• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

60

Luas Bangunan : 2629 m2

Pagar : 326 m

a. Gedung Sekolah

Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Meskipun masih ada 6 kelas menggunakan bangunan lama, jumlah ruang kelas cukup memadai untuk menunjang kegiatan belajar.

C. Visi Misi 1. Visi

Mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi sekarang ini, serta sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.

2. Misi

a. Menumbuhkan semangat pengamalan nilai-nilai dan ajaran agama yang dianutnya;

b. Melaksanakan Pembelajaran dan BK yang Berstandar Nasional Pendidikan dengan mengaktifkan peranan MGMP di tingkat sekolah;

c. Meningkatkan kualitas kinerja Pendidikdan Tenaga Kependidikan sebagai upaya pemenuhan pelayanan optimal;

d. Meningkatkan pembinaan terhadap bakat dan minat peserta didik melalui kegiatan Olahraga, sen iserta keterampilan yang ramah lingkungan;

e. Mendorong pemanfaatan berbagai sarana, media dan sumber belajar serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

f. Membina komunikasi dan kerjasama Orang Tua Peserta Didik, dengan mengoptimalkan peran Komite Sekolah.

Adapun struktur organisasi yang dimiliki oleh SMA 14 Makassar

Gambar 4.1

Struktur organisasi SMA 14 Makassar

Adapun tugas masing-masing dari bagian-bagian SMAN 5 Takalar a. Kepala Sekolah : Memberikan bimbingan, bantuan,

pengawasan dan penilaian pada masalah-

Kepala Sekolah Nurhidayah, S.Pd. M.Pd.

keuangan.

Kep. TU

prasar. kesiswaan. .kepegawai an

.adm

w. kurikulum w. kesiswaan w. keuangan w. ketenagaan w. humas w. prasar

Kepala LAB

l.

Media l.Kma l. Bhs l.

Kmptr l. Seni l. Fsk

K. Perpustakaan

Perpustakaan

Kor. BK

Wali Kelas

masalah yang berhubungan dengan teknis pengembangan pendidikan

b. Kepala TU : Menyusun program kerja tata usaha sekolah, pengelolaan keuangan sekolah, pembinaan dan pengembangan karir pegawai

c. Wakasek Kurikulum : Memahami dan mengkaji pelaksanaan kurikulum dan pengembangan K13, menyusun pembagian tugas guru, mengkoordinasikan dan menggerakkan kegiatan sekolah

d. Wakasek Kesiswaan : Menyusun program pembinaan kesiswaan, melaksanakan bimbingan dan pengarahan kegiatan OSIS, membina dan melaksanakan 7K

e. Wakasek Keuangan : Bersama bendahara komite sekolah mengkoordinir dan melaksanakan pengumpulan sumbangan

f. Wakasek Humas : Mengatur dan menyelenggarakan hubungan baik antara sekolah dengan komite sekolah, menampung saran-saran dan pendapat masyarakat demi kemajuan sekolah.

g. Wakasek Sarpras : Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, menyusun program kebersihan, keindahan, dan keamanan lingkungan.

h. Kepala LAB : Mengkoordinasi kegiatan praktikum dengan guru, menyusun jadwal kegiatan laboratorium, dan memantau kegiatan praktikum di laboratorium.

i. Kepala Perpustakaan : Merancang pengadaan buku-buku perpustakaan, pengurusan pelayanan perpustakaan, dan memelihara buku-buku bahan perpustakaan.

