• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENEITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, dimana angket sebagai instrumen utama. Penyebaran angket yang berhasil dilakukan oleh peneliti adalah sebanyak 40 paket. Artinya tidak semua guru dijadikan sebagai responden, hal ini dikarenakan oleh ketidakhadiran guru

No.

Banyaknya siwa

Kelas VII Kelas VII Kelas IX

1. A 28 A 34 A 30

2. B 28 B 33 B 30

3. C 28 C 34 C 29

4. D 27

Jumlah 111 101 89

Jumlah Total 301

dengan ragam alasan. Salah satunya adalah guru sukarela yang mencari nafkah untung menunjang hidup karena pendapatan yang kurang dari profesi sebagai pengajar.

Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1. Kompetensi Pegagogik Guru di SMP N 3 Belo Kabupaten Bima

Data hasil penelitian dari angket tentang kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, dilakukan tabulasi data untuk kebutuhan analisis secara statistik, maka dibutuhkan rincian sebagai berikut:

Data tertinggi = 114

Data terendah = 85

Rentang data = 29

Total skor seluruh Responden = 4007

Jumlah responden = 40 Orang

Dari data di atas kita bisa menentukan rata-rata hitung dengan cara:

Rata-rata =

=

= 100,18

Kemudian dari data di atas akan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan tabel distribusi Frekuensi, adapun analisisnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kompetensi Pedagogik Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Kelas Interval

Frekuensi (fi)

Nilai Tengah

(xi) fi.xi

1 85–89 3 87 261

2 90–94 4 92 368

3 95–99 11 97 1067

4 100 - 104 14 102 1428

5 105 - 109 5 107 535

6 110 - 114 3 112 336

Jumlah 40 3995

Untuk menghitung rata-rata statistik, maka digunakan rumus sebagai berikut:

Rata-rata statistik =Σ .

=

= 99,88

Berdasarkan hasil analisis statistik, maka diperoleh bahwa rata-rata skor yag diperoleh responden adalah 99,88. Kemudian, mengacu pada tabel 4.3 di atas, maka dapat dikatakan bahwa terdapat 6 (enam) kategori atau kelas data. Pada masing-masing kelas dapat kita lihat bahwa pada

pada kelas interval pertama dengan skor 85-89 terdapat 3 orang responden, pada kelas interval kedua dengan skor 90–94 terdapat 4 orang responden, pada kelas interval ketiga dengan skor 95-99 terdapat 11 orang responden, pada kelas interval keempat dengan skor 100-104 terdapat 14 orang responden, pada kelas interval kelima dengan skor 105-109 terdapat 5 orang responden, sedangkan pada kelas interval keenam dengan skor 110- 114 terdapat 3 orang responden. Bertolak pada hasil analisis rata-rata yang menunjukkan bahwa rata-rata skor yaitu 99,88 dan di perbandingkan dengan jumlah responden pada tiap kelasnya maka nilai rata-rata ini berada pada kelas keempat yaitu berada pada batas bawah kelas. Hal ini didukung oleh banyaknya responden pada kelas tersebut yaitu 14 Orang, dan merupakan kelas dengan jumlah responden tertinggi.

Selanjutnya untuk menentukan berada pada kategori mana tingkat kompetensi pedagigok guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, maka dilakukan pengkategorian data. Untuk itu dilakukan analisis dengan membagi data pada 5 kelas sesuai dengan banyaknya pilihan dalan angket. Adapun pengkategorian data tersebut seperti yang tampak pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Pengkategorian Tingkat Kompetensi Pedagogik Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1 ≤ 25 Sangat Rendah 0 0

2 26 - 50 Rendah 0 0

3 51 - 75 Sedang 0 0

4 76 - 100 Tinggi 22 55

5 101 - 125 Sangat Tinggi 18 45

Jumlah 40 100

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa pada kategori sangat rendah tidak terdapat responden, begitupun pada kategori rendah dan kategori sedang. Sedangkan pada kategori tinggi, terdapat 22 orang atau 55% responden. Sedangkan pada kategori sangat tinggi, terdapat 18 orang atau 45% responden.

Responden terbanyak berada pada kategori tinggi, ketegori dengan persentase sebanyak 55% ini berkisar antara skor 76-100. Merujuk pada hasil rata-rata yaitu 99,88 artinya nilai ini berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori tinggi.

