• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

BAB II. PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Paparan Data

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

menyelenggarakan pengajian kitab kuning54 yang tujuannya untuk mendalami ajaran agama melalui kajian kitab kuning, kemudian Ustadz Sami‟un menyetujui permintaan mereka. Kitab yang mereka kaji antara lain Fathul Qarib (ilmu fiqh) dan Syarah Dahlan (ilmu nahwu), jadwal pengajian mereka diselenggarakan pada malam Selasa dan Rabu.

Tahun 1997 TGH M. Syafi‟i (Bile Kedit) mengetahui bahwa sepupunya ustadz Sami‟un menyelenggarakan pengajian dikediamannya, kemudian dia menyuruh salah satu muridnya Haji Muslehuddin untuk mengikuti pengajian di ustadz Sami‟un, murid tersebut berasal dari desa Rurut Kecamatan Kumbak Kabupaten Lombok Tengah. Ustadz Sami‟un memberikan waktu pengajian untuknya pada hari Rabu dan Sabtu.

Setelah beberapa tahun berjalannya pengajian kitab kuning tersebut, sebagian warga masyarakat tergugah hatinya untuk mengikuti pengajian. Pada tahun 1998 warga masyarakat meminta agar dibuatkan jadwal pengajian seperti yang diselenggarakan oleh mereka yang mengkaji kitab kuning. Melihat ketertarikan warga masyarakat yang mau mengikuti pengajian, Ustadz Sami‟un membuatkan jadwal pada malam Senin, Kamis dan Sabtu.55

54 Kitab kuning adalah kitab-kitab keagamaan berbahasa arab, melayu atau jawa atau bahasa-bahasa lokal lain di Indonesia dengan menggunakan aksara arab yang selain ditulis oleh ulama di timur tengah juga ditulis oleh ulama Indonesia sendiri. Lihat, Samsul Nizar, Sejarah Sosial & Dinamika Intelektual Pendidikan di Nusantara, (Jakarta: Kencana, 2013), hlm. 147.

55Ustadz Sami‟un, wawancara, Bile Kedit, Jum‟at, 1 November 2019.

Warga masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji (calon haji) meminta diajarkan manasik haji dan umrah. Keinginan mereka dipenuhi dengan dibuatkan jadwal khusus untuk pengajian calon haji, meskipun tidak banyak jama‟ah yang mengikuti pengajian ini namun aktivitas pemberian materi tetap berlangsung. Jama‟ah yang menghadiri pengajian ini tidak hanya dari Dusun Bile Kedit saja, bahkan ada yang dari Dusun Lintak Buwur, Dusun Kuripan dan Dusun Tempos.56

Masyarakat menyadari bahwa mereka kurang ilmu pengetahuan tentang agama menjadi salah satu penyebab berdinya majelis ta‟lim Selaparang karena pembinaan keagamaan ditujukan untuk masyarakat yang memang kurang berilmu dan juga untuk mereka yang berilmu. Tujuan yang diharapkan oleh para jama‟ah agar tercapainya masyarakat yang berilmu dan beramal saleh.

Alasan warga masyarakat meminta untuk diberikan pembinaan keagamaan karena menurut mereka ustadz Sami‟un mampu dalam memberikan bimbingan dalam hal agama, sebab ustadz Sami‟un memang ahli dalam bidang agama terlihat dari sejak beliau menempuh pendidikan agama yang lumayan cukup lama yaitu 12 tahun di pondok pesantren Selaparang dan beliau juga

56 Ibid.

menjadi pembina pondok pesantren Selaparang selama beberapa tahun.57

Berdasarkan dari pengajian yang dilaksanakan di kediaman ustadz Sami‟un yang berlangsung dari tahun 1985 sampai sekarang, nama tempat pengajian adalah bale pengajian (rumah tempat mengadakan pengajian. Pada hari Rabu 08 Juli 2015 bale pengajian dirubah menjadi Majelis ta‟lim Selaparang Dusun Bile Kedit.

