• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Dalam dokumen dampak program keluarga harapan (pkh) (Halaman 46-52)

1. Letak geografis Desa Pengembur

Desa Pengembur merupakan Derah dataran rendah, antara perbatasan Desa Pengembur dan Desa Tumpak, dengan ketinggian kurang lebih 30-40meter diatas permukuman laut, iklim Desa pengembur sama seperti Desa-Desa lain di wilayah Indonesia yang beriklim tropis dengan dua musim, yakni Kemarau dan Hujan. Desa Pengembur mempunyai luas wilayah sekitar kurang lebih 7.860,70 Ha.Desa pengembur adalah salah satu Desa dalam wilayah Kecamatan pujut yang berada di sebelah selatan.Dan merupakan desa induk yang terpecah menjadi 2 Desa.Yaitu Desa pengembur dan Desa Tumpak. Luas Desa pengembur adalah kurang lebih 9.860,70 Ha, yang terbagi dalam 26 wilayah kerja dusun yaitu Dusun Karang dalam, gubuk daye, gubuk lauk, rajan, bunmas, mentuluk, sepit, tamping, belange, perigi, keramat, munsun, pengalang, senang, tawah, saung, batu belek, pengalug, seang, bunut, rap, kenauh, asak, penyampi, netam, kenauh dan dusun sinah.

2. Kondisi Sosial Desa Pengembur

Masyarakat yang bermukim di Desa Pengembur semuanya atau 99,8% menganut agama islam dan terbagi dalam 2 suku yaitu. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat masih mengutamakan kegotong-royongan dalam melaksanakan setiap kegiatan baik untuk kepentingan umum maupun kepentingan pribadi seperti melaksanakan pesta pernikahan, penyelenggaraan kematian dan lain-lain.Dalam setiap permasalahan yang terjadi dalam masyarakat selalu dilakukan musyawarah untuk mencapai mufakat.Adapun sarana ibadah yang terdapat di Desa Pengembur terdiri dari Masjid, dan musholla yang berada di setiap dusun.47

3. Keadaan Ekonomi

47 Observasi awal di kantor Desa Pengemur, Tanggal 20 Februari

32

Desa Pengembur merupakan daerah yang cukup potensial dan memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat yang mau bekerja dan berusaha.Karena desa Pengembur merupakan daerah yang mempunyai lahan perkebunan dan persawahan.

Sehingga masyarakatnya bermata pencaharian sebagai, petani sawah, tukang kebun, ada juga sebagai peternak, PNS, pensiunan PNS/Polri/TNI, Pegawai/Guru Honorer, Tukang Ojek, Tukang batu/kayu, Wiraswasta, pengusaha mebel dan lain-lain.

4. Perumahan

Jika di lihat dari kondisi perumahan di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah mayoritas rumahnya merupakan hak milik pribadi dengan bangunan semi permanen.

5. Pendidikan

Pendidikan merupakan tempat atau wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar menjadi manusia yang produktif, berbudaya dan memahami nilai- nilai yang ada dalam masyarakat.Arah peningkatan sumber daya manusia harus memperhatikan dua aspek yaitu kualitas intelektual dan kualitas moralitas.Sehingga pemerintah desa harus melakukan analisa dan pengkajian secara mendalam tentang potensi yang ada di Desa Pengembur sehingga anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan menjadi manusia yang berilmu sehingga tidak ada lagi korban kebodohan.Masyarakat Desa Pengembur merupakan masyarakat yang memiliki angka pernikahan dini yang cukup banyak itu disebabkan karena kurang pendidikan dan penanaman ilmu agama.

Dengan demikinan seharusnya masyarakat Desa Pengemur harus menyadari betapa pentingnya pendidikan, agar tidak banyak lagi anak-anak yang putus sekolah dan memilih untuk menikah muda.

6. Fasilitas dan Layanan Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena dengan kesehatan seseorang bisa melakukan segala aktivitasnya untuk memenuhi

33

kebutuhan hidup.dilihat dari jumlah fasilitas dan layanan kesehatan di Desa Pengembur adalah terdapat puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan. Berikut tabel di bawah ini disampaikan jumlah fasilitas dan layanan kesehatan di Desa Pengembur yaitu sebagai berikut:

Tabel 2.1

Prasarana Kesehatan Desa Pengembur No Jenis PrasaranaKesehatan Jumlah

1. Puskesdes 1

2. Posyandu 26

Rumah bersalin/polindes 1

Sumber: Data didapatkan dari kantor Desa Pengembur

7. Lembaga atau Organisai Sosial

Desa Pengembur Kecamatan Pujut mempunyai organisasi sosial yang ikut serta berpartisipasi dalam meningkatkan rasa solidaritasnya terhadap sesama masyarakat. Seperti halnya lembaga atau organisasi yang berupa: Karang taruna, PKK, Remaja Masjid, TPQ/ TPA, BKD, Kelompok Adat, Kelompok Tani.Organisasi inilah yang dapat dibentuk oleh pemerint ah desa tokoh agama, pemuda, dan masyarakat pada umumnya, yang dapat meningkatkan rasa solidaritas masyarakat yang ada di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.48 8. Karakteristik Sumber Data (Responden)

Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) pemerintah memberikan bantuan bersyarat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia diatas 70 tahun dan bagi penyandang disabilitas berat.Di Desa Pengembur sendiri hampir 100% penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah perempuan dengan lebih

48Ibid.