65 BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Pola Komunikasi Antara Guru dan Siswa Pada Proses Belajar Mengajar di SMAN 14 Makassar

Komunikasi adalah pengalihan informasi dari satu orang ke orang lain. Komunikasi merupakan cara untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain baik berupa ide, fakta, pikiran, serta nilai-nilai. Komunikasi yang baik adalah jalinan pengertian antara pihak yang satu dengan yang lainnya, sehingga apa yang di komunikasikan dapat dimengerti, dipikirkan dan akhirnya dilaksanakan. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Ibu Nurhidayah S.Pd. M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 14 Makassar pada tanggal 26 November 2020:

“Kalau dari saya komunikasi yang saya lakukan khususnya tiap hari senin saya berunding dengan siswa-siswa disini tentang keadaan kelas gimana mereka dapat menjaga kelas dan juga prestasi mereka dan saya tentunya memberikan masukan- masukan kepada mereka agar lebih dapat berprestasi lagi”

Hasil wawancara di atas menunjukkan komunikasi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 14 Makassar yaitu mengajak siswa-siswa SMAN 14 Makassar untuk berunding khususnya hari senin menanyakan keadaan kelas serta memberikan arahan-arahan dalam meningkatkan prestasi mereka. Adapun hasil wawancara yang dilakukan kepada Pak Bakri S.Pd. M.Pd selaku Wakasek Kesiswaan SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Komunikasi yang saya lakukan dengan siswa pada saat di ruang belajar tentunya memberikan penjelasan terkait pembelajaran saat awal masuk kelas, menjelaskan teori-teori mata pelajaran yang dibawahkan, setelah itu komunikasi selanjutnya memberikan umpan balik antara guru dan siswa sehingga saya dapat mengetahui hal-hal apa yang belum dipahami oleh siswa terkait mata pelajaran yang saya bawakan”.

Hasil wawancara di atas menunjukkan pola komunikasi SMAN 14 Makassar pada saat di ruang pembelajaran saat awal masuk dalam ruaangan kelas komunikasi dilakukan dengan cara menerangkan teori-teori terkait mata pelajaran yang dibawakan dan setelah menjelaskan teori guru akan berusaha melakukan komunikasi umpan balik guna untuk mengetahui hal- hal apa yang belum dipahami oleh siswa terkait pelajaran yang dibawakan.

Komunikasi juga terkadang dipengaruhi oleh wewenang dan tanggungjawab yang diberikan sehingga terkadang komunikasi terjadi secara formil, hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Pak Rasyid S.Pd selaku Guru Olahraga SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Komunikasi yang saya lakukan saat di ruang belajar itu tergantung kondisi kelas terkadang komunikasi yang saya lakukan bersifat formil dan juga informal, seperti pada saat saya memberikan arahan dan nasehat kepada siswa saya harus bersikap formil namun pada saat di lapangan untuk mengetahui kondisi siswa saya saya harus berkomunaksi secara informil agar siswa juga lepas bebicara dengan saya agar saya bisa tahu keadaan siswa saya pada saat itu”.

Berdasarkan hasil wawancara di atas pola komunikasi yang dilakukan oleh guru olahraga SMAN 14 Makassar disesuaikan dengan kondisi kelas terkadang komunikasi dilakukan secara formil dan juga

informil, komunikasi formil dilakukan pada saat guru memeberikan arahan dan juga nasehat agar siswa dapat menerima penyampaian oleh guru dengan baik, sedangkan komunikasi informal dilakukan apabila guru ingin mengetahui kondisi yang dirasakan oleh siswa saat pembelajaran dilakukan agar siswa dapat berbicara dengan lepas kepada guru.

Adapun pola komunikasi yang dilakukan kepada Ibu Sry Astutui S.Sn guru seni dan budaya SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Pola komunikasi yang saya lakukan kepada siswa pada saat proses pembelajaran yah seperti biasanya saya menerangkan mata pelajaran yang saya bawakan dan juga meberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami, dengan begitu komunikasi akan berjalan dengan lancar karena adanya komunikasi dari atas ke bawah dan juga adanya komunikasi dari bawah ke atas”.

Berdasarkan hasil wawancara di atas menjelaskan pola komunikasi yang dilakukan oleh guru seni SMAN 14 Makassar dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar karena adanya komunikasi yang dilakukan terkait mata pelajaran yang dibawakan.

