• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Analisa Bivariat

BAB V PEMBAHASAN

5.2 Hasil Analisa Bivariat

5.2.1Hubungan Pengetahuan dengan Self Efficacy Penanganan Kegawatdaruratan Obstetric

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Spearman rank hubungan pengetahuan dengan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetri didapatkan hasil bahwa nilai p value 0,000 (p<0,05) maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Self Efficacy Penanganan Kegawatdaruratan Obstetric. Hasil koefisien

corelasi didapatkan 0,613 yang artinya mempunyai kekuatan corelasi yang kuat. Nilai corelasi bernilai positif maka hubungan kedua variabel searah, yang berarti variabel pengetahuan mempunyai kekuatan yang baik terhadap self efficacy. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Rohmah & Ismarwati, (2017) dari penelitian ini didapatkan hasil uji statistik menggunakan chisquare diperoleh nilai Sig (2-tiled) atau ρ value sebesar 0,038 yaitu ρ value < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara dukungan suami dengan efikasi diri pada perempuan.

Pengetahuan yang luas tentang ilmu kegawatdaruratan obstetri sangatlah penting bagi seorang suami, dengan pengetahuan kegawatdaruratan obstetri suami akan mampu melakukan pertolongan pads istri jika terjadi gangguan pada ibu hamil agar lebih efektif dan efisien terutama dalam kasus gawat darurat obstetrik.

Dalam pengetahuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu Pendidikan; adalah suatu usaha mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah berlangsung seumur hidup, sehingga suami yang mempunyai pendidikan diharapkan mampu dalam penanganan kasus rujukan gawat darurat obstetrik

72

begitu pula dengan pengalaman akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah yang bertolak dari masalah nyata seperti pada kasus gawat darurat obstetrik. Dengan pengalamannya suami dapat mengambil keputusan secara tepat dan cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, serta umur sangat mempengaruhi seseorang, semakin bertambah umur maka semakin banyak pengetahuan yang didapatkan seseorang (Masniah et al.,2011).

Efikasi diri adalah keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya mampu menjalankan tugas tertentu atau meraih sasaran tertentu. Singkatnya bahwa efikasi diri itu sendiri merupakan komponen dari keseluruhan perasaan diri seseorang, self-efficacy atau efikasi diri juga dapat diartikan sebagai perasaan seseorang bahwa dirinya mampu melakukan tugas-tugas secara efektif . Bandura mengemukakan bahwa efikasi diri mengacu pada keyakinan sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau melakukan suatu tugas yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu (Mawanti, 2011:31). Keyakinan akan seluruh kemampuan ini meliputi kepercayaan diri,

kemampuan menyesuaikan diri, kapasitas kognitif, kecerdasan dan kapasitas bertindak pada situasi yang penuh tekanan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pendapat para ahli diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengetahuan dan self effiicacy mempunyai hubungan yang signifikan.

Dilihat dari hasil analisis bivariat, arah hubunngan mempunyai nilai yang posistif. Yang berarti jika

pengetahuan suami tentang penanganan

kegawatdaruratan obstetri meningkat maka self efficacy atau efikasi diri suami juga akan mengalami peningkatan.

Pengetahuan seseorang berperan penting dalam menerima informasi, sehingga dengan adanya pengetahuan yang dimiliki seseorang membuat mereka bisa dengan mudah mencari dan menerima informasi yang dibutukan sehingga bisa mengubah pola pikir dan membuat cara pandang yang luas dalam menghadapi masalah yang terjadi disekitarnya (Notoadmojo 2011). Menurut Locke dkk. (1984), dikutip oleh Suseno (2014) mengatakan bahwa efikasi diri yang tinggi akan menumbuhkan rasa percaya diri akan kemampuan dirinya dalam melaksanakan suatu tugas pada saat yang penting. Efikasi diri adalah keyakinan diri seseorang akan kemampuan- kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menghasilkan suatu hal,

74

Bandura (1997), dalam Suseno (2014).

