• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

Dalam dokumen tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap (Halaman 53-60)

2. Dusun II 9.6 Ha

3. Dusun III 4.5 Ha

Jumlah 22.2 Ha

Sumber: Arsip Desa Tasik Malaya B. Sejarah Desa Tasik Malaya

Desa Tasik Malaya dahulunya bukanlah desa melainkan sebuah kebun yang dihuni satu keluarga yaitu Pak Kromo Pawiro pada tahun 1920. Beliau adalah seorang mandor yang memiliki keperkasaan dan pengalaman pada zaman penjajahan, Mbah Kromo berasal dari Jawa Barat, Kota Bandung. Berdasarkan hasil wawancara dengan seorang warga desa Tasik Malaya yang merupakan salah satu cucu angkat Mbah Kromo, beliau mengatakan bahwa Mbah Kromo pernah merantau ke Kota Tasik Malaya yang tidak jauh berbeda dengan keadaan lahan yang dihuni nya, maka Mbah Kromo memberikan nama lahan yang dihuninya Kampung Tasik Malaya, pada saat itu telah banyak krabat dan pendatang yang meminta izin kepada Mbah Kromo untuk tinggal di Kampung Tasik. Pada tahun 1927 adalah peresmian Kampung Tasik Malaya, saat itu di adakan pesta rakyat yang dihadiri oleh Damang dan Besirah.38

C. Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat

Keadaan sosial ekonomi masyarakat Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong pada umumnya adalah pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan buruh tambang galian C. Secara kasat mata terlihat jelas kondisi ekonomi masyarakat antara rumah tangga ada yang berkategori

38 Sumber Data: Kantor Desa Tasik Malaya 2020

miskin, berkategori sedang dan berkategori kaya. Hal ini juga disebabkan dengan mata pencarian masyarakat Desa Tasik Malaya juga berbeda.

D. Keadaan Sosial Penduduk

Berdasarkan data yang diperoleh dari kepala Desa Tasik Malaya, jumlah penduduk berdasarkan survei terbaru tahun 2020 jumlah penduduk Desa Tasik Malaya adalah 1602 jiwa, yang jumlah penduduknya lebih banyak laki-laki terdiri dari 832 jiwa dan perempuan berjumlah 770 jiwa yang terdiri dari 3 (tiga) dusun, jumlah kartu keluarga (KK) masyarakat Tasik Malaya adalah 499 KK.39

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel sebagai berikut:

Tabel 3.2

Jumlah kartu Keluarga (KK) Desa Tasik Malaya Tahun 2020

No Nama Dusun Jumlah KK Keterangan

1. Dusun I 192

2. Dusun II 220

3. Dusun III 87

Jumlah 499

Sumber: Arsip Desa Tasik Malaya

Sebagai makhluk sosial tentu saja memerlukan sarana dan prasarana yang mendukung guna memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Tasik Malaya,ada

beberapa sarana dan prasarana yang dapat berguna untuk membantu aktivitas

39 Sumber Data: Kantor Desa Tasik Malaya 2020

tersebut maka didirikan sarana dan prasarana yang mendukung. Sebagaimana yang dipaparkan tabel berikut ini:

Tabel 3.3

Sarana dan Prasarana Desa Tasik Malaya

No Sarana/Prasarana Jumlah Keterangan

1. Kantor Desa 1 Unit Baik

2. Masjid 1 Unit Baik

3. Mushola 8 Unit Baik

4. Paud 1 unit Baik

5. Sekolah dasar 1 Unit Baik

6. SMK 1 Unit Baik

7. Pemakaman Umum 1 Lokasi Baik

8. Puskesmas 1 Unit Baik

Sumber: Arsip Desa Tasik Malaya E. Visi dan Misi Desa Tasik Malaya

Desa Tasik Malaya mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut:

1. Visi

Visi adalah suatu gambaran ideal tentang masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan Visi desa Tasik Malaya dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di desa seperti Perangkat Desa, BPD, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Desa pada

umumnya. Berdasarkan hasil musyawarah bersama maka ditetapkan Visi Desa Tasik Malaya, “Terwujudnya masyarakat Desa Tasik Malaya yang bersatu, maju modern, adil makmur, beriman, bertaqwa, berkesadaran hukum lingkungan, berpendidikan dan bermoral.40

2. Misi

Selain penyusunan Visi juga ditetapkan Misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar Visi Desa dapat tercapai.

