• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Manusia

Dalam dokumen BUNGA RAMPAI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 45-53)

SURAH Al-HAJJ AYAT : 5

A. Pengertian dan hakikat manusia

2. Hakikat Manusia

Hakikat Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWt yang memiliki peranan penting dalam kehidupan di muka bumi. Manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya dibandingkan makhluk Allah SWT bahkan Allah menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Adam Alaihi salam. Masyarakat barat memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa dan raga serta dibekali dengan akal dan pikiran. Oleh karena itu, manusia di ciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna ciptaannya daripada makhluk lainnya.

An-Nahlawi mengemukakan bahwa manusia menurut pandangan islam sesuai dengan hakikatnya, dapat dipahami dari aspek-aspek berikut.

a. Asal-usul penciptaan manusia

Manusia bersumber dari dua asal, yaitu: 1. Asal yang „jauh‟ penciptaan pertama dan tanah yang kemudian disempurnakan dan ditiupkan ruh-nya kepada manusia tersebut, 2. Asal yang „dekat‟ penciptaan manusia dari nuthfah. Dalam Al-qur‟an pandangan manusia diarahkan pada kehinaan, hal ini ditujukan untuk menghancurkan kecongkakan manusia dan melemahkan ketakaburannya, sehingga dia benar-benar tawadhu dalam kehidupannya.

b. Makhluk yang dimuliakan

Manusia dianugerahi Allah dengan kemampuan yang dapat digunakannya untuk menguasai alam semesta demi kemaslahatan manusia. Di tiupkan ruh (QS. As-Sajadah ayat 9)

42

َُُّث ُٗى ََّٰٛؼ َدَفََٔٚ

ِٗيِف ِِْٓ

ۦِِٗحُّٚض ًََؼَخَٚ ۖ ُُُىٌَ

َغَّّْؽٌا َط َٰصْثَ ْلْاَٚ

َحَسِئْفَ ْلْاَٚ

ًلايٍَِل ۚۖ

بَِّ

َُْٚطُىْشَر Artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan

meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. 40

Diberikan keistimewaan (QS. Al-Isra' ayat 70)

َٚ

ْسَمٌَ

بََِّْٕطَو َِٕٝث َََزاَء ٍَََُُّْْٰٕٙحَٚ

ِٝف ِّطَجٌْا ِط ْحَجٌْاَٚ

َُُْْٰٕٙلَظَضَٚ

َِِّٓ

ِذَٰجِّيَّطٌا ٍََُُّْْٰٕٙضَفَٚ

ٍََٰٝػ ٍطيِثَو َِِّّّْٓ

بَْٕمٍََذ ًلايِضْفَر

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”6

Ditundukkan alam untuknya. Semua alam ini termasuk dengan isinya ini Allah peruntukkan untuk manusia (QS. Al-Jaatsiyah ayat 12-13)7

َُّالله

ِٜصٌَّا َطَّرَؼ ُُُىٌَ

َط ْحَجٌْا َِٜطْدَزٌِ

ُهٍُْفٌْا ِٗيِف ۦِِٖطَِْأِث اُٛغَزْجَزٌَِٚ

ِِْٓ

ۦٍِِْٗضَف ُُْىٍََّؼٌََٚ

َُْٚطُىْشَر Artinya: “Allah-lah yang menundukkan lautan

untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur”.

ٍَ َْٛمٌِّ ٍذَٰياَءَي َهٌِ َٰش ِٝف َِّْإ ۚ ُِِّْٕٗ بًؼيَِّخ ِضْضَ ْلْا ِٝف بََِٚ ِد َٰٛ ََّّٰؽٌا ِٝف بَِّ ُُْىٌَ َطَّرَؼَٚ

َُْٚطَّىَفَزَي Artinya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa

yang di langit dan apa yang di bumi

5 Bersumber dalam al-qur'an, surah As Sajadah ayat 9

43 semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir”.

c. Makhluk istimewa dan terpilih

Allah memberikan kemampuan untuk mem- bedakan yang baik dengan yang buruk, dan kemampuan memilih kepada manusia. Manusia diberi kesiapan dan kehendak untuk melakukan kebaikan atau keburukan, sehingga mampu memilih jalan mengantarkannya pada kebaikan dan kebahagiaan, atau jalan yang membawanya pada kebinasaan. Manus41harus berupaya menyucikan, mengembangkan, dan mendirikan diri agar manusia terangkat dalam keutamaan

d. Makhluk yang dapat di didik42

Manusia dibekali Allah dengan kemampuan untuk belajar dan memiliki pengetahuan, serta menganugerahinya dengan berbagai sarana untuk itu.