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentaang hubungan pengetahuan dan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetric didapatkan hasil kesimpulan sebagai berikut.

6.1.1 Berdasarkan hasil pengumpulan data menunjukan bahwa umur pada penelitian hubungan pengetahuan dan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetric menunjukan bahwa responden yang berada pada rentang umur 17-25 tahun atau remaja akhir ada 8 responden (26,5%), umur 26-35 tahun atau dewasa awal 14 responden (47%), dan umur 36-45 tahun atau dewasa akhir 8 responden (26,5%).

6.1.2 Berdasarkan hasil analisa data menunjukan bahwa paritas atau anak keberapa pada penelitian hubungan pengetahuan dan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetric adalah kehamilan anak pertama ada 10 responden (33,3%), kehamilan anak kedua 11 responden (36,7%), kehamilan anak ketiga 6 responden (20%), dan kehamilan yang ke-empat ada 3 responden (10%).

6.1.3 Berdasarkan hasil pengumpulan data pada penelitian hubungan pengetahuan dan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetric dapat diketahui bahwa sebagian besar responden istrinya belum pernah keguguran yaitu 28 orang (93,3%), dan yang

72

76

tidak pernah mengalami abortus atau keguguran sebanyak 2 orang (6,7%).

6.1.4 Hasil dari pengumpulan data berdasarkan tingkat pendidikan responden hubungan pengetahuan dan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetric didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden pada penelitian berpendidikan SMA/sederajat yaitu 16 orang (53,3%), Diploma 3 yaitu 5 orang (16,7%), dan Sarjana/D4 yaitu 9 orang (30%).

6.1.5 Berdasarkan pengumpulan dan analisa data pada penelitian hubungan pengetahuan dan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetric, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden pekerjaannya adalah wiraswasta yaitu 20 orang (66,7%), PNS yaitu 4 orang (13,3%), Karyawan Swasta yaitu 6 orang (20%).

6.1.6 Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan penanganan kegawatdaruratan obstetri menunjukan bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tinggi sebanyak 27 reponden (90,0%), dan responden yang mempunyai pengetahuan sedang sebanyak 3 orang (10,0%).

6.1.7 Berdasarkan hasil penelitian Self Efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetri menunjukan bahwa responden yang memiliki penilaian kurang baik sebanyak 4 responden (13,3%), dan responden yang mempunyai penilaian baik sebanyak 26 orang (86,7%).

6.1.8 Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Spearman rank hubungan pengetahuan dengan self efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetri didapatkan hasil bahwa nilai p value 0,000 (p<0,05) maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Self Efficacy Penanganan Kegawatdaruratan Obstetric. Hasil koefisien corelasi didapatkan 0,613 yang artinya mempunyai kekuatan corelasi yang kuat. Nilai corelasi bernilai positif maka hubungan kedua variabel searah, yang berarti variabel pengetahuan mempunyai pengaruh yang baik terhadap self efficacy.

6.2 Saran

6.1.1 Bagi Keluarga

Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi keluaarga untuk membantu menilai self efficacy suami untuk memutuskan tindakan penanganan kegawatdaruratan obstetri pada ibu sehingga tindakan keperawatan yang diberikan pada ibu hamil dapat lebih cepat dan efisien.

6.1.2 Bagi Puskesmas

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam menyusun suatu program asuhan keperawatan khususnya keluarga dan maternal dalam rangka pencapaian self efficacy suami dan tindakan penanganan kegawatdaruratan obstetri.

78

6.1.3 Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi pendidikan dan perkembangan ilmu keperawatan, hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu kajian dan landasan untuk meningkatkan self efficacy suami yang dapat direkomendasikan di lahan praktek dalam upaya penanganan kegawatdaruratan obstetri pada ibu bersalin.

6.1.4 Bagi Keluarga

Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan bentuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama masa perkuliahan mengenai praktik pelayanan keperawatan khususnya di bagian keperawatan keluarga dan metrnitas.

