• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

saham dengan harga penawaran Rp3.175,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Januari 1982.

30. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) didirikan tanggal 29 Maret 1961 dengan nama Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961. Ruang lingkup perusaahaan ini dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa engineering dan perencanaan. Pada tanggal 11 Oktober 2007, WIKA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WIKA (IPO) kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham seri B baru, dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp420,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2007.

B. Hasil Penelitian

46

Sedangkan actual return adalah perhitungan dari harga saham ke-t dikurangi dengan harga saham t-1 dan dibagi dengan saham t-1, untuk perhitungan lengkapnya dapat dilihat di lampiran-lampiran.

Contoh perhitungan abnormal return :

AR Bri Syariah Tbk(BRIS) pada periode pengamatan yaitu 5 hari sebelum pengumuman merger (t-5)

Art = Rit-Rmt Art =-0,012738854 - 0,015351965

0,002613111

Perhitungan abnormal return secara lengkap dapat dilihat pada lampiran. Berdasarkan lampiran yang telah diberikan dapat dilihat bahwa perusahaan yang memiliki AR tertinggi adalah PT Bank Bri Syariah Tbk (BRIS) yaitu sebesar 0,028448367 pada t+1 pengumuman merger bank syariah, sedangkan perusahaan yang memiliki AR terendah adalah PT Prodia Widyahusada (PRDA) yaitu hanya sebesar -0,00496726.

Dari lampiran tersebut juga dapat diperoleh nilai average dari abnormal return secara menyeluruh dari seluruh sampel perusahaan, baik itu sebelum dan sesudah pengumuman merger bank syariah.

AAR

0,015 0,01 0,005 0 -0,005 -0,01

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

aar Gambar 4.1

Average abnormal return

Sumber : data yang diolah (2021)

Berdasarkan grafik yang diberikan terjadai perbedaan nilai abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman merger bank syariah menunjukkan bahwa situasi pasar dan pengumuman merger memiliki kandungan informasi yang kuat sehingga mampu membuat pasar bereaksi. Kandungan informasi sebelum adanya peristiwa merger tidak memiliki respon yangn baik, sedangkan kandungan informasi setelah diumumkannya rencana untuk melakukan merger di repon positif oleh para investor.

Perbedaan pergerakan harga pasar sebelum dan sesudah adanya informasi rencana merger disebabkan banyak pelaku paasr (investor) yang memilki kekayikan bahwa rencana untuk merger mampu untuk memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia kedepannya, maka dari itu nilai AAR berada pada angka positif dan pengumuman merger ini dianggap sebagai good news

2. Analisis deskriptif

Analisis deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap objek yang akan diteliti melalui sampel atau populasi

48

sebagaimana mestinya, dan tanpa melakukan analisis yang berlaku pada umumnnya.

Statistic deskriptif menggunakan metode-metode yang memiliki kaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu data sehingga mampu memberikan informasi yang berguna.

Statistik deskriptif dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan periode pengamatan yaitu 5 hari sebelum pengumuman dan 5 hari setelah pengumuman merger. Perhitungan ini dihitung berdasarkan data abnormal return . Abnormal return dihitung berdasrkan perhitungan market adjusted model, statistika deskriptif akan memberikan gambaran mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean), variance serta standar deviasi.

Menurut (Sugiyono 2009) “Analisis deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas”. Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat pada regresi berganda, maka perlu dilakukan pengujian asumsi klasik.

TABEL 4.1.

Statistik Deskriptif

N Range Minimum Maximum Mean Std.

Deviation TMIN5 30 ,046086 -,025062 ,021024 -,00665781 ,012439993 TMIN4 30 ,083353 -,016048 ,067305 ,00590360 ,019943503 TMIN3 30 ,061135 -,027992 ,033143 -,00320241 ,014377363 TMIN2 30 ,073802 -,041610 ,032193 -,00113723 ,016013366 TMIN1 30 ,080053 -,031635 ,048417 -,00529533 ,017818475 TNOL 30 ,087776 -,032322 ,055455 ,00425707 ,021471477 TPLUS1 30 ,100434 -,040172 ,060262 -,00032935 ,019499447 TPULS2 30 ,101274 -,025466 ,075808 ,01066595 ,027577867

TPULS3 30 ,111976 -,027281 ,084695 -,00045437 ,021312793 TPLUS4 30 ,087157 -,040087 ,047071 -,00359227 ,019605311 TPLUS5 30 ,105865 -,042638 ,063226 ,00329026 ,022061433 AARSEB 30 ,031899 -,017028 ,014871 -,00207783 ,006898613 AARSDH 30 ,031425 -,009322 ,022103 ,00191605 ,007426487 Valid N

(listwise) 30

Sumber : data yang diolah 2021

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis deksirptif terhadap peubahan abnornaml return sebelum dan setelah merger didaptkan bahwa pada t-5 pegumuman memiliki nilai minimum negative yaitu sebesar - 0,025062 pada hari- hari penelitian lainnya juga memiliki nilai minimum yang negative. Pada t-5 pengamatan terdapat nilai 0,021024 pada hari-hari pengamatan terlihat bahwa nilai-nilai maksimum pada penelitian memiliki nilai yang positif, sampel pada penelitian ini yaitu sebesar 30 sampel perusahaan, sampel perusahaan adalah seluruh sampel yang masuk ke dalam indeks JII.

3. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data adalah hal yang pertamakali dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis, uji normalitas berguna untuk mengetahui alat uji yang akan dilakukan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini, apakah uji hipotesis akan dilakukan dengan melakukan uji hipotesis parametik atau non parametik. Pengujian normalitas data akan dilakukan menggunakan shapiro wilk karena sampel pada penelitian ini berada dibawah 50 sampel.

Hasil uji nromalitas data menggunakan shapiro wilk telah disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini.

50

Tabel 4.2.

Hasil uji normalitas data

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

TMIN5 ,087 30 ,200* ,962 30 ,341

TMIN4 ,196 30 ,005 ,846 30 ,001

TMIN3 ,099 30 ,200* ,972 30 ,591

TMIN2 ,110 30 ,200* ,970 30 ,530

TMIN1 ,208 30 ,002 ,902 30 ,009

TNOL ,148 30 ,091 ,954 30 ,217

TPLUS1 ,155 30 ,062 ,941 30 ,097

TPULS2 ,190 30 ,007 ,862 30 ,001

TPULS3 ,207 30 ,002 ,793 30 ,000

TPLUS4 ,112 30 ,200* ,948 30 ,153

TPLUS5 ,243 30 ,000 ,860 30 ,001

AARSEB ,096 30 ,200* ,981 30 ,859

AARSD H

,099 30 ,200* ,957 30 ,264

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction Sumber : Data yang diolah (2021)

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas

Data Sig Kesimpulan

T-5 0.341 Normal

T-4 0.001 Tidak Normal

T-3 0,591 Normal

T-2 0.530 Normal

T-1 0,009 Tidak Normal

T0 0,217 Normal

T+1 0.097 Tidak Normal

T+2 0,001 Tidak Normal

T+3 0.00 Tidak Normal

T+4 0,153 Normal

T+5 0.001 Tidak Normal

Aarsblm 0.859 Normal

Aarssdh 0,264 Normal

Sumber : data yang diolah (2021)

Dari uji normalitas data pada tabel 4.2 maka dapat dilihat bahwa selama periode pengamatan berlangsung bahwa banyak yang tidak memiki tingkat signifikansi diatas 0,5. Terdapat 7 periode penelitian yang tidak memiliki tingkat signifikansi yang normal dan 6 periode penelitian yang memilki tingkat siginifikansi diatas 0,5 sehingga data tersebut berdistribusi normal dan akan melakukan uji hipotesis menggunakan one sample t-test.

Sedangkan pada periode pengamatan lainnya memiliki tingkat signifikansi < 0,005 sehingga pada data tersebut tidak berdsitribusi normal sehingga akan dilakukan pengujian hipotesis menggunakan wilocoxon signed rank test. Pada nilai AAR (Average Abnormal return ) sebelum peristiwa juga memiliki tingkat signifikansi tidak berdistribusi normal sehingga untuk pengujian hipotesis juga akan menggunakan wilocoxon signed rank, begitupun dengan AAR sesudah peristiwa.

4. Pengujian Hipotesis a. Uji Hipotesis I

Pengujian terhadap Hipotesis 1 akan menggunakan uji One Sample t-test dan wilocoxon signed rank test pada penelitian ini menggunakan udua uji hipotesis pada data yang berbeda karena pada uji normalitas data terdapat perbedaan normalitas data, sehingga pada uji hipotesis juga akan menggunakan dua uji hipotesis yaitu uji one sample t-test untuk data yang berdistribusi normal dan wilocoxon signed

52

rank test untuk data yang tidak berdistribusi normal dengan masing- masing pengujian menggunakan level signiifikansi sebesar 0,05.

Ho: Tidak terdapat abnormal return yang signifikan pada hari sekitar pengumuman merger

Ha: Terdapat abnormal return yang signifikan pada hari sekitar pengumuman merger

Untuk pengujian menggunakan one sampelt t-tes adalah dua periode penelitian yang memiliki signifikansi normal yaitu pada periode t- 1 dan t+4.