Seperti penglihatan, pendengaran, bahasa, berpikir dan menulis. Dengan akal dan hatinya manusia mengolah alam untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

e. Tanggung jawab manusia

Sesuai dengan kemuliaan, keunggulan, dan keistimewaan manusia dari makhluk lainnya, manusia pun dibebani tanggung jawab yang disertai balasan yang setimpal. Menurut ajaran islam, manusia diberi tanggung jawab untuk menerapkan syariat Allah dan menjadi hambanya. Rasa tanggung jawab akan terpelihara dalam diri manusia yang sadar, selalu ingat, adil, tidak menyeleweng, tidak tunduk pada hawa nafsu, jauh dari kezaliman dan kesesatan, istiqomah dalam berperilaku.

6 Bersumber dalam al-qur'an, surah Al-isra' ayat 70

7 Al-Qur'an surah Al Jaatsiyah ayat 12-13

8 Al-Qur'an surah Az-Zariyat ayat 56

44

Manusia juga diminta bertanggung jawab atas harta, umur, dan kemudaannya.

f. Tugas tertinggi manusia, beribadah kepada Allah

Beribadah kepada Allah merupakan tugas manusia dalam hidup. Manusia sesungguhnya tidak berarti apa-apanya dihadapan Allah, dan manusia bertanggung jawab untuk merendahkan diri dengan cara selalu beribadah kepadanya. Semakin merendahkan diri dan semakin bertaqwa manusia kepada Allah, dia akan dapat karamah dari Allah. Manusia dibekali kemampuan fisik dan psikis agar ia maampu melaksanakan kewajiban ibadah dengan baik dan sempurna. Orang- orang yang tidak mau merendahkan diri beribadah kepada Allah adalah orang-orang yang gagal, dia sombong kepada Allah, berarti dia menolak karamah Allah.

Firman Allah dalam surah Az-Zariyat ayat 56

ُِْٚسُجْؼَيٌِ َّلَِّإَؽِْٔ ْلْإََِّٛدٌْبُزْمٍََذبََِٚ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku”.

Kandungan isi surah az-zariyat ayat 56 menerangkan kewajiban bagi jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah secara umum terdiri atas ibadah makhdah dan ibadah gairu makhdah, ibadah makhdah yaitu melaksanakan berbagai perintah Allah, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Sedangakan ibadah gairu makhdah yaitu segala macam Perbuatan untuk mencapai ridha Allah, seperti belajar, bekerja, dll.

Selain itu ada juga hakikat manusia sebagai manusia yang fitrah/suci dan sebagai Khalifah di muka bumi

45 Rasulullah SAW bersabda :

ِحَطْطِفٌْبىٍََػُسٌَْٛـَيٍز ٌٍَُُُّّْْٛٛو ِخٌٍَِّّْبِِ٘صَٙىٍََػ:ٍخَياَِٚطىِفَٚ-

-

َؼَّْخٌخَّْيَِٙثُسٌَُْٛربََّو،َُٗٔبَؽِّدَُّيَْٚأَُٙٔاَطِّصَُٕي َْٚأَُٙٔاَزَُِّٛٙيُ٘اََٛثَأَف

؟َءبَػْسَدِِْٕبَْٙيِفَٔ ُّْٛؽِحُزٍَْ٘،َءب

Artinya: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah”—dalam riwayat lain disebutkan:

“Dalam keadaan memeluk agama ini—Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana seekor binatang dilahirkan dalam keadaan utuh (sempurna), apakah kalian mendapatinya dalam keadaan terpotong (cacat)” (HR. Bukhari dan Muslim).43