Pernyataan Visi ini dijabarkan kedalam Misi agar dapat di Oprasionalkan dan dikerjakan. Sebagaimana penyusunan Visi, Misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan dengan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Tasik Malaya.

Sebagaimana proses yang dilakukan maka misi Desa Tasik Malaya adalah:

a. Mewujudkan tersedianya prasarana dan sarana publik yang memadai.

b. Mendorong kemajuan sector usaha di Bidang Pertanian (padi dan holtikultura), perkebunan, serta peternakan.

c. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan pemahaman masyarakat atas hak dan kewajibannya sebagai warga Negara.

d. Memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan dan pemeliharaan lingkungan.

e. Menggiatkan kegiatan pembinaan keagamaan, budaya dan olaraga.

40 Sumber Data: Kantor Desa Tasik Malaya 2020

f. Mendorong terlaksananya pemerintahan Desa yang efektif dan efisien.

g. Mewujudkan masyarakat yang aman, tentram dan damai.41 F. Struktur Perangkat Desa Tasik Malaya

Sebagai tatanan pemerintah desa Tasik Malaya juga memiliki struktur perangkat Desa sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan maupun pelayanan kepada amsyarakatnya. guna tercapai tujuan masyarakat yang sejahtera. Berikut ini struktur pemerintahan yang ada di Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong yaitu sebagai berikut:42

41 Sumber Data: Kantor Desa Tasik Malaya 2020

42 Sumber Data: Kantor Desa Tasik Malaya 2020

Kepala Desa Antoni

Sekretaris Hendri Suryanto Kasi Kesra

Indri Ansori

Kardus I

Mulyan Toni Kaur Tata Usaha

Ririn Lestari Kasi Pem

Riki Ridwan Effendi

Kardus II

Kaharudin Kaur Perencanaan

Anton Sujarno

Kardus III Purwanto Kasi Pelayanan

Melinda Yulia

Kaur Keuangan Hartimi

Struktur pengurus BPD Desa Tasik Malaya sebagai berikut:

G. Tingkat Pendidikan

Dengan jumlah masyarakat 1602 jiwa tentu saja tidak semuanya berpendidikan bahkan bisa dikatakan masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat desa Tasik Malaya. Tingkat pendidikan masyarakata Desa Tasik Malaya Dapat dilihat pada table sebgai berikut:43

TABEL 3.4

Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Tasik Malaya No Sekolah

Dasar

Sekolah menengah

Pertama

Sekolah Menengah Atas

Strata Satu

1. 51 Orang 45 Orang 40 Orang 18 Orang

Sumber: Arsip Desa Tasik Malaya

43 Sumber Data: Kantor Desa Tasik Malaya 2020

BPD Ketua Susanto Dermawan

Wakil Mardit Ristoni

Sekretaris Suratun Anggota

Suherni Anggota Zulkarnaen

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Praktek Penyetelan Kubikasi Dalam Jual Beli Batu Bangunan Pada Tambang Galian C di Desa Tasik Malaya

Masyarakat Desa Tasik Malaya adalah masyarakat yang memiliki potensi alam yang melimpah dimana hasil alam tersebut terbagi dari beberapa sektor seperti perkebunan, pertanian, pertambangan dan lain sebagainya. Di daerah yang berbukit maka banyak pula terdapat potensi lain yang dapat dijadikan sumber pencarian masyarakat Tasik Malaya yaitu sumber pertambangan galian C yang lebih dikenal dengan tambang batu gunung. Tambang ini pada awal mulanya yaitu perkebunan kopi masyarakat, karena hasil dari perkebunan kurang mencukupi kebutuhan masyarakat maka banyak dari mereka merubah perkebunan menjadi lahan pertambangan galian C.

Menurut sejarah tambang ini sudah lama ditemukan masyarakat pada zaman dahulu. Pada zaman dahulu rumah masyarakat Desa Tasik Malaya membuat rumah berbentuk panggung yang mana materialnya berasal dari kayu.

