BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Uji Validitas berguna untuk mengetahui apakah ada pernyataan-pernyataan pada kuesioner yang harus diganti.
Kuesioner bisa dikatan valid apabila pernyataan tersebut mampu mengukur besarnya nilai variabel yang diteliti. Dalam melihat tingkat validitas dalam penelitian ini menggunakan statistik SPSS 24 dilakukan dengan cara membandingkan rhitung dengan rtabel. Dimana
taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% dengan n=20 sehingga rtabel dalam penelitian ini adalah r (0,05;20-1) = 0,456.
Tabel 4.2
Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y)
Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Pernyataan 1 0,539 0,456 Valid Pernyataan 2 0,539 0,456 Valid Pernyataan 3 0,698 0,456 Valid Pernyataan 4 0,698 0,456 Valid Pernyataan 5 0,446 0,456 Valid Pernyataan 6 0,502 0,456 Valid Pernyataan 7 0,522 0,456 Valid Pernyataan 8 0,538 0,456 Valid
Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan table 4.2 nampak bahwa nilai r-hitung pada semua instrumen pernyataan variabel kinerja karyawan yang menunjukkan angka yang lebih besar dari r-tabel (0,456) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua item dalam pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dalam penelitian.
Tabel 4.3
Uji Validitas Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (X1) Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Pernyataan 1 0,787 0,456 Valid Pernyataan 2 0,734 0,456 Valid Pernyataan 3 0,698 0,456 Valid Pernyataan 4 0,716 0,456 Valid Pernyataan 5 0,696 0,456 Valid Pernyataan 6 0,867 0,456 Valid Pernyataan 7 0,629 0,456 Valid Pernyataan 8 0,495 0,456 Valid Pernyataan 9 0,659 0,456 Valid Pernyataan 10 0,675 0,456 Valid Pernyataan 11 0,572 0,456 Valid Pernyataan 12 0,659 0,456 Valid Pernyataan 13 0,635 0,456 Valid Pernyataan 14 0,745 0,456 Valid Pernyataan 15 0,863 0,456 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan table 4.3 dapat dilihat bahwa nilai r-hitung pada semua instrument pernyataan variabel struktur sistem pengendalian manajemen menunjukkan angka yang lebih besar (0,456) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua instrument pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dalam penelitian.
Tabel 4.4
Uji Validitas Proses Sistem Pengendalian Manajemen (X2) Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Pernyataan 1 0,783 0,456 Valid Pernyataan 2 0,598 0,456 Valid Pernyataan 3 0,835 0,456 Valid Pernyataan 4 0,621 0,456 Valid Pernyataan 5 0,835 0,456 Valid Pernyataan 6 0,838 0,456 Valid Pernyataan 7 0,915 0,456 Valid Pernyataan 8 0,853 0,456 Valid Pernyataan 9 0,728 0,456 Valid Pernyataan 10 0,830 0,456 Valid Pernyataan 11 0,902 0,456 Valid Pernyataan 12 0,783 0,456 Valid
Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan table 4.4 dapat dilihat bahwa nilai r-hitung pada setiap instrument pernyataan variabel proses sistem pengendalian manajemen yang menunjukkan angka yang lebih besar dari r-tabel (0,456) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua instrument dalam pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dalam penelitian.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh suatu alat ukur dapat dipercaya baik pada waktu sekarang maupun waktu yang akan datang uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha 0,60 maka alat ukur dinyatakan reliabel.
Tabel 4.5 Uji Reliabilitas
Variabel
Jumlah Item
Cronbach
Alpha (α) Keterangan
Kinerja Karyawan (Y) 8 0,619 Reliabel
Struktur Sistem Pengendalian
Manajemen (X1) 15 0,923 Reliabel
Proses Sistem Pengendalian
Manajemen (X2) 12 0,948 Reliabel
Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa uji realibilitas dari masing-masing variabel penelitian memiliki Cronbach Alpha >0,60 sehingga dapat disimpulkan nilai variabel
Kinerja Karyawan (Y), Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (X1) dan Proses Sistem Pengendalian Manajemen (X2) dapat dinyatakan reliable.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan uji statistik non-Parametik Kolmogrov Smimow (K-S). jika Probability Value > 0,50 maka Ho diterima (berdistribusi normal) sedangkan jika probability value < 0,50 maka Ho ditolak (tidak berdistribusi normal).
Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.6 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual
N 20
Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.
.200c,d
.097 -.137
b. Calculated from data.
Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan dari hasil uji normalitas tabel 4.6 dapat dilihat bahwa Asymp.sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,200. Dari hasil diatas nilai signifikan 0,200 > 0,05 dari hasil uji normalitas diatas dapat disimpulkan bahwa uji normalitas berdistribusi.
b. Uji Multikolonieritas
Uji Multikoloneritas bertujuan untuk menguji ada tidaknya korelasi yang tinggi Antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linier berganda. Untuk melihat agar tidak terjadi multikoloneritas Antara variabel independent dapat dilakukan dengan melihat nilai VIF (Varians Inflating Faktor) <10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Hasil Multikoloneritas dapat ditunjukkan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.7 Uji Multikolonieritas Variabel Collinearity Statistic
Keterangan Tolerance VIF
Struktur Sistem Pengendalian
Manajemen (X1) 0,361 2,772 Tidak Terjadi
Multikolonieritas Proses Sistem Pengendalian
Manajemen (X2) 0,361 2,772 Tidak Terjadi
Multikolonieritas Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan tabel 4.7 data output diatas diketahui bahwa nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Sementara nilai VIF lebih kecil dari 10,00 sehingga dari Uji Multikoloneritas data diatas dapat disimpulakn bahwa variabel independen tidak terjadi Multikoloneritas.
3. Metode Analisi Data
a. Uji Regresi Linear Berganda
Uji regresi linear berganda digunakan untuk menguji adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini diketahui bahwa n = 20 pada tingkan signifikan 5%.
Pada tingkat kesalahan (α = 0,05) dengan menggunakan dua sisi diperoleh nilai ttabel (TINF (5%;19) sebesar 2,093 sedangkan thitung dari variabel struktur sistem pengendalian manajemen (X1), dan proses sistem pengendalian manajemen (X2) adalah sebagai berikut :
Tabel 4.8
Uji Regresi Linear Berganda
Variabel Koefisisen
Regeresi T Signifikansi
(Constant) 24,045 17,858 0,000
Struktur Sistem Pengendalian
Manajemen (X1) 0,085 2,606 0,018
Proses Sistem Pengendalian
Manajemen (X2) 0,153 4,045 0,001
Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan pada tabel diatas maka persamaan regresi yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah sebagai berikut :
Y = 24,045 + 0,085 X1 + 0,153 X2
Keterangan :
Y = Kinerja Karyawan α = Konstanta
β = Koefisien Regresi dari variabel X
X1 = Struktur Sistem Pengendalian Manajemen X2 = Proses Pengendalian Manajemen
e = Standar Error
Berdasarkan pada data regresi diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Nilai konstanta (α) sebesar 24,045 sehingga dapat menunjukkan jika Struktur sistem pengendalian manajemen (X1), Proses sistem pengendalian manajemen (X2), bahwa semua variabel konstant, maka hasil nilai Kinerja Karyawan adalah 24,045.
b) Berdasarkan persamaan hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel Struktur sistem pengendalian manajemen (X1) memiliki koefisisen regresi positif dengan nilai yaitu b = 0,085.
Hal ini menunjukkan bahwa Struktur sistem pengendalian manajemen terjadi peningkatan 1%, maka nilai Kinerja karyawan akan meningkat sebesar 8,5% dengan asumsi bahwa variabel independen yang lain tidak berubah (konstan).
c) Berdasarkan persamaan hasil uji regresi yang menunjukkan variabel Proses sistem pengendalian manajemen (X2) memiliki koefisisen regresi positif dengan nilai yaitu b = 0,153. Hal ini menunjukkan bahwa Proses sistem pengendalian manajemen
terjadi peningkatan 1% maka nilai Kinerja karyawan akan meningkat sebesar 15,3% dengan asumsi bahwa variabel independen yang lain tidak berubah (konstan).
b. Uji Koefisien Determinasi
Uji Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar presentasi pengaruh vriabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat Tabel 4.9 dibawah ini.