Tabel 4.4

Hasil uji hipotesis one sample t-test abnormal return Test Value = 0

t Df

Sig. (2- tailed)

Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper TMIN5 -2,931 29 ,007 -,006657806 -,01130298 -,00201264 TMIN3 -1,220 29 ,232 -,003202406 -,00857100 ,00216619 TMIN2 -,389 29 ,700 -,001137230 -,00711672 ,00484226 TNOL 1,086 29 ,286 ,004257066 -,00376052 ,01227465 TPLUS4 -1,004 29 ,324 -,003592267 -,01091301 ,00372848

Sumber : data yang diolah (2021)

Dari uji one sample t-test pada tabel 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa pada t-5,t-3,t-2,tnol dan tplus 4 yang memliki signifikansi normal maka dari itu untuk pengujian hipotesis menggunakan one sample t-test.

Hasil dari perhitungan statistik menunjukkan bahwa t-5 memiliki tingkat signifikansi dibawah 0,05 sehingga pada t-5 terdapat abnormal return yang signifikan, namun pada sampel selain t-5 terdapat nilai signifikansi diatas 0,05 sehingga pada sampel t-3,t-2 tnol, dan t+4 tidak terdapat abnormal return yang signifikan. sehingga Ho diterima dan Ha ditolak.

Sedangkan pada periode yang lainnya menghasilkan tingkat statistik tidak normal sehingga untuk pengujian hipoetsis akan dilakukan dengan cara pengujian one sample wilocoxon signed rank dan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05.

Berdasrkan hasil pengujian menggunakan one sample t-test hipotesis pertama menduga bahwa tidak adanya abnormal return yang signifikan pada periode penelitian pada t-3, t-2, t-nol dan t+4 hal ini ditunjukan berdasarkan tingkat signifikansi pada sampel tersebut.

Namun pada t-5 memiliki tingkat signifikansi dibawah 0,5 maka pada periode tersebut terdapat abnormal return yang signifikan.

Tabel 4.5

Hasil uji hipotesis wilocoxon signed rank test

Sumber : data yang diolah (2021)

Berdasarkan pada hasil penelitian menggunakan wilocoxon signed rank test. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pada tmin4, tmin1, tplus2, tplus3, tplus5 memiliki keterangan bahwa pada masa penelitian ini terdapat keterangan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehinga pada periode penelitian itu terdapat abnormal return yang signifikan, namun pada masa penelitian tplus1 tidak terdapat abnormal return yang

54

signifikan sehingga, pada periode penelitian tplus 1 tidak terdapat abnormal return maka, H0 diterima dan Ha ditolak.

Pada beberapa penelitian didapati bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, hal itu terjadi karena pada masa penelitian ternyata para investor tidak memberikan respon yang baik sehingga, pada periode tersebut tidak terjadi abnormal return , begitupun sebaliknya pada periode penelitian yang memilki abnormal return dikarenakan apada periode itu para investor memberikan respon yang posittif. Pada t-4 t-1 t+3 t+5 memiliki abnormal return berdasarkan perhitungan statistik dan pada periode lainnya tidak memiliki abnormal return .

b. Uji Hipotesis II

Berdasarkan pada pengujian normalitas data menggunakan shapiro wilk diperoleh informasi bahwa kedua variabel tersebut berdistribusi tidak normal atau tidak signifikan, maka untuk melakukan pengujian hiptesis yang kedua akan menggunakan uji non parametik paired sample wilocoxon signed ranks yaitu membandingkan dua populasi yang berpasangan dan berdistribusi tidak normal.

Tabel 4.6

Uji paired sample wilocoxon signed ranks Paired Differences

t df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Deviation

Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pair 1

AARSEB- AARSDH

,00399 ,008601 ,001570 -,007205 -,000782 -2,543 29 ,017

Sumber : data yang diolah (2021)

Pengujian hipotesis yang kedua memliki tujuan untuk mengetahui tingkat signifikansi abnormal return sebelum dan sesudahpenelitian, pada penelitian ini menggunakan nilai AARsebelum dan AARSesudah penelitian, pada penelitian ini menggunakan paired wilocoxon signed rank test karena pada penelitian memiliki tingkat signifikansi yang normal.

Pada pengujian hipotesis II didapati bahwa terjadi abnormal return yanng signifikan berdasarkan perhitungan statistik, hal tersebut membuktikan bahwa pengumuman merger bank syariah memberikan dampak positif terhadap pasar, hal tersebut dikarenakan para investor memiliki tingkat antusias dan percaya akan saham syariah.

Hasil dari pengujian diatas memiliki hasil <0,05 sehingga pada penelitian menggunakan analisis paired wilocoxon signed rank test dapat diambil kesimpulan bahwa pada keslluruhan periode terdapat abnormal return yang signifikan sehingga pada pengujian ini H0 ditolak dan Ha diterima.

Dokumen terkait