2. Kompetensi Profesional Guru di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima Data hasil penelitian dari angket tentang kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, dilakukan tabulasi data untuk kebutuhan analisis secara statistik, maka dibutuhkan rincian sebagai berikut:

Data tertinggi = 111

Data terendah = 83

Rentang data = 28

Total skor seluruh Responden = 3990

Jumlah responden = 40 Orang

Dari data di atas kita bisa menentukan rata-rata hitung dengan cara:

Rata-rata =

=

= 99,75

Kemudian dari data di atas akan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan tabel distribusi Frekuensi, adapun analisisnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Kompetensi Profesional Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Kelas Interval

Frekuensi (Fi)

Nilai Tengah Kelas (xi)

Fi.xi

1 83–87 3 85 255

2 88–92 2 90 180

3 93–97 6 95 570

4 98 - 102 15 100 1500

5 103 - 107 12 105 1260

6 108 - 111 2 110 220

Jumlah 40 3985

Untuk menghitung rata-rata statistik, maka digunakan rumus sebagai berikut:

Rata-rata statistik = .

=

= 99,63

Berdasarkan hasil analisis statistik, maka diperoleh bahwa rata-rata skor yag diperoleh responden adalah 99,63. Kemudian, mengacu pada tabel 4.3 di atas, maka dapat dikatakan bahwa terdapat 6 (enam) kategori atau kelas data. Pada masing-masing kelas dapat kita lihat bahwa pada pada kelas interval pertama dengan skor 83-87 terdapat 3 orang responden, pada kelas interval kedua dengan skor 88-92 terdapat 2 orang responden,

pada kelas interval ketiga dengan skor 93-97 terdapat 6 orang responden, pada kelas interval keempat dengan skor 98-102 terdapat 15 orang responden, pada kelas interval kelima dengan skor 103-107 terdapat 12 orang responden, sedangkan pada kelas interval keenam dengan skor 108- 111 terdapat 2 orang responden. Bertolak pada hasil analisis rata-rata yang menunjukkan bahwa rata-rata skor yaitu 99,63 dan di perbandingkan dengan jumlah responden pada tiap kelasnya maka nilai rata-rata ini berada pada kelas keempat yaitu berada pada batas bawah kelas. Hal ini didukung oleh banyaknya responden pada kelas tersebut yaitu 14 Orang, dan merupakan kelas dengan jumlah responden tertinggi.

Selanjutnya untuk menentukan berada pada kategori mana tingkat kompetensi pedagigok guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, maka dilakukan pengkategorian data. Untuk itu dilakukan analisis dengan membagi data pada 5 kelas sesuai dengan banyaknya pilihan dalan angket. Adapun pengkategorian data tersebut seperti yang tampak pada tabel berikut:

Tabel 4.6 Pengkategorian Tingkat Kompetensi Profesional Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1. ≤ 25 Sangat Rendah 0 0

2. 26 - 50 Rendah 0 0

3. 51 - 75 Sedang 0 0

4. 76 - 100 Tinggi 21 52,5

5. 101 - 125 Sangat Tinggi 19 47,5

Jumlah 40 100

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa pada kategori sangat rendah tidak terdapat responden, begitupun pada kategori rendah dan kategori sedang. Sedangkan pada kategori tinggi, terdapat 21 orang atau 52,5% responden. Sedangkan pada kategori sangat tinggi, terdapat 19 orang atau 47,5% responden.

Responden terbanyak berada pada kategori tinggi, ketegori dengan persentase sebanyak 52,55% ini berkisar antara skor 76-100. Merujuk pada hasil rata-rata yaitu 99,63 artinya nilai ini berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori tinggi.

3. Kompetensi Kepribadian Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

Data hasil penelitian dari angket tentang kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, dilakukan tabulasi data untuk kebutuhan analisis secara statistik, maka dibutuhkan rincian sebagai berikut:

Data tertinggi = 116

Data terendah = 93

Rentang data = 23 Total skor seluruh Responden = 4105

Jumlah responden = 40 Orang

Dari data di atas kita bisa menentukan rata-rata hitung dengan cara:

Rata-rata =

=

= 103

Kemudian dari data di atas akan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan tabel distribusi Frekuensi, adapun analisisnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Kompetensi Kepribadian Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Kelas Interval

Frekuensi (Fi)

Nilai Tengah Kelas (xi)

Fi.xi

1 93 - 96 4 94,5 378

2 97 - 100 10 98,5 985

3 101–104 15 102,5 1537,5

4 105 - 108 6 106,5 639

5 109 - 112 3 110,5 331,5

6 113 - 116 2 114,5 229

Jumlah 40 4100

Untuk menghitung rata-rata statistik, maka digunakan rumus sebagai berikut:

Rata-rata statistik = .