Tabel 4.9
Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimates
1 0,931 0,867 0,851 0,643
a. Predictors: (Constant), PROSES SPM, STRUKTUR SPM Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2) pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa besarnya nilai yang diperoleh adjusted R-square sebesar 0,851 yang berarti 8,51% variabel nilai Kinerja Karyawan PT.Semen Tonasa di kabupatan Pangkep yang dipengaruhi oleh Struktur sistem pengendalian manajemen (X1), dan Proses sistem pengendalian manajemen (X2). Sedangkan sisanya (100%-8,51%) adalah sebesar 91,49% yang dipengaruhi oleh Variabel lain diluar persamaan tersebut.
D. Uji Hipotesis 1) Uji F
Uji F (simultan) uji yang digunakan untuk mengatur pengaruh antara variabel independen secara bersama terhadap variabel dependen dengan digunakan melihat nilai probabilitas (Sig). Kriteria pengujian simultan yang ada dalam penelitian ini yaitu jika Fhitung < Ftabel tidak berpengaruh secara simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen sedangkan jika Fhitung > F tabel maka ada pengaruh secara simultan antar variabel independen dengan variabel dependen.
Hasil uji F (simultan) dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.10 Uji F ANOVAa
Model Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig.
1 Regression 45.913 2 22.956 55.458 .000b
Residual 7.037 17 .414
Total 52.950 19
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
b. Predictors: (Constant), PROSES SPM, STRUKTUR SPM Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan uji F (simultan) pada tabel diatas dapat diketahui bahwa nila Fhitung adalah 55.458 sedangkan nilai Ftabel
yang diperoleh dari (n-k-1) atau 20-2-1=17 dan jumlah Ftabel yaitu 3,59 nilai tersebut dijelaskan bahwa nilai Fhitung > Ftabel dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel Struktur sistem pengendalian manajemen, dan Proses sistem pengendalian secara bersamaan mempunyai pengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan.
2) Uji T
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui dari masing- masing variabel independen terhadap variabel dependen dengan melihat nilai signifikan thitung lebih kecil dari 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara individu berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Jika thitung >
ttabel maka H0 diterima dan jika thitung < ttabel maka H0 di tolak.
Dalam penelitian ttabel diperoleh dari df= n-k-1 (20-2-1=17) dengan tarif signifikan 0,05 sebesar 2,109
Tabel 4.11 Uji T
Variabel Koefisisen
Regeresi T Signifikansi Keterangan Struktur Sistem
Pengendalian Manajemen (X1)
0,085 2,606 0,018
Signifikan Proses Sistem Pengendalian
Manajemen (X2)
0,153 4,045 0,001
Signifikan Sumber: Data Primer, diolah 2019
Berdasarkan hasil data uji T di atas pada tabel 11 diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Variabel Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (X1) Dari hasil perhitungan diatas yang menunjukkan bahwa nilai pada variabel struktur sistem pengendalian manajemen nilai thitung sebesar 2,606 > 2,109 dengan nilai signifikan 0,018 <
0,05 (α). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Struktur sistem
pengendalian manajemen berpengaruh positif terhadap nilai kinerja karyawan ,maka H0 ditolak dan H1 diterima.
2. Variabel Proses Pengendalian Manajemen (X2)
Dari hasil perhitungan diatas pada tabel 4.11 terdapat nilai thitung sebesar 4,045 > 2,109 dengan nilai signifikan 0,001 <
0,05 (α). Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses sistem pengendalian manajemen berpengaruh positif terhadap nilai kinerja karyawan, maka H0 ditolak dan H2 di terima.
E. Pembahasan
1. Pengaruh Struktur Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil pengujian hipotesis H1 yang menunjukkan bahwa struktur sistem pengendalian manajemen berpengaruh positif terhadap nilai kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dengan nilai thitung yang lebih besar dari ttabel (2,606 > 2,109) dengan nilai signifikan sebesar (0,018 < 0,05).
Nilai koefisisen regresi sebesar 0,085 yang memiliki arah positif menunjukkan semakin tinggi struktur sistem pengendalian manajemen maka semakin tinggi nilai kinerja karyawan. Koefisien determinasi (r adjust Square) sebesar 0,851 yang menunjukkan bahwa sebesar 8,51%
nilai kinerja karyawan dipengaruhi oleh struktur sistem ppengendalian manajemen, sedangkan sisanya sebesar 91,49% dipengaruhi oleh variabel lain.
