• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen pengaruh model pembelajaran cooperative (Halaman 50-57)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1) Validitas Instrumen Tes

Instrumen penelitian yang berupa soal uraian sebelum digunakan untuk pengambilan data hasil belajar, terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Uji coba diberikan kepada 20 orang siswa kelas XI MA Darul Aman Selagalas dan selanjutnya dilakukan uji validitas butir soal. Uji validitas dilakukan untuk memperoleh data yang valid (Sahih) terhadap instrumen yang telah dibuat sebanyak 10 soal. Adapun kriteria kevalidan data, yaitu:

 Jika rhitung ≥ rtabel = valid

 Jika rhitung ≤rtabel = tidak valid

Berikut data hasil Uji validasi soal yang diukur pada taraf sognifikan 5% dapat dilihat pada tabel 4.1, yaitu:

Tabel 4.1 Data Hasil Analisis Uji Validitas Soal Uraian No

Soal

rxy rtabel Keputusan

1 -0.09324 0,444 Tidak Valid

2 0.459075 0,444 Valid

3 0.526406 0,444 Valid

4 0.019153 0,444 Tidak Valid

5 0.484841 0,444 Valid

6 0.522136 0,444 Valid

7 0.441548 0,444 Tidak Valid

8 0.472 0,444 Valid

9 0.334968 0,444 Tidak Valid

10 0.562858 0,444 Valid

35

36

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 10 soal ternyata terdapat 6 soal yang dinyatakan valid dikarenakan rxy ≥ rtabel dan 4 soal dinyatakan tidak valid karena rxy rtabel .

2) Reliabilitas Instrumen Tes

Setelah Instrumen (soal) diuji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana suatu alat dapat memberikan gambaran yang benar-benar dapat dipercaya untuk mengtahui kemampuan seseorang. Adapun kriteria pengujian reliabilitas, yaitu:

 Jika rhitung ≥ rtabel = reliabel

 Jika rhitung rtabel = tidak reliabel

Berikut data hasil Uji validasi soal yang diukur pada taraf sognifikan 5% dapat dilihat pada tabel 4.2, yaitu:

Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas

Stastistik Data

Responden 20

Soal 10

rhitung 0,504

rtabel 0,444

Kesimpulan rhitung ≥ rtabel

reliabel

Berdasarkan hasil analisis uji reliabilitas yang telah dilakukan didapatkan sebesar rhitung= 0.504 dimana rtabel= 0,444 dengan taraf signifikan 5 %. Nilai ri rtabel sehingga soal dikatakan reliabel.

3) Taraf Kesukaran

Setelah melakukan uji reliabilitas, selanjutnya dilakukan uji taraf kesukaran soal. Uji taraf kesukaran soal dilakukan untuk mengetahui tingkat kesulitan soal, karena soal yang baik adalah soal

37

yang tidak terlalu sukar (sulit) dan tidak terlalu mudah. Berikut data hasil uji taraf kesukaran soal yang dapat dilihat pada tabel 4.3, yaitu:

Tabel 4.3 Data Hasil Uji Taraf Kesukaran No

Soal

TK Kriteria Kesimpulan

1 0,33 0,00 – 0,30

Sukar 0,31 – 0,70

Sedang 0,71 – 1,00

Mudah

Sedang

2 0,32 Sedang

3 0,31 Sedang

4 0,30 Sukar

5 0,28 Sukar

6 0,94 Mudah

7 0,59 Sedang

8 0,82 Mudah

9 0,91 Mudah

10 0,51 Sedang

Berdasarkan keterangan dari tabel diatas, klasifikasi tingkat kesukaran soal nomor 8,9 bersifat mudah (0,70 – 1,00), soal nomor 1,2,3,4,7,10 bersifat sedang (0,30 – 0,70), dan soal nomor 4,5 bersifat sukar (0,00 – 0,30).

2. Pengumpulan Data a. Data Observasi

Nilai awal yang didapatkan dari observasi bertujuan untuk mengetahui homogenitas kedua kelas sebelum diberikan perilakuan.

Berdasarkan nilai awal diperoleh data bahwa nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 75,66 dan kelas kontrol 80,83. Hasil nilai awal kedua kelas dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4 Nilai Observasi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas Jumlah

Siswa

Nilai Tertinggi

Nilai Terendah

Rata-rata

Ekaperimen 30 90 55 75,66

Kontrol 12 90 55 80,83

38

Pengujian homogenitas dilakukan pada data nilai awal siswa kelas X A dan kelas X B yang diambil dari nilai ulangan harian pada materi tata nama senyawa (nilai observasi) untuk mengetahui kemampuan awal siswa baik siswa kelas eksperimen dan kontrol sebelum diberikan perlakuan. Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 4.5 di bawah ini.

Tabel 4.5 Hasil Uji Homogenitas Nilai Observasi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas Jumlah Siswa

S2 (Varians )

Fhitung Ftabel Kriteria

Ekspeimen 30 166,78 1,48 2,6 Homogen

Kontrol 12 112,88

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Fhitung≤ Ftabel yaitu 1,48 2,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama dengan taraf signifikan 5%.

b. Post-test

Berdasarkan hasil tes dalam hal ini post-test yang telah diberikan kepada kelas eksperimen XA dan kelas kontrol XB. Hasil nilai posttest kedua kelas dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini.