=

= 102,50

Berdasarkan hasil analisis statistik, maka diperoleh bahwa rata-rata skor yag diperoleh responden adalah 102,50. Kemudian, mengacu pada tabel 4.3 di atas, maka dapat dikatakan bahwa terdapat 6 (enam) kategori atau kelas data. Pada masing-masing kelas dapat kita lihat bahwa pada pada kelas interval pertama dengan skor 93-96 terdapat 4 orang responden, pada kelas interval kedua dengan skor 97-100 terdapat 10 orang responden, pada kelas interval ketiga dengan skor 101-104 terdapat 15 orang responden, pada kelas interval keempat dengan skor 105-108 terdapat 6 orang responden, pada kelas interval kelima dengan skor 109- 112 terdapat 3 orang responden, sedangkan pada kelas interval keenam dengan skor 113-116 terdapat 2 orang responden. Bertolak pada hasil analisis rata-rata yang menunjukkan bahwa rata-rata skor yaitu 99,63 dan di perbandingkan dengan jumlah responden pada tiap kelasnya maka nilai rata-rata ini berada pada kelas keempat yaitu berada pada batas bawah kelas. Hal ini didukung oleh banyaknya responden pada kelas tersebut yaitu 14 Orang, dan merupakan kelas dengan jumlah responden tertinggi.

Selanjutnya untuk menentukan berada pada kategori mana tingkat kompetensi pedagigok guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, maka dilakukan pengkategorian data. Untuk itu dilakukan analisis dengan membagi data pada 5 kelas sesuai dengan banyaknya pilihan dalan angket. Adapun pengkategorian data tersebut seperti yang tampak pada tabel berikut:

Tabel 4.8 Pengkategorian Tingkat Kompetensi Kepribadian Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1. ≤ 25 Sangat Rendah 0 0

2. 26 - 50 Rendah 0 0

3. 51 - 75 Sedang 0 0

4. 76 - 100 Tinggi 14 35

5. 101 - 125 Sangat Tinggi 26 65

Jumlah 40 100

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa pada kategori sangat rendah tidak terdapat responden, begitupun pada kategori rendah dan kategori sedang. Sedangkan pada kategori tinggi, terdapat 14 orang atau 35% responden. Sedangkan pada kategori sangat tinggi, terdapat 26 orang atau 65% responden.

Responden terbanyak berada pada kategori sangat tinggi, ketegori dengan persentase sebanyak 65% ini berkisar antara skor 100-125.

Merujuk pada hasil rata-rata yaitu 102,50 artinya nilai ini berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori sangat tinggi.

4. Kompetensi Sosial Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

Data hasil penelitian dari angket tentang kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, dilakukan tabulasi data untuk kebutuhan analisis secara statistik, maka dibutuhkan rincian sebagai berikut:

Data tertinggi = 112

Data terendah = 91

Rentang data = 21

Total skor seluruh Responden = 4116

Jumlah responden = 40 Orang

Kemudian dari data di atas akan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan tabel distribusi Frekuensi, adapun analisisnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Kompetensi Sosial Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Kelas Interval

Frekuensi (Fi)

Nilai Tengah Kelas (xi)

Fi.xi

1 91 - 94 2 92,5 185

2 95 - 98 5 96,5 482,5

3 99 - 102 12 100,5 1206

4 103 - 106 12 104,5 1254

5 107 - 110 6 108,5 651

6 111 - 114 3 112,5 337,5

Jumlah 40 4116

Untuk menghitung rata-rata statistik, maka digunakan rumus sebagai berikut:

Rata-rata statistik = .