Batu-batu gunung yang berbentuk karang sudah lama ditemukan masyarakat pada saat membuka lahan perkebunan kopi, namun belum terpikir oleh masyarakat bahwa batu-batu tersebut dapat dijadikan bahan material bangunan. Seiring berjalannya waktu pembangunan rumah masyarakat perlahan menggunakan material beton tentu saja hal ini sangat memerlukan batu-batu besar sebagai pondasi rumah agar menjadi bangunan yang kokoh. Dan masyarakat Desa Tasik

46

Malaya menggunakan batu-batu yang ada dikebun mereka sebagai pondasi rumah.44

Melihat fenomena ini tentu saja masyarakat sekitar Rejang Lebong menggunakan batu gunung dalam pembuatan pondasi rumah mereka. Hal ini tentu saja membuka pikiran masyarakat Desa Tasik Malaya untuk merubah perkebunan mereka menjadi tambang galian C atau yang lebih dikenal dengan tambang batu gunung. Seiring perjalanan waktu kebutuhan akan batu bangunan terus meningkat maka banyak pula masyarakat Desa Tasik Malaya membuka tambang galian C sebagai mata pencarian melihat hasil perkebunan mereka juga tidak selalu baik.

Dan juga batu-batu ini mulai terkenal di luar Kabupaten Rejang Lebong seperti Kota Bengkulu, Lubuk Linggau, Sekayu dan Daerah lainnya.

Dalam penjualan batu bangaunan tentu saja terdapat tata cara penjualannya yang menjadi acuan di setiap transaksi, kubikasi merupakan sistem pengukuran yang digunakan masyarakat Desa Tasik Malaya dalam kegiatan jual beli batu bangunan karena sistem ini dianggap lebih mudah dalam menghitung takaran yang digunakan dalam jual beli ini dibandingkan dengan sistem takaran lain seperti tonase yang terkendala timbangannya. Karena lokasi tambang jauh dari pemukiman penduduk.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan terdapat berbagai penjelasan yang disampaikan oleh pemilik tambang, karyawan tambang, dan sopir atau pelanggan tambang yang menjelaskan mengenai praktek penyetelan kubikasi dalam jual beli batu bangunan.

44 Wawancara Dengan Bapak Hery, (Pemilik Tambang), Pada Tanggal 16 Oktober 2020.

melalui wawancara yang penulis lakukan ditambang galian C tepatnya di Desa Tasik Malaya, penulis menanyakan kepada beberapa pemilik tambang salah satunya bapak Hery, penulis menanyakan bagaimana sistem penjualan dan sistem penyetelan kubikasi dalam jual beli batu bangunan? Bapak Hery menjawab:

“dalam jual beli batu bangunan kami menggunakan sistem kubikasi dalam penjualannya yang mana harga perkubiknya Rp 50.000 terhitung setelah batu tersebut sudah diatas mobil konsumen. Sedangkan cara penyetelannya terdapat dua cara yang mana cara pertama dengan membentuk siring ditengah-tengah bak mobil dan yang kedua dengan cara membentuk kolong-kolong yang mana batu yang besar disusun berjarak antara satu sama lain, lalu diatasnya diletakan batu yang lebar menutupi kolong- kolong yang dibuat tadi. Hal ini dilakukan serupa hingga mobil konsumen tercukupi kubikasi sesuai dengan pesanannya, namun ada beberapa konsumen yang memberi uang sukarela kepada karyawan atau lebih dikenal dengan uang asam” 45

Selain mewawancarai bapak Hery penulis juga melakukan wawancara dengan bapak Amir yang juga memiliki tambang batu bangunan. Dengan pertanyaan yang sama yaitu bagaimana sistem penjualan dan sistem penyetelan kubikasi dalam jual beli batu bangunan? Bapak Amir menjelaskan dengan lugas mengenai sistem yang ia gunakan dalam jual beli yang ia gunakan yaitu sebagai berikut:

“sistem yang saya gunakan dalam jual beli batu bangunan yaitu sistem borongan untuk mobil pick up dan mobil engkel sedangkan mobil colt diesel menggunakan sistem kubik dalam penjualannya, untuk mobil pick up harga borongan Rp.70.000, mobil engkel Rp.150.000 sedangkan mobil colt diesel Rp.50.000 perkubik. Dan juga apabila konsumen meminta muatannya di setel saya juga tidak keberatan, namun ada perbedaan harga yang saya tetapkan yaitu maka perkubiknya Rp.60.000 hal ini berbeda harga karena membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengisi bak mobil konsumen. Dengan membuat kolong-kolong melebar dari sisi samping pak mobil dari batu yang besar lalu di atasnya juga ditutupi batu

45 Wawancara Dengan Bapak Hery, (Pemilik Tambang), Pada Tanggal 16 Oktober 2020.

yang pula hal ini dilakukan secara keseluruhan hingga bak mobil konsumen penuh.” 46