Maksud haditst di atas adalah setiap manusia atau bayi yang di lahirkan di dunia ini semuanya dalam keadaan fitrah atau suci. Jadi, orang tuanya lah yang mengubah mereka menjadi agama yahudi, nasrani, atau majusi. Oleh karena itu, mengapa manusia dicipatakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Oleh sebab itu, ia juga diciptakann Allah sebagai makhluk yang bertanggung jawab, dan manusia di ciptakan oleh Allah yang memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Al-Baqarah ayat 30

ٍَِرِضْضَ ْلْبىِفٌٍِػبَدىِِّٔإِخَىِئ ٍٍٍَََِّْٰىُّثَطٌَبَلْشِإَٚ

ُٕ ْحَََٔٚء بَِِّسٌبُىِفْؽَيَٚبَٙيِفُسِؽْفُيَِْٕبَٙيِفٍَُؼْدَرَأا ٌُٛبَل ًخَفي

ٍَُّْْٛؼَر َلَّبٍََُّّْػَأ ىِِّٔ َلْبَم َىٍَُؼِّسَمََُٔٛوِسَّْحِجُحِّجَؽُٔ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata:

"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan

43 Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim

46

padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:

"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".44

Maksud dari surah Al-Baqarah ayat 30 di atas, merupakan suatu di alog anatar Allah dengan malaikat.

Allah menegaskan kepada malaikat bahwa akan ada seseorang yang menjadi khalifah di muka bumi. Penegasan tersebut bahwa Allah memberikan kehormatan dan kemulian kepada makhluk yang akan menggantikan posisi- Nya sebagai khalifah di muka bumi. Allah mengangkat manusia sebagai khalifah yang bertujuan untuk menguji manusia dan memberinya penghormatan. Sungguh maha besar Allah semuanya sudah ada didalam al quran dan hadits. nah sekarang tugas kita sebagai manusia untuk mengamalkannya.

Pandangan Martin Buber Martin Buber mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia tidak bisa disebut „ini‟ atau

„itu‟. Menurutnya manusia adalah sebuah eksistensi atau keberadaan yang memiliki potensi namun dibatasi oleh kesemestaan alam. Namun keterbatasan ini hanya bersifat faktual bukan esensial sehingga apa yang akan dilakukannya tidak dapat diprediksi. Dalam pandangan ini manusia berpotensi utuk menjadi „baik‟ atau „jahat‟, tergantung kecenderungan mana yang lebih besar dalam diri manusia. Hal ini memungkinkan manusia yang „baik‟

kadang-kadang juga melakukan „kesalahan‟.45

44 Surah Al- Baqarah ayat 30

45 Khazaniyah, 2013 Hakikat manusia menurut pandangan islam dan barat, hal 300

47 3. Proses Penciptaan Manusia menurut Pandangan Umum

Pada awal abad 20 seorang dokter dari ahli biologi berkebangsaan Prancis Muirice Bucaille, ia telah menulis sebuah buku tentang yang 46berjudul "La Bible, La Coranet, La Sience". Buku tersebut diterjemahkan oleh H.M. Rasjidi kedalam bahasa indonesia pada tahun 1978 dengan judul

"Bible, Al-Qur'an dan Sains". Muirice Bucaille dalam buku ini menjelaskan 47tentang pase-pase perkembangan manusia dari mulai embrio menurut Al-Qur'an penyelidikan menurut para ahli biologi dan kedokteran. Bucaille mengatakan manusia tetjadi melalui proses-proses yang lazim dan umum terjadi bagi hewan yang menyusui. (H.M.

Rasjidi, 1978).