Atia N & Mardianingrum R.(2018). Evaluasi Drug Related Problems (Drps) Pada Pasien Vertigo Perifer Di Rsud Dr. Soekardjo Tasikmalaya Periode Januari –April 2018. Pharmacoscript.1(1)

Aulia, Rasjad AS, Wirakusumah FF. Hubungan pengetahuan dan sikap bidan tentang rujukan kasus obstetri dengan ketepatan rujukan: suatu studi analisis verifikatif di Kabupaten Bantul,Yogyakarta. 2014.

Bobak. (2012). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Dahlan, M.S (2014). Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Jakarta : Salemba Medika

Departemen Kesehatan RI.(2015) . Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Laporan Nasional. Jakarta : Badan Penelitian dan Pembangunan Kesehatan.

Departemen Kesehatan RI. (2019) . Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Laporan Nasional. Jakarta : Badan Penelitian dan Pembangunan Kesehatan.

Dinas Kesehatan Daerah Jawa Tengah. (2019). Profil Kesehatan Jawa Tengah Daerah Jawa Tengah. Dinas Kesehatan Daerah Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. (2019). Profil kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Farichah, Sartono & Damayanti. Rujukan terencana dalam sistim rujukan

Farida.(2017). Pengaruh Brandt Daroff Exercise Terhadap Keluhan Pusing Pada

Lanjut Usia Dengan Vertigo.

http://eprints.ums.ac.id/50458/3/02.%20PUBLIKASI%20ILMIAH.pdf Fayakun & Ismarwati. (2017). Program perencanaan persalinan dan

pencegahan komplikasi (P4K). Jakarta: TIM.

Fransisca, Kristiana (2013). Awas! Sakit Kepala Jangan Dianggap Sepele.

Cetakan 2. Cerdas Sehat. Jakarta ginekologi sosial. Jakarta: TIM.

Glare, P., Miller, J., Nikolova, T., & Tickoo, R. (2011). Treating nausea and vomiting in palliative care: a review. Clinical interventions in aging, 6, 243.

Hastuti (2017). Pengaruh Latihan Brandt Daroff terhadap keseimbangan Dan Risiko jatuh Pada Pasien Benign Paroxismal Positional Vertigo Di

RSUD dr. Soedono Madiun. Skripsi, Universitas muhammadiyah yogyakarta.

Hastuti P, Rosa E & Afandi M.(2017). Gambaran Kondisi Keseimbangan Pasien Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Bppv) Di Rsud Dr. Soedono Madiun.

https://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCNers/article/viewFi le/8/7

Hastuti P.(2017). Pengaruh Latihan Brandt Daroff Terhadap Keseimbangan Dan Risiko Jatuh Pada Pasien Benign Paroxysmal Positional Vertigo Dirsud

Dr. Soedono Madiun.

http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/20905/1.COVE R.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Herlina dkk.(2017). Efektifitas Latihan Brandt Daroff Terhadap Kejadian Vertigo Pada Subjek Penderita Vertigo. Jurnal Medika Saintika.8(2)

Herlina, A, Novia V.R, Ibrahim (2017). Efektifitas terapi latihan brandt daroff terhadap perbaikan gangguan keseimbangan penderita vertigo. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, STIKES Syedza Saintika

Ida P & Felix A.(2019). Dizziness Dan Vertigo Dengan Keterkaitan Sistem Vertebrobasiler. Callosum Neurology Journal.2(1)

Indarwati P.(2018). Perbedaan Pengaruh Latihan Brandt Daroff Dan Reposition Treatment (Crt) Pada Benign Paroxysmal Position Vertigo (Bppv) Di

Rsud Karanganyar.Artikel Ilmiah.

http://digilib.ukh.ac.id/repo/disk1/38/01-gdl-putriindar-1888-1-jurnala- 2.pdf

Ingin Nikah, Harus Perhatikan Usia Ideal. Ini yang Direkomendasikan BKKBN.