Dari penjelasan diatas dapat diketahui ada perbedaan dalam tata cara penjualan batu bangunan yang dilakukan bapak Hery dan bapak Amir yaitu: pada pak Hery beliau menjual batu nya hanya menggunakan sistem kubikasi tanpa menyediakan sitem borongan dan harga perkubiknya hanya Rp 50.000 baik muatan konsumen disetel ataupun tidak. hanya saja, ada beberapa konsumen memberi uang tambahan secara sukarela kepada karyawan tambang yang biasa disebut uang asam. Sedangkan bapak Amir selain menggunakan kubikasi dia juga menyediakan sistem borongan pada mobil-mobil tertentu seperti pick up dan mobil engkel. pak Amir mematok harga sesuai dengan permintaan konsumen seperti yang telah di paparkan diatas.

Bapak Kasiminn menjelaskan mengenai jual beli batu batu bangunan yang dilakukan di Desa Tasik Malaya, ia mengatakan bahwa:

“dalam melakukan jual beli batu bangunan saya melakukan kubikasi, untuk mobil besar dengan harga Rp 50.000 sampai Rp 60.000 perkubiknya tergantung dengan pembelinya, biasanya untuk sopir dari Bengkulu dengan harga Rp. 50.000 sedangkan Sopir dari sekayu lebih dari itu.

Dengan setoran yang diberikan kepada bos atau pemilik tambang Rp 15.000 perkubinya. Saya tidak pernah melakukan penyetelan kubikasi dalam penjualan batu saya, menurut saya hal tersebut sangat memakan waktu sehingga tidak sesuai dengan penghasilan yang saya terima. Dengan sistem setoran saya akan dirugikan waktu apabila saya melakukan tindakan tersebut. Lagi pula saya merasa bahwa tindakan penyetelan kubikasi adalah suatu tindakan yang tidak baik karena merugikan pelanggan dari sopir. secara langsung ataupun tidak langsung apabila saya melakukannya maka dari itu saya juga terlibat dalam kecurangan tersebut.”47

46 Wawancara Dengan Bapak Amir , (Pemilik Tambang), Pada Tanggal 16 Oktober 2020.

47 Wawancara Dengan Bapak Kasimin, (Buruh Tambang), Pada Tanggal 17 Oktober 2020.

Bapak Dalek menyampaikan bahwasannya sistem penjualan batu bangunan yang dilakukan di Desa Tasik Malaya ialah:

“dalam penyetelan kubikasi kami menggunakan sistem siring dan membuat pengosongan di depan dan belakang bak mobil saja, dengan menyusun batu yang besar terlebih dahulu.hingga membentuk rongga pada sisi kiri kanan batu yang di susun tadi. Hal ini dilakukan hingga mobil terisi sesuai pesanan. Tidak ada perbedaan antara harga muatan disetel ataupun tidak, namun ada beberapa sopir memberi tambahan upah, namun yang ada juga yang hanya memberi rokok ataupun hanya sekedar makanan.”48

Penjelasan dari Ibu Ariyani mengenai sistem penjualan batu bangunan yang dilakukan di Desa Tasik Malaya adalah:

“sistem yang saya lakukan dalam jual beli batu bangunan yaitu kubikasi, yang mana perkubikasinya dihargai Rp 50.000 dengan standar muatan 6 (enam) kubik. Untuk penyetelan muatan itu tergantung dengan permintaan sopir misalnya sopir beli 8 (delapan) kubik dengan disetel kami muat dengan disetel akan tetapi apabila sopir meminta untuk tidak disetel maka kami tidak menyetelnya. Kalau bagi saya tata caranya yaitu dengan menyusun batu panjang berdiri keatas sehingga cepat tinggi dan diatasnya disusun batu lebar dengan mengosongkan dibawah dan sela antara batu yang disusun tadi. akan tetapi batu yang di atas diratakan sehingga sampai ke pelanggan konsumen sopir batu dalam keadaan baik. Harga jual tetap sama antara yang disetel ataupun tidak, waktu yang digunakan pun relatif lama, lebih kurang 3 (tiga) jam. karena batu tersebut akan disusun rapi jikalau tidak maka batu tersebut akan runtuh sampai ketangan konsumen.”49