Kinerja karyawan memiliki tingkat pendidikan sarjana 70%
sehingga memiliki kualitas yang efektif, sehingga dapat memanfaatkan
pengetahuan yang dimiliki dalam struktur sistem pengendalian manajemen.
Salah satu elemen struktur pengendalian manajemen adalah pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban merupakan dasar untuk menganalisis kinerja karyawan dan sekaligus untuk memotivasi para karyawan dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing
Dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh Antara variabel struktur pengendalian manajemen terhadap kinerja karyawan di PT Semen Tonasa berpengaruh positif signifikan.
2. Pengaruh Proses Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil pengujian hipotesis H2 yang menunjukkan bahwa proses sistem pengendalian manajemen berpengaruh positif terhadap Nilai Kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dengan nilai thitung 4,045 lebih besar dari ttabel 2,109 dengan nilai signifikan sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 0,153 yang memiliki arah positif yang menunjukkan semakin tinggi proses sistem pengendalian manajemen maka semakin tinggi Nilai kinerja karyawan. Koefisien determinasi (r adjust Square) sebesar 0,851 yang menunjukkan bahwa sebesar 8,51% Nilai Kinerja karyawan dipengaruhi oleh Proses sistem pengendalian manajemen, sedangkan sisanya sebesar 91,49%
dipengaruhi oleh variabel lain.
Proses sistem pengendalian manajemen merupakan langkah yang di ambil organisasi untuk mengalokasikan sumber daya dan tujuan
organisasi yang terdiri dari pemrograman (programing), penganggaran (budgeting), pelaksanaan dan pengukuran (operating and measurement), dan analisa serta pelaporan (reporting and analyzing).
Pemrograman diartikan sebagai proses penyusunan program organisasi yang akan dilaksanakan dan menetapkan jumlah sumber daya yang dialokasikan kepada masing-masing program tersebut. Dengan demikian pemrograman yang tepat akan berdampak pada pengelolaan sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. Evektifitas dan efisiensi perusahaan yang baik menunjukkan perolehan laba secara optimal.
Dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh Antara variabel proses sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja perusahaan di PT Semen Tonasa berpengaruh positif signifikan.
59
1. in baik struktur pengendalian manajemen maka semakin baik kinerja karyawan.
2. Proses sistem pengendalian manajemen memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan (Studi kasus pada PT. Semen Tonasa), hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan pada PT. Semen Tonasa. dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa proses sistem pengendalian manajemen memiliki hubungan positif dengan kinerja karyawan artinya semakin baik proses pengendalian manajemen yang dilakukan maka
semakin baik pula kinerja karyawan
A. Saran
Berdasarkan keterbatasan penelitian yang telah dilakukan maka saran dari penelitian tersebut adalah :
1. Bagi PT. Semen Tonasa, untuk meningkatkan kinerja karyawan maka pihak yang terkait dalam struktur dan proses sistem pengendalian manajemen dalam organisasi perlu mengetahui bahwa struktur dan proses merupakan dua hal yang membangun sistem pengendalian manajemen, dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagai sistem, struktur dan proses sistem pengendalian manajemen keduanya saling berinteraksi, dimana ketercapaian tujuan organisasi dapat tercapai.
2. Penelitian ini hanya membahas mengenai struktur dan proses sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja karyawan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menguji variabelvariabel lain yang mempengaruhi kinerja karyawan, selain itu dapat menambah sampel tidak hanya pada PT. Semen Tonasa saja tetapi mungkin dengan sampel perusahaan-perusahaan lainnya agar didapatkan hasil penelitian yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, A. (2017). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah.S Andriani, W. (2010). Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia dan
Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Keterandalan dan Ketepakwaktuan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No 1 , Hal 69 - 90.
Andrianto, E. (2017). Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderasi (Skpd Kota Sleman).
Armando, G. (2013). Pengaruh Sistempengendalian Intern Pemerintah Dan Pengawasan Keuangandaerah Terhadap Nilai Informasi Laporankeuangan Pemerintah (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Bukittinggi).
Azlim, Darwanis, & Bakar, U. A. (2012). Pengaruh Penerapan Good Governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap Kualitas Informasi Keuangan SKPD di Kota Banda Aceh. Jurnal Akuntansi Vol 1 No 1.