(n.d.). Retrieved October 1, 2021, from

https://www.bkkbn.go.id/detailpost/ingin-nikah-harus-perhatikan-usia-ideal- ini-yang-direkomendasikan-bkkbn

men Kesehatan - PDFCOFFEE.COM. (n.d.). Retrieved October 1, 2021, from https://pdfcoffee.com/kategori-usia-menurut-who-dan-departemen-

kesehatan-pdf-free.html

Kurniati.(2017). Perbedaan Pengaruh Brandt Daroff Dan Manuver Epley

Terhadap Peningkatan Fungsional Pada Vertigo.

http://digilib.unisayogya.ac.id/2864/1/NASKAH%20PUBLIKASI

%20PDF.pdf

Kurniawati A, Nurdianti D. Karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap dalam mengenal tanda bahaya kehamilan. FIKes-Universitas

RSUD Gambiran Kediri.

Laili, Nugraha & Garna,( 2015) .Pelayanan Maternal dan Neonatal.

Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroraharjo.

Liberata & Sulistyaningsih (2020). Hubungan Informed Consent terhadap Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Hernia di RSUD Salewangan Maros, Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis

Lisa Farrah Ulfah,Desi harisna,(2017). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil Di Ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh

Maternitas, P. K. (n.d.). CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Document Repository.

Mirkuzie, Sebire N, Harris J, Robinson S, Began I. (2011). The risks associated with pregnancy in women aged 35 years or older. 2014.

Mustian, K.M., Devine, K., Ryan, J.L., Janelsins, M.C., Sprod, L.K., Peppon, L.J., dkk. Treatment of nausea and vomiting during chemotherapy. US oncology & hematology, 7(2), 91-97.

Ningsih OIS. (2011). Pengaruh penyuluhan pemanfaatanbuku KIA terhadap sikap deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di Kelurahan Bangunharjo Sewon Bantul. Naskah publikasi. Program Studi Kebidanan Jenjang D IV Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Tanpa halaman.

Niyitegeka, M. (2011) Common question about late-term and postterm pregnancy.

Notoatmodjo,S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam (2017). Pendekatan praktisi metodologi riset keperawatan. Jakarta : Sagung Seto.

Nursalam. (2017). Metodologi penelitian: pendekatan praktis (edisi 3). Jakarta:

Salemba Medika

Oktaviani, R. (2013). Akupresur Zusanli (St36) dan Taibai (Sp3) Untuk Menurunkan Mual Pada Pasien Dispepsia Di RSUD Banyumas. Skripsi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Oktaviani, R., Mardiyono, M., & Achiriyati, D. (2014). Acupressure On Zusanli (St36) And Taibai (Sp3) in Reducing Nausea for Patients with Dyspepsia at Banyumas Hospital. Nurse Media Journal of Nursing, 4(2), 745-753.

Ozkan G, Ulusoy S.(2011) Acute Complication of Hemodialysis. In: Technical Problems in Patients on Hemodialysis. Editor: Penido MG. In Tech, Croatia 2011: 251-94 paripaurna terpadu kabupaten/kota. Surabaya.

Pertiwi FD, Isnawati. (2017). gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Caringin Kabupaten Bogor tahun 2015. HEARTY Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol.5 No.1 Priyono A & Nusadewiarti A.(2020).Family Medicine Approach sebagai

Tatalaksana Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Kanal Posterior Kanan Komorbid Hipertensi pada Perempuan Usia 49 Tahun:

Sebuah Laporan Kasus. SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal.1(2)

Purnamasari P.(2013).Diagnosis And Management Benign Paroxysmal Positional

Vertigo (BPPV).

https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/5625/4269

Purwanti (2013). sinopsis obstetri obstetri obstetri operatif obstetri sosial. Edisi ke-3. Jakarta: EGC.

Puspitawati & Muflikhati. (2019). Pengantar kuliah obstetrik dan ginekologi sosial. Jakarta: TIM.

Rithirangsriroj, K., Manchana, T., & Akkayagorn, L. (2015). Efficacy of acupuncture in prevention of delayed chemotherapy induced nausea and vomiting in gynecologic cancer patients. Gynecologic oncology, 136(1), 82-86.