Jadi dari hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem jual beli yang di gunakan pada tambang galian C di Desa Tasik Malaya, banyak cara yang digunakan dalam melakukan penyetelan kubikasi diantaranya; dengan menyusun batu berbentuk siring dari depan ke belakang bak mobil, menyusun dan membuat kolong-kolong disisi depan dan bak mobil saja, dan ada pula dengan

48 Wawancara Dengan Bapak Dalek, (Buruh Tambang), Pada Tanggal 18 Oktober 2020.

49 Wawancara Dengan Ibu Ariyani, (Pemilik Tambang), Pada Tanggal 18 Oktober 2020.

cara menyusun batu yang panjang ke atas, dengan diatasnya disusun batu besar.

hal ini dilakukan hingga mobil penuh serta disisi paling atas diisi dengan batu- batu yang kecil agar rapi dan tidak Nampak oleh pihak ketiga yang membeli batu tersebut kepada sopir.

Dari berbagai tata cara dan jenis model yang digunakan pada intinya tindakan yang dilakukan pemilik dan sopir adalah perbuatan yang tidak baik yang mana dengan membuat rongga-rongga pada muatan adalah suatu bentuk kecurangan dalam jual beli.

Selain mewancarai pemilik tambang penulis juga mewawancarai beberapa sopir yang terlibat langsung dengan pemilik tambang yang mana mereka sebagai konsumen dalam jual beli batu bangunan. Kepada sopir penulis menanyakan berapa selisih kubikasi antara muatan yang disetel dengan yang tidak disetel, bagaimana rumus menghitung kubikasi serta alasan sopir melakukan penyetelan muatan, berikut jawaban dari sopir mengenai pertanyaan penulis. Daming 32 Tahun menjawab:

sejujurnya saya jarang melakukan penyetelan kubikasi namun setau saya selisih antara muatan yang disetel dan tidak di setel itu kurang lebih 1 (satu) sampai 2 (dua) kubik bahkan ada yang lebih dari itu tergantung dengan cara karyawan menyetel muatan tersebut. Penghitungan kubikasi yaitu dengan cara mengalikan Panjang x lebar x tinggi dengan rumus ini akan timbul volume isi muatan. Alasan saya melakukan penyetelan muatan karena sistem jual beli pada pelanggan saya itu menggunakan sistem kubikasi dan dilakukan pengukuran yang jelas sehingga kekurangan yang kecil juga dihitung. Apabila saya tidak menyetel muatan maka saya akan mengalami kerugian karena apabila bak mobil saya diisi dengan sebenarnya maka muatan mobil saya melebihi kapasitas muatannya.50

50 Wawancara Dengan Bapak Daming, (Sopir), Pada Tanggal 25 Oktober 2020.

Wahyu 28 Tahun mengatakan:

Saya menjadi sopir kurang lebih 5 (lima) tahun sejauh ini saya kurang tau persis mengenai selisih kubik antara muatan yang disetel dengan yang tidak disetel karena pada saat bongkar tidak ada pengukuran khusus. Namun pada saat muat ditambang biasa nya diukur terlebih dahulu volume bak mobil saya dengan cara menghitung Panjang x lebar x tinggi bak mobil. Sebenarnya alasan saya melakukan penyetelan ini untuk pelanggan baru saya misalnya saya memasuk batu bangunan ke toko bahan bangunan.

Pada saat sebelum bongkar pemilik toko melihat sepintas banyaknya muatan saya. dengan hal tersebut tentu saja pemilik toko akan terus memesan batu bangunan kepada saya dengan alasan muatan saya banyak dan harganya juga sesuai dengan pasaran.51

Ripan 37 Tahun menjelaskan:

Untuk mobil bak kayu milik saya, biasanya timbul selisih kubikasi sekitar 1,5 (satu koma lima) kubik sampai 2 (dua) kubik. Tentu saja dengan selisih ini akan menambah jumlah finansial yang saya dapatkan. Saya menyetel muatan biasanya pada pelanggan tertentu saja seperti toko bangunan untuk pembeli pribadi saya tidak melakukan penyetelan karena pelanggan pribadi tidak telalu teliti terhadap muatan saya sedangkan untuk toko bangunan mereka memperhatikan betul jumlah muatan saya, apabila pandangan mereka bahwa muatan saya sedikit maka mereka bisa saja membatalkan perjanjian jual beli secara sepihak.52

Roba 30 tahun menjelaskan:

Pada dasarnya dengan adanya sistem setelan pada muatan jual beli batu bangunan agar saya mendapatkan keuntungan yang lebih banyak pada awal perjanjian dengan konsumen saya menjual batu dengan harga Rp. 170.000 perkubik, hal ini tentu saja dianggap murah oleh konsumen maka dari itu saya berani mengisi bak mobil saya dengan muatan 7 (tujuh) sampai 8 (delapan) kubik jika di totalkan uang yang saya terimah kurang lebih Rp. 1.400.000 yang mana saya memperoleh keuntungan tambahan kurang lebih Rp.

