H. ASESMEN: PELAKSANAAN DAN HASIL
1. Hasil Obervasi
a. Aspek fisik, ekspresi, dan perilaku Table 6. Observasi
Tanggal Hasil Observasi
19 Oktober 2021 Klien berkulit Coklat dengan rambut sedikit panjang dan bertubuh gemuk. Tinggi klien sekitar 140 cm dengan berat badan sekitar 50an kg.
Kondisi klien yang terawat dan bersih dengan memakai pakaian kaos berwarna hitam bercorak merah serta memakai celana panjang dengan warna hitam dan sandal berwarna hitam
Klien lebih banyak untuk berpegangan dengan ibunya pada saat masuk keruang pemeriksaan dan tidak mau lepas dari pangkuan ibunya
Pada saat klien diajak bermain dan duduk sendiri klien sudah bisa duduk sendiri, terpisah dengan ibunya serta memperhatikan objek yang ada di depannya yaitu mainan
Klien belum mampu melakukan kontak mata dengan pemeriksa dan lebih banyak untuk melihat keatas
Klien lebih banyak diam dan tidak memberikan respon kepada pemeriksa pada waktu pemeriksa memberikan stimulus kepada klien
Pada saat bermain klien lebih cenderung pasif dan tidak mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemeriksa
Ketika pratikan meminta klien untuk menunjuk stimulus yang diberikan oleh praktikan klien tidak memperhatikan stimulus tersebut dan lebih banyak untuk memperhatikan keatas atau pintu keluat
sambil menunjuk-nunjuk stimulus tersebut dengan keras serta menekan stimulus tersebut dengan jari telunjukknya
Hal itu dilakukan klien berkali-kali terkadang tendensi menunjuk ke stimulusnya keras namun klien tidak memperhatikan stimulus tersebut.
21 Oktober 2021 Klien memakai kaos berwarna coklat dengan celana jeans panjang dan sandal jepit berwarna hitam
Klien datang dengan ibunya memakai hijab berwarna merah muda dengan baju berwarna biru serta rok berwana hijau
Klien terlihat terawatt dan bersih dengan badan yang gemuk serta rambut yang panjang.
Klien duduk dengan tenang dan tidak banyak berbicara namun sudah mau berinteraksi dengan praktikan seperti bertanya serta menjawab pertanyaan dengan praktikan
Klien sesekali meminta duduk dipangkuan praktikan sambil menjawab pertanyaan dari praktikan
Klien kelihatan bersemangat pada saat memasuki ruangan terapi wicara
Pandangan klien masih belum fokus dengan orang disekitarnya dan saat di ajak berbicara klien belum bisa melakukan kontak mata dengan baik.
Klien harus dipanggil berkali- kali ketika diminta tolong atau
diajak berbicara oleh ibunya ataupun praktikan
25 Oktober 2021 Klien datang kerumah sakit jiwa magelang dengan memakai kaos putih polos dengan celana panjang berwaran cream
Klien tampil bersih dan berbadan gemuk dengan kulit coklat bersama dengan ibunya.
Klien saat diruang tunggu pasien bermain di taman bermain di rumah sakit bersama salah satu pasien yang ada rumah sakit tersebut.
Klien sudah mulai mau berinteraksi dengan pasien lain walaupun masih terlihat diam dan bermain sendiri
Klien juga sudah mulai bisa diajak berkomunikasi dengan praktikan dan meminta untuk dipangku oleh praktikan
Pada saat memasuki ruang test klien terlihat bersemangat
Pada saat test berlangsung klien belum bisa duduk tenang dan masih membuka-buka laci yang ada diruang test tersebut
Selain itu klien belum bisa berkontak mata dengan baik saat diajak berkomunikasi dengan praktikan
Klien harus dipanggil lebih dari 5 kali pada saat test berlangsung agar mau merespon praktikan dengan beberapa perintah serta pertanyaan yang diajukan
Ketika diminta untuk menujukkan suatu tanda dalam
gambar klien tidak
memperhatikan tanda tersebut namun menekan-nekan tanda tersebut berkali-kali
Klien juga cenderung diam dan
menjawab tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan
Namun pada saat menyusun balok klien terlihat tersenyum dan tepuk tangan karena berhasil mengerjakan tugas yang diberikan
Klien juga lebih banyak untuk berlari-lari dan tidak duduk diam saat diruang test
Klien bisa duduk diam jika diberikan janji seperti diambilkan minum susu atau makanan
8 November 2021 Klien datang dengan baju kaos berwarna hitam dan celana jeans panjang bersama ibunya
Klien terlihat bersih, rapid an terawatt
Klien sudah mulai mau tersenyum dan tertawa saat diajak berbicara oleh praktikan
Klien juga terlihat antusias saat menunggu akan melakukan NFB
Klien masih belum mampu untuk melakukan kontak mata dengan praktikan saat diajak berbicara
Klien sudah bisa duduk sendiri tanpa didampingi oleh ibunya
Klien juga sudah bisa berinteraksi walaupun hanya satu dua kata saja.