=

= 102,90

Berdasarkan hasil analisis statistik, maka diperoleh bahwa rata-rata skor yag diperoleh responden adalah 102,90. Kemudian, mengacu pada tabel 4.3 di atas, maka dapat dikatakan bahwa terdapat 6 (enam) kategori atau kelas data. Pada masing-masing kelas dapat kita lihat bahwa pada pada kelas interval pertama dengan skor 91-94 terdapat 2 orang responden,

pada kelas interval kedua dengan skor 95-98 terdapat 5 orang responden, pada kelas interval ketiga dengan skor 99-102 terdapat 12 orang responden, pada kelas interval keempat dengan skor 103-106 terdapat 12 orang responden, pada kelas interval kelima dengan skor 107-11- terdapat 6 orang responden, sedangkan pada kelas interval keenam dengan skor 111-114 terdapat 3 orang responden. Bertolak pada hasil analisis rata-rata yang menunjukkan bahwa rata-rata skor yaitu 102,90 dan di perbandingkan dengan jumlah responden pada tiap kelasnya maka nilai rata-rata ini berada pada kelas keempat yaitu berada pada batas bawah kelas. Hal ini didukung oleh banyaknya responden pada kelas tersebut yaitu 14 Orang, dan merupakan kelas dengan jumlah responden tertinggi.

Selanjutnya untuk menentukan berada pada kategori mana tingkat kompetensi pedagigok guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, maka dilakukan pengkategorian data. Untuk itu dilakukan analisis dengan membagi data pada 5 kelas sesuai dengan banyaknya pilihan dalan angket. Adapun pengkategorian data tersebut seperti yang tampak pada tabel berikut:

Tabel 4.10 Pengkategorian Tingkat Kompetensi Sosial Guru Hasil Angket di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1. ≤ 25 Sangat Rendah 0 0

2. 26 - 50 Rendah 0 0

3. 51 - 75 Sedang 0 0

4. 76 - 100 Tinggi 13 32,5

5. 101 - 125 Sangat Tinggi 27 67,5

Jumlah 40 100

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa pada kategori sangat rendah tidak terdapat responden, begitupun pada kategori rendah dan kategori sedang. Sedangkan pada kategori tinggi, terdapat 13 orang atau 32,5% responden. Sedangkan pada kategori sangat tinggi, terdapat 27 orang atau 67,5% responden.

Responden terbanyak berada pada kategori sangat tinggi, ketegori dengan persentase sebanyak 67,5% ini berkisar antara skor 100-125.

Merujuk pada hasil rata-rata yaitu 102,90 artinya nilai ini berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori sangat tinggi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa:

Kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori:

1. Kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori tinggi

2. Kompetensi profesional guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori tinggi

3. Kompetensi kepribadian guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori sangat tinggi

4. Kompetensi sosial guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima berada pada kategori sangat tinggi.

B. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, maka Penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Guru diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas, terutama standar kompetensi guru sehingga tuntutan implementasi kurikulum 2013 dapat dimaksimalkan.

2. Kepada peneliti berikutnya yang berminat mengkaji rumusan yang serupa diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini secara lebih mendalam lagi.

3. Kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan dan melanjutkan penelitian dengan variabel-variabel yang relevan sehingga nantinya akan melahirkan karya tulis yang lebih baik lagi.

Arikunto, Suharsimi. 2013. ProsedurPenelitian: SuatuPendeatan Pratik. Jakarta:

Rinekacipta.

Darsono. 2011. ManajemenSumberDayaManusia Abad Ke 21. Jakarta: Nusantara Consulting

Hamalik O. 2008. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hamalik, Oemar. 2011. Pendidikan Guru BerdasarkanPendekatanKompetensi.

Jakarta: BumiAksara

Hasan H. 2013. Informasi Kurikulum 2013. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Hutapean, Parulian. 2008. Kompetensi Plus: Teori, Desain, Kasus, danPenerapanUntuk HR danOrganisasi yang Dinamis. Jakarta:

GramediaPustaka

Iskandar H. 2013. Desain Induk Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lunenburg LC. 2011. Curriculum Development: Inductive Models. Schooling 2 (1)

Moeheriono. 2009. PengukuranKinerjaBerbasisKompetensi. Jakarta: Ghalia Indonesia

Mulyasa E. 2009. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution S. 2008. Asas-Asas Kurikulum. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugroho. 2013. Kurikulum Butuh Guru Hebat!. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan dalam Bulan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes tahun 2013 bertema Menyongsong Penyelenggaraan Kurikulum 2013. Semarang : Auditorium Unnes

Ridwan 2004:104. MetodeRiset. Jakarta: RinekaCipta

Soehartono, Irawan. 1999. MetodePenelitianSosial.Bandung: RemajaRosdakarya.

Subana, Dkk. 2000. Statisti pendidikan. Bandung: Pustaka Setia

Suciu AL & L Mata. 2011. Pedagogical competences- the key to efficient education.International Online Journal of Educational Science 3 (2) Sudiono, Anas. 2001. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Sugiyono. 2007. StatistikUntukPenelitian. Bandung: Alfabeta.