Peneliti mengetahui dari surat pernyataan wakaf untuk majelis ta‟lim.58

b. Letak Geografis Majelis Ta’lim Selaparang

Majelis ta‟lim Selaparang terletak di Dusun Bile Kedit Selatan Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Majelis ta‟lim Selaparang berdiri di Dusun Bile Kedit, dengan batas wilayah:

Sebelah utara : Dusun Bermi

Sebelah selatan : Dusun Karang Langko Sebelah timur : Dusun Monto

Sebelah barat : Dusun Bile Kedit Barat

Secara umum letak majelis ta‟lim Selaparang Dusun Bile Kedit terletak di Jln. Soekarno – Hatta, arah selatan dan timur menuju Baypas bandar internasional Lombok. Majelis ta‟lim Selaparang Dusun Bile Kedit berada di tengah-tengah masyarakat

57 Azhar, Wawancara, Bile Kedit, Sabtu 2 November 2019.

58 Lihat lampiran surat pernyataan wakaf dan denah lokasi majelis ta‟lim Selaparang.

dan satu wilayah dengan pondok pesantren Mi‟rojussalam Bile Kedit Barat, pondok pesantren Darussalam Bermi dan Pondok Pesantren Al-Mahmud Aik Ampat.

c. Mu’allim/Ustadz

Majelis ta‟lim pada umumnya diasuh, dibina, dan dibimbing oleh mu‟allim/guru/ustadz baik secara individu maupun kelompok.

Begitu juga dengan majelis ta‟lim Selaparang yang diasuh oleh ustadz Sami‟un sebagai mu‟allim sendirian, karena majelis ta‟lim Selaparang ini merupakan milik pribadi bukan kelompok. Walaupun seorang diri mengasuh majelis ta‟lim, ustadz Sami‟un tidak pernah absen dalam memberikan pengajian atau pembinaan kepada para jama‟ahnya.

Mu‟allim juga sebagai figur panutan para jama‟ah maupun masyarakat karena kehadiran mu‟allim di dalam mengisi pengajian atau memberikan pembinaan keagamaan sangat menentukan bagi kehidupan masyarakat atau jama‟ah. Kesuksesan mu‟allim dalam menjalankan misi pendidikan yaitu memanusiakan manusia tercermin dari sikap keagamaan para jama‟ah berupa perubahan kehidupan jama‟ah dari sebelum mengikuti pembinaan keagamaan sampai setelah mengikuti pembinaan keagamaan.

Mu‟allim disuatu majelis ta‟lim tidak diragukan lagi masalah keilmuannya. Masyarakat jauh-jauh hari sudah memperhatikan cara pengamalan ilmu yang dimiliki seorang mu‟allim. Selain

menentukan sendiri pilihannya masyarakat juga sering mencoba atau mengevaluasi sampai mana ilmu yang dimiliki oleh calon mu‟allim mereka, caranya sebagian warga meminta jawaban dari permasalahan yang sudah ditanyakan pada tokoh agama atau kepada tuan guru, setelah menelaah jawaban tersebut jika sesuai dengan jawaban yang didapatkan dari tokoh agama atau tuan guru atau bahkan melebihi dari jawaban terdahulu barulah diketahui bahwa orang ini pantas menjadi mu‟allim ditempatnya.59

d. Jamaah Majelis Ta’lim Selaparang

Jamaah majelis ta‟lim Selaparang dusun Bile Kedit terbagi menjadi beberapa kelompok60, diantaranya : a. kelompok pengajian untuk orang tua, b. kelompok pengajian untuk tokoh agama, c.

kelompok pengajian untuk tullab ma‟had dan mudabbir ponpes Selaparang, dan d. kelompok pengajian untuk calon haji.61 Pengelompokan jama‟ah ini dilakukan Pembina majelis ta‟lim agar penyampaian materi sesuai dengan kebutuhan jama‟ahnya. Jumlah jama‟ah perkelompok bisa dilihat dari tabel berikut ini:

59 Azhar, Wawancara, Bile Kedit, Sabtu 2 November 2019.

60 Observasi, Senin, 4 November 2019.

61Lihat lampiran data jama‟ah majelis ta‟lim Selaparang.

Tabel 2.1

Data jumlah jama’ah berdasarkan kelompok pengajian di majelis ta’lim Selaparang pada tahun 201962

No Kelompok pengajian Jumlah

1 Pengajian orang tua 40 orang

2 Pengajian tokoh agama 6 orang

3 Pengajian Mudabbir ponpes Selaparang Kediri

8 orang 4 Pengajian Tullab Ma‟had Ali Zainul

Hafidz Selaparang Kediri

9 orang

5 Pengajian calon Haji 8 orang

Mayoritas jama‟ah majelis ta‟lim Selaparang ini dari warga masyarakat Dusun Bile Kedit. Dan juga kebanyakan yang memiliki pendidikan rendah, walaupun sebagian bisa dikatakan berpendidikan sampai menyandang gelar sarjana, namun ketertarikan mereka menuntut ilmu kian tinggi tanpa memandang status pendidikan dari teman-teman jama‟ah yang mengikuti pengajian.