Beragamnya metode komunikasi yang digunakan guru SMAN 14 Makassar terhadap siswa SMAN 14 Makassar, interaksi antara guru dan siswa berjalan dengan baik, hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada Pak Rivai S.Pd selaku guru sosiologi pada tanggal 25 November 2020:

“Yah komunikasi berjalan dengan lancar antar guru dan siswa karena metode komunikasi di dalam ruang belajar juga memberikan keluwesan kepada siswa untuk berkomunikasi dengan guru sehingga siswa juga tidak merasa tegang”.

Hasil wawancara di atas menunjukkan komunikasi antara guru dan siswa di SMAN 14 Makassar berjalan dengan lancar karena guru SMAN 14 Makassar memberikan keluwesan kepada siswa SMAN 14 Makassar untuk berbicara kepada guru sehingga siswa SMAN 14 Makassar tidak merasakan ketegangan dalam berkomunikasi kepada guru. Hasil wawancaara ini juga sesuai dengan wawancara yang dilakukan kepada Ibu Sry Astuti S.Sn selaku guru seni dan budaya SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Komunikasi di kelas dengan murid yah berjalan dengan lancar, murid di sekolah ini juga aktif sekali dalam setiap mata pelajaran hal itu terjadi dikarenakan guru di SMA ini selalu memberikan kebebasan kepada murid dalam pembelajaran agar adanya umpan balik dari siswa sehingga hal itu juga akan membantu siswa untuk mencari ilmu pengatuhan yang belum ia ketahui”.

Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan komunikasi antara guru dan siswa dalam ruangan kelas berjalan dengan baik dikarenakan komunikasi yang diberikan oleh guru kepada siswa memberikan kebebasan kepada siswa untuk berbicara sehingga terjadi umpan balik antara guru dengan murid atau siswa SMAN 14 Makassar.

Komunikasi khusus juga sangat diperlukan dalam proses pembelajaran dan juga di luar proses belajar mengajar karena dengan komunikasi yang dilakukan secara khusus kepribadian dari siswa dapat lebih dalam dipahami. Adapun hasil wawancara yang telah dilakukan

kepada Pak Rivai S.Pd selaku guru sosiologi SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Yah itu pasti terkadang komunikasi secara khusus dilakukan kepada siswa seperti jika siswa melakukan pelanggaran maka kami akan mencoba bekomunikasi kepada mereka secara khusus agar mengetahui mengapa pelanggaran itu dapat terjadi, agar kami dapat memberikan nasehat kepada siswa yang melanggar dan mendengar nasehat kami dengan nyaman juga”

Hasil wawancara di atas menunjukkan komunikasi secara khusus juga dilakukan oleh guru SMAN 14 Makassar, hal dilakukan agar dapat berkomunikasi lebih dekat kepada siswa seperti pada saat terdapat siswa yang melakukan pelanggaran guru akan melakukan komunikasi secara khusus kepada siswa yang melakukan pelanggaran agar guru dapat mengetahui mengapa pelanggaran tersebut dapat terjadi sehingga guru dapat lebih muda memahami hal tersebut dan juga agar nasehat yang diberikan kepada siswa tersebut dapat di dengan oleh siswa dengan nyaman.

Komunikasi khusus juga dilakukan oleh guru seni dan budaya yaitu ibu Sry Astuti S.Sn yang diungkapkan dalam wawancara yang telah dilakukan pada tanggal 25 November 2020:

“Yah komunikasi secara khusus juga sering saya lakukan karena karakter murid di SMAN 14 Makassar macam-macam ada yang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara langsung dengan guru ada juga yang pemalu sehingga untuk mengatasi hal tersebut saya harus mencoba berkomunikasi secara khusus kepada siswa tersebut agar saya lebih tahu sejauh mana siswa memahami materi yang saya bawakan dan juga sekaligus agar ia terbiasa berbicara dengan saya sehingga memunculkan kepercayaan diri untuk siswa yang memulai berbicara langsung kepada saya”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan guru SMAN 14 Makassar juga menggunakan komunikasi secara khusus tergantung dari pribadi masing-masing siswa dikarenakan karakter siswa SMA 14 Makassar bermacam-macam ada yang memiliki kepercayaan diri yang baik sehingga mampu berkomunikasi dengan guru secara nyaman namun ada juga yang berkepribadian pemalu sehingga guru SMAN 14 Makassar harus berkomunikasi secara khusus agar guru mampu mengetahui lebih jauh lagi mengenai karakter siswa dan membantunya untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri.