2012. MetodePenelitianKombinasi. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata 2006. Metode penelitian pendidikan. Bandung: RosdaKarya

2009. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Sutrisno, Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana

Widodo. 2010. Pengembangan kurikulum sekolah unggulan. Jurnal Pendidikan Penabur 11 (19)

57

M P

I

R

A

N

58

LEMBAR KUISIONER DESKRIPSI KOMPETENSI GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 SEKOLAH

MENENGAH PERTAMA I. IDENTITAS RESPONDEN

Nama/Kode Resp. : ...

Jenis Kelamin : ...

Pendidikan Terakhir : ...

Pengalaman Mengajar : ...

Status Kepegawaian : ...

Jabatan Fungsional : ...

II. PETUNJUK PENGISIAN JAWABAN

1. Bapak/Ibu yang terhormat dimohon menjawab dari 5 jawaban dengan member tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban yang telah tersedia dari apa yang Bapak/Ibu alami sehari-hari di sekolah

a. Sangat Setuju ( SS )

b. Cenderung setuju, tetapi belum mutlak ( S ) c. Ragu-ragu ( R )

d. Cenderung tidak setuju, tetapi belum mutlak ( TS ) e. Sangat tidak setuju ( STS )

2. Jawaban Bapak/Ibu Guru sama sekali tidak berkaitan dengan masalah kedinasan/tidak mempengaruhi kondite Bapak/Ibu sebagai Guru, sehingga Bapak/Ibu tidak perlu takut atau ragu mengisinya sesuai kenyataan

3. Selamat bekerja 4. Terima Kasih

III. VARIABEL : KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU

No. Indikator Alternatif Jawaban

STS TS RG S SS

1. Mengajak siswa belajar dengan mengenalkan aplikasi di lingkungan sekitar.

2. Mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran dengan optimal.

3. Guru memulai pembelajaran dan mengakhiri pembelajaran dengan penuh motivasi dan dukungan

59

6. Guru memberikan penghargaan atas prestasi dan perkembangan sikap positif siswa.

7. Siswa mendapatkan motivasi dan dukungan untuk mengembangkan potensinya.

8. Guru memberikan teguran dan peringatan atas perilaku siswa yang negatif dengan sopan dan mendidik.

9. Memberikan teguran dan hukuman atas perilaku negatif yang dilakukan siswa dengan keras dan emosional.

10. Jarang berinteraksi dengan siswa di luar pembelajaran.

11. Guru bersedia memberikan pelayanan pemecahan masalah belajar siswa secara telaten.

12. Memberikan waktu untuk bertanya dan diskusi dalam pembelajaran.

13. Guru tidak berkenan memberikan jawaban atas pertanyaan siswa di kelas, karena merasa sudah memberikan penjelasan.

14. Guru memberikan target materi kepada siswa dengan bab-bab yang banyak dan sulit.

15. Bersikap santun dalam memberikan bantuan dan penyelesaian masalah pelajaran kepada siswa.

16. Guru memberikan waktu untuk bertanya dan diskusi dalam pembelajaran.

17. Guru memberikan penjelasan materi pelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami.

18. Tidak memperkenalkan materi yang diajarkan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

19. Memberikan penjelasan materi secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana dan mudah dipahami.

20. Guru menggunakan bantuan alat-alat peraga untuk memudahkan pemahaman siswa.

21. Melakukan pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang variatif.

22. Penilaian hanya berdasarkan tes tertulis dan menilai kemampuan akademis.

23. Melakukan dan menerapkan penilaian autentik (keaktifan, sikap, tugas dan sejenisnya).

24. Menggunakan berbagai macam metode penilaian (praktek, tugas prakarya, tugas proyek dsb).

25. Melakukan pembelajaran dengan metode ceramah (klasikal).

60 harus berkualitas

2. Perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang saya berikan harus terpusat

3. Siswa harus disiplin terhadap kegiatan pembelajaran yang saya kelola

4. Program persiapan harian sangat ber-pengaruh terhadap pembelajaran

5. Keberanian siswa untuk bertanya atau menanggapi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran tidak diperlukan

