediaan sarana dan prasarana baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun bidang-bidang lainnya. Di bidang pendidikan penyediaan sarana seperti gedung sekolah, utamanya tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas hampir dijumpai di semua wilayah kecamatan, bahkan hingga ke daerah terpencil sekalipun.
Fasilitas Pendidikan yang ada di Kecamatan Utan pada tahun 2019 terdiri dari 7 TK/sederajat, 24 SD/sederajat, 7 SMP/sederajata, dan 4 SMA/sederajat. Dari seluruh taman kanak- kanak tersebut memiliki anak didik sebanyak 478 dengan diasuh oleh 27 orang guru taman kanak-kanak. Untuk sekolah dasar, jumlah guru yang tersedia sebanyak 223orang dengan peserta didik sebanyak3.875 siswa. Untuk jenjang pendidikan SMP/sederajat ada sebanyak 96 guru dengan peserta didik sebanyak 1.570 siswa.
Untuk jenjang pendidikan SMA pada tahun 2019 ada sebanyak 47 guru dengan peserta didik sebanyak 602 siswa. Di bidang kesehatan, di Kecamatan Utan terdapat 1 puskesmas, 2 pustu, 10 poskesdes/polindes dan 1 apotek.
Sedangkan untuk tenaga kesehatan ada sebanyak 72 orang.
Sementara itu dari data BKKBN pada tahun 2019 dari 6.714 pasangan subur yang ada di kecamatan Utan sebesar 5.668 menjadi peserta KB aktif, ini menunjukann angka pencapaianpeserta KB untuk Kecamatan Utan mencapai 84,42%. Pencapaian tertinggi terjadi di Desa Tengah, yaitu sebesar 90,81%. Dari beberapa jenis alat kontrasepsi yang dianjurkan, alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntikan, yaitu sebesar 1.818 akseptor KB.
Mayoritas penduduk Kecamatan Utan beragama Islam yaitu sekitar sebanyak 32.268 jiwa sementar untuk penduduk non muslim didominasi oleh penduduk beragama Hindu yaitu sekitar 1.417 jiwa, kemudian
disusul oleh penduduk beragama Protestan kemuadian Katolik.
5) Pertanian
Sektor Pertanian masih merupakan andalan di wilayah Kabupaten Sumbawa umumnya termasuk Kecamatan Utan. Dalam pengertian luas, sektor pertanian meliputi sub sektor pertanian tanaman bahan makanan, peternakan, perikanan, perkebunan, hortikultura dan kehutanan. Sub sektor pertanian tanaman bahan makanan merupakan sub sektor yang memiliki korelasi dengan luas lahan, disamping iklim dan curah hujan.
Pada sub sektor pertanian, terutama untuk tanaman padi palawija, produksi pada tahun 2018 secara umum mengalami peningkatan jika dibangdingkan dengan produksi pada tahun 2017. Untuk tanaman padi pada tahun 2018 terjadi peningkatan sebesar 5,16% dibandingkat tahun 2017, yaitudari 16.096 ton menjadi 16.926 ton. Sementara itu untuk tanaman jagung pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 6,55% jika dibandingakan dengan tahun 2017, yaitu dari 31.808 ton menjadi 33.891 ton.
Selain tanaman padi dan palwija Kecamatan Utan dikenal sebagai wilayah penghasil srikaya di Kabupaten Sumbawa.
Untuk sub sektor peternakan didominasi oleh ternak besar, yaitu Sapi. Selain ternak besar banyak penduduk yang mengusahakan ternak kecil yang didominasi oleh kambing. Pada tahun 2019 populasi sapi di Kecamatan
Utan mencapai 14.656 ekor, yang terdiri dari 4.055 ekor sapi jantan dan 10.601 ekor sapi betina. Sementara itu populasi kambing mencapai 3.103 ekor, yang terdiri dari 653 kambing jantan dan 2.450 ekor kambing betina.
6) Industry
Aktivitas industri kecil dan kerajinan rumahtangga sangat dipengaruhi oleh musim yang mana pada musim kemarau industri dan kerajinan rumahtangga selalu menunjukkan peningkatan, tetapi sebaliknya di musim hujan jumlah industri dan kerajinan rumah tangga tersebut cenderung menurun misalnya industri batu bata yang akan lebih aktif pada musim kemarau.
Beberapa industri kecil di Kecamatan Utan antara lain industri makanan/minuman, dan industri kayu, dan batu bata/batako, penggilingan padi, dan garam. Di Kecamatan Utan industri yang mendominasi adalah industri makanan/minuman, yaitu sebanyak 215 usaha, sementara itu untuk industri penggilingan padi di kecamatan utan ada sebanyak 15 usaha penggilingan.
7) Perhubungan
Prasaran transportasi yang memadai merupakan salah satu penunjang kegiatan ekonomi yang sangat penting, salah satunya adalah jalan. Dengan adalnya prasarana jalan yang baik akan memberikan kemudahan baik mobilitas penduduk maupun kemudahan penduduk dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka, mengingat sebagian penduduk di Kecamatan Utan mayoritas
berusaha di bidang pertanian. Di Kecamatan Utan panjang jalan yang ada di mencapai 64 km, dimana sebagian besar jalan sudah diaspal/beton dan dapat dilalui kendaraan roda empat sepanjang tahun. Sementara itu pada tahun 2019 semua desa di Kecamatan Utan mengandalkan listrik dari pemerintah untuk penerangan jalan di desa.
8) Keungan dan harga
Untuk menunjang kegiatan ekonomi tedapat beberapa sarana dan prasarana ekonomi di Kecamatan Utan, di mana terdapat 1 pasar dengan bangunan permanen yang berada di Desa Motong, 4 mini market, 384 toko/warung kelontong, 8 restoran/rumah makan, 36 warung, serta 1 homestay yang ada di Desa Stowe Brang.
Selain beberapa sarana ekonomi di atas, di Kecamatan Utan juga terdapat beberapa jasa lembaga keuangan, yaitu 5 bank dan 9 koperasi Gambaran harga ternak di Kecamatan Utan selama tahun 2019 dapat dilihat dalam tabel 8.1. Hewan ternak yang tercakup sebanyak 9 jenis antara lain kerbau, sapi, kuda, kambing, domba, ayam kampung, ayam ras, bebek dan itik.
3. Gambaran umum Desa Jorok