b. Aspek interaksi
Dalam aspek interaksi ini klien masih memiliki kendala dalam berinteraksi terutama pada saat kontak mata kepada lawan bicara. Klien lebih banyak untuk memalingkan
pandangannya dengan orang disekitarnya atau melihat keatas saat merespon praktikan. Selain itu klien cenderung untuk diam dan tidak memberikan respon yang cekatan pada saat klien dipanggil ataupun saat mengerjakan perintah dari orang lain. selain itu juga klien tidak menunjukkan ekspresi atau emosi pada saat terbentur kursi, atau saat diusap dibagian pinggang atau punggu saat klien bermain atau duduk disebelah praktika. Klien cenderung untuk lebih banyak diam dan tidak menunjukkan ekspresi apapun. Klien tidak banyak berbicara namun ketika klien diminta untuk menjukkan dengan telunjuknya klien sering menujuk dengan cara menekan-nekan stimulus atau gambar tersebut atau malah memukul-mukul benda yang diberikan kepada klien dengan keras.
c. Aspek Lingkungan
Semasa sekolah dan bermain klien tidak memiliki terlalu banyak teman dikarenakan bahwa klien dihindari oleh teman- teman sepermainannya, karena teman-temannya menganggap bahwa klien tidak bisa memahami maksud dari teman- temannya sehingga teman-temannya enggan untuk bermain dengan klien. Disekolahpun klien juga lebih banyak bermain sendiri dan tidak memperdulikan situasi disekitarnya. Namun klien memiliki dukungan yang bagus dari orang tuanya seperti
halnya kepedulian orang tua dan kesadaran orang tua akan kesehatan klien dan gangguan yang diderita klien sehingga hal itu yang membuat klien lebih banyak bermain bersama saudara-saudaranya dirumah.
Guru-guru klien pun juga memahami kondisi klien dikarenakan sekolah yang dipilih orang tuanya adalah sekolaha baru didaerahnya sehingga belum mampu beradaptasi dengan siswa berkebutuhan khusus namun sudah mampu untuk memahami kondisi klien. Didalam lingkungan keluargapun klien hanya dekat dengan ibunya, ayahnya hanya mengetahui dan sekedar tahu akan kondisi klien namun kedekatan klien dengan ayah kurang dibandingkan dengan ibu karena ayahnya sibuk bekerja. Klien dengan lingkungan tetangga rumah atau anak seumur klien tidak pernah bermain bersama dikarenakan persepsi teman-teman klien yang menggap klien tidak bisa memahami teman-temannya dan tidak sejalan jika diajak bermain dengan teman-temannya sehingga klien lebih banyak untuk bermain dirumah bersama saudara-saudaranya.
d. Observasi Tes Psikologi
Hasil Observasi yang dilakukan dalam waktu pemberian alat test yang dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2021 bahwa ketika
memasuki ruangan test sikap klien yang diam dan mampu duduk secara mandi dikursi yang sudah disediakan. Namun klien masih kesulitan untuk diajak berbicara serta pandangan klien lebih mengarah ke atas dan tidak bisa kontak mata. Klien sering sekali berlari-lari, membuka-membuka laci meja serta tidak bisa duduk diam seperti waktu klien datang keruangan test. Klien juga harus dipanggil sebanyak 5-7 kali agar klien mau mendengarkan pertanyaan atau mau merespon panggilan dari praktikan. Pada subtest pertama klien mampu mengerjakan 3 pertanyaan awal yang diajukan walaupun harus diulangi pertanyaannya kepada klien.
Di subtest yang kedua yaitu Comprehension klien mampu mengerjakan soal 1-3 dengan tapat dan mendapatkan skor 2 hal ini juga dilakukan praktikan dengan memberikan pertanyaann yang berulang kepada klien karena sikap klien yang diam dan perlu waktu 30 detik untuk menjawab 1 pertanyaan dalam 1 subtest dan klien harus ditenangkan dulu sebelum menjawab pertanyaan. Pada subtest similarities klien hanya mampu menjawab 1 soal yaitu pernyataan no 1 saja dan harus diberika ilustrasi terlebih dahulu agar klien mau menjawabnya dan sikap klien saat disubtest ini lebih banyak diam, bersender kekursi, tidak menatap pratikan dan lebih banyak memandang keatas serta memukul-mukul kursi.
Pada subtest Digit Spain klien cukup mampu mengulangi pernyataan klien dan mendapatkan score di Forward 4 dan Backward
4 walaupun klien menjawab benar pada kesempatan kedua. Di subtest Arithmetic klien juga cukup baik menjawab pertanyaan 2 soal awal dengan tepat walaupun harus diinstruksi secara pelan-pelan dan dilustrasikan dengan orang yang klien kenal. Pada subtest Picture Completion klien diminta untuk menjawab atau menunjuk gambar yang hilang, klien pada 2 soal diawal klien mampu untuk menunjuk 2 bagian gambar yang hilang walaupun klien tidak menatap dengan benar gambar tersebut pada bebrapa gambar klien juga mengetuk- ngetuk gambar tersebut dengan keras dan ditekan-tekan dengan pandangan keatas atau berpaling dari gambar tersebut. Hal tersebut juga terjadi dibeberapa subtest lainnya yang dimana klien tidak memperhatikan instruksi dan perintah yang disampaikan, klien lebih banyak untuk memalingkan perhatiannya kebenda yang membuat klien tertarik atau tidak mau duduk dengan tenang harus diajak bercerita dulu agar klien bisa duduk dengan tenang.
Pada saat subtest Coding klien masih belum bisa memperhatikan arahan yang disampaikan oleh praktikan serta klien belum mampu memegang pensil dengan baik sehingga klien hanya mampu menggambar dengan benar 3 simbol didalam soal tersebut. Selain itu juga klien tidak memperhatikan dengan baik simbol-simbol yang awalnya diberikan contoh cara pengerjaannya oleh praktikan.
2. Hasil Wawancara