Dar i ur aian- ur aian dan cont oh- cont oh di at as m enunj ukkan bahwa m engkaj i lit er at ur adalah suat u hal pent ing dalam m em aham i perm asalahan penelit ian. Mengkaj i lit er at ur m em er lukan ket er am pilan dan seni agar dapat dilakukan dengan baik. Sem akin ser ing penelit i m encoba unt uk m engkaj i lit er at ur m aka akan sem akin baik hasil kaj ian lit er at ur yang diper oleh.
H I POTESI S
Hipot esis ber kait an erat dengan t eor i. Hipot esis adalah
dugaan atau j aw aban sem ent ar a dar i per t anyaan yang ada
pada per um usan m asalah penelit ian. Dikat akan j aw aban
sem ent ar a oleh kar ena j aw aban yang ada adalah j awaban
yang ber asal dar i t eor i. Dengan kat a lain, j ika t eor i
m enyat akan bahw a A berpengar uh t erhadap B, m aka
hipot esis adalah sesuai dengan apa yang dikatakan t eor i
t er sebut , yakni A ber pengar uh t er hadap B. Jawaban
sesungguhnya hanya bar u akan dit em ukan apabila penelit i
t elah m elakukan pengum pulan data dan analisis dat a
penelit ian.
Teori & Hipot esis
Hipot esis dapat ber sum ber dar i 2 hal ( Hines dan Mont gom er y, 1990) , yakni:
a. Hasil pengalam an m asa lalu at au penget ahuan, atau ser ing dar i per cobaan sebelum nya. Tuj uan penguj ian hipot esis ini b iasanya unt uk m enent ukan apakah sit uasi per cobaan t elah ber ubah;
b. Teor i at au m odel. Tuj uannya unt uk m em bukt ikan kebenar an suat u t eor i at au m odel.
Seper t i dij elaskan sebelum nya hipot esis dapat dikem ukakan apabila ada r efer ensi t eor i at au penelit ian yang m endasar inya. Jika penelit i t idak m enem ukan t eor i at au penelit ian yang m endasar i, m aka hipotesis t idak per lu dipaksakan unt uk dibuat, m isalnya dalam penelit ian deskr ipt if dan penelit ian eksplor at if.
Hipot esis dibagi m enj adi 2 kat egor i ( Kuncor o, 2003;
Ker linger , 2000) , yakni:
1) Hipot esis st at ist ik 2) Hipot esis penelit ian
H ipot e sis st a t ist ik
Sebuah hipot esis st at ist ik adalah sebuah per nyataan m at em at is t ent ang keadaan populasi yang dit inj au/ dit elit i.
Suat u per nyataan akan dinyat akan sebagai per nyat aan m at em at is j ika dan hanya j ika per nyat aan ter sebut disaj ikan dengan m em akai sim bol- sim bol m at em at ika ( Agung, 2004;
Hines &. Mont gom er y, 1990; Sudj anna, 1989) .
Hipot esis st at ist ik dibagi m enj adi 2, yakni:
a. Hipot esis Nol ( H0) : m enyat akan t idak adanya hubungan, at au t idak adanya pengar uh, at au tidak adanya per bedaan.
b. Hipot esis Alt er nat if ( Ha at au H1) : m enyat akan adanya
hubungan, at au adanya pengar uh, at au adanya
per bedaan.
Teori & Hipot esis
Hipot esis st at ist ik j uga dapat dibedakan m enj adi hipot esis dua arah dan hipot esis sat u ar ah ( Sudj anna, 1989) . Ber ikut ini cont ohnya:
a. Hipot esis dua ar ah
H0:
= 0 ( t idak ada hubungan)Ha:
0 ( ada hubungan)at au;
H0:
1=2 ( t idak ada perbedaan) ;Ha:
12 ( ada per bedaan)b. Hipot esis sat u arah
H0:
1=2 ( sam a dengan) ;Ha:
1>2 ( lebih besar ) .at au;
H0:
1=2 ( sam a dengan) ;Ha:
1<2 ( lebih kecil) .at au;
H0:
1<2 ( lebih kecil/ sam a dengan) ;Ha:
1>2 ( lebih besar ) .at au;
H0:
1>2 ( lebih besar / sam a dengan) ;Ha:
1<2 ( lebih kecil) .Gam bar 3.4. Hipot esis Sat u dan Dua Ar ah
Teori & Hipot esis
H ipot e sis Pe n e lit ia n
Hipot esis penelit ian disebut j uga dengan hipot esis subst ansi (
subst antive hypot esis) adalah hipot esis yang m engandungper nyat aan m engenai r elasi ant ar a dua var iabel at au lebih sesuai dengan t eor i. Hipot esis subst ansial t idak dapat diuj i, agar dapat diuj i har us t er lebih dahulu dit er j em ahkan m enj adi
t er m - t erm operasionalat au
t erm - t er m s stat ist ikyang disebut dengan
hipot esis st atist ik( Ker linger , 2000) . Hipot esis penelit ian t idak dit ulis sebagai H0 m elaw an H1 at au H0 m elawan Ha, akan t et api hanya m er upakan sebuah kalim at at au per nyataan t ent ang apa yang diduga ber laku unt uk populasi yang dit inj au, yang har us didukung oleh t eor i at au substansi yang r elevan ( Agung, 2004; Sar m anu, 2004) .