300.000 sedangkan modal yang saya keluarkan ditambang kurang lebih Rp.300.000 denganjumlah kubikasi kurang lebih 6 (enam)

51 Wawancara Dengan Bapak Wahyu, (Sopir), Pada Tanggal 25 Oktober 2020.

52 Wawancara Dengan Bapak Ripan, (Sopir), Pada Tanggal 26 Oktober 2020.

kubikasi. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa saya melakukan penyetelan muatan.53

Husen 37 Tahun mengatakan

Dalam penyetelan kubikasi saya menayakan terlebih dahulu kepada konsumen saya, apabila konsumen ingin membeli dengan dengan sistem kubikasi yang harganya dibawah Rp. 175.000 maka saya akan menyetel muatan saya namun apabila konsumen membeli dengan harga diatas Rp. 175.000 saya tidak akan menyetel muatan saya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan dengan modal yang saya keluarkan dengan keuntungan yang akan saya terima.54

Jadi dari hasil wawancara yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan jual beli batu bangunan, tata cara yang digunakan yaitu dengan membuat kolong-kolong yang mana dengan menyusun batu besar dengan memberi rongga di sisi kiri dan kanannya lalu di letakan batu yang lebar diatasnya hal ini dilakukan terus menerus sampai mobil tersebut penuh dan diatasnya dirapikan dengan batu-batu yang kecil sehingga rongga tidak terlihat saat batu tiba kepada pihak ketiga.

Ada beberapa alasan tertentu yang menjadi penyebab sopir melakukan tindakan jual beli seperti ini. Pertama, dengan alasan ingin mendapatkan keuntungan lebih maka penyetelan muatan salah satu cara yang dilakukan tanpa memikirkan bahwa ada orang lain yang dirugikan yaitu pihak ketiga. Kedua, hal ini dilakukan karena ingin mempertahankan pelanggan agar tetap menjadi konsumen. Hal ini tentu saja tidak dibenarkan dalam jual beli karena terdapat pihak lain yang dirugikan.

53 Wawancara Dengan Bapak Roba, (Sopir), Pada Tanggal 27 Oktober 2020.

54 Wawancara Dengan Bapak Husen, (Sopir), Pada Tanggal 27 Oktober 2020.

B. Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Perhitungan Kubikasi Jual Beli Batu Bnagunan Pada Tambang Galian C di Desa Tasik Malaya

Dalam kehidupan manusia kebutuhan dasar yang paling utama ada tiga yaitu: pangan, sandang, papan. Apabila dari ketiga kebutuhan ini terpenuhi maka kehidupan seseorang dapat dikatakan layak. Rumah atau papan yaitu suatu bangunan yang dibuat dengan berbagai komponen yang menjadi pelengkapnya, yaitu, pondasi, dinding, dan juga atap rumah tersebut. Allah sudah memenuhi hal- hal yang menjadi kebutuhan manusia tersebut. Oleh karena itu Islam yang menjadi agama yang mengatur jalan hidup manusia agar lebih tertata dengana danya Al-Qur‟an Dan Hadits sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan manusia.

Jual beli dapat diartikan sebagai proses tukar menukar barang yang dilakukan antara penjual dengan pembeli dengan didasarkan kepada kedua belah pihak atas suka sama suka antara satu sama lain yang dapat menimbulkan akibat untung dan rugi. Akan tetapi jual beli juga merupakan suatu tolong menolong antara sesame manusia. Maka daripada itu, dalama melakukan kegiatan jual beli tidak hanya memeikirkan keuntungan saja akan tetapi juga memikirkan dampak terhadap konsumen.

Objek jual beli bukan hanya tertuju pada barang atau benda saja, akan tetapi juga manfaat.prinsip dasar dalam jual beli adalah boleh sebagaimana dalam firman Allah SWT:













































Dalam dokumen tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap (Halaman 53-60)

Dokumen terkait