Rondhianto, (2012). Pelayanan Maternal dan Neonatal. Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroraharjo

Rohmah, F. N., & Ismarwati. (2017). Hubungan Dukungan Sosial Suami Dengan Efikasi Diri Istri. Media Ilmu Kesehatan, 6(1), 18 –25.

Roy, Biswas dan Chowdhury. (2017). Clinical aspects of pregnancy after the age of 35 \years: a review of the literature.

Jakarta : Yayasan Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Sari N & Nindya T.(2017). Hubungan Asupan Cairan, Status Gizi Dengan Status Hidrasi Pada Pekerja Di Bengkel Divisi General Engineering PT Pal Indonesia. Media Gizi Indonesia.12(1)

Sari SAHS, Sulaeman S, Idriani. (2018). Pengaruh paket edukasi tanda bahaya kehamilan melalui media booklet, audiovisual dan kombinasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Wacana Kesehatan Vol. 3, No.2, Desember .

Setiawati M & Susanti. (2016). Diagnosis dan Tatalaksana Vertigo. Majority.5(4) Slamet. (2018). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta.

Smeltzer, Bare (2012). Buku Ajar Keperwatan Medikal Bedah. Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

PT Alfabet.

Sunyoto & Setiawan (2013). Buku Ajar : Statistik Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika

Tembo, Symonds I, Murray H, Petraglia F, Smith R. (2014). Postterm pregnancy. Volume 4 Nomor 6 Tahun

Triyanti N, Nataliswati T & Supono.(2018). Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff Terhadap vertigo Di Ruang UGD Rsud Dr. R Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan.4(1)

Triyanti, Nataliswati & Supono (2018), Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff Terhadap Vertigo Di Ruang UGD Rsud Dr. R Soedarsono Pasuruan. Prodi Keperawatan Lawang, Jurnal Kperawatan Terapan, Poltekes Kemenkes Malang.

UNICEF.(2019). Indonesia Laporan Tahunan UNICEF.

Victorya R, Wibawa F & Juanita S.(2016). Vertigo Perifer pada Wanita Usia 52 Tahun dengan Hipertensi Tidak Terkontrol. J Medula Unila.6(1)

Voigt, M., Fröhlich, C. W., Waschke, K. F., Lenz, C., Göbel, U., & Kerger, H.

(2011). Prophylaxis of postoperative nausea and vomiting in elective breast surgery. Journal of clinical anesthesia, 23(6), 461-468.

Whidihastuti Devi Arvina,Intan Mutiara Putri,(2020). Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus

WHO. Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: A guide for midwives and doctors-2nded. 2017. ISBN978-92-4-56549-3

Widjajalaksmi, K. (2015). Pengaruh Latihan Brandt Daroff Dan Modifikasi Manuver Epley Pada Vertigo Posisi Paroksimal Jinak. Jakarta

World Health Organization. Low birthweight. (2018). country, regional and global estimates. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. Low birthweigh (2014). country, regional and global estimates. Geneva: World Health Organization.

Wulan & Prakarsa.(2017). Laki-laki 56 Tahun,dengan Vertigo Sentral et causa Iskemik Cerebellum. J Agromed Unila.4(1)

USULAN TOPIK PENELITIAN (F01) NamaMahasiswa :Yayang Caesar Tinawa

NIM : S17054

TopikPenelitian : Keperawatan Kegawatdaruratan Latar belakang penelitian secarasingkat

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian neonatal (AKN) setiap tahunnya

mengalami perubahan prevalensi. Angka kematian ibu diseluruh Dunia setiap hari 830 ibu dan di Indonesia setiap hari 38 ibu berdasarkan AKI 305 sedangkan angka kematian neonatal sebanyak 7000 bayi baru lahir di Dunia meninggal setiap harinya dan di Indonesia 185 setiap harinya dengan AKN 15/1000 (Rakerkesnas, 2019). Meskipun AKI dan AKN mengalami penurunan, namun masih tingginya angka kematian menunjukkan bahwa masalah kesehatan ibu selama kehamilan dan persalinan masih perlu upaya yang lebih intensif.