Ser ingkali penelit i pem ula m engalam i kebingungan pada saat m enyusun hipot esis dalam pr oposal at au laporan penelit iannya, apakah har us dinyat akan dalam bent uk hipot esis st at ist ik at au hipot esis penelit ian. Pendapat - pendapat di at as cukup j elas dij adikan sebagai r uj ukan bahwa ket ika penelit i ingin m enyusun hipot esis kar ena ber dasar kan t eor i m aka penelit i cukup m enyaj ikannya dalam bent uk hipot esis penelit ian, t at kala penelit i ber m aksud m enguj i hipot esis dalam bagian analisis dat a, m aka hipot esis penelit ian yang sem ula dikem ukakan dalam bent uk kalim at per nyat aan dapat dikonver si ke dalam hipot esis st at ist ik ( Ho dan H1, at au Ho dan Ha) agar dapat diuj i secar a stat ist ik.
Misalnya, sebuah penelit ian yang ber sifat asosiat if. Teor i m enyat akan bahwa kepuasan ker j a m em ilik i hubungan dengan kom it m en organisasi, m aka hipot esis penelit ian dan hipot esis st at ist ikn ya adalah sebagai ber ikut ,
a. Hipot esis penelit ian: kepuasan ker j a ber hubungan dengan kom it m en organisasi, at au dapat disusun m enj adi ada hubungan kepuasan ker j a dengan kom it m en or ganisasi;
b. Hipot esis st at ist ik:
H0:
= 0 ( ar t inya, t idak ada hubungan kepuasan ker j at er hadap kom it m en organisasi) ;
Ha:
0 ( ar t inya ada hubungan kepuasan ker j aTeori & Hipot esis
Cont oh lain dalam sebuah penelit ian yang ber sifat kom par at if. Teor i m enyat akan bahwa ada per bedaan kepuasan ker j a ant ar a kar yawan laki- laki dan kar yaw an per em puan, m aka hipot esis penelit ian dan hipot esis st at ist iknya adalah sebagai ber ikut ,
a. Hipot esis penelit ian: ada per bedaan kepuasan kerj a ant ara kar yaw an laki- laki dengan kar yawan per em puan;
b. Hipot esis st at ist ik:
H0:
1≠2 ( ar t inya, t idak ada per bedaan r at a- r atakepuasan ker j a antara kar yaw an laki- laki dengan kar yaw an per em puan) ;
Ha:
1=2( ar t inya, ada per bedaan r ata- rat a kepuasan ker j a antara kar yaw an laki- laki dengan kar yaw an per em puan) .
Hipot esis t idak har us ada dalam set iap penelit ian, m isalnya penelit ian yang ber sifat deskt ipr if m aka hipot esis t idak per lu diser t akan, kar ena penelit ian deskr ipt if hanya ber t uj uan m enj elaskan suat u fenom ena sebagaim ana adanya at au apa adanya. Nam un dem ikian dalam penelit ian deskr ipt if, hipot esis dapat saj a dikem ukakan apabila ada sesuat u yang m endasar inya, seper t i ket ika ada t eor i atau st andar - standar baku t er hadap sesuat u yang diam at i.
Misalnya saj a suat u st andar yang diakui dalam dunia indust r i unt uk daya t ahan lam pu list r ik m inim al 3000 j am bar u dikat akan m em ilik i kualit as yang baik, m aka hipot esisnya dapat disusun sebagai ber ikut ,
a. Hipot esis penelit ian: r at a- rat a daya t ahan lam pu lebih dar i atau sam a dengan 3000 j am ;
b. Hipot esis st at ist ik:
H0: < 3000 j am ( ar t inya, rat a- r ata daya t ahan lam pu kur ang dar i 3000 j am ) ;
Ha:
> 3000 j am ( ar t inya, rat a- r ata daya t ahanlam pu lebih dar i at au sam a dengan 3000 j am ) .
Teori & Hipot esis
Dalam dokumen
Metodologi penelitian bisnis konsep dan
(Halaman 52-57)