6. Penggunaan alat peraga yang saya gunakan mampu mempengaruhi motivasi belajar siswa

7. Saya harus memahami landasan, program, dan pengembangan kurikulum

8. Lingkungan sekolah sebagai sumber belajar harus saya manfaatkan

9. Saya menggunakan contoh kehidupan sehari-hari dalam materi pembelajaran

10. Saya tidak harus mampu dalam memahami Silabus pada Kurikulum sekarang

11. Memahami analisis materi pembelajaran tidak harus dikuasai Guru

12. Saya harus mampu dalam mengelola hasil penilaian 13. Saya tidak harus mampu mengoperasikan media

Audio Visual

14. Kegiatan belajar sambil mengerjakan ( Learning by doing ) tidak diperlukan

. 15. Saya harus mengetahui UU RI No.20/2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional ( Sisdiknas )

. 16. Saya tidak harus memiliki kemampuan dalam

memahami konsep-konsep belajar

17. Saya suka membaca buku-buku referensi untuk memperkaya ilmu saya

18. Saya harus mampu dalam menggunakan tiap-tiap

61 sambil lalu saja

21. Saya harus dapat menyusun kisi-kisi evaluasi pembelajaran

22. Saya tidak harus menerapkan program bimbingan dan konseling

23. Saya harus mampu dan menguasai pengisian format administrasi sekolah

24. Penelitian Tindakan Kelas sangat diperlukan oleh seorang Guru

25. Hasil penelitian sederhana tidak ada gunanya untuk kemajuan pembelajaran

V. VARIABEL : KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU

No. Indikator Alternatif Jawaban

STS TS RG S SS

1. Bersikap memberi keteladanan kepada siswa.

2. Tidak melakukan tindakan yang negatif (contoh:

merokok).

3. Datang ke sekolah tepat waktu.

4. Meninggalkan sekolah sesuai dengan waktu yang sudah ditentuan (kecuali dengan izin tertentu).

5. Memulai dan mengakhiri pelajaran dengan tepat waktu.

6. Mengenakan pakaian/seragam dinassesuai dengan ketentuan.

7. Bertutur kata dengan santun dan tidak menyinggung perasaaan orang lain.

8. Bertindak dewasa, arif dan berwibawa.

9. Menghargai pendapat orang lain.

10. Mendahulukan kepentingan sekolah/kedinasan daripada kepentingan pribadi.

11. Bersikap ramah dan sopan kepada siapapun.

12. Jujur dalam berbicara dan berbuat.

62

15. Memberikan sanksi dan teguran yang mendidik.

16. Berperan sebagai partner siswa dalam menyelesaikan problem pembelajaran.

17. Mampu menempatkan diri dalam pergaulan bersama siswa dan teman sejawat.

18. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

19. Bertindak seakan-akan guru lebih berkuasa daripada siswa.

20. Merasa bosan dengan banyaknya jam mengajar yang dibebankan.

21. Gemar melakukan kebiasaan-kebiasaan positif, (shalat bersama siswa, membaca dan menambah pengetahuan).

22. Tepat waktu dalam memenuhi kewajiban guru (memberikan penilaian belajar, dokumen portofilo, dsb).

23. Membiasakan siswa disiplin waktu, berseragam dan jujur.

24. Sering meninggalkan KBM dengan alasan yang tidak jelas.

25. Lebih banyak memberikan keteladanan daripada nasehat.

63

1. Dapat berinteraksi dengan baik kepada seluruh warga di lingkungan sekolah.

2. Berbicara dengan jelas dan mudah dipahami.

3. Mampu memimpin forum dengan baik.

4. Tidak berbelit belit dalam menyampaikan sesuatu.

5. Mampu menempatkan adab-adab dalam berbicara kepada lawan bicara.

6. Selalu menghargai dan menghormati lawan bicara.

7. Bersikap pendiam dan hanya berbicara jika dirasa perlu.

8. Menempatkan diri sebagai teladan dan partner siswa.

9. Menghargai pendapat siswa dalam berinteraksi.

10. Menjaga wibawa dan teladan guru dalam berbicara dan bersikap.

11. Berbicara sesuka hati sesuai kesenangannya sendiri.

12. Berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar.

13. Mampu menjalin kerjasama untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran.

14. Mampu bekerjasama dalam tim.

15. Mampu memimpin forum dan berbicara di depan majelis guru, siswa, dan orang tua/wali murid.

16. Menerima kritik dan saran dengan lapang dada dan tanggung jawab.

17. Berani memberikan saran tanpa melampaui batas- batas kesopanan.

Dokumen terkait