Penyebab AKI/AKN disebabkan komplikasi kebidanan yang tidak ditangani baik dan tepat waktu. Komplikasi kematian ibu 75% disebabkan perdarahan, infeksi, hipertensi kehamilan, partus lama dan aborsi (WHO, 2018). Selain itu penyebab lainnya terjadi karena tiga terlambat yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat mengakses pelayanan dan terlambat mendapatkan pelayanan yang tepat saat tiba di fasilitas kesehatan rujukan (Knight et al, 2013). Hasil penelitian Diflayzer dkk (2015) didapatkan faktor kegawatdaruratan maternal dan neonatal mayoritas disebabkan keterlambatan rujukan sebesar 56,1%).Terkait dengan keterlambatan ketiga, terdapat beberapa faktor penyebab terlambatnya mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan. Faktor- faktor tersebut antara lain rendahnya sumber daya manusia (jumlahdan kompetensi tenaga kesehatan), sarana dan prasarana yang tidak memadai, tidak adanya prosedur penanganan yang jelas, dan penolakan tindakan dari pasien dan keluarga (Fadillah dkk, 2017). Hasil penelitian Mindarsih (2017) mengatakan semakin ada dukungan keluarga semakin sikapnya positif dalam memutuskan penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal.

Keluarga terutama suami memegang peranan penting dalam perawatan kehamilan pada ibu hamil yang dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian pada waktu masa kehamilan atau saat persalinan (Imroatul & Nurul, 2018). Hasil penelitian Sudirman dkk (2019) didapatkan rata-rata peran suami pada saat istri hamil danmelahirkan berada pada kategori rendah, terutamapada dimensi peran domestik dan peran sosial. Seseorang dalam melakukan perannya dibutuhkan self efficacy untuk menggunakanpotensi dirinya secara optimal apabilaefikasi diri mendukungnya (Rustika, 2012).

Lampiran 1

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Pembimbing 1 : Ns.YunitaWulandari, M.Kep Pembimbing 2 : Ns.

IntanBatubara, M.Kep

Judul penelitian yang sudah disetujui oleh kedua pembimbing

(2014) mengatakan suami sebagai kepala keluarga memiliki caramereka sendiri dalam menghadapi masalah atau menjalani proses efikasi diri, halini didorong oleh latar belakang dari setiap subjek serta dorongan dari orang-orang terdekatsubjek.

Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “hubungan self efficacy suami dengan tindakan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di IGD Puskesmas”

Adakah hubungan selfefficacy suami dengan tindakan penanganan Kegawat daruratan maternal dan neonatal di IGD Puskesmas ?

Tujuan umum:

Untuk mengetahui hubungan self efficacy suami dengan tindakan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di IGD Puskesmas

Tujuan Khusus :

1. Mengidentifikasi karakteristik responden seperti usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan

2. Mengidentifikasi tingkat self efficacysuami

3. Mengidentifikasi tindakan penanganan kegawatdaruratan maternal danneonatal

4. Menganalisishubungan self efficacy suami dengan tindakan penanganan kegawatdaruratan maternal danneonatal

HUBUNGAN SELF EFFICACY SUAMI DENGAN TINDAKAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL DI IGD PUSKESMAS

PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI (F02)

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama mahasiswa : Yayang Caesar Tinawa

NIM : S17054

Judul Skripsi yang telah disetujui oleh pembimbing :

Menyatakan bahwa benar-benar akan melakukan penelitian dengan judul tersebut diatas dengan persetujuan Pembimbing Utama dan Pendamping.