Komunikasi atara guru dan siswa SMAN 14 Makassar tidak hanya terjadi di ruangan belajar namun juga terjadi di luar ruang belajar bahkan di luar lingkup sekolah, hal in di kutip dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Pak Rivai S.Pd selaku guru sosiologi di SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Komunikasi bukan hanya terjadi di dalam ruangan belajar tapi juga terjadi di luar ruangan sekolah bahkan terkadang di luar lingkup sekolah contohnya jika siswa masih ingin bertanya namun waktu mata pelajaran telah selesai siswa biasanya tetaap bertanya di luar ruangan, begitupun jika di berikan tugas namun mereka belum terlalu paham akan tugas tersebut biasanya siswa akan datang kerumah untuk mendengarkan penjelasan dan terkadang juga lewat sosmed”

Hasil wawancara di atas menunjukkan komunikasi yang dilakukan antara guru dan murid SMAN 14 Makassar tidak hanya terjadi di ruangan belajar namun juga terjadi diluar ruangan belajar bahkan di luar lingkup sekolah contohnya saat siswa belum memahami mata pelajaran yang diajarkan dan waktu mata pelajaran telah habis siswa akan bertanya dengan

guru diluar ruangan sekolah bahkan jika ada tugas yang diberikan yang belum dipahami maka siswa akan berkunjung kerumah guru atau lewat sosmed untuk memahami tugas tersebut. Adapun hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Kepala Sekolah SMAN 14 Makassar pada tanggal 26 November 2020:

“Tidak hanya di ruang belajar karena guru disini bukan hanya bekerja dalam ruangan kelas namun juga di luar seperti tetap memantau siswa-siswa dan mengajaknya berkomunikasi seperti saling menyapa agar siswa disini juga memiliki budaya yang sopan santun”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan kommuniikasi di SMAN 14 Makassar antara guru dan siswa tidak hanya berlangsung di dalam ruangan kelas atau ruangan belajar mengajar namun juga berlangsung di luar ruangan belajar karena guru ditugaskan tetap memantau aktivitas siswa di luar lingkup ruangan kelas seperti saling menyapa agar siswa menanamkan budaya sopan santun.

Adapun hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Siswa SMAN 14 Makassar yakni Andi Dewa Anugrah Pada tanggal 25 November 2020:

“Yah kalau komunikasi yang saya lakukan kak kepada guru selama ini lancar karena guru disini juga berkomunikasi dengan kami sangat lepas jadi kami juga tidak canggung jika ingin menanyakan sesuatu terkait mata pelajaran baik itu dalam ruangan dan juga di luar rungan kelas”.

Ditambahkan oleh Tri Wikantu Rahayu pada tanggal 25 November 2020:

“Kalau soal komunikasi dengan guru disini sangat baik karena kami juga dididik untuk sopan santun jadi kami komunikasi dengan guru tetap membedakan kami selaku murid berkomuniikasi dengan guru, kalau soal perhatian khusus terkadang ada tergantung siswanya seperti teman saya yang agak pemalu berbicara di depan umum terkadang diberi perhatian khusus dan kami juga kadang belajar melalui google meet apalagi saat Covid ini namun komunikasinya tetap lancar sama seperti belajar dalam kelas”.

Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan komunikasi antara guru dan siswa di SMAN 14 makassar berjalan dengan lancar karena adanya komunikasi yang dilakukan secara lepas sehingga siswa tidak merasa ccanggung untuk berkomunikasi dengan guru terkait mata pelajaran dan saling menyapa, dan siswa tetap menjada sopan santun dalam berkomunikasi dengan guru mereka.