Jama‟ah yang mengikuti pengajian selain dari pengajian umum untuk masyarakat tidak pernah bertambah. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Mahrun salah satu jama‟ah majelis ta‟lim Selaparang:

62 Dokumen majelis ta‟lim Selaparang, Dokumentasi, Minggu 3 November 2019.

Batur-batur saq milu ngaji leq majelis ta‟lim ne ye pade beromboq, araq sebagian saq berkurang gare-gare sakit parah maraq entan struk, lumpuh, kance ketoaan, araq endah saq lalo merariq jok luah gubuk araq saq mbilinan. Jari seandain ndeq endeq araq penyebab kurang jama‟ah lamun terekeng sekiter 130-an kance ite ngaji leq majelis ta‟lim ne.63

Maksud informan di atas adalah jama‟ah pengajian umum untuk masyarakat dari tahun ke tahun selalu bertambah, yang jadi penyebab berkurangnya jama‟ah adalah karena sakit parah yang mengharuskan untuk tidak bisa mengikuti pengajian, penyakit tersebut seperti struk, lumpuh, dan lanjut usia, serta berkurangnya jama‟ah karena menikah ke luar dusun Bile Kedit dan meninggal dunia.

e. Kitab yang dikaji

Pembinaan keagamaan dilakukan pembina majelis ta‟lim merujuk pada kitab-kitab berbahasa Arab dan berbahasa Melayu.

Kitab-kitab tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Kitab untuk pengajian H. Musleh antara lain:

a. Tanqĩhul Qaul (Hadits);

b. Qotrul Ghaits (Tauhid);

c. Dardir/Qishshatul Mi‟roj (Tarikh);

d. Majaratus Saniyyah (Nahwu);

e. Kafrãwi (Nahwu);

f. Syarah Dahlãn (Nahwu).

63 Mahrun, Wawancara, Bile Kedit, Senin, 4 November 2019.

Pengajian yang dilaksanakan oleh Haji Muslehuddin ini tidak seperti pengajian kebanyakan orang, karena Haji Muslehuddin ini dikategorikan penghulu dari desanya. Itulah sebabnya pengajian yang digeluti tidak terpaku dalam satu kitab, bahkan setiap dia menemukan kitab yang menurutnya menarik untuk dikaji langsung dibeli dan dikaji.64

2. Kitab untuk pengajian umum masyarakat antara lain:

a. Sifat Dua Puluh (Tauhid);

b. Shirõjul Huda (Tauhid);

c. Minhãjus Salãm (Fiqh);

d. Masãilatul Mubtadi (Fiqh);

e. Perukunãn (Fiqh);

f. Tanbĩhul Ghãfilĩn (Hadits);

g. Daqaiqul Akhbar;

h. Shĭrus Salikĭn.65

Melihat masyarakat yang mayoritas pendidikannya tidak lulus sekolah dasar (SD) maka, kajian kitab pada pengajian umum untuk masyarakat ini kebanyakan menggunakan kitab berbahasa Arab Melayu tujuannya agar masyarakat lebih mudah memahami isi kitab-kitab yang dikaji. Walaupun ada sebagian jama‟ah yang pendidikannya sampai SLTA namun disetarakan kitab yang dikaji.

64 Ustadz Sami‟un, wawancara, Bile Kedit, Jum‟at, 1 November 2019.

65 Observasi, Senin, 4 November 2019.

3. Kitab untuk pengajian jamaah haji adalah kitab Manasik Haji dan Umroh66. Pengajian jama‟ah calon Haji menggunakan kitab Arab Melayu. Kitab ini khusus membahas tentang Haji dan Umrah tidak memakai kitab fiqh yang ada pembahasan tentang haji dan umrah. Karena kalau menggunakan kitab fiqh yang materinya luas seperti Thaharah, Shalat, Puasa, Zakat, Haji, Mu‟amalah, Munakahat dan Jinayat akan menghambat pemahaman jama‟ah mengenai haji dan umrah, oleh karena itu untuk memberikan kemudahan bagi jama‟ah kitab inilah pilihan yang tepat.67

4. Kitab untuk pengajian anak pondok antara lain:

a. Kifãyatul Awãm (Tauhid);

b. Fathul Qorĭb (Fiqh);

c. Asymãwi (Nahwu); 68

Kajian kitab yang dilaksanakan oleh mudabbir pondok pesantren selaparang merupakan lanjutan dari pengajian mereka yang diajarkan oleh ustadz Sami‟un di pondok pesantren Selaparang. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mudabbir pondok pesantren Selaparang Taqwim, kepada peneliti:

Tiang kance batur-batur mutakharrijin malik nunas aden tebeng jadwal pengajian isiq ustadz Sami‟un, tujuan aden saq telanjutan materi pengajian saq sampun ite pade terinaq

66 Observasi, Rabu, 6 November 2019.

67 Ustadz Sami‟un, wawancara, Bile Kedit, Jum‟at, 1 November 2019.

68 Observasi, Jum‟at, 8 November 2019.

pas masih ma‟had laeq, pengajian lanjutan nike sifatn lebih tepedalem ketimbang saq uah.69

Informan di atas menjelaskan bahwa, Setelah kami para mudabbir diajarkan di ma‟had ali Zainul Hafidz Selaparang Kediri Lombok Barat merasa ingin pengajian dilanjutkan agar tidak hanya sekedar didapatkan di ma‟had saja, itulah sebabnya mereka mengadakan pengajian lanjutan di majelis ta‟lim Selaparang ini.

5. Kitab untuk pengajian tokoh agama antara lain:

a. Tafsir Shõwĩ (Hasyiyyah Tafsir Jalalain);

b. Kifãyatul Awãm (Tauhid);

c. Hasyiyyah Sanũsiyyah (Tauhid);

d. Qotrul Ghaits (Tauhid);

e. Tijanud Darõri (Tauhid);

f. Fathul Qorĩb (Fiqh);

g. Tausikh (Hasyiyyah Fathul Qorĩƅ) (Fiqh).70

Kitab-kitab yang dikaji semuanya berbahasa arab karena yang menjadi jama‟ah antara lain tokoh agama, ustadz, sarjana dan mahasiswa. Pelaksanaan pengajian ini berbeda dengan pengajian jama‟ah yang lain, bedanya pada cara penyampaian seperti muzakarah (diskusi) yang tujuannya tiada lain untuk memperdalam pengetahuan dengan menambahkan pembahasan dari kitab-kitab

69 Taqwim, wawancara, Bile Kedit, Selasa, 5 November 2019.

70 Observasi, Selasa, 5 November 2019.

yang lebih tinggi tidak terfokus hanya menjelaskan isi kitab-kitab yang dikaji saja.71

f. Kegiatan Pengajian Majelis Ta’lim Selaparang

Majelis ta‟lim Selaparang sebagai wadah Pembinaan keagamaan masyarakat memiliki jadwal pengajian rutin untuk jama‟ahnya sebagai berikut;

Tabel 2.2 Jadwal pengajian72

71 Haji Rahmatullah. Wawancara, Bile Kedit, Rabu, 6 November 2019.

72 Jadwal pengajian majelis ta‟lim Selaparang, Dokumentasi, Minggu 3 November 2019.

No Hari/Waktu Keterangan Mu’allim

1 Malam Minggu Pengajian tokoh agama Ustadz Sami‟un Minggu pagi Pengajian Mudabbir

ponpes Selaparang

Ustadz Sami‟un 2 Malam Senin Pengajian tokoh agama Ustadz Sami‟un Senin pagi Pengajian orang tua Ustadz Sami‟un 3 Malam Selasa Pengajian orang tua Ustadz Sami‟un Selasa sore Pengajian Tullab

Ma‟had

Ustadz Sami‟un

Jadwal pengajian ini disusun sesuai dengan kesepakatan antara jama‟ah dengan ustadz Sami‟un. Jadwal pengajian biasanya diliburkan pada bulan tertentu seperti bulan Rabi‟ul Awwal (Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW) dan Bulan Ramadhan (Bulan Puasa). Pengajian terpaksa diliburkan karena tradisi pada bulan

4 Malam Rabu Pengajian tokoh agama Ustadz Sami‟un Rabu pagi Pengajian calon haji Ustadz Sami‟un 5 Malam Kamis Pengajian tokoh agama Ustadz Sami‟un 6 Malam Jum‟at Pengajian orang tua Ustadz Sami‟un Jum‟at pagi Pengajian tokoh agama Ustadz Sami‟un Jum‟at sore Pengajian mudabbir

ponpes Selaparang

Ustadz Sami‟un 7 Malam Sabtu Pengajian Tullab

Ma‟had

Ustadz Sami‟un Sabtu pagi Pengajian tokoh agama Ustadz Sami‟un Sabtu sore Pengajian Tullab

Ma‟had

Ustadz Sami‟un

maulid Nabi Muhammad SAW. sebagian jama‟ah pergi untuk memenuhi undangan maulid dari sanak keluarga atau teman, kalau dilaksanakannya pengajian sebagian dari jama‟ah tidak dapat mengikuti pengajian.73

Dokumen terkait