Surakarta, 13 November 2020 Mahasiswa

Yayang Caesar Tinawa NIM. ST182015

Menyetujui

Pembimbing Utama PembimbingPendamping

Ns. YunitaWulandari, M.Kep Ns. Intan Batubara, M.Kep., MSN NIK.201105088 NIK.201491128

Lampiran 2

HUBUNGAN SELF EFFICACY SUAMI DENGAN TINDAKAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI PADA IBU BERSALIN DI PONED PUSKESMAS GROGOL SUKOHARJO

Nama : Yayang Caesar Tinawa

NIM : S17054

Tempat Penelitian : Puskesmas Grogol Sukoharjo Waktu Penelitian : November-Desember 2020

JudulSkripsi : Hubungan Self Efficacy Suami Dengan Tindakan Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Pada Ibu Bersalin Di IGD Puskesmas GrogolSukoharjo

Ditujukan : - Kesbangpol Sukoharjo

- Kepala Puskesmas Grogol Sukoharj

Surakarta, 25 November2020 Pemohon,

(Yayang Caesar Tinawa)

Lampiran 4

LEMBAR OPONENT UJIAN SIDANG PROPOSAL SKRIPSI (F.05)

Nama Mahasiswa : Yayang Caesar Tinawa

NIM : S17054

NO TANGGAL NAMA

TERUJI

JUDUL NAMA & TTD

PENGUJI

1. 16 Maret

2021

Lina Agus Tina

Pengaruh Anxiety First Aid

Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Pandemi Covid 19 Pada Remaja Di Smk

Muhammadiyah 05 Karanggede.

Ns. Febriana Sartika Sari, M.Kep

.

LEMBAR AUDIENCE UJIAN SIDANG PROPOSAL SKRIPSI (F.06) Lampiran 6

Lampiran 7

O L TERUJI JUDUL

PENGUJI

1. Jumat, 03

Septemb er 2021

Andini Aisyah Putri

Pengaruh Pemberian

Media Vidio

Animasi :

powtoon

terhadap Sikap Remaja Dalam Pencegahan Seks Bebas Pranikah di Sma

Negeri 6

Surakarta

(Rufaida Nur Fitriana, S.Kep,.

Ns, M.Kep)

LEMBAR AUDIENCE UJIAN SIDANG PROPOSAL SKRIPSI (F.06)

Nama Mahasiswa : Yayang Caesar Tinawa

NIM : S17054

N O

TANGGA L

NAMA

TERUJI JUDUL NAMA & TTD

PENGUJI 1. Rabu, 17

Maret 2021

Dany Dewanto

Analisis Faktor Keterampilan Triage Bencana Pada Anggota Basarnas Surakarta

(Ns. Ika Subekti Wulandari

M.Kep)

Lampiran 9

PENELITIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya : Nama : Yayang Caesar Tinawa

NIM : S17054

Alamat : Sukoharjo

Pekerjaan : Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta

Dengan ini mengajukan dengan hormat kepada responden untuk mengijinkan bapak menjadi responden dan mengikuti penelitian yang akan saya lakukan, dengan judul:

“Hubungan Self Efficacy Suami Dengan Tindakan Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Pada Ibu Bersalin di IGD Puskesmas Grogol Sukoharjo”

Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuansuamidenganself efficacy penanganan kegawatdaruratan obstetri pada ibu bersalin di IGD Puskesmas Grogol Sukoharjo..

Pada kesempatan ini saya meminta bapak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Jika bapakbersedia, maka saya akan memberikan kuesioneruntukbapakisi.

Bapakberhak untuk tidak bersedia ikut dalam penelitian ini tanpa mempengaruhi perawatan yang akan istribapakdapatkan. Jika selama penelitian bapakmerasa tidak nyaman maka responden dapat tidak meneruskan berpartisipasi dalam penelitian ini dan hal tersebut tidak akan mempengaruhi perawatan yang istribapak dapatkan. Apabila ada pertanyaan lebih dalam tentang penelitian ini dapat menghubungi peneliti. Demikian surat permohonan ini saya buat, atas kerjasama yang baik saya ucapkan terimakasih.

Sukoharjo, 17 Mei 2021 Hormat saya,

Yayang Caesar Tinawa

Dokumen terkait