2. Bentuk Pola Komunikasi Antara Guru Dan Siswa Di SMAN 14 Makassar.

Bentuk pola komunikasi antara guru dan siswa terbagi beberapa macam diantaranya komunikasi sebagai aksi, komunikasi dua arah, komunikasi banyak arah, hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Ibu Nurhidayat S.Pd. M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 14 makassar pada tannggal 26 November 2020 terkait bentuk pola komunikasi antara guru dengan murid iayalah sebagai berikut:

“Kalau soal bentuk komunikasi antara guru dan murid di SMAN 14 Makassar sangat bermacam-macamyah karena masing- masing guru memiliki cara tersendiri dalam mengajar dan mendidik siswa di sini ada yang komunikasi secara khusus ada yang komunikasi secara aksi, komunikasi secara interaksi, dan juga komunikasi secara transaksi dll”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Pak Rivai S.Pd selaku guru sosiologi SMAN 14 Makassar terkait bentuk pola komunikasi pada tanggal 25 November 2020:

“Kalau soal bentuk komunikasi yang diterapkan saya kebanyakan gunakan komunikasi secara aksi dan interaksi yang dimana terlebih dahulu saya komunikasi secara aksi agar dapat di dengar oleh murid saya pada saat saya menerangkan namun setelah itu saya akan melakukan komunikasi secara interaksi agar ada umpan balik dari siswa yang saya ajar agar dalam proses belajar mengajar lebih hidup”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menjelaskan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh guru sosiologi menggunakan dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi secara aksi dimana guru berperan sebagai komunikator sendiri agar dalam penyampaian awal dapat dijelaskan dengan rinci, setelah menjelaskan komunikasi secara interaksi juga dilakukan agar ada umpan balik dari siswa sehingga menghidupkan dan meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Bentuk komunikasi lain dilakukan oleh Pak Bakri S.Pd. M.Pd selaku Wakasek Kesiswaan SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Komunikasi yang saya lakukan bermacam-macam yah selama proses belajar mengajar kadang saya komuniaksi satu arah dulu terus komunikasi dua arah agar ada feedback dari siswa dan juga terkadang saya komunikasi secara bekelompok seperti jika saya membuat program mata pelajaran secara berkelompok sehingga mereka harus saling berkomunikasi dengan satu timnya agar mencapai tujuan secara bersama-sama”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menjelaskan bentuk komunikasi yang diterapkan dalam proses belajar mengajar adalah komunikasi secara aksi atau komunikasi satu arah, komunikasi secara

interaksi atau komunikasi dua arah, dan komunikasi secara transaksi atau komunikasi banyak arah, komunikasi banyak arah dilakukan apabila dalam proses belajar mengajar dilakukan dengan cara pembagian kelompok sehingga ada komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa, dan siswa dengan siswa agar dapat mencapai tujuan secara bersama-sama. Sedangkan dalam luar ruangan belajar terkadang guru SMAN 14 Makassar juga melakukan komunikasi secara khusus kepada siswa, hal ini di kutip dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Ibu Sry Astuti S.Sn selaku guru seni dan budaya pada tanggal 25 November 2020:

“Yah, terkadang saya melakukan komunikasi secara khusus kepada siswa di luar jam mata pelajaran atau di luar ruangan belajar seperti contohnya pada saat saya memberi tugas rumah kepada siswa terkadang siswa hubungi saya lewat sosmed atau datang berkunjung ke rumah sehingga saya memberi pemahaman untuk tugas yang telah saya berikan”

Hasil wawancara di atas menunjukkan komunikasi secara khusus juga dilakukan oleh guru SMAN 14 Makassar di luar jam mata pelajaran atau di luar ruangan sekolah contohnya seperti pada saat siswa diberi tugas rumahan terkadang siswa bertanya lewat sosial media dan kadang juga berkunjung ke rumah guru mereka untuk bertanya dan guru melakukan komunikasi secara khusus dalam menjelaskan dan memberi pehaman akan tugas yang telah diberikan.