Darwanis, N., & Abdullah, S. (2013). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Kinerja Aparatur Perangkat Daerah di Pemerintah Aceh. Jurnal Akutansi Vol 2 No 1 .
Dwijiyanthi, D. M. (2013). Pengaruh Insentif, Tingkat Pendidikan, Pelatihan Dan Pengalaman Kerja Pada Kinerja Individu Pengguna Sistem Informasi Akuntansi Skpd Dispenda Kota Denpasar. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol 4 No.2, 332 - 344.
Eliza, Y. (2015). Pengaruh Moralitas Individu dan Pengendalian Internal Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Studi Empiris Pada Kota SKPD di Kota Padang). Jurnal Akuntansi Vol 4 No 1, Hal 86 - 100.
Fontanella, A. (2010). Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan dan Pengetahuan Akuntansi Pengguna Terhadap Pemanfaatan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No 2, Hal 22 - 30.
Indriani, W. (2016). Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah Kota Bengkulu.
Kartika. (2017). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Keandalan Dan Ketepatkawatuan Pelaporan Keuangan . Jurnal Akuntansi Universitas Jember – Vol. 15 No. 2.
Mahaputra, I. P., & Putra, I. W. (2014). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah. E- Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 8.2 , Hal 230 - 244.
Nurillah, A. S. (2014). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (Sakd), Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Diponegoro Journal Of Accounting Volume 3 Nomor .2.
Pradono, F. C., & Basukianto. (2015). Kualitas laporan Keuangan Pemerintahan Daerah : Faktor Yang Mempengaruhi dan Implikasi Kebijakan (Studi Pada SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE) Vol. 22. No. 2, Hal 188 - 200.
Ratifah, I., & Ridwan, M. (2012). Komitmen Organisasi Memoderasi Pengaruh Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Trikonomika Vol 11 No 1, Hal 29 - 39.
Rusvianto, D., Mulyani, S., & Yuliafitri, I. (2018). Pengaruh Pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Jurnal BanqueSyar’i Vol.
4 No. 1.
Safiyullloh. (2017). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan.
Septo, B. (2018). Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Pengendaalian Intern, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah.
Soleha, N. (2014). Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan Aktivitas Pengendalian Terhadap Akuntabilitas Keuangan. Jurnal Etikonomi Vol 13 No 1.
Suhardjanto, D., & Yulianingtyas, R. R. (2011). Pengaruh Karakterikstik Pemerintah Daerah Terhadap Kepatuhan Pengungkapan Wajib Pajak Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada Kabupaten/Kota di Indonesia). Jurnal Akuntansi & Auditing Vol 8 No 1, Hal 1 - 94.
Utama, R. J. (2017). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Penerapan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Laporan Keuangan Daerah. Jon Fekom Vol 4 No 1.
KUESIONER PENELITIAN
Yth. Bapak/Ibu Responden
Assalamualaikum. Wr. Wb Dengan Hormat,
Saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu sejenak untuk mengisi kuesioner atau angket penelitian ini. Kuesioner ini digunakan sepenuhnya untuk kepentingan penelitian dan pendidikan dan tidak ada unsur menyesatkan dalam penggunaannya. Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjawab pernyataan dengan jujur dan benar.
Sesuai dengan kode etik penelitian, jawaban Bapak/ibu akan saya jaga kerahasiannya. Atas waktu dan kerja sama Bapak/Ibu saya ucapkan terimah kasih.
Hormat saya,
Nuraida
LEMBAR KUESIONER
A. INDENTITAS RESPONDEN
Mohon kesediaan Bapak/Ibu mengisi daftar berikut:
1. Nama : ………
2. Jenis Kelamin : Pria Wanita
3. Jabatan : ………..………….
4. Pendidikan Terakhir : SMA D3 S1 S2 Lain-lain (………)
B. DAFTAR PERNYATAAN
Petunjuk pengisian : berilah tanda [√] pada kolom yang anda pilih
Keterangan:
1. Sangat Tidak Sesuai
2. Tidak Sesuai
3. Netral
4. Sesuai
5. Sangat Sesuai
A. Struktur Pengendalian Manajemen No Indikator Pernyataan Sangat
Tidak Sesuai
Tidak Sesuai
Netral Sesuai Sangat Sesuai
1 2 3 4 5
1 Penerapan perencanaan biaya sebagai upaya untuk mewujudkan efektivitas penggunaan biaya
2 Perencanaan yang matang atas estimasi pendapatan yang akan diperoleh dalam upaya untuk mencapai maksimalisasi laba dengan melibatkan pemasaran 3 Telah dilakukan kontrol yang
baik atas pendapatan yang diterima
4 Satuan pengawas intern memiliki prosedur pengawasan intern 5 Satuan pengawas intern
melakukan pemeriksaan secara berkala
6 Satuan pengawas intern memiliki staf khusus dalam melaksanakan tugas pengawasan
7 Rapat pihak internal Perusahaan diadakan secara rutin dan notulen rapat diarsipkan
8 Setiap penerimaan uang dilakukan dalam bentuk giro bilyet atau transfer bank 9 Uang yang telah diterima
disetorkan ke bank paling lambat pada hari kerja berikutnya
10 Pengurus setiap tahun menyusun Rencana Investasi Tahunan
11 Pengurus selalu melakukan evaluasi terhadap portofolio investasi dan hasil investasi secara rutin
12 Dilakukan pembagian wewenang dan
tanggungjawab disetiap pusat pertanggungjawaban 13 Tugas-tugas yang
dibebankan kepada setiap unit kerja organisasi digolongkan secara jelas, sehingga pelaksanaan
terawasi
14 Melakukan analisa dan evaluasi laporan
pertanggungjawaban secara rutin dan berkala
15 Dilakukan analisis dari manajemen baik penyimpangan yang merugikan atau yang menguntungkan
B. Proses Pengendalian Manajemen NO Indikator Pernyataan Sangat
Tidak Sesuai
Tidak Sesuai
Netral Sesuai Sangat Sesuai
1 2 3 4 5
1 Dimensi pemograman terkait dengan proses pengendalian manajemen 2 Proses pengendalian
manajemen dalam upaya untuk melakukan proses pengendalian kegiatan, orang dan sumber daya yang dibutuhkan
3 Pelaksanaan dan pengukuran proses pengendalian manajemen 4 Kegiatan analisis dan
pelaporan yang merupakan bagian dari proses
pengendalian manajemen 5 Informasi periode persiapan
dan prosedur penganggaran
yang digunakan perusahaan 6 Pemisahan proses
perencanaan/planning dari proses penganggaran 7 Informasi tentang identifikasi
biaya langsung dan biaya tidak langsung
8 Informasi dari alokasi biaya periodik dan biaya
produk/layanan
9 Informasi pengalokasian biaya dan prosedur untuk membangun biaya
produk/layanan 10 Informasi mekanisme
tentang tata cara
pendelegasian wewenang dari manajer ke bawahan atau dari satu divisi ke divisi lain
11 Informasi tentang aktivitas dan segmen yang harus dikendalikan oleh masing- masing manajer/staff 12 Informasi tentang tanggung
jawab dan kekuasaan masing-masing manajer/staff
C. Kinerja Karyawan
Manakah dari pernyataan berikut yang menjelaskan
Sangat tidak sesuai
Tidak sesuai
Netral Sesuai Sangat sesuai
NO kebijakan dan prosedur perusahaan Anda
1 2 3 4 5
1 Dengan adanya proses dan struktur sistem pengendalian manajemen meningkatkan penyelesaian pekerjaan manajemen perusahaan 2 Adanya proses
pengendalian manajemen dan struktur pengendalian manajemen yang baik mengurangi tingkat
kesalahan dalam pekerjaan 3 Kemampuan bekerja
menjadi meningkat dengan adanya proses dan struktur sistem pengendalian manajemen
4 Proses pengendalian manajemen dan struktur pengendalian manajemen dapat mempengaruhi ketepatan waktu
penyelesaian pekerjaan manajemen
5 Proses pengendalian manajemen dan struktur pengendalian manajemen yang baik dapat
meminimalisir ketapatan waktu jam kerja manajemen 6 Manajemen perusahaan ini
aktif dalam pekerjaan perusahaan
7 Seluruh manajemen perusahaan ini saling bekerja sama dalam pencapaian tujuan