34

memfokuskan bantuan terhadap pendidikan.Berikut ini peneliti menjabarkan karakteristik sumber data dari 91 responden.

a) Jenis Kelamin

Penerima manfaat PKH diberikan kepada ibu atau perempuan dewasa (nenek, bibi, atau kakak perempuan) dan selanjutnya disebut pengurus keluarga.Pengecualian dari ketentuan di atas dapat dilakukan pada kondisi tertentu, misalnya bila tidak ada perempuan dewasa dalam keluarga, maka dapat digantikan oleh kepala keluarga.Hal ini sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan bahwa rata-rata penerima PKH di Desa Pengembur adalah Ibu-ibu.

b) Usia

Tabel 2.2

Usian Responden PKH

NO Usia Jumlah Informan 1. < 20 Tahun -

2. 21-30 Tahun - 3. 31-40 Tahun 20 4. > 41 Tahun 71

Total 91

Sumber: Data didapatkan dari pendamping PKH (data di olah)

Berdasarkan dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden (sumber data) yang berusia kurang dari 20 tahun dan yang berusia 21-30 tahun tidak ada.Kemudian responden yang berusia 31-40 tahun berjumlah 20 orang sedangkan responden yang berusia lebih dari 40 tahun berjumlah 71 orang.

c) Pekerjaan

Tabel 2.3 Jenis Pekerjaan

NO Jenis Pekerjaan Jumlah Informan 1. Ibu Rumah Tangga 32

2.

Pedagang 7

35

3. Buruh -

4. Petani 50

5. Penjahit 2

Total 91

Sumber: Data didapatkan dari pendamping PKH (data di olah)

Berdasarkan dari data tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 42 orang, sedangkan untuk jumlah responden yang berpofesi sebagai pedagang sebanyak 7 orang, responden yang berprofesi sebagai buruh tidak ada, responden yang berprofesi sebagai petani berjumlah 50 orang, informan yang responden sebagai penjahit ada 2 orang.

d) Jumlah Anggota Keluarga

Jumlah anggota keluarga penerima PKH rata-rata terdiri dari ibu, bapak dan anak yang terdaftar ke komponen penerima pkh. Dengan 95% terdaftar satu anak yang mendapatkan dana bantuan PKH dan 5% ibu hamil. Pendapatan peserta penerima bantuan PKH kurang dari Rp. 500.000.00 perbulan salah satu faktornya adalah tidak adanya pendapatan tetap sehingga mereka sudah tepat sasaran sebagai penerima bantuan PKH.

e) Tingkat pendidikan

Tabel 2.4 Tingkat Pendidikan

NO Tingkat Pendidikan Jumlah Informan

1. Tidak tamat SD 20

2. SD/Sederajat 50

3. SMP/Sederajat 18

4. SMA/Sederajat 3

Total 91

Sumber: Data didapatkan dari pendamping PKH (data di olah)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden (sumber data) yang tidak tamat SD berjumlah 20, responden

36

dengan tingkat pendidikan SD/Sederajat sebanyak 50 orang, responden dengan tingkat pendidikan SMP/Sederajat sebanyak 18 orang, responden dengan tingkat Pendidikan SMA/Sederajat berjumlah 3 orang. Jika dilihat dari tingkat pendidikan yang rendah sehingga informan sebagian besar hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan petani.

9. Grafik perkemabangan peserta penerima PKH beberapa tahun terakhir di Desa Pengembur

Sebagai sebah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hami dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia degan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui KH, KM didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar keseatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindunga sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan.

Pengalokasian dana bantuan penerima program keluarga harapan (PKH) bagi masyarakat miskin di Desa Pengembur

Program Keluarga Harapan merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat yang di tujukan kepada keluarga miskin yang telah di tetapka sebagai penerima program keluarga harapan.Bantuan dan tunai PKH ini diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai wujud peran dan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat mengakses kebutuhan- kebutuhan dasarnya seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Berikut grafik perkembangan peserta penerima PKH yang ada di Desa Pengembur.

37

Sumber Data Kantor Desa Pengembur (data diolah)

Pada diagram di atas bisa dilihat bahwa peserta penerima PKH yang ada di Desa Pengembur dari tahun ketahun mengalami penurunan. Penyebab penurunan angka penerima PKH disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya peserta yang terdaftar sebelumnya sudah dianggap mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok atau sejahtera, faktor lain juga karna peserta sudah tidak terdaftar sebagai penerima PKH karna batas periode yang sudah ditetapkan. Ini membuktikan bahwa PKH sangat berdampak positif bagi masyarakat miskin termasuk masyarakat Desa Pengembur.

Untuk mencoret (menghilangkan) data penerima PKH yang dianggap sudah mampu/sejahtera tidak bisa dihilangkan secara sepihak harus melalui beberapa prosedur. Pertama dengan cara pendekatan persuasif agar mau mundur dan peserta PKH. Kedua, melalui musyawarah Desa dengan cara bedah data penerima bantuan dan kemudian diberikan surat keterangan dari Desa kalau memang penerima bantuan sudah mampu/sejahtera.

B. Pengalokasian dana bantuan penerima program keluarga

Dalam dokumen dampak program keluarga harapan (pkh) (Halaman 46-52)

Dokumen terkait