Tujuan dari komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dilakukan dengan mengajarkan sesuatu kepada orang lain, berhubungan dengan orang lain, mempengaruhi perilaku sesorang, menyelesaikan sebuah masalah, dan mencapai tujuan, hal ini sesusai denga hasil wawancara yang

telah dilakukan kepada Pak Bakri S.Pd. M.Pd selaku Wakasek Kesiswaan di SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Iya pastinya, komunikasi yang saya lakukan kepada siswa di sini sangat lepas mengenai mata pelajaran seperti saya jika menerangkan saya harus secara lepas menjelaskannya begitupun dengan sebagian mereka, mereka melakukan komunikasi kepada saya secara lepas yah itu saya lakukan juga bermanfaat bagi mereka agar apa yang saya sampaikan dapat dipahami dan tujuan saya mendidik mereka juga tercapai”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menjelaskan komunikasi yang dilakukan oleh guru dengan siswa SMAN 14 Makassar terkait komunikasi mengenai mata pelajaran sangat lepas baik itu dari guru ke siswa maupun dari siswa ke guru sehingga penjelasan yang dilakukan oleh guru dapat dipahami dengan mudah oleh siswa sehingga mencapai tujuan dari pembelajaran yang diberikan oleh guru.

Hasil wawancara ini juga sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Pak Anwar S.Pd. M.Pd selaku Wakasek Kurikulum SMAN 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Yah benar, saya lakukan komunikasi kepada siswa secara lepas terkait mata pelajaran begitupuun siswa ke saya namun yah namanya orang pasti punya kepribadian yang macam- macam contonhya ada juga siswa saya yang orangnya pemalu sehingga saya lakukan komunikasi secara lepas agar siswanya juga bisa merubah sikap pemalunya menjadi lebih percaya diri karena iya dapat berkomunikasi tanpa merasakan tegang”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan komunikasi yang dilakukan guru seni kepada siswa dilakukan secara lepas terkait mata pelajaran baik itu dari guru maupun dari siswa bahkan untuk menghadapi siswa yang pemalu dilakukan dengan mengajak berkomunikasi secara lepas

dan khusus agar dapat merubah sikap pemalunya dan menumbuhkan rasa percaya diri karena dalam berkomunikasi siswa tidak merasakan adanya ketegangan dalam berkomunikasi.

Adapun hasil wawancara yang telah dilakukan kepada siswa SMAN 14 Makassar yakni Rahmasari terkait bentuk pola komunikasi antara guru dan siswa SMA 14 Makassar pada tanggal 25 November 2020:

“Kalau bentuk komunikasi antara guru dan murid di sekolahh kami bermacam-macam tergantung gurunya ada yang menjelaskan terlebih dahulu dan memberi pertanyaan kepada kami, ada juga yang berkomunikasi kepada kami secara berkelompok dan ada juga yang berkomunikasi secara khusus”

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bentuk pola komunikasi antara guru dan siswa SMAN 14 Makassar bermacam-macam tergantung guru karena setiap guru memiliki cara tersendiri seperti pada saat awal mata pelajaran di mulai akan dijelaskan oleh guru semata dan siswa hanya mendengar dan memahami setelah itu akan diberikan pertanyaan agar umpan balik terjadi, ada juga yang menjelaskan secara berkelompok agar komunikasi antara guru dan siswa dann siswa dengan siswa dapat terjadi komunikasi, dan ada juga yang mendapatkan perhatian khusus.

B. Pembahasan

1. Pola Komunikasi Antara Guru dan Siswa Pada Proses Mengajar Di SMAN 14 Makassar

Pola komunikasi yang dilakukan di SMAN 14 Makassar setiap guru memiliki metode tersendiri seperti komunikasi yang dilakukan oleh Kepala

Dokumen terkait