Kejadian manusia pada awalnya terjadi karena adanya pembuahan (fecondation) dalam saluran telur (tuba fallopi). Ada suatu telur (ovum) yang memisahkan dari ovarium pada saat terjadi sikius mentruasi, yang menyebabkan penbuahan oleh sperma laki-laki atau yang lebih populer sebutan spermatozoa.12Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa proses terjadinya manusia melalui beberapa tahap yaitu, terjadinya pertemuan sel sperma laki-laki dan sel telur perempuan, yang disebut dengan pembuahan. Saat sel sperma dan sel telur bergabung dan menyusun sel baru itu disebut dengan ziqot. Kemudian terjadinya perantain yang disebut dengan embiro, yaitu segumpal darah yang semakin membeku. Dan yang terakhir terjadinya tahapaan kehamilan yang disebut dengan janin.

Oleh sebab itu mengapa proses terjadinya manusia melalui pembuahan dalam sel telur.

Asal-usul manusia menurut teori Darwin. Ahli zoologi yang bernama lengkap Charles Robert Darwin (1809-1882) dalam buku nya yang berjudul "The origin of

12 Kurniawati, 2018 Manusia menurut konsep al-qur'an dan sains, hal 89

48

species" mengatakan : "suatu badan (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak Sempurn menuju pada kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga smapai kepada asal-usul manusia. Menurutnya manuisa sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum- hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Nah, kemudian lahirlah suatu ajaran (pengertian) bahwa manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian berkembangan menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia.12 Maksud dari teori Darwin di atas adalah bahwa asal-usul manusia yaitu hasil dari perkebamngan yang paling sempurna, karena dari perkembangan tersebut prosesnya secara terarut dengan hukum-hukum mekanik seperti dengan tumbuhan dan hewan. Maka muncullah teori yang mengatakan bahwa manusia itu sejenis dengan kera.

Pendapat lain menyatakan bahwa manusia ialah dinyatakan dengan kata insan yang disebut 65 kali. Secara umum, eksplorasi maknanya berkisar pada tiga hal;

peratama, insan di hubungkan dengan keistimewaannya sebagai khalifah atau pemikul amanah. Kedua, insan di hubungkan dengan predisposisi negatif diri manusia.

Ketiga, insan di hubungkan dengan 48proses penciptaan manusia. Secara umum, konteks insan menunjukkan pada pergulatan sifat-sifat psikologi-spritual menuju satu titik kesempurnaan.

Filosof Rene Descartes (1596-1650) menyatakan bahwa seluruh alam semesta tidak ada ruang yang kosong, semuanya berisi partikel-partikel dan bentuk gerakan yang bermacam-macam. Descartes percaya ada tiga jenis partikel dasar di alam semesta yaitu api, tanah dan udara. Api atau partikel panas menurutnya sebagai unsur yang paling kecil.

13 Ristoga, 2018 Penciptaan manusia, hal 04

14 Subagiya, 2018 Interelasi nilai penciptaan manusia dalam al-qur'an dalam prngajaran sain biologi, hal 197-198

49 Sehingga kalau partikel ini berkumpul akan membentuk zat cair dan gas yang sangat sempurna yang mampu mengisi ruang bentuk dan ukuran. Partikel-partikel tersebut secara alami menembus ke semua partikel yang besar dalam alam dan membentuk matahari. Semua obyek termasuk planet- planet dan komet-komet disamping bumi dan seluruh isinya menurutnya tersusun dari pertumbuhan partikel-partikel tanah. 13

Manusia berkembang biak atau bereproduksi secara seksual. Reproduksi seksual melibatkan dua individu yang masing-masing menyumbangkan satu sel reproduktif khusus yang disebut gamet, dan bersifat vivipar atau melahirkan. Gamet jantan disebut sperma dan gamet betina disebut ovum (sel telur). Sperma berukuran sangat kecil memiliki bentuk seperti berudu dan motil, artinya dapat bergerak aktif ke arah sel telur dengan menggerakkan ekornya yang panjang seperti cambuk. Sedangkan sel telur (ovum) dibentuk dalam ovarium. Ovum berukuran besar dan nonmotil, mengandung persediaan makanan untuk menunjang perkembangan embrio yang dihasilkan setelah telur tersebut dibuahi.

B. Proses Penciptaan Manusia menurut Surah Al Hajj ayat 5

Dalam dokumen BUNGA RAMPAI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 45-53)