Tabel 4.6 Data Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Jumlah Siswa Nilai

Tertinggi

Nilai Terendah

Rata-rata

Eksperimen 29 100 62 82,62

Kontrol 12 90 45 73

Dari tabel 4.6 di atas terlihat bahwa kelas eksperimen memiliki nilai tertinggi 100, nilai terendah 62 dan mempunyai nilai rata-rata 82.62 Sedangkan pada kelas kontrol nilai tertinggi 90, nilai terendah

39

45 dan nilai rata-rata 73,41. Dari rata-rata nilai dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol.

3. Analisis Data

Dalam suatu penelitian, analisis data merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan peneliti setelah semua data yang diperoleh dalam penelitian terkumpul. Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam analisis data adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Sebelum uji hipotesis dilakukan, terlebih dahulu peneliti melakukan uji normalitas data. Karena uji normalitas ini merupakan uji prasyarat yang harus dipenuhi sebelum menggunakan uji parametrik. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari lapangan berdistribusi normal atau tidak. Adapun hasil perhitungan pada tabel 4.7 hasil uji normalitas dengan menggunakan Chi Square (x2) adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7 Data Hasil Uji Normalitas

Kelas x2 hitung x2 tabel Kriteria

Eksperimen 4,18 11,07 Normal

Kontrol 1,19 9,48 Normal

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa x2hitung kelas eksperimen adalah 4,18 menunjukan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal karena memenuhi kriteria x2 hitung ≤ x2tabel (4,18

≤ 11,07). Sedangkan hasil x2 hitung untuk kelas kontrol menunjukan

40

bahwa data kelas kontrol berdistribusi normal karena memenuhi kriteria x2 hitung ≤ x2tabel (1,19 ≤ 9,48).

2. Uji Homogenitas

Setelah kedua sampel penelitian dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan pengujian homogenitas dengan uji perbedaan varians dengan menggunakan uji Fisher. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang ditetapkan berasal dari populasi yang memiliki varians yang relatif sama. Adapun kriteria penerimaan bahwa suatu data (sampel) dinyatakan homogen atau tidak dengan rumusan sebagai berikut:

 Jika Fhitung ≤ Ftabel maka sampel homogen

 Jika Fhitung Ftabel maka sampel tidak homogen

Berikut data hasil Uji Homogenitas soal dapat dilihat pada tabel 4.8, yaitu:

Tabel 4.8 Data Hasil Uji Homogenitas Kelas Jumlah

Siswa

S2 (varians)

Fhitung Ftabel Kriteria

Eksperimen 29 85,10 2,10 2,61 Homogen

Kontrol 12 178,81

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa Fhitung adalah 2,10 sedangkan Ftabel 2,61 maka data homogeny karena Fhitung ≤ Ftabel. 3. Uji Hipotesis

Dalam penelitian ini, setelah mengetahui bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan uji hipotesis untuk

41

mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak. Pengujian hipotesis tersebut akan diuji-t dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

 Jika thitung ≤ ttabel, maka Ha diterima

 Jika thitung ˃ ttabel, maka Ha ditolak

Adapun langkah-langkah pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis

Ha: Model pembelajaran cooperative script berpengaruh terhadap hasil belajar siswa MA Darul Aman Selagalas.

b. Menetukan Level of Significance sebesar 5 % c. Menentukan rumus statistik t-test

Dalam penelitian ini rumus statistik t-test yang digunakan adalah pooled varians. Hal ini dikarenakan sampel yang digunakan dua kelompok dimana n1 n2 dan varians homogen ( = ) dengan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 – 2, dimana n adalah banyaknya sampel, dengan n1 = 29 dan n2 = 12 sehingga dk = 29 + 12 – 2 = 99. Adapun hasil perhitungan uji hipotesis pada tabel 4.9 di bawah ini.

Tabel 4.9 Data Hasil Statistik t-test Kelas Jumlah

Siswa

Rata- rata

S2 (Varians)

Thitung Ttabel Kriteria

Eksperimen 29 81,62 85,10 2,26 2,02 Ha

diteriama

Kontrol 12 73,41 178,81

42

Berdasarkan tabel di atas, hasil statistik t-test menggunakan pooled varians menunjukkan bahwa t-hitung yang diperoleh adalah 2,26 dan t-tabel yang diperoleh adalah 2,02.

d. Menentukan kriteria pengujian dan penarikan kesimpulan

Berdasarkan kriteria keputusan apabila thitung ≥ t-tabel dalam penelitian ini t-hitung = 2,26 ≥ ttabel = 2,02, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti model pembelajaran cooperative script berpengaruh terhadap hasil belajar kimia kelas X MA Darul Aman Selagalas Tahun Pelajaran 2018/2019.

Dalam dokumen pengaruh model pembelajaran cooperative (Halaman 50-57)

Dokumen terkait