perusahaan
8 Manajemen prusahaan sangat antusias
berpartisipasi dalam pekerjaan perusahaan
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 TotalY
Y1 Pearson Correlation 1 -.042 .281 .281 .357 .068 .102 .171 .539*
Sig. (2-tailed) .862 .230 .230 .122 .776 .669 .471 .014
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y2 Pearson Correlation -.042 1 .281 .281 .102 .068 .357 .171 .539*
Sig. (2-tailed) .862 .230 .230 .669 .776 .122 .471 .014
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y3 Pearson Correlation .281 .281 1 1.000** -.115 .688** .459* .168 .698**
Sig. (2-tailed) .230 .230 .000 .630 .001 .042 .478 .001
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y4 Pearson Correlation .281 .281 1.000** 1 -.115 .688** .459* .168 .698**
Sig. (2-tailed) .230 .230 .000 .630 .001 .042 .478 .001
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y5 Pearson Correlation .357 .102 -.115 -.115 1 -.167 .063 .367 .446*
Sig. (2-tailed) .122 .669 .630 .630 .482 .794 .112 .049
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y6 Pearson Correlation .068 .068 .688** .688** -.167 1 .250 .245 .502*
Sig. (2-tailed) .776 .776 .001 .001 .482 .288 .299 .024
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y7 Pearson Correlation .102 .357 .459* .459* .063 .250 1 -.157 .522*
Sig. (2-tailed) .669 .122 .042 .042 .794 .288 .508 .018
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Y8 Pearson Correlation .171 .171 .168 .168 .367 .245 -.157 1 .538*
Sig. (2-tailed) .471 .471 .478 .478 .112 .299 .508 .014
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
X1.1 Pearson Correlation 1 .333 .753** .490* .543* .578** .570** .323 .570** .291 .534* .221 .642** .645** .704** .787**
Sig. (2-tailed) .151 .000 .028 .013 .008 .009 .165 .009 .213 .015 .350 .002 .002 .001 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.2 Pearson Correlation .333 1 .326 .630** .311 .784** .360 .688** .474* .637** .203 .605** .155 .532* .632** .734**
Sig. (2-tailed) .151 .161 .003 .183 .000 .119 .001 .035 .003 .390 .005 .515 .016 .003 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.3 Pearson Correlation .753** .326 1 .461* .376 .505* .564** .318 .229 .246 .555* .197 .655** .554* .552* .698**
Sig. (2-tailed) .000 .161 .041 .103 .023 .010 .172 .331 .296 .011 .405 .002 .011 .012 .001
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.4 Pearson Correlation .490* .630** .461* 1 .260 .879** .564** .450* .179 .551* .288 .301 .347 .498* .628** .716**
Sig. (2-tailed) .028 .003 .041 .269 .000 .010 .046 .449 .012 .218 .197 .134 .025 .003 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.5 Pearson Correlation .543* .311 .376 .260 1 .413 .242 .327 .551* .321 .588** .526* .603** .521* .604** .696**
Sig. (2-tailed) .013 .183 .103 .269 .070 .304 .159 .012 .167 .006 .017 .005 .018 .005 .001
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.6 Pearson Correlation .578** .784** .505* .879** .413 1 .523* .531* .430 .746** .403 .541* .337 .593** .805** .867**
Sig. (2-tailed) .008 .000 .023 .000 .070 .018 .016 .059 .000 .078 .014 .146 .006 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.7 Pearson Correlation .570** .360 .564** .564** .242 .523* 1 -.131 .441 .326 .492* .308 .554* .474* .392 .629**
Sig. (2-tailed) .009 .119 .010 .010 .304 .018 .583 .051 .161 .028 .186 .011 .035 .088 .003
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.8 Pearson Correlation .323 .688** .318 .450* .327 .531* -.131 1 .056 .268 .053 .203 .084 .401 .489* .495*
Sig. (2-tailed) .165 .001 .172 .046 .159 .016 .583 .814 .254 .826 .391 .724 .079 .029 .027
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
X1.9 Pearson Correlation .570** .474* .229 .179 .551* .430 .441 .056 1 .554* .283 .712** .454* .360 .580** .659**
Sig. (2-tailed) .009 .035 .331 .449 .012 .059 .051 .814 .011 .227 .000 .045 .119 .007 .002